google-site-verification: googlec37f5abc404fa346.html MIN 1 PASURUAN

MIN 1 Pasuruan Gelar Penyampaian Hasil Monev dan Penyelarasan RHK Triwulan IV Tahun 2026

 


PASURUAN, 27 OKTOBER 2026 – Dalam rangka menjaga kinerjanya agar tetap terukur, transparan, dan akuntabel, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan menggelar kegiatan Penyampaian Hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta Penyelarasan Rencana Hasil Kerja (RHK) Triwulan IV Tahun 2026. Kegiatan penting ini berlangsung di Aula Utama MIN 1 Pasuruan pada Selasa (27/10/2026) dan dihadiri oleh seluruh jajaran pendidik, tenaga kependidikan, serta pengawas madrasah.

Agenda tahunan yang rutin dilaksanakan setiap akhir triwulan ini bertujuan untuk merefleksikan capaian kinerja madrasah selama tiga bulan terakhir, mengevaluasi kendala yang dihadapi di lapangan, serta menyelaraskan RHK agar tetap relevan dengan target indikator kinerja utama (IKU) Kementerian Agama di penghujung tahun anggaran 2026.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala MIN 1 Pasuruan. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya Monev bukan sekadar sebagai pemenuhan beban administrasi formalitas, melainkan sebagai komitmen bersama untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan secara berkelanjutan.

"Monev Triwulan IV ini menjadi momen krusial bagi kita semua untuk melihat sejauh mana target yang telah dipetakan di awal tahun berhasil direalisasikan. Penyelarasan RHK di akhir tahun ini memastikannya berjalan selaras dengan visi dan misi madrasah, sekaligus memberikan gambaran yang transparan atas dedikasi para pendidik dan staf," ujar Kepala MIN 1 Pasuruan dalam pembukaannya.

Evaluasi Capaian dan Tindak Lanjut Program

Pada sesi pemaparan hasil Monev, tim penjaminan mutu madrasah menyajikan laporan komprehensif terkait pelaksanaan program kerja sepanjang Triwulan III hingga memasuki Triwulan IV. Beberapa poin utama yang menjadi sorotan meliputi:

  • Peningkatan Mutu Pembelajaran: Evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum berbasis digital serta penguatan program keagamaan dan pembentukan karakter peserta didik.
  • Capaian Administrasi dan Tata Kelola: Penilaian terhadap ketepatan waktu penyusunan modul ajar, dokumen asesmen, serta laporan kinerja bulanan pendidik dan tenaga kependidikan.
  • Serapan Anggaran dan Fasilitas: Pengawasan terhadap efektivitas efisiensi penggunaan sarana prasarana penunjang pembelajaran untuk mendukung kenyamanan belajar siswa.

Berdasarkan paparan hasil evaluasi, secara umum capaian kinerja MIN 1 Pasuruan pada Triwulan IV berada pada kategori sangat baik. Kendati demikian, beberapa aspek teknis masih memerlukan penyelarasan ulang agar seluruh pendidik mampu menyelesaikan laporan kinerjanya secara optimal sebelum batas akhir tahun anggaran.

Penyelarasan RHK Triwulan IV

Usai pemaparan Monev, kegiatan dilanjutkan dengan bimbingan teknis penyelarasan Rencana Hasil Kerja (RHK) pada aplikasi pengelolaan kinerja pendidik dan ASN. Sesi ini dipandu langsung oleh tim pengembang kinerja madrasah untuk memastikan seluruh kriteria penilaian, bukti fisik, dan indikator kuantitatif maupun kualitatif terinput dengan benar.

Penyelarasan ini difokuskan pada sinkronisasi target individu pendidik dengan target organisasi madrasah. Melalui forum ini, para guru dapat berdiskusi langsung mengenai pemenuhan bukti dukung, pengembangan kompetensi mandiri, serta efektivitas pelaksanaan tugas tambahan yang diampu.

Pengawas Madrasah yang turut hadir memberikan apresiasi tinggi atas langkah proaktif yang dilakukan oleh MIN 1 Pasuruan. Menurutnya, keterbukaan dan sinergi dalam forum seperti ini sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas mutu madrasah di tengah dinamika transformasi pendidikan Islam modern.

"MIN 1 Pasuruan membuktikan komitmennya sebagai madrasah unggulan dengan tidak hanya fokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses tata kelola kinerja yang terstruktur. Penyelarasan RHK ini akan sangat membantu para guru mencapai predikat predikat kinerja yang maksimal," ungkap Pengawas Madrasah saat memberikan pengarahan.

Acara ditutup dengan penyusunan komitmen bersama dan doa, yang menandai kesiapan seluruh elemen madrasah dalam merampungkan seluruh agenda kegiatan Triwulan IV Tahun 2026 dengan sukses. Melalui kegiatan ini, MIN 1 Pasuruan optimistis mampu menutup tahun anggaran 2026 dengan raihan prestasi dan pencapaian tata kelola madrasah yang unggul, berintegritas, serta berdaya saing tinggi.

Wujudkan Akuntabilitas dan Transparansi Anggaran, MIN 1 Pasuruan Gelar Monev Keuangan Bersama Tim Kemenag

PASURUAN – Dalam upaya memperkuat tata kelola administrasi keuangan yang transparan dan akuntabel di lingkungan instansi pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keuangan. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 26 Oktober 2026 ini bertempat di Ruang MIN 1 Pasuruan dengan melibatkan jajaran pimpinan madrasah, tenaga kependidikan, serta tim verifikator dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan.

Pelaksanaan Monev keuangan ini merupakan bagian dari siklus manajerial rutin yang bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan anggaran, khususnya yang berkaitan dengan hak-hak pegawai dan operasional madrasah, berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Di tengah tuntutan birokrasi yang semakin dinamis dan berbasis digital, akurasi data serta ketertiban administrasi menjadi pilar utama dalam mendukung kelancaran distribusi anggaran negara.

Sinergi Lintas Sektoral di Lingkungan Madrasah

Hadir dalam kegiatan ini Kepala MIN 1 Pasuruan, yang didampingi oleh Bendahara Madrasah dan Operator Madrasah sebagai unit inti dalam pengelolaan anggaran. Selain itu, guna memastikan sinkronisasi antara kebutuhan program kependidikan dengan dukungan finansial, hadir pula Wakil Kepala (Waka) Bidang Kurikulum serta Koordinator Sarana dan Prasarana (Sarpras). Kehadiran para pemangku kepentingan internal ini menunjukkan adanya kesadaran kolektif bahwa urusan keuangan bukan sekadar tugas bendahara semata, melainkan tanggung jawab manajerial yang integral.

Selain unsur pimpinan dan staf administrasi, sejumlah guru yang bertugas sesuai dengan Surat Keputusan (SK) terkait juga turut hadir. Keterlibatan para guru ini menjadi penting mengingat objek utama dari evaluasi kali ini berkaitan erat dengan hak-hak kesejahteraan pendidik. Sementara itu, dari pihak eksternal selaku pembina, hadir Tim Monev dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pasuruan yang bertugas untuk memvalidasi dan memverifikasi kesesuaian berkas secara faktual.

Fokus Evaluasi: Pemberkasan Hak Pegawai

Agenda utama dalam Monev kali ini difokuskan pada pemberkasan pencairan berbagai tunjangan dan hak pegawai. Beberapa poin krusial yang menjadi objek pemeriksaan meliputi Tunjangan Profesi Guru (TPP), Tunjangan Kinerja (TUKIN), Laporan Pertanggungjawaban (LP), Gaji ke-13, hingga Tunjangan Hari Raya (THR) dan hak-hak finansial lainnya.

Secara teoritis, pengelolaan keuangan di lembaga pendidikan harus mencakup prinsip-prinsip good governance, yaitu transparansi, akuntabilitas, efektivitas, dan efisiensi. Pencairan tunjangan seperti TPP dan TUKIN bukan sekadar proses administratif rutin, melainkan bentuk penghargaan negara atas kinerja dan profesionalisme para pendidik. Oleh karena itu, ketepatan waktu dan keakuratan data dalam pemberkasan menjadi harga mati agar tidak terjadi kendala yang dapat menghambat kesejahteraan guru dan staf di lingkungan MIN 1 Pasuruan.

