google-site-verification: googlec37f5abc404fa346.html MIN 1 PASURUAN

Guru Memanusiakan Siswa, Siswa Pantang Menyerah dalam Belajar




PASURUAN — Pendidikan bukan sekadar proses menyampaikan ilmu pengetahuan. Lebih dari itu, pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia, membangun karakter, menumbuhkan kedisiplinan, sekaligus menanamkan semangat untuk terus belajar dalam kondisi apa pun.

Pesan tersebut menjadi perhatian penting dalam pelaksanaan pendidikan di madrasah. Guru tidak hanya dituntut menjalankan tugas pembelajaran, tetapi juga mampu memahami setiap peserta didik dengan segala kondisi dan karakter yang berbeda.

Dalam menjalankan tugasnya, guru perlu memanusiakan siswa dalam setiap kegiatan di madrasah, baik dalam proses pembelajaran maupun kegiatan di luar pembelajaran. Sikap adil dan disiplin dalam seluruh aspek pendidikan juga menjadi bagian penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan kondusif.

Selain itu, setiap perilaku siswa perlu dihargai dan dipahami berdasarkan kondisi serta keadaan yang sedang dihadapi. Pendekatan yang humanis diharapkan mampu membuat siswa merasa dihargai, diterima, dan mendapatkan ruang untuk berkembang.

Di sisi lain, para siswa juga diingatkan untuk memiliki semangat pantang menyerah. Dalam keadaan apa pun, termasuk ketika menghadapi kesulitan, siswa harus terus berusaha dan tidak mudah menyerah. Pendidikan harus tetap menjadi prioritas meskipun berbagai keterbatasan menghadang.

Keterbatasan fasilitas bukan alasan untuk berhenti belajar. Kesungguhan, kemauan, dan semangat untuk maju menjadi modal utama dalam meraih cita-cita. Bahkan dalam kondisi yang serba terbatas, siswa diharapkan tetap mampu menunjukkan kepedulian dengan berbagi kepada sesama.

Kutipan Singkat

Pesan untuk Guru:

  • “Memanusiakan siswa dalam setiap kegiatan di madrasah, baik pembelajaran maupun di luar pembelajaran.”
  • “Menjalankan kedisiplinan dalam semua aspek pendidikan dengan selalu bersikap adil kepada siswa.”
  • “Menghargai setiap tingkah laku siswa sesuai dengan kondisi dan keadaan yang berlangsung.”

Pesan untuk Siswa:

  • “Selalu berusaha dalam keadaan apa pun, terutama dalam keadaan sulit.”
  • “Utamakan pendidikan, sesulit apa pun keadaan yang dihadapi.”
  • “Bersungguh-sungguh dalam belajar walaupun fasilitas yang dibutuhkan sangat minim.”
  • “Tetap mampu berbagi walaupun apa yang dimiliki sangat terbatas.”

Semangat tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fasilitas, tetapi juga oleh ketulusan guru dalam mendidik dan kegigihan siswa dalam belajar. Dari keterbatasan sekalipun, semangat belajar dan kepedulian dapat tumbuh menjadi kekuatan untuk meraih masa depan.

 

Koordinasi dan Evaluasi Bidang Kesiswaan, Perkuat Pembinaan Peserta Didik MIN 1 Pasuruan

 




Pasuruan, Selasa, 15 September 2026 — Dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan dan pembinaan peserta didik, MIN 1 Pasuruan melaksanakan kegiatan Koordinasi dan Evaluasi Bidang Kesiswaan pada Selasa, 15 September 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 12.30 WIB bertempat di Ruang Kelas 1A MIN 1 Pasuruan. Pertemuan menjadi momentum penting untuk melakukan koordinasi sekaligus mengevaluasi berbagai program dan kegiatan yang berkaitan dengan bidang kesiswaan.

Dalam kegiatan ini, dilakukan pembahasan mengenai pelaksanaan program kesiswaan yang telah berjalan, berbagai perkembangan peserta didik, serta hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian dan tindak lanjut. Evaluasi dilakukan sebagai upaya memastikan setiap program dapat berjalan secara efektif, tertib, dan memberikan dampak positif bagi perkembangan peserta didik.

