google-site-verification: googlec37f5abc404fa346.html MIN 1 PASURUAN

Maksimalkan Evaluasi, Perkuat Program Menuju Madrasah Unggul, Maju, Bermutu, dan Mendunia

 


​BADUNG, BALI – Semangat untuk memperkuat mutu pendidikan madrasah terus digaungkan secara progresif. Hal ini tercermin nyata dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) se-Jawa Timur yang diselenggarakan pada 9–11 Juli 2026 di NISM Hotel, Badung, Bali. Kegiatan strategis ini dihadiri oleh seluruh Kepala MIN se-Jawa Timur sebagai forum utama untuk mengevaluasi capaian program kerja, merumuskan langkah taktis perbaikan, serta memperkokoh komitmen bersama dalam menghadirkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas dan berdaya saing tinggi.

​Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Dalam arahannya yang komprehensif, Kakanwil menegaskan pentingnya menjadikan evaluasi sebagai pijakan fundamental serta batu loncatan dalam meningkatkan kualitas tata kelola madrasah. Menurutnya, evaluasi berkala bukan sekadar instrumen formalitas untuk melihat hasil pencapaian masa lalu, melainkan sebuah sarana krusial untuk menyusun peta strategi masa depan agar seluruh program kerja berjalan lebih efektif, efisien, tepat sasaran, dan memberikan dampak konkret bagi kemajuan madrasah secara berkelanjutan.

​Dalam penguatan materi koordinasi, Kakanwil Kemenag Jawa Timur menekankan aspek manajemen internal bahwa setiap penugasan organisasi harus diselesaikan secara tuntas dan profesional, disesuaikan dengan kapasitas sumber daya manusia (SDM) serta kebutuhan riil masing-masing madrasah. Pihaknya menyadari bahwa setiap satuan pendidikan memiliki karakteristik geografis, potensi lokal, dan komponen pendukung yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, pembagian tugas dan wewenang harus dilakukan secara proporsional agar seluruh roda program kerja dapat terlaksana secara optimal tanpa mengorbankan kualitas pelayanan.

​"Prestasi madrasah merupakan bukti nyata dan indikator mutlak dari kualitas pelayanan yang kita berikan kepada seluruh warga madrasah. Oleh karena itu, seluruh kepala madrasah selaku pimpinan visioner diharapkan terus mendorong inovasi tiada henti, meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, serta menciptakan ekosistem kerja yang kolaboratif demi melahirkan prestasi gemilang di berbagai bidang," urai Kakanwil.

​Selain fokus pada peningkatan prestasi akademik maupun nonakademik, perhatian mendalam terhadap aspek tata lingkungan madrasah juga menjadi amanat penting dalam forum tersebut. Lingkungan madrasah yang bersih, sehat, indah, dan nyaman diyakini memiliki korelasi kuat dalam membentuk karakter positif peserta didik sekaligus mencerminkan integritas budaya kerja para pengelolanya. Madrasah yang tertata rapi akan menghadirkan atmosfer pembelajaran yang rekreatif dan menyenangkan, yang pada gilirannya mampu menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) yang tinggi bagi seluruh warga madrasah.

​Rapat koordinasi dan evaluasi lintas sektor ini pada akhirnya bertransformasi menjadi momentum emas untuk mempererat sinergi antarkepala madrasah. Melalui forum ini, para kepala satuan pendidikan dapat saling berbagi praktik baik (sharing best practices), menyelaraskan pemikiran terhadap arah kebijakan strategis Kanwil Kemenag Jatim, serta memantapkan komitmen kolektif demi masa depan madrasah.

​Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, diharapkan seluruh Madrasah Ibtidaiyah Negeri di wilayah Jawa Timur semakin siap, tangguh, dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan dinamika zaman. Dengan konsistensi dalam berinovasi, peningkatan mutu layanan secara holistik, penguatan tata kelola yang transparan, serta penanaman karakter mulia, cita-cita kolektif untuk mewujudkan madrasah yang unggul, maju, bermutu, dan mendunia bukan lagi sekadar semboyan, melainkan sebuah realitas objektif yang siap dicapai bersama.

