google-site-verification: googlec37f5abc404fa346.html MIN 1 PASURUAN

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, MIN 1 Pasuruan Gelar Pendampingan Piloting Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)

 

PASURUAN, 12 Agustus 2026 – Dalam upaya terus meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan madrasah, MIN 1 Pasuruan menggelar kegiatan Pendampingan Madrasah Piloting Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada Rabu (12/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas MIN 1 Pasuruan ini dihadiri oleh para tenaga pendidik dan dipandu langsung oleh Pengawas KKMI Beji, Ibu Choyatin Nasucha, M.Pd.

Pendampingan ini bertujuan untuk memantapkan pemahaman dan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di lingkungan madrasah. Melalui kurikulum ini, pendekatan pembelajaran tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga mengedepankan pembentukan karakter, empati, dan nilai-nilai kasih sayang dalam proses belajar-mengajar.

Dalam pemaparannya, Ibu Choyatin Nasucha menyampaikan empat materi utama terkait efektivitas penerapan KBC di madrasah, yaitu:

1.      Pendampingan Madrasah Piloting KBC: Membahas esensi dan kerangka kerja penerapan kurikulum baru agar berjalan secara terarah.

2.      Penggunaan MAGIS : Madrasah Digital Supervision yang dikembangkan oleh Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama Republik Indonesia.Program ini merupakan sistem pengawasan, pemantauan, dan evaluasi kinerja guru serta kepala madrasah secara digital untuk menggantikan metode manual yang kurang efektif.

3.      Implementasi KBC pada Ekstrakurikuler: Penguatan nilai-nilai KBC yang disisipkan ke dalam berbagai kegiatan di luar jam pelajaran formal.

4.      Administrasi Guru TA 2026–2027: Penataan dokumen dan kelengkapan administrasi pembelajaran untuk tahun ajaran 2026/2027.

Para peserta yang hadir tampak antusias menyimak pemaparan serta mendiskusikan teknis penerapan KBC di kelas masing-masing.

Dengan terselenggaranya pendampingan ini, MIN 1 Pasuruan siap menjadi salah satu madrasah pelopor yang berhasil menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta, guna melahirkan generasi murid yang cerdas secara intelektual, ramah, dan berakhlaqul karimah.

Halaman MIN 1 Pasuruan Jadi Ruang Belajar, Siswa Kelas 1 A dan 1 B Antusias Mengikuti Pembelajaran di Luar Kelas


PASURUAN – Suasana belajar yang berbeda terlihat di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan pada Selasa, 11 Agustus 2026. Para siswa kelas 1 A dan 1 B tidak melangsungkan kegiatan belajar mengajar di dalam ruang kelas seperti biasanya, melainkan memanfaatkan halaman sekolah sebagai lokasi pembelajaran terbuka.

Di bawah naungan rimbunnya pepohonan sekolah dan terpaan semilir angin Agustus yang sejuk menenangkan, para siswa tampak sangat antusias mengikuti setiap instruksi yang diberikan oleh guru kelas masing-masing. Suasana outdoor yang menyegarkan ini sengaja dipilih untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan, interaktif, dan tidak membosankan bagi para murid yang baru memasuki jenjang sekolah dasar.

Guru kelas 1 A dan 1 B menyampaikan bahwa kegiatan pembelajaran di luar kelas (outdoor learning) ini bertujuan untuk mengasah kepekaan anak terhadap lingkungan sekitar serta meningkatkan konsentrasi belajar. Udara pagi yang sejuk dan angin sepoi-sepoi khas bulan Agustus turut menciptakan suasana belajar yang kondusif, damai, dan penuh keceriaan.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa diajak belajar sambil berinteraksi langsung dengan alam sekitar halaman sekolah. Gelak tawa dan semangat para murid kelas 1 A dan 1 B mewarnai jalannya pembelajaran hingga selesai.

Pihak sekolah berharap inovasi pembelajaran seperti ini dapat terus dilakukan secara berkala guna melatih motorik, kesiapan mental, serta rasa ingin tahu siswa dalam suasana yang rileks dan menyenangkan.