Kegiatan Monev ini berlangsung dengan lancar dan komunikatif. Tim dari Kemenag Pasuruan melakukan pemeriksaan mendalam terhadap dokumen-dokumen pendukung yang telah disiapkan oleh pihak madrasah. Proses verifikasi mencakup kesesuaian antara data di sistem aplikasi dengan dokumen fisik, validitas SK, hingga kelengkapan laporan kehadiran yang menjadi dasar pencairan tunjangan kinerja.

Temuan dan Langkah Perbaikan

Meskipun secara keseluruhan kegiatan berjalan dengan lancar, tim Monev mencatat adanya beberapa temuan administratif yang perlu segera diperbaiki. Temuan-temuan tersebut umumnya berkaitan dengan detail teknis pemberkasan yang memerlukan sinkronisasi lebih lanjut agar memenuhi standar audit yang ditetapkan oleh negara.

Bagi MIN 1 Pasuruan, temuan tersebut tidak dipandang sebagai kendala, melainkan sebagai bahan evaluasi yang sangat berharga. Tim Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP), Tata Usaha (TU), dan Operator berkomitmen untuk segera menindaklanjuti setiap catatan yang diberikan oleh tim verifikator. Evaluasi ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas layanan administrasi internal madrasah agar di masa mendatang, proses pencairan dapat berjalan lebih cepat dan meminimalkan risiko kesalahan.

Pihak Madrasah menyadari bahwa ketertiban administrasi keuangan berdampak langsung pada performa sekolah secara keseluruhan. Jika urusan administratif terselesaikan dengan baik, maka para pendidik dapat fokus sepenuhnya pada tugas utama mereka, yaitu memberikan pendidikan berkualitas bagi para siswa tanpa terbebani oleh ketidakpastian administratif.

Pentingnya Kerja Sama dan Akurasi Data Kepegawaian

Menindaklanjuti hasil Monev tersebut, pihak pengelola keuangan MIN 1 Pasuruan memberikan penekanan khusus pada pentingnya kerja sama dari seluruh Bapak dan Ibu guru serta staf kependidikan. Keakuratan data kepegawaian adalah hulu dari seluruh proses pencairan anggaran. Kesalahan kecil pada data pribadi, status kepegawaian, atau dokumen pendukung lainnya dapat berdampak sistemik pada sistem pencairan terpusat.

"Mohon kerja samanya kepada Bapak dan Ibu sekalian, terutama yang berkaitan dengan pemutakhiran data kepegawaian dan kelengkapan berkas pencairan," demikian menjadi pesan penting pasca-kegiatan ini. Kesadaran kolektif untuk tertib administrasi diharapkan dapat tumbuh, sehingga sinkronisasi antara Operator Madrasah dengan setiap individu pegawai dapat terjalin dengan harmonis.

Dalam dunia pendidikan modern, peran Operator Madrasah dan Tata Usaha menjadi semakin vital. Mereka adalah ujung tombak yang menjembatani antara kebijakan anggaran pemerintah dengan realisasi di tingkat satuan pendidikan. Dukungan penuh dari seluruh warga madrasah dalam menyediakan data yang valid dan tepat waktu akan sangat membantu meringankan beban kerja administratif ini.

Menatap Masa Depan Madrasah yang Akuntabel

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Keuangan di MIN 1 Pasuruan pada 26 Oktober 2026 ini menutup satu babak penting dalam upaya peningkatan kualitas birokrasi sekolah. Dengan adanya pengawasan langsung dari Kantor Kemenag Pasuruan, MIN 1 Pasuruan terus berupaya menjaga marwah sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik dan karakter siswa, tetapi juga tertib dalam tata kelola keuangan negara.

Keberhasilan dalam melalui proses Monev ini, dengan segala catatannya, membuktikan komitmen MIN 1 Pasuruan untuk selalu terbuka terhadap perbaikan. Di masa depan, madrasah ini diharapkan mampu menjadi model bagi lembaga pendidikan lainnya dalam hal integrasi antara manajemen keuangan yang sehat dengan pencapaian visi kependidikan yang gemilang.

Setiap perbaikan yang dilakukan atas temuan Monev hari ini adalah investasi bagi kemudahan di masa depan. Dengan semangat gotong royong dan transparansi, MIN 1 Pasuruan optimis dapat mewujudkan lingkungan kerja yang profesional, di mana setiap hak pegawai terpenuhi tepat pada waktunya, demi mendukung tercapainya tujuan pendidikan nasional yang mulia.

Oleh: M.An

 

Upaya Peningkatan Akuntabilitas dan Tata Kelola: MIN 1 Pasuruan Gelar Monitoring dan Evaluasi Keuangan Terpadu

 


PASURUAN – Dalam rangka memperkuat pilar transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran pendidikan, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keuangan. Kegiatan penting ini dilaksanakan pada hari Senin, 26 Oktober 2026, bertempat di salah satu ruang pertemuan utama MIN 1 Pasuruan. Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan madrasah dalam memastikan setiap rupiah anggaran pendidikan digunakan secara tepat sasaran, efisien, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Kegiatan Monev ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan staf inti yang memiliki peran krusial dalam tata kelola lembaga. Peserta yang hadir meliputi Kepala MIN 1 Pasuruan, Bendahara Madrasah, Operator Madrasah, Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Koordinator Sarana dan Prasarana (Sarpras), serta sejumlah guru yang telah ditunjuk melalui Surat Keputusan (SK) untuk mengemban tugas-tugas administratif dan manajerial tertentu. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan adanya kolaborasi lintas sektor untuk mengkaji dan mengevaluasi kesehatan finansial sekolah secara komprehensif.

Urgensi Evaluasi Keuangan dalam Ekosistem Pendidikan

Monitoring dan evaluasi keuangan bukan sekadar rutinitas administratif belaka. Dalam konteks institusi pendidikan seperti MIN 1 Pasuruan, pengelolaan keuangan merupakan pondasi yang menopang seluruh program kegiatan belajar mengajar. Tanpa adanya evaluasi yang berkala dan mendalam, arah kebijakan pendidikan di tingkat satuan pendidikan berisiko kehilangan efektivitasnya. Oleh karena itu, agenda utama dalam pertemuan ini adalah mengkaji evaluasi keuangan secara menyeluruh, mencakup realisasi anggaran yang telah berjalan serta sinkronisasi antara perencanaan dan output yang dihasilkan.

Secara teoritis, manajemen keuangan pendidikan yang baik bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran, meningkatkan akuntabilitas dan transparansi, serta meminimalkan penyalahgunaan anggaran. Di tingkat madrasah, keterlibatan Kepala Madrasah sebagai manajer puncak, didampingi oleh bendahara dan operator, memastikan bahwa seluruh pelaporan berbasis data telah sesuai dengan sistem aplikasi keuangan pemerintah yang berlaku saat ini.

Kolaborasi Strategis Antar-Lini

Kehadiran Waka Bidang Kurikulum dan Koordinator Sarpras dalam kegiatan ini memberikan dimensi evaluasi yang lebih luas. Bidang kurikulum bertugas memastikan bahwa alokasi dana pendidikan benar-benar menyentuh aspek substansi, seperti pengembangan materi ajar, pelatihan guru, dan peningkatan mutu pembelajaran siswa. Sementara itu, Koordinator Sarpras memberikan masukan mengenai pemeliharaan fasilitas dan pengadaan infrastruktur yang mendukung kenyamanan belajar siswa.

Keterlibatan guru yang bertugas sesuai SK juga memberikan perspektif lapangan yang sangat berharga. Guru sebagai pelaksana utama pendidikan seringkali bersentuhan langsung dengan kebutuhan mendesak di dalam kelas. Dengan mengikutsertakan mereka dalam proses evaluasi keuangan, madrasah dapat menyerap aspirasi mengenai kebutuhan-kebutuhan praktis yang memerlukan dukungan finansial, sehingga kebijakan anggaran di masa mendatang menjadi lebih inklusif dan berbasis kebutuhan riil (bottom-up planning).