Wujudkan Madrasah Berbasis Mutu, Abdul Qodir ikuti arahan kabid pendma dalam kegiatan Rakirev Kepala MIN se Jatim

 

​PASURUAN – Pendidikan madrasah saat ini dituntut untuk terus bergerak dinamis dalam meningkatkan kualitas dan daya saing. Menanggapi tantangan tersebut, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penma) Kantor Wilayah Kementerian Agama, Dr. Sugiyo, M.Pd., menegaskan bahwa seluruh indikator pencapaian hasil belajar siswa di lingkungan madrasah harus sepenuhnya berbasis pada mutu dan kualitas yang terukur.

​Hal tersebut disampaikan beliau dalam arahannya baru-baru ini. Dr. Sugiyo menekankan pentingnya melakukan reformasi paradigma bagi para tenaga pendidik di madrasah. Menurutnya, potensi besar yang dimiliki para guru harus dioptimalkan dengan mengubah peran yang semula hanya sebatas 'pengajar' menjadi seorang 'pendidik'.

​"Guru tidak boleh lagi hanya terfokus di dalam kelas dengan metode konvensional dari guru ke murid. Lebih dari itu, setiap tema dan materi pembelajaran yang akan disampaikan harus benar-benar dipersiapkan secara matang dan mendalam," tegas Dr. Sugiyo.

​Lebih lanjut, beliau memberikan gambaran mengenai proses pembelajaran modern yang ideal di lingkungan madrasah. Pembelajaran tidak lagi harus selalu terikat dan monoton di dalam ruang kelas. Kreativitas guru dituntut untuk mampu menyelaraskan materi atau tema pelajaran dengan pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai salah satu sumber belajar yang kaya dan kontekstual.

​Dengan memanfaatkan lingkungan sebagai laboratorium alam atau ruang belajar terbuka, siswa diharapkan dapat memahami materi secara lebih konkret, interaktif, dan menyenangkan. Langkah transformatif ini diyakini akan menjadi pilar utama dalam mencetak generasi lulusan madrasah yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi perkembangan zaman melalui tata kelola pendidikan yang berbasis mutu.

Enam Kepala MIN Terima Penghargaan Penulis Best Practice Ramadhan Inspiratif 2026

 

​Kepala MIN 1 Pasuruan Raih Juara Harapan III

​JAWA TIMUR – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan madrasah di Jawa Timur. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur secara resmi memberikan penghargaan kepada enam Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) se-Jawa Timur yang berhasil meraih prestasi sebagai Penulis Best Practice Ramadhan Inspiratif 2026.

​Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi atas dedikasi para kepala madrasah dalam mendokumentasikan praktik-praktik terbaik (best practice) selama pelaksanaan program Ramadhan Inspiratif 2026. Karya-karya literasi yang dihasilkan dinilai tidak hanya menjadi bukti nyata inovasi di lingkungan madrasah, tetapi juga diharapkan mampu menjadi pemantik inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya.

​MIN 1 Pasuruan Sabet Juara Harapan III

​Salah satu nama yang sukses mencatatkan prestasinya adalah Kepala MIN 1 Pasuruan, Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd., yang berhasil membawa pulang trofi Juara Harapan III. Capaian gemilang ini menjadi kebanggaan besar bagi keluarga besar MIN 1 Pasuruan sekaligus bukti sahih bahwa budaya literasi terus tumbuh subur di lingkungan madrasah tersebut.

​Usai menerima penghargaan, Abdul Qodir menyampaikan rasa syukur yang mendalam serta apresiasi kepada Kepala Kanwil Kemenag Jatim. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kerja tim yang solid.

