google-site-verification: googlec37f5abc404fa346.html MIN 1 PASURUAN

Perkuat Tertib Administrasi, MIN 1 Pasuruan Gelar Rapat Dinas Penyusunan Eviden dan Pengunggahan Dokumen


PASURUAN – Dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola administrasi dan memastikan kelengkapan dokumentasi kegiatan madrasah, MIN 1 Pasuruan menyelenggarakan rapat dinas dengan agenda penyusunan eviden dan pengunggahan dokumen pada Rabu, 14 Oktober 2026, pukul 12.30 WIB. Kegiatan tersebut dilaksanakan di ruang guru MIN 1 Pasuruan dengan melibatkan unsur pendidik dan tenaga kependidikan sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan agenda rapat. Ibu Tuchfatul Aliyah sebagai penyaji.

Rapat dinas ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi internal serta meningkatkan kesiapan madrasah dalam menata berbagai dokumen pendukung pelaksanaan program. Melalui kegiatan tersebut, penyusunan eviden diharapkan dapat dilakukan secara lebih sistematis, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan administrasi yang berlaku.

Eviden atau bukti pendukung memiliki peran penting dalam pengelolaan lembaga pendidikan. Dokumen yang tersusun dengan baik dapat menunjukkan bahwa suatu program telah direncanakan, dilaksanakan, dan didokumentasikan secara jelas. Oleh karena itu, penyusunan serta pengunggahan eviden perlu mendapat perhatian bersama agar seluruh proses administrasi dapat berjalan tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.

Rapat Dinas sebagai Sarana Koordinasi

Rapat dinas merupakan salah satu sarana penting untuk membangun komunikasi dan menyamakan persepsi di lingkungan madrasah. Melalui forum ini, berbagai hal yang berkaitan dengan tugas administrasi dapat dibahas bersama sehingga setiap pihak memahami tanggung jawab dan langkah yang perlu dilakukan.

Agenda penyusunan eviden dan pengunggahan dokumen membutuhkan koordinasi yang baik. Hal tersebut karena dokumen pendukung dapat berasal dari berbagai kegiatan, program kerja, maupun bidang tugas yang berbeda. Tanpa pengelolaan yang terstruktur, proses pengumpulan dokumen berpotensi mengalami kendala, seperti ketidaklengkapan berkas, kesalahan penempatan dokumen, atau kesulitan dalam melakukan penelusuran kembali.

Dengan adanya rapat dinas, madrasah memiliki kesempatan untuk menyelaraskan langkah, mengidentifikasi kebutuhan dokumen, dan membangun pola kerja yang lebih efektif. Komunikasi yang baik diharapkan dapat membantu mempercepat penyelesaian pekerjaan tanpa mengabaikan ketelitian dan kualitas dokumen.

Selain itu, rapat dinas juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran bahwa administrasi bukan sekadar pekerjaan pelengkap. Administrasi merupakan bagian integral dari penyelenggaraan pendidikan yang mendukung keteraturan program, evaluasi kinerja, serta peningkatan mutu layanan kepada peserta didik dan masyarakat.

Penyusunan Eviden yang Sistematis dan Akuntabel

Penyusunan eviden menjadi salah satu fokus utama dalam rapat dinas tersebut. Setiap dokumen pendukung perlu disiapkan dengan memperhatikan kesesuaian isi, kelengkapan informasi, dan keterkaitannya dengan kegiatan atau program yang dilaksanakan.

Eviden dapat berupa laporan kegiatan, surat tugas, daftar hadir, dokumentasi kegiatan, hasil evaluasi, maupun dokumen lain yang relevan sesuai dengan kebutuhan. Setiap jenis dokumen harus dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai pelaksanaan kegiatan yang didukungnya.

Penyusunan secara sistematis dapat dilakukan melalui pengelompokan dokumen berdasarkan jenis kegiatan, bidang tugas, atau indikator yang diperlukan. Penamaan berkas yang jelas dan penggunaan format yang seragam juga dapat memudahkan proses pemeriksaan serta pencarian dokumen ketika dibutuhkan.

Ketelitian menjadi unsur penting dalam tahapan ini. Dokumen yang disiapkan harus mencerminkan kondisi dan kegiatan yang sebenarnya. Informasi yang belum lengkap perlu diperiksa dan diperbaiki berdasarkan data yang benar, sedangkan dokumen yang tidak relevan sebaiknya tidak digunakan sebagai bukti pendukung.

Dengan demikian, eviden yang dihasilkan tidak hanya memenuhi kebutuhan kelengkapan administrasi, tetapi juga memiliki nilai sebagai dokumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Pengelolaan dokumen yang baik akan membantu madrasah menjaga konsistensi pelaksanaan program sekaligus mendukung proses evaluasi secara objektif.

Pengunggahan Dokumen secara Cermat

Selain penyusunan eviden, agenda rapat dinas juga mencakup proses pengunggahan atau upload dokumen. Tahapan ini perlu dilaksanakan secara cermat agar dokumen yang telah disiapkan dapat tersimpan pada sistem atau platform yang sesuai dengan ketentuan.

Sebelum melakukan pengunggahan, setiap berkas perlu diperiksa kembali, mulai dari kelengkapan isi, keterbacaan dokumen, kesesuaian format, hingga ketepatan penempatannya. Pemeriksaan tersebut bertujuan meminimalkan kesalahan teknis yang dapat menghambat proses administrasi.

Pengunggahan dokumen secara digital memberikan kemudahan dalam penyimpanan, pengelolaan, dan penelusuran informasi. Dokumen yang tersimpan secara teratur dapat diakses kembali sesuai kewenangan, sehingga mendukung efisiensi kerja dan mempermudah proses pemantauan kelengkapan administrasi.

