google-site-verification: googlec37f5abc404fa346.html MIN 1 PASURUAN

Laporan Komprehensif Program Penyambutan Siswa dan Pembiasaan Budaya 3S di MIN 1 Pasuruan


1. Pendahuluan dan Latar Belakang Strategis

Laporan ini disusun sebagai instrumen vital dalam dokumentasi kebijakan institusional yang merekam implementasi nilai-nilai karakter secara sistematis dan terukur. Dalam lanskap administrasi pendidikan modern, pengembangan karakter bukan sekadar muatan tambahan, melainkan pilar strategis yang menentukan identitas dan keunggulan kompetitif sebuah madrasah. Strategi penanaman nilai yang terintegrasi menjadi krusial untuk memastikan bahwa pendidikan mampu menyentuh ranah afektif dan perilaku siswa secara berkelanjutan.

Sintesis terhadap konteks pendidikan di MIN 1 Pasuruan menempatkan program "Greeting Morning" berbasis budaya 3S (Senyum, Salam, Sapa) sebagai intervensi fundamental dalam pembentukan kepribadian. Program ini dirancang bukan hanya sebagai rutinitas pagi, melainkan sebagai protokol strategis untuk membangun ekosistem madrasah yang ramah, santun, dan profesional sejak interaksi pertama di pintu gerbang. Keberhasilan inisiasi ini menjadi fondasi bagi terciptanya budaya organisasi yang unggul, di mana filosofi pendidikan karakter diterjemahkan ke dalam aksi nyata untuk mencetak generasi yang memiliki integritas moral tinggi serta kesiapan mental yang optimal.

2. Analisis Tujuan Strategis Program

Keberhasilan sebuah program pembiasaan budaya sangat bergantung pada kejelasan parameter tujuan yang mampu memberikan arah bagi seluruh pemangku kepentingan. Program penyambutan ini dirancang dengan empat orientasi strategis yang saling berintegrasi:

  • Etika Penghormatan: Internalisasi karakter santun dan nilai-nilai etika penghormatan kepada pendidik sebagai landasan moral fundamental peserta didik.
  • Keteladanan (Uswah Hasanah): Membangun profil pendidik dan Kepala Madrasah sebagai figur teladan yang kredibel secara moral dan profesional melalui tindakan nyata di lapangan.
  • Kesiapan Emosional (Mindful Learning): Mengondisikan stabilitas emosional siswa untuk mereduksi potensi amygdala hijack (gangguan kecemasan) saat memasuki lingkungan sekolah, sehingga prefrontal cortex siap untuk memproses informasi dan melakukan regulasi diri dalam belajar.
  • Ikatan Emosional: Memperkuat modal sosial melalui koneksi emosional dan rasa kekeluargaan antara guru dan peserta didik guna memitigasi hambatan komunikasi dalam proses pedagogis.

Secara strategis, program "Greeting Morning" memberikan kontribusi yang lebih signifikan dibandingkan metode pendidikan konvensional. Program ini berfungsi sebagai fase transisi krusial yang memastikan siswa beralih dari lingkungan domestik ke lingkungan akademik dalam kondisi psikologis yang stabil. Dengan memprioritaskan kesiapan emosional di awal hari, madrasah menciptakan prakondisi yang diperlukan agar penyerapan materi pembelajaran di dalam kelas dapat berlangsung secara efektif dan efisien.

3. Kerangka Operasional Pelaksanaan Kegiatan

Operasionalisasi yang konsisten merupakan prasyarat mutlak bagi efektivitas pembiasaan budaya. Standar operasional prosedur (SOP) yang terjadwal memastikan bahwa nilai-nilai institusional terdistribusi secara merata kepada seluruh siswa. Berikut adalah parameter operasional yang diterapkan di MIN 1 Pasuruan:

Parameter

Detail Pelaksanaan

Waktu Pelaksanaan

Setiap hari efektif sekolah (Pukul 06.30 – 07.00 WIB)

Lokasi Strategis

Area gerbang utama dan halaman MIN 1 Pasuruan

Pelaksana Utama

Kepala Madrasah dan Tim Piket Guru (Sistem Manajerial Bergilir)

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui serangkaian tindakan yang terstruktur dan bermakna. Petugas piket secara aktif terlibat dalam aspek keamanan dengan menyeberangkan siswa, yang kemudian dilanjutkan dengan implementasi budaya 3S. Guru memberikan senyuman hangat dan sapaan yang mengafirmasi kehadiran siswa, serta memberikan "pemberian motivasi" berupa kata-kata penguat untuk membangun kepercayaan diri siswa. Salah satu elemen teknis yang sangat ditekankan adalah aktivitas "menangkupkan tangan atau bersalaman" secara santun. Gestur ini merupakan jembatan krusial antara kearifan budaya lokal dengan penguatan karakter formal di madrasah.