​"Penghargaan ini bukan semata-mata untuk saya pribadi, tetapi merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh keluarga besar MIN 1 Pasuruan. Saya menyampaikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim Literasi MIN 1 Pasuruan yang dikoordinasikan oleh Ibu Maufuza atas dedikasi, kreativitas, dan semangatnya dalam membangun budaya literasi di madrasah," ungkap Abdul Qodir.

​Komitmen Meningkatkan Budaya Literasi

​Melalui momentum manis ini, Abdul Qodir berharap penghargaan tersebut dapat menjadi bahan bakar motivasi untuk:

​Terus mendongkrak kualitas literasi di lingkungan madrasah.

​Memperkuat budaya menulis di kalangan guru dan tenaga kependidikan.

​Melahirkan berbagai inovasi baru yang berdampak positif bagi kemajuan pendidikan.

​Prestasi di tingkat provinsi ini semakin mengukuhkan komitmen MIN 1 Pasuruan dalam mewujudkan visi madrasah yang unggul, inovatif, dan inspiratif. Semangat berkarya dan berbagi praktik baik (sharing best practice) kini menjadi ruh baru demi kemajuan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama

Inovatif! MIN 1 Pasuruan Gelar Workshop Penyusunan RPP Berbasis Kurikulum Cinta

Pasuruan – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak. Langkah nyata ini diwujudkan melalui gelaran Workshop Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Berbasis Kurikulum Cinta yang diikuti oleh seluruh dewan guru.

Kegiatan workshop ini bertujuan untuk membekali para pendidik agar mampu menyusun perangkat pembelajaran yang tidak hanya fokus pada pencapaian akademik (kognitif), tetapi juga menyentuh aspek emosional dan spiritual peserta didik melalui pendekatan kasih sayang.

Menghadirkan Pembelajaran yang Memanusiakan Manusia

Kepala MIN 1 Pasuruan dalam sambutannya menyampaikan bahwa "Kurikulum Cinta" bukanlah sebuah kurikulum baru yang menggantikan kurikulum nasional, melainkan sebuah pendekatan dan ruh dalam mengimplementasikan kurikulum yang berlaku.

"Kurikulum Cinta adalah manifestasi dari pendidikan yang berpusat pada anak dengan landasan kasih sayang. Kita ingin memastikan bahwa setiap lembar RPP yang disusun guru memiliki ruh yang mampu membuat siswa merasa aman, dihargai, dan bahagia saat belajar," ujarnya.

Dalam workshop ini, para guru diajak untuk membedah strategi penyusunan RPP yang mengintegrasikan nilai-nilai:

Empati dan Kepedulian: Menyusun langkah pembelajaran yang memperhatikan keberagaman kondisi dan gaya belajar siswa.

Komunikasi Positif: Memilih metode instruksi dan umpan balik (feedback) yang membangun rasa percaya diri anak, bukan menjatuhkan.

Lingkungan Belajar Kondusif: Merancang skenario kelas yang minim tekanan (stress-free) namun tetap sarat akan makna dan target capaian yang jelas.

Antusiasme dan Output Kegiatan

Seluruh peserta tampak antusias mengikuti jalannya workshop. Ruang pertemuan dipenuhi dengan diskusi interaktif saat para guru mulai merevisi dan menyisipkan indikator-indikator berbasis kasih sayang ke dalam rancangan pembelajaran mereka.

Melalui workshop ini, MIN 1 Pasuruan berhasil menargetkan output berupa dokumen RPP siap pakai yang ramah anak untuk tahun ajaran berjalan. Diharapkan, hasil dari workshop ini dapat langsung dirasakan dampaknya oleh para siswa melalui suasana kelas yang lebih hidup, hangat, dan inspiratif.

Dengan adanya inovasi ini, MIN 1 Pasuruan membuktikan diri siap menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi berkarakter unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kaya akan cinta dan akhlakul karimah.

