google-site-verification: googlec37f5abc404fa346.html MIN 1 PASURUAN

SIMULASI TKA DI BULAN RAMADHAN

KEGIATAN SIMULASI TKA

Optimalkan Kesiapan Siswa, MIN 1 Pasuruan dalam Simulasi TKA Tahun 2026

Beji– Dalam rangka mematangkan persiapan menghadapi evaluasi akademik, MIN 1 Pasuruan sukses menyelenggarakan simulasi Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang berlangsung selama dua hari, yakni Rabu hingga Kamis, 11-12 Maret 2026. Bersamaan dengan kegiatan pondok Ramadhan di MIN 1Pasuruan.

​Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Madrasah, Bpk. Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd.I. Beliau menekankan pentingnya kesiapan mental dan teknis bagi seluruh siswa agar dapat meraih hasil maksimal pada pelaksanaan tes yang sesungguhnya.

​Penanggung jawab sekaligus Penjamin Mutu,  Bpk. Abd Muid, S.A.g, M.Pd., menyatakan bahwa persiapan telah dilakukan secara maksimal. "Seluruh fasilitas dan perlengkapan TKA dipastikan telah siap dan steril sejak H-1 pelaksanaan," ujarnya.

​Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Pelaksana, Ibu Eka Marginingsih  bertanggung jawab penuh memastikan kesiapan infrastruktur digital. Meski pada hari pertama sesi 1 sempat terjadi kendala server dari pusat, tim teknis berhasil menangani situasi sehingga sesi berikutnya berjalan dengan lancar dan kondusif.

​Kegiatan simulasi ini dibagi ke dalam 4 sesi yang bertempat di dua ruang kelas 1A dan 1B dengan sistem pengerjaan soal acak melalui aplikasi untuk menjamin objektivitas dan kejujuran siswa.

LAPORAN PELAKSANAAN SIMULASI TKA

1. Informasi Umum

  • Nama Kegiatan: Simulasi Tes Kompetensi Akademik (TKA)
  • Waktu: Rabu – Kamis, 11 – 12 Maret 2026
  • Tempat: Gedung Selatan kelas 1A dan 1 B  (Ruang 01 dan Ruang 02)
  • Metode: Computer Based Test 

2. Struktur Pelaksana

  • Pembina: Bpk. Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd.I. (Kepala Madrasah)
  • Penanggung Jawab: Bpk. Abd Muid, S.A.g, M.Pd.
  • Ketua Panitia: Ibu Eka Marginingsih
  • Sekretaris 1: Ibu Maufuza
  • Sekretaris 2: Ibu Ucik Nurul Maulida
  • Teknisi        : Bpk Muhammad Anas
  • Proktor       : Ibu Novi dan bpk Farid

3. Teknis Pelaksanaan

Ujian dibagi menjadi 4 sesi per hari yang tersebar di 2 ruangan. Di mulai sasi 1 pukul 07.30 sampai berakhir pada pukul 15.30. Pengaturan urutan soal dilakukan secara otomatis oleh sistem aplikasi untuk meminimalisir kecurangan.

4. Catatan Peristiwa

  • H-1: Sterilisasi ruangan dan pengecekan perangkat (Laptop & Server).
  • Hari Pertama (Sesi 1): Terdeteksi kendala server error dari pusat. Namun, berkat koordinasi cepat panitia dan proktor, kendala dapat teratasi.
  • Sesi 2 - Selesai tanpa kendala: Seluruh rangkaian ujian berjalan lancar tanpa kendala teknis berarti.

5. Manfaat Simulasi TKA

Kegiatan ini dilakukan bukan tanpa alasan. Berikut adalah manfaat utama bagi siswa dan madrasah:

  • Adaptasi Sistem: Membiasakan siswa dengan antarmuka aplikasi ujian dan sistem acak soal agar tidak gugup saat hari H.
  • Uji Coba Infrastruktur: Memastikan kekuatan server, kestabilan jaringan internet, dan kelayakan laptop yang digunakan.
  • Manajemen Waktu: Melatih siswa untuk mengelola waktu pengerjaan soal secara efektif.
  • Pemetaan Kemampuan: Memberikan gambaran awal mengenai sejauh mana penguasaan materi akademik siswa.
  • Evaluasi Teknis: Mengidentifikasi potensi kendala (seperti server error) sejak dini agar ada langkah antisipasi di ujian utama.