Namun, proses digitalisasi tetap membutuhkan kedisiplinan dan tanggung jawab. Setiap dokumen perlu diberi nama yang jelas, disimpan pada kategori yang tepat, dan dikelola dengan memperhatikan keamanan informasi. Dokumen yang memuat data pribadi juga harus ditangani sesuai dengan ketentuan perlindungan data yang berlaku.

Oleh karena itu, penyusunan eviden dan pengunggahan dokumen perlu dipandang sebagai satu rangkaian pekerjaan yang saling berkaitan. Dokumen yang telah disiapkan dengan baik akan memberikan hasil optimal apabila diunggah secara benar dan dikelola dengan tertib.

Membangun Budaya Kerja yang Profesional

Pelaksanaan rapat dinas ini diharapkan dapat memperkuat budaya kerja profesional di lingkungan MIN 1 Pasuruan. Budaya kerja tersebut tercermin melalui kedisiplinan, ketelitian, tanggung jawab, serta komitmen untuk menyelesaikan setiap tugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kelengkapan administrasi tidak hanya menjadi tanggung jawab satu orang atau satu bidang tertentu. Dalam pelaksanaannya, diperlukan keterlibatan dan kerja sama seluruh pihak yang memiliki dokumen pendukung sesuai tugas masing-masing. Kolaborasi tersebut penting agar proses pengumpulan, pemeriksaan, dan pengunggahan dokumen dapat berjalan secara efektif.

Setiap unsur madrasah diharapkan mampu menjalankan tugas administrasi dengan penuh kesadaran dan menjadikan dokumentasi sebagai bagian dari kebiasaan kerja sehari-hari. Dengan cara ini, proses penyusunan eviden tidak harus selalu dilakukan secara mendadak ketika dokumen diperlukan, karena bukti kegiatan telah disiapkan dan ditata sejak awal.

Pengelolaan administrasi yang konsisten juga dapat mendukung kesinambungan program madrasah. Dokumen yang lengkap dan mudah ditelusuri akan membantu proses evaluasi, penyusunan laporan, serta perencanaan kegiatan pada masa mendatang.

Komitmen Bersama untuk Kemajuan Madrasah

Rapat dinas yang dijadwalkan pada Rabu, 14 Oktober 2026, pukul 12.30 WIB, di ruang guru MIN 1 Pasuruan ini menjadi bagian dari langkah penguatan tata kelola lembaga pendidikan. Melalui agenda penyusunan eviden dan pengunggahan dokumen, madrasah berupaya membangun sistem administrasi yang lebih teratur, efektif, dan akuntabel.

Keberhasilan kegiatan ini memerlukan komitmen bersama, komunikasi yang baik, serta kesungguhan dalam menjalankan setiap tahapan pekerjaan. Penyusunan dokumen yang teliti dan pengunggahan yang tepat diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan administrasi sekaligus mendukung peningkatan kualitas pengelolaan madrasah.

Pada akhirnya, administrasi yang tertib merupakan salah satu fondasi penting bagi lembaga pendidikan yang profesional. Dengan dokumentasi yang akurat, sistematis, dan dapat dipertanggungjawabkan, MIN 1 Pasuruan diharapkan semakin siap menjalankan program-program pendidikan secara terencana serta memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas bagi peserta didik dan masyarakat.

 

Kepala MIN 1 Pasuruan Pimpin Briefing Penyusunan Eviden dan Pengunggahan Dokumen

 


PASURUAN – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, memimpin kegiatan pengarahan (briefing) terkait penyusunan eviden dan pengunggahan dokumen pada Rabu, 14 Oktober, pukul 07.15 WIB. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang Kepala MIN 1 Pasuruan sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan meningkatkan ketertiban administrasi madrasah.

Kegiatan briefing ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi mengenai proses penyusunan eviden atau bukti pendukung administrasi, sekaligus memastikan dokumen yang diperlukan dapat dipersiapkan dan diunggah secara tertib, sistematis, serta sesuai dengan kebutuhan. Melalui pengarahan tersebut, diharapkan proses pengumpulan dan pengelolaan dokumen di lingkungan MIN 1 Pasuruan dapat berjalan lebih efektif.

Dalam pengelolaan lembaga pendidikan, penyusunan eviden memiliki peran penting karena dokumen tersebut menjadi bukti nyata atas pelaksanaan berbagai program dan kegiatan madrasah. Eviden yang tersusun dengan baik dapat membantu menunjukkan kesesuaian antara perencanaan, pelaksanaan, dan hasil kegiatan yang telah dilakukan.

Penguatan Koordinasi dan Tertib Administrasi

Dalam kegiatan tersebut, Kepala MIN 1 Pasuruan, Abdul Qodir, memberikan pengarahan mengenai pentingnya ketelitian dalam menyiapkan dokumen pendukung. Penyusunan eviden tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan berkas, tetapi juga memerlukan kecermatan dalam memastikan bahwa setiap dokumen relevan dengan kegiatan atau program yang dibuktikan.

Dokumen yang dikumpulkan perlu ditata secara terstruktur agar mudah ditemukan, diperiksa, dan digunakan ketika diperlukan. Oleh sebab itu, proses penyusunan eviden perlu dilakukan dengan memperhatikan kejelasan informasi, kesesuaian dokumen, serta keteraturan penyimpanannya.

Pengelolaan administrasi yang tertib merupakan salah satu unsur penting dalam mendukung tata kelola madrasah yang profesional. Administrasi yang baik membantu lembaga pendidikan menjalankan program secara terarah sekaligus menyediakan dokumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Melalui briefing ini, proses penyusunan eviden diharapkan tidak dilakukan secara terburu-buru hanya untuk memenuhi kebutuhan pengunggahan. Sebaliknya, setiap dokumen perlu diperiksa terlebih dahulu agar informasi yang disajikan jelas, lengkap, dan sesuai dengan kondisi pelaksanaan kegiatan yang sebenarnya.