Prestasi_Raih Medali Tingkat Nasional, MIN 1 Pasuruan Ukir Sejarah di SWE 2026

Keren dan Menginspirasi! Borong Medali Tingkat Nasional, Siswa-Siswi MIN 1 Pasuruan Ukir Sejarah di SWE 2026

Pasuruan–Momentum libur madrasah tidak menyurutkan semangat juang murid Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Pasuruan untuk menorehkan prestasi gemilang. Dalam ajang bergengsi Grand Final Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Spirit Word Education (SWE), delegasi MIN 1 Pasuruan sukses membawa pulang rentetan penghargaan bergengsi.

​Kompetisi skala nasional ini berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 4–5 Juli 2026. Acara digelar di dua tempat berbeda di Kota Malang, yaitu Universitas Ma Chung dan Hotel Trio 2 Malang. Kegiatan tersebut lanjutan SWE tingkat Kabupaten yang diselenggarakan di Kota Bangil Desember 2025.

​Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd. mengungkapkan rasa syukur dan bangganya yang luar biasa atas pencapaian ini. Pasalnya, ini merupakan kali pertama bagi MIN 1 Pasuruan berpartisipasi dalam ajang SWE tingkat nasional, namun para siswa langsung mampu bersaing ketat dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

​Berikut adalah rincian capaian prestasi luar biasa yang berhasil diraih oleh siswa-siswi MIN 1 Pasuruan dalam ajang Grand Final SWE 2026:

​1. Olimpiade Mata Pelajaran Sains_ Universitas Ma Chung

  • Ahmad Atha Al Fatih   JUARA 1               predikat Best Score (Nilai Terbaik).
  • Muhammad Alwi Khaizuran      Bronze Reward (Medali Perunggu)
  • Izzatul A'rof.                                    Bronze Reward (Medali Perunggu)

2. Olimpiade Mata Pelajaran Matematika_ Universitas Ma Cung 

  • Ghibran Shanaya Felliciano          Silver Reward (Medali Perak)

​3. PPDB 9 (Pemilihan Pelajar Teladan Berprestasi) Tingkat Nasional)_Hotel Trio

  • Kzanzeina Myisha Sofyan Putri  berhasil menembus jajaran elite Top 12 Pelajar Teladan Berprestasi tingkat Nasional.

​Keberhasilan ini membuktikan bahwa MIN 1 Pasuruan tidak hanya fokus pada pendidikan akademis di dalam kelas, namun juga sukses melahirkan generasi muda yang kompetitif, bermental juara, dan religius. Selamat kepada para juara, semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus belajar dan berprestasi di masa depan. Fz


Dok MIN1 Pasuruan 













Sambut Tahun Ajaran Baru, MIN 1 Pasuruan Gelar Workshop Penyusunan Dokumen Satu Kurikulum


PASURUAN — Menyambut tahun ajaran baru yang akan datang, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan sukses menyelenggarakan kegiatan akademik penting bagi para tenaga pendidik. Agenda tersebut dikemas dalam bentuk Workshop Penyusunan dan Finalisasi Dokumen I Kurikulum.

Kegiatan workshop ini dilaksanakan secara tatap muka langsung pada hari Kamis, 2 Juli 2026. Bertempat di Aula MIN 1 Pasuruan yang berlokasi di RT.01/RW.08 Gunung Gangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Fokus pada Kesiapan Tahun Ajaran 2026/2027

Workshop ini secara khusus diselenggarakan untuk mempersiapkan perangkat administrasi dan arah pembelajaran madrasah menyongsong Tahun Ajaran 2026/2027. Melalui kegiatan penyusunan dan finalisasi Dokumen I Kurikulum ini, seluruh jajaran guru dan staf akademik diajak untuk menyelaraskan visi, misi, serta strategi pembelajaran agar sesuai dengan regulasi pendidikan terbaru dan kebutuhan peserta didik.

