google-site-verification: googlec37f5abc404fa346.html MIN 1 PASURUAN

Sentuhan Magis Ibu Novi, Jadikan Pagar Nusa Ekstrakurikuler Favorit di MIN 1 Pasuruan

 

PASURUAN – Keberadaan ekstrakurikuler di madrasah seringkali menjadi penentu minat bakat siswa di luar jam akademik. Di MIN 1 Pasuruan, kesuksesan luar biasa berhasil ditorehkan oleh Ibu Novi, pembina ekstrakurikuler Pagar Nusa. Berkat tangan dingin dan dedikasinya, seni bela diri khas Nahdlatul Ulama ini berhasil disulap menjadi salah satu ekstrakurikuler paling favorit dan bergengsi di madrasah tersebut.

Dahulu, Pagar Nusa mungkin dianggap sebagai kegiatan sampingan. Namun, di bawah kepemimpinan Ibu Novi, paradigma tersebut berubah total. Ia berhasil mengemas latihan menjadi sesi yang disiplin, namun tetap menyenangkan dan memotivasi anak-anak.

"Kuncinya adalah menanamkan kecintaan pada budaya bangsa dan nilai-nilai akhlakul karimah melalui bela diri. Saya ingin anak-anak merasa bangga memakai seragam Pagar Nusa, bukan sekadar ikut-ikutan," ujar Ibu Novi saat ditemui di sela-sela latihan.

Pendekatan Ibu Novi yang humanis dan dekat dengan siswa membuat anggota Pagar Nusa terus membludak setiap tahun ajaran baru. Ia tidak hanya mengajarkan teknik fisik seperti jurus dan bantingan, tetapi juga menekankan pentingnya mental spiritual, kesopanan, dan kedisiplinan.

Dampak positifnya sangat terasa. Prestasi demi prestasi mulai ditorehkan oleh tim Pagar Nusa MIN 1 Pasuruan dalam berbagai ajang kejuaraan pencak silat tingkat daerah maupun regional. Hal ini semakin meningkatkan kepercayaan diri para siswa dan kebanggaan orang tua.

Kepala MIN 1 Pasuruan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian Ibu Novi. "Ibu Novi berhasil memberikan warna baru. Pagar Nusa sekarang bukan hanya tentang bela diri, tapi sudah menjadi ikon keunggulan non-akademik di madrasah kami," tuturnya.

Dengan semangat yang terus menyala, Ibu Novi berkomitmen untuk terus mencetak generasi muda yang tidak hanya sehat fisik, tetapi juga kuat iman dan berkarakter mulia.

Kembangkan Motorik dan Kekompakan, Ibu Tatik, S.Pd Ajak Siswa MIN 1 Pasuruan Berlatih "Gerobak Dorong"


PASURUAN – Suasana ceria dan penuh semangat menyelimuti lapangan MIN 1 Pasuruan di suatu pagi. Ibu Tatik, S.Pd, salah satu pendidik di madrasah tersebut, tampak aktif memimpin kegiatan olahraga bagi siswa-siswinya.

Berbeda dengan olahraga konvensional, Ibu Tatik mengajak siswa untuk mempraktikkan gerakan permainan tradisional yang mengandalkan kekuatan fisik dan kerjasama, yaitu gerobak dorong.

Dalam sesi latihan tersebut, dua siswa perempuan, Fatimah dan Sabela, tampak antusias mengikuti instruksi. Fatimah bertindak sebagai pendorong, sementara Sabela menjadi "gerobak" dengan posisi tangan menumpu di tanah dan kaki dipegang oleh Fatimah.

Ibu Tatik menjelaskan bahwa latihan ini bertujuan untuk meningkatkan motorik kasar, kekuatan otot lengan, serta keseimbangan siswa.

"Gerakan gerobak dorong ini sangat baik untuk melatih kekuatan otot bahu dan lengan anak-anak. Selain itu, permainan ini menuntut kepercayaan dan kerjasama tim yang kuat antara satu anak dengan yang lain, seperti yang ditunjukkan Fatimah dan Sabela tadi," ujar Ibu Tatik di sela-sela latihan.

Latihan berlangsung seru meski harus memeras keringat. Fatimah dan Sabela berhasil menyelesaikan tantangan melintasi lintasan yang ditentukan dengan kompak.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus memotivasi siswa MIN 1 Pasuruan untuk aktif berolahraga dengan cara yang menyenangkan dan mendidik.

