google-site-verification: googlec37f5abc404fa346.html MIN 1 PASURUAN

LAPORAN KEGIATAN PEMBINAAN CALON PESERTA LOMBA MIN 1 PASURUAN

Pada hari Selasa, 3 Februari 2026, telah dilaksanakan kegiatan pembinaan calon peserta lomba yang akan mewakili MIN 1 Pasuruan sebagai duta madrasah dalam ajang lomba yang diselenggarakan di Yayasan Hasan Munadi.

Kegiatan pembinaan ini dipandu oleh tiga guru pembimbing, yaitu Ibu Hj. Tatik, Ibu Hayati Mabruroh, dan Ibu Tuchfatul Aliyah. Pembinaan dilaksanakan dengan penuh semangat dan kesungguhan sebagai bentuk persiapan maksimal bagi para peserta didik yang terpilih.

Adapun tujuan kegiatan ini adalah:

  1. Meningkatkan kesiapan mental dan kemampuan peserta lomba
  2. Memberikan arahan teknis sesuai bidang lomba yang akan diikuti
  3. Menumbuhkan rasa percaya diri serta semangat berprestasi siswa

Dalam pelaksanaannya, para pembimbing memberikan materi, latihan praktik, serta evaluasi penampilan peserta. Siswa juga dibekali motivasi agar mampu tampil optimal dan membawa nama baik madrasah.

Kegiatan pembinaan berlangsung dengan tertib dan lancar. Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi serta kesungguhan dalam mengikuti setiap arahan yang diberikan.

Dengan adanya pembinaan ini, diharapkan para calon peserta lomba dapat memberikan penampilan terbaiknya serta mengharumkan nama MIN 1 Pasuruan di ajang lomba yang akan datang.

Pasuruan, 3 Februari 2026

Tim Pembina Lomba MIN 1 Pasuruan

Guru MIN 1 Pasuruan Ikuti Sosialisasi Coretax Perpajakan

Pasuruan, 3 Februari 2026 — Dalam upaya meningkatkan pemahaman tenaga pendidik terhadap sistem administrasi perpajakan terbaru, Bapak Musthofa Hadi, S.Pd. melaksanakan kegiatan Sosialisasi Coretax Perpajakan yang diikuti oleh seluruh guru MIN 1 Pasuruan, Selasa (3/2).

Kegiatan ini berlangsung di lingkungan madrasah dengan suasana tertib dan penuh antusias. Sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman tentang sistem Coretax yang merupakan pembaruan layanan administrasi perpajakan berbasis digital dari Direktorat Jenderal Pajak. Para guru dibekali pengetahuan mengenai perubahan mekanisme pelaporan pajak, pentingnya validasi data, serta kemudahan layanan perpajakan secara elektronik.

Dalam pemaparannya, Bapak Musthofa Hadi menjelaskan bahwa pemahaman terhadap sistem perpajakan yang baru sangat penting, terutama bagi aparatur sipil dan tenaga pendidik sebagai bagian dari wajib pajak yang taat aturan.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap para guru semakin memahami sistem Coretax sehingga tidak mengalami kesulitan dalam administrasi perpajakan ke depan. Ini juga bagian dari upaya kita menjadi warga negara yang patuh dan sadar pajak,” ujarnya.

Para peserta tampak aktif mengikuti jalannya kegiatan dengan mengajukan berbagai pertanyaan seputar teknis penggunaan sistem serta dampaknya terhadap pelaporan pajak pribadi.

Dengan adanya kegiatan ini, MIN 1 Pasuruan menunjukkan komitmennya tidak hanya dalam bidang pendidikan, tetapi juga dalam meningkatkan literasi administrasi dan kepatuhan terhadap regulasi negara di kalangan tenaga pendidik.

