google-site-verification: googlec37f5abc404fa346.html MIN 1 PASURUAN

PERSIAPAN TINGKATKAN OPTIMISME, MIN SIAP SUKSESKAN SIMULASI DAN PELAKSANAAN OMI 2026

 

   MIN 1 PASURUAN – Menjelang gelaran Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tahun 2026,  panitia lokal di titik lokasi (Tilok) MIN resmi merampungkan seluruh agenda persiapan teknis maupun operasional. Pembentukan tim kerja khusus ini dilakukan guna memastikan dua agenda utama, yakni uji coba pada 6 September 2026 dan pelaksanaan lomba pada 9 September 2026, dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan tanpa kendala.

​Guna mendukung kelancaran seluruh rangkaian acara, struktur kepanitiaan Tilok MIN telah dibentuk dengan pembagian tugas yang teratur:

  • Penanggung Jawab:  Kepala Madrasah
  • Ketua Panitia: Maufuza
  • Sekretaris: Tuchfatul Aliyah
  • Bendahara: Mustofa Hadi
  • Anggota: Wiwik H
  • Tim Teknis & Proktor: Muhammad Anas (Proktor) dan Farid Rohmat (Teknisi)
  • Tim Pembimbing: Bawon Musyarofah (Pembimbing Matematika) dan Sri Wahyuti (Pembimbing IPAS)
  • Konsumsi & Operasional: Nurcholishotin Nafisah (Konsumsi) dan Muhammad Mehdi (Pembantu Umum)

​Fokus utama panitia saat ini tertuju pada simulasi uji coba OMI yang dijadwalkan pada Minggu, 6 September 2026. Tahap uji coba ini sangat krusial untuk menguji pak jaringan, perangkat komputer, serta sistem aplikasi lomba di bawah pengawasan ketat proktor dan teknisi. Selain itu, pendampingan intensif dari para guru pembimbing mata pelajaran Matematika dan IPAS terus dimaksimalkan untuk memantau kesiapan akademik para peserta didik

Kepala Madrasah Bpk Abdul Qodir, S.y9⁹Pd.I., M.Pd.menyampaikan bahwa koordinasi antar-seksi berjalan sangat solid. Seluruh kebutuhan logistik, teknis perangkat, hingga pelayanan konsumsi dan kelengkapan sarana umum telah disiapkan secara rinci. Dengan persiapan yang matang ini, Tilok MIN optimis mampu menghadirkan sarana kompetisi yang jujur, nyaman, dan berprestasi pada puncak pelaksanaan OMI tanggal 9 September 2026 mendatang.Fz

Semangat Olahraga, Siswa MIN 1 Pasuruan Antusias Ikuti Pengenalan Bola Voli

 


PASURUAN — Siswa-siswi MIN 1 Pasuruan mengikuti kegiatan pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dengan materi pengenalan dasar olahraga bola voli. Pembelajaran yang berlangsung di lapangan sekolah ini dibimbing langsung oleh dua guru PJOK, Mujibarurrahman dan Iwan Kurniandi.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi teori dan aturan dasar permainan bola voli oleh Mujibarurrahman. Beliau memberikan pemahaman awal mengenai ukuran lapangan, jumlah pemain, hingga pentingnya kerja sama tim dalam olahraga beregu tersebut.

“Pengenalan ini bertujuan agar siswa tidak hanya bergerak fisik, tetapi juga memahami aturan serta teknik dasar yang benar sejak dini,” ujar Mujibarurrahman di sela-sela kegiatan.

Setelah sesi teori, para siswa diajak melakukan praktik lapangan di bawah panduan Iwan Kurniandi. Dalam sesi ini, siswa diajarkan teknik dasar seperti passing bawah, passing atas, dan sikap badan yang tepat saat menyambut bola. Iwan memberikan peragaan langsung mengenai posisi jemari dan tumpuan kaki agar bola dapat terkontrol dengan baik.

Suasana pembelajaran berlangsung interaktif dan penuh semangat. Para siswa secara bergantian mencoba latihan passing berpasangan dengan pengawasan ketat untuk meminimalkan risiko cedera.

Melalui kegiatan ini, pihak MIN 1 Pasuruan berharap dapat menumbuhkan minat berolahraga, menjaga kebugaran siswa, serta menjaring potensi bakat muda di bidang bola voli sejak tingkat dasar.

