google-site-verification: googlec37f5abc404fa346.html MIN 1 PASURUAN

TIM LITERASI MIN 1 PASURUAN SOSIALISASIKAN GERAKAN SEKOLAH MENULIS BUKU (GSMB) DI MUSHALLAH

 



​PASURUAN – Suasana khidmat sekaligus penuh semangat menyelimuti Mushallah MIN 1 Pasuruan pada Selasa, 14 Juli 2026. Bukan hanya dipadati oleh jemaah yang hendak beribadah, mushallah sekolah hari ini bertransformasi menjadi pusat peradaban dan ilmu pengetahuan melalui kegiatan masa ta'aruf siswa madrasah (MATAMUDA) hari kedua.

​Pada kesempatan tersebut, Tim Literasi MIN 1 Pasuruan yang diketuai oleh Ibu Maufuza, M.Pd., menggelar sosialisasi intensif mengenai Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB). Program nasional ini dihadirkan di lingkungan madrasah untuk memantik minat baca, mengasah ketajaman berpikir, serta mewadahi bakat menulis para siswa sejak usia dini.

​Meneladani Fungsi Masjid di Zaman Rasulullah

​Pemilihan Mushallah MIN 1 Pasuruan sebagai lokasi sosialisasi bukanlah tanpa alasan. Ibu Maufuza, M.Pd., dalam pemaparannya menekankan pentingnya menghidupkan kembali esensi tempat ibadah sebagaimana yang dicontohkan pada zaman Nabi Muhammad SAW.

​"Kami sengaja memilih mushallah ini untuk meneladani zaman Rasulullah. Pada masa itu, masjid bukan sekadar tempat untuk menegakkan salat ritual semata, melainkan episentrum peradaban—tempat bermusyawarah, menyusun strategi, dan yang paling utama, tempat mencari serta menyebarkan ilmu pengetahuan," ujar Ibu Maufuza di hadapan para peserta.

​Melalui filosofi ini, Tim Literasi ingin menanamkan pola pikir kepada para siswa baru bahwa kegiatan belajar dan berkarya—termasuk menulis buku—merupakan bagian dari ibadah dan manifestasi dari menuntut ilmu yang sangat mulia.

​Siap Melahirkan Penulis Muda Lewat GSMB

​Dalam sesi sosialisasi tersebut, Tim Literasi memaparkan secara detail mengenai teknis pelaksanaan GSMB, mulai dari tahapan pendampingan menulis, kurasi karya, hingga proses penerbitan buku ber-ISBN yang nantinya akan merangkum karya-karya terbaik siswa MIN 1 Pasuruan.

​Kegiatan MATAMUDA hari kedua ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Dengan dimulainya langkah awal dari mushallah ini, MIN 1 Pasuruan optimistis dapat mencetak generasi islami yang tidak hanya taat beribadah, tetapi juga literat, kritis, dan mampu mewarnai dunia lewat goresan pena mereka.

Hari Kedua MATAMUDA MIN 1 Pasuruan: Ust. Mahmud, M.Pd. Kupas Tuntas 6 Syarat Mencari Ilmu

 


​PASURUAN (14 Juli 2026) – Rangkaian kegiatan Masa Ta'ruf Siswa Madrasah Baru (MATAMUDA) di MIN 1 Pasuruan memasuki hari kedua dengan penuh khidmat. Pada hari ini, Selasa (14/7), para peserta didik baru disuguhi siraman rohani berupa tausiyah interaktif yang disampaikan oleh Ust. Mahmud, M.Pd. di aula utama madrasah.

​Dalam tausiyahnya, Ust. Mahmud membekali para siswa baru dengan fondasi spiritual dan mental yang kuat melalui materi penting: 6 Syarat Utama Mencari Ilmu. Mengutip bait syi'ir terkenal dari Kitab Alala, beliau menjelaskan secara runtut bahwa keberhasilan belajar tidak bisa diraih secara instan, melainkan harus memenuhi enam modal utama:

  1. ​Dzakun (Cerdas/Akal): Bukan berarti harus terlahir genius, melainkan mau menggunakan akal pikiran dengan maksimal untuk terus belajar dan memahami hal baru.
  2. ​Hirsun (Semangat): Rasa ingin tahu yang tinggi dan tidak mudah menyerah saat menghadapi materi pelajaran yang sulit.
  3. ​Ishtibarun (Sabar): Sabar dalam menjalani proses belajar, mendengarkan guru, serta sabar menahan diri dari hal-hal yang mengganggu konsentrasi belajar.
  4. ​Bulghatun (Biaya/Bekal): Memerlukan pengorbanan materi, baik dari orang tua untuk fasilitas sekolah maupun kesiapan siswa menjaga perlengkapan belajarnya.
  5. ​Irsyadu Ustadzin (Petunjuk Guru): Pentingnya takzim (hormat) dan mengikuti arahan serta bimbingan dari Bapak/Ibu guru agar ilmu yang didapat menjadi berkah.
  6. ​Thulu Zamani (Waktu yang Lama): Mencari ilmu adalah proses panjang yang membutuhkan waktu bertahun-tahun, bukan sesuatu yang bisa dikuasai dalam semalam.

​"Anak-anakku yang hebat, kalian kini sudah resmi menjadi bagian dari MIN 1 Pasuruan. Enam syarat yang disampaikan tadi adalah kunci rahasia agar kalian tidak hanya pintar, tetapi ilmu kalian juga bermanfaat dan berkah dunia akhirat," pesan Ust. Mahmud di sela-sela tausiyahnya yang disambut antusias oleh para siswa.

​Kepala MIN 1 Pasuruan menyampaikan bahwa kegiatan MATAMUDA hari kedua ini sengaja diisi dengan materi keagamaan yang aplikatif agar para siswa baru memiliki kesiapan mental yang matang sejak dini.

​Acara yang berlangsung dari pagi hingga menjelang siang ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ust. Mahmud. Melalui pembekalan ini, diharapkan para siswa baru MIN 1 Pasuruan dapat menjalani masa pendidikan mereka ke depan dengan penuh semangat, disiplin, dan akhlakul karimah. (Humas/MIN1Pasuruan)

Sambut Hangat Zoom Kanwil, Kasi Pendma Kemenag Pasuruan Apresiasi Kesiapan MIN 1 Pasuruan

 

PASURUAN – Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan H. BUSTANUL ARIFIN, S.Pd., M. Pd menghadiri agenda rapat koordinasi virtual via Zoom Meeting yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur. Uniknya, kegiatan zoom kali ini diikuti langsung dari lingkungan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan.

Kehadiran Kasi Pendma di MIN 1 Pasuruan ini disambut hangat oleh kepala madrasah beserta jajaran dewan guru. Selain untuk mengikuti arahan strategis dari Kanwil, momentum ini juga dimanfaatkan untuk meninjau langsung perkembangan program pendidikan di madrasah tersebut.

Sambut Gembira dan Berikan Apresiasi

Di sela-sela kegiatan, Kasi Pendma menyampaikan rasa gembira dan bangganya atas pelaksanaan kegiatan peninjauan serta kesiapan yang ditunjukkan oleh MIN 1 Pasuruan. Menurutnya, atmosfer pendidikan dan komitmen yang ditunjukkan oleh seluruh civitas akademika di MIN 1 Pasuruan sangat positif dalam mendukung program-program Kementerian Agama.

"Kami sangat menyambut gembira dan mengapresiasi luar biasa pelaksanaan kegiatan di MIN 1 Pasuruan ini. Semangat, sinergi, dan kesiapan infrastruktur serta SDM di sini membuktikan bahwa madrasah kita siap melompat lebih tinggi untuk prestasi mandiri dan berprestasi," ujar Kasi Pendma.

Fokus Arahan Zoom Kanwil

Rapat koordinasi bersama Kanwil Kemenag Jatim tersebut membahas sejumlah agenda krusial, antara lain:

  1. Peningkatan mutu dan digitalisasi madrasah.
  2. Evaluasi program kerja semester berjalan.
  3. Persiapan agenda strategis pendidikan madrasah di tingkat provinsi.

Dengan dilaksanakannya zoom langsung dari MIN 1 Pasuruan, diharapkan dapat memberikan motivasi tambahan bagi madrasah-madrasah lain di Kabupaten Pasuruan untuk terus berinovasi dan menjaga kualitas pelayanan pendidikan keagamaan. Kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh khidmat hingga akhir acara. (Red)

1151 Siswa, orang Tuan dan Guru Hadiri MATAMUDA 2026 MIN 1 Pasuruan Wujudkan Cita-Cita Setinggi Langit, Kepala Madrasah Buka MATAMUDA 2026 dengan Pelepasan Balon

 

PASURUAN – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan resmi memulai kegiatan Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027. Acara yang berlangsung meriah dan penuh khidmat ini dibuka langsung oleh Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd., di halaman utama madrasah.