Pantauan di lokasi pada pukul 13:46 WIB menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para peserta. Dipandu oleh pemateri di depan kelas yang memaparkan materi lewat laptop dan layar proyektor, para guru tampak serius berdiskusi, mencatat poin penting, dan mengoreksi dokumen kerja kurikulum masing-masing demi menghasilkan dokumen final yang berkualitas.

Langkah Strategis Tingkatkan Mutu Madrasah

Melalui finalisasi Dokumen I Kurikulum ini, MIN 1 Pasuruan berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di wilayah Kabupaten Pasuruan. Dokumen yang matang diharapkan dapat menjadi kompas dan pedoman yang jelas bagi guru dalam mengajar, mengevaluasi, serta mengembangkan potensi para siswa sepanjang satu tahun ajaran ke depan.

Kegiatan berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh nuansa kolaboratif antarpendidik demi kemajuan madrasah. (Red)

Pertajam Persiapan Zona Integritas, Kemenag Kabupaten Pasuruan Gelar Studi Tiru ke Kemenag Kabupaten Bantul

BANTUL – Dalam rangka mematangkan dan mempertajam strategi pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan memimpin langsung rombongan studi tiru ke Kantor Kemenag Kabupaten Bantul pada Kamis (2/7/2026).

​Rombongan yang dipimpin oleh Kepala Kemenag Kabupaten Pasuruan ini turut menyertakan jajaran pimpinan kantor, serta seluruh Kepala Satuan Kerja (Satker) dari lingkungan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) se-Kabupaten Pasuruan.

​Kehadiran rombongan dari Jawa Timur ini disambut hangat oleh Kepala Kemenag Kabupaten Bantul beserta jajaran pimpinan setempat. Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Kabupaten Bantul mengapresiasi semangat membara Kemenag Kabupaten Pasuruan dalam mengupayakan reformasi birokrasi di instansinya. Beliau secara terbuka membagikan kiat sukses, strategi taktis, hingga inovasi pelayanan publik yang telah diterapkan di Kemenag Bantul hingga berhasil meraih predikat Zona Integritas.

​Setelah sesi pemaparan materi dan diskusi interaktif, Kepala Kemenag Kabupaten Bantul mengajak pimpinan Kemenag Kabupaten Pasuruan beserta para Kepala Satker MIN, MTsN, dan MAN untuk meninjau langsung fasilitas pelayanan publik dan implementasi inovasi di lapangan.

​Kepala Kemenag Kabupaten Pasuruan menyampaikan bahwa dipilihnya Kemenag Kabupaten Bantul sebagai lokus studi tiru bukanlah tanpa alasan. Rekam jejak dan keberhasilan Kemenag Bantul dalam membangun ekosistem kerja yang bersih dan melayani dinilai sangat ideal untuk diadopsi dan diadaptasi di Kabupaten Pasuruan.

​"Kami membawa seluruh Kepala Satker madrasah (MIN, MTsN, MAN) agar pemahaman mengenai pentingnya Zona Integritas ini merata hingga ke tingkat satuan pendidikan. Kami ingin pulang membawa formula terbaik untuk langsung diimplementasikan di Pasuruan," ujarnya di sela-sela peninjauan lapangan.

​Melalui kegiatan studi tiru ini, diharapkan komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan melayani di lingkungan Kemenag Kabupaten Pasuruan—termasuk di lingkungan madrasah—dapat segera terakselerasi dengan baik.

Kaji Potensi Sejak Dini, MIN 1 Pasuruan Gelar Kajian Khusus Pelayanan Siswa Kelas 1

PASURUAN – Dalam upaya mengoptimalkan tumbuh kembang dan mendeteksi bakat anak sejak menginjakkan kaki di bangku madrasah, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan menggelar agenda kajian khusus untuk jenjang kelas 1. Kegiatan ini diinisiasi langsung oleh Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I, M.Pd., dengan melibatkan seluruh wali kelas 1 dan tim operator madrasah.