Koordinasi juga diarahkan untuk memperkuat sinergi antarunsur madrasah dalam memberikan pelayanan dan pembinaan kepada siswa. Dengan komunikasi dan kerja sama yang baik, diharapkan berbagai kegiatan kesiswaan dapat dilaksanakan secara lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Kegiatan koordinasi dan evaluasi ini diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan MIN 1 Pasuruan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang peserta didik, baik dalam aspek akademik, karakter, kedisiplinan, maupun pengembangan bakat dan minat.

Melalui evaluasi secara berkala, bidang kesiswaan dapat terus melakukan perbaikan dan menyusun langkah strategis untuk meningkatkan mutu layanan serta pembinaan peserta didik di MIN 1 Pasuruan.

MIN 1 Pasuruan Ikuti Launching “1 Pengawas 1 Madrasah”, Perkuat Piloting Kurikulum Berbasis Cinta

 

PASURUAN — Gerakan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) terus diperkuat di lingkungan madrasah Kabupaten Pasuruan. Salah satunya melalui program “1 Pengawas 1 Madrasah” yang resmi dilaunching pada Senin, 14 September 2026, bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan.


Kegiatan launching tersebut dibuka oleh Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan, H. Achmad SHAMPTON, S.Hi., M.Ag. Dalam arahannya, beliau menegaskan pentingnya implementasi KBC yang tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi benar-benar tercermin dalam praktik pendidikan di madrasah.

Beliau menekankan bahwa pelaksanaan KBC harus mengilhami nilai-nilai pendidikan sebagaimana dijelaskan dalam kitab Ta’lim Muta’allim. Pendidikan, menurutnya, harus mampu membangun hubungan yang baik antara guru dan peserta didik serta menempatkan proses pembelajaran sebagai ruang untuk tumbuh dan berkembang bersama.

Hadir dalam acara :

- Plt. Kepala Kankemenag Kab. Pasuruan, H. Achmad Shampto, S.HI, M.Ag

- Kasi Pendma, H. Bustanul Arifin, S.Pd, M.Pd

- Ketua Pokjawas Arif Furqon, S.Ag, M.Si

- Pengawas Madrasah

- Kepala Madrasah, RA, MI, MTs dan MA

- piloting KBC

Salah satu pesan penting yang disampaikan adalah perlunya perubahan paradigma guru dalam memandang peserta didik.

“Siswa itu bukan objek, tetapi subjek yang harus kita dampingi,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga hadir sebagai pendamping, pembimbing, dan teladan bagi peserta didik.

Dalam konsep KBC, nilai cinta diharapkan hadir dalam berbagai aktivitas pendidikan, mulai dari proses pembelajaran, interaksi guru dan siswa, budaya madrasah, hingga pembentukan karakter peserta didik.

MIN 1 Pasuruan Jadi Salah Satu Madrasah Piloting KBC

MIN 1 Pasuruan menjadi salah satu dari tiga madrasah piloting Kurikulum Berbasis Cinta Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Karena itu, keikutsertaan MIN 1 Pasuruan dalam launching program “1 Pengawas 1 Madrasah” menjadi momentum penting untuk semakin memperkuat pelaksanaan KBC di madrasah.

Dengan penuh semangat, MIN 1 Pasuruan mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari komitmen untuk terus mengembangkan pendidikan yang humanis dan berorientasi pada kebutuhan serta potensi peserta didik.

Program 1 Pengawas 1 Madrasah diharapkan dapat memberikan pendampingan yang lebih intensif kepada madrasah dalam mengimplementasikan KBC. Pengawas tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga menjadi mitra madrasah dalam memastikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dapat diterapkan secara nyata.

Bagi MIN 1 Pasuruan, implementasi KBC merupakan bagian dari ikhtiar membangun madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan lingkungan pendidikan yang ramah, penuh kasih sayang, menghargai potensi siswa, dan menumbuhkan karakter positif.