Antusiasme Siswa Ikuti Praktik Lompat Jauh Bersama Pak Mujibatur Rahman

 


Beji — Suasana lapangan MIN 1 Pasuruan tampak hidup saat Bapak Mujibatur Rahman, guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), memimpin materi praktik lompat jauh. Pembelajaran lapangan ini bertujuan untuk mengasah keterampilan motorik sekaligus memberikan pemahaman mendalam mengenai teknik dasar atletik cabang lompat.

Dalam sesi pembelajaran tersebut, Pak Mujibatur Rahman membimbing para siswa secara bertahap—mulai dari tahap awalan, tolakan pada papan tumpuan, sikap badan saat melayang di udara, hingga teknik mendarat yang benar di bak pasir.

“Lompat jauh bukan sekadar seberapa jauh kita bisa melompat, melainkan bagaimana kita mengombinasikan kecepatan, ketepatan tumpuan, dan kontrol tubuh saat mendarat agar terhindar dari cedera,” ujar Pak Mujibatur Rahman di sela-sela penjelasannya.

Sesi praktik diawali dengan pemanasan terstruktur untuk merenggangkan otot dan mencegah risiko cedera. Setelah itu, para siswa bergantian mencoba lintasan lari sepanjang 30–40 meter sebelum melakukan tolakan satu kaki pada papan tumpu. Pak Mujibatur Rahman tampak cermat memberikan koreksi langsung kepada setiap siswa yang selesai melakukan lompatan.

Beberapa aspek utama yang ditekankan dalam pembelajaran ini meliputi:

  • Teknik awalan: Membangun kecepatan berlari secara bertahap tanpa mengubah konsistensi langkah saat mendekati papan tumpuan.
  • Teknik tolakan: Menggunakan satu kaki terkuat untuk mengubah momentum horizontal menjadi daya dorong vertikal.
  • Sikap melayang: Menjaga keseimbangan posisi tubuh di udara menggunakan gaya menggantung atau berjalan di udara.
  • Teknik mendarat: Mengarahkan kedua kaki ke depan dengan lutut sedikit mengepul saat menyentuh pasir guna meredam benturan.

Melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif dan disiplin, para siswa mengikuti setiap instruksi dengan penuh semangat. Kegiatan diakhiri dengan sesi pendinginan dan evaluasi bersama untuk mencatat perkembangan capaian jarak lompatan masing-masing siswa.

 

Teladani Akhlak Rasulullah, MIN 1 Pasuruan Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW





PASURUAN — Dalam rangka meneladani akhlak Rasulullah SAW, MIN 1 Pasuruan menggelar kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Kamis (3/9/2026). Acara yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB tersebut dipusatkan di halaman madrasah dan diikuti oleh seluruh siswa-siswi dengan khidmat.

Para siswa hadir rapi mengenakan busana muslim bernuansa putih dan bersepatu. Siswa putra tampak mengenakan kopyah khas MIN 1 Pasuruan, sementara siswa putri mengenakan kerudung putih berhias renda oranye. Suasana keagamaan sudah terasa hangat sejak awal lewat rangkaian pra-acara yang diisi dengan penampilan seni banjari dan pembacaan Maulid Diba'.

Memasuki acara inti, suasana makin khusyuk saat pembacaan ayat suci Al-Qur'an dilantunkan. Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya bagi seluruh siswa untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai figur teladan utama dalam bersikap, berakhlak, dan menuntut ilmu.

Sesi spiritual dilanjutkan dengan mauidhotul khasanah yang disampaikan oleh Abah H. Aba Mu'id, S.Ag., M.Pd.I. Dalam ceramahnya, beliau mengajak seluruh warga madrasah untuk senantiasa memperkuat rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW melalui amalan dan kebiasaan baik sehari-hari.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Fathurahman, S.Pd.I. Melalui peringatan ini, MIN 1 Pasuruan berharap para siswa tidak hanya memperingati hari kelahiran Nabi, tetapi juga mampu menyerap dan mengamalkan nilai-nilai kebaikan beliau dalam kehidupan sehari-hari.

PERSIAPAN MATANG MENUJU OLIMPIADE MADRASAH INDONESIA (OMI) 2026: SIKAP OPTIMIS TIM BIMBINGAN PRESTASI

 

Pasuruan, 2 September 2026 — Menjelang perhelatan bergengsi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) yang dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 8 September 2026, intensitas persiapan peserta didik kian ditingkatkan. Melalui perencanaan yang terstruktur dan terukur, seluruh Pembina Kelas Sains dan Kelas Matematika secara konsisten mendampingi para siswa dalam agenda bimbingan intensif.

