google-site-verification: googlec37f5abc404fa346.html MIN 1 PASURUAN

Waka Kesiswaan 4.0: Ketika Kepemimpinan Dimulai dari Qolbu Kakanwil Kemenag Jatim Dorong Waka Kesiswaan Menjadi Pemimpin Kreatif, Penggerak Potensi, dan Katalisator Karakter Siswa

 

Kakanwil Kemenag Jatim Dorong Waka Kesiswaan Menjadi Pemimpin Kreatif, Penggerak Potensi, dan Katalisator Karakter Siswa

Dari MIN 1 Pasuruan : Ibu Eka Marginingsih,S.Pd

BATU — Wakil Kepala Madrasah (Waka) Bidang Kesiswaan memiliki peran strategis dalam membentuk wajah madrasah melalui pembinaan peserta didik, pengembangan potensi, penegakan kedisiplinan, hingga penguatan karakter. Karena itu, Waka Kesiswaan dituntut tidak hanya mampu mengelola kegiatan, tetapi juga menjadi pemimpin yang kreatif, humanis, dan mampu membaca kebutuhan siswa.


Pesan tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Kapasitas Waka Kesiswaan Jenjang MI, MTs, dan MA se-Jawa Timur Tahun 2026 yang digelar oleh Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Rabu–Jumat, 16–18 September 2026, di Kusuma Agrowisata Resort & Convention Hotel, Batu, Jawa Timur.

Mengusung tema “Waka Kesiswaan 4.0: Pemimpin Kreatif, Penggerak Potensi, dan Katalisator Karakter Siswa”, kegiatan ini menjadi ruang penguatan kompetensi sekaligus refleksi bagi para pengelola kesiswaan madrasah di Jawa Timur.

Dalam pengarahan pembukaan, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I, memberikan penekanan khusus tentang makna kepemimpinan kreatif.

“Pemimpin kreatif adalah pemimpin pada level thoriqoh. Pemimpin yang berpikir tentang manfaat, tanggung jawab, dan kebajikan.”

Menurutnya, ketika seorang pemimpin telah menjadikan manfaat, tanggung jawab, dan kebajikan sebagai dasar berpikir, maka kepemimpinan akan bergerak ke tahap berikutnya, yakni mampu menentukan program apa yang seharusnya diterapkan di lembaganya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa program kesiswaan seharusnya tidak berhenti pada rutinitas administratif. Setiap kegiatan harus memiliki arah, memberikan manfaat, dan menjawab kebutuhan nyata peserta didik.

Menangani Siswa dengan Pendekatan Qolbu

Salah satu pesan penting dalam pengelolaan kesiswaan adalah bagaimana menghadapi siswa yang sedang mengalami persoalan.

Dalam konteks tersebut, pendekatan qolbu menjadi penting. Penanganan siswa bermasalah diarahkan melalui pola yang humanis dan familier, sehingga siswa tidak hanya diposisikan sebagai pihak yang harus diberi sanksi, tetapi juga sebagai pribadi yang perlu dipahami dan dibimbing.

Pendekatan humanis menuntut Waka Kesiswaan dan guru untuk melihat kondisi siswa secara utuh. Setiap perilaku memiliki konteks dan membutuhkan respons yang tepat.

Dengan komunikasi yang dekat, penuh perhatian, dan tetap berpegang pada prinsip pendidikan, pembinaan diharapkan dapat membantu siswa menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan kembali berkembang secara positif.

Tiga Hari Memperkuat Kompetensi Kesiswaan

Selama tiga hari pelaksanaan FGD, peserta mendapatkan berbagai materi yang berkaitan langsung dengan tantangan pengelolaan peserta didik di madrasah.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan Pengarahan Kebijakan Teknis Madrasah Jatim dari Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Dr. Sugiyo, M.Pd.

Selanjutnya, Dr. Arini Indah Nihayaty, M.Si, Kepala Tim Kesiswaan Kanwil Jatim, menyampaikan materi Manajemen Data Kesiswaan: Optimalisasi Pengelolaan Data Digital yang Akuntabel.

Materi berikutnya bertajuk “Memimpin dengan Cinta”, yang mengangkat peran Waka Kesiswaan sebagai arsitek ekosistem madrasah yang aman, berkarakter, dan berdampak. Materi ini disampaikan oleh H. Agus Yulianto, S.Pd., M.Pd.

