google-site-verification: googlec37f5abc404fa346.html MIN 1 PASURUAN

Penyelarasan Perkin MIN 1 Pasuruan Tuntas, Siapkan Langkah Strategis Peningkatan Kinerja Madrasah

PASURUAN – Bertempat di Ruang Pimpinan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan, seluruh jajaran pimpinan dan tim penyusun kinerja menggelar rapat penting pembahasan hasil penyelarasan Perjanjian Kinerja (Perkin) pada Rabu, 30 September 2026. Rapat yang dimulai tepat pukul 11.00 WIB ini berlangsung secara intensif dan dipimpin langsung oleh Kepala MIN 1 Pasuruan.

Pertemuan tersebut diselenggarakan guna menindaklanjuti program penyelarasan Perkin yang telah disusun sebelumnya. Agenda utama pembahasannya adalah mengoreksi, menyinkronkan, serta mengesahkan target-target kinerja madrasah agar senada dengan arah kebijakan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan serta Kementerian Agama Pusat. Penyelarasan ini bertujuan memastikan seluruh indikator kinerja utama dapat terukur secara akurat dan diimplementasikan secara terstruktur.

Dalam arahannya di depan jajaran pimpinan, Kepala MIN 1 Pasuruan menegaskan pentingnya penyelarasan Perkin sebagai acuan mutlak jalannya roda organisasi dan peningkatan mutu pendidikan madrasah. Perkin bukan sekadar dokumen administratif rutin, melainkan komitmen nyata seluruh lini dalam mencapai target-target prioritas tahun berjalan.

"Penyelarasan ini sangat krusial agar tidak ada ketimpangan antara program kerja madrasah dengan target besar Kementerian Agama. Melalui sinkronisasi ini, kita dapat memetakan kekuatan, potensi tantangan, serta memastikan setiap seksi dan lini di MIN 1 Pasuruan bergerak pada irama yang sama," tegas Kepala Madrasah dalam rapat tersebut.

Pembahasan hasil penyelarasan mencakup berbagai aspek vital, mulai dari peningkatan mutu pembelajaran digital, pencapaian prestasi akademik dan non-akademik siswa, penguatan tata kelola administrasi keuangan yang transparan, hingga program pengembangan kompetensi berkelanjutan bagi para guru dan tenaga kependidikan. Tim penyusun memaparkan rincian indikator serta target kuantitatif maupun kualitatif yang siap direalisasikan.

Rapat pembahasan yang berlangsung hangat dan produktif ini ditutup menjelang waktu makan siang dengan dihasilkannya rumusan final Perjanjian Kinerja MIN 1 Pasuruan. Dokumen akhir ini nantinya akan menjadi standar penilaian pencapaian kerja serta dasar evaluasi periodik madrasah.

Dengan tuntasnya penyelarasan Perkin ini, MIN 1 Pasuruan optimistis mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara berkelanjutan, menghadirkan inovasi pembelajaran unggulan, serta memperkokoh posisinya sebagai salah satu madrasah ibtidaiyah percontohan yang tangguh dan berprestasi di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Tingkatkan Profesionalisme Kepala MI se-Kabupaten Pasuruan, Kepala MIN 1 Hadiri Bimtek Peningkatan Mutu Madrasah


TRAWAS, PASURUAN – Dalam upaya mewujudkan tata kelola pendidikan madrasah yang modern dan berdaya saing tinggi, Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Pasuruan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Mutu Kepala MI Se-Kabupaten Pasuruan. Kegiatan intensif ini berlangsung selama dua hari, Selasa hingga Rabu (29–30 September 2026), bertempat di Hotel Grand Whiz Trawas, Mojokerto.

Kehadiran jajaran pimpinan Kementerian Agama serta seluruh Kepala MI se-Kabupaten Pasuruan—termasuk Kepala MIN 1 Pasuruan—menjadikan forum ini sebagai pijakan strategis dalam memperkuat kompetensi kepemimpinan dan profesionalisme manajerial madrasah di era digital.

Pembukaan dan Komitmen Peningkatan Mutu Madrasah

Acara bimtek dibuka secara resmi pada Selasa pagi (29/09/2026). Hadir mewakili Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan, Kasubbag TU Kantor Kemenag Kabupaten Pasuruan menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya adaptasi para kepala madrasah terhadap perkembangan zaman.

"Kepala madrasah tidak lagi hanya berperan sebagai pengelola administrasi, melainkan harus bertindak sebagai penggerak utama (engine of change) yang mampu membawa inovasi, meningkatkan mutu akademik, serta membangun karakter peserta didik secara berkelanjutan," tegas Kasubbag TU dalam pembukaan.

Turut hadir memberikan arahan, Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Pasuruan yang menggarisbawahi pentingnya keterpaduan visi antara kebijakan Kementerian Agama dan eksekusi operasional di tingkat madrasah. Dukungan penuh juga ditunjukkan oleh Pengurus KKMI Kabupaten Pasuruan yang memfasilitasi jalannya forum sebagai wadah konsolidasi dan sinergi antar-kepala madrasah ibtidaiyah.

Fokus Materi: Digitalisasi dan Kepemimpinan Transformatif

Untuk membedah tantangan manajemen madrasah masa kini, panitia menghadirkan pakar dan narasumber kompeten dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya. Dua sajian materi utama menjadi sorotan utama peserta selama dua hari pelaksanaan.

1. Blueprint Kepemimpinan Madrasah Digital (Dr. H. Sholehuddin)

Dalam paparan utamanya, Dr. H. Sholehuddin menegaskan bahwa transformasi digital di madrasah bukan sekadar pengadaan perangkat komputer atau penggunaan aplikasi belajar, melainkan integrasi budaya digital dalam seluruh ekosistem pembelajaran dan manajemen. Beliau memaparkan Blue Print Kepemimpinan Madrasah Digital yang mencakup:

  • Digital Mindset: Membangun pola pikir berbasis data (data-driven decision making) di lingkungan pendidik.
  • Integrasi Kurikulum & Teknologi: Pemanfaatan platform digital untuk pembelajaran interaktif dan evaluasi terukur.
  • Keamanan & Etika Digital: Menyiapkan infrastruktur informasi yang aman serta literasi digital bagi guru dan siswa.