​Rangkaian persiapan telah dimulai sejak pertengahan Agustus 2026 melalui tahapan seleksi ketat untuk menjaring talenta-talenta terbaik. Setelah terbentuknya Tim OMI, proses pendampingan materi dan pemantapan strategi dilanjutkan secara berkelanjutan hingga tahap pendaftaran peserta pada akhir Agustus.

​Saat ini, memasuki pekan pertama bulan September, intensitas bimbingan memasuki fase krusial. Pembagian jadwal pembelajaran dibagi ke dalam tiga sesi harian sebagai berikut:

Sesi I: 07.30–09.30, 

Sesi II: 10.00–12.00, dan

Sesi III: 12.15–14.00

Guna memastikan penyerapan materi berjalan optimal tanpa mengesampingkan fleksibilitas kegiatan madrasah lainnya. Para pembina secara bergiliran mengampu bimbingan sesuai spesialisasi keilmuan:

  • Kelas Sains (A): Dibina oleh Bu Fuza, Bu Yuti, Bu Lilis, dan Mas Mehdi.
  • Kelas Matematika (B): Dibina oleh Bu Bawon, Bu Lilis, dan Bu Wiwik.

​Seluruh jajaran pembina tetap berkomitmen memberikan pendampingan terbaik, bahkan di tengah padatnya agenda kegiatan seperti peringatan Maulid Nabi maupun penyesuaian jadwal pada akhir pekan.

​Keberhasilan dan kelancaran seluruh proses persiapan ini tidak terlepas dari arahan serta dukungan penuh dari Kepala Madrasah, Bapak Abd Qodir, S.Pd.I., M.Pd. Dukungan kebijakan dan motivasi dari beliau menjadi pendorong semangat bagi seluruh tim bimbingan dan para siswa untuk memberikan hasil yang maksimal.

​Dengan komitmen bersama, ikhtiar yang sungguh-sungguh, serta doa dari seluruh warga madrasah, Tim OMI optimistis mampu melangkah dengan percaya diri dan meraih prestasi terbaik pada kompetisi mendatang.

*Seleksi peserta OMJ dilakukan sejak 22-26 Agustus 2026.

*Bimbingan lomba telah terjadwal sejak tanggal 26 Agustus 2026 - sampai pelaksanaan lomba pada tanggal 7-8 September 2026.

Bimbingan lomba telah tejadwal pada 

Diberitakan oleh:

Ketua Koordinator Bidang Prestasi (MAUFUZA)

Berikut Dokumentasi tim prestasi 

Rapat bersama Kepala Madrasah, Wakasis, Wakakur dan tim Pembina OMI.

Tim Seleksi Lomba OMI









GERBANG YANG MENYAMBUT : Tentang Salam, Senyum, dan Langkah-Langkah Kecil yang Datang Mencari Ilmu

 

Oleh : Khotimah, S.Pd.I

Pernahkah terbayang apa yang terjadi di dalam hati seorang anak ketika berdiri di depan gerbang sekolah? Tangannya menggenggam tali tas erat-erat. Matanya mungkin masih mencari wajah yang familiar. Langkahnya tertahan beberapa detik sebelum akhirnya bergerak masuk. Bagi orang dewasa, gerbang mungkin hanya sebuah pintu. Dibuka setiap pagi, dilalui setiap hari, ditutup ketika sekolah usai. Namun bagi seorang anak, gerbang bisa menjadi sesuatu yang jauh lebih besar. Ia adalah perbatasan. Perbatasan antara rumah yang nyaman dan dunia sekolah yang penuh dengan hal-hal yang belum tentu bisa ia tebak.

Di rumah, ia tahu siapa yang akan menyambutnya. Di sekolah, ia akan bertemu teman-teman, pelajaran, aturan, tugas, dan berbagai pengalaman baru. Maka, melewati gerbang sekolah sesungguhnya bukan sekadar perpindahan tempat. Bagi sebagian anak, itu adalah perpindahan suasana hati. Dan di titik itulah, sambutan pagi menjadi begitu berarti.

Sebab anak-anak tidak pernah datang ke sekolah dengan hati yang benar-benar kosong. Mereka membawa sesuatu dari rumah. Ada yang membawa kegembiraan karena pagi itu dipeluk ibunya. Ada yang masih membawa kantuk. Ada yang datang dengan cerita tentang sarapan. Ada yang begitu bersemangat karena akan bertemu sahabatnya. Tetapi mungkin ada pula yang membawa sesuatu yang tidak terlihat: kesedihan, kekhawatiran, rasa takut, kekecewaan, atau sekadar hati yang sedang tidak baik-baik saja. Mereka semua melewati gerbang yang sama, namun dengan cerita yang berbeda.