Hari kedua diawali dengan outbound dan leadership team building untuk membangun kerja sama, karakter, dan kepemimpinan.

Peserta kemudian mendapatkan materi tentang Pendekatan Disiplin Positif dalam Merespon Kekerasan dan Eksploitasi Seksual Online pada Anak (OCSEA) yang disampaikan oleh Dita Amali, S.Sos., M.Psi., Direktur PLATO Foundation.

Pada malam harinya, peserta mengikuti materi Peran Waka Kesiswaan sebagai Fasilitator Psychological First Aid (PFA) dalam Penanganan Masalah Mental Siswa bersama Dr. Ilham Nur Alfian, M.Psi., Psikolog Universitas Airlangga.

Sementara itu, pada hari ketiga, penguatan diarahkan pada kebijakan kesiswaan nasional dan regulasi kesiswaan madrasah terkini dari pusat yang disampaikan oleh H. Solla Taufiq, S.H.I., Kasubdit Kesiswaan Kementerian Agama RI.

Kegiatan ditutup dengan presentasi kelompok mengenai Rencana Tindak Lanjut (RTL), evaluasi program, dan penyusunan rencana aksi.

Dari Batu untuk Madrasah

FGD ini menjadi momentum untuk membawa perspektif baru dalam pengelolaan kesiswaan. Waka Kesiswaan tidak lagi hanya dipandang sebagai pengelola kegiatan siswa, tetapi sebagai sosok yang memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, inklusif, berkarakter, dan berpihak pada tumbuh kembang peserta didik.

Semangat Waka Kesiswaan 4.0 pada akhirnya bukan sekadar tentang penggunaan teknologi atau digitalisasi pengelolaan data. Lebih dari itu, 4.0 juga berbicara tentang cara berpikir, cara memimpin, cara memahami siswa, dan cara menghadirkan program yang benar-benar memberikan manfaat.

Dari Batu, semangat itu dibawa kembali ke madrasah masing-masing: memimpin dengan kreativitas, menggerakkan potensi dengan cinta, dan membentuk karakter siswa dengan pendekatan qolbu.

Kutipan Utama

“Pemimpin kreatif adalah pemimpin pada level thoriqoh. Pemimpin yang berpikir tentang manfaat, tanggung jawab, dan kebajikan.”
Dr. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur

 

AKG

 

1. Panduan

2. SEB

3. Konfigurasi

Peringati Hari Jadi Kabupaten Pasuruan di Lapangan Singo Barong, Kepala MIN 1 Pasuruan Abdul Qodir Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Unggul

PRIGEN, PASURUAN — Suasana khidmat, anggun, dan penuh rasa bangga menyelimuti kawasan wisata The Pinus Prigen, Kabupaten Pasuruan, pada Jumat, 18 September 2026. Di tempat tersebut, tepatnya di Lapangan Singo Barong, Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan. Berada di tengah kesejukan udara lereng pegunungan dan naungan pepohonan pinus yang asri, perhelatan bersejarah ini dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, pejabat dinas, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para kepala lembaga pendidikan dari berbagai tingkatan.

Di antara barisan tamu undangan yang hadir memenuhi tribun kehormatan, tampak Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan, Abdul Qodir, M.Pd. Beliau hadir secara langsung untuk mengikuti seluruh rangkaian prosesi upacara hingga selesai. Kehadiran beliau tidak hanya sebagai bentuk pemenuhan undangan formal pemerintah daerah, melainkan juga simbol dukungan penuh institusi pendidikan madrasah terhadap kemajuan, kesejahteraan, dan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Pasuruan.

Suasana Khidmat Berlatar Keindahan Alam Prigen

Penetapan Lapangan Singo Barong, The Pinus Prigen, sebagai lokasi upacara peringatan tahun 2026 ini memberikan nuansa tersendiri yang berbeda dari pelaksanaan di tahun-tahun sebelumnya. Pemilihan kawasan bernuansa alam terbuka ini secara tidak langsung mengeksplorasi dan mempromosikan potensi pariwisata daerah yang menjadi salah satu kebanggaan warga Pasuruan.

Prosesi upacara diawali dengan laporan perwira upacara, dilanjutkan dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Seluruh peserta upacara, mulai dari pasukan TNI, Polri, ASN Pemkab Pasuruan, jajaran Kemenag, hingga perwakilan siswa-siswi, tampak berdiri tegap penuh khidmat mengikuti setiap tahapan acara.