Inovasi Pembelajaran: Ibu Eka Yuliana Hidupkan Konsep Resonansi Bunyi di MIN 1 Pasuruan

 

PASURUAN – Pembelajaran Sains seringkali dianggap sulit jika hanya terpaku pada buku teks. Namun, di tangan Ibu Eka Yuliana, S.Pd.I., guru inovatif di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan, materi fisika tentang "Resonansi Bunyi" berubah menjadi pengalaman belajar yang interaktif dan penuh antusiasme.

Metode Praktikum Kreatif

Ibu Eka berhasil menarik perhatian para siswa dengan menggunakan alat peraga sederhana namun efektif, seperti garpu tala, berbagai jenis wadah air, dan alat musik bambu. Beliau menunjukkan bagaimana getaran dari satu benda dapat memicu getaran pada benda lain—sebuah fenomena yang dikenal sebagai resonansi.

"Tujuan saya adalah agar siswa tidak hanya menghafal definisi, tapi 'mendengar' dan 'melihat' bagaimana ilmu pengetahuan bekerja di sekitar mereka," ujar Ibu Eka 

Dampak Positif bagi Siswa

Metode ini terbukti memberikan dampak signifikan bagi prestasi siswa:

  • Peningkatan Pemahaman: Skor rata-rata ujian materi Bunyi meningkat tajam hingga 30%.

  • Keterampilan Psikomotorik: Siswa mampu merancang eksperimen resonansi mandiri menggunakan botol kaca bekas.

  • Antusiasme Belajar: Kelas menjadi lebih hidup dan kolaboratif.

Apresiasi dari Madrasah

Kepala MIN 1 Pasuruan memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi Ibu Eka. Beliau dinilai berhasil membuktikan bahwa keterbatasan alat laboratorium bukan penghalang untuk menghadirkan pendidikan berkualitas berstandar nasional.

Prestasi Ibu Eka Yuliana ini diharapkan menjadi pemantik bagi guru-guru lain di lingkungan madrasah untuk terus berinovasi dalam menyampaikan materi yang dianggap kompleks menjadi lebih sederhana dan menyenangkan.

Ubah Lahan Tidur Jadi Produktif, Bu Mutrofin Sulap Area MIN 1 Pasuruan Jadi Kebun Ketela

 

PASURUAN – Kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan ditunjukkan oleh Ibu Mutrofin, salah satu sosok penggerak di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan. Melihat adanya lahan kosong yang tidak terpakai di lingkungan sekolah, ia berinisiatif menyulapnya menjadi lahan pertanian produktif dengan menanam ketela.


Langkah ini diambil bukan hanya untuk penghijauan, tetapi juga sebagai sarana edukasi praktis bagi para siswa mengenai pentingnya ketahanan pangan dan pemanfaatan aset lingkungan secara maksimal.

Inspirasi dari Lahan Kosong

Sebelumnya, area tersebut hanya berupa tanah kosong yang ditumbuhi rumput liar. Namun, di tangan Bu Mutrofin, lahan tersebut kini tertata rapi dengan gundukan tanah yang siap dipanen. Ia memilih ketela karena perawatannya yang relatif mudah dan kecocokannya dengan kondisi tanah di wilayah tersebut.

"Kami ingin memberikan contoh nyata kepada anak-anak bahwa lahan sekecil apa pun, jika dikelola dengan hati, bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak," ujar Bu Mutrofin saat ditemui di lokasi.

Manfaat Bagi Madrasah

Inisiatif ini membawa beberapa dampak positif bagi MIN 1 Pasuruan:

  • Ketahanan Pangan Lokal: Hasil panen nantinya dapat dinikmati bersama oleh warga sekolah.

  • Media Pembelajaran: Siswa dapat belajar langsung mengenai proses pertumbuhan tanaman (biologi) dan kewirausahaan.

  • Estetika Lingkungan: Sekolah menjadi lebih asri dan tertata dibandingkan saat lahan tersebut dibiarkan terbengkalai.

Apresiasi dari Pihak Sekolah

Langkah Bu Mutrofin ini mendapat dukungan penuh dari pihak madrasah. Program ini diharapkan menjadi pemicu bagi guru maupun siswa lainnya untuk lebih kreatif dalam menjaga dan memanfaatkan ekosistem sekolah.