Menuju Transparansi dan Akuntabilitas Publik

Sebagai lembaga pendidikan negeri di bawah naungan Kementerian Agama, MIN 1 Pasuruan memikul tanggung jawab moral dan legal untuk menyajikan laporan keuangan yang kredibel. Evaluasi yang dilakukan pada 26 Oktober 2026 ini menjadi ajang untuk melakukan cross-check terhadap data yang diinput oleh operator dan laporan manual yang dikelola oleh bendahara. Proses sinkronisasi ini sangat penting untuk menghindari kesalahan administratif yang dapat berdampak pada penilaian kinerja lembaga di mata publik maupun instansi pembina.

Dunia pendidikan masa kini menuntut adanya keterbukaan informasi. Orang tua siswa dan masyarakat luas memiliki harapan yang tinggi terhadap madrasah dalam mengelola sumber daya yang ada. Dengan adanya Monev keuangan ini, MIN 1 Pasuruan berupaya membangun kepercayaan publik bahwa madrasah dikelola dengan profesionalisme tinggi. Evaluasi ini juga mencakup analisis terhadap kendala-kendala yang dihadapi dalam penyerapan anggaran, sehingga solusi strategis dapat segera dirumuskan sebelum tahun anggaran berakhir.

Dampak Terhadap Kualitas Pembelajaran Siswa

Meskipun kegiatan ini bersifat administratif, tujuan akhirnya tetaplah demi kepentingan terbaik peserta didik. Keuangan madrasah yang dikelola dengan baik akan berdampak langsung pada kualitas layanan pendidikan. Misalnya, ketepatan alokasi dana untuk buku teks, media pembelajaran digital, hingga kegiatan ekstrakurikuler yang menunjang bakat dan minat siswa.

Melalui diskusi mendalam selama acara, setiap peserta Monev di MIN 1 Pasuruan diajak untuk melihat angka-angka dalam laporan keuangan sebagai representasi dari program-program pendidikan. Evaluasi ini memastikan bahwa tidak ada program prioritas yang terabaikan karena kendala finansial yang sebenarnya bisa diantisipasi. Dengan kata lain, tata kelola keuangan yang sehat adalah kunci bagi terciptanya iklim akademik yang kondusif dan inovatif.

Selain itu, peran operator madrasah dalam kegiatan ini sangat vital. Seiring dengan transformasi digital di lingkungan kementerian, pelaporan keuangan kini mayoritas dilakukan melalui sistem daring. Operator memastikan bahwa setiap data transaksi telah terunggah dengan benar ke dalam sistem yang terintegrasi. Evaluasi ini menjadi momen untuk meninjau kembali kecakapan sistem informasi yang digunakan serta memastikan tidak adanya selisih data antara fisik kuitansi dan data digital.

Kesimpulan dan Harapan Masa Depan

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Keuangan di MIN 1 Pasuruan yang berlangsung pada Senin, 26 Oktober 2026, ditutup dengan beberapa catatan penting untuk perbaikan di periode mendatang. Dengan dilakukannya kajian mendalam terhadap evaluasi keuangan ini, MIN 1 Pasuruan optimistis dapat terus meningkatkan standar pelayanan pendidikannya.

Langkah ini juga menjadi bukti nyata bahwa MIN 1 Pasuruan berkomitmen untuk menerapkan prinsip Good Governance dalam mengelola madrasah. Melalui kerja sama yang harmonis antara Kepala Madrasah, Bendahara, Operator, Waka Kurikulum, Koordinator Sarpras, dan seluruh jajaran guru, diharapkan visi madrasah yang mandiri dan berprestasi dapat terwujud melalui dukungan finansial yang kokoh dan transparan.

Evaluasi ini bukan akhir dari sebuah proses, melainkan langkah awal untuk perencanaan yang lebih matang di tahun-tahun mendatang. Dengan pondasi keuangan yang sehat dan terawasi, MIN 1 Pasuruan siap menghadapi tantangan pendidikan global dan terus melahirkan generasi yang unggul dalam IPTEK serta kokoh dalam IMTAK.


Rakor Pemantapan Persiapan Tuan Rumah Porseni KKMI Kecamatan Beji, Perkuat Koordinasi dan Kesiapan Pelaksanaan

BEJI, Sabtu, 24 Oktober 2026 — Rapat Koordinasi (Rakor) Pemantapan Persiapan Tuan Rumah Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Beji dilaksanakan pada Sabtu, 24 Oktober 2026, pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mematangkan persiapan penyelenggaraan Porseni agar dapat berlangsung dengan tertib, lancar, dan sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan.

Rakor tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antarpihak yang terlibat dalam persiapan kegiatan. Sebagai tuan rumah, KKMI Kecamatan Beji perlu memastikan kesiapan berbagai aspek, mulai dari kepanitiaan, tempat pelaksanaan, sarana dan prasarana, pengaturan peserta, hingga teknis pelaksanaan cabang olahraga dan seni.

Porseni merupakan salah satu agenda penting dalam dunia pendidikan madrasah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk menunjukkan kemampuan dan bakat peserta didik, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter, pengembangan kreativitas, penumbuhan sportivitas, serta penguatan silaturahmi antarmadrasah.

Melalui rapat koordinasi ini, pemantapan persiapan diharapkan dapat dilakukan secara terarah dengan memperhatikan pembagian tugas dan tanggung jawab setiap unsur kepanitiaan. Koordinasi yang baik diperlukan agar setiap bagian memahami perannya masing-masing dan mampu bekerja secara terpadu dalam menyukseskan kegiatan.

Analisis: Kesiapan Tuan Rumah Menentukan Kualitas Pelaksanaan

Dari perspektif manajemen kegiatan pendidikan, keberhasilan Porseni tidak hanya ditentukan oleh kemeriahan acara, tetapi juga oleh kualitas perencanaan, koordinasi, pelayanan peserta, dan ketepatan pelaksanaan teknis. Karena itu, rakor pemantapan memiliki peran strategis untuk mengidentifikasi kebutuhan, mengantisipasi potensi kendala, serta menyelaraskan langkah seluruh panitia.

Pertama, penguatan koordinasi dan pembagian tugas. Setiap bidang kepanitiaan perlu memiliki tanggung jawab yang jelas, mulai dari acara, perlombaan, perlengkapan, konsumsi, kesehatan, keamanan, hingga dokumentasi. Pembagian tugas yang terukur akan mengurangi tumpang tindih pekerjaan dan mempercepat penyelesaian persoalan di lapangan.

Kedua, kesiapan sarana dan prasarana. Lokasi pertandingan dan perlombaan seni perlu disesuaikan dengan kebutuhan setiap cabang. Ketersediaan peralatan, ruang tunggu, petunjuk lokasi, fasilitas sanitasi, serta akses bagi peserta dan pendamping menjadi bagian penting yang perlu diperiksa sebelum hari pelaksanaan.

Ketiga, ketertiban dan keselamatan peserta. Porseni melibatkan peserta didik dari berbagai madrasah sehingga pengaturan kedatangan, registrasi, jadwal pertandingan, pendampingan, dan pertolongan pertama perlu direncanakan dengan baik. Langkah ini penting untuk menciptakan lingkungan kegiatan yang aman, nyaman, dan ramah anak.

Keempat, penguatan nilai pendidikan. Persaingan dalam Porseni hendaknya tetap berada dalam semangat pendidikan. Nilai sportivitas, kejujuran, disiplin, kerja sama, saling menghargai, dan sikap menerima hasil perlombaan perlu menjadi bagian utama dari penyelenggaraan kegiatan.