2. Kepemimpinan Transformatif Kepala Madrasah (Siti Zubaidah, M.Pd.I)

Materi kedua yang tidak kalah krusial disampaikan oleh Siti Zubaidah, M.Pd.I. Beliau menyoroti peran kepala madrasah sebagai transformational leader yang mampu menginspirasi dan menggerakkan seluruh warga madrasah. Unsur-unsur kunci yang dibahas meliputi:

  • Visi Komunikatif: Mampu mengartikulasikan tujuan madrasah secara jelas sehingga didukung penuh oleh guru, staf, dan komite.
  • Keteladanan & Empati: Mendorong potensi guru melalui bimbingan, apresiasi, serta iklim kerja yang kondusif.
  • Inovasi Berkelanjutan: Berani keluar dari zona nyaman untuk menciptakan terobosan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21.

Partisipasi Aktif Kepala MIN 1 Pasuruan

Keikutsertaan Kepala MIN 1 Pasuruan dalam Bimtek ini menjadi bukti komitmen nyata sekolah dalam menjaga standar kualitas pendidikan negeri di Kabupaten Pasuruan. Ditemui di sela-sela kegiatan, Kepala MIN 1 Pasuruan menyatakan bahwa materi yang didapatkan sangat relevan untuk segera diimplementasikan di lingkungan MIN 1 Pasuruan.

"Penyusunan blueprint digital dan gaya kepemimpinan transformatif adalah dua aspek kunci yang sangat kami butuhkan saat ini. Hasil dari Bimtek ini akan langsung kami tindak lanjuti melalui perumusan program kerja madrasah yang berbasis digitalisasi serta penguatan kapasitas pendidik di MIN 1 Pasuruan," ungkapnya.

Harapan dan Dampak Jangka Panjang

Melalui Bimtek yang berlangsung padat dan interaktif selama dua hari di Trawas ini, KKMI Kabupaten Pasuruan berharap seluruh Kepala MI memiliki acuan standar yang jelas dalam memimpin lembaganya masing-masing. Sinergi antara kebijakan Kemenag, pembekalan akademis BDK Surabaya, serta semangat kolaborasi antar-kepala madrasah diharapkan mampu membawa Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Pasuruan semakin unggul, berprestasi, dan siap menjawab tantangan zaman.

Dukung Akselerasi Program Kemenag, MIN 1 Pasuruan Hadiri Penyelarasan Target Kinerja RENSTRA 2025–2029



Pasuruan, 30 September 2026 MIN 1 Pasuruan — Manajemen Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan menegaskan komitmennya dalam mendukung akselerasi program kerja strategis Kementerian Agama. Langkah ini dibuktikan dengan hadirnya Kepala MIN 1 Pasuruan beserta Bendahara Madrasah dalam perhelatan penting Giat Penyelarasan Target Kinerja Rencana Strategis (RENSTRA) 2025–2029 yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan.

Kegiatan tingkat kabupaten yang bertempat di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Pasuruan tersebut dihadiri oleh segenap jajaran pejabat struktural, kepala satker, serta pengelola keuangan di lingkungan Kemenag Kabupaten Pasuruan. Agenda utama dari forum ini adalah menyelaraskan, memetakan, dan memfokuskan visi serta program kerja agar selaras dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) Kemenag RI untuk lima tahun ke depan.

Sinergi dan Komitmen Bersama Demi Kualitas Pendidikan

Kehadiran langsung Kamad MIN 1 Pasuruan bersama Bendahara Madrasah menjadi simbol penting kepemimpinan yang progresif dan transparan. Dalam pengelolaan lembaga pendidikan berbasis Islam modern, integrasi antara perencanaan program dan pengelolaan anggaran adalah dua kunci utama tercapainya tata kelola yang baik (good governance).

Dalam pembukaan acara, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan menyampaikan arahan tegas mengenai pentingnya penyusunan target kinerja yang tidak hanya bersiat administratif, tetapi juga berdampak nyata (outcomes-oriented). Setiap satuan kerja, termasuk madrasah negeri, dituntut untuk mampu merumuskan langkah-langkah konkret yang responsif terhadap dinamika zaman, digitalisasi pendidikan, serta peningkatan mutu lulusan.

Kamad MIN 1 Pasuruan menyampaikan bahwa keikutsertaan madrasahnya dalam kegiatan ini merupakan wujud kesiapan MIN 1 Pasuruan untuk bertransformasi serta menjawab tantangan pendidikan di era global.

"Penyelarasan RENSTRA 2025–2029 ini menjadi kompas bagi kami di MIN 1 Pasuruan. Semua program unggulan, mulai dari pengembangan akademik, pembinaan karakter, hingga digitalisasi pembelajaran harus memiliki korelasi langsung dengan target strategis Kemenag. Kehadiran bendahara bersama kami juga memastikan bahwa setiap rupiah anggaran yang kita rancang benar-benar efektif dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Kamad di sela-sela kegiatan.

Penguatan Akuntabilitas Keuangan Madrasah

Peran Bendahara MIN 1 Pasuruan dalam giat ini tak kalah krusial. Dalam sesi penyelarasan, pengelola keuangan mendapatkan pengarahan mendalam terkait efisiensi anggaran, pengalokasian dana berbasis output, serta kepatuhan terhadap regulasi keuangan negara yang berlaku.

Dengan pendampingan penyelarasan ini, Bendahara MIN 1 Pasuruan bersama tim perencana madrasah dapat merancang Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah (RKAM) berbasis elektronik secara lebih terukur. Penyelarasan antara program kerja kepala madrasah dan skema penganggaran oleh bendahara akan meminimalisasi hambatan eksekusi program di masa mendatang.

Bendahara MIN 1 Pasuruan mengungkapkan bahwa pemahaman mendalam atas target RENSTRA 2025–2029 sangat mempermudah pemetaan skala prioritas pengeluaran madrasah.

"Setiap alokasi dana, baik yang bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) maupun DIPA Kemenag, harus mengacu pada indikator kinerja yang telah disepakati bersama. Melalui giat ini, kami mendapatkan gambaran jernih bagaimana memformulasi alokasi anggaran agar tepat sasaran dan berdaya guna," jelasnya.