Kepala MIN 1 Pasuruan Sosialisasikan PERKIN kepada Seluruh Guru, ASN dan P3K MIN 1 PASURUAN

Pasuruan, 3 Februari 2026 — Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd., menggelar kegiatan sosialisasi PERKIN (Perencanaan Kinerja) kepada seluruh dewan guru MIN 1 Pasuruan. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang guru dan diikuti dengan penuh perhatian serta antusias oleh para pendidik.

Dalam sambutannya, Bapak Abdul Qodir menegaskan bahwa PERKIN merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas kinerja guru serta efektivitas pengelolaan madrasah. Menurut beliau, perencanaan kinerja yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan pendidikan kepada peserta didik.

“PERKIN bukan sekadar administrasi, tetapi menjadi panduan kita dalam bekerja secara terarah, terukur, dan profesional,” ujar beliau di hadapan para guru.

Sosialisasi ini memaparkan tentang penyusunan sasaran kinerja, indikator capaian, serta strategi pelaksanaan tugas yang selaras dengan visi dan misi madrasah. Para guru juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar implementasi PERKIN dalam tugas keseharian mereka.

Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dan penuh semangat kolaborasi. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan seluruh guru MIN 1 Pasuruan semakin memahami pentingnya perencanaan kinerja sebagai bagian dari budaya kerja profesional dan berorientasi mutu.

Melalui langkah ini, MIN 1 Pasuruan kembali menunjukkan komitmennya untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.

Awal Tahun Gemilang! MIN 1 Pasuruan Borong 11 Gelar Juara di Ajang MCC MTsN 2 Pasuruan

 


PANDAAN – Mengawali lembaran tahun 2026, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan sukses mengukir prestasi membanggakan. Tidak tanggung-tanggung, kontingen MIN 1 Pasuruan berhasil menyabet 11 trofi kemenangan dalam ajang Madrasah Competititon Center (MCC) yang diselenggarakan di MTsN 2 Pasuruan (Pandaan).

Dominasi MIN 1 Pasuruan terlihat merata di berbagai bidang lomba, mulai dari cabang keagamaan, seni, hingga akademik. Keberhasilan ini menjadi bukti kualitas pendidikan dan pembinaan bakat yang berjalan sangat efektif di lingkungan madrasah.

Daftar Sang Juara MIN 1 Pasuruan

Berikut adalah rincian prestasi yang berhasil diraih oleh siswa-siswi terbaik:

TAHFIDZ 
1. MAHDIYAH KHAIRINA (Juara 1)
2. LATIFAH (Juara 2)
3. GIBRAN SHANAYA FELLICIANO (Hrpn 1)
4. PRADIPTHA DAFFA ALFACHZAN PRASETYO (Hrpn 2)
5. ZAHWA QOTRUNNADA (Hrpn 3)

LOMBA KALIGRAFI 
6. MUHAMMAD IZZUDDIN AZKA AZZUHRI (Hrpn 1)

LOMBA PIDATO B.INGGRIS 
7. EARLYTA ARSYIFA SALSABILA PUTRI SISWOYO (Juara 2)
8. MUHAMMAD HIRO SABILILLAH (Hrpn 1)

LOMBA SAINS 
9. ELRAMDAN BUMI SETIAWAN (Hrpn 1)

LOMBA B.INDONESIA 
10. NATHANIELA AOZORA ANARGHYA SANTORO (Juara 3)
11. JAZILAH NAHDLIYAH HAKIM (Hrpn 3)


Sinergi "Tangan Dingin" Para Pembina

Keberhasilan luar biasa ini tidak lepas dari peran penting para pendidik di balik layar. Prestasi ini lahir dari sentuhan "tangan dingin" Ibu Maufuza, M.Pd, yang dikombinasikan dengan pengarahan handal dari Ibu Wiwit, M.Pd, serta panduan taktis dari Bapak Munir, S.Pd.I.

Tak hanya itu, kejelian Ibu Ita dalam melihat potensi siswa serta dedikasi tanpa kenal lelah dari para pembina ekstrakurikuler menjadi faktor kunci kemenangan besar ini.