Ketelitian tersebut juga penting untuk meminimalkan kesalahan administrasi, seperti dokumen yang tidak sesuai, informasi yang belum lengkap, atau berkas yang ditempatkan pada kategori yang kurang tepat.

Penyusunan Eviden yang Sistematis dan Akurat

Eviden atau bukti pendukung merupakan bagian penting dalam pelaksanaan administrasi pendidikan. Dokumen tersebut dapat berupa laporan kegiatan, surat tugas, daftar hadir, dokumentasi pelaksanaan program, hasil evaluasi, maupun dokumen lain yang relevan sesuai dengan kebutuhan.

Dalam penyusunannya, setiap eviden perlu memiliki keterkaitan yang jelas dengan kegiatan atau indikator yang hendak dibuktikan. Dengan demikian, dokumen tidak sekadar terkumpul dalam jumlah banyak, tetapi benar-benar dapat menjelaskan pelaksanaan suatu program secara objektif.

Penyusunan yang sistematis juga memudahkan proses pemeriksaan dan penelusuran kembali dokumen. Penamaan berkas yang jelas, pengelompokan berdasarkan jenis kegiatan, serta penggunaan format yang seragam dapat membantu meningkatkan efisiensi kerja administrasi.

Selain itu, keakuratan informasi harus menjadi perhatian utama. Setiap dokumen perlu mencerminkan data dan kegiatan yang benar-benar dilaksanakan. Apabila terdapat informasi yang belum lengkap, perbaikan sebaiknya dilakukan sebelum dokumen digunakan sebagai bukti pendukung.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya membangun budaya kerja yang mengutamakan ketelitian, kejujuran, dan tanggung jawab. Dengan pengelolaan eviden yang baik, madrasah akan lebih mudah menunjukkan rekam jejak pelaksanaan program secara teratur dan transparan.

Pengunggahan Dokumen sebagai Bagian dari Digitalisasi Administrasi

Selain membahas penyusunan eviden, briefing tersebut juga berfokus pada proses pengunggahan atau upload dokumen. Tahap ini memerlukan perhatian khusus karena dokumen yang telah disiapkan harus ditempatkan pada sistem atau platform yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sebelum diunggah, berkas perlu diperiksa kembali untuk memastikan keterbacaan, kelengkapan, kesesuaian format, dan ketepatan penempatannya. Pemeriksaan ini penting agar dokumen dapat digunakan sebagaimana mestinya dan tidak menimbulkan kendala pada tahap berikutnya.

Pengelolaan dokumen secara digital memberikan kemudahan dalam penyimpanan, pencarian, dan pemanfaatan data. Namun, manfaat tersebut dapat diperoleh secara optimal apabila proses pengunggahan dilakukan dengan cermat dan disertai pengelolaan arsip yang teratur.

Penataan dokumen digital juga perlu memperhatikan keamanan informasi. Berkas yang memuat data pribadi atau informasi internal madrasah harus dikelola sesuai dengan kewenangan akses dan ketentuan perlindungan data yang berlaku.

Dengan demikian, proses digitalisasi administrasi bukan sekadar memindahkan dokumen ke dalam sistem elektronik, melainkan juga membangun pola kerja yang lebih efisien, terorganisasi, dan bertanggung jawab.

Membangun Budaya Kerja Profesional di Madrasah

Kegiatan briefing yang dilaksanakan pada pagi hari tersebut mencerminkan pentingnya komunikasi dan pengarahan dalam mendukung kelancaran tugas administrasi madrasah. Arahan dari kepala madrasah menjadi bagian dari upaya memastikan setiap pekerjaan dilaksanakan dengan pemahaman yang sama serta berpedoman pada kebutuhan lembaga.

Penguatan administrasi perlu didukung oleh kebiasaan bekerja secara terencana, disiplin terhadap waktu, dan konsisten dalam menyelesaikan tanggung jawab. Setiap tahapan, mulai dari pengumpulan bahan, pemeriksaan dokumen, penataan eviden, hingga pengunggahan, perlu dilaksanakan secara berurutan agar hasilnya optimal.

Budaya kerja yang profesional juga membutuhkan kesadaran bahwa administrasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan pendidikan. Dokumentasi yang tertib membantu madrasah menjaga kesinambungan program, memudahkan evaluasi, dan mendukung pengambilan keputusan berdasarkan data yang tersedia.

Melalui kegiatan pengarahan ini, MIN 1 Pasuruan diharapkan semakin memperkuat tata kelola administrasi yang tertib, akurat, dan akuntabel. Penyusunan eviden dan pengunggahan dokumen yang dilakukan secara cermat menjadi salah satu langkah untuk mendukung peningkatan kualitas pengelolaan lembaga pendidikan.

Pada akhirnya, keberhasilan pengelolaan administrasi tidak hanya ditentukan oleh terselesaikannya pengumpulan dan pengunggahan berkas, tetapi juga oleh kualitas, keakuratan, dan keteraturan dokumen yang dihasilkan. Dengan koordinasi yang baik serta komitmen terhadap tanggung jawab, proses tersebut diharapkan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi pengembangan MIN 1 Pasuruan secara berkelanjutan.

 

Matangkan Persiapan Porseni 2026, KKMI Kabupaten Pasuruan Gelar Rapat Koordinasi di MI NU Ma’arif Durensewu

 

PANDAAN, PASURUAN – Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Pasuruan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat Kabupaten Pasuruan Tahun 2026 pada Rabu, 14 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di MI NU Ma’arif Durensewu, Kecamatan Pandaan, ini menjadi langkah strategis untuk mematangkan berbagai persiapan demi terselenggaranya Porseni yang sukses, tertib, dan lancar.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Ketua KKMI Kabupaten Pasuruan, para Ketua KKMI kecamatan se-Kabupaten Pasuruan, perwakilan tuan rumah Porseni KKMI Kabupaten Pasuruan, serta panitia pelaksana. Pertemuan ini menjadi forum penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, dan membahas tahapan persiapan kegiatan yang melibatkan madrasah ibtidaiyah dari berbagai wilayah di Kabupaten Pasuruan.