Kelima, evaluasi dan pengendalian pelaksanaan. Panitia perlu menyiapkan jadwal kerja, daftar periksa kesiapan, penanggung jawab setiap bidang, serta mekanisme pelaporan kendala. Dengan demikian, hasil rapat tidak berhenti sebagai kesepakatan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi tindakan nyata yang terukur.

Porseni sebagai Wadah Pengembangan Potensi Peserta Didik

Porseni KKMI memiliki arti penting bagi pengembangan potensi peserta didik madrasah. Melalui cabang olahraga, siswa belajar tentang ketahanan, kedisiplinan, kerja sama, dan sportivitas. Sementara itu, melalui cabang seni, siswa memperoleh ruang untuk mengekspresikan kreativitas, mengembangkan kepercayaan diri, serta menghargai keberagaman bakat dan kemampuan.

Oleh karena itu, keberhasilan tuan rumah tidak semata-mata diukur dari kelancaran acara, tetapi juga dari terciptanya pengalaman yang bermakna bagi peserta, pendamping, dan seluruh warga madrasah. Pelaksanaan yang tertib dan edukatif akan memperkuat citra madrasah sebagai lembaga pendidikan yang mendukung perkembangan akademik, karakter, olahraga, dan seni secara seimbang.

Rakor pemantapan persiapan tuan rumah Porseni KKMI Kecamatan Beji pada Sabtu, 24 Oktober 2026, pukul 08.00 WIB, menjadi langkah penting dalam membangun kesiapan tersebut. Dengan koordinasi yang solid, pembagian tugas yang jelas, serta komitmen bersama, penyelenggaraan Porseni diharapkan mampu menjadi ajang prestasi sekaligus mempererat kebersamaan antarmadrasah.

Semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi modal utama bagi KKMI Kecamatan Beji dalam mempersiapkan diri sebagai tuan rumah. Melalui persiapan yang matang, Porseni diharapkan tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pembinaan peserta didik dan penguatan mutu pendidikan madrasah.

Penjaringan Level 1 Kelas Olimpiade di MIN 1 Pasuruan Berlangsung Antusias


PASURUAN — MIN 1 Pasuruan melaksanakan kegiatan penjaringan siswa untuk kelas Olimpiade Matematika dan Sains (OMI Level 1) bagi peserta didik kelas 3 pada Kamis, 08 Oktober 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya madrasah dalam menjaring serta membina potensi bakat dan minat para siswa di bidang akademik sejak dini.

​Proses seleksi berlangsung tertib dan penuh antusiasme. Rangkaian penjaringan ini terdiri dari dua tahap utama, yaitu tes tulis mata pelajaran Matematika dan Sains serta tes wawancara. Melalui tes tulis, para siswa diuji kemampuan analitis dan pemahaman dasarnya, sementara tes wawancara bertujuan untuk melihat kesiapan, motivasi, serta minat belajar siswa dalam mengikuti program pembinaan Olimpiade.

​Kepala MIN 1 Pasuruan Bpk Abd Qodir, S.Pd.I., M.Pd.I. Menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan penjaringan ini. Beliau mengungkapkan bahwa program kelas Olimpiade merupakan komitmen madrasah untuk memfasilitasi anak-anak hebat yang memiliki ketertarikan tinggi pada Matematika dan Sains. "Kami sangat bangga melihat semangat para siswa kelas 3 yang begitu antusias mengikuti tes tulis dan wawancara ini. Penjaringan ini bukan sekadar ajang kompetisi internal, melainkan wadah untuk memotivasi anak-anak agar terus percaya diri dan mengasah potensi terbaik mereka. Semoga melalui pembinaan yang berkelanjutan, anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi berprestasi yang membawa keberkahan dan nama baik madrasah," tuturnya.

​Para peserta didik tampak serius namun santai saat mengerjakan lembar soal di bawah pendampingan para guru penguji. Suasana kebersamaan dan semangat terpancar dari raut wajah para siswa selama kegiatan berlangsung.

​Melalui kegiatan penjaringan ini, pihak madrasah berharap dapat melahirkan bibit-bibit unggul yang siap dibina secara konsisten untuk mengukir prestasi di berbagai ajang kompetisi sains dan matematika, baik tingkat daerah maupun nasional.Fz







MIN 1 PASURUAN GELAR UPACARA PERINGATAN HARI SANTRI 2026 BERLANGSUNG KHIDMAT DAN PENUH SEMANGAT

 




​Pasuruan – Halaman Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan tampak semarak dan dipenuhi suasana keagamaan yang kental pada Kamis pagi, 22 Oktober 2026. Seluruh civitas akademika MIN 1 Pasuruan berkumpul bersama untuk memperingati Hari Santri Nasional 2026. Acara peringatan tahun ini berlangsung sangat khidmat, tertib, dan penuh kedisiplinan, diikuti oleh seluruh siswa-siswi, guru, staf tata usaha, serta tamu undangan kehormatan.

​Sejak pukul 06.30 WIB, para siswa dan jajaran pendidik sudah memadati lapangan utama. Susana khas santri sangat terasa dengan balutan busana muslim nan rapi. Para siswa putra mengenakan baju koko putih lengkap dengan sarung dan kopiah, sementara siswa putri serta para guru wanita tampil anggun berbusana muslimah serba putih. Kehadiran seluruh warga madrasah dengan pakaian khas santri ini makin memperkuat nilai-nilai perjuangan dan kesederhanaan yang menjadi ciri khas kaum santri.

​Jalannya Acara Upacara Peringatan Hari Santri

​Rangkaian acara diawali dengan persiapan barisan para peserta upacara yang dipandu oleh petugas dari siswa-siswi pilihan MIN 1 Pasuruan. Jalannya seluruh prosesi acara dari awal hingga akhir dipandu oleh pembawa acara, Ibu Indah Karunia Ilahi. Dengan suara yang mantap, artikulasi yang jelas, serta intonasi yang begitu anggun, Ibu Indah Karunia Ilahi memimpin alur acara demi acara sehingga seluruh prosesi peringatan berjalan dengan lancar dan sesuai susunan jadwal yang direncanakan.

​Setelah seluruh barisan disiapkan dan suasana lapangan dipastikan tertib, Pembina Upacara, Bapak Abdul Qodir, memasuki mimbar upacara. Pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya serta mars Yalal Waton bergema membakar semangat seluruh peserta upacara. Tembang perjuangan tersebut menambah atmosfer nasionalisme di tengah peringatan hari besar keagamaan ini.

​Dalam amanatnya, Bapak Abdul Qodir memberikan pesan-pesan moral dan kebangsaan yang sangat mendalam kepada seluruh peserta upacara, khususnya para generasi muda madrasah. Beliau menegaskan pentingnya meneladani semangat para ulama dan santri terdahulu yang pantang menyerah dalam memperjuangkan serta mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia.

​"Hari Santri bukan sekadar momen seremonial tahunan, melainkan pengingat bagi kita semua akan sejarah besar kontribusi santri dan ulama bagi bangsa ini. Sebagai generasi penerus di MIN 1 Pasuruan, anak-anakku sekalian harus mampu memadukan antara kedalaman ilmu agama, keunggulan sains, dan akhlakul karimah. Santri masa kini harus cerdas, berkarakter, mandiri, serta siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan identitas keIslamannya," tegas Bapak Abdul Qodir di hadapan ratusan peserta upacara.

​Pembacaan Ikrar dan Doa Bersama

​Prosesi upacara dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar Santri yang dipimpin oleh Bapak H. Zamroni. Dengan suara yang lantang dan penuh ketegasan, Bapak H. Zamroni membacakan butir-butir ikrar yang kemudian diikuti oleh seluruh peserta upacara dengan serentak. Gema janji setia kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI, Pembacaan ikrar ini menjadi simbol peneguhan komitmen warga MIN 1 Pasuruan untuk terus menjaga keutuhan bangsa.

