google-site-verification: googlec37f5abc404fa346.html MIN 1 PASURUAN

Perkuat Karakter Religius, MIN 1 Pasuruan Rutinkan Shalat Dhuha dan Istighosah di Bawah Kepemimpinan Bapak Abdul Qodir

 

PASURUAN – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan terus berinovasi dalam membentuk karakter peserta didik. Di bawah nakhoda baru, Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I, M.Pd., madrasah ini semakin mempertegas komitmennya dalam menyeimbangkan prestasi akademik dengan penguatan spiritual melalui program Shalat Dhuha dan Istighosah rutin.

Kegiatan yang dilaksanakan setiap Jumat pagi ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan strategi edukatif untuk menanamkan kedisiplinan sejak dini. Seluruh siswa berkumpul di halaman atau mushala madrasah sebelum bel masuk kelas berbunyi, menciptakan suasana lingkungan belajar yang tenang dan khusyuk.

Pembinaan Spiritual Secara Kolektif

Pelaksanaan ibadah ini dikelola secara terstruktur. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) digilir untuk memimpin jalannya istighosah, memastikan adanya keterlibatan aktif dari seluruh tenaga pendidik dalam membimbing spiritualitas siswa.

Melalui pembiasaan ini, siswa secara tidak langsung diajarkan untuk:

  • Datang tepat waktu: Memulai hari dengan ibadah menuntut manajemen waktu yang baik.

  • Menjaga Ketertiban: Mengikuti shaf dan rangkaian dzikir dengan tenang.

  • Kesadaran Diri: Menumbuhkan rasa butuh terhadap bimbingan Tuhan dalam menuntut ilmu.

Visi Kepemimpinan Bapak Abdul Qodir

Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I, M.Pd., menekankan bahwa pendidikan karakter adalah fondasi utama sebelum anak-anak menerima ilmu pengetahuan umum.

“Pembiasaan ibadah di pagi hari diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang disiplin, santun, dan memiliki kesadaran spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Kami ingin lulusan MIN 1 Pasuruan tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlakul karimah yang kuat,” ujar beliau.

Langkah ini sejalan dengan visi madrasah untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan religius. Dengan konsistensi program ini, MIN 1 Pasuruan optimis dapat mencetak generasi yang tangguh secara mental dan unggul dalam prestasi, menciptakan keseimbangan ideal antara duniawi dan ukhrawi.

Wujudkan Madrasah Ramah Anak, Dewan Guru MIN 1 Pasuruan Sambut Siswa dengan Kasih Sayang

 

PASURUAN – Suasana hangat menyelimuti gerbang Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan setiap paginya. Sebagai wujud nyata penerapan nilai cinta sesama dalam lingkungan pendidikan, para guru secara rutin berjajar menyambut kedatangan para siswa sebelum lonceng pelajaran berbunyi.

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan implementasi dari program unggulan madrasah yang dikenal dengan sebutan 3S (Senyum, Salam, dan Sapa). Dengan penuh kehangatan, dewan guru menyapa satu per satu siswa yang datang, menciptakan ikatan kekeluargaan yang kuat sejak memulai hari.

Membangun Karakter Lewat Keteladanan

Melalui program 3S, MIN 1 Pasuruan berupaya menanamkan karakter positif secara natural. Beberapa nilai utama yang ingin dicapai antara lain:

  • Sopan Santun: Membiasakan siswa untuk bersikap santun saat memasuki lingkungan sekolah.

  • Rasa Hormat: Menumbuhkan rasa takzim siswa kepada pendidik melalui jabat tangan dan salam.

  • Kedekatan Emosional: Membangun hubungan yang harmonis agar siswa merasa diperhatikan dan dicintai.

"Suasana pagi yang ramah dan bersahabat adalah kunci. Kami ingin meningkatkan semangat belajar siswa dengan cara memastikan mereka merasa diterima sejak langkah pertama di madrasah," ujar salah satu perwakilan dewan guru.