Salah satu momen paling menyentuh dalam rangkaian perhelatan tersebut adalah pembacaan riwayat singkat sejarah Kabupaten Pasuruan. Melalui pembacaan kilas balik sejarah ini, seluruh hadirin diajak untuk mengenang kembali rekam jejak perjuangan, kearifan lokal, serta fondasi peradaban yang telah diwariskan oleh para pendahulu. Nilai-nilai sejarah inilah yang terus direvitalisasi untuk menjawab tantangan zaman di masa modern.

Amanat Pimpinan Daerah: Dorong Kolaborasi dan Inovasi

Dalam amanatnya, Bupati Pasuruan selaku inspektur upacara menyampaikan puji syukur atas perjalanan panjang daerah yang terus menunjukkan tren perkembangan positif di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, infrastruktur, pelayanan publik, hingga sektor pendidikan dan keagamaan.

Pimpinan daerah menegaskan bahwa capaian pembangunan yang dirasakan saat ini merupakan buah manis dari kerja keras, gotong royong, dan sinergi yang terjalin antara pemerintah, instansi keagamaan, serta seluruh lapisan masyarakat. Di tengah dinamika global yang terus berubah, tantangan utama ke depan adalah bagaimana menjaga konsistensi pembangunan manusia yang berdaya saing, berkarakter, dan berakhlak mulia.

Upacara peringatan ini juga dimeriahkan oleh pertunjukan seni dan budaya lokal khas Pasuruan yang dibawakan secara kolosal oleh para generasi muda. Perpaduan tari tradisional dan musik gamelan yang melantun merdu di tengah lapangan rumput Singo Barong semakin memperkuat rasa cinta tanah air dan kebanggaan terhadap identitas budaya lokal.

Pernyataan dan Apresiasi Kepala MIN 1 Pasuruan

Ditemui secara khusus usai pelaksanaan upacara, Kepala MIN 1 Pasuruan, Abdul Qodir, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas suksesnya penyelenggaraan peringatan hari jadi tersebut. Beliau menyampaikan ucapan selamat dan doa terbaik untuk Kabupaten Pasuruan.

“Atas nama keluarga besar MIN 1 Pasuruan, kami mengucapkan selamat Hari Jadi Kabupaten Pasuruan yang memperingati perjalanan sejarahnya yang begitu panjang dan gemilang. Kehadiran kami di sini merupakan wujud nyata kebersamaan dan komitmen madrasah dalam mendukung visi besar pemerintah daerah,” tutur Abdul Qodir dengan penuh semangat.

Menurut beliau, momentum peringatan hari jadi ini hendaknya dijadikan sebagai ajang refleksi bagi seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan. Pendidikan, khususnya pada tingkat dasar seperti Madrasah Ibtidaiyah, merupakan fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia yang akan melanjutkan roda pembangunan daerah di masa depan.

Sinergi Pendidikan Madrasah dan Pembangunan Daerah

Lebih lanjut, Abdul Qodir menjelaskan bahwa MIN 1 Pasuruan sebagai lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama senantiasa berkomitmen untuk menyelaraskan program pendidikan madrasah dengan arah kebijakan pembangunan daerah. Kurikulum yang diterapkan tidak hanya menekankan pada akademis dan keagamaan, tetapi juga pembentukan karakter, wawasan lingkungan, dan literasi digital.

“Kami di MIN 1 Pasuruan percaya bahwa pembangunan fisik yang megah harus diimbangi dengan pembangunan jiwa dan karakter peserta didik. Melalui pemahaman agama yang mendalam, penanaman nilai-nilai moral, serta penguatan kearifan lokal Pasuruan, kami berikhtiar melahirkan siswa-siswi yang cerdas, berprestasi, dan berakhlakul karimah,” tambahnya.

Beliau juga mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan yang terus memberikan ruang serta dukungan bagi kemajuan madrasah. Sinergi yang harmonis antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan keagamaan terbukti mampu menciptakan iklim belajar yang kondusif serta melahirkan berbagai prestasi peserta didik di tingkat provinsi maupun nasional.