Sebagai tanda dimulainya kegiatan bagi para peserta didik baru, dilakukan prosesi simbolis pelepasan balon ke udara. Pelepasan balon ini bukan sekadar tradisi, melainkan sebuah representasi dari harapan dan impian besar yang digantungkan oleh seluruh civitas akademika MIN 1 Pasuruan untuk masa depan para siswa.

Pesan Inspiratif: Gantungkan Cita-Cita Setinggi-Tingginya

Dalam sambutannya, Bapak Abdul Qodir memberikan motivasi yang sangat mendalam kepada para siswa baru. Beliau berpesan agar anak-anak tidak takut untuk bermimpi besar sejak dini.

"Lepaskanlah impianmu terbang tinggi seperti balon-balon ini. Wujudkan cita-cita setingginya, terus melangkah, belajar, dan berproses sampai di mana takdir kau harus berhenti," ujar Bapak Abdul Qodir dengan penuh semangat.

Beliau juga menambahkan bahwa madrasah berkomitmen penuh untuk menjadi wadah yang siap membimbing, mendidik, dan mengantarkan seluruh siswa menuju gerbang kesuksesan, baik secara akademis maupun akhlakul karimah.

Mengenal MATAMUDA 2026

Kegiatan MATAMUDA tahun ini dirancang untuk membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru secara menyenangkan dan edukatif. Beberapa fokus utama dalam kegiatan ini meliputi:

  1. Pengenalan Lingkungan Madrasah: Mengetahui fasilitas, ruang kelas, dan sudut-sudut edukasi di MIN 1 Pasuruan.
  2. Pembentukan Karakter: Menanamkan nilai-nilai religius, disiplin, dan sopan santun sejak hari pertama sekolah.
  3. Adaptasi Sosial: Membantu siswa saling mengenal satu sama lain serta membangun kedekatan dengan para guru.

Acara pembukaan diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, memohon kelancaran proses belajar mengajar selama satu tahun ajaran ke depan. Dengan dimulainya MATAMUDA 2026, MIN 1 Pasuruan siap mencetak generasi islami yang unggul, cerdas, dan berkarakter kuat.

Dari Madrasah hingga Rumah Ibadah, Abdul Qodir Perkuat Wawasan Moderasi Beragama melalui Studi Komparasi di MI Terpadu Baitul Amin dan Puja Mandala.

Nusa Dua – Komitmen untuk terus memperkuat nilai-nilai moderasi beragama kembali diwujudkan dalam langkah nyata oleh Kepala MIN 1 Pasuruan, Abdul Qodir, M.Pd. Melalui kegiatan studi komparasi di MI Terpadu Baitul Amin yang dilanjutkan dengan kunjungan edukatif ke kawasan Puja Mandala, Bali, agenda ini dirancang untuk memperluas wawasan sekaligus memperkaya praktik pendidikan karakter di lingkungan madrasah.

Fokus utama dari rangkaian kegiatan ini adalah mendalami strategi penanaman sikap toleran, saling menghargai, dan hidup berdampingan secara harmonis di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Sinergi Budaya Mutu di MI Terpadu Baitul Amin

Pada destinasi pertama di MI Terpadu Baitul Amin, Abdul Qodir beserta rombongan disambut hangat untuk mempelajari berbagai praktik baik (best practices) pengelolaan lembaga. Beberapa poin utama yang menjadi fokus diskusi meliputi:

  1. Penguatan Budaya Mutu: Sistem tata kelola madrasah yang efektif dan efisien.
  2. Inovasi Pembelajaran: Strategi penyampaian materi yang adaptif bagi peserta didik.
  3. Pembinaan Karakter: Internalisasi nilai-nilai moderasi beragama sejak dini kepada siswa.

Diskusi interaktif ini membuka ruang bagi kedua belah pihak untuk saling berbagi pengalaman serta memetakan inovasi-inovasi yang dapat diadaptasi guna mendongkrak kualitas layanan pendidikan di MIN 1 Pasuruan.

Menyelami Harmoni di Puja Mandala

Rangkaian studi kemudian bergeser ke kawasan Puja Mandala, sebuah kompleks ikonik yang menjadi simbol kerukunan umat beragama di Indonesia. Berdirinya rumah-rumah ibadah dari berbagai agama dalam satu area yang berdampingan menjadi contoh nyata bagaimana toleransi, dialog antariman, dan rasa saling menghormati dapat tumbuh subur dalam kehidupan masyarakat majemuk.