Porseni merupakan salah satu agenda pendidikan yang memiliki peran penting dalam memberikan ruang bagi peserta didik madrasah untuk mengembangkan potensi, bakat, dan minat, baik di bidang olahraga maupun seni. Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan tidak hanya mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya, tetapi juga belajar mengenai kedisiplinan, sportivitas, kreativitas, dan kebersamaan.

Oleh karena itu, persiapan yang matang menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan penyelenggaraan Porseni. Seluruh unsur yang terlibat perlu memiliki pemahaman yang sama mengenai tahapan kegiatan, pembagian tugas, serta tanggung jawab masing-masing agar pelaksanaan di lapangan dapat berjalan sesuai dengan rencana.

Ketua KKMI Tekankan Pentingnya Persiapan yang Matang

Dalam sambutannya, Ketua KKMI Kabupaten Pasuruan menjelaskan berbagai tahapan dan langkah persiapan yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan kegiatan. Ia menekankan bahwa koordinasi sejak awal sangat penting untuk memastikan seluruh kebutuhan pelaksanaan dapat dipersiapkan secara terencana dan terarah.

Menurutnya, Porseni tingkat Kabupaten Pasuruan Tahun 2026 diharapkan dapat berlangsung dengan sukses, dengan capaian penyelenggaraan yang setidaknya menyamai keberhasilan pelaksanaan pada tahun sebelumnya. Harapan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk bekerja secara maksimal, menjaga komunikasi, dan memperkuat kerja sama selama proses persiapan hingga kegiatan selesai.

Persiapan yang baik tidak hanya berkaitan dengan penentuan jadwal dan lokasi kegiatan, tetapi juga mencakup kesiapan teknis, administrasi peserta, koordinasi antarpanitia, serta pemenuhan berbagai kebutuhan pendukung. Seluruh aspek tersebut perlu diperhatikan secara cermat agar tidak menimbulkan kendala yang dapat menghambat pelaksanaan kegiatan.

Ketua KKMI Kabupaten Pasuruan juga menegaskan pentingnya keterlibatan aktif seluruh KKMI kecamatan. Sebagai unsur yang berhubungan langsung dengan madrasah di wilayah masing-masing, KKMI kecamatan memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi, mengoordinasikan persiapan peserta, serta memastikan setiap tahapan dapat dilaksanakan dengan baik.

Melalui koordinasi yang terarah, berbagai potensi kendala diharapkan dapat diidentifikasi lebih awal dan dicarikan solusi secara bersama-sama. Dengan demikian, panitia dan seluruh pihak terkait dapat bekerja dengan lebih efektif dalam mempersiapkan Porseni 2026.

Perkuat Sinergi KKMI Kecamatan dan Panitia

Rapat koordinasi ini juga menjadi sarana untuk memperkuat sinergi antara pengurus KKMI Kabupaten Pasuruan, KKMI kecamatan, tuan rumah, dan panitia pelaksana. Kerja sama antarpihak menjadi kebutuhan utama mengingat penyelenggaraan kegiatan tingkat kabupaten memerlukan koordinasi yang baik serta pembagian tanggung jawab yang jelas.

Para Ketua KKMI kecamatan diharapkan dapat berperan aktif dalam mengoordinasikan madrasah di wilayah masing-masing. Dukungan tersebut diperlukan agar informasi mengenai pelaksanaan Porseni dapat tersampaikan dengan baik dan persiapan peserta berlangsung secara tertib.

Sementara itu, tuan rumah memiliki peran penting dalam mendukung kesiapan lokasi dan berbagai kebutuhan teknis sesuai dengan pembagian tugas yang disepakati. Kesiapan tempat kegiatan, pengaturan alur peserta, serta dukungan sarana dan prasarana merupakan sejumlah aspek yang perlu diperhatikan dalam perencanaan penyelenggaraan.

Panitia pelaksana juga memegang peranan penting dalam menyusun dan mengoordinasikan kebutuhan kegiatan secara menyeluruh. Dengan perencanaan yang sistematis, setiap tahapan dapat dipantau dan dievaluasi sehingga pelaksanaan Porseni dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Melalui forum koordinasi tersebut, seluruh unsur yang hadir diharapkan memiliki komitmen yang sama untuk menyukseskan Porseni 2026. Komunikasi yang terbuka, kedisiplinan dalam menjalankan tugas, dan semangat gotong royong menjadi modal penting untuk menghadirkan kegiatan yang berkualitas.

Porseni sebagai Wadah Pengembangan Potensi Siswa Madrasah

Porseni bukan sekadar ajang perlombaan untuk memperebutkan prestasi. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah pembinaan peserta didik agar mampu mengembangkan potensi diri, membangun rasa percaya diri, serta belajar menghargai kemampuan orang lain.

Melalui cabang olahraga, siswa dapat belajar mengenai disiplin, kerja sama tim, ketangguhan, dan sportivitas. Sementara itu, kegiatan seni memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengekspresikan kreativitas, mengembangkan kepekaan, dan menunjukkan kemampuan yang dimiliki.

Bagi madrasah ibtidaiyah, kegiatan semacam ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan pendidikan yang seimbang antara pengembangan akademik, keterampilan, karakter, dan bakat peserta didik. Madrasah tidak hanya berperan dalam membekali siswa dengan pengetahuan, tetapi juga mendukung tumbuhnya generasi yang kreatif, berkarakter, dan mampu berkompetisi secara sehat.