Launching “1 Pengawas 1 Madrasah” pun menjadi langkah awal untuk semakin menguatkan semangat tersebut.

Dengan ilmu yang membimbing, keteladanan yang menginspirasi, dan cinta yang menyertai, MIN 1 Pasuruan siap menjadi bagian dari gerakan transformasi pendidikan madrasah melalui Kurikulum Berbasis Cinta.

Tingkatkan Kapasitas dan Kinerja Pelayanan TPG, Operator EMIS GTK RA dan MI se-Jawa Timur Didorong untuk Semakin SMART


Jawa Timur 08-09 September 2026  — Upaya meningkatkan kapasitas dan kinerja pelayanan Tunjangan Profesi Guru (TPG) madrasah terus dilakukan melalui penguatan kompetensi para operator EMIS GTK. Kegiatan peningkatan kapasitas dan kinerja pelayanan TPG Madrasah bagi Operator EMIS GTK jenjang Raudhatul Athfal (RA) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Jawa Timur menjadi momentum penting untuk mewujudkan layanan administrasi yang semakin profesional, responsif, dan berbasis digital.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi Overview Best Practices Layanan EMIS GTK. Materi ini menekankan pentingnya membangun layanan EMIS GTK yang mampu memberikan manfaat nyata bagi madrasah, guru, dan seluruh pemangku kepentingan.

Best practices layanan EMIS GTK diarahkan pada tiga prinsip utama, yaitu sejahtera, profesional, dan digital. Ketiga prinsip tersebut menjadi landasan dalam menghadirkan pelayanan yang berkualitas sekaligus mendukung pengelolaan data GTK dan pelayanan TPG yang lebih efektif, transparan, serta akuntabel.

Selain itu, para operator juga ditekankan untuk memiliki karakter SMART dalam memberikan pelayanan. SMART tersebut merupakan akronim dari:

S — Sigap, mampu merespons kebutuhan dan permasalahan dengan cepat.

M — Menarik, memberikan pelayanan dengan komunikasi dan penyajian informasi yang baik.

A — Antusias, memiliki semangat dan motivasi dalam menjalankan tugas.

R — Ramah, memberikan pelayanan dengan sikap santun, humanis, dan penuh penghargaan.

T — Teliti, memastikan setiap data dan proses administrasi dilakukan secara cermat dan akurat.

Karakter SMART menjadi bagian penting dalam membangun budaya pelayanan operator EMIS GTK. Operator tidak hanya dituntut menguasai aspek teknis pengelolaan sistem, tetapi juga harus mampu memberikan pelayanan yang humanis dan profesional.

Seluruh peserta mengikuti materi overview pada pukul 14.00 WIB yang bertempat di Kartika Hall. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembukaan acara yang dilaksanakan oleh Bapak Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama pada pukul 15.30 WIB.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, seluruh peserta diwajibkan sudah berada di Kartika Hall pada pukul 15.00 WIB dengan mengenakan pakaian batik.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kapasitas operator EMIS GTK jenjang RA dan MI se-Jawa Timur semakin meningkat, sehingga mampu memberikan pelayanan TPG yang lebih cepat, tepat, akurat, profesional, dan berbasis digital.

Peningkatan kualitas operator pada akhirnya diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap tata kelola data madrasah serta mendukung terwujudnya pelayanan pendidikan madrasah yang semakin sejahtera, profesional, dan digital.

Dari MIN 1 Pasuruan oleh Ashlihatut Dian Novia

MIN 1 Pasuruan Lantik Anggota PMR di Perkemahan Palataran Arjuno

 

Pasuruan, 11 September 2026 — Dalam rangka menanamkan kepedulian terhadap kesehatan dan membangun jiwa kemanusiaan sejak dini, MIN 1 Pasuruan mengadakan kegiatan pelantikan anggota Palang Merah Remaja (PMR) yang berlangsung di Perkemahan Palatarn Arjuno pada Jumat sore, 11 September 2026.

