google-site-verification: googlec37f5abc404fa346.html MIN 1 PASURUAN

Perkuat Sinergi dan Inovasi Kepemimpinan, Kepala MIN se-Wilker Malang Gelar Raker di Masjid Merah Tamandayu

 

PANDAAN – Upaya berkesinambungan untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dasar madrasah kembali diwujudkan dalam forum strategis. Mengusung tema besar "Penguatan Sinergitas dan Inovasi Kepemimpinan Kepala Madrasah Menuju MIN Unggul dan Modern di Wilker Malang", para Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) se-Wilayah Kerja (Wilker) Malang menyelenggarakan Rapat Kerja dan Silaturrahim di Aula Masjid Merah, Tamandayu, Pandaan, pada Rabu (23/9/2026).

Acara yang berlangsung khidmat sekaligus penuh nuansa kekeluargaan ini menjadi momentum konsolidasi penting bagi para pemimpin lembaga pendidikan. Hadir secara langsung memberikan arahan strategis, Plt Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pasuruan, H. Achmad Shampton S.HI, M.Ag., serta Kepala Kantor Kemenag Kota Pasuruan, Dr. H. Rasyidi, M.Pd. Turut hadir mendampingi dalam kegiatan ini adalah Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) dari Kankemenag Kabupaten dan Kota Pasuruan, melengkapi kehadiran seluruh Kepala MIN se-Wilker Malang.

Dalam pertemuan ini, fokus utama diarahkan pada pentingnya pembaruan gaya kepemimpinan di era pendidikan yang serba cepat. Forum ini memfasilitasi pertukaran gagasan antarkepala madrasah untuk merumuskan terobosan-terobosan baru dalam pengelolaan madrasah. Kolaborasi erat antarpimpinan di kawasan Pasuruan dan seluruh Wilker Malang diyakini menjadi fondasi utama dalam menciptakan sistem manajerial yang adaptif, memastikan setiap madrasah mampu bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga modern dalam tata kelola.

Kehadiran para pemangku kebijakan Kemenag dari Kabupaten dan Kota Pasuruan memberikan suntikan motivasi dan legitimasi kuat terhadap program-program inovatif yang dirumuskan. Melalui sinergitas yang terbangun di Aula Masjid Merah Tamandayu ini, komitmen para pendidik kembali diteguhkan: bersama-sama mengawal kemajuan institusi, merapatkan barisan, dan memacu langkah mewujudkan MIN yang unggul, berdaya saing tinggi, dan menjadi rujukan pendidikan Islam modern di masa depan.

Siswa-Siswi MIN 1 Pasuruan Tampil sebagai Qari dan Qariah dalam Raker Kepala MIN Sewilker Malang

 

PASURUAN — Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan menunjukkan peran aktif dan kontribusi nyatanya dalam ajang Rapat Kerja (Raker) dan Silaturrahim Kepala MIN se-Wilayah Kerja (Sewilker) Malang. Acara yang dihadiri oleh para pimpinan madrasah ini digelar pada Rabu, 23 September 2026, di mana Kabupaten Pasuruan mendapat kehormatan menjadi tuan rumah.

Dalam perhelatan penting tingkat regional tersebut, MIN 1 Pasuruan tidak hanya hadir sebagai partisipan, tetapi juga mengambil peran sentral pada pembukaan acara. Madrasah ini mendelegasikan siswa-siswi terbaiknya untuk bertugas sebagai Qari dan Qariah (pembaca ayat suci Al-Qur'an dan saritilawah).

Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang syahdu dan penuh khidmat dibawakan langsung oleh tiga delegasi cilik berbakat kebanggaan MIN 1 Pasuruan, yaitu:

  1. Dzikri Akbar Hamizan (akrab disapa Mas Akbar) dari Kelas 3E
  2. Ayu Aisyah Az-Zahra (Mbak Sasa) dari Kelas 2A
  3. Alita Naufalin Fikria (Mbak Alin) dari Kelas 3D

Penampilan Mas Akbar, Mbak Sasa, dan Mbak Alin berhasil menuai decak kagum dan apresiasi dari seluruh Kepala MIN se-wilayah kerja Malang yang hadir. Di usia mereka yang masih sangat belia dan duduk di kelas rendah (kelas 2 dan 3), ketiganya mampu tampil percaya diri, fasih, dan tenang di hadapan para tamu undangan yang hadir dari berbagai daerah.