Karena itu, keberhasilan Porseni tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah prestasi yang diraih. Kualitas penyelenggaraan, partisipasi peserta, penerapan aturan secara adil, serta terciptanya suasana kompetisi yang sehat juga menjadi bagian penting dari keberhasilan kegiatan.

Semangat tersebut diharapkan dapat menjadi landasan bagi seluruh pihak dalam mempersiapkan Porseni KKMI Kabupaten Pasuruan Tahun 2026.

Wujudkan Porseni 2026 yang Sukses dan Berkualitas

Pelaksanaan rapat koordinasi di MI NU Ma’arif Durensewu, Pandaan, menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian persiapan Porseni tingkat Kabupaten Pasuruan. Pertemuan ini menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan membutuhkan perencanaan yang matang, koordinasi yang berkesinambungan, dan dukungan seluruh pihak yang terlibat.

Harapan agar pelaksanaan Porseni 2026 setidaknya dapat menyamai keberhasilan tahun sebelumnya menjadi dorongan bagi panitia dan seluruh pengurus KKMI untuk terus meningkatkan kualitas persiapan. Evaluasi terhadap pelaksanaan terdahulu juga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun langkah yang lebih baik sesuai kebutuhan tahun ini.

Dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab, KKMI Kabupaten Pasuruan diharapkan mampu menghadirkan Porseni yang tidak hanya sukses dari sisi teknis penyelenggaraan, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi peserta didik madrasah.

Pada akhirnya, Porseni diharapkan menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antarmadrasah, memperkuat kebersamaan keluarga besar madrasah ibtidaiyah, serta mendorong lahirnya peserta didik yang berprestasi, kreatif, disiplin, dan menjunjung tinggi sportivitas.

Melalui persiapan yang terencana dan sinergi seluruh pihak, Porseni KKMI Kabupaten Pasuruan Tahun 2026 diharapkan dapat terlaksana dengan lancar serta memberikan manfaat nyata bagi pengembangan potensi dan kualitas pendidikan madrasah di Kabupaten Pasuruan.

 

Perkuat Pendidikan di Lingkungan NU, Ketua MWCNU Prigen Hadiri Pertemuan Sinergi dan Penguatan Lembaga Pendidikan

PRIGEN, PASURUAN – Upaya memperkuat kualitas pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) terus dilakukan melalui sinergi antarlembaga dan penguatan koordinasi antarpenyelenggara pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sinergi dan Penguatan Lembaga Pendidikan di Lingkungan MWCNU Prigen yang diselenggarakan pada Rabu, 14 Oktober 2026, di Aula MWCNU Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangil, Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU (LP Ma’arif NU) Cabang Bangil, Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Prigen, pengurus LP Ma’arif NU Kecamatan Prigen, serta para kepala madrasah dan sekolah di bawah naungan MWCNU Prigen. Lembaga pendidikan yang hadir meliputi Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Aliyah (MA), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat komunikasi, menyamakan visi, dan memperkuat komitmen bersama dalam mengembangkan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Melalui kegiatan tersebut, seluruh unsur yang terlibat diharapkan dapat menyatukan langkah dalam menghadapi tantangan pendidikan sekaligus meningkatkan mutu layanan pendidikan bagi masyarakat.

Pendidikan sebagai Investasi Dunia dan Akhirat

Dalam sambutannya, Ketua MWCNU Prigen yang juga menjabat sebagai Kepala MIN 1 Pasuruan menegaskan bahwa lembaga pendidikan merupakan investasi jangka panjang, bahkan sangat panjang. Menurutnya, investasi pendidikan tidak hanya berorientasi pada kepentingan dunia, tetapi juga memiliki nilai ibadah dan menjadi bagian dari ikhtiar mempersiapkan bekal kehidupan akhirat.

Pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu pengetahuan di ruang kelas. Lebih dari itu, pendidikan merupakan proses pembentukan karakter, penanaman akhlak mulia, pengembangan kemandirian, serta penyiapan generasi penerus yang memiliki ilmu, keimanan, dan tanggung jawab terhadap agama, bangsa, dan masyarakat.

Oleh karena itu, keberadaan lembaga pendidikan di bawah naungan NU perlu terus dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan. Setiap upaya yang dilakukan oleh pengelola lembaga, kepala madrasah, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan seluruh pemangku kepentingan merupakan bagian penting dari ikhtiar membangun masa depan generasi muda.

Ketua MWCNU Prigen juga mengajak seluruh kepala madrasah dan sekolah beserta para pemangku kepentingan (stakeholder) untuk senantiasa istiqamah dalam mengawal dan menjalankan roda pendidikan. Ketekunan, kesungguhan, dan keikhlasan menjadi modal utama agar amanah pendidikan dapat dijalankan secara konsisten dan memberikan manfaat yang luas.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pengelolaan lembaga pendidikan membutuhkan komitmen kuat dan tidak dapat dilakukan secara instan. Pendidikan yang berkualitas lahir dari proses panjang, kerja keras, kesabaran, serta kesediaan seluruh pihak untuk terus belajar dan melakukan perbaikan.

Memperkuat Sinergi Antarlembaga Pendidikan

Kehadiran jajaran PCNU Bangil, LP Ma’arif NU Cabang Bangil, pengurus MWCNU Prigen, serta para kepala madrasah dan sekolah menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam memajukan pendidikan di lingkungan NU. Sinergi tersebut diperlukan agar setiap lembaga tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan mampu saling mendukung dalam mewujudkan tujuan pendidikan bersama.

Dalam pengembangan pendidikan, koordinasi antarlembaga merupakan unsur penting untuk menyelaraskan program, memperkuat tata kelola, dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pembelajaran. Komunikasi yang baik antara pengurus organisasi, pengelola pendidikan, dan satuan pendidikan juga menjadi landasan untuk mengidentifikasi kebutuhan serta merumuskan langkah-langkah perbaikan secara bersama-sama.