Konsistensi operasional ini bukan sekadar rutinitas prosedural, melainkan katalisator langsung bagi pergeseran positif dalam iklim madrasah yang akan diuraikan pada bagian evaluasi berikut.

Tingkatkan Tertib Administrasi, MIN 1 Pasuruan Ikuti Sosialisasi PMA Nomor 12 Tahun 2026 tentang Tata Naskah Dinas


Pasuruan, 4 Agustus 2026 – Dalam rangka memperkuat tata kelola administrasi perkantoran yang tertib, efisien, dan terstandar di lingkungan Kementerian Agama, Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 12 Tahun 2026 tentang Tata Naskah Dinas.

Kegiatan yang berlangsung secara virtual meeting ini terpusat di Aula Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan pada Selasa (04/08/2026), mulai pukul 08.30 hingga 12.00 WIB.

Sosialisasi ini mengundang para pejabat serta pegawai yang membidangi ketatausahaan, persuratan, kearsipan, organisasi & tata laksana (Ortala), serta pengelolaan administrasi perkantoran dari unit kerja dan madrasah di lingkungan Kemenag Kab. Pasuruan.

Kehadiran dan Peran Aktif Perwakilan Madrasah

Dalam kesempatan tersebut, MIN 1 Pasuruan turut berpartisipasi aktif dengan menugaskan Ibu Tuchfatul Aliyah selaku pengelola administrasi dan ketatausahaan madrasah untuk mengikuti rangkaian acara hingga selesai.

Sosialisasi ini membedah berbagai penyesuaian pedoman naskah dinas terbaru berdasarkan PMA Nomor 12 Tahun 2026, yang mencakup:

  • Standardisasi format, jenis, dan bentuk naskah dinas (surat menyurat, keputusan, dan instrumen dinas lainnya).
  • Tata cara pengiriman, penomoran, serta pengelolaan kearsipan digital dan fisik.
  • Penyelarasan tata laksana persuratan guna mendukung transparansi dan efisiensi birokrasi di instansi keagamaan.

Harapan Penerapan di Lingkungan MIN 1 Pasuruan

Partisipasi dalam kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat implementasi aturan tata naskah dinas terbaru di MIN 1 Pasuruan. Dengan pemahaman yang komprehensif terhadap PMA Nomor 12 Tahun 2026, alur korespondensi dan keabsahan administrasi di internal madrasah maupun layanan kepada masyarakat dapat berjalan semakin tertib, profesional, dan akuntabel.

Mendorong Pengembangan Karir Pendidik, Guru MIN 1 Pasuruan Hadiri Sosialisasi Juknis UKKJ





PASURUAN – Dalam rangka meningkatkan profesionalisme dan memberikan kepastian jalur karir bagi tenaga pendidik, Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Pasuruan menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Petunjuk Teknis (Juknis) Uji Kompetensi Kenaikan Jenjang (UKKJ) Jabatan Fungsional Guru dan Pengawas.

Kegiatan penting ini dilaksanakan pada Selasa, 4 Agustus 2026, bertempat di Mini Hall Kankemenag Kabupaten Pasuruan, dan dimulai tepat pada pukul 09.00 WIB.

Turut hadir memenuhi undangan dalam kegiatan ini, perwakilan dari MIN 1 Pasuruan, yaitu Ibu Tuchfatul Aliyah. Kehadiran beliau menjadi bentuk komitmen aktif madrasah dalam mendukung peningkatan mutu SDM serta pemahaman aturan pemetaan jenjang karir guru di lingkungan Kankemenag Kab. Pasuruan.