Keterlibatan siswa-siswi ini menjadi bukti nyata keberhasilan program pembinaan keagamaan dan ekstrakurikuler di MIN 1 Pasuruan. Kehadiran mereka memberikan warna tersendiri sekaligus menciptakan suasana yang religius sebelum agenda rapat kerja yang membahas kemajuan madrasah-madrasah di wilayah Malang dan sekitarnya itu dimulai.

Partisipasi aktif ini tidak hanya menjadi wujud dukungan penuh MIN 1 Pasuruan terhadap kesuksesan Raker dan Silaturrahim Kepala MIN Sewilker Malang di Kabupaten Pasuruan, tetapi juga menjadi wadah untuk melatih mental dan keberanian siswa di panggung publik. Diharapkan, pengalaman ini dapat terus memotivasi Mas Akbar, Mbak Sasa, Mbak Alin, serta seluruh siswa-siswi MIN 1 Pasuruan lainnya untuk terus mengukir prestasi gemilang di masa depan.

Tingkatkan Budaya Menulis, Tim Literasi MIN 1 Pasuruan Adakan Rapat Kerja Program GSMB Tahap 9

 



PASURUAN — Dalam upaya memperkuat budaya literasi serta wadah kreativitas peserta didik dan pendidik, Tim Literasi MIN 1 Pasuruan menggelar Rapat Kerja Pelaksanaan Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB) Tahap 9 Tahun 2026 pada Rabu (10/9/2026). Pertemuan yang berlangsung penuh semangat kekeluargaan ini berfokus pada pembahasan teknis pendaftaran sekaligus pembagian tugas kerja tim.

​Melalui program tahunan ini, MIN 1 Pasuruan Bpk Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd. berkomitmen untuk terus mendampingi serta memotivasi para siswa dan guru agar aktif berkarya melalui tulisan. Rapat kerja tersebut menghasilkan kesepakatan pembagian peran yang jelas bagi setiap anggota tim, guna memastikan seluruh tahapan pendaftaran hingga pengerjaan karya dapat berjalan dengan tertib dan optimal.

​Pihak Tim Literasi ketua baru Ibu Nurcholishotin (Lilis), Sekretaris Ibu Maufuza bersama tim literasi  berharap, terselenggaranya GSMB Tahap 9 tahun 2026 ini tidak hanya memfasilitasi lahirnya karya-karya literasi baru yang membanggakan, tetapi juga semakin memperkokoh ekosistem sekolah yang literat, kreatif, dan berprestasi.

Berikut hasil Rapat : 

*NOTULEN RAPAT KOORDINASI PROGRAM GSMB TAHAP 9 TAHUN 2026*

(10 September 2026)

1. Peserta, seluruh siswa kelas 6 (140 siswa)

2. Tema AKU DAN LINGKUNGANKU

3. 16-17 September 2026, Pendataan peserta GSMB menulis puisi dan cerita pengalaman

- 6A: Puisi 12 siswa, Cerita 16 siswa

- 6B: Puisi 10 siswa, Cerita 18 siswa

- 6C: Puisi 8 siswa, Cerita 20 siswa

- 6D: Puisi 5 siswa, Cerita 23 siswa

- 6E: Puisi 14 siswa, Cerita 14 siswa

- Total Puisi 49 siswa dan Cerita 91 siswa

4. 17 September 2026, Pendaftaran GSMB

5. 18-21 September 2026, Siswa mulai menulis di buku tulis husus GSMB

6. 22-24 September 2026, Bimbingan dan proses pengetikan

7. 25 September 2026, pengumpulan karya siswa oleh pembimbing kepada Koordinator atau sekretaris dalam bentuk file (word)

8. 26-30 September 2026, Editing, finishing dan Ulpoud karya

9. Pembimbing 

- Puisi : Bu har, bu Cus dan Bu Ucik

- Cerita : Pak Anas, bu erna, bu fuza, bu lilis, bu hay, bu indah, bu alfi


*Ketentuan Penulisan Puisi dan Cerita Pengalaman*

1. Kesesuaian tema, “Aku dan lingkunganku”

2. Karya asli, terbebas dari unsur plagiasi dan SARA.

3. Diketik dalam bentuk Ms. Word *maksimal 2 halaman untuk puisi dan 4 halaman untuk cerita pengalaman*, dengan ketentuan :

- Ukuran Kertas A5 (14,8 cm x 21,0 cm)

- Margin halaman 2 2 2 2 (cm) 

- Jenis Font Arial, ukuran 10.5 pt 

- Spasi 1.15) 