Maka ketika seorang Guru berdiri di sana, tersenyum dan berkata, “Assalamu'alaikum. Selamat Pagi,” sesungguhnya yang disambut bukan hanya tubuh kecil yang membawa tas. Ada hati yang sedang datang.

Sebuah Senyum yang Berkata, “Aku Melihatmu.”

Senyum sering kali dianggap sebagai sesuatu yang kecil. Hanya beberapa detik. Hanya sebuah gerakan sederhana di wajah. Tetapi bagi seorang anak, senyum dari orang dewasa yang menyambutnya dapat membawa pesan yang jauh lebih besar: “Aku melihatmu.” “Kamu penting.” “Kamu diterima di sini.”

Bayangkan seorang anak datang dengan wajah cemberut. Ia tidak menyapa. Tidak tersenyum. Langkahnya pun berat. Yang sering kali muncul adalah keinginan untuk segera memperbaiki keadaan. “Kenapa cemberut?” “Ayo senyum!” “Sudah sekolah kok masih murung?” Padahal mungkin, anak itu tidak sedang membutuhkan nasihat. Ia hanya sedang membutuhkan waktu.

Maka mungkin, daripada memaksanya mengubah perasaan, sebuah senyum bisa diberikan terlebih dahulu. Sebuah sapaan. Sebuah tatapan hangat. Lalu biarkan ia masuk. Berikan ruang untuk menjadi dirinya sendiri sebelum perlahan kembali baik-baik saja.

Sebab tidak setiap kesedihan seorang anak harus segera dihilangkan. Terkadang, yang paling dibutuhkan hanyalah seseorang yang membuatnya tahu bahwa ia tidak harus menghadapi kesedihannya sendirian.

Ketika Senyum Menjadi Sedekah

Islam memiliki cara yang begitu indah dalam mengajarkan kebaikan. Rasulullah ﷺ bersabda:

تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ

Tabassumuka fī wajhi akhīka laka ṣadaqah.

“Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah bagimu.”

(HR. Tirmidzi)

Senyum. Tidak mahal. Tidak membutuhkan waktu lama. Tidak membutuhkan kemampuan khusus. Namun ternyata bernilai sedekah.

Maka ketika seorang Guru tersenyum menyambut anak-anak setiap pagi, dari luar mungkin tampak seperti rutinitas sederhana. Padahal bisa jadi, ia sedang menanam kebaikan yang tidak sederhana. Satu senyum untuk satu anak. Satu salam untuk satu hati. Satu sapaan untuk satu langkah kecil yang sedang dimulai.

Jika puluhan bahkan ratusan anak melewati gerbang setiap pagi, puluhan bahkan ratusan pula senyum dan salam bertebaran di sana. Barangkali, gerbang sekolah bukan hanya tempat anak-anak memasuki ruang belajar. Barangkali, gerbang itu juga menjadi tempat sedekah-sedekah kecil bertebaran setiap pagi.

Salam yang Bukan Sekadar Sapaan

Ada satu kata yang begitu akrab di telinga: Assalamu'alaikum. Karena terlalu sering mengucapkannya, terkadang maknanya menjadi terasa biasa. Padahal salam bukan sekadar sapaan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ

Afsyus-salāma bainakum.

“Sebarkanlah salam di antara kalian.”

(HR. Muslim)

Salam membawa doa keselamatan. Maka ketika seorang Guru mengucapkan, “Assalamu'alaikum, Nak,” sesungguhnya ia sedang mengatakan sesuatu yang jauh lebih dalam daripada sekadar “selamat pagi”. Seolah ada doa yang sedang dititipkan: “Semoga Allah menjagamu hari ini. Semoga langkahmu dipenuhi keselamatan. Semoga hatimu tenang dalam menuntut ilmu.”

Sebuah doa yang mungkin hanya berlangsung beberapa detik. Namun siapa tahu, doa itu menjadi bekal yang menemani langkah seorang anak sepanjang hari.

Jika salam adalah doa, maka senyum adalah wajah yang menyertai doa itu. Salam menghangatkan kata. Senyum menghangatkan suasana. Keduanya sederhana, tetapi ketika diberikan dengan ketulusan, keduanya mampu menciptakan ruang yang jauh lebih manusiawi bagi anak.