Harapan dan Doa untuk Kabupaten Pasuruan

Menutup keterangannya, Abdul Qodir menyampaikan harapan mendalam agar Kabupaten Pasuruan senantiasa dilimpahi keberkahan, kedamaian, dan kemajuan yang merata di seluruh wilayah, dari lereng pegunungan hingga kawasan pesisir.

“Harapan kami, Kabupaten Pasuruan ke depan semakin maju, mandiri, dan sejahtera. Kami berdoa agar seluruh masyarakat Pasuruan selalu berada dalam lindungan Allah SWT, serta para pemimpin daerah diberikan kekuatan dan kearifan dalam membawa daerah ini menuju masa depan yang lebih cemerlang. MIN 1 Pasuruan siap terus berkontribusi mencetak generasi penerus bangsa yang unggul untuk Pasuruan yang kita banggakan,” pungkasnya.

Acara upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan di Lapangan Singo Barong diakhiri dengan pembacaan doa bersama, sesi ramah tamah, serta pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur. Seluruh tamu undangan, termasuk jajaran kepala madrasah dan sekolah, berbaur dalam kehangatan dan kebersamaan, menutup rangkaian peringatan bersejarah tersebut dengan penuh optimisme.

Perkuat Arah Kebijakan, MIN 1 Pasuruan Hadiri Reviu Renstra 2025–2029 dan Sinkronisasi Perkin 2026 Kankemenag Kab. Pasuruan


PASURUAN, 17 September 2026 — Dalam rangka menyelaraskan arah kebijakan, program strategis, serta efektivitas capaian kinerja pendidikan madrasah untuk lima tahun ke depan, jajaran pimpinan MIN 1 Pasuruan menghadiri Kegiatan Reviu Rencana Strategis (Renstra) Madrasah Tahun 2025–2029 dan Sinkronisasi Perjanjian Kinerja (Perkin) Madrasah Tahun 2026.

Acara yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan ini berlangsung selama dua hari, Rabu dan Kamis (16–17 September 2026), bertempat di Aula Al Ikhlas Kankemenag Kabupaten Pasuruan mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Delegasi dari MIN 1 Pasuruan dihadiri langsung oleh Kepala Madrasah, Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd., bersama Bapak Musthofa Hadi dan Bapak Zamroni Lutfi. Kehadiran jajaran pimpinan ini menegaskan komitmen MIN 1 Pasuruan untuk terus menyelaraskan tata kelola serta program kerjanya dengan standar instansi pembina.

Salah satu momen penting dalam forum ini adalah tampilnya Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum (Wakakur) MIN 1 Pasuruan, Bapak Zamroni Lutfi, yang bertindak sebagai penyaji Renstra. Dalam pemaparannya, beliau menyajikan capaian target strategis, pemetaan mutu pembelajaran, hingga pemutakhiran program kerja MIN 1 Pasuruan untuk periode 2025–2029 agar dapat bersinergi secara optimal dengan instrumen Perkin 2026.

Kegiatan yang diikuti oleh jajaran Pejabat Subbag TU, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, para Kepala Madrasah, Waka, Kepala TU, hingga JFT Perencana di lingkungan Kankemenag Kabupaten Pasuruan ini menjadi wadah krusial untuk memastikan seluruh program pendidikan madrasah berjalan terarah, terukur, dan akuntabel demi kemajuan pendidikan madrasah di Kabupaten Pasuruan.

Tingkatkan Ibadah dan Mohon Kelancaran Perjusa, MIN 1 Pasuruan Gelar Istighosah di Jumat Legi

 




PASURUAN — Bertepatan pada Jumat Legi, 11 September 2026, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan menggelar kegiatan istighosah bersama yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan.

Suasana khusyuk menyelimuti area madrasah sejak pagi hari. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk ikhtiar batin untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperbanyak pembacaan kalimat-kalimat thayyibah dan ayat suci Al-Qur'an.

Memohon Keselamatan Agenda Perjusa di Pelataran Arjuno

Selain menjadi momen penguatan spiritual, istighosah kali ini difokuskan sebagai wadah doa bersama untuk menyambut rangkaian kegiatan Perkemahan Jumat Sabtu (Perjusa) yang akan digelar di Pelataran Arjuno.

Melalui majelis doa ini, keluarga besar MIN 1 Pasuruan berharap seluruh rangkaian agenda Perjusa dapat berjalan aman, lancar, dan memberikan manfaat kepemimpinan bagi para siswa.