Langkah Awal Menuju Prestasi 2026

Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir,M.P menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim. Beliau menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan sinyal positif bagi madrasah untuk terus berprestasi di sepanjang tahun ini.

"Ini adalah prestasi pembuka kita di awal tahun 2026. Semoga kemenangan di MCC MTsN 2 Pasuruan ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh siswa untuk terus belajar dan mengharumkan nama madrasah di level yang lebih tinggi lagi," ujar beliau dengan bangga".

Kemenangan ini diharapkan dapat memotivasi siswa lain untuk terus mengasah minat dan bakat mereka, membuktikan bahwa madrasah bukan hanya unggul dalam akhlak, tetapi juga kompetitif dalam prestasi.

Peringatan 100 Tahun NU Digelar Khidmat di Graha PCNU Bangil

Bangil, 31 Januari 2026 — Peringatan Hari Lahir ke-100 Nahdlatul Ulama (NU) berlangsung dengan penuh kekhidmatan di Graha PCNU Bangil, Sabtu (31/1/2026). Kegiatan ini dihadiri ratusan jamaah dari berbagai unsur Nahdliyin se-Cabang Bangil, mulai dari jajaran pengurus, badan otonom, hingga warga NU dari berbagai wilayah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala MIN 1 Pasuruan, Abdul Qodir,S.Pd.I M.Pd., yang juga menjabat sebagai Ketua MWCNU Prigen. Beliau mengikuti rangkaian acara bersama para tokoh dan pengurus NU lainnya sebagai wujud komitmen dalam menguatkan perjuangan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia ini.

Peringatan satu abad NU diisi dengan pembacaan istighosah dan tahlil, sebagai ikhtiar spiritual serta ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang Nahdlatul Ulama dalam berkhidmah kepada umat, agama, dan bangsa. Suasana religius dan penuh kebersamaan terasa sejak awal hingga akhir acara.

Sebagai simbol rasa syukur dan persatuan, panitia menghadirkan 100 tumpeng, yang melambangkan satu abad perjalanan NU. Penyajian tumpeng ini menjadi gambaran harapan akan keberkahan, kekuatan ukhuwah, serta keberlanjutan perjuangan NU di masa mendatang.

Dalam momentum bersejarah ini, para hadirin berharap peringatan 100 Tahun NU tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga menjadi penguat semangat untuk terus meneguhkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah, mempererat ukhuwah Nahdliyin, serta mengokohkan komitmen dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

MIN 1 Pasuruan Gelar Workshop KBC, Guru Kenakan Pakaian Adat sebagai Simbol Kebersamaan

Pasuruan — MIN 1 Pasuruan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan menggelar Workshop KBC (Kurikulum Berbasis Cinta). Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari workshop sebelumnya sebagai bentuk konsistensi madrasah dalam menguatkan implementasi nilai-nilai pendidikan berbasis karakter dan kasih sayang di lingkungan sekolah.

Workshop yang diikuti seluruh guru MIN 1 Pasuruan ini berlangsung dengan suasana yang berbeda dan penuh makna. Para guru hadir mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Hal ini bukan sekadar penampilan, tetapi menjadi simbol penghargaan terhadap keberagaman budaya sekaligus wujud nilai cinta dan saling menghormati antar sesama warga madrasah.

Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari workshop sebelumnya agar implementasi KBC semakin nyata dalam proses pembelajaran.

“Workshop ini adalah kelanjutan dari kegiatan yang telah kita laksanakan sebelumnya. Kami ingin memastikan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya dipahami secara konsep, tetapi benar-benar diterapkan dalam sikap, cara mengajar, dan interaksi sehari-hari di madrasah,” ujar beliau.

Beliau juga menambahkan bahwa penggunaan pakaian adat oleh para guru menjadi pesan kuat tentang pentingnya persatuan dalam keberagaman.