Kegiatan pelantikan berlangsung dalam suasana penuh semangat dan kekeluargaan. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib sebagai bagian dari proses pembentukan karakter, kedisiplinan, kepedulian, serta kesiapsiagaan dalam memberikan pertolongan kepada sesama.

Pelantikan anggota PMR secara langsung dilakukan oleh Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir. Dalam kegiatan tersebut, beliau memberikan motivasi kepada para anggota PMR agar tidak hanya memahami keterampilan dasar kesehatan dan pertolongan pertama, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

“Menjadi anggota PMR bukan hanya tentang belajar kesehatan dan pertolongan pertama, tetapi juga belajar peduli, membantu, dan menolong sesama dengan penuh keikhlasan,” pesan Abdul Qodir kepada para peserta.

Kegiatan di alam terbuka seperti Perkemahan Palatarn Arjuno juga menjadi sarana yang tepat untuk melatih kemandirian, kerja sama, tanggung jawab, dan keberanian para peserta didik. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah, keluarga, maupun masyarakat.

Melalui pelantikan ini, MIN 1 Pasuruan berharap anggota PMR dapat menjadi pelopor hidup sehat, tanggap terhadap kondisi di sekitarnya, serta memiliki semangat kemanusiaan dan kepedulian untuk menolong sesama.

Kegiatan pelantikan PMR ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen MIN 1 Pasuruan dalam mengembangkan potensi peserta didik tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam bidang kesehatan, sosial, kemanusiaan, kepemimpinan, dan pembentukan karakter.


MIN 1 Pasuruan Menjadi Titik Lokasi Pelaksanaan OMI 2026 Tingkat Kabupaten, Kunjungan Kasubdit Kesiswaan Kemenag RI Menambah Keistimewaan

Pasuruan, 9 September 2026 — Pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 Tingkat Kabupaten di MIN 1 Pasuruan menjadi momentum istimewa dengan hadirnya kunjungan H. Sholla Taufiq, S.Hi., Kasubdit Kesiswaan Direktorat KSKK Madrasah Kementerian Agama RI, pada Rabu, 9 September 2026.


MIN 1 Pasuruan dipercaya sebagai salah satu titik lokasi pelaksanaan OMI 2026 Tingkat Kabupaten. Kepercayaan ini menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus menunjukkan peran madrasah dalam mendukung pelaksanaan kegiatan akademik dan pengembangan potensi peserta didik.

Kunjungan H. Sholla Taufiq, S.Hi. menambah keistimewaan tersendiri bagi pelaksanaan OMI 2026 di MIN 1 Pasuruan. Kehadiran beliau menjadi bentuk perhatian dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan kesiswaan serta upaya madrasah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendorong prestasi dan kompetisi secara sehat.

Dalam kesempatan tersebut, suasana pelaksanaan OMI berlangsung dengan penuh semangat. Para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias, sementara panitia dan pihak madrasah berupaya memastikan seluruh rangkaian pelaksanaan berjalan tertib, lancar, dan sesuai ketentuan.

Bagi MIN 1 Pasuruan, pelaksanaan OMI 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat budaya berprestasi, menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik, serta membangun semangat untuk terus mengembangkan kemampuan akademik.

Kepala MIN 1 Pasuruan, Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan bahwa kepercayaan menjadikan MIN 1 Pasuruan sebagai titik lokasi OMI 2026 merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Kunjungan Kasubdit Kesiswaan Direktorat KSKK Madrasah Kemenag RI juga menjadi motivasi bagi seluruh warga madrasah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dan pembinaan prestasi siswa.

“Menjadi titik lokasi pelaksanaan OMI 2026 Tingkat Kabupaten merupakan sebuah kehormatan bagi MIN 1 Pasuruan. Kehadiran Bapak H. Sholla Taufiq, S.Hi. menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan mendukung peserta didik agar berani berkompetisi serta meraih prestasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pelaksanaan OMI di MIN 1 Pasuruan diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta. Kompetisi ini bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang proses belajar, sportivitas, ketekunan, dan keberanian untuk menunjukkan kemampuan terbaik.