Kini, lahan yang dulunya "mati" tersebut telah menjadi simbol kemandirian dan kerja keras. Ke depan, direncanakan akan ada penambahan varietas tanaman lain guna memperkaya hasil kebun sekolah.

Tingkatkan Keimanan dan Kekompakan, DWP Kankemenag Pasuruan Gelar Khotmil Qur'an Bersama

 


PASURUANDharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Pasuruan menyelenggarakan kegiatan Khotmil Qur'an bersama pada Jumat, 27 Februari 2026. Acara yang berlangsung khidmat ini bertempat di Aula Kantor Kemenag Pasuruan.



Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota DWP serta meningkatkan kualitas spiritual dan keimanan. Selain itu, momentum ini juga dimanfaatkan untuk mendoakan keselamatan, keberkahan, dan kelancaran dalam menjalankan tugas-tugas kedinasan di lingkungan Kankemenag Pasuruan.

Mewakili MIN 1 Pasuruan, turut hadir dalam kegiatan tersebut tiga orang perwakilan, yaitu:

  1. Shobahul Khoir, S.Pd.I

  2. Hanik Istiqomah, S.Pd.I

  3. Wiwit Widayati, S.Pd.I

Acara berlangsung dengan lancar dan penuh kekeluargaan. Seluruh peserta mengikuti rangkaian pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an dari awal hingga khatam dengan penuh kekhusyukan.

Siswa Kelas VI MIN 1 Pasuruan Mengikuti PMBM di MTsN 1 Pasuruan


PASURUAN – Piswa-siswi kelas VI Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan terpantau mengikuti rangkaian proses Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) jalur prestasi di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Pasuruan.

​Langkah ini merupakan bagian dari upaya para siswa untuk melanjutkan estafet pendidikan mereka di jenjang yang lebih tinggi, namun tetap dalam koridor pendidikan madrasah yang berkarakter. 

Rabu, 25 Februari 2026,  6 Siswa MIN 1 Pasuruan mengikuti proses Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) jalur prestasi untuk tahun ajaran 2026-2027 

Berikut nama siswa yang mengikuti jalur prestasi:

Dari kelas 6A (Ozil, Mayra Ditha, Nabil, Raissa)

Dari kelas 6B (Bumi)

Dari kelas 6D (Aqila), selanjutnya ada pendaftaran jalur reguler tanggal 02 Maret 2026


Dukungan Penuh Kepala Madrasah

​Kepala MIN 1 Pasuruan menyatakan dukungan penuhnya terhadap para siswa yang memilih melanjutkan pendidikan ke MTsN 1 Pasuruan. Menurut beliau, sinergi antara Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah sangat penting untuk menjaga kesinambungan kurikulum dan pembentukan akhlak siswa.

​"Kami sangat mendukung anak-anak kami yang berjuang di PMBM MTsN atau MTs yang lain. Bagaimanapun juga, MI dan MTs adalah satu keluarga besar di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) . Target kita sama: mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga kuat secara spiritual," ujar Kepala MIN 1 Pasuruan.


Melanjutkan Tradisi Prestasi

​Kegiatan ini bukan sekadar pendaftaran rutin, melainkan upaya menjaga tradisi prestasi siswa MIN 1 Pasuruan agar tetap bersinar di jenjang berikutnya. Para siswa telah dibekali dengan bimbingan khusus agar siap menghadapi tahapan seleksi, baik tes akademik maupun pemetaan potensi keagamaan.

​Diharapkan, dengan semangat "Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia", transisi siswa dari MIN ke MTsN ini dapat berjalan lancar dan memberikan kontribusi positif bagi kualitas pendidikan di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan. Fz




Gema Wahyu Ilahi Tandai Hari Pertama Masuk Sekolah di MIN 1 Pasuruan

 



MIN 1 Pasuruan 23 Pebruari 2026– Suasana khidmat menyelimuti lingkungan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan pada hari ini. Setelah menikmati libur awal Ramadan, seluruh siswa kini kembali beraktivitas di sekolah. Menariknya, mengawali kegiatan belajar mengajar di bulan suci ini, madrasah meluncurkan program Tadarus Al-Qur'an Bergilir sebagai pembuka kegiatan harian.