Maksud dan Tujuan Kegiatan

Sosialisasi ini digelar untuk memberikan pemahaman mendalam terkait mekanisme, persyaratan, hingga tata cara pelaksanaan UKKJ terbaru. Dengan dipahaminya petunjuk teknis ini, diharapkan para guru dan pengawas yang telah memenuhi syarat dapat bersiap secara optimal dalam menghadapi uji kompetensi kenaikan jenjang.

"Uji kompetensi bukan sekadar formalitas, melainkan tolok ukur profesionalisme dan pemetaan kualitas pendidik untuk melahirkan generasi unggul di masa depan."

Melalui keikutsertaan dalam sosialisasi ini, Ibu Tuchfatul Aliyah diharapkan dapat meneruskan informasi teknis dan poin-poin krusial yang didapat kepada rekan-rekan pendidik di lingkungan MIN 1 Pasuruan, sehingga proses usulan kenaikan jenjang jabatan fungsional di MIN 1 Pasuruan dapat berjalan lancar dan sesuai regulasi yang berlaku.

Reporter / Tim Humas MIN 1 Pasuruan

Membanggakan! Siswa MIN 1 Pasuruan Borong 7 Medali di Kejurprov Renang Piala Gubernur Jatim 2026

Beji – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh generasi muda Pasuruan. Siswa dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan dengan nama ACHMAD SYAH AL ZAHID SAIFULLAH berhasil menorehkan tinta emas dengan memborong 7 medali sekaligus dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Renang Jawa Timur Piala Gubernur Jatim yang diselenggarakan di Kolam Renang Gajayana, Malang, pada Sabtu (1/8/2026).

Tampil percaya diri menghadapi ratusan perenang berbakat dari berbagai daerah di Jawa Timur, atlet cilik MIN 1 Pasuruan ini menunjukkan dominasi luar biasa di berbagai nomor pertandingan, baik kategori perorangan maupun estafet.

Berikut adalah rincian 7 prestasi luar biasa yang berhasil diboyong ke Pasuruan:

·          Medali Emas: 50 Meter Gaya Kupu-kupu

·         Medali Emas: 50 Meter Gaya Punggung

·         Medali Perak: 100 Meter Gaya Bebas

·         Medali Perak: 50 Meter Gaya Bebas

·         Medali Perak: 2x50 Meter Estafet Gaya Bebas

·         Medali Perak: 2x50 Meter Estafet Gaya Ganti

·         Medali Perunggu: 50 Meter Gaya Dada

Keberhasilan meraih 2 medali emas, 4 medali perak, dan 1 medali perunggu ini menjadi bukti nyata dari kerja keras, disiplin latihan yang tinggi, serta dukungan penuh dari pihak sekolah dan orang tua.

Kepala Sekolah MIN 1 Pasuruan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pencapaian luar biasa para siswanya. Keberhasilan ini diharapkan tidak hanya mengharumkan nama sekolah dan Kabupaten Pasuruan, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi siswa-siswi lainnya untuk terus berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik.

MIN 1 Pasuruan Sambut Penuh Suka Cita Kehadiran Menteri Agama di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya


PASURUAN, Agustus 2026 – Keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan turut menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas kehadiran Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., dalam acara Istighotsah dan Tabligh Akbar di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya pada Minggu, 2 Agustus 2026.

Momen istimewa yang menjadi bagian dari agenda Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC 2026) ini menyuntikkan semangat baru bagi civitas akademika MIN 1 Pasuruan dalam mensyiarkan nilai-nilai keagamaan, kedamaian, serta penguatan fungsi masjid di tengah masyarakat.

Kepala MIN 1 Pasuruan mengungkapkan bahwa arahan dan pandangan strategis Menteri Agama menjadi pelecut semangat bagi para pendidik dan peserta didik untuk terus meneladani fungsi masjid dan kepemimpinan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkuman Pesan Utama Menteri Agama RI

Dalam tausiyah dan pengarahannya di hadapan belasan ribu jemaah serta tokoh keagamaan se-Jawa Timur, Menteri Agama menekankan beberapa poin krusial mengenai peran masjid dan posisi strategis imam masjid:

1. Masjid untuk Memberdayakan Umat

Masjid tidak hanya berfungsi sebagai sarana ibadah ritual semata (mahdlah), tetapi harus menjadi pusat peradaban yang mampu memberdayakan ekonomi, sosial, pendidikan, dan kesehatan masyarakat. Sejak era Rasulullah SAW, masjid senantiasa hadir sebagai pusat solusi atas kebutuhan jemaahnya.