4. Setiap naskah terdiri dari:

- Judul karya (huruf besar, bold/tebal, rata kiri)

- Nama penulis, contoh Hana Nabila (langsung ditulis nama tidak perlu “Oleh”, rata kiri)

- Isi karya (rata kiri)

- Narasi biodata penulis

Berikut kami kirim dokumentasi pada saat kegiatan literasi MIN 1 Pasuruan : 

    Bersama Bu Suhartini 
   Bersama Ibu Khusnul


Waka Kesiswaan 4.0: Ketika Kepemimpinan Dimulai dari Qolbu Kakanwil Kemenag Jatim Dorong Waka Kesiswaan Menjadi Pemimpin Kreatif, Penggerak Potensi, dan Katalisator Karakter Siswa

 

Kakanwil Kemenag Jatim Dorong Waka Kesiswaan Menjadi Pemimpin Kreatif, Penggerak Potensi, dan Katalisator Karakter Siswa

Dari MIN 1 Pasuruan : Ibu Eka Marginingsih,S.Pd

BATU — Wakil Kepala Madrasah (Waka) Bidang Kesiswaan memiliki peran strategis dalam membentuk wajah madrasah melalui pembinaan peserta didik, pengembangan potensi, penegakan kedisiplinan, hingga penguatan karakter. Karena itu, Waka Kesiswaan dituntut tidak hanya mampu mengelola kegiatan, tetapi juga menjadi pemimpin yang kreatif, humanis, dan mampu membaca kebutuhan siswa.


Pesan tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Kapasitas Waka Kesiswaan Jenjang MI, MTs, dan MA se-Jawa Timur Tahun 2026 yang digelar oleh Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Rabu–Jumat, 16–18 September 2026, di Kusuma Agrowisata Resort & Convention Hotel, Batu, Jawa Timur.

Mengusung tema “Waka Kesiswaan 4.0: Pemimpin Kreatif, Penggerak Potensi, dan Katalisator Karakter Siswa”, kegiatan ini menjadi ruang penguatan kompetensi sekaligus refleksi bagi para pengelola kesiswaan madrasah di Jawa Timur.

Dalam pengarahan pembukaan, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I, memberikan penekanan khusus tentang makna kepemimpinan kreatif.

“Pemimpin kreatif adalah pemimpin pada level thoriqoh. Pemimpin yang berpikir tentang manfaat, tanggung jawab, dan kebajikan.”

Menurutnya, ketika seorang pemimpin telah menjadikan manfaat, tanggung jawab, dan kebajikan sebagai dasar berpikir, maka kepemimpinan akan bergerak ke tahap berikutnya, yakni mampu menentukan program apa yang seharusnya diterapkan di lembaganya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa program kesiswaan seharusnya tidak berhenti pada rutinitas administratif. Setiap kegiatan harus memiliki arah, memberikan manfaat, dan menjawab kebutuhan nyata peserta didik.

Menangani Siswa dengan Pendekatan Qolbu

Salah satu pesan penting dalam pengelolaan kesiswaan adalah bagaimana menghadapi siswa yang sedang mengalami persoalan.

Dalam konteks tersebut, pendekatan qolbu menjadi penting. Penanganan siswa bermasalah diarahkan melalui pola yang humanis dan familier, sehingga siswa tidak hanya diposisikan sebagai pihak yang harus diberi sanksi, tetapi juga sebagai pribadi yang perlu dipahami dan dibimbing.

Pendekatan humanis menuntut Waka Kesiswaan dan guru untuk melihat kondisi siswa secara utuh. Setiap perilaku memiliki konteks dan membutuhkan respons yang tepat.

Dengan komunikasi yang dekat, penuh perhatian, dan tetap berpegang pada prinsip pendidikan, pembinaan diharapkan dapat membantu siswa menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan kembali berkembang secara positif.

Tiga Hari Memperkuat Kompetensi Kesiswaan

Selama tiga hari pelaksanaan FGD, peserta mendapatkan berbagai materi yang berkaitan langsung dengan tantangan pengelolaan peserta didik di madrasah.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan Pengarahan Kebijakan Teknis Madrasah Jatim dari Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Dr. Sugiyo, M.Pd.

Selanjutnya, Dr. Arini Indah Nihayaty, M.Si, Kepala Tim Kesiswaan Kanwil Jatim, menyampaikan materi Manajemen Data Kesiswaan: Optimalisasi Pengelolaan Data Digital yang Akuntabel.