LP Ma’arif NU sebagai perangkat organisasi NU yang bergerak di bidang pendidikan memiliki peran strategis dalam mendorong pengembangan madrasah dan sekolah di bawah naungannya. Melalui koordinasi yang berkesinambungan, lembaga pendidikan diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan, kompetensi pendidik, serta pembinaan karakter peserta didik.

Sementara itu, kepala madrasah dan kepala sekolah memiliki tanggung jawab penting dalam menerjemahkan visi pendidikan ke dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Kepemimpinan yang baik, pengelolaan yang tertib, dan budaya kerja yang positif menjadi faktor pendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas.

Sinergi juga perlu diwujudkan melalui semangat saling menguatkan. Setiap lembaga memiliki kondisi, potensi, dan tantangan yang berbeda. Dengan membangun komunikasi terbuka dan kerja sama yang baik, pengalaman serta praktik positif dari satu lembaga dapat menjadi inspirasi bagi lembaga lainnya untuk terus berkembang.

Istiqamah Mengawal Masa Depan Generasi NU

Pertemuan sinergi dan penguatan lembaga pendidikan di lingkungan MWCNU Prigen diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan ke-NU-an. Penguatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek kelembagaan, tetapi juga mencakup pembentukan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan mampu menghadapi perkembangan zaman.

Di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus berubah, lembaga pendidikan NU dituntut untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian tradisi keagamaan dan peningkatan kualitas pembelajaran. Nilai-nilai keislaman harus tetap menjadi landasan, sementara inovasi, profesionalisme, dan peningkatan kompetensi perlu terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Pesan Ketua MWCNU Prigen mengenai pentingnya investasi pendidikan dunia dan akhirat menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari capaian akademik. Pembentukan karakter, keteladanan, serta kebermanfaatan ilmu bagi kehidupan juga merupakan bagian penting dari tujuan pendidikan.

Melalui semangat istiqamah, ketekunan, dan keikhlasan, seluruh unsur pendidikan di lingkungan MWCNU Prigen diharapkan mampu menjaga amanah dalam mendidik generasi penerus. Kolaborasi antara pengurus NU, LP Ma’arif NU, kepala madrasah, kepala sekolah, guru, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi modal penting untuk mewujudkan lembaga pendidikan yang semakin berkualitas dan dipercaya masyarakat.

Dengan demikian, pertemuan yang berlangsung di Aula MWCNU Prigen tersebut menjadi momentum untuk memperteguh komitmen bersama dalam membangun pendidikan NU yang berkualitas, berkarakter, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Pendidikan bukan hanya tanggung jawab satu lembaga atau individu, melainkan ikhtiar bersama yang membutuhkan kesinambungan, pengabdian, dan keikhlasan demi mewujudkan masa depan generasi yang lebih baik. An.

Rapat Koordinasi Persiapan Pemaparan Capaian Kinerja Madrasah Triwulan 3

 


PASURUAN — Dalam rangka memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan mutu pendidikan, serta mematangkan agenda-agenda strategis madrasah, Jajaran Pimpinan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penting pada Senin (12/10/2026). Pertemuan yang berlangsung mulai pukul 12.30 WIB tersebut bertempat di lingkungan MIN 1 Pasuruan dan dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan serta pengampu kebijakan strategis madrasah.

Rapat koordinasi ini menjadi forum krusial untuk menyelaraskan visi, mengevaluasi capaian kerja, dan merumuskan langkah-langkah nyata dalam menghadapi berbagai agenda besar yang sedang dan akan berlangsung. Kehadiran seluruh elemen pimpinan menegaskan komitmen bersama dalam membawa MIN 1 Pasuruan menuju madrasah yang makin berprestasi, profesional, dan berdaya saing tinggi.

Sinergi Jajaran Pimpinan demi Kemajuan Madrasah

Pertemuan strategis ini dihadiri secara lengkap oleh jajaran pimpinan MIN 1 Pasuruan, yaitu:

  • Abah Mu'id
  • Bu Hj. Tatik
  • Pak Miftahul Jinan
  • Pak H. Zamroni
  • Bu Luthfiyatul Husna
  • Pak Musthofa Hadi
  • Bu Maslahah
  • Bu Eka Marginingsih

Kehadiran jajaran pimpinan secara utuh ini mencerminkan soliditas internal madrasah. Sinergi antar lini kepemimpinan dinilai sangat vital mengingat dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang pesat, sehingga menuntut adanya koordinasi yang cepat, tepat, dan terukur.

Tiga Agenda Utama Pertemuan

Dalam rapat koordinasi tersebut, terdapat tiga agenda utama yang menjadi fokus pembahasan mendalam:

  1. Pemaparan Perjanjian Kinerja (Perkin) Baru Pemaparan Perkin terbaru menjadi agenda pembuka yang amat krusial. Perjanjian Kinerja merupakan tolok ukur utama dalam menentukan arah, sasaran, dan indikator keberhasilan instansi. Melalui pemaparan ini, seluruh jajaran pimpinan mendapatkan pemahaman yang utuh mengenai target-target kinerja baru yang harus dicapai. Hal ini penting agar setiap divisi dapat menyusun langkah operasional yang selaras dengan kebijakan Kementerian Agama serta standar mutu pendidikan madrasah.
  2. Persiapan Pemaparan Kinerja Madrasah Selain menyimak Perkin baru, rapat juga difokuskan pada persiapan teknis pemaparan kinerja madrasah. Agenda ini mencakup evaluasi terhadap program kerja yang telah berjalan, inventarisasi capaian dan kendala, serta penyiapan dokumen akuntabilitas kinerja. Melalui persiapan yang matang, MIN 1 Pasuruan siap menyajikan laporan kinerja yang transparan, akuntabel, dan mencerminkan kualitas tata kelola yang baik di mata publik maupun instansi pembina.
  3. Matangkan Persiapan Ajang Porseni Tidak hanya berfokus pada aspek administratif dan akademis, rapat koordinasi ini juga memberikan perhatian khusus pada pembinaan bakat dan minat siswa melalui Pekan Olahraga dan Seni (Porseni). Pimpinan madrasah membahas strategi penjaringan bibit unggul, pemantapan jadwal latihan, kesiapan sarana prasarana, hingga dukungan logistik bagi kontingen siswa MIN 1 Pasuruan. Harapannya, para siswa dapat tampil maksimal dan membawa pulang prestasi membanggakan pada ajang kompetisi tersebut.