Dengan terselenggaranya OMI 2026 Tingkat Kabupaten di MIN 1 Pasuruan, madrasah terus berkomitmen untuk mendukung berbagai program pengembangan potensi peserta didik. Kunjungan Kasubdit Kesiswaan Direktorat KSKK Madrasah Kemenag RI menjadi bagian penting dari momentum tersebut, sekaligus menambah semangat MIN 1 Pasuruan untuk terus berkontribusi dalam memajukan pendidikan madrasah.An.


PERSIAPAN TINGKATKAN OPTIMISME, MIN SIAP SUKSESKAN SIMULASI DAN PELAKSANAAN OMI 2026

 

MIN 1 PASURUAN – Menjelang gelaran Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tahun 2026,  panitia lokal di titik lokasi (Tilok) MIN resmi merampungkan seluruh agenda persiapan teknis maupun operasional. Pembentukan tim kerja khusus ini dilakukan guna memastikan dua agenda utama, yakni uji coba pada 6 September 2026 dan pelaksanaan lomba pada 9 September 2026, dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan tanpa kendala.

​Guna mendukung kelancaran seluruh rangkaian acara, struktur kepanitiaan Tilok MIN telah dibentuk dengan pembagian tugas yang teratur:

  • Penanggung Jawab:  Kepala Madrasah
  • Ketua Panitia: Maufuza
  • Sekretaris: Tuchfatul Aliyah
  • Bendahara: Mustofa Hadi
  • Anggota: Wiwik H
  • Tim Teknis & Proktor: Muhammad Anas (Proktor) dan Farid Rohmat (Teknisi)
  • Tim Pembimbing: Bawon Musyarofah (Pembimbing Matematika) dan Sri Wahyuti (Pembimbing IPAS)
  • Konsumsi & Operasional: Nurcholishotin Nafisah (Konsumsi) dan Muhammad Mehdi (Pembantu Umum)

​Fokus utama panitia saat ini tertuju pada simulasi uji coba OMI yang dijadwalkan pada Minggu, 6 September 2026. Tahap uji coba ini sangat krusial untuk menguji pak jaringan, perangkat komputer, serta sistem aplikasi lomba di bawah pengawasan ketat proktor dan teknisi. Selain itu, pendampingan intensif dari para guru pembimbing mata pelajaran Matematika dan IPAS terus dimaksimalkan untuk memantau kesiapan akademik para peserta didik

Kepala Madrasah Bpk Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd.menyampaikan bahwa koordinasi antar-seksi berjalan sangat solid. Seluruh kebutuhan logistik, teknis perangkat, hingga pelayanan konsumsi dan kelengkapan sarana umum telah disiapkan secara rinci. Dengan persiapan yang matang ini, Tilok MIN optimis mampu menghadirkan sarana kompetisi yang jujur, nyaman, dan berprestasi pada puncak pelaksanaan OMI tanggal 9 September 2026 mendatang.Fz

Semangat Olahraga, Siswa MIN 1 Pasuruan Antusias Ikuti Pengenalan Bola Voli

 


PASURUAN — Siswa-siswi MIN 1 Pasuruan mengikuti kegiatan pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dengan materi pengenalan dasar olahraga bola voli. Pembelajaran yang berlangsung di lapangan sekolah ini dibimbing langsung oleh dua guru PJOK, Mujibarurrahman dan Iwan Kurniandi.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi teori dan aturan dasar permainan bola voli oleh Mujibarurrahman. Beliau memberikan pemahaman awal mengenai ukuran lapangan, jumlah pemain, hingga pentingnya kerja sama tim dalam olahraga beregu tersebut.

“Pengenalan ini bertujuan agar siswa tidak hanya bergerak fisik, tetapi juga memahami aturan serta teknik dasar yang benar sejak dini,” ujar Mujibarurrahman di sela-sela kegiatan.