Materi berikutnya bertajuk “Memimpin dengan Cinta”, yang mengangkat peran Waka Kesiswaan sebagai arsitek ekosistem madrasah yang aman, berkarakter, dan berdampak. Materi ini disampaikan oleh H. Agus Yulianto, S.Pd., M.Pd.

Hari kedua diawali dengan outbound dan leadership team building untuk membangun kerja sama, karakter, dan kepemimpinan.

Peserta kemudian mendapatkan materi tentang Pendekatan Disiplin Positif dalam Merespon Kekerasan dan Eksploitasi Seksual Online pada Anak (OCSEA) yang disampaikan oleh Dita Amali, S.Sos., M.Psi., Direktur PLATO Foundation.

Pada malam harinya, peserta mengikuti materi Peran Waka Kesiswaan sebagai Fasilitator Psychological First Aid (PFA) dalam Penanganan Masalah Mental Siswa bersama Dr. Ilham Nur Alfian, M.Psi., Psikolog Universitas Airlangga.

Sementara itu, pada hari ketiga, penguatan diarahkan pada kebijakan kesiswaan nasional dan regulasi kesiswaan madrasah terkini dari pusat yang disampaikan oleh H. Solla Taufiq, S.H.I., Kasubdit Kesiswaan Kementerian Agama RI.

Kegiatan ditutup dengan presentasi kelompok mengenai Rencana Tindak Lanjut (RTL), evaluasi program, dan penyusunan rencana aksi.

Dari Batu untuk Madrasah

FGD ini menjadi momentum untuk membawa perspektif baru dalam pengelolaan kesiswaan. Waka Kesiswaan tidak lagi hanya dipandang sebagai pengelola kegiatan siswa, tetapi sebagai sosok yang memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, inklusif, berkarakter, dan berpihak pada tumbuh kembang peserta didik.

Semangat Waka Kesiswaan 4.0 pada akhirnya bukan sekadar tentang penggunaan teknologi atau digitalisasi pengelolaan data. Lebih dari itu, 4.0 juga berbicara tentang cara berpikir, cara memimpin, cara memahami siswa, dan cara menghadirkan program yang benar-benar memberikan manfaat.

Dari Batu, semangat itu dibawa kembali ke madrasah masing-masing: memimpin dengan kreativitas, menggerakkan potensi dengan cinta, dan membentuk karakter siswa dengan pendekatan qolbu.

Kutipan Utama

“Pemimpin kreatif adalah pemimpin pada level thoriqoh. Pemimpin yang berpikir tentang manfaat, tanggung jawab, dan kebajikan.”
Dr. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur

 

AKG

 

1. Panduan

2. SEB

3. Konfigurasi

Peringati Hari Jadi Kabupaten Pasuruan di Lapangan Singo Barong, Kepala MIN 1 Pasuruan Abdul Qodir Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Unggul

PRIGEN, PASURUAN — Suasana khidmat, anggun, dan penuh rasa bangga menyelimuti kawasan wisata The Pinus Prigen, Kabupaten Pasuruan, pada Jumat, 18 September 2026. Di tempat tersebut, tepatnya di Lapangan Singo Barong, Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan. Berada di tengah kesejukan udara lereng pegunungan dan naungan pepohonan pinus yang asri, perhelatan bersejarah ini dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, pejabat dinas, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para kepala lembaga pendidikan dari berbagai tingkatan.

Di antara barisan tamu undangan yang hadir memenuhi tribun kehormatan, tampak Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan, Abdul Qodir, M.Pd. Beliau hadir secara langsung untuk mengikuti seluruh rangkaian prosesi upacara hingga selesai. Kehadiran beliau tidak hanya sebagai bentuk pemenuhan undangan formal pemerintah daerah, melainkan juga simbol dukungan penuh institusi pendidikan madrasah terhadap kemajuan, kesejahteraan, dan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Pasuruan.

Suasana Khidmat Berlatar Keindahan Alam Prigen

Penetapan Lapangan Singo Barong, The Pinus Prigen, sebagai lokasi upacara peringatan tahun 2026 ini memberikan nuansa tersendiri yang berbeda dari pelaksanaan di tahun-tahun sebelumnya. Pemilihan kawasan bernuansa alam terbuka ini secara tidak langsung mengeksplorasi dan mempromosikan potensi pariwisata daerah yang menjadi salah satu kebanggaan warga Pasuruan.