Kunjungan ini memberikan gambaran visual dan spiritual yang kuat mengenai pentingnya merawat kebinakaan.

Komitmen Implementasi dan Harapan Kedepan

Dalam kesempatan tersebut, Kepala MIN 1 Pasuruan menegaskan bahwa moderasi beragama tidak boleh berhenti sebagai konsep teoretis semata, melainkan harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari—baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat luas.

"Madrasah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang cerdas secara intelektual, matang secara spiritual, serta mampu menghargai perbedaan. Melalui kunjungan ini, kami belajar bahwa keberagaman adalah kekuatan yang harus dirawat bersama demi menjaga persatuan bangsa," ujar Abdul Qodir, M.Pd.

Beliau berharap hasil dari studi komparasi ini dapat segera diimplementasikan melalui program-program pendidikan inovatif yang menanamkan nilai toleransi, cinta tanah air, gotong royong, serta semangat persaudaraan yang erat. Melalui langkah ini, MIN 1 Pasuruan siap menjadi garda terdepan dalam membangun generasi yang berkarakter, moderat, dan harmonis.

Maksimalkan Evaluasi, Perkuat Program Menuju Madrasah Unggul, Maju, Bermutu, dan Mendunia

 


​BADUNG, BALI – Semangat untuk memperkuat mutu pendidikan madrasah terus digaungkan secara progresif. Hal ini tercermin nyata dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) se-Jawa Timur yang diselenggarakan pada 9–11 Juli 2026 di NISM Hotel, Badung, Bali. Kegiatan strategis ini dihadiri oleh seluruh Kepala MIN se-Jawa Timur sebagai forum utama untuk mengevaluasi capaian program kerja, merumuskan langkah taktis perbaikan, serta memperkokoh komitmen bersama dalam menghadirkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas dan berdaya saing tinggi.

​Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Dalam arahannya yang komprehensif, Kakanwil menegaskan pentingnya menjadikan evaluasi sebagai pijakan fundamental serta batu loncatan dalam meningkatkan kualitas tata kelola madrasah. Menurutnya, evaluasi berkala bukan sekadar instrumen formalitas untuk melihat hasil pencapaian masa lalu, melainkan sebuah sarana krusial untuk menyusun peta strategi masa depan agar seluruh program kerja berjalan lebih efektif, efisien, tepat sasaran, dan memberikan dampak konkret bagi kemajuan madrasah secara berkelanjutan.

​Dalam penguatan materi koordinasi, Kakanwil Kemenag Jawa Timur menekankan aspek manajemen internal bahwa setiap penugasan organisasi harus diselesaikan secara tuntas dan profesional, disesuaikan dengan kapasitas sumber daya manusia (SDM) serta kebutuhan riil masing-masing madrasah. Pihaknya menyadari bahwa setiap satuan pendidikan memiliki karakteristik geografis, potensi lokal, dan komponen pendukung yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, pembagian tugas dan wewenang harus dilakukan secara proporsional agar seluruh roda program kerja dapat terlaksana secara optimal tanpa mengorbankan kualitas pelayanan.

​"Prestasi madrasah merupakan bukti nyata dan indikator mutlak dari kualitas pelayanan yang kita berikan kepada seluruh warga madrasah. Oleh karena itu, seluruh kepala madrasah selaku pimpinan visioner diharapkan terus mendorong inovasi tiada henti, meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, serta menciptakan ekosistem kerja yang kolaboratif demi melahirkan prestasi gemilang di berbagai bidang," urai Kakanwil.

​Selain fokus pada peningkatan prestasi akademik maupun nonakademik, perhatian mendalam terhadap aspek tata lingkungan madrasah juga menjadi amanat penting dalam forum tersebut. Lingkungan madrasah yang bersih, sehat, indah, dan nyaman diyakini memiliki korelasi kuat dalam membentuk karakter positif peserta didik sekaligus mencerminkan integritas budaya kerja para pengelolanya. Madrasah yang tertata rapi akan menghadirkan atmosfer pembelajaran yang rekreatif dan menyenangkan, yang pada gilirannya mampu menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) yang tinggi bagi seluruh warga madrasah.