Kajian strategis ini bertujuan untuk memetakan potensi awal serta mengidentifikasi kebutuhan pelayanan pendidikan yang tepat bagi para peserta didik baru.


Sinergi Tiga Pilar Pelayanan Madrasah

Keberhasilan pemetaan ini didasarkan pada koordinasi intensif antara kepala madrasah, guru kelas, dan tim data (operator):

Kepala MIN 1 Pasuruan (Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I, M.Pd.): Menekankan pentingnya pelayanan berbasis humanis dan personal. Menurut beliau, anak usia kelas 1 berada pada masa transisi krusial dari taman kanak-kanak, sehingga pendekatan pengajarannya tidak boleh disamakan dengan kelas tinggi.

Wali Kelas 1: Berperan sebagai pengamat garda terdepan yang mengidentifikasi gaya belajar siswa (visual, auditori, atau kinestetik) serta mendeteksi jika ada siswa yang membutuhkan perhatian atau pelayanan khusus.

Operator Madrasah: Bertanggung jawab dalam validasi data kesiapan belajar siswa, pemetaan rombongan belajar (rombel) yang seimbang, serta mengintegrasikan kebutuhan fasilitas kelas ke dalam sistem perencanaan madrasah.

Bidang TU : Bertanggung jawab dalam  bidang kelengkapan keadministrasian yang menjembadani antara pihak madrasah dan wali murid.

"Setiap anak yang masuk ke MIN 1 Pasuruan membawa potensi uniknya masing-masing. Tugas kita di jenjang kelas 1 ini adalah membuka gerbang tersebut dengan memberikan pelayanan pendidikan dan psikologis yang tepat sejak dini."

— Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I, M.Pd.


Langkah Strategis Hasil Kajian

Melalui pertemuan komprehensif ini, MIN 1 Pasuruan merumuskan beberapa langkah taktis pelayanan yang akan segera diimplementasikan:

Diferensiasi Pembelajaran: Menyusun metode mengajar yang bervariasi di kelas 1 agar mampu mengakomodasi siswa yang cepat menangkap materi maupun yang membutuhkan bimbingan perlahan.

Digitalisasi Pendataan Bakat: Operator madrasah menyiapkan sistem berbasis data untuk merekam perkembangan minat bakat siswa secara berkala sejak semester pertama.

Komunikasi Intensif dengan Wali Murid: Membuka ruang konseling berkala antara wali kelas dan orang tua guna menyelaraskan pendidikan di madrasah dan di rumah.

Dengan adanya kajian penajaman pelayanan ini, MIN 1 Pasuruan berkomitmen untuk tidak hanya mencetak generasi yang unggul secara akademik dan berakhlakul karimah, tetapi juga memastikan setiap anak mendapatkan hak pelayanan pendidikan yang inklusif dan adaptif.

Peringatan 1 Muharam 1448 H. Bersama Kemenag KAB. Pasuruan dan Kemenag Jatim.



PASURUAN – Suasana khidmat, haru, dan penuh rasa syukur menyelimuti Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan. Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 H. Kemenag Kabupaten Pasuruan menggelar acara istimewa yang diintegrasikan langsung secara daring (via Zoom) dengan kegiatan 1 Muharam Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur (bersama Bapak Menteri Agama RI).

​Tahun ini, peringatan hari besar Islam tersebut mengusung tema yang sangat menyentuh hati: "Lebaran Yatim & Penyandang Disabilitas 1448 H".

​Sebagai bentuk komitmen sosial dan kepedulian antarsesama, keluarga besar MIN 1 Pasuruan turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam menyukseskan agenda mulia ini. Kehadiran delegasi dari MIN 1 Pasuruan sejumlah 21 siswa yatim dan piatu, yang didampingi langsung oleh Kepala Madrasah (Kamad), Bpk. Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd., bersama Ibu Qodir. Turut serta dalam rombongan antara lain Wakil Kepala Madrasah bidang Hubungan Masyarakat (Waka Humas) Bpk Miftakhul Jinan, S.Pd.I, Kepala Tata Usaha (KATU) Ibu Tuchfatul Aliyah, S.Pd.I., M.Pd serta guru pendamping.