Langkah Nyata Menuju Kualitas Pendidikan Terbaik

Pelaksanaan rapat yang tepat waktu dan berjalan dinamis ini melahirkan sejumlah kesepakatan dan langkah strategis yang siap dieksekusi oleh masing-masing bidang. Seluruh peserta rapat menyepakati pentingnya peningkatan disiplin, komunikasi yang intensif, serta pembagian peran yang jelas agar setiap keputusan dapat diimplementasikan secara optimal di lapangan.

Dengan terlaksananya rapat koordinasi ini, MIN 1 Pasuruan kembali menunjukkan komitmennya sebagai salah satu lembaga pendidikan dasar Islam terdepan di Kabupaten Pasuruan. Tata kelola yang rapi, akuntabilitas kinerja yang terjaga, serta perhatian yang seimbang antara capaian akademik dan pengembangan minat-bakat siswa melalui Porseni diharapkan dapat makin mengokohkan reputasi MIN 1 Pasuruan di masa depan.

 

Kerjasama MIN 1 Pasuruan dan PMI: 100 Siswa Kelas 6 Ikuti Cek Golongan Darah Gratis

PASURUAN – Bertempat di lingkungan madrasah, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan menggelar kegiatan pemeriksaan golongan darah secara gratis bagi peserta didik kelas 6 pada Senin, 12 Oktober 2026. Kegiatan sosial dan kesehatan ini terselenggara berkat kerja sama yang erat antara pihak madrasah dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pasuruan.

Sebanyak 100 siswa-siswi kelas 6 antusias mengikuti jalannya pemeriksaan medis ini sejak pagi hari. Acara tersebut didampingi langsung oleh Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, serta jajaran guru wali kelas 6 yang turut mengawal dan memberikan pengarahan agar kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar.

Sinergi untuk Kesehatan dan Pendataan Profil Siswa

Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim petugas medis dari PMI Kabupaten Pasuruan yang telah bersedia hadir dan memberikan pelayanan kesehatan secara gratis bagi para siswa. Menurut beliau, mengetahui jenis golongan darah sejak dini merupakan hal mendasar yang sangat penting, tidak hanya untuk kepentingan medis darurat di masa depan, tetapi juga untuk melengkapi basis data kependudukan dan administrasi kesiswaan di madrasah.

"Pemeriksaan golongan darah ini merupakan program yang sangat bernilai positif. Banyak anak yang hingga usia sekolah dasar belum mengetahui jenis golongan darah mereka sendiri. Dengan adanya kerja sama gratis bersama PMI ini, para siswa dapat memperoleh kepastian medis mengenai golongan darah mereka secara akurat, cepat, dan aman," tutur Bapak Abdul Qodir di sela-sela memantau jalannya kegiatan.

Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan komitmen MIN 1 Pasuruan untuk tidak hanya berfokus pada capaian akademik dan pembentukan karakter keagamaan semata, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan serta kesejahteraan fisik para peserta didik.

Jalannya Kegiatan dan Prosedur Pemeriksaan

Suasana pemeriksaan yang berlangsung di salah satu ruang kelas terlihat hangat dan tertib. Spanduk resmi bertuliskan "Pemeriksaan Golongan Darah Gratis untuk Siswa" tampak terbentang di dinding depan kelas sebagai penanda resmi dimulainya pelayanan PMI.

Petugas medis dari PMI Kabupaten Pasuruan hadir lengkap dengan peralatan medis steril dan sistem pencatatan digital. Sebelum proses pengambilan sampel darah dimulai, tim PMI memberikan edukasi dan sosialisasi singkat kepada para siswa mengenai pentingnya mengenal golongan darah (A, B, AB, atau O) serta faktor Rhesus. Edukasi ini disampaikan dengan bahasa yang ramah anak sehingga dapat menurunkan rasa cemas atau takut terhadap jarum suntik.

Prosedur pemeriksaan dilakukan satu per satu dengan menerapkan protokol kesehatan dan kebersihan yang ketat: 

  1. Registrasi dan Pendataan: Siswa dipanggil sesuai urutan presensi kelas untuk mencocokkan identitas diri.
  1. Pengambilan Sampel Darah: Petugas medis mengambil sedikit sampel darah dari ujung jari siswa menggunakan jarum lancet steril sekali pakai yang minim rasa sakit.
  1. Pengujian Reagen: Sampel darah kemudian dicampur dengan cairan reagen khusus untuk menentukan reaksi aglutinasi (penggumpalan) guna menentukan tipe golongan darah.
  1. Pencatatan dan Penerbitan Hasil: Hasil pemeriksaan langsung dicatat oleh petugas ke dalam dokumen data medis siswa untuk kemudian diserahkan dalam bentuk kartu informasi golongan darah resmi.

Peran Guru Kelas dan Pengkondisian Siswa

Para guru wali kelas 6 MIN 1 Pasuruan memainkan peran vital dalam menyukseskan acara ini. Dengan penuh kesabaran, para guru mendampingi para siswa, memberikan dorongan semangat, dan merangkul mereka yang sempat merasa gugup saat giliran pemeriksaan tiba.