Fokus Strategis MIN 1 Pasuruan Era 2025–2029

Merujuk pada draft dan pedoman RENSTRA Kemenag 2025–2029, MIN 1 Pasuruan menetapkan beberapa pilar utama transformasi yang akan diakselerasi dalam kurun waktu lima tahun mendatang:

Digitalisasi Pengajaran dan Layanan Administrasi: Memperkuat infrastruktur berbasis teknologi informasi untuk menciptakan ruang kelas pintar (smart classroom) serta efisiensi tata kelola madrasah.

Peningkatan Mutu Tenaga Pendidik: Mengakselerasi pelatihan berkelanjutan bagi para guru guna meningkatkan kompetensi pedagogik, inklusivitas, serta literasi digital.

Penguatan Moderasi Beragama dan Karakter: Mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama, akhlakul karimah, dan nasionalisme ke dalam kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.

Peningkatan Prestasi Akademik dan Non-Akademik: Mendorong peserta didik untuk aktif berkompetisi di tingkat regional, nasional, hingga internasional.

Transparansi dan Manajemen Berbasis Terbuka: Mewujudkan tata kelola keuangan dan administrasi yang akuntabel, transparan, dan partisipatif.

Diskusi Interaktif dan Penyusunan Matriks Kinerja

Giat yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari tersebut diisi dengan berbagai materi teknis, penyampaian pokok-pokok kebijakan strategis, serta sesi diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion). Para peserta diajak menganalisis capaian kinerja periode sebelumnya sebagai bahan evaluasi untuk menyusun matriks target kinerja lima tahun ke depan.

Delegasi MIN 1 Pasuruan berpartisipasi aktif dalam sesi konsultasi dan penyelarasan draft proposal target kinerja. Diskusi yang hangat dan konstruktif terjadi antara pengelola madrasah dengan tim perencana Kantor Kemenag Kabupaten Pasuruan. Penyesuaian-penyesuaian teknis dilakukan secara langsung untuk memastikan kualifikasi indikator kinerja yang dibuat memenuhi kriteria SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, and Time-bound).

Harapan dan Langkah Lanjutan

Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ini, MIN 1 Pasuruan optimis mampu melangkah mantap memasuki periode perencanaan 2025–2029. Sinkronisasi antara visi Kementerian Agama dan implementasi di tingkat madrasah diharapkan dapat membawa perbaikan kualitas secara berkelanjutan.

Langkah selanjutnya yang akan diambil oleh manajemen MIN 1 Pasuruan sekembalinya dari giat ini adalah menggelar rapat internal bersama seluruh dewan guru dan staf kependidikan. Hasil dari penyelarasan RENSTRA 2025–2029 di tingkat kabupaten ini akan disosialisasikan dan diturunkan menjadi rencana aksi tahunan madrasah.

Dengan semangat kebersamaan, kepemimpinan yang visioner, serta tata kelola keuangan yang akuntabel, MIN 1 Pasuruan siap meneguhkan posisinya sebagai lembaga pendidikan dasar Islam unggulan di Kabupaten Pasuruan yang mencetak generasi cerdas, berakhlaq mulia, dan berdaya saing tinggi.

Penjaringan Kelas Olimpiade Tahap 1 MIN 1 Pasuruan Berjalan Sukses




PASURUAN – Dalam rangka mencetak generasi berprestasi dan menyiapkan bibit-bibit unggul di bidang akademis, MIN 1 Pasuruan resmi menggelar kegiatan Seleksi Penjaringan Kelas Olimpiade Tahap 1 pada hari Senin, 28 September 2026. Kegiatan seleksi awal ini ditujukan bagi seluruh siswa kelas 3 dan 4 dan berjalan dengan tertib, lancar, serta penuh antusiasme.

​Pelaksanaan penjaringan ini mengacu pada arahan Kepala Madrasah (Kamad) MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd., yang menekankan pentingnya pembinaan prestasi sejak dini guna mengantarkan siswa-siswi menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi.

​Suksesnya penyelenggaraan Tahap 1 ini tidak lepas dari sinergi yang solid antara Tim Koordinator Prestasi dengan para wali kelas. Dukungan penuh ditunjukkan oleh seluruh Wali Kelas 4A hingga 4E di bawah koordinasi Ibu Ida, bersama Ibu Lutfi, Bapak Farid, Ibu Khusnul, dan Ibu Wiwit. Tak kalah solid, jajaran guru dan wali kelas 3 yang dikoordinir oleh Ibu Hj. Indah juga turut mengawal jalannya seleksi hingga seluruh tahapan berlangsung sesuai dengan rencana.

​Pada Tahap 1 (Seleksi Awal) ini, proses pendampingan dilakukan secara langsung oleh masing-masing wali kelas di ruang kelas. Berdasarkan ketentuan program:

  • ​Level 1 (Kelas 3): Diikuti oleh siswa-siswi yang meraih peringkat 1 dan 2 dari masing-masing kelas.

  • ​Level 2 (Kelas 4): Diikuti melalui tes seleksi dengan soal khusus yang disiapkan langsung oleh Tim Prestasi.

​Alhamdulillah, seluruh rangkaian ujian pada tahap pertama ini dapat terlaksana dengan tertib. Hasil dari Tahap 1 ini nantinya akan menyaring para siswa yang berhak melaju ke Tahap 2 (Seleksi Lanjutan) yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 30 September 2026 di Musholla MIN 1 Pasuruan.

​Dengan dimulainya tahapan seleksi ini, diharapkan MIN 1 Pasuruan dapat terus melahirkan siswa-siswi berprestasi yang siap mengukir kebanggaan di berbagai ajang olimpiade, sesuai visi Menuju Madrasah Berprestasi. Fz



MIN 1 Pasuruan Gelar Rapat Koordinasi Tim KBC Guna Mantapkan Persiapan Pendampingan Panca Cinta Bersama Pengawas Madrasah



PASURUAN (28 September 2026) — Dalam rangka meningkatkan mutu tata kelola pendidikan dan memantapkan arah kebijakan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Tim KBC pada Senin, 28 September 2026. Pertemuan strategis yang berlangsung mulai pukul 12.30 WIB ini dipusatkan di Ruangan Pimpinan MIN 1 Pasuruan dengan mengikutsertakan jajaran tim pengembang kurikulum dan pendidik madrasah.