Berbagi Kebahagiaan Bersama 121 Anak Hebat

​Kegiatan yang berlangsung hangat ini dihadiri oleh 121 anak yatim dan penyandang disabilitas dari berbagai wilayah di Kabupaten Pasuruan. Kehadiran mereka membawa energi positif dan senyuman di tengah-tengah para tamu undangan. Dalam momen "Lebaran Yatim" ini, para peserta menerima santunan dan perhatian khusus sebagai bentuk kasih sayang nyata dari keluarga besar Kementerian Agama.

​Bpk. Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd. menyampaikan rasa syukur dan harunya bisa mendampingi langsung anak-anak dalam kegiatan ini. Menurut beliau, kehadiran madrasah bukan hanya sebagai lembaga pendidikan formal, tetapi juga sebagai pilar sosial yang harus peka terhadap lingkungan sekitar, khususnya kepada anak-anak yatim dan disabilitas.

Hikmah Mendalam dari Peringatan 1 Muharam 1448 H

​Lebih dari sekadar seremonial tahunan, kegiatan yang diselenggarakan serentak bersama Kanwil Kemenag Jatim ini menyimpan hikmah dan esensi yang sangat mendalam, di antaranya:

  • Refleksi dan Hijrah Sosial
  • Mengetuk Pintu Langit Melalui Doa Anak Yatim khususnya di lingkungan Kemenag Pasuruan dan MIN 1 Pasuruan sebanyak 21 anak.
  • Merawat Nilai Kemanusiaan dan Inklusi

​Kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, dan ditutup dengan doa bersama yang menggetarkan hati. Semoga langkah kaki seluruh keluarga besar MIN 1 Pasuruan dan jajaran Kemenag Kabupaten Pasuruan dalam kegiatan ini dicatat sebagai amal jariyah yang dilipatgandakan pahalanya di tahun baru 1448 H ini. Amin Yabal Alamin. Fz


Dokumentasi MIN 1 PAS.




    Siswa MIN 1 Pasuruan 




Kemenag Kabupaten Pasuruan Gelar Lebaran Yatim dan Berbagi Kebahagiaan Bersama Penyandang Disabilitas

PASURUAN – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan menggelar acara "Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas" pada Kamis (25/6/2026). Kegiatan bernuansa kepedulian sosial ini berlangsung dengan khidmat di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Pasuruan.

Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen dan kepedulian nyata Kemenag Pasuruan dalam merangkul serta memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yatim dan para penyandang disabilitas di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Dihadiri Jajaran Pimpinan dan Keluarga Besar Kemenag

Kegiatan rutin yang penuh berkah ini dihadiri langsung oleh segenap jajaran pimpinan dan keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan, di antaranya:

  1. Kasubbag TU Kantor Kemenag Kabupaten Pasuruan.
  2. Para Kasi dan Penyelenggara di lingkungan Kemenag Pasuruan.
  3. Kepala Satuan Kerja (Satker) MIN, MTsN, dan MAN beserta istri (Dharma Wanita Persatuan).
  4. Kepala KUA Se-Kabupaten Pasuruan beserta istri.
  5. Serta tentu saja para Penerima Santunan yang terdiri dari anak-anak yatim dan penyandang disabilitas.

Penyaluran Santunan dan Pesan Kebersamaan

Dalam sambutannya, pihak pimpinan Kemenag Pasuruan menyampaikan bahwa momentum "Lebaran Yatim" ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan jembatan silaturahmi untuk mempererat rasa persaudaraan dan kepedulian sosial. Kehadiran para kepala Satker dan Kepala KUA beserta istri juga menunjukkan solidnya dukungan dari seluruh lini Kemenag Pasuruan untuk menyukseskan program kemanusiaan ini.