Madrasah Sebagai Rumah Kedua

Kepala MIN 1 Pasuruan menegaskan bahwa kegiatan ini selaras dengan kurikulum berbasis cinta dan pendidikan karakter yang sedang digalakkan. Menurutnya, keteladanan guru adalah instrumen paling efektif dalam membentuk kepribadian peserta didik.

“Dengan senyum, salam, dan sapa, kami ingin menghadirkan madrasah sebagai rumah kedua yang aman, nyaman, dan penuh kasih,” ungkap Kepala MIN 1 Pasuruan.

Harapan Masa Depan

Konsistensi menjadi kunci utama dalam menjalankan program ini. Pihak madrasah berharap budaya saling menghormati, peduli, dan berakhlak mulia ini tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga tertanam kuat dalam kehidupan sehari-hari seluruh warga MIN 1 Pasuruan di tengah masyarakat.

Terapkan Cinta Sesama, Dewan Guru MIN 1 Pasuruan Sambut Siswa dengan Hangat di Pagi Hari

 

PASURUAN – Matahari baru saja menampakkan sinarnya di ufuk timur, namun gerbang MIN 1 Pasuruan sudah nampak ramai dengan aktivitas yang menyejukkan hati. Bukan sekadar rutinitas absensi, para dewan guru telah berbaris rapi untuk menyambut kehadiran para siswa dengan senyuman tulus.

Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari program unggulan 3S (Senyum, Salam, dan Sapa). Program ini bukan hanya formalitas, melainkan jembatan emosional untuk menciptakan lingkungan belajar yang berbasis cinta sesama.

Suasana Pagi di Gerbang Madrasah

Pukul 06.30 WIB, suasana hangat mulai terasa. Saat sebuah sepeda motor berhenti di depan gerbang, seorang siswa kelas 4 bernama Arfan turun dan segera menghampiri barisan guru.

Pak Guru: "Assalamualaikum, Nabil! Wah, semangat sekali hari ini. Bagaimana kabarnya?" (Sambil tersenyum lebar dan menyodorkan tangan untuk bersalaman).

Nabil: "Walaikum Salam, Pak! Alhamdulillah baik. Tadi malam Nabil sudah belajar buat kuis hari ini," jawabnya ceria sambil mencium tangan sang guru dengan takzim.

Bu Guru: "Hebat! Semangat ya Nabil. Masuklah ke kelas, simpan tasmu, dan sapa teman-teman yang lain ya."

Nabil: "Siap, Bu! Terima kasih."

Dialog-dialog kecil seperti ini terjadi berulang kali, menciptakan suasana kekeluargaan yang kental sebelum jam pelajaran pertama dimulai.


Membangun "Rumah Kedua" yang Nyaman

Kepala MIN 1 Pasuruan menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu di dalam kelas, tetapi juga soal keteladanan dalam bersikap. Beliau menekankan pentingnya menghadirkan rasa aman bagi siswa sejak mereka melangkahkan kaki di madrasah.

“Kami ingin menghadirkan madrasah sebagai rumah kedua yang aman, nyaman, dan penuh kasih. Dengan senyum, salam, dan sapa, kami memberikan pesan kepada siswa bahwa mereka diterima dan disayangi di sini,” ungkap Kepala MIN 1 Pasuruan.

Dampak Positif Karakter Siswa

Melalui konsistensi program 3S, para guru mulai merasakan perubahan positif pada karakter siswa. Beberapa manfaat yang mulai terlihat antara lain:

  • Sopan Santun: Siswa menjadi lebih terbiasa menghormati orang yang lebih tua.

  • Kepercayaan Diri: Sapaan hangat di pagi hari terbukti meningkatkan mood dan semangat belajar siswa.

  • Kedekatan Emosional: Hubungan guru dan murid tidak lagi kaku, melainkan seperti orang tua dan anak.

Budaya saling menghormati dan peduli ini diharapkan tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga dibawa oleh siswa ke lingkungan rumah dan masyarakat luas. MIN 1 Pasuruan membuktikan bahwa pendidikan karakter yang kuat dimulai dari sebuah senyuman di pintu gerbang.