Ketika Anak Datang dengan Tangisan

Namun gerbang sekolah tidak selalu menyambut wajah-wajah ceria. Ada hari ketika seorang anak datang sambil menangis. Ada yang tidak mau melepaskan tangan ayah atau ibunya. Ada yang menunduk. Ada yang marah. Ada yang diam sepanjang perjalanan menuju kelas.

Di sinilah menjadi seorang pendidik tidak cukup hanya dengan menguasai materi pelajaran. Sebab yang datang ke hadapan seorang ustadz atau ustadzah bukan sekadar peserta didik. Mereka adalah manusia kecil dengan emosi yang sedang tumbuh.

Perasaan mereka seperti ombak. Kadang tenang. Kadang naik turun. Kadang datang begitu besar hingga mereka sendiri tidak tahu bagaimana cara mengendalikannya.

Dan tugas seorang pendidik bukan selalu menghentikan ombak itu. Terkadang, tugasnya hanya menjadi dermaga. Tempat seorang anak berhenti sejenak. Tempat ia merasa aman. Tempat ia boleh menangis tanpa segera disalahkan. Tempat ia boleh diam tanpa dipaksa bercerita.

Mungkin cukup dengan mendekat. Menatap matanya. Lalu berkata pelan, “Assalamu'alaikum. Selamat pagi, Nak. Bu Cuz di sini.” Tidak panjang. Tidak menggurui. Tetapi mungkin cukup untuk membuat seorang anak berpikir, “Aku aman.”

Tak Pernah Ada yang Tahu Apa yang Dibawa Anak dari Rumah

Tak pernah ada yang benar-benar tahu apa yang dibawa seorang anak ketika melewati gerbang sekolah. Mungkin pagi tadi ia dimarahi. Mungkin semalam ia sulit tidur. Mungkin ada sesuatu yang membuatnya takut. Mungkin ia sedang merasa tidak cukup baik. Mungkin ia sedang merindukan seseorang. Atau mungkin tidak terjadi apa-apa. Ia hanya sedang lelah.

Yang tampak hanyalah langkah kecil yang memasuki gerbang. Namun di balik langkah itu, ada dunia kecil yang tidak selalu bisa terbaca.

Karena itu, sambutan menjadi penting. Bukan untuk menyelesaikan semua masalah yang dibawa dari rumah. Bukan pula untuk memaksa anak segera bahagia. Tetapi untuk memberikan sebuah pesan sederhana: “Apa pun yang sedang kamu rasakan, kamu tetap diterima di sini.”

Gerbang Pertama Pendidikan

Sering kali pendidikan dianggap dimulai ketika Guru masuk kelas, membuka buku, lalu menyampaikan materi. Padahal mungkin pendidikan telah dimulai jauh sebelumnya. Di gerbang.

Ketika seorang Bapak Guru menyapa seorang anak. Ketika seorang Ibu Guru tersenyum kepada murid yang datang dengan wajah murung. Ketika seorang pendidik memilih menyambut daripada menghakimi.

Di sanalah anak belajar tentang adab. Tentang keramahan. Tentang menghargai orang lain. Tentang bagaimana memperlakukan seseorang yang sedang tidak baik-baik saja.

Sebab anak-anak tidak hanya belajar dari apa yang dikatakan. Mereka juga belajar dari apa yang mereka rasakan ketika berada bersama orang dewasa di sekitarnya.

Sebelum anak diminta menjadi pribadi yang ramah, biarkan ia terlebih dahulu merasakan keramahan. Sebelum diajarkan tentang kasih sayang, biarkan kasih sayang itu terlebih dahulu hadir dalam kesehariannya. Sebelum berbicara tentang akhlak, biarkan akhlak itu hidup di hadapannya.

Sebab Tak Pernah Ada yang Tahu...

Tak pernah ada yang tahu, mungkin suatu hari nanti anak-anak itu akan lupa sebagian besar pelajaran yang pernah disampaikan. Mereka mungkin lupa halaman berapa yang pernah dibaca. Lupa soal apa yang pernah dikerjakan. Lupa berapa nilai yang pernah didapatkan.

Tetapi boleh jadi mereka akan mengingat sesuatu yang jauh lebih sederhana. Wajah seorang Pak Guru yang selalu tersenyum ketika mereka datang. Suara seorang Bu Guru yang selalu berkata, “Assalamu'alaikum, selamat pagi.” Tatapan hangat yang membuat mereka merasa diterima.