Setelah sesi teori, para siswa diajak melakukan praktik lapangan di bawah panduan Iwan Kurniandi. Dalam sesi ini, siswa diajarkan teknik dasar seperti passing bawah, passing atas, dan sikap badan yang tepat saat menyambut bola. Iwan memberikan peragaan langsung mengenai posisi jemari dan tumpuan kaki agar bola dapat terkontrol dengan baik.

Suasana pembelajaran berlangsung interaktif dan penuh semangat. Para siswa secara bergantian mencoba latihan passing berpasangan dengan pengawasan ketat untuk meminimalkan risiko cedera.

Melalui kegiatan ini, pihak MIN 1 Pasuruan berharap dapat menumbuhkan minat berolahraga, menjaga kebugaran siswa, serta menjaring potensi bakat muda di bidang bola voli sejak tingkat dasar.

Antusiasme Siswa Ikuti Praktik Lompat Jauh Bersama Pak Mujibatur Rahman

 


Beji — Suasana lapangan MIN 1 Pasuruan tampak hidup saat Bapak Mujibatur Rahman, guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), memimpin materi praktik lompat jauh. Pembelajaran lapangan ini bertujuan untuk mengasah keterampilan motorik sekaligus memberikan pemahaman mendalam mengenai teknik dasar atletik cabang lompat.

Dalam sesi pembelajaran tersebut, Pak Mujibatur Rahman membimbing para siswa secara bertahap—mulai dari tahap awalan, tolakan pada papan tumpuan, sikap badan saat melayang di udara, hingga teknik mendarat yang benar di bak pasir.

“Lompat jauh bukan sekadar seberapa jauh kita bisa melompat, melainkan bagaimana kita mengombinasikan kecepatan, ketepatan tumpuan, dan kontrol tubuh saat mendarat agar terhindar dari cedera,” ujar Pak Mujibatur Rahman di sela-sela penjelasannya.

Sesi praktik diawali dengan pemanasan terstruktur untuk merenggangkan otot dan mencegah risiko cedera. Setelah itu, para siswa bergantian mencoba lintasan lari sepanjang 30–40 meter sebelum melakukan tolakan satu kaki pada papan tumpu. Pak Mujibatur Rahman tampak cermat memberikan koreksi langsung kepada setiap siswa yang selesai melakukan lompatan.

Beberapa aspek utama yang ditekankan dalam pembelajaran ini meliputi:

  • Teknik awalan: Membangun kecepatan berlari secara bertahap tanpa mengubah konsistensi langkah saat mendekati papan tumpuan.
  • Teknik tolakan: Menggunakan satu kaki terkuat untuk mengubah momentum horizontal menjadi daya dorong vertikal.
  • Sikap melayang: Menjaga keseimbangan posisi tubuh di udara menggunakan gaya menggantung atau berjalan di udara.
  • Teknik mendarat: Mengarahkan kedua kaki ke depan dengan lutut sedikit mengepul saat menyentuh pasir guna meredam benturan.

Melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif dan disiplin, para siswa mengikuti setiap instruksi dengan penuh semangat. Kegiatan diakhiri dengan sesi pendinginan dan evaluasi bersama untuk mencatat perkembangan capaian jarak lompatan masing-masing siswa.

 

Teladani Akhlak Rasulullah, MIN 1 Pasuruan Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW





PASURUAN — Dalam rangka meneladani akhlak Rasulullah SAW, MIN 1 Pasuruan menggelar kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Kamis (3/9/2026). Acara yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB tersebut dipusatkan di halaman madrasah dan diikuti oleh seluruh siswa-siswi dengan khidmat.

Para siswa hadir rapi mengenakan busana muslim bernuansa putih dan bersepatu. Siswa putra tampak mengenakan kopyah khas MIN 1 Pasuruan, sementara siswa putri mengenakan kerudung putih berhias renda oranye. Suasana keagamaan sudah terasa hangat sejak awal lewat rangkaian pra-acara yang diisi dengan penampilan seni banjari dan pembacaan Maulid Diba'.