Sambut Ramadhan dan Persiapan Akhir Tahun Ajaran, KKMI Kabupaten Pasuruan Gelar Rapat Koordinasi di MIN 1

 

PASURUAN – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan serta dalam rangka mematangkan persiapan akhir Tahun Ajaran 2025–2026, Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Pasuruan menyelenggarakan rapat koordinasi rutin pada Rabu, 4 Februari 2026. Pertemuan ini dipusatkan di Aula MIN 1 Pasuruan dengan dihadiri oleh jajaran pengurus dan anggota KKMI se-Kabupaten.

Optimalisasi Manajemen Waktu

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Kepala MIN 1 Pasuruan, Abdul Qodir, M.Pd. Dalam arahannya, beliau memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran para peserta rapat. Ia menekankan bahwa sinergi antar madrasah sangat krusial, terutama dalam menyelaraskan program kerja di tengah padatnya agenda menjelang akhir tahun ajaran.

"Penyelarasan program dan manajemen waktu adalah kunci agar seluruh agenda madrasah dapat berjalan efektif dan terukur, dengan tetap mengutamakan kualitas layanan pendidikan bagi peserta didik," ujar Abdul Qodir.

Agenda Strategis: Dari Porseni hingga Ujian Tahfidz


Dalam sesi utama, Hariyono, M.Pd. memaparkan beberapa poin strategis yang menjadi fokus pengembangan madrasah ke depan, di antaranya:

  • Persiapan Porseni MI 2027: Terdapat terobosan baru dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat MI tahun 2027 mendatang. Panitia resmi menambahkan dua cabang lomba baru, yakni Futsal Putra dan Renang, untuk mewadahi minat dan bakat siswa di bidang olahraga.

  • Penguatan PKB: Menindaklanjuti arahan Ketua Tim (Katim) Guru Kanwil Kemenag Jawa Timur, kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) guru akan semakin ditekankan guna meningkatkan kompetensi tenaga pendidik.

  • Program Tahfidz Al-Qur'an: Salah satu agenda terdekat adalah pelaksanaan Ujian Tahfidz yang dijadwalkan pada 11 Februari 2026 berlokasi di Masjid Che Ghoo, Pandaan. Menariknya, serangkaian seremoni wisuda tahfidz telah mulai dikoordinasikan sejak hari ini untuk memastikan apresiasi terbaik bagi para penghafal Al-Qur'an.

Rapat koordinasi ini diharapkan dapat menjadi kompas bagi seluruh Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Pasuruan dalam menjaga ritme kegiatan akademik dan non-akademik agar tetap produktif, meskipun memasuki periode bulan Ramadhan yang biasanya diiringi dengan penyesuaian jadwal.

ASN dan P3K MIN 1 Pasuruan Mengikuti Upacara HAB Kemenag di Lapangan Bulu Sari

 

Jumat, 3 Januari 2025

Pasuruan — Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan mengikuti Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia yang diselenggarakan pada Jumat, 3 Januari 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Bulu Sari dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan.

Upacara HAB Kemenag tersebut diikuti oleh seluruh ASN dan P3K di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan. Para peserta mengenakan seragam resmi dan mengikuti rangkaian upacara dengan tertib sebagai wujud penghormatan serta refleksi atas pengabdian Kementerian Agama dalam melayani umat dan bangsa.

Kehadiran ASN dan P3K MIN 1 Pasuruan dalam kegiatan ini menjadi bentuk komitmen madrasah dalam mendukung nilai-nilai pengabdian, integritas, dan profesionalisme sebagaimana semangat Hari Amal Bakti. Momentum HAB Kemenag juga dimaknai sebagai ajang mempererat silaturahmi serta memperkuat sinergi antar satuan kerja di bawah naungan Kementerian Agama.

Melalui peringatan Hari Amal Bakti ini, diharapkan seluruh ASN dan P3K, khususnya keluarga besar MIN 1 Pasuruan, semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan madrasah yang berkarakter, berprestasi, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

LAPORAN KEGIATAN PEMBINAAN CALON PESERTA LOMBA MIN 1 PASURUAN

Pada hari Selasa, 3 Februari 2026, telah dilaksanakan kegiatan pembinaan calon peserta lomba yang akan mewakili MIN 1 Pasuruan sebagai duta madrasah dalam ajang lomba yang diselenggarakan di Yayasan Hasan Munadi.

