google-site-verification: googlec37f5abc404fa346.html MIN 1 PASURUAN

Peningkatam Pemahaman Konsep Pengurangan Melalui Metode Menghitung Mundur Berbasis Media Konkret Pada Siswa Kelas 1 C

 


Labibah Maftuchah, S.Pd.

Guru Kelas 1 C, MIN 1 Pasuruan

Abstrak

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) serta meningkatkan pemahaman matematika peserta didik kelas 1 C pada materi menghitung mundur (counting back) sebagai fondasi konsep pengurangan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya peserta didik fase A yang mengalami kesulitan dalam transisi dari menghitung maju menuju konsep pengurangan secara abstrak. Dengan menerapkan metode pembelajaran berbasis aktivitas konkret dan visual (garis bilangan hidup serta benda manipulatif), terjadi peningkatan keterlibatan aktif dan pemahaman siswa secara signifikan.

Kata Kunci: KBM Matematika, Menghitung Mundur, Kelas 1 C, Pembelajaran Konkret, Labibah Maftuchah.

I. Pendahuluan

Pembelajaran Matematika pada fase A (khususnya Kelas 1 SD/MI) memerlukan pendekatan konkrit ke abstrak (Concrete-Pictorial-Abstract). Salah satu fondasi numerasi dasar yang krusial adalah kemampuan membilang mundur. Konsep menghitung mundur (counting back) berfungsi sebagai jembatan kognitif utama untuk memahami operasi hitung pengurangan sebelum peserta didik dikenalkan pada simbol-simbol formal.

Di Kelas 1 C, ditemukan beberapa tantangan awal dalam KBM Matematika, antara lain:

  1. Siswa cenderung tertukar antara urutan bilangan maju dan mundur saat melewati angka tertentu (misalnya dari 10 ke 9 atau 5 ke 4).
  2. Pemahaman operasi pengurangan masih sebatas menghafal, bukan pemahaman proses.

Oleh karena itu, penyusunan laporan KBM ini bertujuan untuk merekam proses pembelajaran inovatif yang dirancang oleh Pengajar (Labibah Maftuchah) dalam menguatkan keterampilan menghitung mundur siswa Kelas 1 C.

II. Metode Pembelajaran

KBM dirancang menggunakan pendekatan pembelajaran aktif (Active Learning) berbasis media manipulatif dengan alur tahapan berikut:

  1. Tahap Konkret (Langkah Fisik):
    • Penggunaan "Garis Bilangan Lantai" (karpet berangka 1–10/1–20).
    • Siswa melompat mundur secara fisik sambil menyebutkan angkanya secara lisan.
  2. Tahap Semi-Konkret / Visual:
    • Menggunakan media benda konkret (biji-bijian, stik es krim, atau manik-manik) yang dikurangi satu per satu.
    • Menggunakan gambar/kartu garis bilangan desktop.
  3. Tahap Abstrak:
    • Mengerjakan latihan soal menghitung mundur pada lembar kerja dan menuliskan kalimat matematika sederhana.

III. Hasil Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)

A. Pelaksanaan Pembelajaran

Pembelajaran dilaksanakan di kelas 1 C dengan langkah-langkah KBM sebagai berikut:

  • Kegiatan Awal:
    • Pengkondisian kelas dan pembiasaan awal.
    • Apersepsi melalui lagu "Peluncuran Roket" ($10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1, 0!$) untuk membangkitkan suasana gembira dan mengenalkan irama hitung mundur.
  • Kegiatan Inti:
    • Guru (Labibah Maftuchah) mencontohkan gerakan melompat mundur pada karpet garis bilangan dari angka 8 sebanyak 3 langkah ($8 \rightarrow 7 \rightarrow 6 \rightarrow 5$).
    • Siswa secara bergantian mempraktikkan lompatan mundur sesuai kartu soal yang didapat.
    • Siswa mendiskusikan hasil akhir lompatan sebagai hasil dari operasi pengurangan ($8 - 3 = 5$).
    • Siswa berlatih mandiri pada lembar kerja menghitung mundur melengkapi lingkaran angka yang kosong.
  • Kegiatan Penutup:
    • Refleksi bersama mengenai kesan belajar hari ini.
    • Penguatan konseptual oleh guru.