Dan mungkin, bertahun-tahun kemudian, ketika mereka telah tumbuh dewasa, ketika mereka telah memiliki kehidupan dan dunia mereka sendiri, kenangan itu masih tinggal di suatu sudut hati. Kenangan tentang sebuah sekolah. Tentang gerbang. Tentang salam. Tentang senyum. Tentang seseorang yang dahulu membuat mereka merasa, “Aku diterima di sini.”

Maka esok pagi, ketika gerbang kembali dibuka, jangan anggap itu sebagai rutinitas biasa. Jangan hanya membuka gerbang. Bukalah juga pintu hati. Sambut setiap anak dengan wajah yang cerah. Tatap matanya. Ucapkan salam. Sebut namanya jika mampu.

Dan jika hari itu ia datang dengan hati yang tidak baik-baik saja, jangan buru-buru memintanya untuk menjadi baik. Barangkali cukup dengan mengatakan, “Selamat pagi, Nak. Kamu sudah datang. Alhamdulillah.”

Karena terkadang, yang dibutuhkan seorang anak bukan seseorang yang langsung memperbaiki dunianya. Ia hanya membutuhkan seseorang yang berkata, “Aku melihatmu. Aku menerimamu. Aku ada di sini.”

Dan mungkin itulah makna terdalam dari sebuah gerbang yang menyambut. Bukan sekadar pintu yang dibuka untuk tubuh-tubuh kecil yang datang mencari ilmu. Tetapi sebuah pintu yang dibuka untuk hati-hati kecil yang sedang belajar percaya kepada dunia.

Semoga setiap pagi menjadi awal yang baik. Semoga setiap salam menjadi doa. Setiap senyum menjadi sedekah. Setiap tatapan menjadi rasa aman. Dan setiap langkah kecil yang melewati gerbang menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju tumbuhnya generasi yang Berprestasi dan Berakhlakul Karimah.

Perkuat Inovasi Pendidikan, Kepala MIN 1 Pasuruan Hadiri Expo Madrasah 2026 di Kanwil Kemenag Jatim

 

SURABAYA, 1 September 2026 — Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, menghadiri secara langsung pembukaan ajang bergengsi Expo Madrasah 2026 yang berlangsung di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Timur pada Selasa (1/9).

Kehadiran pimpinan MIN 1 Pasuruan dalam kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB ini merupakan bentuk komitmen aktif sekolah dalam mendukung percepatan transformasi pendidikan Islam, digitalisasi pembelajaran, serta penguatan prestasi siswa di tingkat Jawa Timur.

Expo Madrasah 2026 menjadi panggung utama bagi madrasah se-Jawa Timur untuk menampilkan berbagai inovasi sains, hasil karya seni, hingga program unggulan berbasis kurikulum modern.

Bapak Abdul Qodir menyampaikan bahwa partisipasi dalam kegiatan ini memiliki nilai strategis untuk membawa pulang wawasan baru yang dapat diimplementasikan di lingkungan MIN 1 Pasuruan.

"Expo Madrasah 2026 bukan sekadar pameran, melainkan ajang kolaborasi dan ruang inspirasi bagi pengelola lembaga pendidikan. Melalui ajang ini, MIN 1 Pasuruan siap mengadopsi berbagai praktik baik dan terus mendorong siswa-siswi kami agar mampu bersaing di era digital tanpa kehilangan identitas keislamannya," ujar Abdul Qodir di Kanwil Kemenag Jatim, Selasa (1/9).

Melalui momentum ini, MIN 1 Pasuruan menegaskan kesiapannya untuk terus memperkuat jejaring antarlembaga dan meningkatkan mutu tata kelola pendidikan demi mencetak generasi unggul, berkarakter, dan berdaya saing tinggi.

Informasi Ringkas Kegiatan:

  • Kegiatan: Expo Madrasah 2026
  • Hari, Tanggal: Selasa, 1 September 2026
  • Waktu: 07.00 WIB – Selesai
  • Lokasi: Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Surabaya
  • Delegasi: Bapak Abdul Qodir (Kepala MIN 1 Pasuruan)

Tentang MIN 1 Pasuruan:

MIN 1 Pasuruan adalah lembaga pendidikan dasar berbasis Islam yang berkomitmen mencetak generasi cerdas, berakhlak mulia, serta siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan zaman.