Kegiatan pembinaan ini dipandu oleh tiga guru pembimbing, yaitu Ibu Hj. Tatik, Ibu Hayati Mabruroh, dan Ibu Tuchfatul Aliyah. Pembinaan dilaksanakan dengan penuh semangat dan kesungguhan sebagai bentuk persiapan maksimal bagi para peserta didik yang terpilih.

Adapun tujuan kegiatan ini adalah:

  1. Meningkatkan kesiapan mental dan kemampuan peserta lomba
  2. Memberikan arahan teknis sesuai bidang lomba yang akan diikuti
  3. Menumbuhkan rasa percaya diri serta semangat berprestasi siswa

Dalam pelaksanaannya, para pembimbing memberikan materi, latihan praktik, serta evaluasi penampilan peserta. Siswa juga dibekali motivasi agar mampu tampil optimal dan membawa nama baik madrasah.

Kegiatan pembinaan berlangsung dengan tertib dan lancar. Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi serta kesungguhan dalam mengikuti setiap arahan yang diberikan.

Dengan adanya pembinaan ini, diharapkan para calon peserta lomba dapat memberikan penampilan terbaiknya serta mengharumkan nama MIN 1 Pasuruan di ajang lomba yang akan datang.

Pasuruan, 3 Februari 2026

Tim Pembina Lomba MIN 1 Pasuruan

Guru MIN 1 Pasuruan Ikuti Sosialisasi Coretax Perpajakan

Pasuruan, 3 Februari 2026 — Dalam upaya meningkatkan pemahaman tenaga pendidik terhadap sistem administrasi perpajakan terbaru, Bapak Musthofa Hadi, S.Pd. melaksanakan kegiatan Sosialisasi Coretax Perpajakan yang diikuti oleh seluruh guru MIN 1 Pasuruan, Selasa (3/2).

Kegiatan ini berlangsung di lingkungan madrasah dengan suasana tertib dan penuh antusias. Sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman tentang sistem Coretax yang merupakan pembaruan layanan administrasi perpajakan berbasis digital dari Direktorat Jenderal Pajak. Para guru dibekali pengetahuan mengenai perubahan mekanisme pelaporan pajak, pentingnya validasi data, serta kemudahan layanan perpajakan secara elektronik.

Dalam pemaparannya, Bapak Musthofa Hadi menjelaskan bahwa pemahaman terhadap sistem perpajakan yang baru sangat penting, terutama bagi aparatur sipil dan tenaga pendidik sebagai bagian dari wajib pajak yang taat aturan.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap para guru semakin memahami sistem Coretax sehingga tidak mengalami kesulitan dalam administrasi perpajakan ke depan. Ini juga bagian dari upaya kita menjadi warga negara yang patuh dan sadar pajak,” ujarnya.

Para peserta tampak aktif mengikuti jalannya kegiatan dengan mengajukan berbagai pertanyaan seputar teknis penggunaan sistem serta dampaknya terhadap pelaporan pajak pribadi.

Dengan adanya kegiatan ini, MIN 1 Pasuruan menunjukkan komitmennya tidak hanya dalam bidang pendidikan, tetapi juga dalam meningkatkan literasi administrasi dan kepatuhan terhadap regulasi negara di kalangan tenaga pendidik.

Kepala MIN 1 Pasuruan Sosialisasikan PERKIN kepada Seluruh Guru, ASN dan P3K MIN 1 PASURUAN

Pasuruan, 3 Februari 2026 — Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd., menggelar kegiatan sosialisasi PERKIN (Perencanaan Kinerja) kepada seluruh dewan guru MIN 1 Pasuruan. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang guru dan diikuti dengan penuh perhatian serta antusias oleh para pendidik.