2. Masjid sebagai Rumah Kemanusiaan

Masjid merupakan ruang inklusif yang terbuka bagi siapa saja tanpa memandang latar belakang sosial. Sebagai rumah kemanusiaan, masjid bertugas menebarkan kedamaian, merawat toleransi, serta menjadi benteng perlindungan moral dan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat.

3. Imam Masjid sebagai Mediator Bumi ke Langit

Menteri Agama mengibaratkan sosok imam masjid sebagai mediator spiritual yang menghubungkan bumi dan langit. Tidak sekadar memimpin shalat berjamaah, imam masjid adalah sosok pemimpin moral (moral leader) dan pengayom spiritual yang menjembatani doa-doa umat serta membimbing masyarakat menuju kesalehan individu dan sosial.

4. Menyongsong International Grand Imams Conference (IGIC 2026)

Kegiatan di Masjid Al-Akbar ini merupakan bagian dari persiapan gelaran akbar International Grand Imams Conference (IGIC 2026). Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah bagi sekitar 500 imam besar dari lebih dari 50 negara dunia. Forum global ini juga menjadi momen penting bagi konsolidasi dan apresiasi kepemimpinan imam dunia dalam menggemakan kepemimpinan Islam yang damai (Masjid Harmony and Global Peace).

"Kehadiran Bapak Menteri Agama dan pesan-pesan beliau memberikan dorongan spiritual yang luar biasa. MIN 1 Pasuruan berkomitmen untuk terus mencetak generasi rabbani yang mencintai masjid dan siap menjadi pelopor kedamaian bagi bangsa dan dunia."

Kepala MIN 1 Pasuraun, Bapak  Abdul Qodir.

Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Organisasi, DWP Sub Unit MIN 1 Pasuruan Gelar Pertemuan Rutin, Pengenalan Pengurus Baru, dan Sosialisasi Program Kerja

PASURUAN — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sub Unit MIN 1 Pasuruan menyelenggarakan agenda Pertemuan Rutin yang dirangkai dengan Acara Pengenalan Pengurus Baru serta Sosialisasi Program Kerja Tahunan. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus dan anggota DWP Sub Unit MIN 1 Pasuruan dengan penuh antusiasme dan rasa kekeluargaan.

Acara dibuka secara resmi dengan pembacaan basmalah bersama. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Pembina DWP Sub Unit MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd. (Kepala MIN 1 Pasuruan), serta dipimpin oleh Ketua DWP Sub Unit MIN 1 Pasuruan, Ibu Shobahul Khoir.

Dalam sambutannya, Ketua DWP Sub Unit MIN 1 Pasuruan menyampaikan apresiasi serta rasa syukur atas kehadiran seluruh anggota dalam keadaan sehat walafiat. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkenalkan jajaran pengurus baru yang akan mengemban amanah pada periode berjalan.

Selain pengenalan pengurus, agenda dilanjutkan dengan paparan sosialisasi program kerja tahunan DWP Sub Unit MIN 1 Pasuruan. Penyampaian program kerja ini bertujuan untuk memberikan arah strategis, menyelaraskan persepsi, serta membangun komitmen bersama seluruh anggota dalam mendukung kemajuan organisasi dan madrasah.

Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd. selaku Pembina memberikan arahan dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau berharap agar kepengurusan yang baru dapat terus menjaga kekompakan, berinovasi, serta memberikan kontribusi positif baik di lingkungan madrasah maupun masyarakat luas.

Melalui kegiatan ini, DWP Sub Unit MIN 1 Pasuruan optimistis seluruh program kerja yang direncanakan dapat terealisasi dengan baik demi mewujudkan organisasi yang solid, mandiri, dan berdaya guna.

Awali Tahun Ajaran 2026/2027, MIN 1 Pasuruan Gelar Rapat Komite Bersama Wali Murid

 

PASURUAN — Mengawali langkah di tahun ajaran baru 2026/2027, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan menggelar Rapat Komite Madrasah bersama jajaran pengurus. Kegiatan yang berlangsung di ruang kepala  madrasah ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menyelaraskan visi dan program kerja madrasah selama satu tahun ke depan.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Kepala MIN 1 Pasuruan, pengurus komite madrasah, perwakilan dewan guru.