“Selain persiapan fisik dan logistik, kesiapan mental serta doa menjadi pondasi utama. Melalui istighosah ini, kita memohon agar seluruh peserta Perjusa di Pelataran Arjuno diberikan kesehatan, keselamatan, dan perlindungan dari Allah SWT,” Sanmbutan Kepala Madrasah bapak abdul Qodir,S.Pd.I.,M.Pd.

Acara diakhiri dengan pembacaan doa keselamatan bersama. Diharapkan nilai-nilai keagamaan yang ditanamkan melalui kegiatan istighosah ini dapat terus melekat pada diri seluruh peserta didik MIN 1 Pasuruan, baik di dalam kelas maupun saat beraktivitas di alam terbuka.

 

Guru Memanusiakan Siswa, Siswa Pantang Menyerah dalam Belajar




PASURUAN — Pendidikan bukan sekadar proses menyampaikan ilmu pengetahuan. Lebih dari itu, pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia, membangun karakter, menumbuhkan kedisiplinan, sekaligus menanamkan semangat untuk terus belajar dalam kondisi apa pun.

Pesan tersebut menjadi perhatian penting dalam pelaksanaan pendidikan di madrasah. Guru tidak hanya dituntut menjalankan tugas pembelajaran, tetapi juga mampu memahami setiap peserta didik dengan segala kondisi dan karakter yang berbeda.

Dalam menjalankan tugasnya, guru perlu memanusiakan siswa dalam setiap kegiatan di madrasah, baik dalam proses pembelajaran maupun kegiatan di luar pembelajaran. Sikap adil dan disiplin dalam seluruh aspek pendidikan juga menjadi bagian penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan kondusif.

Selain itu, setiap perilaku siswa perlu dihargai dan dipahami berdasarkan kondisi serta keadaan yang sedang dihadapi. Pendekatan yang humanis diharapkan mampu membuat siswa merasa dihargai, diterima, dan mendapatkan ruang untuk berkembang.

Di sisi lain, para siswa juga diingatkan untuk memiliki semangat pantang menyerah. Dalam keadaan apa pun, termasuk ketika menghadapi kesulitan, siswa harus terus berusaha dan tidak mudah menyerah. Pendidikan harus tetap menjadi prioritas meskipun berbagai keterbatasan menghadang.

Keterbatasan fasilitas bukan alasan untuk berhenti belajar. Kesungguhan, kemauan, dan semangat untuk maju menjadi modal utama dalam meraih cita-cita. Bahkan dalam kondisi yang serba terbatas, siswa diharapkan tetap mampu menunjukkan kepedulian dengan berbagi kepada sesama.

Kutipan Singkat

Pesan untuk Guru:

  • “Memanusiakan siswa dalam setiap kegiatan di madrasah, baik pembelajaran maupun di luar pembelajaran.”
  • “Menjalankan kedisiplinan dalam semua aspek pendidikan dengan selalu bersikap adil kepada siswa.”
  • “Menghargai setiap tingkah laku siswa sesuai dengan kondisi dan keadaan yang berlangsung.”

Pesan untuk Siswa:

  • “Selalu berusaha dalam keadaan apa pun, terutama dalam keadaan sulit.”
  • “Utamakan pendidikan, sesulit apa pun keadaan yang dihadapi.”
  • “Bersungguh-sungguh dalam belajar walaupun fasilitas yang dibutuhkan sangat minim.”
  • “Tetap mampu berbagi walaupun apa yang dimiliki sangat terbatas.”

Semangat tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fasilitas, tetapi juga oleh ketulusan guru dalam mendidik dan kegigihan siswa dalam belajar. Dari keterbatasan sekalipun, semangat belajar dan kepedulian dapat tumbuh menjadi kekuatan untuk meraih masa depan.

 

Koordinasi dan Evaluasi Bidang Kesiswaan, Perkuat Pembinaan Peserta Didik MIN 1 Pasuruan

 




Pasuruan, Selasa, 15 September 2026 — Dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan dan pembinaan peserta didik, MIN 1 Pasuruan melaksanakan kegiatan Koordinasi dan Evaluasi Bidang Kesiswaan pada Selasa, 15 September 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 12.30 WIB bertempat di Ruang Kelas 1A MIN 1 Pasuruan. Pertemuan menjadi momentum penting untuk melakukan koordinasi sekaligus mengevaluasi berbagai program dan kegiatan yang berkaitan dengan bidang kesiswaan.