Awali Hari dengan Keberkahan

Kegiatan tadarus perdana ini dimulai oleh siswa-siswi Kelas 5 A. Di bawah bimbingan wali kelas, Bapak Miftahul Jinan, para siswa tampak antusias dan fasih melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an secara bergantian di dalam kelas sebelum memulai materi pelajaran lainnya.

Bapak Miftahul Jinan menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan untuk membentuk karakter religius siswa sejak dini.

"Kami ingin anak-anak merasakan keberkahan Ramadan di sekolah. Dimulai dari Kelas 5 A, harapannya ini menjadi pemantik semangat bagi kelas-kelas lain untuk istiqomah berinteraksi dengan Al-Qur'an," ujar beliau di sela-sela kegiatan.

Agenda Ramadan di Madrasah

Selama bulan Ramadan, MIN 1 Pasuruan memang menyesuaikan jadwal kegiatannya dengan menitikberatkan pada penguatan spiritual. Beberapa poin utama kegiatan meliputi:

  • Tadarus Bersama: Dilakukan secara bergilir antar kelas setiap pagi.

Dengan dimulainya kegiatan tadarus oleh Kelas 5 A ini, diharapkan seluruh civitas akademika MIN 1 Pasuruan dapat menjalani ibadah puasa dengan penuh semangat dan produktivitas yang tetap terjaga.

LAPORAN KINERJA: PROGRAM REVITALISASI TAMAN MIN 1 PASURAUN

 MIN 1 Pasuruan, 23 Pebruari 2026


1. Pendahuluan

Laporan ini disusun untuk mendokumentasikan rangkaian kegiatan perbaikan dan penataan ulang taman madrasah. Program ini merupakan wujud nyata komitmen MIN 1 Pasuruan dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang asri, nyaman, dan edukatif sejalan dengan prinsip Sekolah Adiwiyata.

2. Latar Belakang & Landasan Kegiatan

Kegiatan revitalisasi ini didasarkan pada beberapa poin utama:

  • Arahan Kepala MIN 1 Pasuruan: Instruksi langsung Bapak Kepala Madrasah Bapak Abdul Qodir untuk meningkatkan estetika dan fungsi taman sebagai media pembelajaran luar ruangan.

  • Program Kerja Tim Adiwiyata: Agenda rutin dalam pemeliharaan lingkungan hidup di lingkungan madrasah.

  • Sinergi Komunitas: Adanya dukungan penuh dari Paguyuban Siswa dalam hal teknis maupun penyediaan sarana prasarana.

3. Tahapan Pelaksanaan (Action Plan)

Perbaikan dilakukan secara bertahap untuk memastikan hasil yang maksimal dan berkelanjutan:

A. Tahap Perencanaan & Koordinasi

  • Identifikasi area taman yang memerlukan perbaikan prioritas.

  • Rapat koordinasi antara Tim Adiwiyata dengan perwakilan Paguyuban Siswa untuk penentuan desain dan kebutuhan material.

B. Tahap Eksekusi (Pembenahan Taman)

Pelaksanaan lapangan mencakup beberapa aspek teknis:

  • Penataan Ulang (Landscaping): Pengaturan kembali tata letak tanaman agar lebih rapi dan simetris.

  • Pembersihan & Pengolahan Tanah: Penggemburan tanah dan pemberian pupuk organik untuk memastikan kesuburan vegetasi.

  • Penanaman Vegetasi Baru: Penambahan varietas tanaman hias dan tanaman obat keluarga (TOGA) yang disumbangkan oleh Paguyuban Siswa.

  • Perbaikan Fasilitas: Pengecatan ulang pot, perbaikan pembatas taman, dan pembersihan drainase di sekitar area taman.

4. Hasil yang Dicapai

IndikatorKondisi SebelumnyaKondisi Sekarang
EstetikaKurang tertata, beberapa tanaman layuRapi, asri, dan berwarna
KeterlibatanTerfokus pada petugas kebersihanSinergi aktif Tim Adiwiyata & Paguyuban
FungsiSekadar area hijauMenjadi spot literasi dan area santai siswa

5. Kesimpulan

Berkat arahan strategis dari Bapak Kepala Madrasah dan dukungan moril maupun materiil dari Paguyuban Siswa, Tim Adiwiyata berhasil mengubah wajah taman MIN 1 Pasuruan menjadi lebih hidup. Kolaborasi ini membuktikan bahwa lingkungan madrasah yang ideal dapat tercipta melalui kerjasama seluruh warga sekolah.