“Dengan mengenakan pakaian adat, kita belajar untuk saling menghargai perbedaan. Inilah wujud nyata pendidikan berbasis cinta — saling menghormati, saling peduli, dan saling menguatkan,” tambahnya.

Selama workshop, para guru mendapatkan penguatan materi mengenai strategi pembelajaran yang menumbuhkan empati, komunikasi positif dengan siswa, serta penciptaan lingkungan kelas yang ramah dan menyenangkan.

Kegiatan ini diharapkan mampu semakin mempererat kebersamaan antar guru sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan di MIN 1 Pasuruan, sehingga madrasah tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter peserta didik yang berakhlak mulia.


Akselerasi Program Tahfidz, MIN 1 Pasuruan Gandeng Hafidhah Berpengalaman

 




PASURUAN – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan, khususnya di bidang menghafal Al-Qur’an. Sebagai langkah nyata, madrasah resmi mempercayakan bimbingan program tahfidz kepada dua pendidik ahli (Hafidhah), yakni Ustadzah Miftachur Rohmah dan Ustadzah Kunti.

Langkah strategis ini diambil untuk memastikan siswa-siswi tidak hanya sekadar menghafal, tetapi juga memiliki kualitas bacaan yang sesuai dengan kaidah tajwid serta kelancaran (itqan) yang mumpuni.

Fokus pada Kualitas dan Kecepatan

Kehadiran Ustadzah Miftachur Rohmah dan Ustadzah Kunti membawa angin segar bagi atmosfer menghafal di madrasah. Dengan metode bimbingan yang intensif dan pendekatan personal, pihak madrasah optimis bahwa target hafalan siswa yang telah ditetapkan akan tercapai lebih cepat dari jadwal biasanya.

"Kami ingin mencetak generasi penghafal Al-Qur'an yang tangguh sejak dini. Dengan bimbingan para hafidhah yang kompeten, kami yakin potensi anak-anak akan tergali maksimal," ujar perwakilan pihak MIN 1 Pasuruan.

Target Terlampaui Lebih Awal

Program ini mendapatkan respon positif dari para wali murid. Dengan skema setoran hafalan yang terstruktur dan evaluasi berkala, target capaian hafalan tiap semester diproyeksikan akan terlampaui sebelum akhir tahun ajaran. Hal ini diharapkan menjadi keunggulan kompetitif bagi MIN 1 Pasuruan sebagai lembaga pendidikan Islam pilihan di masyarakat.

Melalui sinergi antara dedikasi para ustadzah dan semangat tinggi para siswa, MIN 1 Pasuruan berkomitmen untuk terus melahirkan lulusan yang berakhlaqul karimah dan mutafaqquh fiddin.

Wujudkan Program Kemenag Berdampak, Kepala MIN 1 Pasuruan Paparkan Capaian Kinerja di Aula Kantor Kemenag Pasuruan

PASURUAN – Aula Al Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan menjadi saksi komitmen para pimpinan satuan kerja dalam meningkatkan kualitas layanan publik. Pada Kamis (29/1/2026), Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd., secara resmi mempresentasikan laporan evaluasi capaian kinerjanya dalam forum koordinasi percepatan program.

Kegiatan bertajuk "Realisasikan Program Kemenag Berdampak" ini diinisiasi langsung oleh Plt. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pasuruan, Achmad Shampton, S.HI, M.Ag (yang akrab disapa Gus Shampton). Agenda ini bertujuan untuk menggenjot akuntabilitas dan memastikan setiap anggaran negara dikonversi menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.

Pemaparan Strategis MIN 1 Pasuruan

Dalam presentasinya, Bapak Abdul Qodir menjabarkan secara detail realisasi program kerja yang telah dijalankan di MIN 1 Pasuruan. Beliau menekankan pada tiga aspek utama:

  1. Transformasi Digital Madrasah: Optimalisasi pembelajaran berbasis IT.
  2. Peningkatan Mutu SDM: Pengembangan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.
  3. Efisiensi Anggaran: Penyerapan anggaran yang akuntabel dan tepat sasaran.