Dalam sambutannya, Bapak Abdul Qodir menegaskan bahwa PERKIN merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas kinerja guru serta efektivitas pengelolaan madrasah. Menurut beliau, perencanaan kinerja yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan pendidikan kepada peserta didik.

“PERKIN bukan sekadar administrasi, tetapi menjadi panduan kita dalam bekerja secara terarah, terukur, dan profesional,” ujar beliau di hadapan para guru.

Sosialisasi ini memaparkan tentang penyusunan sasaran kinerja, indikator capaian, serta strategi pelaksanaan tugas yang selaras dengan visi dan misi madrasah. Para guru juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar implementasi PERKIN dalam tugas keseharian mereka.

Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dan penuh semangat kolaborasi. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan seluruh guru MIN 1 Pasuruan semakin memahami pentingnya perencanaan kinerja sebagai bagian dari budaya kerja profesional dan berorientasi mutu.

Melalui langkah ini, MIN 1 Pasuruan kembali menunjukkan komitmennya untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.

Awal Tahun Gemilang! MIN 1 Pasuruan Borong 11 Gelar Juara di Ajang MCC MTsN 2 Pasuruan

 


PANDAAN – Mengawali lembaran tahun 2026, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan sukses mengukir prestasi membanggakan. Tidak tanggung-tanggung, kontingen MIN 1 Pasuruan berhasil menyabet 11 trofi kemenangan dalam ajang Madrasah Competititon Center (MCC) yang diselenggarakan di MTsN 2 Pasuruan (Pandaan).

Dominasi MIN 1 Pasuruan terlihat merata di berbagai bidang lomba, mulai dari cabang keagamaan, seni, hingga akademik. Keberhasilan ini menjadi bukti kualitas pendidikan dan pembinaan bakat yang berjalan sangat efektif di lingkungan madrasah.

Daftar Sang Juara MIN 1 Pasuruan

Berikut adalah rincian prestasi yang berhasil diraih oleh siswa-siswi terbaik:

TAHFIDZ 
1. MAHDIYAH KHAIRINA (Juara 1)
2. LATIFAH (Juara 2)
3. GIBRAN SHANAYA FELLICIANO (Hrpn 1)
4. PRADIPTHA DAFFA ALFACHZAN PRASETYO (Hrpn 2)
5. ZAHWA QOTRUNNADA (Hrpn 3)

LOMBA KALIGRAFI 
6. MUHAMMAD IZZUDDIN AZKA AZZUHRI (Hrpn 1)

LOMBA PIDATO B.INGGRIS 
7. EARLYTA ARSYIFA SALSABILA PUTRI SISWOYO (Juara 2)
8. MUHAMMAD HIRO SABILILLAH (Hrpn 1)

LOMBA SAINS 
9. ELRAMDAN BUMI SETIAWAN (Hrpn 1)

LOMBA B.INDONESIA 
10. NATHANIELA AOZORA ANARGHYA SANTORO (Juara 3)
11. JAZILAH NAHDLIYAH HAKIM (Hrpn 3)


Sinergi "Tangan Dingin" Para Pembina

Keberhasilan luar biasa ini tidak lepas dari peran penting para pendidik di balik layar. Prestasi ini lahir dari sentuhan "tangan dingin" Ibu Maufuza, M.Pd, yang dikombinasikan dengan pengarahan handal dari Ibu Wiwit, M.Pd, serta panduan taktis dari Bapak Munir, S.Pd.I.

Tak hanya itu, kejelian Ibu Ita dalam melihat potensi siswa serta dedikasi tanpa kenal lelah dari para pembina ekstrakurikuler menjadi faktor kunci kemenangan besar ini.

Langkah Awal Menuju Prestasi 2026

Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir,M.P menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim. Beliau menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan sinyal positif bagi madrasah untuk terus berprestasi di sepanjang tahun ini.

"Ini adalah prestasi pembuka kita di awal tahun 2026. Semoga kemenangan di MCC MTsN 2 Pasuruan ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh siswa untuk terus belajar dan mengharumkan nama madrasah di level yang lebih tinggi lagi," ujar beliau dengan bangga".