Penutup

Simulasi TKA ini diharapkan menjadi pondasi kuat bagi kesuksesan akademik siswa MIN 1 Pasuruan di masa mendatang. Fz

Berikut dokumentasi 






Berikut dokumentasi hari kedua 













Perkuat Sinergi, MIN 1 Pasuruan Gelar Koordinasi Pemantapan Program Bersama Komite


PASURUAN – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan, MIN 1 Pasuruan menggelar rapat koordinasi bersama pengurus Komite Madrasah pada Rabu, 11 Maret 2026. Pertemuan ini mengusung tema besar: "Menjalin Kebersamaan dalam Membangun Madrasah yang Lebih Baik."

Apresiasi Terhadap Dukungan dan Kritik Membangun

Kepala MIN 1 Pasuruan dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada jajaran pengurus Komite. Menurutnya, peran Komite selama ini sangat vital bagi kemajuan madrasah.

"Kami sangat berterima kasih kepada Pengurus Komite yang selalu mendukung dan memberikan masukan, bahkan kritikan yang tajam. Hal ini sangat membantu kami dalam mengawal pelaksanaan program madrasah, khususnya untuk menyongsong tantangan di tahun 2026 ini," ujar Kepala Madrasah.

  • Pentingnya Komunikasi dan Sinergitas

Senada dengan hal tersebut, Ketua Komite Madrasah, Kyai Khoironi Ahmad, menekankan bahwa keberhasilan sebuah program tidak lepas dari pola komunikasi yang sehat antara pihak sekolah dan orang tua.

Sebagai wadah aspirasi, Kyai Khoironi mengingatkan bahwa Komite adalah perpanjangan tangan dari wali murid. Beliau menggarisbawahi beberapa poin penting:

  • Koordinasi Intensif: Menjadi kunci utama suksesnya program rutin maupun pengembangan.

Sinergi Berkelanjutan: Menyelaraskan program madrasah dengan harapan dan kepercayaan yang diberikan wali murid.

  • Peningkatan Pelayanan: Menitikberatkan pada pelayanan siswa yang berada di jenjang pendidikan dasar sebagai fondasi utama menuntut ilmu.

Diskusi Konstruktif untuk Masa Depan Siswa

Kegiatan yang merupakan agenda rutin ini juga diisi dengan diskusi singkat yang hangat. Pengurus Komite berharap MIN 1 Pasuruan terus berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para siswa. Mengingat siswa madrasah ibtidaiah berada pada fase emas pendidikan, perhatian terhadap kebutuhan dasar belajar mereka menjadi prioritas utama.

Dengan adanya koordinasi ini, diharapkan seluruh program yang telah direncanakan untuk tahun 2026 dapat berjalan dengan transparan, akuntabel, dan memberikan dampak nyata bagi prestasi siswa MIN 1 Pasuruan.

Siswa MIN 1 Pasuruan Hadiri Santunan Anak Yatim DWP Kemenag Kabupaten Pasuruan

 

PASURUAN – Sebagai wujud kepedulian sosial dan mempererat tali silaturahmi, sejumlah siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan menghadiri undangan kegiatan santunan anak yatim yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan. Acara ini berlangsung dengan khidmat pada Senin, 9 Maret 2026.

Kehadiran para siswa tersebut didampingi langsung oleh perwakilan tenaga pendidik dari MIN 1 Pasuruan, yaitu Ibu Eka Yuliana, S.Pd.I., M.Pd. dan Ibu  Shobahul Khoir, S.Pd.I.

Membangun Empati dan Kebahagiaan

Kegiatan yang diinisiasi oleh DWP Kemenag Kab. Pasuruan ini bertujuan untuk memberikan dukungan moral serta bantuan materiil bagi anak-anak yatim di lingkungan madrasah. Selain prosesi pemberian santunan, acara juga diisi dengan doa bersama dan pembinaan singkat.

Ibu Eka Yuliana menyampaikan bahwa partisipasi siswa dalam kegiatan ini bukan sekadar menghadiri undangan, melainkan bagian dari pendidikan karakter.

"Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan keceriaan bagi para siswa dan menumbuhkan rasa syukur serta kepercayaan diri mereka untuk terus berprestasi di madrasah," ujar Ibu Eka di sela-sela acara.

