PASURUAN – Suasana khidmat sekaligus penuh semangat menyelimuti Mushallah MIN 1 Pasuruan pada Selasa, 14 Juli 2026. Bukan hanya dipadati oleh jemaah yang hendak beribadah, mushallah sekolah hari ini bertransformasi menjadi pusat peradaban dan ilmu pengetahuan melalui kegiatan masa ta'aruf siswa madrasah (MATAMUDA) hari kedua.
Pada kesempatan tersebut, Tim Literasi MIN 1 Pasuruan yang diketuai oleh Ibu Maufuza, M.Pd., menggelar sosialisasi intensif mengenai Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB). Program nasional ini dihadirkan di lingkungan madrasah untuk memantik minat baca, mengasah ketajaman berpikir, serta mewadahi bakat menulis para siswa sejak usia dini.
Meneladani Fungsi Masjid di Zaman Rasulullah
Pemilihan Mushallah MIN 1 Pasuruan sebagai lokasi sosialisasi bukanlah tanpa alasan. Ibu Maufuza, M.Pd., dalam pemaparannya menekankan pentingnya menghidupkan kembali esensi tempat ibadah sebagaimana yang dicontohkan pada zaman Nabi Muhammad SAW.
"Kami sengaja memilih mushallah ini untuk meneladani zaman Rasulullah. Pada masa itu, masjid bukan sekadar tempat untuk menegakkan salat ritual semata, melainkan episentrum peradaban—tempat bermusyawarah, menyusun strategi, dan yang paling utama, tempat mencari serta menyebarkan ilmu pengetahuan," ujar Ibu Maufuza di hadapan para peserta.
Melalui filosofi ini, Tim Literasi ingin menanamkan pola pikir kepada para siswa baru bahwa kegiatan belajar dan berkarya—termasuk menulis buku—merupakan bagian dari ibadah dan manifestasi dari menuntut ilmu yang sangat mulia.
Siap Melahirkan Penulis Muda Lewat GSMB
Dalam sesi sosialisasi tersebut, Tim Literasi memaparkan secara detail mengenai teknis pelaksanaan GSMB, mulai dari tahapan pendampingan menulis, kurasi karya, hingga proses penerbitan buku ber-ISBN yang nantinya akan merangkum karya-karya terbaik siswa MIN 1 Pasuruan.
Kegiatan MATAMUDA hari kedua ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Dengan dimulainya langkah awal dari mushallah ini, MIN 1 Pasuruan optimistis dapat mencetak generasi islami yang tidak hanya taat beribadah, tetapi juga literat, kritis, dan mampu mewarnai dunia lewat goresan pena mereka.




.jpeg)






.jpeg)