​Rangkaian upacara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Bapak Abdul Muid. Dalam suasana yang begitu hening dan penuh kekhusyukan, Bapak Abdul Muid memanjatkan doa-doa terbaik untuk keselamatan bangsa, kemajuan pendidikan madrasah, serta keberkahan bagi seluruh keluarga besar MIN 1 Pasuruan. Seluruh peserta menadahkan tangan, mengaminkan setiap bait doa yang terucap dengan penuh harapan agar seluruh siswa-siswi MIN 1 Pasuruan dianugerahi ilmu yang bermanfaat serta menjadi anak-anak yang saleh dan salehah.

​Kehadiran Tim Pengawas Madrasah

​Peringatan Hari Santri di MIN 1 Pasuruan tahun 2026 ini terasa semakin istimewa dengan hadirnya jajaran Pengawas Madrasah. Turut hadir menyaksikan langsung seluruh prosesi upacara yaitu Ibu Choyatin Nasukha, Ibu Nur Cholifah, dan Ibu Ririn Masyhuriyah. Kehadiran ketiga pengawas madrasah tersebut memberikan apresiasi, dorongan semangat, serta dukungan moral yang luar biasa bagi seluruh keluarga besar MIN 1 Pasuruan.

​Di akhir kegiatan upacara, Ibu Choyatin Nasukha mewakili tim pengawas memberikan tanggapan positif atas terselenggaranya kegiatan peringatan Hari Santri di MIN 1 Pasuruan. Beliau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia, petugas upacara, para guru, hingga peserta didik yang menunjukkan tingkat kedisiplinan dan kekhidmatan yang luar biasa.

​"Kami sangat bangga melihat pelaksanaan upacara peringatan Hari Santri di MIN 1 Pasuruan pada hari ini. Penyelenggaraannya sangat rapi, khidmat, dan tertata dengan baik. Semangat yang ditunjukkan oleh anak-anak serta bapak ibu guru menggambarkan bahwa nilai-nilai pesantren dan kebangsaan benar-benar tertanam kuat di madrasah ini," ungkapnya.

​Rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Kamis, 22 Oktober 2026 di MIN 1 Pasuruan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama antara kepala madrasah, jajaran pengawas, para dewan guru, serta petugas upacara. Setelah upacara usai, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai perlombaan keagamaan dan seni islami antar kelas yang makin menambah kemeriahan suasana memperingati hari bersejarah bagi kaum santri ini. Seluruh warga madrasah berharap momentum peringatan Hari Santri ini terus memotivasi MIN 1 Pasuruan untuk mencetak generasi pencerah bangsa yang berakhlaq mulia dan berprestasi

Memperkuat Sinergi dan Potensi Siswa, MIN 1 Pasuruan Hadiri Rapat Koordinasi Persiapan Porseni Tingkat Kecamatan Beji

BEJI, PASURUAN – Dalam rangka mempersiapkan ajang bergengsi Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat Madrasah Ibtidaiyah, jajaran pendidik dan pengurus Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Beji menggelar pertemuan strategis. Kegiatan yang bertajuk Rapat Koordinasi Persiapan Porseni Kecamatan Beji ini dilaksanakan pada Selasa, 20 Oktober 2026, bertempat di MI Tarbiyatus Shibyan.

 Rapat koordinasi ini menjadi momentum penting bagi seluruh madrasah di wilayah Kecamatan Beji, termasuk Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan, untuk menyatukan persepsi dan mematangkan teknis pelaksanaan perlombaan. Kehadiran perwakilan dari berbagai madrasah menunjukkan komitmen kolektif dalam meningkatkan kualitas bakat dan minat siswa di bidang non-akademik.

 Sinergi KKMI Kecamatan Beji

 Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua KKMI Kecamatan Beji, Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd., beserta jajaran pengurus dan anggota KKMI lainnya. Dalam sambutan pembukanya, Abdul Qodir menekankan bahwa Porseni bukan sekadar rutinitas kompetisi tahunan, melainkan wadah silaturahmi antar-madrasah serta sarana untuk menjaring bibit unggul yang nantinya akan mewakili kecamatan di tingkat kabupaten maupun provinsi.

 Pihak MIN 1 Pasuruan menunjukkan dukungan penuh terhadap agenda ini dengan mengirimkan delegasi guru yang kompeten. Tercatat beberapa nama pendidik dari MIN 1 Pasuruan yang hadir dalam rapat tersebut, di antaranya adalah Ibu Suhartini, Ibu Alfi, Bapak Zamroni, Bapak M. Anas, Bapak Iwan Kurniandi, serta Bapak Mujibaturrahman. Kehadiran tim yang cukup lengkap ini mencerminkan keseriusan MIN 1 Pasuruan dalam mempersiapkan kontingennya guna meraih prestasi maksimal.

 Pentingnya Porseni dalam Pendidikan Karakter

 Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) merupakan bagian integral dari sistem pendidikan di lingkungan madrasah. Secara teoritis, pendidikan tidak hanya terbatas pada transfer ilmu pengetahuan (kognitif) di dalam kelas, tetapi juga mencakup pengembangan aspek afektif (sikap) dan psikomotorik (keterampilan). Melalui olahraga, siswa diajarkan nilai-nilai sportivitas, disiplin, kerja keras, dan kesehatan fisik. Sementara melalui bidang seni, siswa diajak untuk mengasah kepekaan estetika, kreativitas, dan kepercayaan diri.

 Dalam konteks pendidikan modern, kegiatan seperti Porseni sejalan dengan penguatan profil pelajar yang berkarakter. Kompetisi yang sehat akan membentuk mentalitas tangguh pada diri siswa. Mereka belajar bagaimana menghadapi kemenangan dengan rendah hati dan menerima kekalahan dengan jiwa besar. Hal-hal inilah yang menjadi landasan mengapa koordinasi matang di tingkat kecamatan, seperti yang dilakukan di MI Tarbiyatus Shibyan, menjadi sangat krusial bagi keberhasilan visi pendidikan nasional.

 Pembahasan Teknis dan Agenda Lomba

Rapat yang berlangsung dengan suasana kekeluargaan namun tetap profesional ini fokus pada empat poin utama: daftar cabang lomba yang akan dipertandingkan, penentuan tempat pelaksanaan, jadwal pendaftaran, serta penetapan tanggal hari pelaksanaan.

Para peserta rapat secara detail mendiskusikan kategori lomba, mulai dari cabang olahraga seperti atletik, bulutangkis, atau tenis meja, hingga cabang seni seperti tahfidz, kaligrafi, pidato, dan seni suara. Penentuan cabang lomba ini disesuaikan dengan petunjuk teknis dari tingkat kabupaten agar selaras dengan jenjang kompetisi berikutnya.

Terkait tempat kegiatan, pemilihan lokasi menjadi pertimbangan penting guna memastikan kenyamanan dan kelayakan fasilitas bagi para atlet dan artis cilik madrasah. Sementara itu, prosedur pendaftaran juga dibahas secara mendalam untuk memastikan tertib administrasi. Ketepatan data siswa, verifikasi usia, dan persyaratan dokumen lainnya menjadi poin utama agar tidak terjadi kendala teknis saat hari pelaksanaan.

Peran Strategis Guru dan Madrasah

Kehadiran guru-guru dari MIN 1 Pasuruan seperti Ibu Suhartini, Bapak Zamroni, dan rekan-rekan lainnya dalam rapat ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap informasi teknis dapat segera disosialisasikan di lingkungan madrasah. Guru memiliki peran sebagai pembimbing sekaligus motivator bagi siswa. Dengan memahami detail regulasi hasil rapat, para guru dapat menyusun jadwal latihan yang efektif dan melakukan seleksi internal yang transparan di MIN 1 Pasuruan.

Koordinasi ini juga menjadi ruang bagi para pendidik untuk bertukar pikiran mengenai kendala-kendala yang mungkin dihadapi di lapangan. Kerjasama antar-madrasah di bawah naungan KKMI Beji diharapkan mampu menciptakan standar perlombaan yang tinggi, sehingga siapapun pemenangnya nanti benar-benar merupakan representasi terbaik dari Kecamatan Beji.