B. Evaluasi dan Capaian Belajar

Berdasarkan pengamatan dan evaluasi KBM pada Kelas 1 C:

Indikator Ketercapaian

Kondisi Awal (%)

Setelah KBM Berbasis Media (%)

Keterampilan membilang mundur 10–1

55%

90%

Keterampilan membilang mundur 20–10

35%

78%

Ketepatan menyelesaikan soal pengurangan sederhana

40%

85%

Antusiasme dan keaktifan siswa dalam KBM

60%

95%

IV. Pembahasan

Penerapan gerakan fisik dan media konkret terbukti secara efektif membantu siswa kelas 1 C dalam memvisualisasikan urutan mengecil pada rentang bilangan. Anak-anak pada usia 6–7 tahun berada pada tahap operasional konkret, di mana konsep abstrak "dikurangi" lebih mudah dipahami ketika diasosiasikan dengan gerakan "langkah ke belakang" atau "benda yang diambil satu per satu".

Penggunaan ritme lagu saat apersepsi juga membantu memperkuat memori auditori siswa dalam mengingat urutan bilangan dari besar ke kecil tanpa ada angka yang terlewat.

V. Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan

Pelaksanaan KBM matematika materi menghitung mundur di kelas 1 C di bawah bimbingan Guru Labibah Maftuchah berjalan dengan lancar dan interaktif. Penggunaan kombinasi media garis bilangan lantai dan aktivitas kinestetik mampu meningkatkan pemahaman konsep serta ketepatan siswa dalam berhitung mundur sebagai dasar operasi pengurangan.

Saran

  1. Pembelajaran dapat dilanjutkan ke rentang angka yang lebih luas ($1-50$) secara bertahap.
  2. Pengintegrasian permainan digital interaktif atau lagu tematik dapat terus diperbanyak untuk menjaga motivasi belajar siswa Fase A.

Mengetahui,

Guru Kelas 1 C

Labibah Maftuchah, S.Pd.

Memetakan Capaian, Menjaga Fokus: Refleksi Dedikasi Yuli Sunartin Melalui Lembar Asesmen MIN 1 Pasuruan

 


PASURUAN — Dokumentasi proses pembelajaran bukan sekadar gugur kewajiban administratif, melainkan kompas penunjuk arah keberhasilan akademik dan pembentukan karakter peserta didik. Hal ini terlihat nyata pada lembar Daftar Nilai Hafalan Surat Pendek dan Perkalian Kelas 2F MIN 1 Pasuruan Tahun Pelajaran 2026/2027 yang dikelola oleh pendidik, Yuli Sunartin, S.Pd.I. Lembar catatan otentik tersebut mencerminkan strategi reflektif seorang guru dalam mengontrol capaian belajar sekaligus memelihara konsistensi semangat mengajar di kelas 2 F pada tanggal 13 Agustus 2026.

Analisis Struktur dan Target Capaian Pembelajaran

Dalam dokumen pemantauan tersebut, tercatat sebanyak 24 peserta didik (12 laki-laki dan 12 perempuan) yang menjadi subjek pendampingan. Pemetaan capaian berfokus pada dua pilar utama pengembangan fondasi siswa kelas rendah:

  • Penguatan Spiritual dan Literasi Al-Qur'an (Tahfizh): Target hafalan difokuskan pada empat surah pendek, yaitu Al-Qari'ah, Al-'Adiyat, Al-Zalzalah, dan Al-Bayyinah. Penandaan progres secara bertahap memberikan gambaran langsung mengenai kelancaran dan ketuntasan setiap siswa.
  • Pengembangan Keterampilan Numerasi (Perkalian): Pemantauan penguasaan perkalian dasar dari digit 1 hingga 10 yang dirancang bertahap untuk memastikan pemahaman konsep matematis siswa terbentuk secara kokoh.

Efektivitas Lembar Kontrol sebagai Instrumen Evaluasi

Penggunaan tabel pemantauan langsung dengan centang progres ($\checkmark$) pada tiap indikator memberikan beberapa keuntungan mendasar dalam pengelolaan kelas:

  1. Deteksi Dini dan Intervensi Tepat Sasaran: Guru dapat dengan cepat mengidentifikasi siswa yang telah mencapai ketuntasan maupun yang memerlukan pendampingan khusus (remedial atau bimbingan individual).
  2. Akuntabilitas Pembelajaran: Catatan tertulis yang rapi dan terstruktur menjadi bukti otentik perkembangan siswa yang transparan, baik untuk dilaporkan kepada kepala madrasah maupun dikomunikasikan kepada orang tua.
  3. Evaluasi Ritme Mengajar: Rekapitulasi ini membantu guru mengukur sejauh mana target kurikulum telah terealisasi dalam rentang waktu yang berjalan.