Catatan Penutup: Pemeliharaan rutin akan terus dilakukan oleh kader-kader Adiwiyata untuk menjaga keberlangsungan taman yang telah diperbaiki.

Optimalkan Tata Kelola Data, Operator KKMI Kecamatan Beji Gelar Rakor Teknis Pendidikan




 PASURUAN – Bertempat di wilayah Kecamatan Beji, para operator madrasah di bawah naungan Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Beji berkumpul untuk mengikuti rapat koordinasi teknis pada Senin, 23 Februari 2026. Pertemuan ini difokuskan pada percepatan penyelesaian berbagai instrumen data digital yang krusial bagi keberlangsungan administrasi madrasah.

Acara secara resmi dibuka oleh Ketua KKMI Beji, Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya akurasi data sebagai fondasi pengambilan kebijakan di tingkat kementerian maupun daerah.

"Data adalah jantung dari madrasah. Melalui sinkronisasi yang tepat pada Emis, PDUM, hingga e-RKAM, kita memastikan hak guru dan siswa terlayani dengan baik," ujar Bapak Abdul Qodir.

Lima Poin Strategis Pembahasan

Di bawah arahan langsung dari Bapak Anton, jalannya kegiatan berlangsung interaktif dengan membedah lima agenda utama:

  1. Penyelesaian Emis GTK: Pemutakhiran data Guru dan Tenaga Kependidikan untuk memastikan validitas status kepegawaian dan tunjangan.
  2. Optimalisasi Emis 4.0: Pendampingan teknis input data pada platform terbaru guna meminimalisir kendala sistem yang sering dihadapi operator.
  3. Sinkronisasi PDUM: Percepatan pendataan Pangkalan Data Ujian Madrasah (PDUM) sebagai syarat mutlak pelaksanaan ujian akhir.
  4. Persiapan TKA: Koordinasi teknis terkait pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang akan segera dihadapi oleh peserta didik.
  5. Finalisasi e-RKAM: Penginputan Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah berbasis elektronik untuk transparansi dan akuntabilitas keuangan.

Kegiatan ini diharapkan dapat menyamakan persepsi seluruh operator di Kecamatan Beji sehingga tidak ada madrasah yang tertinggal dalam tenggat waktu (deadline) nasional. Dengan bimbingan teknis yang intensif, kendala di lapangan dapat dicarikan solusinya secara kolektif.

Laporan Praktik Baik Pembelajaran Seni Rupa Judul: Membangun Harmoni: Menciptakan Diorama Lingkungan Melalui Keseimbangan Bangun Ruang

1. Identitas & Tujuan

Penyusun: Khotimah,S.Pd.I

Sasaran: Murid Kelas 4 B MIN 1 Pasuruan

Topik: Daur Ulang Bentuk dan Bangun Ruang

Tujuan Pembelajaran: Murid mampu menyusun daur ulang bentuk dan bangun ruang yang tersedia dengan menerapkan prinsip keseimbangan melalui pembuatan diorama/miniatur bertema lingkungan.

2. Situasi & Tantangan

Situasi

Di sekitar sekolah, ditemukan banyak limbah kemasan (kotak susu, kardus pasta gigi, botol plastik) yang belum dimanfaatkan secara optimal. Murid kelas 4 sedang mempelajari karakteristik bangun ruang (kubus, balok, tabung), namun seringkali kesulitan membayangkan bagaimana bentuk-bentuk tersebut dapat menyatu menjadi sebuah struktur yang stabil dan estetis.

Tantangan

Bagaimana mengubah "sampah" menjadi karya seni yang memiliki nilai estetika?

Bagaimana menanamkan pemahaman prinsip keseimbangan (simetris/asimetris) agar miniatur yang dibuat tidak mudah roboh dan sedap dipandang?

  

3. Aksi (Langkah Pembelajaran)

Tahap 1: Eksplorasi Bentuk (Discovery)

Murid mengumpulkan berbagai limbah bangun ruang. Di sini, dilakukan diskusi mengenai kemiripan benda nyata dengan konsep matematika:

  • Kotak susu = Balok
  • Gulungan tisu toilet = Tabung
  • Kotak kado kecil = Kubus

Tahap 2: Perancangan & Prinsip Keseimbangan

  • Sebelum menempel, murid diminta membuat sketsa kasar. Guru memberikan pemahaman tentang keseimbangan:
  • Keseimbangan Simetris: Meletakkan beban yang sama di sisi kiri dan kanan.
  • Keseimbangan Asimetris: Mengatur benda yang berbeda ukuran namun tetap terlihat stabil secara visual.