Sinergi Demi Kemajuan dan Prestasi Siswa

Dalam sambutannya, Kepala MIN 1 Pasuruan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kehadiran dan partisipasi aktif para orang tua murid. Sinergi antara pihak sekolah dan wali murid dinilai menjadi kunci utama dalam keberhasilan proses belajar-mengajar.

"Pendidikan yang sukses tidak hanya lahir dari ruang kelas, tetapi juga dari dukungan, doa, dan keterlibatan aktif orang tua di rumah. Melalui rapat komite ini, kami ingin membangun transparansi dan keterbukaan demi memberikan yang terbaik bagi putra-putri kita," ungkap Kepala MIN 1 Pasuruan.

Momen Penting dalam Rapat Komite:

  • Penyampaian Visi & Program Unggulan: Pemaparan arah kebijakan madrasah, target kurikulum, serta pengembangan program keagamaan dan ekstrakurikuler tahun ajaran 2026/2027.
  • Sesi Diskusi & Aspirasi: Ruang dialog terbuka bagi wali murid untuk memberikan saran, masukan, dan solusi demi kemajuan fasilitas serta mutu pendidikan madrasah.

Dengan terlaksananya rapat komite di awal tahun ajaran ini, diharapkan seluruh warga MIN 1 Pasuruan memiliki semangat dan komitmen yang sama dalam mendampingi para siswa meraih prestasi, baik di bidang akademik maupun akhlakul karimah.

Mari Perkuat Pendidikan Madrasah Menuju Peningkatan Layanan Terhadap Murid, Abdul Qodir Tutup Bimtek KBC Bagi Guru MI se-Kecamatan Beji

PASURUAN, 31 Juli 2026 – Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kompetensi Kepala dan Guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) se-Kecamatan Beji resmi ditutup pada Jumat (31/7/2026). Acara penutupan dipimpin langsung oleh Ketua Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Beji, Abdul Qodir, M.Pd.

Pelaksanaan Bimtek yang berlangsung selama empat hari, mulai Selasa hingga Jumat (28–31 Juli 2026) di Aula P. Majid, Durensewu, Pandaan ini menghadirkan dua narasumber ahli, yakni Dra. Choyatin Nasucha, M.Pd. (Fasilitator Nasional KBC) dan Dra. Nur Kholifah, M.Pd.I.

Dalam sambutan penutupnya, Abdul Qodir, M.Pd. menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta, panitia, serta narasumber yang telah berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Beliau menegaskan pentingnya pengaplikasian nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dalam lingkungan madrasah sehari-hari demi meningkatkan kualitas pelayanan terhadap para siswa.

"Melalui Kurikulum Berbasis Cinta ini, madrasah tidak hanya sekadar menjadi tempat mentransfer ilmu pengetahuan secara kognitif, tetapi menjadi rumah yang nyaman bagi tumbuhnya akhlak mulia, kepedulian, persaudaraan, serta rasa cinta mendalam kepada Allah SWT, sesama manusia, dan alam semesta," ujar Abdul Qodir.

Penerapan 5 Pilar Budaya Panca Cinta

Selama pelatihan, para kepala madrasah dan guru MI se-Kecamatan Beji dibekali pemahaman mendalam mengenai implementasi 5 Pilar Budaya Panca Cinta di lingkungan pendidikan, yaitu:

  • Cinta Allah SWT & Rasul-Nya
  • Cinta Diri Sendiri & Sesama
  • Cinta Ilmu Kebaikan
  • Cinta Bangsa & Tanah Air
  • Cinta Lingkungan & Alam Semesta

Kegiatan diakhiri dengan suasana hangat, penuh kebersamaan, dan komitmen kuat dari para pendidik untuk membawa perubahan positif serta mengusung semangat "Madrasah Berbasis Cinta" ke tempat tugas masing-masing demi memajukan kualitas pendidikan madrasah di Kecamatan Beji.