Prosesi upacara diawali dengan laporan perwira upacara, dilanjutkan dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Seluruh peserta upacara, mulai dari pasukan TNI, Polri, ASN Pemkab Pasuruan, jajaran Kemenag, hingga perwakilan siswa-siswi, tampak berdiri tegap penuh khidmat mengikuti setiap tahapan acara.

Salah satu momen paling menyentuh dalam rangkaian perhelatan tersebut adalah pembacaan riwayat singkat sejarah Kabupaten Pasuruan. Melalui pembacaan kilas balik sejarah ini, seluruh hadirin diajak untuk mengenang kembali rekam jejak perjuangan, kearifan lokal, serta fondasi peradaban yang telah diwariskan oleh para pendahulu. Nilai-nilai sejarah inilah yang terus direvitalisasi untuk menjawab tantangan zaman di masa modern.

Amanat Pimpinan Daerah: Dorong Kolaborasi dan Inovasi

Dalam amanatnya, Bupati Pasuruan selaku inspektur upacara menyampaikan puji syukur atas perjalanan panjang daerah yang terus menunjukkan tren perkembangan positif di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, infrastruktur, pelayanan publik, hingga sektor pendidikan dan keagamaan.

Pimpinan daerah menegaskan bahwa capaian pembangunan yang dirasakan saat ini merupakan buah manis dari kerja keras, gotong royong, dan sinergi yang terjalin antara pemerintah, instansi keagamaan, serta seluruh lapisan masyarakat. Di tengah dinamika global yang terus berubah, tantangan utama ke depan adalah bagaimana menjaga konsistensi pembangunan manusia yang berdaya saing, berkarakter, dan berakhlak mulia.

Upacara peringatan ini juga dimeriahkan oleh pertunjukan seni dan budaya lokal khas Pasuruan yang dibawakan secara kolosal oleh para generasi muda. Perpaduan tari tradisional dan musik gamelan yang melantun merdu di tengah lapangan rumput Singo Barong semakin memperkuat rasa cinta tanah air dan kebanggaan terhadap identitas budaya lokal.

Pernyataan dan Apresiasi Kepala MIN 1 Pasuruan

Ditemui secara khusus usai pelaksanaan upacara, Kepala MIN 1 Pasuruan, Abdul Qodir, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas suksesnya penyelenggaraan peringatan hari jadi tersebut. Beliau menyampaikan ucapan selamat dan doa terbaik untuk Kabupaten Pasuruan.

“Atas nama keluarga besar MIN 1 Pasuruan, kami mengucapkan selamat Hari Jadi Kabupaten Pasuruan yang memperingati perjalanan sejarahnya yang begitu panjang dan gemilang. Kehadiran kami di sini merupakan wujud nyata kebersamaan dan komitmen madrasah dalam mendukung visi besar pemerintah daerah,” tutur Abdul Qodir dengan penuh semangat.

Menurut beliau, momentum peringatan hari jadi ini hendaknya dijadikan sebagai ajang refleksi bagi seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan. Pendidikan, khususnya pada tingkat dasar seperti Madrasah Ibtidaiyah, merupakan fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia yang akan melanjutkan roda pembangunan daerah di masa depan.

Sinergi Pendidikan Madrasah dan Pembangunan Daerah

Lebih lanjut, Abdul Qodir menjelaskan bahwa MIN 1 Pasuruan sebagai lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama senantiasa berkomitmen untuk menyelaraskan program pendidikan madrasah dengan arah kebijakan pembangunan daerah. Kurikulum yang diterapkan tidak hanya menekankan pada akademis dan keagamaan, tetapi juga pembentukan karakter, wawasan lingkungan, dan literasi digital.

“Kami di MIN 1 Pasuruan percaya bahwa pembangunan fisik yang megah harus diimbangi dengan pembangunan jiwa dan karakter peserta didik. Melalui pemahaman agama yang mendalam, penanaman nilai-nilai moral, serta penguatan kearifan lokal Pasuruan, kami berikhtiar melahirkan siswa-siswi yang cerdas, berprestasi, dan berakhlakul karimah,” tambahnya.

Beliau juga mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan yang terus memberikan ruang serta dukungan bagi kemajuan madrasah. Sinergi yang harmonis antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan keagamaan terbukti mampu menciptakan iklim belajar yang kondusif serta melahirkan berbagai prestasi peserta didik di tingkat provinsi maupun nasional.