Dukungan Penuh dari Madrasah

Senada dengan hal tersebut, Ibu Shobahul Khoir menambahkan bahwa pihak madrasah sangat mengapresiasi langkah DWP Kemenag Kab. Pasuruan yang secara rutin memperhatikan kesejahteraan para siswa.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antara pengurus DWP dengan para pendamping serta siswa. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Kemenag dan satuan pendidikan di bawah naungannya semakin kuat, terutama dalam aksi kemanusiaan.

Rapat Koordinasi Persiapan TKA di MIN 1 Pasuruan

 

Pasuruan, 6 Maret 2026 – Wakil Kepala Sekolah (Wakakur) bidang kurikulum MIN 1 Pasuruan bersama Wali Kelas 6 dan Kepala Madrasah, Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd., menggelar rapat koordinasi persiapan Tes Kompetensi Akademik (TKA) Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat madrasah dengan tujuan menyamakan persepsi dan langkah strategis agar pelaksanaan TKA berjalan lancar serta sesuai standar nasional.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Bapak Abdul Qodir ini membahas tahapan penting mulai dari pendaftaran siswa kelas 6, simulasi ujian, gladi bersih, hingga pengolahan hasil TKA. Hadir pula seluruh wali kelas 6 yang bertanggung jawab mendampingi siswa dalam penguatan materi Matematika, Bahasa Indonesia, dan mata pelajaran lain yang diujikan. Kepala madrasah menekankan sinergi tim untuk memastikan siswa optimal secara akademik dan mental, sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Dalam arahannya, Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa koordinasi ini krusial mengingat TKA menjadi tolok ukur capaian pembelajaran jenjang MI/SD. "Kita harus solid mempersiapkan siswa terbaik, tanpa mengabaikan nilai karakter dan disiplin," ujarnya. Rapat diakhiri dengan pembagian tugas panitia dan jadwal lanjutan, termasuk sosialisasi kepada orang tua siswa. [sumut.kemenag.go](https://sumut.kemenag.go.id/beranda/singgle-post/kepala-min-1-dairi-pimpin-rapat-persiapan-pelaksanaan-tka-tahun-2026)

Panitia TKA MIN 1 Pasuruan Gerak Cepat Amankan Simulasi

'Server Error'

PASURUAN, 4 Maret 2026 – Pelaksanaan hari pertama simulasi Tes Kompetensi Akademik (TKA) di MIN 1 Pasuruan hari ini, Rabu (4/3), diwarnai tantangan teknis. Gangguan pada server pusat menyebabkan login massal siswa tertunda, namun langkah taktis segera diambil pihak madrasah untuk memastikan kesiapan siswa esok hari.

Kronologi Kendala Teknis

Sejak pukul 07.30 WIB, para siswa kelas 6 telah siap. Kegiatan ini pun mendapat perhatian khusus dari Kepala Madrasah yang turun langsung memantau kesiapan perangkat dan mental peserta di awal simulasi.

Namun, kendala muncul saat akses login dilakukan. Notifikasi "Server Error" menghambat proses masuk ke sistem, sehingga simulasi bagi seluruh siswa MIN 1 Pasuruan terpaksa dijadwalkan ulang untuk hari esok guna menghindari ketidakpastian yang berkepanjangan.

Solusi Kreatif: Video Tutorial Mandiri

Kondisi baru berangsur normal sekitar pukul 11.00 WIB. Tak ingin membuang waktu, Ketua Panitia TKA B

Eka Marhiningsih bersama Proktor, Teknisi, dan jajaran Guru Kelas 6 langsung melakukan "uji coba mandiri" begitu server dapat diakses.

Langkah cerdas diambil untuk mengantisipasi kebingungan siswa:

 * Simulasi Internal: Panitia melakukan proses login secara penuh.

 * Produksi Konten: Seluruh tahapan login direkam secara mendetail.

 * Distribusi Cepat: Video tutorial tersebut langsung dibagikan ke grup-grup belajar siswa kelas 6.

Target Lancar di Hari Kedua

Langkah preventif ini diambil agar pada hari kedua, Kamis (5/3), siswa sudah memiliki gambaran visual yang jelas mengenai alur masuk sistem, sehingga risiko kegagalan login akibat kesalahan user dapat diminimalisir.