 

Gelorakan Semangat Profesionalisme, MIN 1 Pasuruan Pendampingi Guru Raih Kenaikan Pangkat

 


PASURUAN – Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan profesionalisme tenaga pendidik, MIN 1 Pasuruan memberikan dukungan penuh bagi para guru yang mengajukan kenaikan pangkat dan jabatan fungsional. Melalui program pendampingan intensif yang melibatkan para guru senior dan tim pengembang madrasah, MIN 1 Pasuruan berkomitmen menciptakan iklim kerja yang suportif dan berorientasi pada kemajuan karir pendidik.

Langkah strategis ini dilakukan untuk memastikan setiap proses penyusunan berkas administrasi, Penilaian Kinerja Guru (PKG), hingga pembuatan Publikasi Ilmiah dan Karya Inovatif (PIKI) berjalan dengan lancar dan sesuai kriteria yang ditetapkan kementerian.

Kepala MIN 1 Pasuruan menyampaikan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar pemenuhan hak administratif guru, melainkan momentum penting untuk mengukur dan meningkatkan kompetensi diri. "Guru yang profesional akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran siswa. Oleh karena itu, madrasah hadir memberikan fasilitas dan pendampingan dari rekan-rekan senior agar para guru dapat melewati proses kenaikan pangkat dengan optimal tanpa mengabaikan tugas utamanya mengajar," ungkapnya.

Dalam teknis pendampingannya, para guru senior yang telah berpengalaman memberikan bimbingan langsung, mulai dari pemetaan angka kredit, penyusunan portofolio, hingga klinik penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI). Metode kolaboratif ini tidak hanya mempermudah penyelesaian berkas, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan serta budaya peer-mentoring di lingkungan madrasah.

Para guru menyambut baik dan antusias atas sinergi ini. Kehadiran pendampingan dari senior memberikan rasa percaya diri dan motivasi tambahan untuk terus mengembangkankan kompetensi diri secara berkelanjutan.

Dengan adanya program ini, MIN 1 Pasuruan berharap seluruh proses kenaikan pangkat guru berjalan sukses, sehingga dapat melahirkan para pendidik yang semakin profesional, inovatif, dan berdedikasi tinggi demi kemajuan pendidikan madrasah

Mengetuk Pintu Langit Sejak Dini: Siswa Kelas 1A MIN 1 Pasuruan Biasakan Pagi dengan Lantunan Indah Asmaul Husna

Pasuruan, 11 Agustus 2026 — Suara lembut dan penuh kekhusyukan terdengar bersahut-sahutan dari ruang kelas 1A Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan pagi ini. Dalam upaya meletakkan pondasi spiritual dan karakter mulia sejak dini, para siswa kelas 1A memulai aktivitas belajarnya dengan rutinitas yang istimewa: melantunkan Asmaul Husna bersama-sama setelah doa pagi.

Kegiatan yang berlangsung tertib dan penuh energi positif ini didampingi langsung oleh guru kelas. Melalui kegiatan pembiasaan pagi ini, para siswa tidak hanya diajarkan untuk menghafal nama-nama indah Allah SWT, tetapi juga dibimbing untuk mengawali setiap ikhtiar menuntut ilmu dengan zikir dan pujian kepada Sang Pencipta.

Pihak sekolah menjelaskan bahwa pembiasaan membaca Asmaul Husna ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta yang mendalam kepada Allah SWT, membentuk kedisiplinan, serta mengondisikan mental dan spiritual siswa agar benar-benar siap menerima pembelajaran. Langkah sederhana ini merupakan wujud nyata penguatan karakter dan budaya positif madrasah guna melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga anggun dalam akhlak dan senantiasa dekat dengan Al-Qur'an

Ulasan Ilmiah & Analisis Pembiasaan Asmaul Husna

Aktivitas pembiasaan pagi yang dilakukan oleh siswa kelas 1A MIN 1 Pasuruan memiliki dampak psikologis, spiritual, dan edukatif yang sangat mendalam, terutama bagi anak pada fase awal sekolah (anak usia dini/kelas rendah SD/MI). Berikut adalah analisis ilmiah yang didasarkan pada berbagai referensi penelitian pendidikan Islam di Indonesia:

1. Internalisasi Karakter Religius Secara Konkrit

Membaca Asmaul Husna secara rutin bukan sekadar aktivitas hafalan, melainkan media internalisasi nilai karakter ketuhanan (teosentris) yang berimplikasi pada perilaku sosial anak.