Persiapkan HUT Pramuka dan Penganugerahan Garuda 2026, Ketua Gudep dan Pembina MIN 1 Pasuruan Hadiri Rakor di Beji

BEJI – Guna memantapkan persiapan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka ke-65 serta Penganugerahan Pramuka Garuda Tahun 2026, Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Beji menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pada Kamis, 30 Juli 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung PGRI Kecamatan Beji tersebut dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Berhadir langsung memenuhi undangan, Ketua Gugus Depan (Gudep) MIN 1 Pasuruan, Bapak Hamim, mendampingi Pembina Pramuka, Bapak Farid Rahmad. Keduanya tampak hadir mantap berseragam Pramuka Lengkap sesuai dengan ketentuan protokol acara.

Rakor ini membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari pematangan teknis upacara peringatan HUT Pramuka tahun 2026 hingga mekanisme seleksi dan tata cara Penganugerahan Pramuka Garuda—penghargaan tertinggi bagi anggota muda Gerakan Pramuka.

"Kehadiran kami dalam rakor ini merupakan bentuk komitmen MIN 1 Pasuruan untuk terus mendukung pembinaan karakter peserta didik melalui Gerakan Pramuka. Kami siap menyukseskan seluruh rangkaian peringatan HUT Pramuka serta mendorong siswa-siswi terbaik kami untuk meraih predikat Pramuka Garuda," ujar Bapak Hamim di sela-sela kegiatan.

Melalui koordinasi ini, diharapkan seluruh pangkalan di wilayah Kecamatan Beji, termasuk MIN 1 Pasuruan, dapat bersinergi dengan baik sehingga seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar, khidmat, dan sukses.

Rapat Koordinasi Persiapan HUT Pramuka dan Penganugerahan Pramuka Garuda Tahun 2026 yang berlangsung pada:

·         Hari/Tanggal: Kamis, 30 Juli 2026

·         Waktu: Pukul 09.00 WIB s.d. selesai

·         Tempat: Gedung PGRI Kecamatan Beji

·         Atribut: Seragam Pramuka Lengkap

Rapat koordinasi ini diselenggarakan untuk mematangkan serangkaian agenda besar Pramuka di tingkat kecamatan, mulai dari teknis upacara peringatan HUT Pramuka hingga tahapan seleksi dan verifikasi berkas bagi para calon penerima penghargaan Pramuka Garuda—tingkatan tertinggi dalam kecakapan anggota Pramuka.

Kehadiran perwakilan dari MIN 1 Pasuruan ini menjadi bentuk komitmen aktif madrasah dalam mendukung kemajuan gerakan kepramukaan, khususnya di wilayah Beji dan Kabupaten Pasuruan.

"Sinergi dan persiapan yang matang sangat diperlukan agar seluruh rangkaian acara peringatan HUT Pramuka serta prosesi penganugerahan Pramuka Garuda tahun ini berjalan lancar dan berkesan bagi para peserta didik," ujar Bapak Hamim di sela-sela kegiatan.

Melalui rapat ini, diharapkan koordinasi antar-Gudep se-Kecamatan Beji semakin solid, sehingga seluruh agenda yang direncanakan dapat terealisasi dengan sukses dan melahirkan generasi muda yang berkarakter serta berprestasi.




Hari Kedua Pemaparan Kinerja Kemenag, Kepala MIN 1 Pasuruan Sajikan Deretan Prestasi di Aula Al Ikhlas

PASURUAN – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, mengikuti pelaksanaan hari kedua Pemaparan Capaian Kinerja Triwulan II Tahun 2026 yang diselenggarakan di Aula Al Ikhlas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan pada Kamis (30/7/2026).


Rangkaian kegiatan evaluasi kinerja yang memasuki hari kedua ini diikuti oleh jajaran Kepala Madrasah Negeri serta pimpinan satuan kerja di lingkungan Kemenag Kabupaten Pasuruan. Agenda ini berfokus pada evaluasi ketercapaian program kerja, realisasi anggaran, serta efektivitas pelaksanaan pembelajaran periode April hingga Juni 2026.

Pada kesempatan tersebut, Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, memaparkan secara rinci perkembangan tata kelola madrasah beserta berbagai prestasi yang berhasil diraih oleh peserta didik maupun tenaga pendidik.

"Pemaparan di hari kedua ini menjadi momentum penting untuk menyampaikan pertanggungjawaban kinerja secara transparan dan akuntabel. Evaluasi ini memastikan seluruh program kerja MIN 1 Pasuruan berjalan sesuai target dan memberikan dampak langsung bagi kemajuan peserta didik," ujar Abdul Qodir di sela-sela kegiatan.