Menjaga Fokus dan Spirit Pendidik

Proses mencatat dan mengevaluasi perkembangan siswa secara berkala memiliki dampak psikologis positif bagi guru. Bagi Yuli Sunartin, kehadiran lembar kontrol ini berfungsi sebagai alat pengingat visi (reminder of purpose). Di tengah dinamika kegiatan pembelajaran sehari-hari, data konkret mengenai perkembangan anak didik menjadi sumber motivasi internal yang menjaga api semangat mengajar tetap menyala.

Melihat centang kemajuan siswa bertambah dari minggu ke minggu memberikan kepuasan profesional (professional fulfillment) bahwa ikhtiar mendidik memberikan hasil yang nyata. Dengan demikian, pengajaran tidak berjalan secara mekanis, melainkan tetap terarah pada target kompetensi yang telah ditetapkan sejak awal tahun ajaran.

Langkah konsisten yang ditunjukkan melalui penataan rekap nilai ini menegaskan bahwa ketelitian administratif yang dipadukan dengan komitmen dedikatif adalah kunci utama dalam menjaga mutu pendidikan dasar di MIN 1 Pasuruan.

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, MIN 1 Pasuruan Gelar Pendampingan Piloting Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)

 

PASURUAN, 12 Agustus 2026 – Dalam upaya terus meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan madrasah, MIN 1 Pasuruan menggelar kegiatan Pendampingan Madrasah Piloting Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada Rabu (12/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas MIN 1 Pasuruan ini dihadiri oleh para tenaga pendidik dan dipandu langsung oleh Pengawas KKMI Beji, Ibu Choyatin Nasucha, M.Pd.

Pendampingan ini bertujuan untuk memantapkan pemahaman dan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di lingkungan madrasah. Melalui kurikulum ini, pendekatan pembelajaran tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga mengedepankan pembentukan karakter, empati, dan nilai-nilai kasih sayang dalam proses belajar-mengajar.

Dalam pemaparannya, Ibu Choyatin Nasucha menyampaikan empat materi utama terkait efektivitas penerapan KBC di madrasah, yaitu:

1.      Pendampingan Madrasah Piloting KBC: Membahas esensi dan kerangka kerja penerapan kurikulum baru agar berjalan secara terarah.

2.      Penggunaan MAGIS : Madrasah Digital Supervision yang dikembangkan oleh Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama Republik Indonesia.Program ini merupakan sistem pengawasan, pemantauan, dan evaluasi kinerja guru serta kepala madrasah secara digital untuk menggantikan metode manual yang kurang efektif.

3.      Implementasi KBC pada Ekstrakurikuler: Penguatan nilai-nilai KBC yang disisipkan ke dalam berbagai kegiatan di luar jam pelajaran formal.

4.      Administrasi Guru TA 2026–2027: Penataan dokumen dan kelengkapan administrasi pembelajaran untuk tahun ajaran 2026/2027.

Para peserta yang hadir tampak antusias menyimak pemaparan serta mendiskusikan teknis penerapan KBC di kelas masing-masing.

Dengan terselenggaranya pendampingan ini, MIN 1 Pasuruan siap menjadi salah satu madrasah pelopor yang berhasil menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta, guna melahirkan generasi murid yang cerdas secara intelektual, ramah, dan berakhlaqul karimah.

Halaman MIN 1 Pasuruan Jadi Ruang Belajar, Siswa Kelas 1 A dan 1 B Antusias Mengikuti Pembelajaran di Luar Kelas


PASURUAN – Suasana belajar yang berbeda terlihat di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan pada Selasa, 11 Agustus 2026. Para siswa kelas 1 A dan 1 B tidak melangsungkan kegiatan belajar mengajar di dalam ruang kelas seperti biasanya, melainkan memanfaatkan halaman sekolah sebagai lokasi pembelajaran terbuka.