Dalam kegiatan ini, dilakukan pembahasan mengenai pelaksanaan program kesiswaan yang telah berjalan, berbagai perkembangan peserta didik, serta hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian dan tindak lanjut. Evaluasi dilakukan sebagai upaya memastikan setiap program dapat berjalan secara efektif, tertib, dan memberikan dampak positif bagi perkembangan peserta didik.

Koordinasi juga diarahkan untuk memperkuat sinergi antarunsur madrasah dalam memberikan pelayanan dan pembinaan kepada siswa. Dengan komunikasi dan kerja sama yang baik, diharapkan berbagai kegiatan kesiswaan dapat dilaksanakan secara lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Kegiatan koordinasi dan evaluasi ini diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan MIN 1 Pasuruan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang peserta didik, baik dalam aspek akademik, karakter, kedisiplinan, maupun pengembangan bakat dan minat.

Melalui evaluasi secara berkala, bidang kesiswaan dapat terus melakukan perbaikan dan menyusun langkah strategis untuk meningkatkan mutu layanan serta pembinaan peserta didik di MIN 1 Pasuruan.

MIN 1 Pasuruan Ikuti Launching “1 Pengawas 1 Madrasah”, Perkuat Piloting Kurikulum Berbasis Cinta

 

PASURUAN — Gerakan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) terus diperkuat di lingkungan madrasah Kabupaten Pasuruan. Salah satunya melalui program “1 Pengawas 1 Madrasah” yang resmi dilaunching pada Senin, 14 September 2026, bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan.


Kegiatan launching tersebut dibuka oleh Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan, H. Achmad SHAMPTON, S.Hi., M.Ag. Dalam arahannya, beliau menegaskan pentingnya implementasi KBC yang tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi benar-benar tercermin dalam praktik pendidikan di madrasah.

Beliau menekankan bahwa pelaksanaan KBC harus mengilhami nilai-nilai pendidikan sebagaimana dijelaskan dalam kitab Ta’lim Muta’allim. Pendidikan, menurutnya, harus mampu membangun hubungan yang baik antara guru dan peserta didik serta menempatkan proses pembelajaran sebagai ruang untuk tumbuh dan berkembang bersama.

Hadir dalam acara :

- Plt. Kepala Kankemenag Kab. Pasuruan, H. Achmad Shampto, S.HI, M.Ag

- Kasi Pendma, H. Bustanul Arifin, S.Pd, M.Pd

- Ketua Pokjawas Arif Furqon, S.Ag, M.Si

- Pengawas Madrasah

- Kepala Madrasah, RA, MI, MTs dan MA

- piloting KBC

Salah satu pesan penting yang disampaikan adalah perlunya perubahan paradigma guru dalam memandang peserta didik.

“Siswa itu bukan objek, tetapi subjek yang harus kita dampingi,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga hadir sebagai pendamping, pembimbing, dan teladan bagi peserta didik.

Dalam konsep KBC, nilai cinta diharapkan hadir dalam berbagai aktivitas pendidikan, mulai dari proses pembelajaran, interaksi guru dan siswa, budaya madrasah, hingga pembentukan karakter peserta didik.

MIN 1 Pasuruan Jadi Salah Satu Madrasah Piloting KBC

MIN 1 Pasuruan menjadi salah satu dari tiga madrasah piloting Kurikulum Berbasis Cinta Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Karena itu, keikutsertaan MIN 1 Pasuruan dalam launching program “1 Pengawas 1 Madrasah” menjadi momentum penting untuk semakin memperkuat pelaksanaan KBC di madrasah.

Dengan penuh semangat, MIN 1 Pasuruan mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari komitmen untuk terus mengembangkan pendidikan yang humanis dan berorientasi pada kebutuhan serta potensi peserta didik.

Program 1 Pengawas 1 Madrasah diharapkan dapat memberikan pendampingan yang lebih intensif kepada madrasah dalam mengimplementasikan KBC. Pengawas tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga menjadi mitra madrasah dalam memastikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dapat diterapkan secara nyata.

Bagi MIN 1 Pasuruan, implementasi KBC merupakan bagian dari ikhtiar membangun madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan lingkungan pendidikan yang ramah, penuh kasih sayang, menghargai potensi siswa, dan menumbuhkan karakter positif.