Harapan Masa Depan

Porseni Kecamatan Beji tahun 2026 ini diharapkan menjadi panggung bagi siswa-siswi madrasah untuk mengekspresikan diri secara positif. Di tengah tantangan era digital, kegiatan fisik dan kreativitas seni menjadi penyeimbang yang sangat dibutuhkan bagi tumbuh kembang anak. Melalui persiapan yang matang sejak dini, diharapkan pelaksanaan Porseni nantinya dapat berjalan lancar, objektif, dan mampu melahirkan talenta-talenta hebat.

Rapat koordinasi di MI Tarbiyatus Shibyan ini diakhiri dengan kesepakatan bersama mengenai jadwal tindak lanjut. Semua pihak yang hadir, khususnya delegasi dari MIN 1 Pasuruan, berkomitmen untuk segera menindaklanjuti hasil rapat ini dengan persiapan di madrasah masing-masing. Semangat kebersamaan yang terpancar dalam rapat ini menjadi modal utama bagi kesuksesan penyelenggaraan Porseni Kecamatan Beji mendatang.

Pihak madrasah meyakini bahwa investasi pada kegiatan pengembangan bakat seperti Porseni akan memberikan dampak jangka panjang bagi citra madrasah sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga kompetitif di bidang olahraga dan seni. Dengan berakhirnya rapat koordinasi ini, genderang persiapan Porseni Kecamatan Beji resmi dimulai, membawa harapan besar bagi kemajuan pendidikan madrasah di Pasuruan.

Oleh: M. Ans

Mewujudkan Transparansi dan Mutu Pendidikan: MIN 1 Pasuruan Paparkan Capaian Kinerja di Aula Kemenag Pasuruan



PASURUAN – Dalam upaya memperkuat akuntabilitas serta memastikan arah pembangunan pendidikan Islam yang berkualitas, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan melaksanakan agenda penting terkait evaluasi performa lembaga. Pada Humat, 16 Oktober 2026, bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan, berlangsung kegiatan Pemaparan Eviden Capaian Kinerja (Cakin) yang dipresentasikan langsung oleh Kepala MIN 1 Pasuruan di hadapan pimpinan otoritas terkait.

Kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi madrasah dalam menunjukkan dedikasi, transparansi, serta profesionalisme dalam mengelola institusi pendidikan formal di bawah naungan Kementerian Agama. Hadir sebagai penilai sekaligus pendamping utama dalam agenda tersebut adalah Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan. Kehadiran pimpinan tertinggi Kemenag di tingkat kabupaten ini menegaskan betapa pentingnya sinkronisasi data eviden dengan realitas kemajuan pendidikan di lapangan.

Sinergi dan Akuntabilitas dalam Pendidikan

Secara substansi, pemaparan eviden capaian kinerja bukan sekadar rutinitas administratif tahunan. Dalam diskursus pendidikan modern, akuntabilitas merupakan fondasi utama bagi sebuah sekolah atau madrasah untuk meraih kepercayaan publik. Dokumen-dokumen eviden yang dipaparkan merupakan representasi fisik dan digital dari setiap tetes keringat seluruh civitas akademika dalam menjalankan fungsi kependidikan, mulai dari aspek manajerial, pengembangan kurikulum, hingga inovasi pembelajaran di ruang kelas.

Kepala MIN 1 Pasuruan dalam sesi tersebut memaparkan secara sistematis berbagai capaian kerja yang telah diraih selama periode berjalan. Fokus utama dari paparan tersebut mencakup pemenuhan target-target strategis yang sebelumnya telah tertuang dalam kontrak kinerja. Setiap capaian yang dipresentasikan disertai dengan bukti otentik atau eviden, yang mencakup data kuantitatif maupun kualitatif mengenai kemajuan proses belajar mengajar serta efektivitas pengelolaan anggaran lembaga.

Paparan ini juga mencakup evaluasi terhadap program-program unggulan yang menjadi ciri khas MIN 1 Pasuruan. Dengan menunjukkan bukti-bukti konkret, madrasah berupaya memberikan gambaran objektif mengenai tantangan yang dihadapi serta solusi yang telah diterapkan guna menjaga standar kualitas pendidikan agar tetap berada di jalur yang diharapkan oleh pemerintah dan masyarakat.

Pentingnya Eviden dalam Transformasi Madrasah

Pemaparan eviden dalam sistem Cakin (Capaian Kinerja) memiliki latar belakang teoritis dan praktis yang sangat dalam. Di era transformasi digital dan semangat "Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia", setiap langkah kebijakan harus berbasis data (data-driven policy). Eviden berfungsi sebagai alat ukur objektif untuk menentukan apakah sebuah lembaga telah mencapai standar nasional pendidikan atau belum.

Bagi MIN 1 Pasuruan, kegiatan di Aula Kemenag Pasuruan ini adalah bentuk pertanggungjawaban moral kepada publik. Pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu pengetahuan dari guru ke siswa, melainkan sebuah proses manajemen sumber daya manusia dan fasilitas yang harus bisa dipertanggungjawabkan hasilnya. Melalui penyampaian eviden yang rapi dan terukur, pihak Kemenag dapat melakukan evaluasi mendalam untuk memberikan arahan strategis di masa mendatang.

Plt. Kepala Kantor Kemenag Pasuruan memberikan perhatian serius terhadap detail eviden yang disampaikan. Evaluasi ini menjadi bagian dari fungsi pembinaan yang dilakukan oleh Kementerian Agama agar setiap satuan kerja, khususnya madrasah negeri, mampu menjadi model bagi sekolah-sekolah lain di sekitarnya dalam hal tata kelola administrasi dan pencapaian prestasi siswa.

Menginspirasi Melalui Kinerja yang Terukur

Sifat humanis dari kegiatan ini terlihat dari bagaimana setiap data yang dipaparkan sebenarnya bercerita tentang nasib dan masa depan peserta didik. Di balik angka-angka capaian kinerjanya, terdapat kisah tentang perjuangan guru dalam mendampingi siswa, inovasi metode pengajaran di tengah perkembangan teknologi, serta kerja keras staf administrasi dalam memastikan layanan pendidikan berjalan tanpa kendala.

Keberhasilan MIN 1 Pasuruan dalam memaparkan eviden yang solid diharapkan mampu menginspirasi madrasah-madrasah lain di wilayah Kabupaten Pasuruan. Transparansi dalam capaian kinerja menciptakan iklim kompetisi yang sehat antarlembaga pendidikan untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Jika setiap madrasah memiliki standar dokumentasi dan capaian kinerja yang jelas, maka cita-cita besar untuk mencetak generasi emas Indonesia pada masa depan akan lebih mudah terwujud melalui sistem pendidikan yang rapi dan terintegrasi.

Latar belakang pelaksanaan kegiatan ini juga tidak lepas dari upaya pemerintah dalam mengoptimalkan reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Agama. Kinerja yang terukur menjadi indikator utama dalam pemberian apresiasi serta penentuan kebijakan anggaran di masa depan. Oleh karena itu, paparan yang dilakukan oleh Kepala MIN 1 Pasuruan merupakan langkah strategis untuk mengamankan keberlanjutan program-orang inovatif yang sedang berjalan di madrasah tersebut.

Menuju Masa Depan Pendidikan yang Lebih Baik

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga selesai ini ditutup dengan sesi diskusi dan evaluasi konstruktif. Berbagai catatan yang diberikan oleh Plt. Kepala Kantor Kemenag Pasuruan menjadi masukan berharga bagi MIN 1 Pasuruan untuk melakukan penyempurnaan di periode berikutnya. Hal ini menunjukkan bahwa evaluasi kinerja bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan jembatan untuk melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement).

Secara keseluruhan, pemaparan eviden cakin ini menggambarkan bahwa MIN 1 Pasuruan sangat serius dalam mengelola institusinya. Dengan data yang valid dan capaian yang terukur, madrasah ini siap melangkah lebih jauh untuk memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan di Kabupaten Pasuruan. Kehadiran pimpinan Kemenag memberikan semangat tambahan bagi seluruh tim di MIN 1 Pasuruan bahwa setiap langkah kecil dalam meningkatkan mutu pendidikan akan selalu mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemangku kebijakan.