Rapat koordinasi ini digelar sebagai langkah krusial dalam mematangkan seluruh matrik perencanaan serta mengevaluasi pelaksanaan Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan MIN 1 Pasuruan. Fokus utama pembahasan mencakup penataan instrumen program "Panca Cinta" sekaligus persiapan teknis dalam menyambut agenda pendampingan resmi dari Pengawas Madrasah Kecamatan Beji yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 29 September 2026, pukul 10.00 WIB.

Konsolidasi Tim KBC MIN 1 Pasuruan

Rapat koordinasi dipimpin secara langsung oleh jajaran pimpinan madrasah dan dihadiri oleh jajaran tim pendamping serta pengembang KBC MIN 1 Pasuruan. Kehadiran para personel kunci ini menunjukkan komitmen tinggi lembaga dalam mengawal implementasi nilai-nilai Panca Cinta agar terinternalisasi secara optimal dalam budaya madrasah.

Adapun jajaran tim KBC yang hadir dan terlibat aktif dalam rapat koordinasi tersebut meliputi:

  1. Pak H. Zamroni
  2. Pak Musthofa Hadi
  3. Ibu Lilis
  4. Bu Fuza
  5. Bu Bawon
  6. Bu Hayati
  7. Bu Eka Yuliana
  8. Bu Tutik Saidah
  9. Bu Suhartini

Kehadiran seluruh anggota tim memberikan warna tersendiri dalam diskusi yang berlangsung dinamis dan kondusif. Masing-masing pendidik memberikan masukan konstruktif terkait sejauh mana efektivitas Kurikulum Berbasis Cinta yang telah berjalan, serta poin-poin penting mana saja yang masih memerlukan penguatan dari sisi administratif maupun aplikatif di kelas.

Evaluasi Pelaksanaan dan Perencanaan Panca Cinta

Dalam pemaparannya, agenda Rakor Tim KBC MIN 1 Pasuruan menitikberatkan pada pembagian dua pilar utama pengembangan kurikulum, yakni fase Pelaksanaan KBC dan fase Perencanaan KBC yang dirangkum dalam pilar Panca Cinta.

1. Evaluasi Pelaksanaan KBC (Panca Cinta 1 dan Panca Cinta 2)

Pada sesi awal rapat, tim melakukan peninjauan kembali terhadap efektivitas pilar Panca Cinta 1 dan Panca Cinta 2 yang selama ini telah direalisasikan di lingkungan sekolah.

Panca Cinta 1 (Cinta Allah SWT dan Rasul-Nya): Fokus pelaksanaan diarahkan pada pembentukan karakter spiritual para peserta didik melalui pembiasaan ibadah harian, shalat dhuha berjamah, pembacaan doa dan juz 'amma sebelum pembelajaran, serta penanaman nilai-nilai akhlakul karimah. Evaluasi menunjukkan peningkatan kedisiplinan dan kesadaran spiritual siswa yang semakin membaik.

Panca Cinta 2 (Cinta Orang Tua dan Guru): Pelaksanaan pilar ini diwujudkan melalui pembiasaan budaya senyum, sapa, salam, sopan, dan santun (5S), penghormatan kepada guru, serta pelibatan aktif orang tua dalam program pendampingan belajar di rumah. Tim mencatat bahwa jalinan komunikasi antara pihak madrasah dan wali murid terus menunjukkan sinergi yang positif.

2. Matriks Perencanaan KBC (Panca Cinta 3, Panca Cinta 4, dan Panca Cinta 5)

Sesi berikutnya memfokuskan perhatian pada pemantapan instrumen Panca Cinta 3, Panca Cinta 4, dan Panca Cinta 5 yang membutuhkan kesiapan dokumen pendukung, perangkat pembelajaran, serta matriks kegiatan terpadu.

Panca Cinta 3 (Cinta Diri Sendiri dan Sesama): Perencanaan pilar ini berpusat pada program pembinaan kesehatan mental dan fisik siswa, penguatan budaya anti-bullying, pengembangan potensi diri melalui kegiatan ekstrakurikuler, serta penanaman kebiasaan hidup bersih dan sehat.

Panca Cinta 4 (Cinta Tanah Air dan Bangsa): Tim menyusun alur pembelajaran terintegrasi yang memupuk rasa nasionalisme, penghargaan terhadap keberagaman budaya Nusantara, serta peningkatan kesadaran berbangsa melalui upacara bendera dan peringatan hari besar nasional.

Panca Cinta 5 (Cinta Lingkungan): Perencanaan program difokuskan pada aksi nyata kepedulian terhadap lingkungan madrasah, seperti gerakan pemilahan sampah, pembuatan ruang hijau madrasah (asri), serta efisiensi penggunaan energi di lingkungan MIN 1 Pasuruan.

Persiapan Pendampingan Bersama Pengawas Madrasah

Momen krusial dalam rapat koordinasi ini adalah pembahasan teknis persiapan menyambut kunjungan pendampingan dari Ibu Pengawas Madrasah Kecamatan Beji. Berdasarkan agenda resmi, kegiatan pendampingan Panca Cinta tersebut bakal dilaksanakan pada Selasa, 29 September 2026, berlokasi di MIN 1 Pasuruan mulai pukul 10.00 WIB.

Pendampingan oleh Pengawas Madrasah dipandang sebagai langkah krusial untuk memastikan bahwa seluruh konsep dan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di MIN 1 Pasuruan telah berjalan sesuai standar mutu dan petunjuk teknis yang ditetapkan kementerian/dinas terkait. Oleh karena itu, seluruh tim KBC yang dipimpin oleh Pak H. Zamroni bersama Pak Musthofa Hadi, Bu Lilis, Bu Fuza, Bu Bawon, Bu Hayati, Bu Eka Yuliana, Bu Tutik Saidah, serta Bu Suhartini saling berbagi peran dalam mengompilasi berkas administrasi, modul ajar, instrumen penilaian, hingga bukti fisik kegiatan.