Di bawah naungan rimbunnya pepohonan sekolah dan terpaan semilir angin Agustus yang sejuk menenangkan, para siswa tampak sangat antusias mengikuti setiap instruksi yang diberikan oleh guru kelas masing-masing. Suasana outdoor yang menyegarkan ini sengaja dipilih untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan, interaktif, dan tidak membosankan bagi para murid yang baru memasuki jenjang sekolah dasar.

Guru kelas 1 A dan 1 B menyampaikan bahwa kegiatan pembelajaran di luar kelas (outdoor learning) ini bertujuan untuk mengasah kepekaan anak terhadap lingkungan sekitar serta meningkatkan konsentrasi belajar. Udara pagi yang sejuk dan angin sepoi-sepoi khas bulan Agustus turut menciptakan suasana belajar yang kondusif, damai, dan penuh keceriaan.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa diajak belajar sambil berinteraksi langsung dengan alam sekitar halaman sekolah. Gelak tawa dan semangat para murid kelas 1 A dan 1 B mewarnai jalannya pembelajaran hingga selesai.

Pihak sekolah berharap inovasi pembelajaran seperti ini dapat terus dilakukan secara berkala guna melatih motorik, kesiapan mental, serta rasa ingin tahu siswa dalam suasana yang rileks dan menyenangkan.

 

Gelorakan Semangat Profesionalisme, MIN 1 Pasuruan Pendampingi Guru Raih Kenaikan Pangkat

 


PASURUAN – Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan profesionalisme tenaga pendidik, MIN 1 Pasuruan memberikan dukungan penuh bagi para guru yang mengajukan kenaikan pangkat dan jabatan fungsional. Melalui program pendampingan intensif yang melibatkan para guru senior dan tim pengembang madrasah, MIN 1 Pasuruan berkomitmen menciptakan iklim kerja yang suportif dan berorientasi pada kemajuan karir pendidik.

Langkah strategis ini dilakukan untuk memastikan setiap proses penyusunan berkas administrasi, Penilaian Kinerja Guru (PKG), hingga pembuatan Publikasi Ilmiah dan Karya Inovatif (PIKI) berjalan dengan lancar dan sesuai kriteria yang ditetapkan kementerian.

Kepala MIN 1 Pasuruan menyampaikan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar pemenuhan hak administratif guru, melainkan momentum penting untuk mengukur dan meningkatkan kompetensi diri. "Guru yang profesional akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran siswa. Oleh karena itu, madrasah hadir memberikan fasilitas dan pendampingan dari rekan-rekan senior agar para guru dapat melewati proses kenaikan pangkat dengan optimal tanpa mengabaikan tugas utamanya mengajar," ungkapnya.

Dalam teknis pendampingannya, para guru senior yang telah berpengalaman memberikan bimbingan langsung, mulai dari pemetaan angka kredit, penyusunan portofolio, hingga klinik penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI). Metode kolaboratif ini tidak hanya mempermudah penyelesaian berkas, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan serta budaya peer-mentoring di lingkungan madrasah.

Para guru menyambut baik dan antusias atas sinergi ini. Kehadiran pendampingan dari senior memberikan rasa percaya diri dan motivasi tambahan untuk terus mengembangkankan kompetensi diri secara berkelanjutan.

Dengan adanya program ini, MIN 1 Pasuruan berharap seluruh proses kenaikan pangkat guru berjalan sukses, sehingga dapat melahirkan para pendidik yang semakin profesional, inovatif, dan berdedikasi tinggi demi kemajuan pendidikan madrasah

Mengetuk Pintu Langit Sejak Dini: Siswa Kelas 1A MIN 1 Pasuruan Biasakan Pagi dengan Lantunan Indah Asmaul Husna

Pasuruan, 11 Agustus 2026 — Suara lembut dan penuh kekhusyukan terdengar bersahut-sahutan dari ruang kelas 1A Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan pagi ini. Dalam upaya meletakkan pondasi spiritual dan karakter mulia sejak dini, para siswa kelas 1A memulai aktivitas belajarnya dengan rutinitas yang istimewa: melantunkan Asmaul Husna bersama-sama setelah doa pagi.

Kegiatan yang berlangsung tertib dan penuh energi positif ini didampingi langsung oleh guru kelas. Melalui kegiatan pembiasaan pagi ini, para siswa tidak hanya diajarkan untuk menghafal nama-nama indah Allah SWT, tetapi juga dibimbing untuk mengawali setiap ikhtiar menuntut ilmu dengan zikir dan pujian kepada Sang Pencipta.