 Dengan berakhirnya kegiatan ini pada Sabtu sore, MIN 1 Pasuruan sekali lagi membuktikan bahwa profesionalisme dan nilai-nilai religiusitas dapat berjalan beriringan dalam mengelola lembaga pendidikan. Keberhasilan dalam memaparkan eviden capaian kinerja ini menjadi modal sosial yang kuat bagi madrasah untuk terus berinovasi dan menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks di masa depan.

 Melalui sinergi yang harmonis antara satuan kerja madrasah dan kantor kementerian di tingkat kabupaten, diharapkan kualitas pendidikan Islam di Pasuruan akan terus meroket, melahirkan siswa-siswi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan karakter yang kuat sebagaimana yang tercermin dalam tata kelola lembaga pendidikannya.

 

Oleh: M. An

Memperkuat Sinergi Pendidikan: MIN 1 Pasuruan Gelar Pertemuan Strategis Wali Murid Kelas 1

PASURUAN – Pendidikan merupakan sebuah perjalanan panjang yang memerlukan kolaborasi harmonis antara institusi pendidikan dan lingkungan keluarga. Menyadari krusialnya peran tersebut, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan menggelar agenda pertemuan wali murid khusus untuk kelas 1 pada hari Sabtu, 17 Oktober 2026. Bertempat di lingkungan MIN 1 Pasuruan, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyamakan visi dan langkah antara pihak sekolah dengan orang tua siswa di awal jenjang pendidikan dasar.

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan tokoh penting madrasah, di antaranya Ketua Komite MIN 1 Pasuruan, KH. Khoironi Ahmad, Kepala MIN 1 Pasuruan, serta Wakil Kepala (Waka) Bidang Kurikulum dan Penjamin Mutu. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen serius madrasah dalam membangun fondasi pendidikan yang kokoh bagi siswa-siswi yang baru saja memasuki gerbang pendidikan tingkat ibtidaiyah.

Fondasi Transisi Pendidikan

Perteman wali murid kelas 1 memiliki nilai strategis yang sangat tinggi dalam ekosistem pendidikan. Kelas 1 merupakan masa transisi yang menentukan, di mana anak-anak beralih dari lingkungan bermain di taman kanak-kanak menuju lingkungan belajar yang lebih terstruktur di madrasah. Masa ini bukan sekadar tentang perpindahan gedung sekolah, melainkan tentang adaptasi psikologis, sosial, dan kognitif yang membutuhkan pendampingan ekstra.

Secara teoritis, keberhasilan seorang siswa di sekolah dasar sangat dipengaruhi oleh dukungan yang mereka terima di rumah. Pendidikan di madrasah tidak dapat berdiri sendiri tanpa adanya sinkronisasi program dengan apa yang diterapkan oleh wali murid di kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pertemuan ini menjadi sarana komunikasi dua arah untuk memastikan bahwa nilai-nilai yang diajarkan di MIN 1 Pasuruan dapat terus berlanjut dan diperkuat di lingkungan keluarga.

Meningkatkan Peran Serta Wali Murid

Tema utama yang diangkat dalam pertemuan ini adalah upaya meningkatkan peran serta wali murid dalam proses pendidikan putra-putri mereka. Peran serta yang dimaksud tidak hanya terbatas pada dukungan material, melainkan lebih pada partisipasi aktif dalam memantau perkembangan belajar, membentuk karakter, serta mendukung program-program kurikuler maupun ekstrakurikuler yang telah disusun oleh madrasah.

Ketua Komite MIN 1 Pasuruan, KH. Khoironi Ahmad, hadir untuk memberikan pandangan mengenai pentingnya kemitraan antara komite, sekolah, dan wali murid. Sebagai representasi dari orang tua dan masyarakat, peran komite sangat vital dalam menjembatani kebutuhan siswa dengan kebijakan madrasah. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi tumbuh kembang anak secara holistik, baik dari sisi intelektual maupun akhlakul karimah.

Pihak madrasah menekankan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Dengan adanya keterlibatan aktif wali murid, setiap kendala yang dihadapi siswa dalam proses belajar dapat dideteksi lebih dini dan dicarikan solusinya secara bersama-sama. Hal ini sejalan dengan konsep "Tri Pusat Pendidikan" yang melibatkan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Perspektif Kurikulum dan Penjaminan Mutu

Dalam pertemuan tersebut, aspek kurikulum dan penjaminan mutu juga menjadi bahasan yang mendalam. Waka Kurikulum dan Penjamin Mutu memberikan penjelasan mengenai kerangka pembelajaran yang akan dijalani oleh siswa kelas 1. Penjelasan ini bertujuan agar orang tua memahami target kompetensi yang harus dicapai oleh siswa, sehingga mereka dapat memberikan motivasi yang tepat saat anak belajar di rumah.

Penjaminan mutu di MIN 1 Pasuruan tidak hanya berfokus pada nilai akademik semata, tetapi juga pada standarisasi layanan pendidikan dan pembentukan karakter religius yang menjadi ciri khas madrasah. Pihak sekolah memaparkan bagaimana kurikulum didesain untuk menyeimbangkan antara literasi, numerasi, dan pendidikan agama sejak dini. Dengan transparansi mengenai rencana pembelajaran ini, diharapkan tidak ada kesenjangan informasi antara apa yang dilakukan guru di kelas dengan ekspektasi orang tua di rumah.

Wali murid diajak untuk memahami bahwa kurikulum saat ini menuntut siswa untuk lebih aktif dan kreatif. Dukungan orang tua dalam menyediakan waktu untuk mendengarkan cerita anak tentang kegiatan di sekolah atau sekadar memastikan kelengkapan belajar anak merupakan bentuk partisipasi sederhana namun berdampak besar bagi motivasi intrinsik siswa.

Membangun Komunikasi Berkelanjutan

Pertemuan yang dilaksanakan di MIN 1 Pasuruan pada Sabtu pagi tersebut menjadi titik awal dari rangkaian komunikasi berkelanjutan yang akan dijalin selama satu tahun ajaran ke depan. Madrasah menyadari bahwa tantangan pendidikan di era modern semakin kompleks, mulai dari pengaruh teknologi digital hingga perubahan pola interaksi sosial. Tanpa adanya keterlibatan orang tua, sekolah akan kesulitan dalam membentengi siswa dari pengaruh negatif lingkungan luar.

Melalui pertemuan ini, terbangun sebuah kesepahaman bahwa keberhasilan pendidikan di MIN 1 Pasuruan bukan hanya prestasi bagi madrasah, melainkan keberhasilan bersama bagi para orang tua dalam mengantarkan anak-anak mereka menuju masa depan yang lebih baik. Pihak madrasah berkomitmen untuk terus membuka pintu diskusi dan konsultasi bagi wali murid yang memerlukan bimbingan dalam mendampingi belajar anak.

Penutup dan Harapan

Kegiatan yang berlangsung di pertengahan Oktober ini diakhiri dengan semangat optimisme. Para orang tua yang hadir menyambut baik inisiatif madrasah dalam melibatkan mereka sejak dini dalam proses pendidikan. Dengan adanya keselarasan langkah antara madrasah yang dipimpin oleh Kepala MIN 1 Pasuruan beserta jajarannya dengan para wali murid, diharapkan kualitas pendidikan di lingkungan MIN 1 Pasuruan terus meningkat secara signifikan.

Peningkatan peran serta wali murid ini diharapkan tidak hanya berhenti pada tataran seremonial pertemuan saja, melainkan teraplikasi dalam tindakan nyata sehari-hari. Sinergi yang kuat antara guru, komite, dan orang tua akan menjadi modal utama bagi MIN 1 Pasuruan dalam mencetak generasi yang cerdas, mandiri, dan bertakwa.

Pendidikan yang bermutu lahir dari kepedulian yang besar, dan hari ini, MIN 1 Pasuruan telah membuktikan bahwa kepedulian tersebut dimulai dari jabat tangan yang erat antara sekolah dan orang tua.