​Rapat koordinasi dan evaluasi lintas sektor ini pada akhirnya bertransformasi menjadi momentum emas untuk mempererat sinergi antarkepala madrasah. Melalui forum ini, para kepala satuan pendidikan dapat saling berbagi praktik baik (sharing best practices), menyelaraskan pemikiran terhadap arah kebijakan strategis Kanwil Kemenag Jatim, serta memantapkan komitmen kolektif demi masa depan madrasah.

​Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, diharapkan seluruh Madrasah Ibtidaiyah Negeri di wilayah Jawa Timur semakin siap, tangguh, dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan dinamika zaman. Dengan konsistensi dalam berinovasi, peningkatan mutu layanan secara holistik, penguatan tata kelola yang transparan, serta penanaman karakter mulia, cita-cita kolektif untuk mewujudkan madrasah yang unggul, maju, bermutu, dan mendunia bukan lagi sekadar semboyan, melainkan sebuah realitas objektif yang siap dicapai bersama.

Wujudkan Madrasah Berbasis Mutu, Abdul Qodir ikuti arahan kabid pendma dalam kegiatan Rakirev Kepala MIN se Jatim

 

​PASURUAN – Pendidikan madrasah saat ini dituntut untuk terus bergerak dinamis dalam meningkatkan kualitas dan daya saing. Menanggapi tantangan tersebut, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penma) Kantor Wilayah Kementerian Agama, Dr. Sugiyo, M.Pd., menegaskan bahwa seluruh indikator pencapaian hasil belajar siswa di lingkungan madrasah harus sepenuhnya berbasis pada mutu dan kualitas yang terukur.

​Hal tersebut disampaikan beliau dalam arahannya baru-baru ini. Dr. Sugiyo menekankan pentingnya melakukan reformasi paradigma bagi para tenaga pendidik di madrasah. Menurutnya, potensi besar yang dimiliki para guru harus dioptimalkan dengan mengubah peran yang semula hanya sebatas 'pengajar' menjadi seorang 'pendidik'.

​"Guru tidak boleh lagi hanya terfokus di dalam kelas dengan metode konvensional dari guru ke murid. Lebih dari itu, setiap tema dan materi pembelajaran yang akan disampaikan harus benar-benar dipersiapkan secara matang dan mendalam," tegas Dr. Sugiyo.

​Lebih lanjut, beliau memberikan gambaran mengenai proses pembelajaran modern yang ideal di lingkungan madrasah. Pembelajaran tidak lagi harus selalu terikat dan monoton di dalam ruang kelas. Kreativitas guru dituntut untuk mampu menyelaraskan materi atau tema pelajaran dengan pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai salah satu sumber belajar yang kaya dan kontekstual.

​Dengan memanfaatkan lingkungan sebagai laboratorium alam atau ruang belajar terbuka, siswa diharapkan dapat memahami materi secara lebih konkret, interaktif, dan menyenangkan. Langkah transformatif ini diyakini akan menjadi pilar utama dalam mencetak generasi lulusan madrasah yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi perkembangan zaman melalui tata kelola pendidikan yang berbasis mutu.

Enam Kepala MIN Terima Penghargaan Penulis Best Practice Ramadhan Inspiratif 2026

 

​Kepala MIN 1 Pasuruan Raih Juara Harapan III

​JAWA TIMUR – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan madrasah di Jawa Timur. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur secara resmi memberikan penghargaan kepada enam Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) se-Jawa Timur yang berhasil meraih prestasi sebagai Penulis Best Practice Ramadhan Inspiratif 2026.

​Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi atas dedikasi para kepala madrasah dalam mendokumentasikan praktik-praktik terbaik (best practice) selama pelaksanaan program Ramadhan Inspiratif 2026. Karya-karya literasi yang dihasilkan dinilai tidak hanya menjadi bukti nyata inovasi di lingkungan madrasah, tetapi juga diharapkan mampu menjadi pemantik inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya.

​MIN 1 Pasuruan Sabet Juara Harapan III

​Salah satu nama yang sukses mencatatkan prestasinya adalah Kepala MIN 1 Pasuruan, Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd., yang berhasil membawa pulang trofi Juara Harapan III. Capaian gemilang ini menjadi kebanggaan besar bagi keluarga besar MIN 1 Pasuruan sekaligus bukti sahih bahwa budaya literasi terus tumbuh subur di lingkungan madrasah tersebut.