Tahap 3: Konstruksi Diorama

  • Murid mulai menyusun miniatur bertema lingkungan (misal: taman kota, perumahan hijau, atau hutan).
  • Proses: Murid harus memastikan dasar (base) cukup kuat untuk menopang bangun ruang di atasnya.
  • Kreativitas: Menambahkan unsur alami seperti ranting kering atau daun untuk memperkuat tema lingkungan.

4. Hasil & Refleksi

Hasil Karya

Murid berhasil menciptakan berbagai miniatur seperti:

Gedung Ramah Lingkungan: Menggunakan susunan balok yang seimbang dengan atap "hijau".

Taman Bermain: Memadukan tabung dan kubus dengan prinsip keseimbangan pusat.

Refleksi Murid

Murid merasa lebih memahami bahwa matematika (bangun ruang) tidak hanya ada di buku, tapi bisa dirasakan melalui tangan mereka. Mereka belajar bahwa keseimbangan bukan hanya soal angka, tapi soal rasa dan ketelitian.

Refleksi Guru

Penggunaan bahan daur ulang terbukti meningkatkan kesadaran lingkungan murid secara signifikan. Tantangan berikutnya adalah membimbing murid dalam teknik penyambungan (lem) yang lebih rapi agar miniatur lebih kokoh.

5. Kesimpulan

Melalui proyek ini, murid tidak hanya mencapai tujuan kognitif dalam mengenal bangun ruang, tetapi juga mengasah aspek psikomotorik dalam menyusun benda dengan prinsip keseimbangan serta menumbuhkan sikap peduli lingkungan (Eco-friendly).

Kajian Ramadhan 1447 H di Aula Al-Ikhlas Kankemenag Kabupaten Pasuruan

 


Pasuruan – Dalam rangka menyambut dan mengisi bulan suci Ramadhan 1447 H, Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan menggelar kegiatan Kajian Ramadhan yang bertempat di Aula Al-Ikhlas Kankemenag Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini diikuti oleh ASN dan P3K di lingkungan Kemenag Kabupaten Pasuruan dengan penuh khidmat dan antusias.

Plt. Kepala Kemenag Kabupaten Pasuruan dalam sambutannya menyampaikan bahwa bulan suci Ramadhan hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual semata, namun juga sebagai momentum peningkatan kualitas diri dan profesionalitas kerja.

“Puasa Ramadhan harus menjadi semangat baru bagi seluruh ASN untuk meningkatkan kinerja, khususnya dalam memberikan pelayanan keagamaan yang prima kepada umat. Ramadhan adalah madrasah ruhani yang membentuk integritas, kedisiplinan, dan tanggung jawab,” beliau menegaskan.

Hadir sebagai pembicara, KH. Muhibbul Amam dari Besuk menyampaikan tausiyah yang menyentuh hati para peserta. Dalam ceramahnya, beliau mengingatkan bahwa salah satu nikmat terbesar yang Allah SWT berikan kepada umat Islam adalah kesempatan untuk kembali bertemu dengan bulan suci Ramadhan.

“Bertemunya kita dengan Ramadhan adalah nikmat luar biasa. Tidak semua orang diberi umur panjang untuk merasakannya kembali. Maka sudah sepantasnya kita mensyukuri dengan memperbanyak ibadah dan menjaga diri dari perbuatan dosa,” tutur beliau.

Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga pandangan dan kehormatan diri. Bahkan dosa yang dianggap kecil seperti melihat aurat yang bukan mahramnya memiliki konsekuensi besar di sisi Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam sangat mengharapkan rahmat dan maghfiroh Allah SWT selama bulan yang penuh ampunan ini.

Kajian Ramadhan 1447 H ini diharapkan menjadi penguat spiritual bagi seluruh ASN di lingkungan Kemenag Kabupaten Pasuruan agar semakin profesional, berintegritas, dan istiqamah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Semoga Ramadhan tahun ini benar-benar menjadi momentum perbaikan diri dan peningkatan kualitas ibadah serta pengabdian kepada umat.