Harapan dan Doa untuk Kabupaten Pasuruan

Menutup keterangannya, Abdul Qodir menyampaikan harapan mendalam agar Kabupaten Pasuruan senantiasa dilimpahi keberkahan, kedamaian, dan kemajuan yang merata di seluruh wilayah, dari lereng pegunungan hingga kawasan pesisir.

“Harapan kami, Kabupaten Pasuruan ke depan semakin maju, mandiri, dan sejahtera. Kami berdoa agar seluruh masyarakat Pasuruan selalu berada dalam lindungan Allah SWT, serta para pemimpin daerah diberikan kekuatan dan kearifan dalam membawa daerah ini menuju masa depan yang lebih cemerlang. MIN 1 Pasuruan siap terus berkontribusi mencetak generasi penerus bangsa yang unggul untuk Pasuruan yang kita banggakan,” pungkasnya.

Acara upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan di Lapangan Singo Barong diakhiri dengan pembacaan doa bersama, sesi ramah tamah, serta pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur. Seluruh tamu undangan, termasuk jajaran kepala madrasah dan sekolah, berbaur dalam kehangatan dan kebersamaan, menutup rangkaian peringatan bersejarah tersebut dengan penuh optimisme.

Perkuat Arah Kebijakan, MIN 1 Pasuruan Hadiri Reviu Renstra 2025–2029 dan Sinkronisasi Perkin 2026 Kankemenag Kab. Pasuruan


PASURUAN, 17 September 2026 — Dalam rangka menyelaraskan arah kebijakan, program strategis, serta efektivitas capaian kinerja pendidikan madrasah untuk lima tahun ke depan, jajaran pimpinan MIN 1 Pasuruan menghadiri Kegiatan Reviu Rencana Strategis (Renstra) Madrasah Tahun 2025–2029 dan Sinkronisasi Perjanjian Kinerja (Perkin) Madrasah Tahun 2026.

Acara yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan ini berlangsung selama dua hari, Rabu dan Kamis (16–17 September 2026), bertempat di Aula Al Ikhlas Kankemenag Kabupaten Pasuruan mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Delegasi dari MIN 1 Pasuruan dihadiri langsung oleh Kepala Madrasah, Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd., bersama Bapak Musthofa Hadi dan Bapak Zamroni Lutfi. Kehadiran jajaran pimpinan ini menegaskan komitmen MIN 1 Pasuruan untuk terus menyelaraskan tata kelola serta program kerjanya dengan standar instansi pembina.

Salah satu momen penting dalam forum ini adalah tampilnya Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum (Wakakur) MIN 1 Pasuruan, Bapak Zamroni Lutfi, yang bertindak sebagai penyaji Renstra. Dalam pemaparannya, beliau menyajikan capaian target strategis, pemetaan mutu pembelajaran, hingga pemutakhiran program kerja MIN 1 Pasuruan untuk periode 2025–2029 agar dapat bersinergi secara optimal dengan instrumen Perkin 2026.

Kegiatan yang diikuti oleh jajaran Pejabat Subbag TU, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, para Kepala Madrasah, Waka, Kepala TU, hingga JFT Perencana di lingkungan Kankemenag Kabupaten Pasuruan ini menjadi wadah krusial untuk memastikan seluruh program pendidikan madrasah berjalan terarah, terukur, dan akuntabel demi kemajuan pendidikan madrasah di Kabupaten Pasuruan.

Tingkatkan Ibadah dan Mohon Kelancaran Perjusa, MIN 1 Pasuruan Gelar Istighosah di Jumat Legi

 




PASURUAN — Bertepatan pada Jumat Legi, 11 September 2026, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan menggelar kegiatan istighosah bersama yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan.

Suasana khusyuk menyelimuti area madrasah sejak pagi hari. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk ikhtiar batin untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperbanyak pembacaan kalimat-kalimat thayyibah dan ayat suci Al-Qur'an.

Memohon Keselamatan Agenda Perjusa di Pelataran Arjuno

Selain menjadi momen penguatan spiritual, istighosah kali ini difokuskan sebagai wadah doa bersama untuk menyambut rangkaian kegiatan Perkemahan Jumat Sabtu (Perjusa) yang akan digelar di Pelataran Arjuno.

Melalui majelis doa ini, keluarga besar MIN 1 Pasuruan berharap seluruh rangkaian agenda Perjusa dapat berjalan aman, lancar, dan memberikan manfaat kepemimpinan bagi para siswa.