Pendampingan langsung dari guru dan kepala sekolah ini terbukti ampuh menciptakan suasana kekeluargaan yang menenangkan. Sebagian besar siswa justru mengaku penasaran dan gembira setelah mengetahui jenis golongan darah mereka masing-masing.

Salah seorang guru kelas 6 mengungkapkan bahwa respon para siswa sangat luar biasa. "Awalnya ada beberapa anak yang takut ditusuk jarum kecil, tetapi setelah melihat teman-temannya tersenyum dan prosesnya sangat cepat tanpa rasa sakit berarti, mereka jadi antusias dan tidak sabar ingin tahu hasilnya," ujarnya.

Manfaat Jangka Panjang bagi Peserta Didik dan Orang Tua

Penyelenggaraan cek golongan darah gratis ini memberikan beragam manfaat nyata, antara lain:

  • Penanganan Medis Darurat: Apabila di kemudian hari siswa membutuhkan tindakan medis atau transfusi darah mendadak, data golongan darah yang valid sudah siap dan terdata secara resmi.
  • Melengkapi Kelengkapan Administrasi: Data golongan darah yang akurat sangat dibutuhkan untuk pengisian rapor, kartu pelajar, serta kelengkapan dokumen administrasi pendidikan saat siswa melanjutkan jenjang pendidikan ke tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs).
  • Edukasi Sains dan Kesehatan: Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi siswa kelas 6 yang sedang mempelajari materi sistem peredaran darah manusia dalam mata pelajaran IPA.

Orang tua siswa pun menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang diambil oleh MIN 1 Pasuruan bersama PMI. Banyak orang tua merasa terbantu karena tidak perlu lagi meluangkan waktu dan biaya secara mandiri ke laboratorium atau klinik untuk mengecek golongan darah putra-putri mereka.

Penutup dan Harapan Ke Depan

Seluruh rangkaian kegiatan pemeriksaan golongan darah untuk 100 siswa kelas 6 di MIN 1 Pasuruan berjalan dengan sukses, aman, dan tanpa kendala. Pihak sekolah berharap kerja sama strategis dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pasuruan ini dapat terus terjalin dan menjadi agenda rutin tahunan untuk angkatan-angkatan selanjutnya.

Melalui kegiatan ini, MIN 1 Pasuruan kembali membuktikan kepeduliannya dalam menghadirkan lingkungan belajar yang holistik, sehat, dan responsif terhadap kebutuhan dasar para peserta didik menuju generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlaqul karimah.

 

MIN 1 Pasuruan Utus Guru Kelas 1–6 Ikuti Seminar Strategi Naik Level Menghadapi TKA di MAN IC


PASURUAN — Dalam rangka meningkatkan mutu profesionalisme pendidik dan kesiapan dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA), para guru kelas 1 sampai kelas 6 dari MIN 1 Pasuruan diwajibkan untuk menghadiri dan berpartisipasi aktif dalam Seminar Strategi Naik Level Menghadapi TKA. Kegiatan seminar ini diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Guru dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (KKG-MGMP) pada hari Sabtu, 10 Oktober 2026, bertempat di Aula MAN Insan Cendekia (MAN IC) Pasuruan mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan seminar ini dirancang untuk membekali para pendidik dengan berbagai metodologi pembelajaran terkini, teknik penyusunan instrumen evaluasi yang akurat, serta strategi peningkatan kompetensi siswa agar mampu bersaing secara optimal pada TKA mendatang.

Berikut adalah daftar nama pendidik dari MIN 1 Pasuruan yang diharapkan mengikuti kegiatan seminar tersebut:

  1. Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd
  2. Umiyati, S.Pd
  3. Bawon Musarofah, S.Pd
  4. Nur Hasanah, S.Pd.I
  5. Tutik Saidah, S.Pd.I
  6. Khotimah, S.Pd.I
  7. Mutrofin, S.Pd., M.Pd
  8. Indah Nihayati, S.Ag
  9. Dyah Erna Sulistyawati, S.Pd
  10. Miftahul Jinan, S.Ag
  11. Sri Wahyuti, S.Pd.I
  12. Luthfiyatul Husna, S.Pd.I., M.Pd
  13. Eka Yuliana, M.Pd
  14. Lilik Siti Nur Kasihi, S.Pd.I
  15. Muhammad Anas, S.Ag., M.Pd.I
  16. Nihlah Chotib, S.Pd.I
  17. Hanik Istiqomah, S.Pd.I
  18. Hayati Mabruroh, S.Pd.I
  19. Maufuza, S.Pd.I., M.Pd
  20. Aminah Fuad Basyaeb, S.Pd.I
  21. Yuli Sunartin, M.Pd
  22. Tuchfatul Aliyah, S.Pd., M.Pd
  23. Indah Kurnia Illahi, S.Pd.I
  24. Eka Marginingsih, M.Pd
  25. Vidia Efi Yanti, S.Pd.I., M.Pd
  26. Ahmad Zamroni Lutfi, S.Pd
  27. Ucik Nurul Maulidah, S.Pd
  28. Lutfi Alfianah, S.Hum
  29. Farid Rohmad, S.Pd.I., M.Pd
  30. Wiwit Widayati, S.Pd.I., M.Pd
  31. Suhartini, S.Pd., M.Pd
  32. Labibah Maftuhah, S.Pd., M.Pd
  33. Aslihatut Dian Novia, S.Si

Melalui partisipasi penuh seluruh tenaga pendidik ini, diharapkan MIN 1 Pasuruan terus berkomitmen meningkatkan mutu pembelajaran, memperkuat kualitas akademik siswa, serta siap mencetak prestasi unggul di berbagai tingkat kompetensi.