Launching “1 Pengawas 1 Madrasah” pun menjadi langkah awal untuk semakin menguatkan semangat tersebut.

Dengan ilmu yang membimbing, keteladanan yang menginspirasi, dan cinta yang menyertai, MIN 1 Pasuruan siap menjadi bagian dari gerakan transformasi pendidikan madrasah melalui Kurikulum Berbasis Cinta.

Tingkatkan Kapasitas dan Kinerja Pelayanan TPG, Operator EMIS GTK RA dan MI se-Jawa Timur Didorong untuk Semakin SMART


Jawa Timur 08-09 September 2026  — Upaya meningkatkan kapasitas dan kinerja pelayanan Tunjangan Profesi Guru (TPG) madrasah terus dilakukan melalui penguatan kompetensi para operator EMIS GTK. Kegiatan peningkatan kapasitas dan kinerja pelayanan TPG Madrasah bagi Operator EMIS GTK jenjang Raudhatul Athfal (RA) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Jawa Timur menjadi momentum penting untuk mewujudkan layanan administrasi yang semakin profesional, responsif, dan berbasis digital.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi Overview Best Practices Layanan EMIS GTK. Materi ini menekankan pentingnya membangun layanan EMIS GTK yang mampu memberikan manfaat nyata bagi madrasah, guru, dan seluruh pemangku kepentingan.

Best practices layanan EMIS GTK diarahkan pada tiga prinsip utama, yaitu sejahtera, profesional, dan digital. Ketiga prinsip tersebut menjadi landasan dalam menghadirkan pelayanan yang berkualitas sekaligus mendukung pengelolaan data GTK dan pelayanan TPG yang lebih efektif, transparan, serta akuntabel.

Selain itu, para operator juga ditekankan untuk memiliki karakter SMART dalam memberikan pelayanan. SMART tersebut merupakan akronim dari:

S — Sigap, mampu merespons kebutuhan dan permasalahan dengan cepat.

M — Menarik, memberikan pelayanan dengan komunikasi dan penyajian informasi yang baik.

A — Antusias, memiliki semangat dan motivasi dalam menjalankan tugas.

R — Ramah, memberikan pelayanan dengan sikap santun, humanis, dan penuh penghargaan.

T — Teliti, memastikan setiap data dan proses administrasi dilakukan secara cermat dan akurat.

Karakter SMART menjadi bagian penting dalam membangun budaya pelayanan operator EMIS GTK. Operator tidak hanya dituntut menguasai aspek teknis pengelolaan sistem, tetapi juga harus mampu memberikan pelayanan yang humanis dan profesional.

Seluruh peserta mengikuti materi overview pada pukul 14.00 WIB yang bertempat di Kartika Hall. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembukaan acara yang dilaksanakan oleh Bapak Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama pada pukul 15.30 WIB.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, seluruh peserta diwajibkan sudah berada di Kartika Hall pada pukul 15.00 WIB dengan mengenakan pakaian batik.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kapasitas operator EMIS GTK jenjang RA dan MI se-Jawa Timur semakin meningkat, sehingga mampu memberikan pelayanan TPG yang lebih cepat, tepat, akurat, profesional, dan berbasis digital.

Peningkatan kualitas operator pada akhirnya diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap tata kelola data madrasah serta mendukung terwujudnya pelayanan pendidikan madrasah yang semakin sejahtera, profesional, dan digital.

Dari MIN 1 Pasuruan oleh Ashlihatut Dian Novia

MIN 1 Pasuruan Lantik Anggota PMR di Perkemahan Palataran Arjuno

 

Pasuruan, 11 September 2026 — Dalam rangka menanamkan kepedulian terhadap kesehatan dan membangun jiwa kemanusiaan sejak dini, MIN 1 Pasuruan mengadakan kegiatan pelantikan anggota Palang Merah Remaja (PMR) yang berlangsung di Perkemahan Palatarn Arjuno pada Jumat sore, 11 September 2026.

Kegiatan pelantikan berlangsung dalam suasana penuh semangat dan kekeluargaan. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib sebagai bagian dari proses pembentukan karakter, kedisiplinan, kepedulian, serta kesiapsiagaan dalam memberikan pertolongan kepada sesama.