"Kami ingin memastikan siswa tetap tenang. Melalui video panduan yang kami buat saat server pulih pukul 11 tadi, kami optimis simulasi besok akan berjalan jauh lebih lancar," ungkap pihak panitia.

Diharapkan pada pelaksanaan Kamis esok, infrastruktur server pusat tetap stabil sehingga seluruh siswa kelas 6 MIN 1 Pasuruan dapat mengasah kemampuan akademik mereka dengan maksimal.Fz

https://vt.tiktok.com/ZSmo6pv9A/









Sentuhan Magis Ibu Novi, Jadikan Pagar Nusa Ekstrakurikuler Favorit di MIN 1 Pasuruan

 

PASURUAN – Keberadaan ekstrakurikuler di madrasah seringkali menjadi penentu minat bakat siswa di luar jam akademik. Di MIN 1 Pasuruan, kesuksesan luar biasa berhasil ditorehkan oleh Ibu Novi, pembina ekstrakurikuler Pagar Nusa. Berkat tangan dingin dan dedikasinya, seni bela diri khas Nahdlatul Ulama ini berhasil disulap menjadi salah satu ekstrakurikuler paling favorit dan bergengsi di madrasah tersebut.

Dahulu, Pagar Nusa mungkin dianggap sebagai kegiatan sampingan. Namun, di bawah kepemimpinan Ibu Novi, paradigma tersebut berubah total. Ia berhasil mengemas latihan menjadi sesi yang disiplin, namun tetap menyenangkan dan memotivasi anak-anak.

"Kuncinya adalah menanamkan kecintaan pada budaya bangsa dan nilai-nilai akhlakul karimah melalui bela diri. Saya ingin anak-anak merasa bangga memakai seragam Pagar Nusa, bukan sekadar ikut-ikutan," ujar Ibu Novi saat ditemui di sela-sela latihan.

Pendekatan Ibu Novi yang humanis dan dekat dengan siswa membuat anggota Pagar Nusa terus membludak setiap tahun ajaran baru. Ia tidak hanya mengajarkan teknik fisik seperti jurus dan bantingan, tetapi juga menekankan pentingnya mental spiritual, kesopanan, dan kedisiplinan.

Dampak positifnya sangat terasa. Prestasi demi prestasi mulai ditorehkan oleh tim Pagar Nusa MIN 1 Pasuruan dalam berbagai ajang kejuaraan pencak silat tingkat daerah maupun regional. Hal ini semakin meningkatkan kepercayaan diri para siswa dan kebanggaan orang tua.

Kepala MIN 1 Pasuruan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian Ibu Novi. "Ibu Novi berhasil memberikan warna baru. Pagar Nusa sekarang bukan hanya tentang bela diri, tapi sudah menjadi ikon keunggulan non-akademik di madrasah kami," tuturnya.

Dengan semangat yang terus menyala, Ibu Novi berkomitmen untuk terus mencetak generasi muda yang tidak hanya sehat fisik, tetapi juga kuat iman dan berkarakter mulia.

Kembangkan Motorik dan Kekompakan, Ibu Tatik, S.Pd Ajak Siswa MIN 1 Pasuruan Berlatih "Gerobak Dorong"


PASURUAN – Suasana ceria dan penuh semangat menyelimuti lapangan MIN 1 Pasuruan di suatu pagi. Ibu Tatik, S.Pd, salah satu pendidik di madrasah tersebut, tampak aktif memimpin kegiatan olahraga bagi siswa-siswinya.

Berbeda dengan olahraga konvensional, Ibu Tatik mengajak siswa untuk mempraktikkan gerakan permainan tradisional yang mengandalkan kekuatan fisik dan kerjasama, yaitu gerobak dorong.

Dalam sesi latihan tersebut, dua siswa perempuan, Fatimah dan Sabela, tampak antusias mengikuti instruksi. Fatimah bertindak sebagai pendorong, sementara Sabela menjadi "gerobak" dengan posisi tangan menumpu di tanah dan kaki dipegang oleh Fatimah.

Ibu Tatik menjelaskan bahwa latihan ini bertujuan untuk meningkatkan motorik kasar, kekuatan otot lengan, serta keseimbangan siswa.