"Kegiatan ini adalah wujud kehadiran negara dan agama dalam memberikan perhatian, kasih sayang, serta ruang inklusif bagi anak-anak yatim dan saudara-saudara kita penyandang disabilitas agar mereka terus bersemangat menatap masa depan," ujar perwakilan pimpinan Kemenag Pasuruan di sela-sela acara.

Suasana haru sekaligus bahagia tampak menyelimuti Aula Kantor Kemenag saat prosesi penyerahan santunan dilakukan. Para penerima manfaat tampak tersenyum bahagia menerima perhatian dan bantuan yang disalurkan langsung oleh para pejabat Kemenag beserta jajaran pengurus Dharma Wanita Persatuan yang mendampingi.

Melalui kegiatan ini, Kemenag Kabupaten Pasuruan berharap dapat terus konsisten menebar kemaslahatan dan menginspirasi lembaga atau masyarakat luas untuk saling berbagi dan peduli terhadap sesama.

"Bukan Sekadar Sekolah Dibungkus Madrasah!" Pesan Plt. Kep. Kemenag Ka Pasuruan dalam Sertijab Kep. MAN IC Pasuruan

PASURUAN – Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti Ruang Multimedia MAN Insan Cendekia (IC) Pasuruan pada Rabu siang (24/6/2026). Hari ini menjadi tonggak sejarah baru bagi salah satu madrasah unggulan di Jawa Timur tersebut, seiring dilaksanakannya prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Madrasah.

​Estafet kepemimpinan resmi beralih dari pejabat lama, H. Nasrudin, S.Pd., M.Si., kepada nahkoda baru, Dr. Ahmad Zamroni, S.S., M.Pd., M.A.

​Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah yang menggema di seluruh sudut ruangan. Ruang Multimedia yang dipadati oleh para guru, staf tata usaha, serta tamu undangan mendadak hening saat prosesi penandatanganan berita acara sertijab dimulai.

​Saat pena digoreskan di atas kertas, itulah estafet babak baru dimulai. Senyum merekah di wajah H. Nasrudin, menyiratkan rasa syukur atas dedikasi yang telah ia curahkan selama memimpin. Di sebelahnya, Dr. Ahmad Zamroni tampak mantap dan siap mengemban amanah besar membawa MAN IC Pasuruan terbang lebih tinggi.

​Pesan yang  memikat dari Plt. Kepala Kemenag: "Bukan Sekadar Sekolah Dibungkus Madrasah!"

​Momentum paling berkesan terjadi saat Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan memberikan sambutan. Dengan nada bicara yang tegas namun penuh motivasi, beliau memberikan pesan mendalam yang langsung menusuk ke dada seluruh hadirin.

​"Jangan sampai kita sekadar menjadikan lembaga ini sebagai sekolah yang dibungkus dengan label madrasah. Kita harus menjadikan tempat ini sebagai madrasah yang sesungguhnya!" tegasnya.

​Beliau menambahkan bahwa "madrasah yang sesungguhnya" adalah tempat di mana keunggulan akademik berjalan beriringan dengan akhlakul karimah dan nilai-nilai spiritual yang kuat—sebuah identitas yang selama ini menjadi jiwa dari MAN Insan Cendekia.

​Babak Baru Telah Dimulai

​Dengan selesainya prosesi sertijab ini, civitas akademika MAN IC Pasuruan siap memasuki babak baru di bawah komando Dr. Ahmad Zamroni. Tantangan dunia pendidikan di tahun 2026 yang serba digital tentu menuntut inovasi tanpa henti, namun dengan tetap menjaga akar nilai islami yang kokoh.

​Selamat bertugas kepada Dr. Ahmad Zamroni, S.S., M.Pd., M.A., dan terima kasih yang tak terhingga atas pengabdian H. Nasrudin, S.Pd., M.Si. Madrasah Mandiri Berprestasi!