Memasuki acara inti, suasana makin khusyuk saat pembacaan ayat suci Al-Qur'an dilantunkan. Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya bagi seluruh siswa untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai figur teladan utama dalam bersikap, berakhlak, dan menuntut ilmu.

Sesi spiritual dilanjutkan dengan mauidhotul khasanah yang disampaikan oleh Abah H. Aba Mu'id, S.Ag., M.Pd.I. Dalam ceramahnya, beliau mengajak seluruh warga madrasah untuk senantiasa memperkuat rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW melalui amalan dan kebiasaan baik sehari-hari.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Fathurahman, S.Pd.I. Melalui peringatan ini, MIN 1 Pasuruan berharap para siswa tidak hanya memperingati hari kelahiran Nabi, tetapi juga mampu menyerap dan mengamalkan nilai-nilai kebaikan beliau dalam kehidupan sehari-hari.

PERSIAPAN MATANG MENUJU OLIMPIADE MADRASAH INDONESIA (OMI) 2026: SIKAP OPTIMIS TIM BIMBINGAN PRESTASI

 

Pasuruan, 2 September 2026 — Menjelang perhelatan bergengsi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) yang dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 8 September 2026, intensitas persiapan peserta didik kian ditingkatkan. Melalui perencanaan yang terstruktur dan terukur, seluruh Pembina Kelas Sains dan Kelas Matematika secara konsisten mendampingi para siswa dalam agenda bimbingan intensif.

​Rangkaian persiapan telah dimulai sejak pertengahan Agustus 2026 melalui tahapan seleksi ketat untuk menjaring talenta-talenta terbaik. Setelah terbentuknya Tim OMI, proses pendampingan materi dan pemantapan strategi dilanjutkan secara berkelanjutan hingga tahap pendaftaran peserta pada akhir Agustus.

​Saat ini, memasuki pekan pertama bulan September, intensitas bimbingan memasuki fase krusial. Pembagian jadwal pembelajaran dibagi ke dalam tiga sesi harian sebagai berikut:

Sesi I: 07.30–09.30, 

Sesi II: 10.00–12.00, dan

Sesi III: 12.15–14.00

Guna memastikan penyerapan materi berjalan optimal tanpa mengesampingkan fleksibilitas kegiatan madrasah lainnya. Para pembina secara bergiliran mengampu bimbingan sesuai spesialisasi keilmuan:

  • Kelas Sains (A): Dibina oleh Bu Fuza, Bu Yuti, Bu Lilis, dan Mas Mehdi.
  • Kelas Matematika (B): Dibina oleh Bu Bawon, Bu Lilis, dan Bu Wiwik.

​Seluruh jajaran pembina tetap berkomitmen memberikan pendampingan terbaik, bahkan di tengah padatnya agenda kegiatan seperti peringatan Maulid Nabi maupun penyesuaian jadwal pada akhir pekan.

​Keberhasilan dan kelancaran seluruh proses persiapan ini tidak terlepas dari arahan serta dukungan penuh dari Kepala Madrasah, Bapak Abd Qodir, S.Pd.I., M.Pd. Dukungan kebijakan dan motivasi dari beliau menjadi pendorong semangat bagi seluruh tim bimbingan dan para siswa untuk memberikan hasil yang maksimal.

​Dengan komitmen bersama, ikhtiar yang sungguh-sungguh, serta doa dari seluruh warga madrasah, Tim OMI optimistis mampu melangkah dengan percaya diri dan meraih prestasi terbaik pada kompetisi mendatang.

*Seleksi peserta OMJ dilakukan sejak 22-26 Agustus 2026.

*Bimbingan lomba telah terjadwal sejak tanggal 26 Agustus 2026 - sampai pelaksanaan lomba pada tanggal 7-8 September 2026.

Bimbingan lomba telah tejadwal pada 

Diberitakan oleh:

Ketua Koordinator Bidang Prestasi (MAUFUZA)

Berikut Dokumentasi tim prestasi 

Rapat bersama Kepala Madrasah, Wakasis, Wakakur dan tim Pembina OMI.

Tim Seleksi Lomba OMI