"Gerakan gerobak dorong ini sangat baik untuk melatih kekuatan otot bahu dan lengan anak-anak. Selain itu, permainan ini menuntut kepercayaan dan kerjasama tim yang kuat antara satu anak dengan yang lain, seperti yang ditunjukkan Fatimah dan Sabela tadi," ujar Ibu Tatik di sela-sela latihan.

Latihan berlangsung seru meski harus memeras keringat. Fatimah dan Sabela berhasil menyelesaikan tantangan melintasi lintasan yang ditentukan dengan kompak.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus memotivasi siswa MIN 1 Pasuruan untuk aktif berolahraga dengan cara yang menyenangkan dan mendidik.

Inovasi Pembelajaran: Ibu Eka Yuliana Hidupkan Konsep Resonansi Bunyi di MIN 1 Pasuruan

 

PASURUAN – Pembelajaran Sains seringkali dianggap sulit jika hanya terpaku pada buku teks. Namun, di tangan Ibu Eka Yuliana, S.Pd.I., guru inovatif di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan, materi fisika tentang "Resonansi Bunyi" berubah menjadi pengalaman belajar yang interaktif dan penuh antusiasme.

Metode Praktikum Kreatif

Ibu Eka berhasil menarik perhatian para siswa dengan menggunakan alat peraga sederhana namun efektif, seperti garpu tala, berbagai jenis wadah air, dan alat musik bambu. Beliau menunjukkan bagaimana getaran dari satu benda dapat memicu getaran pada benda lain—sebuah fenomena yang dikenal sebagai resonansi.

"Tujuan saya adalah agar siswa tidak hanya menghafal definisi, tapi 'mendengar' dan 'melihat' bagaimana ilmu pengetahuan bekerja di sekitar mereka," ujar Ibu Eka 

Dampak Positif bagi Siswa

Metode ini terbukti memberikan dampak signifikan bagi prestasi siswa:

  • Peningkatan Pemahaman: Skor rata-rata ujian materi Bunyi meningkat tajam hingga 30%.

  • Keterampilan Psikomotorik: Siswa mampu merancang eksperimen resonansi mandiri menggunakan botol kaca bekas.

  • Antusiasme Belajar: Kelas menjadi lebih hidup dan kolaboratif.

Apresiasi dari Madrasah

Kepala MIN 1 Pasuruan memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi Ibu Eka. Beliau dinilai berhasil membuktikan bahwa keterbatasan alat laboratorium bukan penghalang untuk menghadirkan pendidikan berkualitas berstandar nasional.

Prestasi Ibu Eka Yuliana ini diharapkan menjadi pemantik bagi guru-guru lain di lingkungan madrasah untuk terus berinovasi dalam menyampaikan materi yang dianggap kompleks menjadi lebih sederhana dan menyenangkan.

Ubah Lahan Tidur Jadi Produktif, Bu Mutrofin Sulap Area MIN 1 Pasuruan Jadi Kebun Ketela

 

PASURUAN – Kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan ditunjukkan oleh Ibu Mutrofin, salah satu sosok penggerak di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan. Melihat adanya lahan kosong yang tidak terpakai di lingkungan sekolah, ia berinisiatif menyulapnya menjadi lahan pertanian produktif dengan menanam ketela.


Langkah ini diambil bukan hanya untuk penghijauan, tetapi juga sebagai sarana edukasi praktis bagi para siswa mengenai pentingnya ketahanan pangan dan pemanfaatan aset lingkungan secara maksimal.

Inspirasi dari Lahan Kosong

Sebelumnya, area tersebut hanya berupa tanah kosong yang ditumbuhi rumput liar. Namun, di tangan Bu Mutrofin, lahan tersebut kini tertata rapi dengan gundukan tanah yang siap dipanen. Ia memilih ketela karena perawatannya yang relatif mudah dan kecocokannya dengan kondisi tanah di wilayah tersebut.

"Kami ingin memberikan contoh nyata kepada anak-anak bahwa lahan sekecil apa pun, jika dikelola dengan hati, bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak," ujar Bu Mutrofin saat ditemui di lokasi.

Manfaat Bagi Madrasah

Inisiatif ini membawa beberapa dampak positif bagi MIN 1 Pasuruan:

  • Ketahanan Pangan Lokal: Hasil panen nantinya dapat dinikmati bersama oleh warga sekolah.

  • Media Pembelajaran: Siswa dapat belajar langsung mengenai proses pertumbuhan tanaman (biologi) dan kewirausahaan.

  • Estetika Lingkungan: Sekolah menjadi lebih asri dan tertata dibandingkan saat lahan tersebut dibiarkan terbengkalai.

Apresiasi dari Pihak Sekolah

Langkah Bu Mutrofin ini mendapat dukungan penuh dari pihak madrasah. Program ini diharapkan menjadi pemicu bagi guru maupun siswa lainnya untuk lebih kreatif dalam menjaga dan memanfaatkan ekosistem sekolah.

Kini, lahan yang dulunya "mati" tersebut telah menjadi simbol kemandirian dan kerja keras. Ke depan, direncanakan akan ada penambahan varietas tanaman lain guna memperkaya hasil kebun sekolah.

Tingkatkan Keimanan dan Kekompakan, DWP Kankemenag Pasuruan Gelar Khotmil Qur'an Bersama

 


PASURUANDharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Pasuruan menyelenggarakan kegiatan Khotmil Qur'an bersama pada Jumat, 27 Februari 2026. Acara yang berlangsung khidmat ini bertempat di Aula Kantor Kemenag Pasuruan.



Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota DWP serta meningkatkan kualitas spiritual dan keimanan. Selain itu, momentum ini juga dimanfaatkan untuk mendoakan keselamatan, keberkahan, dan kelancaran dalam menjalankan tugas-tugas kedinasan di lingkungan Kankemenag Pasuruan.

Mewakili MIN 1 Pasuruan, turut hadir dalam kegiatan tersebut tiga orang perwakilan, yaitu:

  1. Shobahul Khoir, S.Pd.I

  2. Hanik Istiqomah, S.Pd.I

  3. Wiwit Widayati, S.Pd.I

Acara berlangsung dengan lancar dan penuh kekeluargaan. Seluruh peserta mengikuti rangkaian pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an dari awal hingga khatam dengan penuh kekhusyukan.

Siswa Kelas VI MIN 1 Pasuruan Mengikuti PMBM di MTsN 1 Pasuruan


PASURUAN – Piswa-siswi kelas VI Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan terpantau mengikuti rangkaian proses Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) jalur prestasi di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Pasuruan.

​Langkah ini merupakan bagian dari upaya para siswa untuk melanjutkan estafet pendidikan mereka di jenjang yang lebih tinggi, namun tetap dalam koridor pendidikan madrasah yang berkarakter. 

Rabu, 25 Februari 2026,  6 Siswa MIN 1 Pasuruan mengikuti proses Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) jalur prestasi untuk tahun ajaran 2026-2027 

Berikut nama siswa yang mengikuti jalur prestasi:

Dari kelas 6A (Ozil, Mayra Ditha, Nabil, Raissa)

Dari kelas 6B (Bumi)

Dari kelas 6D (Aqila), selanjutnya ada pendaftaran jalur reguler tanggal 02 Maret 2026


Dukungan Penuh Kepala Madrasah

​Kepala MIN 1 Pasuruan menyatakan dukungan penuhnya terhadap para siswa yang memilih melanjutkan pendidikan ke MTsN 1 Pasuruan. Menurut beliau, sinergi antara Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah sangat penting untuk menjaga kesinambungan kurikulum dan pembentukan akhlak siswa.

​"Kami sangat mendukung anak-anak kami yang berjuang di PMBM MTsN atau MTs yang lain. Bagaimanapun juga, MI dan MTs adalah satu keluarga besar di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) . Target kita sama: mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga kuat secara spiritual," ujar Kepala MIN 1 Pasuruan.


Melanjutkan Tradisi Prestasi

​Kegiatan ini bukan sekadar pendaftaran rutin, melainkan upaya menjaga tradisi prestasi siswa MIN 1 Pasuruan agar tetap bersinar di jenjang berikutnya. Para siswa telah dibekali dengan bimbingan khusus agar siap menghadapi tahapan seleksi, baik tes akademik maupun pemetaan potensi keagamaan.

​Diharapkan, dengan semangat "Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia", transisi siswa dari MIN ke MTsN ini dapat berjalan lancar dan memberikan kontribusi positif bagi kualitas pendidikan di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan. Fz