​Usai menerima penghargaan, Abdul Qodir menyampaikan rasa syukur yang mendalam serta apresiasi kepada Kepala Kanwil Kemenag Jatim. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kerja tim yang solid.

​"Penghargaan ini bukan semata-mata untuk saya pribadi, tetapi merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh keluarga besar MIN 1 Pasuruan. Saya menyampaikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim Literasi MIN 1 Pasuruan yang dikoordinasikan oleh Ibu Maufuza atas dedikasi, kreativitas, dan semangatnya dalam membangun budaya literasi di madrasah," ungkap Abdul Qodir.

​Komitmen Meningkatkan Budaya Literasi

​Melalui momentum manis ini, Abdul Qodir berharap penghargaan tersebut dapat menjadi bahan bakar motivasi untuk:

​Terus mendongkrak kualitas literasi di lingkungan madrasah.

​Memperkuat budaya menulis di kalangan guru dan tenaga kependidikan.

​Melahirkan berbagai inovasi baru yang berdampak positif bagi kemajuan pendidikan.

​Prestasi di tingkat provinsi ini semakin mengukuhkan komitmen MIN 1 Pasuruan dalam mewujudkan visi madrasah yang unggul, inovatif, dan inspiratif. Semangat berkarya dan berbagi praktik baik (sharing best practice) kini menjadi ruh baru demi kemajuan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama

Inovatif! MIN 1 Pasuruan Gelar Workshop Penyusunan RPP Berbasis Kurikulum Cinta

Pasuruan – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak. Langkah nyata ini diwujudkan melalui gelaran Workshop Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Berbasis Kurikulum Cinta yang diikuti oleh seluruh dewan guru.

Kegiatan workshop ini bertujuan untuk membekali para pendidik agar mampu menyusun perangkat pembelajaran yang tidak hanya fokus pada pencapaian akademik (kognitif), tetapi juga menyentuh aspek emosional dan spiritual peserta didik melalui pendekatan kasih sayang.

Menghadirkan Pembelajaran yang Memanusiakan Manusia

Kepala MIN 1 Pasuruan dalam sambutannya menyampaikan bahwa "Kurikulum Cinta" bukanlah sebuah kurikulum baru yang menggantikan kurikulum nasional, melainkan sebuah pendekatan dan ruh dalam mengimplementasikan kurikulum yang berlaku.

"Kurikulum Cinta adalah manifestasi dari pendidikan yang berpusat pada anak dengan landasan kasih sayang. Kita ingin memastikan bahwa setiap lembar RPP yang disusun guru memiliki ruh yang mampu membuat siswa merasa aman, dihargai, dan bahagia saat belajar," ujarnya.

Dalam workshop ini, para guru diajak untuk membedah strategi penyusunan RPP yang mengintegrasikan nilai-nilai:

Empati dan Kepedulian: Menyusun langkah pembelajaran yang memperhatikan keberagaman kondisi dan gaya belajar siswa.

Komunikasi Positif: Memilih metode instruksi dan umpan balik (feedback) yang membangun rasa percaya diri anak, bukan menjatuhkan.

Lingkungan Belajar Kondusif: Merancang skenario kelas yang minim tekanan (stress-free) namun tetap sarat akan makna dan target capaian yang jelas.

Antusiasme dan Output Kegiatan

Seluruh peserta tampak antusias mengikuti jalannya workshop. Ruang pertemuan dipenuhi dengan diskusi interaktif saat para guru mulai merevisi dan menyisipkan indikator-indikator berbasis kasih sayang ke dalam rancangan pembelajaran mereka.

Melalui workshop ini, MIN 1 Pasuruan berhasil menargetkan output berupa dokumen RPP siap pakai yang ramah anak untuk tahun ajaran berjalan. Diharapkan, hasil dari workshop ini dapat langsung dirasakan dampaknya oleh para siswa melalui suasana kelas yang lebih hidup, hangat, dan inspiratif.

Dengan adanya inovasi ini, MIN 1 Pasuruan membuktikan diri siap menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi berkarakter unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kaya akan cinta dan akhlakul karimah.

Prestasi_Raih Medali Tingkat Nasional, MIN 1 Pasuruan Ukir Sejarah di SWE 2026

Keren dan Menginspirasi! Borong Medali Tingkat Nasional, Siswa-Siswi MIN 1 Pasuruan Ukir Sejarah di SWE 2026

Pasuruan–Momentum libur madrasah tidak menyurutkan semangat juang murid Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Pasuruan untuk menorehkan prestasi gemilang. Dalam ajang bergengsi Grand Final Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Spirit Word Education (SWE), delegasi MIN 1 Pasuruan sukses membawa pulang rentetan penghargaan bergengsi.