Dalam pemaparannya, beberapa poin capaian utama MIN 1 Pasuruan yang disampaikan meliputi:

  • Capaian Akademik:
    • Olimpiade Sains & Matematika: Keberhasilan peserta didik MIN 1 Pasuruan meraih medali dalam ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat kabupaten pada bidang Sains Terpadu dan Matematika Terintegrasi.
    • Digitalisasi Pembelajaran: Pelaksanaan asesmen berbasis digital yang sukses diimplementasikan secara menyeluruh di tingkat madrasah.
  • Capaian Non-Akademik:
    • Seni & Keagamaan: Raihan predikat juara pada cabang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) dan PILDACIL dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) MI.
    • Kreativitas & Proyek Siswa: Keberhasilan pelaksanaan P5RA (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil Alamin) yang menampilkan karya inovasi sains sederhana dan seni budaya lokal.
  • Realisasi Anggaran & Tata Kelola: Penyerapan anggaran Triwulan II yang tepat sasaran, akuntabel, serta efisien untuk mendukung pemenuhan sarana dan prasarana pembelajaran.

MIN 1 Pasuruan optimistis dapat terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan keagamaan yang unggul dan berprestasi memasuki paruh kedua tahun 2026.

 

KOBARKAN SEMANAGAT LITERASI! Kelas Kedua Bimtek Implementasi KBC Gugus 3-4 KKMI Kecamatan Beji Berlangsung Sempurna dan Penuh Gelora!

 



PANDAAN — Atmosfer membara menyelimuti Aula Pak Majid, Pandaan, pada tanggal 30 dan 31 Juli 2026. Ratusan pendidik hebat yang tergabung dalam Gugus 3-4 Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Beji berkumpul dengan satu tekad bulat: menembus batas dan membakar semangat transformasi pendidikan Islam melalui Kelas Kedua Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)!

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari penuh ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan panggung pembuktian komitmen para pendidik madrasah dalam menghadirkan pendidikan yang humanis, bermakna, dan berkarakter kuat.

Line-Up Narasumber Berkelas Nasional

Tak tanggung-tanggung, gelaran bergengsi ini menghadirkan dua pilar utama pendidikan Islam yang sangat transformatif dan karismatik:

  • Dra. Choyatin Nasucha, M.Pd. (Fasilitator Nasional KBC)

Dengan kepakaran dan pemikirannya yang tajam, beliau membakar semangat para peserta melalui paparan mendalam mengenai esensi KBC. Beliau menekankan bahwa cinta adalah fondasi utama dalam mendidik. Mendidik dengan rasa, mengajar dengan jiwa!

  • Dra. Nur Chofifah, M.Pd.I. (Pengawas Madrasah Kec. Beji)

Hadir memberikan penguatan strategis dan pengawalan mutu. Beliau memaparkan langkah-langkah konkrit pendampingan agar implementasi KBC tidak hanya menjadi teori di atas kertas, tetapi benar-benar berakar kuat di setiap ruang kelas di Kecamatan Beji.

Gemuruh Semangat di Aula Pak Majid

Sejak pembukaan hingga penutupan, Aula Pak Majid seakan tidak pernah sepi dari riuh tepuk tangan, diskusi hangat, dan simulasi interaktif. Para peserta yang terdiri dari para guru dan kepala madrasah menyerap setiap tetes ilmu dengan antusiasme yang membubung tinggi.

"KBC bukan sekadar metode mengajar baru, ini adalah gerakan hati! Kami siap membawa api semangat dari Aula Pak Majid ini ke madrasah kami masing-masing!" seru salah satu peserta dengan penuh keyakinan.

Menuju Era Baru Madrasah Beji

Melalui perpaduan materi kelas dunia dari Fasilitator Nasional dan arahan taktis dari Pengawas Madrasah, Bimtek Kelas Kedua ini sukses mencetak para agen perubahan baru. Gugus 3-4 KKMI Kecamatan Beji kini berdiri paling depan, siap mengibarkan panji-panji Kurikulum Berbasis Cinta demi melahirkan generasi masa depan yang unggul, berakhlak mulia, dan penuh kasih sayang.