“Selain persiapan fisik dan logistik, kesiapan mental serta doa menjadi pondasi utama. Melalui istighosah ini, kita memohon agar seluruh peserta Perjusa di Pelataran Arjuno diberikan kesehatan, keselamatan, dan perlindungan dari Allah SWT,” Sanmbutan Kepala Madrasah bapak abdul Qodir,S.Pd.I.,M.Pd.

Acara diakhiri dengan pembacaan doa keselamatan bersama. Diharapkan nilai-nilai keagamaan yang ditanamkan melalui kegiatan istighosah ini dapat terus melekat pada diri seluruh peserta didik MIN 1 Pasuruan, baik di dalam kelas maupun saat beraktivitas di alam terbuka.

 

Guru Memanusiakan Siswa, Siswa Pantang Menyerah dalam Belajar




PASURUAN — Pendidikan bukan sekadar proses menyampaikan ilmu pengetahuan. Lebih dari itu, pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia, membangun karakter, menumbuhkan kedisiplinan, sekaligus menanamkan semangat untuk terus belajar dalam kondisi apa pun.

Pesan tersebut menjadi perhatian penting dalam pelaksanaan pendidikan di madrasah. Guru tidak hanya dituntut menjalankan tugas pembelajaran, tetapi juga mampu memahami setiap peserta didik dengan segala kondisi dan karakter yang berbeda.

Dalam menjalankan tugasnya, guru perlu memanusiakan siswa dalam setiap kegiatan di madrasah, baik dalam proses pembelajaran maupun kegiatan di luar pembelajaran. Sikap adil dan disiplin dalam seluruh aspek pendidikan juga menjadi bagian penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan kondusif.

Selain itu, setiap perilaku siswa perlu dihargai dan dipahami berdasarkan kondisi serta keadaan yang sedang dihadapi. Pendekatan yang humanis diharapkan mampu membuat siswa merasa dihargai, diterima, dan mendapatkan ruang untuk berkembang.

Di sisi lain, para siswa juga diingatkan untuk memiliki semangat pantang menyerah. Dalam keadaan apa pun, termasuk ketika menghadapi kesulitan, siswa harus terus berusaha dan tidak mudah menyerah. Pendidikan harus tetap menjadi prioritas meskipun berbagai keterbatasan menghadang.

Keterbatasan fasilitas bukan alasan untuk berhenti belajar. Kesungguhan, kemauan, dan semangat untuk maju menjadi modal utama dalam meraih cita-cita. Bahkan dalam kondisi yang serba terbatas, siswa diharapkan tetap mampu menunjukkan kepedulian dengan berbagi kepada sesama.

Kutipan Singkat

Pesan untuk Guru:

  • “Memanusiakan siswa dalam setiap kegiatan di madrasah, baik pembelajaran maupun di luar pembelajaran.”
  • “Menjalankan kedisiplinan dalam semua aspek pendidikan dengan selalu bersikap adil kepada siswa.”
  • “Menghargai setiap tingkah laku siswa sesuai dengan kondisi dan keadaan yang berlangsung.”

Pesan untuk Siswa:

  • “Selalu berusaha dalam keadaan apa pun, terutama dalam keadaan sulit.”
  • “Utamakan pendidikan, sesulit apa pun keadaan yang dihadapi.”
  • “Bersungguh-sungguh dalam belajar walaupun fasilitas yang dibutuhkan sangat minim.”
  • “Tetap mampu berbagi walaupun apa yang dimiliki sangat terbatas.”

Semangat tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fasilitas, tetapi juga oleh ketulusan guru dalam mendidik dan kegigihan siswa dalam belajar. Dari keterbatasan sekalipun, semangat belajar dan kepedulian dapat tumbuh menjadi kekuatan untuk meraih masa depan.

 

Koordinasi dan Evaluasi Bidang Kesiswaan, Perkuat Pembinaan Peserta Didik MIN 1 Pasuruan

 




Pasuruan, Selasa, 15 September 2026 — Dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan dan pembinaan peserta didik, MIN 1 Pasuruan melaksanakan kegiatan Koordinasi dan Evaluasi Bidang Kesiswaan pada Selasa, 15 September 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 12.30 WIB bertempat di Ruang Kelas 1A MIN 1 Pasuruan. Pertemuan menjadi momentum penting untuk melakukan koordinasi sekaligus mengevaluasi berbagai program dan kegiatan yang berkaitan dengan bidang kesiswaan.

Dalam kegiatan ini, dilakukan pembahasan mengenai pelaksanaan program kesiswaan yang telah berjalan, berbagai perkembangan peserta didik, serta hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian dan tindak lanjut. Evaluasi dilakukan sebagai upaya memastikan setiap program dapat berjalan secara efektif, tertib, dan memberikan dampak positif bagi perkembangan peserta didik.