"Kami berkomitmen agar setiap program di MIN 1 Pasuruan tidak hanya berhenti pada laporan administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak positif bagi siswa dan wali murid, sejalan dengan visi Achmad Shampton, S.HI, M.Ag" Kata bapakn  Abdul Qodir di sela paparannya.

Dukungan Penuh Pimpinan

Gus Shampton, selaku Plt. Kakan Kemenag, memberikan apresiasi atas keterbukaan dan kedisiplinan para Kepala Satker dalam melaporkan kinerjanya. Beliau menegaskan bahwa evaluasi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan instrumen untuk memastikan kehadiran Kemenag dirasakan langsung oleh umat.

Turut hadir dalam acara penting ini:

  • Para Kasi dan Penyelenggara di lingkungan Kemenag Kab. Pasuruan.
  • Tim Perencana Kantor Kemenag.
  • Kepala Satker (MIN, MTsN, dan MAN) se-Kabupaten Pasuruan.
  • Pengelola Anggaran Satker.

Melalui evaluasi ini, diharapkan sinergi antar satker semakin kuat, sehingga target-target strategis Kementerian Agama di wilayah Kabupaten Pasuruan dapat tercapai dengan predikat memuaskan pada tahun 2026 ini.

Tingkatkan Kompetensi Guru, MIN 1 Pasuruan Gelar Workshop Implementasi KBC

Pasuruan – Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, MIN 1 Pasuruan menggelar Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada Senin–Selasa, 26–27 Januari 2026, bertempat di Aula MIN 1 Pasuruan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam memperkuat kompetensi guru sekaligus menegaskan peran MIN 1 Pasuruan sebagai pilot project KBC jenjang MI di Kabupaten Pasuruan.


Workshop ini diikuti oleh seluruh guru MIN 1 Pasuruan dengan penuh antusias. Kegiatan difokuskan pada pemahaman konsep dasar KBC, strategi implementasi dalam pembelajaran, serta integrasi nilai-nilai karakter dalam proses belajar mengajar.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan, H. Bustanul Arifin, M.Pd., yang sekaligus memberikan arahan dan membuka acara secara resmi. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan, terlebih dengan terbitnya KMA Nomor 1503 Tahun 2025 yang menjadi penguat arah kebijakan pendidikan madrasah.

“Guru harus terus belajar dan beradaptasi. Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar pendekatan baru, tetapi sebuah kebutuhan di tengah tantangan zaman saat ini,” ujar H. Bustanul Arifin.

Beliau juga menyampaikan bahwa KBC merupakan inovasi pembelajaran yang sangat relevan di era modern, terutama di tengah derasnya pengaruh media sosial dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, pendidikan yang berlandaskan cinta akan melahirkan suasana belajar yang lebih humanis, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.

Kepala MIN 1 Pasuruan, bapak Abdul Qodir, S.Pd.I.,M.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan workshop ini merupakan langkah nyata madrasah dalam berbenah dan meningkatkan mutu layanan pendidikan. Dengan status sebagai madrasah percontohan KBC di tingkat MI Kabupaten Pasuruan, MIN 1 Pasuruan berkomitmen menjadi pelopor dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai akhlak dan karakter.

Melalui workshop ini, para guru diharapkan mampu mengimplementasikan KBC secara efektif di kelas masing-masing, sehingga tercipta lingkungan belajar yang lebih menyenangkan, bermakna, dan penuh kasih sayang.

Guru dan Kepala MIN 1 Pasuruan Ikuti Jalan Sehat HAB Kemenag ke-80

Pasuruan — Semangat kebersamaan dan kesehatan mewarnai peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke-80 yang digelar oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan melalui kegiatan jalan sehat di Lapangan Wonosari, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur satuan kerja madrasah, termasuk para guru dan Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd.