Melalui pendampingan ini, MIN 1 Pasuruan berharap mendapatkan arahan, evaluasi komprehensif, serta masukan berharga dari Ibu Pengawas Madrasah Kec. Beji guna menyempurnakan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta ke depan.

Membangun Generasi Berkarakter Melalui KBC

Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di MIN 1 Pasuruan bukan sekadar rutinitas akademis semata, melainkan sebuah komitmen moral dalam meletakkan pondasi pendidikan yang humanis, bermakna, dan berkesinambungan. Pendekatan berbasis cinta diharapkan mampu menciptakan iklim belajar yang menyenangkan, ramah anak, serta menumbuhkan motivasi internal peserta didik untuk terus berprestasi tanpa merasa tertekan.

Rapat koordinasi yang berakhir menjelang sore hari tersebut menghasilkan kesepakatan bulat dan kesiapan penuh dari seluruh jajaran Tim KBC MIN 1 Pasuruan. Seluruh dokumen kelengkapan Panca Cinta 1 hingga Panca Cinta 5 telah dirapikan dan siap untuk dipresentasikan pada sesi pendampingan esok hari.

Dengan kesiapan yang matang serta soliditas seluruh jajaran guru dan pimpinan, MIN 1 Pasuruan optimis dapat menjadi role model dalam penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di wilayah Kecamatan Beji dan Kabupaten Pasuruan pada umumnya.

Tingkatkan Mutu Generasi Qur'ani, Pimpinan, Guru, dan Komite MIN 1 Pasuruan Sepakati Penambahan Pembimbing Tahfidz

 

PASURUAN — Dalam upaya meningkatkan kualitas program unggulan madrasah, jajaran pimpinan MIN 1 Pasuruan bersama perwakilan guru dan Komite Madrasah menggelar rapat koordinasi strategis pada Sabtu, 26 September 2026. Pertemuan yang dilangsungkan di ruang pimpinan madrasah ini difokuskan pada evaluasi perkembangan Kelas Tahfidz serta rencana penambahan tenaga pembimbing hafalan Al-Qur'an.

Program Kelas Tahfidz di MIN 1 Pasuruan belakangan ini terus menunjukkan tren positif dengan tingginya antusiasme peserta didik dan dukungan penuh dari wali murid. Seiring dengan peningkatan partisipasi tersebut, pihak madrasah menilai perlunya penyesuaian rasio antara pembimbing dan siswa, agar proses pendampingan bacaan (tahsin), muraja'ah (mengulang hafalan), dan setoran ayat dapat berjalan lebih intensif dan maksimal.

Ditemui usai memimpin jalannya rapat, Kepala MIN 1 Pasuruan menjelaskan bahwa keputusan untuk menambah tenaga pembimbing didasarkan pada target mutu lulusan madrasah.

"Alhamdulillah, melihat perkembangan anak-anak kita di Kelas Tahfidz sejauh ini sangat menggembirakan. Namun, kita tidak boleh berpuas diri. Tadi dalam rapat kita bahas secara mendalam, dan disepakati bahwa kita butuh penambahan pembimbing tahfidz. Tujuannya jelas, agar mutu bacaan (makhraj dan tajwid) serta kekuatan hafalan anak-anak semakin terjaga dengan pengawalan rasio guru-siswa yang lebih ideal," ujar Kepala Madrasah.

Langkah strategis dari madrasah ini disambut baik oleh wali murid yang diwakili oleh Ketua Komite MIN 1 Pasuruan. Menurutnya, sinergi antara pihak madrasah dan wali murid sangat dibutuhkan untuk mencetak generasi Qur'ani yang berkualitas.

"Kami dari pihak komite sangat mendukung penuh langkah madrasah ini. Mengingat anak-anak butuh ketelatenan dan waktu yang cukup saat menyetorkan hafalannya. Tadi sudah kami bedah mekanismenya di dalam ruang rapat. Penambahan tenaga pembimbing ini adalah solusi yang sangat tepat demi menjaga kualitas hafalan siswa-siswi kita," tegas Ketua Komite.

Sementara itu, perwakilan Koordinator Guru Tahfidz MIN 1 Pasuruan turut menyampaikan kondisi riil di lapangan. Penambahan tenaga pendidik diyakini akan sangat membantu tugas para guru dalam memastikan hafalan siswa tergolong mutqan (kuat dan lancar).

"Selama ini semangat anak-anak untuk menghafal luar biasa tinggi. Hanya saja, dengan bertambahnya jumlah siswa di Kelas Tahfidz, durasi kami untuk menyimak hafalan per anak menjadi terbatas. Insyaallah, dengan adanya tambahan pembimbing nanti, kami bisa mengawal perbaikan bacaan dan kelancaran hafalan anak-anak dengan jauh lebih detail dan fokus," jelas perwakilan guru tersebut.

Melalui kesepakatan rapat pada hari ini, diharapkan langkah penambahan tenaga pembimbing dapat segera direalisasikan pada bulan mendatang. Ke depannya, MIN 1 Pasuruan berkomitmen untuk terus melahirkan hafiz dan hafizah cilik yang tidak hanya unggul dalam jumlah juz yang dihafal, tetapi juga memiliki kualitas bacaan yang sesuai standar ilmu tajwid.

Memperkokoh Tradisi Juara, Bidang Prestasi Akademik Adakan Rapat Koordinasi.

 

PASURUAN — Dalam upaya mempertahankan serta meningkatkan capaian prestasi peserta didik di ajang kompetisi sains dan akademik, MIN 1 Pasuruan menggelar Rapat Koordinasi Bidang Prestasi Akademik pada Kamis (24/9/2026). Rapat strategis yang berlangsung hangat dan penuh semangat.

Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qadir, S.Pd.I., M.Pd., memberi peluang serta dukungan penuh terhadap strategi dan pemikiran dari tim Koord prestasi. 

Dibawah Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan Ibu Hj.Tatik, S.Pd. serta Ketua Bidang Prestasi, Ibu Maufuza beserta tim guru olimpiade selalu berikhtiar dan berinovasi untuk berkompetisi.