Eratkan Silaturahmi dan Perkuat Sinergi, MIN 1 Pasuruan Sukses Gelar Pertemuan Paguyuban dan Pemilihan Pengurus Baru

 

PASURUAN – MIN 1 Pasuruan menggelar kegiatan pertemuan rutin sekaligus reorganisasi pengurus Paguyuban Wali Murid pada hari ini. Acara yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan ini menjadi wadah penting untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat sinergi antara pihak madrasah dan para orang tua siswa.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh pembawa acara, disambut antusias oleh seluruh wali murid dan jajaran dewan guru yang hadir.

Memasuki agenda kedua, Ketua Paguyuban periode 2025–2026 memberikan sambutan hangat. Beliau menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas kerja sama, dedikasi, serta dukungan seluruh wali murid selama satu tahun masa bakti pengurusan.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala MIN 1 Pasuruan. Dalam arahannya, beliau menekankan betapa krusialnya peran paguyuban dalam mendukung kemajuan program pendidikan dan karakter anak di madrasah. Sinergi yang solid antara madrasah dan orang tua adalah kunci utama keberhasilan belajar para siswa.

Sebagai wujud transparansi dan akuntabilitas organisasi, agenda keempat diisi dengan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dari Bendahara Paguyuban periode 2025–2026. Laporan keuangan serta rekapitulasi program kerja yang telah terlaksana dipaparkan secara rinci dan diterima dengan baik oleh seluruh peserta yang hadir.

Puncak acara ditandai dengan pemilihan pengurus Paguyuban MIN 1 Pasuruan periode 2026–2027. Melalui proses musyawarah yang demokratis dan kekeluargaan, telah disepakati struktur kepengurusan baru sebagai berikut:

          1.          Ketua Paguyuban: Bu Cici Andika (Wali Murid Kelas 3A)

          2.          Bendahara: Bu Hj. Reny (Wali Murid Kelas 5A)

          3.          Sekretaris: Bu Wulan (Wali Murid Kelas 6D)

Seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan pembacaan doa dan penutup, memohon keberkahan agar pengurus terpilih dapat menjalankan amanah dengan lancar serta membawa Paguyuban MIN 1 Pasuruan semakin solid dan berkontribusi positif bagi madrasah.

Siap Lomba Senam Antar Kelas dalam Rangka Semangat Kemerdekaan

 

PASURUAN – Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia, MIN 1 Pasuruan menggelar serangkaian kegiatan edukatif dan menghibur. Salah satu agenda utama yang paling dinantikan oleh para siswa adalah "Lomba Senam Antar Kelas", yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 21 Agustus 2026, bertempat di halaman MIN 1 Pasuruan.

​Kegiatan ini melibatkan seluruh jenjang kelas atas, mulai dari kelas 4, 5, hingga kelas 6. Para wali kelas dari masing-masing tingkat terlihat sangat antusias mendampingi dan mempersiapkan murid-murid terbaiknya agar dapat menampilkan performa yang maksimal, ceria, dan kompak di panggung perlombaan.

​Suasana persiapan yang penuh semangat tampak menonjol di lingkaran tim guru kelas 6 (mulai dari kelas 6 A hingga 6 E). Di bawah komando Ibu Eka Ning selaku Koordinator Kelas 6, para guru kelas 6 menunjukkan dedikasi, kegigihan, dan kekompakan yang luar biasa dalam melatih para siswanya. Di sela-sela rutinitas KBM, latihan senam digelar dengan penuh kesabaran untuk membentuk ketepatan gerakan, kekompakan, serta kepercayaan diri anak-anak.

​"Latihan ini bukan sekadar mengejar juara, melainkan membangun rasa kebersamaan, kesehatan jasmani, serta menanamkan jiwa sportivitas dan nilai-nilai perjuangan kepada para siswa sejak dini," ujar Ibu Eka Ning di sela-sela pendampingan latihan.

​Halaman MIN 1 Pasuruan dipastikan akan menjadi saksi kemeriahan dan kekompakan seluruh warga sekolah pada hari Jumat besok. Melalui lomba senam ini, diharapkan semangat kemerdekaan tidak hanya dirasakan sebagai seremonial, tetapi juga diwujudkan dalam gerak langkah yang sehat, ceria, dan penuh kebersamaan.

​Semoga draf berita ini berkenan dan dapat dipergunakan untuk publikasi sekolah atau media warta MIN 1 Pasuruan. Fz




Keteladanan Langkah Konsisten dalam Membangun Budaya Disiplin dengan Penuh Kasih Sayang


PASURUAN — Penanaman karakter disiplin di lingkungan madrasah tidak hanya hadir melalui aturan tertulis, melainkan lewat aksi nyata dan keteladanan harian. Hal inilah yang terus konsisten ditunjukkan oleh Kepala Madrasah melalui pembiasaan pagi yang penuh kehangatan, kedisiplinan, serta rasa tanggung jawab yang tinggi.