Sejak pagi hari, peserta sudah memadati lokasi kegiatan dengan mengenakan atribut olahraga dan penuh antusiasme. Jalan sehat ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan HAB Kemenag yang bertujuan mempererat silaturahmi antarpegawai, guru, serta tenaga kependidikan di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan.

Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga momentum memperkuat rasa kebersamaan.

“Jalan sehat ini menjadi sarana yang sangat baik untuk menjaga kesehatan sekaligus mempererat ukhuwah antar keluarga besar Kementerian Agama. Semangat HAB ke-80 ini mengingatkan kita untuk terus meningkatkan dedikasi dalam melayani pendidikan dan umat,” ujarnya.

Para guru MIN 1 Pasuruan juga tampak bersemangat mengikuti rute jalan sehat bersama ribuan peserta lainnya. Kegiatan berlangsung meriah dengan pembagian doorprize serta hiburan yang menambah semarak suasana.

Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, keluarga besar MIN 1 Pasuruan menunjukkan komitmen untuk terus mendukung program-program Kementerian Agama serta menumbuhkan budaya hidup sehat dan kebersamaan di lingkungan kerja. Peringatan HAB ke-80 pun menjadi momentum refleksi untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian dalam dunia pendidikan madrasah.

Perkuat Kualitas dan Pelayanan, Kepala MIN 1 Pasuruan Ikuti Rakorev Kepala MIN se-Jawa Timur

 


MALANG – Dalam upaya meningkatkan standar mutu pendidikan dan kualitas layanan publik, Kepala MIN 1 Pasuruan turut serta dalam agenda penting Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Kepala MIN se-Jawa Timur. Kegiatan yang diinisiasi oleh Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Provinsi Jawa Timur ini berlangsung selama dua hari, 23–24 Januari 2026, bertempat di Tychi Hotel, Malang.

Madrasah Menjadi Pilihan Utama Masyarakat

Acara ini dibuka langsung oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Pendma) Kanwil Kemenag Jawa Timur, Dr. H. Sugiyo, M.Pd. Dalam arahannya, beliau memberikan apresiasi tinggi terhadap perkembangan madrasah di Jawa Timur yang kian kompetitif.


Menurut Dr. Sugiyo, madrasah saat ini telah bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang semakin dicintai masyarakat. Indikator utamanya adalah lonjakan jumlah siswa yang signifikan, khususnya pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN).

"Meningkatnya kepercayaan masyarakat ini tidak lepas dari ruhuljihad para dewan guru yang terus berkhidmat dengan hati untuk madrasah," ujar Kabid Pendma di hadapan seluruh Kepala MIN se-Jawa Timur.

Dorongan Inovasi Tanpa Henti

Meski berada di atas angin dengan tren positif tersebut, Dr. Sugiyo menegaskan agar para Kepala Madrasah tidak cepat berpuas diri. Beliau menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Beberapa poin utama yang menjadi fokus dalam Rakorev kali ini meliputi:

  1. Evaluasi Program Kerja: Meninjau efektivitas program semester sebelumnya.
  2. Peningkatan Mutu Layanan: Digitalisasi administrasi dan transparansi informasi publik.
  3. Penguatan Karakter: Memastikan madrasah tetap menjadi benteng akhlak bagi generasi muda.

Komitmen MIN 1 Pasuruan

Keikutsertaan Kepala MIN 1 Pasuruan, bapak Abdul Qodir,S.Pd.I,M.Pd. dalam kegiatan ini menjadi bukti komitmen madrasah untuk terus bersinergi dengan kebijakan Kanwil Kemenag Jatim. Hasil dari koordinasi ini diharapkan dapat segera diimplementasikan untuk membawa MIN 1 Pasuruan menjadi madrasah yang lebih modern, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan wali murid serta siswa.

Dengan semangat kolaborasi ini, madrasah di Jawa Timur optimis dapat terus mencetak generasi yang cerdas secara intelektual dan kokoh secara spiritual.