Oleh: M.A

Survey KBC di MIN 1 Pasuruan


PASURUAN — Suasana di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan tampak begitu tenang namun dipenuhi fokus yang tinggi pada pertengahan bulan Oktober 2026 ini. Layar komputer menyala dan HP, menampilkan antarmuka aplikasi evaluasi berbasis digital. Guru dan siswa yang terpilih sebagai responden tampak tekun mencermati baris demi baris instrumen instrumen asesmen yang disajikan secara daring. Mereka tengah berpartisipasi aktif dalam ajang Asesmen dan Survei Nasional SAHABAT KBC (Sistem Asesmen dan Evaluasi Berkelanjutan Karakter serta Budaya Cerdas) tahun 2026 yang digagas secara nasional oleh Kementerian Agama Republik Indonesia dibawah arahan H. Zamroni Lutfi, WAKA Kurikulum.

Pelaksanaan survei nasional yang dijadwalkan berlangsung serentak sejak tanggal 12 hingga 22 Oktober 2026 ini menjadi ajang pembuktian kesiapan digitalitas dan mutu pendidikan di lingkungan madrasah. Namun, ada satu hal menarik yang membedakan proses pengerjaan instrumen evaluasi antara pendidik dan peserta didik di lapangan. Meskipun berada dalam satu forum evaluasi yang sama, guru dan siswa yang terpilih sebagai sampel ternyata mengerjakan beban dan jumlah soal yang berbeda secara signifikan.

Perbedaan Beban Instrumen Soal Antar Responden

Berdasarkan petunjuk teknis yang dirilis oleh Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama, instrumen instrumen yang dialokasikan untuk tenaga pendidik atau guru berjumlah tepat 60 pertanyaan. Sementara itu, bagi peserta didik yang menjadi responden, instrumen yang disajikan berjumlah 35 pertanyaan.

Perbedaan jumlah soal ini sengaja dirancang untuk menyesuaikan porsi kedalaman analisis serta kapasitas kognitif dan psikologis dari masing-masing kelompok responden. Bagi para guru, 60 soal tersebut mengeksplorasi tidak hanya pengamatan terhadap siswa, tetapi juga refleksi mendalam atas metode pengajaran, budaya kerja pendidik, dan dinamika iklim belajar mengajar yang ada di lingkungan madrasah.

Sementara itu, porsi 35 soal bagi siswa dikemas dengan gaya bahasa yang lebih aplikatif, ramah anak, dan intuitif. Soal-soal ini berfokus pada pengalaman langsung yang dirasakan peserta didik sehari-hari, baik saat berinteraksi dengan guru, teman sebaya, maupun dalam menerapkan nilai-nilai karakter di dalam dan di luar ruang kelas.

Meski kuantitas butir soalnya berbeda, baik instrumen guru maupun murid secara utuh mengukur delapan dimensi evaluasi yang sama. Delapan dimensi tersebut menjadi pilar utama dalam pemetaan kualitas pendidikan madrasah secara holistik, mencakup:

  • Dimensi Karakter dan Religiusitas: Mengukur pemahaman, sikap, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
  • Dimensi Iklim Keamanan Sekolah: Menilai tingkat kenyamanan, keamanan fisik, serta perlindungan dari segala bentuk perundungan.
  • Dimensi Kebinekaan dan Toleransi: Menilai keterbukaan terhadap perbedaan dan semangat inklusivitas di lingkungan madrasah.
  • Dimensi Mutu Pembelajaran: Menilai kualitas interaksi edukatif serta efektivitas metode mengajar guru.
  • Dimensi Kepemimpinan Instruksional: Mengukur efektivitas tata kelola manajerial dan arahan pedagogis di madrasah.
  • Dimensi Lingkungan Belajar Inklusif: Menilai ketersediaan fasilitas serta sikap ramah terhadap semua latar belakang siswa.
  • Dimensi Kesejahteraan Psikologis (Well-being): Menilai tingkat kebahagiaan dan kesehatan mental warga madrasah.
  • Dimensi Partisipasi Warga Madrasah: Mengukur keterlibatan aktif siswa, guru, dan orang tua dalam mendukung program sekolah.

Mekanisme Pembagian Tiga Batch Pelaksanaan

Guna menjamin keandalan sistem server pusat serta menjaga kelancaran lalu lintas data digital di seluruh Indonesia, Kementerian Agama membagi pelaksanaan Survei Nasional SAHABAT KBC 2026 ini ke dalam tiga gelombang atau batch regional berdasarkan zona wilayah provinsi.

Batch Pelaksanaan

Wilayah Cakupan Provinsi

Jadwal Pelaksanaan

Batch 1

Wilayah Indonesia Bagian Timur & Tengah (Papua, Maluku, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara)

12 – 14 Oktober 2026

Batch 2

Wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Kalimantan

15 – 18 Oktober 2026

Batch 3

Wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Seluruh Provinsi Sumatra

19 – 22 Oktober 2026

MIN 1 Pasuruan yang berada di Provinsi Jawa Timur secara resmi masuk ke dalam pelaksanaan Batch 2. Selama rentang waktu pelaksanaan jadwal batch tersebut, pihak madrasah mengatur pembagian sesi secara rapi agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar rutin kelas lainnya.

Respon dan Kesiapan MIN 1 Pasuruan

Kepala MIN 1 Pasuruan menyampaikan rasa optimis dan bangga atas terpilihnya para guru serta murid mereka sebagai bagian dari sampel survei tingkat nasional ini. Menurutnya, pemetaan berbasis data akurat seperti ini sangat mendesak untuk dilakukan guna menentukan arah kebijakan pengembangan madrasah di masa depan.

"Kami telah menyiapkan infrastruktur laboratorium komputer, jaringan internet berkecepatan tinggi, serta pendampingan teknis dari proktor jauh-jauh hari. Walaupun guru harus menyelesaikan 60 soal dan siswa 35 soal, semuanya berjalan sangat lancar tanpa kendala teknis yang berarti. Delapan dimensi yang diuji betul-betul mencerminkan realitas yang kami bangun sehari-hari," tegas Kepala MIN 1 Pasuruan di sela-sela pemantauan kegiatan.

Para siswa yang menjadi responden pun mengaku menikmati proses pengisian instrumen tersebut. Pertanyaan yang disajikan dalam 35 butir soal dinilai sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka di madrasah. Salah seorang siswa peserta survei mengungkapkan bahwa soal-soal tersebut membuatnya merenungkan kembali kebiasaan belajar dan interaksi sosialnya dengan teman-teman di sekolah.

Di sisi lain, para guru yang menyelesaikan 60 soal mengapresiasi kedalaman materi yang diuji. Menurut mereka, porsi soal yang lebih banyak memberikan ruang evaluasi yang menyeluruh terhadap komitmen mengajar, penguasaan strategi pembelajaran terkini, hingga bagaimana guru mampu menciptakan suasana belajar yang ramah dan menyenangkan bagi murid.

Dampak dan Harapan Hasil Survei SAHABAT KBC 2026

Survei Nasional SAHABAT KBC 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, melainkan menjadi basis data raksasa (big data) bagi Kementerian Agama dalam merumuskan intervensi kebijakan pendidikan madrasah. Dengan gambaran yang komprehensif dari delapan dimensi yang diukur, pemerintah pusat dapat dengan mudah memetakan daerah mana saja yang membutuhkan peningkatan kapasitas guru, perbaikan sarana prasarana, atau penguatan program karakter anak.

Bagi MIN 1 Pasuruan sendiri, keterlibatan aktif dalam survei ini menjadi bahan refleksi internal untuk terus mempertahankan prestasi dan meningkatkan mutu layanan pendidikan. Sinergi antara jawaban jujur dari 60 soal guru dan 35 soal murid diharapkan mampu melahirkan potret objektivitas yang murni demi kemajuan pendidikan Islam yang unggul, moderat, dan berdaya saing global.