Pelantikan anggota PMR secara langsung dilakukan oleh Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir. Dalam kegiatan tersebut, beliau memberikan motivasi kepada para anggota PMR agar tidak hanya memahami keterampilan dasar kesehatan dan pertolongan pertama, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

“Menjadi anggota PMR bukan hanya tentang belajar kesehatan dan pertolongan pertama, tetapi juga belajar peduli, membantu, dan menolong sesama dengan penuh keikhlasan,” pesan Abdul Qodir kepada para peserta.

Kegiatan di alam terbuka seperti Perkemahan Palatarn Arjuno juga menjadi sarana yang tepat untuk melatih kemandirian, kerja sama, tanggung jawab, dan keberanian para peserta didik. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah, keluarga, maupun masyarakat.

Melalui pelantikan ini, MIN 1 Pasuruan berharap anggota PMR dapat menjadi pelopor hidup sehat, tanggap terhadap kondisi di sekitarnya, serta memiliki semangat kemanusiaan dan kepedulian untuk menolong sesama.

Kegiatan pelantikan PMR ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen MIN 1 Pasuruan dalam mengembangkan potensi peserta didik tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam bidang kesehatan, sosial, kemanusiaan, kepemimpinan, dan pembentukan karakter.


MIN 1 Pasuruan Menjadi Titik Lokasi Pelaksanaan OMI 2026 Tingkat Kabupaten, Kunjungan Kasubdit Kesiswaan Kemenag RI Menambah Keistimewaan

Pasuruan, 9 September 2026 — Pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 Tingkat Kabupaten di MIN 1 Pasuruan menjadi momentum istimewa dengan hadirnya kunjungan H. Sholla Taufiq, S.Hi., Kasubdit Kesiswaan Direktorat KSKK Madrasah Kementerian Agama RI, pada Rabu, 9 September 2026.


MIN 1 Pasuruan dipercaya sebagai salah satu titik lokasi pelaksanaan OMI 2026 Tingkat Kabupaten. Kepercayaan ini menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus menunjukkan peran madrasah dalam mendukung pelaksanaan kegiatan akademik dan pengembangan potensi peserta didik.

Kunjungan H. Sholla Taufiq, S.Hi. menambah keistimewaan tersendiri bagi pelaksanaan OMI 2026 di MIN 1 Pasuruan. Kehadiran beliau menjadi bentuk perhatian dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan kesiswaan serta upaya madrasah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendorong prestasi dan kompetisi secara sehat.

Dalam kesempatan tersebut, suasana pelaksanaan OMI berlangsung dengan penuh semangat. Para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias, sementara panitia dan pihak madrasah berupaya memastikan seluruh rangkaian pelaksanaan berjalan tertib, lancar, dan sesuai ketentuan.

Bagi MIN 1 Pasuruan, pelaksanaan OMI 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat budaya berprestasi, menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik, serta membangun semangat untuk terus mengembangkan kemampuan akademik.

Kepala MIN 1 Pasuruan, Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan bahwa kepercayaan menjadikan MIN 1 Pasuruan sebagai titik lokasi OMI 2026 merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Kunjungan Kasubdit Kesiswaan Direktorat KSKK Madrasah Kemenag RI juga menjadi motivasi bagi seluruh warga madrasah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dan pembinaan prestasi siswa.

“Menjadi titik lokasi pelaksanaan OMI 2026 Tingkat Kabupaten merupakan sebuah kehormatan bagi MIN 1 Pasuruan. Kehadiran Bapak H. Sholla Taufiq, S.Hi. menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan mendukung peserta didik agar berani berkompetisi serta meraih prestasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pelaksanaan OMI di MIN 1 Pasuruan diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta. Kompetisi ini bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang proses belajar, sportivitas, ketekunan, dan keberanian untuk menunjukkan kemampuan terbaik.

Dengan terselenggaranya OMI 2026 Tingkat Kabupaten di MIN 1 Pasuruan, madrasah terus berkomitmen untuk mendukung berbagai program pengembangan potensi peserta didik. Kunjungan Kasubdit Kesiswaan Direktorat KSKK Madrasah Kemenag RI menjadi bagian penting dari momentum tersebut, sekaligus menambah semangat MIN 1 Pasuruan untuk terus berkontribusi dalam memajukan pendidikan madrasah.An.