  • Menurut penelitian dalam Jurnal Imtiyaz (2023) mengenai pembiasaan Asmaul Husna di madrasah, pembacaan nama-nama baik Allah secara konsisten membantu menginternalisasikan sifat-sifat mulia ke dalam diri siswa. Misalnya, memahami nilai Ar-Rahman dan Ar-Rahim menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang antarteman, sementara nilai Al-Malik membangun jiwa kepemimpinan serta kedisiplinan siswa di lingkungan sekolah.

2. Stimulasi Ketenangan Jiwa dan Kesiapan Belajar (Psychological Readiness)

Transisi dari lingkungan rumah ke lingkungan sekolah bagi anak kelas 1 SD/MI sering kali membutuhkan adaptasi emosional yang besar. Aktivitas spiritual di pagi hari berfungsi sebagai penstabil emosi anak.

  • Studi yang diterbitkan di Jurnal Pendidikan Agama Islam (2024) mengungkapkan bahwa melafalkan Asmaul Husna secara rutin memberikan efek relaksasi yang dapat memberikan ketenangan hati dan menenangkan jiwa siswa. Kondisi psikologis yang tenang dan damai inilah yang merangsang kesiapan mental (spiritual readiness) siswa, sehingga mereka dapat mengikuti kegiatan belajar-mengajar dengan fokus yang lebih baik dan motivasi yang lebih tinggi.

3. Pembentukan Budaya Disiplin melalui Teori Pembiasaan (Habituation)

Karakter tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui pengulangan yang konsisten hingga menjadi sebuah perilaku otomatis.

  • Berdasarkan kajian dalam Jurnal Risalah (2023), kegiatan pembacaan Asmaul Husna di pagi hari sebelum masuk kelas merupakan instrumen efektif untuk melatih kedisiplinan dan tanggung jawab siswa. Keberhasilan metode pembiasaan (habituation) ini dipengaruhi kuat oleh komitmen para guru yang mendampingi langsung sebagai teladan (modeling) di kelas, serta sinergi dukungan dari orang tua di rumah untuk terus menguatkan kebiasaan positif tersebut.


Mantapkan Pelaporan Bulanan ASN, Kepala MIN 1 Pasuruan Gelar Sosialisasi Kedua E-Kinerja

 

​PASURUAN (10/08/2026) – Dalam rangka meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan efisiensi pelaporan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN), Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan menyelenggarakan Sosialisasi Kedua E-Kinerja Bulanan pada Senin, 10 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di aula utama madrasah ini dihadiri oleh seluruh dewan guru, jajaran tata usaha, serta tenaga kependidikan di lingkungan MIN 1 Pasuruan.

​Sosialisasi tahap kedua ini dilaksanakan sebagai bentuk evaluasi berlanjut sekaligus penajaman teknis terhadap implementasi sistem E-Kinerja bulanan yang diberlakukan di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan.

​Fokus Penajaman dan Evaluasi Implementasi

​Dalam arahannya, Kepala MIN 1 Pasuruan menekankan pentingnya kedisiplinan serta pemahaman menyeluruh dalam menyusun dan melaporkan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) secara periodik setiap bulannya.

​"Pelaporan E-Kinerja bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan cerminan dari komitmen, profesionalisme, dan integritas ASN dalam menjalankan tugas mendidik serta melayani masyarakat. Melalui sosialisasi kedua ini, kita pastikan seluruh kendala teknis yang dihadapi pada tahap awal dapat teratasi secara tuntas," tegas Kepala MIN 1 Pasuruan dalam sambutannya.

