PASURUAN – MIN 1 Pasuruan menggelar kegiatan Sabtu Bersih pada Sabtu, 31 Oktober 2026, pukul 06.45–08.15 WIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Lingkungan Madrasah yang bertujuan menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan di kalangan warga madrasah.
Program Sabtu Bersih menjadi salah satu upaya membangun budaya hidup bersih melalui pembiasaan nyata yang melibatkan seluruh unsur madrasah. Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada kebersihan fisik lingkungan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi siswa agar memiliki rasa tanggung jawab, kedisiplinan, kepedulian, serta semangat gotong royong.
Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara terencana dan melibatkan pembagian tugas tersebut, MIN 1 Pasuruan berupaya menghadirkan lingkungan belajar yang nyaman, sehat, tertib, dan mendukung proses pembelajaran.
Libatkan Seluruh Warga Madrasah
Pelaksanaan Sabtu Bersih melibatkan siswa kelas 1 sampai kelas 5 beserta wali kelas, guru mata pelajaran, petugas kebersihan, dan satuan pengamanan (satpam). Setiap unsur mendapatkan tanggung jawab sesuai dengan wilayah kerja masing-masing sehingga seluruh area madrasah dapat dibersihkan secara terkoordinasi.
Siswa kelas 1–5 bersama wali kelas bertugas membersihkan ruang kelas dan lingkungan di sekitarnya. Dalam pelaksanaannya, wali kelas mendampingi siswa agar kegiatan berlangsung tertib, aman, dan sesuai dengan kemampuan masing-masing anak.
Pendampingan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi guru untuk menanamkan kebiasaan positif sejak dini. Siswa belajar menjaga kebersihan meja, lantai, dan fasilitas kelas, membuang sampah pada tempatnya, serta merawat lingkungan yang digunakan bersama.
Pembiasaan ini diharapkan mampu membentuk kesadaran bahwa kebersihan bukan semata-mata tugas petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab seluruh warga madrasah.
Sementara itu, guru mata pelajaran mendapatkan tugas membersihkan ruang guru, perpustakaan, dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Ketiga ruangan tersebut memiliki fungsi penting dalam menunjang kegiatan pendidikan, pelayanan kesehatan, serta pengembangan budaya literasi di lingkungan madrasah.
Kebersihan ruang guru mendukung kenyamanan pendidik dalam mempersiapkan pembelajaran. Perpustakaan yang bersih dan tertata diharapkan semakin menarik bagi siswa untuk membaca, sedangkan UKS yang terawat dapat membantu menciptakan lingkungan pelayanan kesehatan yang nyaman.
Petugas Kebersihan dan Satpam Memiliki Peran Penting
Dalam pembagian tugas, petugas kebersihan bertanggung jawab membersihkan tempat pembuangan akhir (TPA) sekolah, area parkir, bagian belakang madrasah, dan halaman. Area tersebut memerlukan perhatian khusus karena berhubungan langsung dengan pengelolaan sampah, kebersihan lingkungan luar, serta kenyamanan aktivitas warga madrasah.
Pengelolaan sampah yang baik menjadi bagian penting dari pendidikan lingkungan. Sampah perlu dikumpulkan dan ditempatkan sesuai dengan ketentuan agar tidak menimbulkan bau, mengganggu keindahan, atau menjadi sumber penyakit.
Adapun petugas satuan pengamanan bertugas membersihkan bagian depan gerbang dan pos satpam. Area gerbang merupakan bagian pertama yang dilihat ketika siswa, guru, orang tua, maupun tamu memasuki madrasah. Oleh karena itu, kebersihan dan kerapian area tersebut turut membangun kesan positif terhadap lingkungan pendidikan.
Pembagian tugas yang jelas menunjukkan bahwa keberhasilan program kebersihan memerlukan kerja sama seluruh unsur. Setiap warga madrasah memiliki kontribusi sesuai dengan peran dan tanggung jawabnya.
Menguatkan Nilai Kurikulum Berbasis Cinta
Sabtu Bersih memiliki keterkaitan erat dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), khususnya dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan. Nilai cinta dalam pendidikan tidak hanya diwujudkan melalui hubungan baik antarmanusia, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam merawat alam dan fasilitas bersama.
Mencintai lingkungan berarti tidak membiarkan sampah berserakan, menjaga kebersihan ruang belajar, menggunakan fasilitas secara bertanggung jawab, serta membiasakan perilaku yang tidak merugikan orang lain.
Dalam perspektif pendidikan karakter, kegiatan membersihkan lingkungan juga mengajarkan nilai keimanan dan ketakwaan melalui perilaku menjaga kebersihan, nilai kewargaan melalui tanggung jawab bersama, serta kolaborasi melalui kerja sama dalam menyelesaikan tugas.
Selain itu, kegiatan ini melatih kemandirian siswa, komunikasi antarteman, dan kepedulian terhadap kesehatan. Siswa tidak hanya menerima penjelasan secara teori, tetapi mengalami langsung bagaimana tindakan sederhana dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Dengan demikian, Sabtu Bersih dapat menjadi pembelajaran kontekstual yang menghubungkan nilai-nilai pendidikan dengan kehidupan sehari-hari.
Dokumentasi Video sebagai Bahan Evaluasi
Untuk mendukung pelaksanaan dan pelaporan kegiatan, seluruh aktivitas Sabtu Bersih diwajibkan memiliki dokumentasi berupa video pendek. Dokumentasi dilakukan oleh wali kelas, guru mata pelajaran, dan petugas kebersihan sesuai dengan area tanggung jawab masing-masing.
Video kegiatan selanjutnya dikirimkan kepada Bawon Musarofah untuk keperluan dokumentasi dan pengumpulan laporan. Dokumentasi ini diharapkan dapat menjadi bukti pelaksanaan sekaligus bahan evaluasi terhadap keterlibatan warga madrasah dan kondisi kebersihan di setiap area.
Dokumentasi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana publikasi positif untuk menunjukkan bahwa pendidikan karakter di MIN 1 Pasuruan dilaksanakan melalui kegiatan nyata dan berkelanjutan.
Membangun Budaya Bersih secara Berkelanjutan
Keberhasilan Sabtu Bersih tidak cukup diukur dari bersihnya lingkungan setelah kegiatan selesai. Hal yang lebih penting adalah terbentuknya kebiasaan menjaga kebersihan dalam aktivitas sehari-hari, baik sebelum pembelajaran dimulai, selama kegiatan berlangsung, maupun setelah siswa menggunakan fasilitas madrasah.
Karena itu, pembiasaan membuang sampah pada tempatnya, merapikan ruang kelas, menjaga kebersihan toilet dan halaman, serta merawat fasilitas bersama perlu terus diperkuat melalui keteladanan guru dan keterlibatan seluruh warga madrasah.
Melalui Program KBC Lingkungan Madrasah, MIN 1 Pasuruan berupaya menanamkan pemahaman bahwa lingkungan yang bersih merupakan hasil kepedulian dan tanggung jawab bersama.
Sabtu Bersih pada 31 Oktober 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen tersebut. Dengan semangat gotong royong, kedisiplinan, dan cinta lingkungan, madrasah diharapkan semakin mampu menghadirkan suasana belajar yang sehat, nyaman, dan menyenangkan.
Pada akhirnya, madrasah yang bersih bukan hanya mencerminkan lingkungan yang tertata, melainkan juga menjadi gambaran tumbuhnya karakter warga madrasah yang peduli, mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan sebagai bagian dari kehidupan bersama.


