​Setiap pagi, sebelum bel masuk berbunyi dan ketika sebagian besar siswa belum tiba, Kepala Madrasah sudah hadir lebih awal di madrasah. Beliau berdiri menyambut kedatangan para siswa tepat di depan pintu gerbang utama. Dengan senyum hangat dan sikap santun, beliau menyalami satu per satu murid yang datang, memberikan energi positif dan rasa aman untuk memulai aktivitas belajar.

"Pendidikan karakter terbaik adalah yang dicontohkan, bukan sekadar diperintahkan."

​Sikap tanggung jawab dan kepedulian beliau sebagai pimpinan juga terlihat saat jam pembelajaran dimulai. Beliau secara rutin melakukan kontrol langsung ke area kelas. Jika terdapat kelas yang gurunya berhalangan hadir, beliau hadir memastikan kondisi kelas tetap kondusif, aman, dan siap menerima materi pembelajaran pendamping.

​Tak hanya itu, terhadap siswa yang datang terlambat, penanganan yang diberikan berlandaskan pendekatan keteladanan dan kasih sayang. Bukan umpatan atau hukuman fisik yang diterima siswa, melainkan pengarahan serta nasihat yang menyejukkan hati. Lihat perlakuan Beliau saat memegang pundak siswa, sembari  mengajak para siswa memahami pentingnya menghargai waktu demi masa depan mereka sendiri.

​Melalui komitmen yang teguh terhadap nilai keteladanan, kedisiplinan, dan tanggung jawab, Kepala Madrasah (Bpk Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd.) telah memberikan teladan hidup bagi seluruh warga madrasah. Langkah konsisten ini diharapkan dapat membentuk generasi peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki akhlakul karimah dan karakter disiplin yang kuat.Fz


Wujudkan Sekolah Ramah dan Berkarakter, MIN 1 Pasuruan Deklarasikan Piloting Kurikulum Berbasis Cinta

 



PASURUAN — 17 Agustus 2026 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan resmi menguatkan komitmennya dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif melalui penandatanganan komitmen bersama Piloting Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

Mengusung tema "Membangun Madrasah yang Aman, Ramah, Bersih, dan Berakhlak Mulia", deklarasi ini diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), guru, dan tenaga kependidikan di lingkungan MIN 1 Pasuruan. Penandatanganan ini dipimpin langsung oleh Kepala MIN 1 Pasuruan, Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd., serta disaksikan oleh Pengawas Madrasah, Dra. Choyatin Nasucha, M.Pd.

Lima Pilar Budaya Cinta

Dalam penerapannya, Kurikulum Berbasis Cinta di MIN 1 Pasuruan berfokus pada penanaman nilai-nilai karakter mendasar melalui lima pilar utama, yaitu:

  • Cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya
  • Cinta Ilmu
  • Cinta Diri dan Sesama
  • Cinta Lingkungan Alam
  • Cinta Tanah Air

Penegasan "Zona yang Harus Dihindari"

Selain menanamkan nilai-nilai kebaikan, deklarasi ini secara tegas menetapkan batasan larangan di lingkungan sekolah untuk menjaga kenyamanan belajar mengajar. Beberapa hal yang menjadi perhatian utama dan wajib dihindari antara lain:

  • Perundungan (Bullying) & Kekerasan: Menolak segala bentuk kekerasan fisik maupun verbal.
  • Kedisiplinan & Etika: Menghapus perkataan kasar, ketidakdisiplinan, serta intoleransi/diskriminasi.
  • Kesehatan & Keselamatan: Bebas dari rokok, vape, dan zat berbahaya.
  • Kepedulian Lingkungan: Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai berlebihan serta melarang pembungan sampah sembarangan dan perusakan fasilitas.
  • Literasi Digital: Mencegah penyalahgunaan teknologi digital di lingkungan madrasah.

Menuju Kemaslahatan Bersama

Melalui slogan "Bersih Hatinya, Bersih Lingkungannya, Mulia Akhlaknya", pembiasaan Kurikulum Berbasis Cinta ini diharapkan tidak sekadar menjadi formalitas di atas kertas, melainkan menjadi budaya sehari-hari yang membentuk karakter siswa agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, inovatif, terampil, dan agamis.