Koordinasi juga diarahkan untuk memperkuat sinergi antarunsur madrasah dalam memberikan pelayanan dan pembinaan kepada siswa. Dengan komunikasi dan kerja sama yang baik, diharapkan berbagai kegiatan kesiswaan dapat dilaksanakan secara lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Kegiatan koordinasi dan evaluasi ini diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan MIN 1 Pasuruan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang peserta didik, baik dalam aspek akademik, karakter, kedisiplinan, maupun pengembangan bakat dan minat.

Melalui evaluasi secara berkala, bidang kesiswaan dapat terus melakukan perbaikan dan menyusun langkah strategis untuk meningkatkan mutu layanan serta pembinaan peserta didik di MIN 1 Pasuruan.

MIN 1 Pasuruan Ikuti Launching “1 Pengawas 1 Madrasah”, Perkuat Piloting Kurikulum Berbasis Cinta

 

PASURUAN — Gerakan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) terus diperkuat di lingkungan madrasah Kabupaten Pasuruan. Salah satunya melalui program “1 Pengawas 1 Madrasah” yang resmi dilaunching pada Senin, 14 September 2026, bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan.


Kegiatan launching tersebut dibuka oleh Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan, H. Achmad SHAMPTON, S.Hi., M.Ag. Dalam arahannya, beliau menegaskan pentingnya implementasi KBC yang tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi benar-benar tercermin dalam praktik pendidikan di madrasah.

Beliau menekankan bahwa pelaksanaan KBC harus mengilhami nilai-nilai pendidikan sebagaimana dijelaskan dalam kitab Ta’lim Muta’allim. Pendidikan, menurutnya, harus mampu membangun hubungan yang baik antara guru dan peserta didik serta menempatkan proses pembelajaran sebagai ruang untuk tumbuh dan berkembang bersama.

Hadir dalam acara :

- Plt. Kepala Kankemenag Kab. Pasuruan, H. Achmad Shampto, S.HI, M.Ag

- Kasi Pendma, H. Bustanul Arifin, S.Pd, M.Pd

- Ketua Pokjawas Arif Furqon, S.Ag, M.Si

- Pengawas Madrasah

- Kepala Madrasah, RA, MI, MTs dan MA

- piloting KBC

Salah satu pesan penting yang disampaikan adalah perlunya perubahan paradigma guru dalam memandang peserta didik.

“Siswa itu bukan objek, tetapi subjek yang harus kita dampingi,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga hadir sebagai pendamping, pembimbing, dan teladan bagi peserta didik.

Dalam konsep KBC, nilai cinta diharapkan hadir dalam berbagai aktivitas pendidikan, mulai dari proses pembelajaran, interaksi guru dan siswa, budaya madrasah, hingga pembentukan karakter peserta didik.

MIN 1 Pasuruan Jadi Salah Satu Madrasah Piloting KBC

MIN 1 Pasuruan menjadi salah satu dari tiga madrasah piloting Kurikulum Berbasis Cinta Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Karena itu, keikutsertaan MIN 1 Pasuruan dalam launching program “1 Pengawas 1 Madrasah” menjadi momentum penting untuk semakin memperkuat pelaksanaan KBC di madrasah.

Dengan penuh semangat, MIN 1 Pasuruan mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari komitmen untuk terus mengembangkan pendidikan yang humanis dan berorientasi pada kebutuhan serta potensi peserta didik.

Program 1 Pengawas 1 Madrasah diharapkan dapat memberikan pendampingan yang lebih intensif kepada madrasah dalam mengimplementasikan KBC. Pengawas tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga menjadi mitra madrasah dalam memastikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dapat diterapkan secara nyata.

Bagi MIN 1 Pasuruan, implementasi KBC merupakan bagian dari ikhtiar membangun madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan lingkungan pendidikan yang ramah, penuh kasih sayang, menghargai potensi siswa, dan menumbuhkan karakter positif.

Launching “1 Pengawas 1 Madrasah” pun menjadi langkah awal untuk semakin menguatkan semangat tersebut.

Dengan ilmu yang membimbing, keteladanan yang menginspirasi, dan cinta yang menyertai, MIN 1 Pasuruan siap menjadi bagian dari gerakan transformasi pendidikan madrasah melalui Kurikulum Berbasis Cinta.