Pihak sekolah menjelaskan bahwa pembiasaan membaca Asmaul Husna ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta yang mendalam kepada Allah SWT, membentuk kedisiplinan, serta mengondisikan mental dan spiritual siswa agar benar-benar siap menerima pembelajaran. Langkah sederhana ini merupakan wujud nyata penguatan karakter dan budaya positif madrasah guna melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga anggun dalam akhlak dan senantiasa dekat dengan Al-Qur'an

Ulasan Ilmiah & Analisis Pembiasaan Asmaul Husna

Aktivitas pembiasaan pagi yang dilakukan oleh siswa kelas 1A MIN 1 Pasuruan memiliki dampak psikologis, spiritual, dan edukatif yang sangat mendalam, terutama bagi anak pada fase awal sekolah (anak usia dini/kelas rendah SD/MI). Berikut adalah analisis ilmiah yang didasarkan pada berbagai referensi penelitian pendidikan Islam di Indonesia:

1. Internalisasi Karakter Religius Secara Konkrit

Membaca Asmaul Husna secara rutin bukan sekadar aktivitas hafalan, melainkan media internalisasi nilai karakter ketuhanan (teosentris) yang berimplikasi pada perilaku sosial anak.

  • Menurut penelitian dalam Jurnal Imtiyaz (2023) mengenai pembiasaan Asmaul Husna di madrasah, pembacaan nama-nama baik Allah secara konsisten membantu menginternalisasikan sifat-sifat mulia ke dalam diri siswa. Misalnya, memahami nilai Ar-Rahman dan Ar-Rahim menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang antarteman, sementara nilai Al-Malik membangun jiwa kepemimpinan serta kedisiplinan siswa di lingkungan sekolah.

2. Stimulasi Ketenangan Jiwa dan Kesiapan Belajar (Psychological Readiness)

Transisi dari lingkungan rumah ke lingkungan sekolah bagi anak kelas 1 SD/MI sering kali membutuhkan adaptasi emosional yang besar. Aktivitas spiritual di pagi hari berfungsi sebagai penstabil emosi anak.

  • Studi yang diterbitkan di Jurnal Pendidikan Agama Islam (2024) mengungkapkan bahwa melafalkan Asmaul Husna secara rutin memberikan efek relaksasi yang dapat memberikan ketenangan hati dan menenangkan jiwa siswa. Kondisi psikologis yang tenang dan damai inilah yang merangsang kesiapan mental (spiritual readiness) siswa, sehingga mereka dapat mengikuti kegiatan belajar-mengajar dengan fokus yang lebih baik dan motivasi yang lebih tinggi.

3. Pembentukan Budaya Disiplin melalui Teori Pembiasaan (Habituation)

Karakter tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui pengulangan yang konsisten hingga menjadi sebuah perilaku otomatis.

  • Berdasarkan kajian dalam Jurnal Risalah (2023), kegiatan pembacaan Asmaul Husna di pagi hari sebelum masuk kelas merupakan instrumen efektif untuk melatih kedisiplinan dan tanggung jawab siswa. Keberhasilan metode pembiasaan (habituation) ini dipengaruhi kuat oleh komitmen para guru yang mendampingi langsung sebagai teladan (modeling) di kelas, serta sinergi dukungan dari orang tua di rumah untuk terus menguatkan kebiasaan positif tersebut.


Mantapkan Pelaporan Bulanan ASN, Kepala MIN 1 Pasuruan Gelar Sosialisasi Kedua E-Kinerja

 

​PASURUAN (10/08/2026) – Dalam rangka meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan efisiensi pelaporan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN), Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan menyelenggarakan Sosialisasi Kedua E-Kinerja Bulanan pada Senin, 10 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di aula utama madrasah ini dihadiri oleh seluruh dewan guru, jajaran tata usaha, serta tenaga kependidikan di lingkungan MIN 1 Pasuruan.

​Sosialisasi tahap kedua ini dilaksanakan sebagai bentuk evaluasi berlanjut sekaligus penajaman teknis terhadap implementasi sistem E-Kinerja bulanan yang diberlakukan di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan.

​Fokus Penajaman dan Evaluasi Implementasi

​Dalam arahannya, Kepala MIN 1 Pasuruan menekankan pentingnya kedisiplinan serta pemahaman menyeluruh dalam menyusun dan melaporkan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) secara periodik setiap bulannya.

​"Pelaporan E-Kinerja bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan cerminan dari komitmen, profesionalisme, dan integritas ASN dalam menjalankan tugas mendidik serta melayani masyarakat. Melalui sosialisasi kedua ini, kita pastikan seluruh kendala teknis yang dihadapi pada tahap awal dapat teratasi secara tuntas," tegas Kepala MIN 1 Pasuruan dalam sambutannya.

​Beberapa poin utama yang menjadi fokus pembahasan dalam sosialisasi tahap kedua ini meliputi:

​Penyelarasan Target Kinerja: Penyesuaian SKP bulanan guru dan tenaga kependidikan agar selaras dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan.

​Evaluasi Kendala Teknis: Pemetaan serta penyelesaian hambatan pengunggahan bukti fisik (evidence) kegiatan pembelajaran dan pelayanan administrasi.

​Ketepatan Waktu Pelaporan: Penegasan jadwal kuncian (deadline) penginputan capaian harian dan bulanan guna menghindari penumpukan data di akhir periode.

​Simulasi dan Pendampingan Langsung: Sesi praktik pengisian sistem secara riil yang dipandu oleh tim teknis pengelola kepegawaian madrasah.

​Komitmen Bersama Menuju Digitalisasi Manajemen ASN

​Sesi dilanjutkan dengan diskusi interaktif dan pendampingan mandiri. Para guru dan staf mendapatkan bimbingan teknis mengenai tata cara penulisan deskripsi kegiatan yang presisi serta pemilahan bukti dukung yang valid sesuai standar evaluasi.

​Melalui penyelenggaraan sosialisasi berkelanjutan ini, MIN 1 Pasuruan berkomitmen mendukung penuh transformasi digital manajemen kepegawaian di lingkungan Kabupaten Pasuruan, sekaligus memastikan seluruh ASN madrasah mampu menyajikan laporan kinerja yang akurat, tepat waktu, dan berkualitas.

SUASANA MERIAH MILAD KE-35 MIN 1 PASURUAN: DISAMBUT BAZAR JAJANAN DAN PENTAS SENI SISWA




















































PASURUAN, 8 Agustus 2026 — Kemeriahan peringatan Hari Lahir (MILAD) MIN 1 Pasuruan ke-35 terus berlanjut. Memasuki hari kedua perayaan, madrasah yang berlokasi di Beji ini menggelar bazar multi-jajanan serta panggung penyaluran bakat siswa yang berlangsung semarak di halaman madrasah pada Sabtu (8/8/2026).

Usia 35 tahun ini dihitung sejak status lembaga resmi berubah menjadi MIN Beji, meski sejatinya sejarah perjuangan madrasah ini sudah melintas rentang waktu yang jauh lebih panjang sejak pertama kali dirintis oleh Bapak Mahfud pada masa awal berdirinya.

Sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang dan perkembangan pesat madrasah, hari kedua perayaan difokuskan pada kegiatan pengembangan karakter dan kemandirian siswa. Bazar kuliner yang menyajikan beragam pilihan jajanan tradisional hingga modern menjadi daya tarik utama. Kegiatan bazar ini dimotori langsung oleh Paguyuban Kelas, yang bekerja sama dengan pihak sekolah untuk melatih jiwa kewirausahaan, kerja sama, serta kemandirian para siswa sejak dini.

Tak hanya bazar kuliner, suasana perayaan kian meriah dengan dibukanya panggung ekspresi bakat. Para siswa tampil percaya diri memamerkan kebolehan mereka di bidang seni, mulai dari olah vokal menyanyi hingga pembacaan puisi yang menyentuh hati. Sorak tepuk tangan dari para guru, orang tua, dan sesama siswa turut memadati area panggung pertunjukan.

Kepala MIN 1 Pasuruan menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan Milad ini bukan sekadar momentum seremonial belaka, melainkan wadah untuk merawat sejarah, menguatkan rasa syukur, serta terus memfasilitasi potensi anak didik agar tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, mandiri, dan berprestasi.

Rangkaian acara Milad ke-35 MIN 1 Pasuruan diharapkan dapat terus mempererat tali silaturahmi antara pengelola madrasah, orang tua murid melalui Paguyuban Kelas, serta masyarakat sekitar dalam mendukung kemajuan pendidikan Islam di Kabupaten Pasuruan.