Kemenangan ini diharapkan dapat memotivasi siswa lain untuk terus mengasah minat dan bakat mereka, membuktikan bahwa madrasah bukan hanya unggul dalam akhlak, tetapi juga kompetitif dalam prestasi.

Peringatan 100 Tahun NU Digelar Khidmat di Graha PCNU Bangil

Bangil, 31 Januari 2026 — Peringatan Hari Lahir ke-100 Nahdlatul Ulama (NU) berlangsung dengan penuh kekhidmatan di Graha PCNU Bangil, Sabtu (31/1/2026). Kegiatan ini dihadiri ratusan jamaah dari berbagai unsur Nahdliyin se-Cabang Bangil, mulai dari jajaran pengurus, badan otonom, hingga warga NU dari berbagai wilayah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala MIN 1 Pasuruan, Abdul Qodir,S.Pd.I M.Pd., yang juga menjabat sebagai Ketua MWCNU Prigen. Beliau mengikuti rangkaian acara bersama para tokoh dan pengurus NU lainnya sebagai wujud komitmen dalam menguatkan perjuangan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia ini.

Peringatan satu abad NU diisi dengan pembacaan istighosah dan tahlil, sebagai ikhtiar spiritual serta ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang Nahdlatul Ulama dalam berkhidmah kepada umat, agama, dan bangsa. Suasana religius dan penuh kebersamaan terasa sejak awal hingga akhir acara.

Sebagai simbol rasa syukur dan persatuan, panitia menghadirkan 100 tumpeng, yang melambangkan satu abad perjalanan NU. Penyajian tumpeng ini menjadi gambaran harapan akan keberkahan, kekuatan ukhuwah, serta keberlanjutan perjuangan NU di masa mendatang.

Dalam momentum bersejarah ini, para hadirin berharap peringatan 100 Tahun NU tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga menjadi penguat semangat untuk terus meneguhkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah, mempererat ukhuwah Nahdliyin, serta mengokohkan komitmen dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

MIN 1 Pasuruan Gelar Workshop KBC, Guru Kenakan Pakaian Adat sebagai Simbol Kebersamaan

Pasuruan — MIN 1 Pasuruan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan menggelar Workshop KBC (Kurikulum Berbasis Cinta). Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari workshop sebelumnya sebagai bentuk konsistensi madrasah dalam menguatkan implementasi nilai-nilai pendidikan berbasis karakter dan kasih sayang di lingkungan sekolah.

Workshop yang diikuti seluruh guru MIN 1 Pasuruan ini berlangsung dengan suasana yang berbeda dan penuh makna. Para guru hadir mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Hal ini bukan sekadar penampilan, tetapi menjadi simbol penghargaan terhadap keberagaman budaya sekaligus wujud nilai cinta dan saling menghormati antar sesama warga madrasah.

Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari workshop sebelumnya agar implementasi KBC semakin nyata dalam proses pembelajaran.

“Workshop ini adalah kelanjutan dari kegiatan yang telah kita laksanakan sebelumnya. Kami ingin memastikan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya dipahami secara konsep, tetapi benar-benar diterapkan dalam sikap, cara mengajar, dan interaksi sehari-hari di madrasah,” ujar beliau.

Beliau juga menambahkan bahwa penggunaan pakaian adat oleh para guru menjadi pesan kuat tentang pentingnya persatuan dalam keberagaman.

“Dengan mengenakan pakaian adat, kita belajar untuk saling menghargai perbedaan. Inilah wujud nyata pendidikan berbasis cinta — saling menghormati, saling peduli, dan saling menguatkan,” tambahnya.

Selama workshop, para guru mendapatkan penguatan materi mengenai strategi pembelajaran yang menumbuhkan empati, komunikasi positif dengan siswa, serta penciptaan lingkungan kelas yang ramah dan menyenangkan.

Kegiatan ini diharapkan mampu semakin mempererat kebersamaan antar guru sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan di MIN 1 Pasuruan, sehingga madrasah tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter peserta didik yang berakhlak mulia.