​Rapat koordinasi ini menghadirkan seluruh tim pembina olimpiade guna merumuskan langkah-langkah konkret dan sistematis demi mencetak generasi berprestasi yang unggul dan kompetitif. Ada lima agenda utama yang menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut:

  1. ​Evaluasi Pelaksanaan OMI (Olimpiade Madrasah Indonesia): Tim melakukan tinjauan menyeluruh terhadap hasil pelaksanaan OMI yang telah berjalan. Evaluasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan serta area yang masih memerlukan peningkatan agar pendampingan siswa ke depan menjadi semakin efektif.
  2. ​Penguatan Tim OMI Menghadapi Olimpiade 2027: Sebagai bentuk persiapan jangka panjang, madrasah berkomitmen memperkuat soliditas dan kompetensi tim pembina maupun peserta didik. Pemetaan potensi siswa dilakukan lebih awal agar persiapan menuju ajang olimpiade tahun 2027 dapat berjalan lebih matang.
  3. ​Pembukaan Kelas Olimpiade Level 1 dan Level 2: Guna menjaring dan membina bakat sejak dini, MIN 1 Pasuruan resmi merencanakan pembukaan Kelas Olimpiade Level 1 khusus untuk siswa kelas 3, serta Kelas Olimpiade Level 2 untuk siswa kelas 4. Pembinaan berjenjang ini diharapkan mampu membina fondasi berpikir kritis dan analitis sejak awal masa persekolahan.
  4. ​Penjadwalan Pembinaan Rutin: Agar kegiatan belajar reguler dan pembinaan pembekalan olimpiade berjalan seimbang, jadwal intensif Kelas Olimpiade disepakati akan dilaksanakan setiap hari Jumat dan Sabtu dari guru intern.
  5. ​Persiapan Matang Menghadapi Lomba FAQI: Selain agenda olimpiade rutin, rapat ini juga memantapkan kesiapan kontingen madrasah dalam menghadapi ajang lomba FAQI, baik pada bidang akademik maupun non-akademik, dengan target raihan hasil yang optimal.
  6. Memaksimalkan kelas ekstra/ kelas olimpiade dengan menyusun modul dan soal dari OMI dan OSN. Termasuk buku pegangan bagi siswa.

​Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qadir, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim pembina atas dedikasi yang tak pernah surut. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan prestasi murid tidak lepas dari kerja keras, kebersamaan, dan komitmen seluruh pihak di madrasah.

​Melalui langkah-langkah terstruktur dan pembinaan yang berkelanjutan ini, MIN 1 Pasuruan optimistis mampu terus mengukir prestasi gemilang serta membawa nama baik madrasah di tingkat daerah maupun nasional.Fz





Perkuat Sinergi dan Inovasi Kepemimpinan, Kepala MIN se-Wilker Malang Gelar Raker di Masjid Merah Tamandayu

 

PANDAAN – Upaya berkesinambungan untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dasar madrasah kembali diwujudkan dalam forum strategis. Mengusung tema besar "Penguatan Sinergitas dan Inovasi Kepemimpinan Kepala Madrasah Menuju MIN Unggul dan Modern di Wilker Malang", para Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) se-Wilayah Kerja (Wilker) Malang menyelenggarakan Rapat Kerja dan Silaturrahim di Aula Masjid Merah, Tamandayu, Pandaan, pada Rabu (23/9/2026).

Acara yang berlangsung khidmat sekaligus penuh nuansa kekeluargaan ini menjadi momentum konsolidasi penting bagi para pemimpin lembaga pendidikan. Hadir secara langsung memberikan arahan strategis, Plt Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pasuruan, H. Achmad Shampton S.HI, M.Ag., serta Kepala Kantor Kemenag Kota Pasuruan, Dr. H. Rasyidi, M.Pd. Turut hadir mendampingi dalam kegiatan ini adalah Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) dari Kankemenag Kabupaten dan Kota Pasuruan, melengkapi kehadiran seluruh Kepala MIN se-Wilker Malang.

Dalam pertemuan ini, fokus utama diarahkan pada pentingnya pembaruan gaya kepemimpinan di era pendidikan yang serba cepat. Forum ini memfasilitasi pertukaran gagasan antarkepala madrasah untuk merumuskan terobosan-terobosan baru dalam pengelolaan madrasah. Kolaborasi erat antarpimpinan di kawasan Pasuruan dan seluruh Wilker Malang diyakini menjadi fondasi utama dalam menciptakan sistem manajerial yang adaptif, memastikan setiap madrasah mampu bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga modern dalam tata kelola.

Kehadiran para pemangku kebijakan Kemenag dari Kabupaten dan Kota Pasuruan memberikan suntikan motivasi dan legitimasi kuat terhadap program-program inovatif yang dirumuskan. Melalui sinergitas yang terbangun di Aula Masjid Merah Tamandayu ini, komitmen para pendidik kembali diteguhkan: bersama-sama mengawal kemajuan institusi, merapatkan barisan, dan memacu langkah mewujudkan MIN yang unggul, berdaya saing tinggi, dan menjadi rujukan pendidikan Islam modern di masa depan.

Siswa-Siswi MIN 1 Pasuruan Tampil sebagai Qari dan Qariah dalam Raker Kepala MIN Sewilker Malang

 

PASURUAN — Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan menunjukkan peran aktif dan kontribusi nyatanya dalam ajang Rapat Kerja (Raker) dan Silaturrahim Kepala MIN se-Wilayah Kerja (Sewilker) Malang. Acara yang dihadiri oleh para pimpinan madrasah ini digelar pada Rabu, 23 September 2026, di mana Kabupaten Pasuruan mendapat kehormatan menjadi tuan rumah.

Dalam perhelatan penting tingkat regional tersebut, MIN 1 Pasuruan tidak hanya hadir sebagai partisipan, tetapi juga mengambil peran sentral pada pembukaan acara. Madrasah ini mendelegasikan siswa-siswi terbaiknya untuk bertugas sebagai Qari dan Qariah (pembaca ayat suci Al-Qur'an dan saritilawah).

Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang syahdu dan penuh khidmat dibawakan langsung oleh tiga delegasi cilik berbakat kebanggaan MIN 1 Pasuruan, yaitu:

  1. Dzikri Akbar Hamizan (akrab disapa Mas Akbar) dari Kelas 3E
  2. Ayu Aisyah Az-Zahra (Mbak Sasa) dari Kelas 2A
  3. Alita Naufalin Fikria (Mbak Alin) dari Kelas 3D

Penampilan Mas Akbar, Mbak Sasa, dan Mbak Alin berhasil menuai decak kagum dan apresiasi dari seluruh Kepala MIN se-wilayah kerja Malang yang hadir. Di usia mereka yang masih sangat belia dan duduk di kelas rendah (kelas 2 dan 3), ketiganya mampu tampil percaya diri, fasih, dan tenang di hadapan para tamu undangan yang hadir dari berbagai daerah.

Keterlibatan siswa-siswi ini menjadi bukti nyata keberhasilan program pembinaan keagamaan dan ekstrakurikuler di MIN 1 Pasuruan. Kehadiran mereka memberikan warna tersendiri sekaligus menciptakan suasana yang religius sebelum agenda rapat kerja yang membahas kemajuan madrasah-madrasah di wilayah Malang dan sekitarnya itu dimulai.

Partisipasi aktif ini tidak hanya menjadi wujud dukungan penuh MIN 1 Pasuruan terhadap kesuksesan Raker dan Silaturrahim Kepala MIN Sewilker Malang di Kabupaten Pasuruan, tetapi juga menjadi wadah untuk melatih mental dan keberanian siswa di panggung publik. Diharapkan, pengalaman ini dapat terus memotivasi Mas Akbar, Mbak Sasa, Mbak Alin, serta seluruh siswa-siswi MIN 1 Pasuruan lainnya untuk terus mengukir prestasi gemilang di masa depan.

Tingkatkan Budaya Menulis, Tim Literasi MIN 1 Pasuruan Adakan Rapat Kerja Program GSMB Tahap 9

 



PASURUAN — Dalam upaya memperkuat budaya literasi serta wadah kreativitas peserta didik dan pendidik, Tim Literasi MIN 1 Pasuruan menggelar Rapat Kerja Pelaksanaan Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB) Tahap 9 Tahun 2026 pada Rabu (10/9/2026). Pertemuan yang berlangsung penuh semangat kekeluargaan ini berfokus pada pembahasan teknis pendaftaran sekaligus pembagian tugas kerja tim.

​Melalui program tahunan ini, MIN 1 Pasuruan Bpk Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd. berkomitmen untuk terus mendampingi serta memotivasi para siswa dan guru agar aktif berkarya melalui tulisan. Rapat kerja tersebut menghasilkan kesepakatan pembagian peran yang jelas bagi setiap anggota tim, guna memastikan seluruh tahapan pendaftaran hingga pengerjaan karya dapat berjalan dengan tertib dan optimal.

​Pihak Tim Literasi ketua baru Ibu Nurcholishotin (Lilis), Sekretaris Ibu Maufuza bersama tim literasi  berharap, terselenggaranya GSMB Tahap 9 tahun 2026 ini tidak hanya memfasilitasi lahirnya karya-karya literasi baru yang membanggakan, tetapi juga semakin memperkokoh ekosistem sekolah yang literat, kreatif, dan berprestasi.

Berikut hasil Rapat : 

*NOTULEN RAPAT KOORDINASI PROGRAM GSMB TAHAP 9 TAHUN 2026*

(10 September 2026)

1. Peserta, seluruh siswa kelas 6 (140 siswa)

2. Tema AKU DAN LINGKUNGANKU

3. 16-17 September 2026, Pendataan peserta GSMB menulis puisi dan cerita pengalaman

- 6A: Puisi 12 siswa, Cerita 16 siswa

- 6B: Puisi 10 siswa, Cerita 18 siswa

- 6C: Puisi 8 siswa, Cerita 20 siswa

- 6D: Puisi 5 siswa, Cerita 23 siswa

- 6E: Puisi 14 siswa, Cerita 14 siswa

- Total Puisi 49 siswa dan Cerita 91 siswa

4. 17 September 2026, Pendaftaran GSMB

5. 18-21 September 2026, Siswa mulai menulis di buku tulis husus GSMB

6. 22-24 September 2026, Bimbingan dan proses pengetikan

7. 25 September 2026, pengumpulan karya siswa oleh pembimbing kepada Koordinator atau sekretaris dalam bentuk file (word)

8. 26-30 September 2026, Editing, finishing dan Ulpoud karya

9. Pembimbing 

- Puisi : Bu har, bu Cus dan Bu Ucik

- Cerita : Pak Anas, bu erna, bu fuza, bu lilis, bu hay, bu indah, bu alfi


*Ketentuan Penulisan Puisi dan Cerita Pengalaman*

1. Kesesuaian tema, “Aku dan lingkunganku”

2. Karya asli, terbebas dari unsur plagiasi dan SARA.

3. Diketik dalam bentuk Ms. Word *maksimal 2 halaman untuk puisi dan 4 halaman untuk cerita pengalaman*, dengan ketentuan :

- Ukuran Kertas A5 (14,8 cm x 21,0 cm)

- Margin halaman 2 2 2 2 (cm) 

- Jenis Font Arial, ukuran 10.5 pt 

- Spasi 1.15) 

4. Setiap naskah terdiri dari:

- Judul karya (huruf besar, bold/tebal, rata kiri)

- Nama penulis, contoh Hana Nabila (langsung ditulis nama tidak perlu “Oleh”, rata kiri)

- Isi karya (rata kiri)

- Narasi biodata penulis

Berikut kami kirim dokumentasi pada saat kegiatan literasi MIN 1 Pasuruan Fz : 

    Bersama Bu Suhartini 
   Bersama Ibu Khusnul


Waka Kesiswaan 4.0: Ketika Kepemimpinan Dimulai dari Qolbu Kakanwil Kemenag Jatim Dorong Waka Kesiswaan Menjadi Pemimpin Kreatif, Penggerak Potensi, dan Katalisator Karakter Siswa

 

Kakanwil Kemenag Jatim Dorong Waka Kesiswaan Menjadi Pemimpin Kreatif, Penggerak Potensi, dan Katalisator Karakter Siswa

Dari MIN 1 Pasuruan : Ibu Eka Marginingsih,S.Pd

BATU — Wakil Kepala Madrasah (Waka) Bidang Kesiswaan memiliki peran strategis dalam membentuk wajah madrasah melalui pembinaan peserta didik, pengembangan potensi, penegakan kedisiplinan, hingga penguatan karakter. Karena itu, Waka Kesiswaan dituntut tidak hanya mampu mengelola kegiatan, tetapi juga menjadi pemimpin yang kreatif, humanis, dan mampu membaca kebutuhan siswa.