​Kompetisi skala nasional ini berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 4–5 Juli 2026. Acara digelar di dua tempat berbeda di Kota Malang, yaitu Universitas Ma Chung dan Hotel Trio 2 Malang. Kegiatan tersebut lanjutan SWE tingkat Kabupaten yang diselenggarakan di Kota Bangil Desember 2025.

​Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd. mengungkapkan rasa syukur dan bangganya yang luar biasa atas pencapaian ini. Pasalnya, ini merupakan kali pertama bagi MIN 1 Pasuruan berpartisipasi dalam ajang SWE tingkat nasional, namun para siswa langsung mampu bersaing ketat dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

​Berikut adalah rincian capaian prestasi luar biasa yang berhasil diraih oleh siswa-siswi MIN 1 Pasuruan dalam ajang Grand Final SWE 2026:

​1. Olimpiade Mata Pelajaran Sains_ Universitas Ma Chung

  • Ahmad Atha Al Fatih   JUARA 1               predikat Best Score (Nilai Terbaik).
  • Muhammad Alwi Khaizuran      Bronze Reward (Medali Perunggu)
  • Izzatul A'rof.                                    Bronze Reward (Medali Perunggu)

2. Olimpiade Mata Pelajaran Matematika_ Universitas Ma Cung 

  • Ghibran Shanaya Felliciano          Silver Reward (Medali Perak)

​3. PPDB 9 (Pemilihan Pelajar Teladan Berprestasi) Tingkat Nasional)_Hotel Trio

  • Kzanzeina Myisha Sofyan Putri  berhasil menembus jajaran elite Top 12 Pelajar Teladan Berprestasi tingkat Nasional.

​Keberhasilan ini membuktikan bahwa MIN 1 Pasuruan tidak hanya fokus pada pendidikan akademis di dalam kelas, namun juga sukses melahirkan generasi muda yang kompetitif, bermental juara, dan religius. Selamat kepada para juara, semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus belajar dan berprestasi di masa depan. Fz


Dok MIN1 Pasuruan 













Sambut Tahun Ajaran Baru, MIN 1 Pasuruan Gelar Workshop Penyusunan Dokumen Satu Kurikulum


PASURUAN — Menyambut tahun ajaran baru yang akan datang, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan sukses menyelenggarakan kegiatan akademik penting bagi para tenaga pendidik. Agenda tersebut dikemas dalam bentuk Workshop Penyusunan dan Finalisasi Dokumen I Kurikulum.

Kegiatan workshop ini dilaksanakan secara tatap muka langsung pada hari Kamis, 2 Juli 2026. Bertempat di Aula MIN 1 Pasuruan yang berlokasi di RT.01/RW.08 Gunung Gangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Fokus pada Kesiapan Tahun Ajaran 2026/2027

Workshop ini secara khusus diselenggarakan untuk mempersiapkan perangkat administrasi dan arah pembelajaran madrasah menyongsong Tahun Ajaran 2026/2027. Melalui kegiatan penyusunan dan finalisasi Dokumen I Kurikulum ini, seluruh jajaran guru dan staf akademik diajak untuk menyelaraskan visi, misi, serta strategi pembelajaran agar sesuai dengan regulasi pendidikan terbaru dan kebutuhan peserta didik.

Pantauan di lokasi pada pukul 13:46 WIB menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para peserta. Dipandu oleh pemateri di depan kelas yang memaparkan materi lewat laptop dan layar proyektor, para guru tampak serius berdiskusi, mencatat poin penting, dan mengoreksi dokumen kerja kurikulum masing-masing demi menghasilkan dokumen final yang berkualitas.

Langkah Strategis Tingkatkan Mutu Madrasah

Melalui finalisasi Dokumen I Kurikulum ini, MIN 1 Pasuruan berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di wilayah Kabupaten Pasuruan. Dokumen yang matang diharapkan dapat menjadi kompas dan pedoman yang jelas bagi guru dalam mengajar, mengevaluasi, serta mengembangkan potensi para siswa sepanjang satu tahun ajaran ke depan.

Kegiatan berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh nuansa kolaboratif antarpendidik demi kemajuan madrasah. (Red)