​Beberapa poin utama yang menjadi fokus pembahasan dalam sosialisasi tahap kedua ini meliputi:

​Penyelarasan Target Kinerja: Penyesuaian SKP bulanan guru dan tenaga kependidikan agar selaras dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan.

​Evaluasi Kendala Teknis: Pemetaan serta penyelesaian hambatan pengunggahan bukti fisik (evidence) kegiatan pembelajaran dan pelayanan administrasi.

​Ketepatan Waktu Pelaporan: Penegasan jadwal kuncian (deadline) penginputan capaian harian dan bulanan guna menghindari penumpukan data di akhir periode.

​Simulasi dan Pendampingan Langsung: Sesi praktik pengisian sistem secara riil yang dipandu oleh tim teknis pengelola kepegawaian madrasah.

​Komitmen Bersama Menuju Digitalisasi Manajemen ASN

​Sesi dilanjutkan dengan diskusi interaktif dan pendampingan mandiri. Para guru dan staf mendapatkan bimbingan teknis mengenai tata cara penulisan deskripsi kegiatan yang presisi serta pemilahan bukti dukung yang valid sesuai standar evaluasi.

​Melalui penyelenggaraan sosialisasi berkelanjutan ini, MIN 1 Pasuruan berkomitmen mendukung penuh transformasi digital manajemen kepegawaian di lingkungan Kabupaten Pasuruan, sekaligus memastikan seluruh ASN madrasah mampu menyajikan laporan kinerja yang akurat, tepat waktu, dan berkualitas.

SUASANA MERIAH MILAD KE-35 MIN 1 PASURUAN: DISAMBUT BAZAR JAJANAN DAN PENTAS SENI SISWA




















































PASURUAN, 8 Agustus 2026 — Kemeriahan peringatan Hari Lahir (MILAD) MIN 1 Pasuruan ke-35 terus berlanjut. Memasuki hari kedua perayaan, madrasah yang berlokasi di Beji ini menggelar bazar multi-jajanan serta panggung penyaluran bakat siswa yang berlangsung semarak di halaman madrasah pada Sabtu (8/8/2026).

Usia 35 tahun ini dihitung sejak status lembaga resmi berubah menjadi MIN Beji, meski sejatinya sejarah perjuangan madrasah ini sudah melintas rentang waktu yang jauh lebih panjang sejak pertama kali dirintis oleh Bapak Mahfud pada masa awal berdirinya.

Sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang dan perkembangan pesat madrasah, hari kedua perayaan difokuskan pada kegiatan pengembangan karakter dan kemandirian siswa. Bazar kuliner yang menyajikan beragam pilihan jajanan tradisional hingga modern menjadi daya tarik utama. Kegiatan bazar ini dimotori langsung oleh Paguyuban Kelas, yang bekerja sama dengan pihak sekolah untuk melatih jiwa kewirausahaan, kerja sama, serta kemandirian para siswa sejak dini.

Tak hanya bazar kuliner, suasana perayaan kian meriah dengan dibukanya panggung ekspresi bakat. Para siswa tampil percaya diri memamerkan kebolehan mereka di bidang seni, mulai dari olah vokal menyanyi hingga pembacaan puisi yang menyentuh hati. Sorak tepuk tangan dari para guru, orang tua, dan sesama siswa turut memadati area panggung pertunjukan.

Kepala MIN 1 Pasuruan menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan Milad ini bukan sekadar momentum seremonial belaka, melainkan wadah untuk merawat sejarah, menguatkan rasa syukur, serta terus memfasilitasi potensi anak didik agar tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, mandiri, dan berprestasi.

Rangkaian acara Milad ke-35 MIN 1 Pasuruan diharapkan dapat terus mempererat tali silaturahmi antara pengelola madrasah, orang tua murid melalui Paguyuban Kelas, serta masyarakat sekitar dalam mendukung kemajuan pendidikan Islam di Kabupaten Pasuruan.