Pesan tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Kapasitas Waka Kesiswaan Jenjang MI, MTs, dan MA se-Jawa Timur Tahun 2026 yang digelar oleh Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Rabu–Jumat, 16–18 September 2026, di Kusuma Agrowisata Resort & Convention Hotel, Batu, Jawa Timur.

Mengusung tema “Waka Kesiswaan 4.0: Pemimpin Kreatif, Penggerak Potensi, dan Katalisator Karakter Siswa”, kegiatan ini menjadi ruang penguatan kompetensi sekaligus refleksi bagi para pengelola kesiswaan madrasah di Jawa Timur.

Dalam pengarahan pembukaan, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I, memberikan penekanan khusus tentang makna kepemimpinan kreatif.

“Pemimpin kreatif adalah pemimpin pada level thoriqoh. Pemimpin yang berpikir tentang manfaat, tanggung jawab, dan kebajikan.”

Menurutnya, ketika seorang pemimpin telah menjadikan manfaat, tanggung jawab, dan kebajikan sebagai dasar berpikir, maka kepemimpinan akan bergerak ke tahap berikutnya, yakni mampu menentukan program apa yang seharusnya diterapkan di lembaganya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa program kesiswaan seharusnya tidak berhenti pada rutinitas administratif. Setiap kegiatan harus memiliki arah, memberikan manfaat, dan menjawab kebutuhan nyata peserta didik.

Menangani Siswa dengan Pendekatan Qolbu

Salah satu pesan penting dalam pengelolaan kesiswaan adalah bagaimana menghadapi siswa yang sedang mengalami persoalan.

Dalam konteks tersebut, pendekatan qolbu menjadi penting. Penanganan siswa bermasalah diarahkan melalui pola yang humanis dan familier, sehingga siswa tidak hanya diposisikan sebagai pihak yang harus diberi sanksi, tetapi juga sebagai pribadi yang perlu dipahami dan dibimbing.

Pendekatan humanis menuntut Waka Kesiswaan dan guru untuk melihat kondisi siswa secara utuh. Setiap perilaku memiliki konteks dan membutuhkan respons yang tepat.

Dengan komunikasi yang dekat, penuh perhatian, dan tetap berpegang pada prinsip pendidikan, pembinaan diharapkan dapat membantu siswa menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan kembali berkembang secara positif.

Tiga Hari Memperkuat Kompetensi Kesiswaan

Selama tiga hari pelaksanaan FGD, peserta mendapatkan berbagai materi yang berkaitan langsung dengan tantangan pengelolaan peserta didik di madrasah.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan Pengarahan Kebijakan Teknis Madrasah Jatim dari Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Dr. Sugiyo, M.Pd.

Selanjutnya, Dr. Arini Indah Nihayaty, M.Si, Kepala Tim Kesiswaan Kanwil Jatim, menyampaikan materi Manajemen Data Kesiswaan: Optimalisasi Pengelolaan Data Digital yang Akuntabel.

Materi berikutnya bertajuk “Memimpin dengan Cinta”, yang mengangkat peran Waka Kesiswaan sebagai arsitek ekosistem madrasah yang aman, berkarakter, dan berdampak. Materi ini disampaikan oleh H. Agus Yulianto, S.Pd., M.Pd.

Hari kedua diawali dengan outbound dan leadership team building untuk membangun kerja sama, karakter, dan kepemimpinan.

Peserta kemudian mendapatkan materi tentang Pendekatan Disiplin Positif dalam Merespon Kekerasan dan Eksploitasi Seksual Online pada Anak (OCSEA) yang disampaikan oleh Dita Amali, S.Sos., M.Psi., Direktur PLATO Foundation.

Pada malam harinya, peserta mengikuti materi Peran Waka Kesiswaan sebagai Fasilitator Psychological First Aid (PFA) dalam Penanganan Masalah Mental Siswa bersama Dr. Ilham Nur Alfian, M.Psi., Psikolog Universitas Airlangga.

Sementara itu, pada hari ketiga, penguatan diarahkan pada kebijakan kesiswaan nasional dan regulasi kesiswaan madrasah terkini dari pusat yang disampaikan oleh H. Solla Taufiq, S.H.I., Kasubdit Kesiswaan Kementerian Agama RI.

Kegiatan ditutup dengan presentasi kelompok mengenai Rencana Tindak Lanjut (RTL), evaluasi program, dan penyusunan rencana aksi.

Dari Batu untuk Madrasah

FGD ini menjadi momentum untuk membawa perspektif baru dalam pengelolaan kesiswaan. Waka Kesiswaan tidak lagi hanya dipandang sebagai pengelola kegiatan siswa, tetapi sebagai sosok yang memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, inklusif, berkarakter, dan berpihak pada tumbuh kembang peserta didik.

Semangat Waka Kesiswaan 4.0 pada akhirnya bukan sekadar tentang penggunaan teknologi atau digitalisasi pengelolaan data. Lebih dari itu, 4.0 juga berbicara tentang cara berpikir, cara memimpin, cara memahami siswa, dan cara menghadirkan program yang benar-benar memberikan manfaat.

Dari Batu, semangat itu dibawa kembali ke madrasah masing-masing: memimpin dengan kreativitas, menggerakkan potensi dengan cinta, dan membentuk karakter siswa dengan pendekatan qolbu.

Kutipan Utama

“Pemimpin kreatif adalah pemimpin pada level thoriqoh. Pemimpin yang berpikir tentang manfaat, tanggung jawab, dan kebajikan.”
— Dr. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur