google-site-verification: googlec37f5abc404fa346.html MIN 1 PASURUAN

Tingkatkan Kapasitas dan Kinerja Pelayanan TPG, Operator EMIS GTK RA dan MI se-Jawa Timur Didorong untuk Semakin SMART


Jawa Timur 08-09 September 2026  — Upaya meningkatkan kapasitas dan kinerja pelayanan Tunjangan Profesi Guru (TPG) madrasah terus dilakukan melalui penguatan kompetensi para operator EMIS GTK. Kegiatan peningkatan kapasitas dan kinerja pelayanan TPG Madrasah bagi Operator EMIS GTK jenjang Raudhatul Athfal (RA) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Jawa Timur menjadi momentum penting untuk mewujudkan layanan administrasi yang semakin profesional, responsif, dan berbasis digital.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi Overview Best Practices Layanan EMIS GTK. Materi ini menekankan pentingnya membangun layanan EMIS GTK yang mampu memberikan manfaat nyata bagi madrasah, guru, dan seluruh pemangku kepentingan.

Best practices layanan EMIS GTK diarahkan pada tiga prinsip utama, yaitu sejahtera, profesional, dan digital. Ketiga prinsip tersebut menjadi landasan dalam menghadirkan pelayanan yang berkualitas sekaligus mendukung pengelolaan data GTK dan pelayanan TPG yang lebih efektif, transparan, serta akuntabel.

Selain itu, para operator juga ditekankan untuk memiliki karakter SMART dalam memberikan pelayanan. SMART tersebut merupakan akronim dari:

S — Sigap, mampu merespons kebutuhan dan permasalahan dengan cepat.

M — Menarik, memberikan pelayanan dengan komunikasi dan penyajian informasi yang baik.

A — Antusias, memiliki semangat dan motivasi dalam menjalankan tugas.

R — Ramah, memberikan pelayanan dengan sikap santun, humanis, dan penuh penghargaan.

T — Teliti, memastikan setiap data dan proses administrasi dilakukan secara cermat dan akurat.

Karakter SMART menjadi bagian penting dalam membangun budaya pelayanan operator EMIS GTK. Operator tidak hanya dituntut menguasai aspek teknis pengelolaan sistem, tetapi juga harus mampu memberikan pelayanan yang humanis dan profesional.

Seluruh peserta mengikuti materi overview pada pukul 14.00 WIB yang bertempat di Kartika Hall. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembukaan acara yang dilaksanakan oleh Bapak Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama pada pukul 15.30 WIB.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, seluruh peserta diwajibkan sudah berada di Kartika Hall pada pukul 15.00 WIB dengan mengenakan pakaian batik.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kapasitas operator EMIS GTK jenjang RA dan MI se-Jawa Timur semakin meningkat, sehingga mampu memberikan pelayanan TPG yang lebih cepat, tepat, akurat, profesional, dan berbasis digital.

Peningkatan kualitas operator pada akhirnya diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap tata kelola data madrasah serta mendukung terwujudnya pelayanan pendidikan madrasah yang semakin sejahtera, profesional, dan digital.

Dari MIN 1 Pasuruan oleh Ashlihatut Dian Novia

MIN 1 Pasuruan Lantik Anggota PMR di Perkemahan Palataran Arjuno

 

Pasuruan, 11 September 2026 — Dalam rangka menanamkan kepedulian terhadap kesehatan dan membangun jiwa kemanusiaan sejak dini, MIN 1 Pasuruan mengadakan kegiatan pelantikan anggota Palang Merah Remaja (PMR) yang berlangsung di Perkemahan Palatarn Arjuno pada Jumat sore, 11 September 2026.

Kegiatan pelantikan berlangsung dalam suasana penuh semangat dan kekeluargaan. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib sebagai bagian dari proses pembentukan karakter, kedisiplinan, kepedulian, serta kesiapsiagaan dalam memberikan pertolongan kepada sesama.

Pelantikan anggota PMR secara langsung dilakukan oleh Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir. Dalam kegiatan tersebut, beliau memberikan motivasi kepada para anggota PMR agar tidak hanya memahami keterampilan dasar kesehatan dan pertolongan pertama, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

“Menjadi anggota PMR bukan hanya tentang belajar kesehatan dan pertolongan pertama, tetapi juga belajar peduli, membantu, dan menolong sesama dengan penuh keikhlasan,” pesan Abdul Qodir kepada para peserta.

Kegiatan di alam terbuka seperti Perkemahan Palatarn Arjuno juga menjadi sarana yang tepat untuk melatih kemandirian, kerja sama, tanggung jawab, dan keberanian para peserta didik. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah, keluarga, maupun masyarakat.

Melalui pelantikan ini, MIN 1 Pasuruan berharap anggota PMR dapat menjadi pelopor hidup sehat, tanggap terhadap kondisi di sekitarnya, serta memiliki semangat kemanusiaan dan kepedulian untuk menolong sesama.

Kegiatan pelantikan PMR ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen MIN 1 Pasuruan dalam mengembangkan potensi peserta didik tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam bidang kesehatan, sosial, kemanusiaan, kepemimpinan, dan pembentukan karakter.


MIN 1 Pasuruan Menjadi Titik Lokasi Pelaksanaan OMI 2026 Tingkat Kabupaten, Kunjungan Kasubdit Kesiswaan Kemenag RI Menambah Keistimewaan

Pasuruan, 9 September 2026 — Pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 Tingkat Kabupaten di MIN 1 Pasuruan menjadi momentum istimewa dengan hadirnya kunjungan H. Sholla Taufiq, S.Hi., Kasubdit Kesiswaan Direktorat KSKK Madrasah Kementerian Agama RI, pada Rabu, 9 September 2026.


MIN 1 Pasuruan dipercaya sebagai salah satu titik lokasi pelaksanaan OMI 2026 Tingkat Kabupaten. Kepercayaan ini menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus menunjukkan peran madrasah dalam mendukung pelaksanaan kegiatan akademik dan pengembangan potensi peserta didik.

Kunjungan H. Sholla Taufiq, S.Hi. menambah keistimewaan tersendiri bagi pelaksanaan OMI 2026 di MIN 1 Pasuruan. Kehadiran beliau menjadi bentuk perhatian dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan kesiswaan serta upaya madrasah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendorong prestasi dan kompetisi secara sehat.

Dalam kesempatan tersebut, suasana pelaksanaan OMI berlangsung dengan penuh semangat. Para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias, sementara panitia dan pihak madrasah berupaya memastikan seluruh rangkaian pelaksanaan berjalan tertib, lancar, dan sesuai ketentuan.

Bagi MIN 1 Pasuruan, pelaksanaan OMI 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat budaya berprestasi, menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik, serta membangun semangat untuk terus mengembangkan kemampuan akademik.

Kepala MIN 1 Pasuruan, Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan bahwa kepercayaan menjadikan MIN 1 Pasuruan sebagai titik lokasi OMI 2026 merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Kunjungan Kasubdit Kesiswaan Direktorat KSKK Madrasah Kemenag RI juga menjadi motivasi bagi seluruh warga madrasah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dan pembinaan prestasi siswa.

“Menjadi titik lokasi pelaksanaan OMI 2026 Tingkat Kabupaten merupakan sebuah kehormatan bagi MIN 1 Pasuruan. Kehadiran Bapak H. Sholla Taufiq, S.Hi. menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan mendukung peserta didik agar berani berkompetisi serta meraih prestasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pelaksanaan OMI di MIN 1 Pasuruan diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta. Kompetisi ini bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang proses belajar, sportivitas, ketekunan, dan keberanian untuk menunjukkan kemampuan terbaik.

Dengan terselenggaranya OMI 2026 Tingkat Kabupaten di MIN 1 Pasuruan, madrasah terus berkomitmen untuk mendukung berbagai program pengembangan potensi peserta didik. Kunjungan Kasubdit Kesiswaan Direktorat KSKK Madrasah Kemenag RI menjadi bagian penting dari momentum tersebut, sekaligus menambah semangat MIN 1 Pasuruan untuk terus berkontribusi dalam memajukan pendidikan madrasah.An.


PERSIAPAN TINGKATKAN OPTIMISME, MIN SIAP SUKSESKAN SIMULASI DAN PELAKSANAAN OMI 2026

 

MIN 1 PASURUAN – Menjelang gelaran Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tahun 2026,  panitia lokal di titik lokasi (Tilok) MIN resmi merampungkan seluruh agenda persiapan teknis maupun operasional. Pembentukan tim kerja khusus ini dilakukan guna memastikan dua agenda utama, yakni uji coba pada 6 September 2026 dan pelaksanaan lomba pada 9 September 2026, dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan tanpa kendala.

​Guna mendukung kelancaran seluruh rangkaian acara, struktur kepanitiaan Tilok MIN telah dibentuk dengan pembagian tugas yang teratur:

  • Penanggung Jawab:  Kepala Madrasah
  • Ketua Panitia: Maufuza
  • Sekretaris: Tuchfatul Aliyah
  • Bendahara: Mustofa Hadi
  • Anggota: Wiwik H
  • Tim Teknis & Proktor: Muhammad Anas (Proktor) dan Farid Rohmat (Teknisi)
  • Tim Pembimbing: Bawon Musyarofah (Pembimbing Matematika) dan Sri Wahyuti (Pembimbing IPAS)
  • Konsumsi & Operasional: Nurcholishotin Nafisah (Konsumsi) dan Muhammad Mehdi (Pembantu Umum)

​Fokus utama panitia saat ini tertuju pada simulasi uji coba OMI yang dijadwalkan pada Minggu, 6 September 2026. Tahap uji coba ini sangat krusial untuk menguji pak jaringan, perangkat komputer, serta sistem aplikasi lomba di bawah pengawasan ketat proktor dan teknisi. Selain itu, pendampingan intensif dari para guru pembimbing mata pelajaran Matematika dan IPAS terus dimaksimalkan untuk memantau kesiapan akademik para peserta didik

Kepala Madrasah Bpk Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd.menyampaikan bahwa koordinasi antar-seksi berjalan sangat solid. Seluruh kebutuhan logistik, teknis perangkat, hingga pelayanan konsumsi dan kelengkapan sarana umum telah disiapkan secara rinci. Dengan persiapan yang matang ini, Tilok MIN optimis mampu menghadirkan sarana kompetisi yang jujur, nyaman, dan berprestasi pada puncak pelaksanaan OMI tanggal 9 September 2026 mendatang.Fz

Semangat Olahraga, Siswa MIN 1 Pasuruan Antusias Ikuti Pengenalan Bola Voli

 


PASURUAN — Siswa-siswi MIN 1 Pasuruan mengikuti kegiatan pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dengan materi pengenalan dasar olahraga bola voli. Pembelajaran yang berlangsung di lapangan sekolah ini dibimbing langsung oleh dua guru PJOK, Mujibarurrahman dan Iwan Kurniandi.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi teori dan aturan dasar permainan bola voli oleh Mujibarurrahman. Beliau memberikan pemahaman awal mengenai ukuran lapangan, jumlah pemain, hingga pentingnya kerja sama tim dalam olahraga beregu tersebut.

“Pengenalan ini bertujuan agar siswa tidak hanya bergerak fisik, tetapi juga memahami aturan serta teknik dasar yang benar sejak dini,” ujar Mujibarurrahman di sela-sela kegiatan.

Setelah sesi teori, para siswa diajak melakukan praktik lapangan di bawah panduan Iwan Kurniandi. Dalam sesi ini, siswa diajarkan teknik dasar seperti passing bawah, passing atas, dan sikap badan yang tepat saat menyambut bola. Iwan memberikan peragaan langsung mengenai posisi jemari dan tumpuan kaki agar bola dapat terkontrol dengan baik.

Suasana pembelajaran berlangsung interaktif dan penuh semangat. Para siswa secara bergantian mencoba latihan passing berpasangan dengan pengawasan ketat untuk meminimalkan risiko cedera.

Melalui kegiatan ini, pihak MIN 1 Pasuruan berharap dapat menumbuhkan minat berolahraga, menjaga kebugaran siswa, serta menjaring potensi bakat muda di bidang bola voli sejak tingkat dasar.

Antusiasme Siswa Ikuti Praktik Lompat Jauh Bersama Pak Mujibatur Rahman

 


Beji — Suasana lapangan MIN 1 Pasuruan tampak hidup saat Bapak Mujibatur Rahman, guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), memimpin materi praktik lompat jauh. Pembelajaran lapangan ini bertujuan untuk mengasah keterampilan motorik sekaligus memberikan pemahaman mendalam mengenai teknik dasar atletik cabang lompat.

Dalam sesi pembelajaran tersebut, Pak Mujibatur Rahman membimbing para siswa secara bertahap—mulai dari tahap awalan, tolakan pada papan tumpuan, sikap badan saat melayang di udara, hingga teknik mendarat yang benar di bak pasir.

“Lompat jauh bukan sekadar seberapa jauh kita bisa melompat, melainkan bagaimana kita mengombinasikan kecepatan, ketepatan tumpuan, dan kontrol tubuh saat mendarat agar terhindar dari cedera,” ujar Pak Mujibatur Rahman di sela-sela penjelasannya.

Sesi praktik diawali dengan pemanasan terstruktur untuk merenggangkan otot dan mencegah risiko cedera. Setelah itu, para siswa bergantian mencoba lintasan lari sepanjang 30–40 meter sebelum melakukan tolakan satu kaki pada papan tumpu. Pak Mujibatur Rahman tampak cermat memberikan koreksi langsung kepada setiap siswa yang selesai melakukan lompatan.

Beberapa aspek utama yang ditekankan dalam pembelajaran ini meliputi:

  • Teknik awalan: Membangun kecepatan berlari secara bertahap tanpa mengubah konsistensi langkah saat mendekati papan tumpuan.
  • Teknik tolakan: Menggunakan satu kaki terkuat untuk mengubah momentum horizontal menjadi daya dorong vertikal.
  • Sikap melayang: Menjaga keseimbangan posisi tubuh di udara menggunakan gaya menggantung atau berjalan di udara.
  • Teknik mendarat: Mengarahkan kedua kaki ke depan dengan lutut sedikit mengepul saat menyentuh pasir guna meredam benturan.

Melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif dan disiplin, para siswa mengikuti setiap instruksi dengan penuh semangat. Kegiatan diakhiri dengan sesi pendinginan dan evaluasi bersama untuk mencatat perkembangan capaian jarak lompatan masing-masing siswa.

 

Teladani Akhlak Rasulullah, MIN 1 Pasuruan Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW





PASURUAN — Dalam rangka meneladani akhlak Rasulullah SAW, MIN 1 Pasuruan menggelar kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Kamis (3/9/2026). Acara yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB tersebut dipusatkan di halaman madrasah dan diikuti oleh seluruh siswa-siswi dengan khidmat.

Para siswa hadir rapi mengenakan busana muslim bernuansa putih dan bersepatu. Siswa putra tampak mengenakan kopyah khas MIN 1 Pasuruan, sementara siswa putri mengenakan kerudung putih berhias renda oranye. Suasana keagamaan sudah terasa hangat sejak awal lewat rangkaian pra-acara yang diisi dengan penampilan seni banjari dan pembacaan Maulid Diba'.

Memasuki acara inti, suasana makin khusyuk saat pembacaan ayat suci Al-Qur'an dilantunkan. Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya bagi seluruh siswa untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai figur teladan utama dalam bersikap, berakhlak, dan menuntut ilmu.

Sesi spiritual dilanjutkan dengan mauidhotul khasanah yang disampaikan oleh Abah H. Aba Mu'id, S.Ag., M.Pd.I. Dalam ceramahnya, beliau mengajak seluruh warga madrasah untuk senantiasa memperkuat rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW melalui amalan dan kebiasaan baik sehari-hari.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Fathurahman, S.Pd.I. Melalui peringatan ini, MIN 1 Pasuruan berharap para siswa tidak hanya memperingati hari kelahiran Nabi, tetapi juga mampu menyerap dan mengamalkan nilai-nilai kebaikan beliau dalam kehidupan sehari-hari.

PERSIAPAN MATANG MENUJU OLIMPIADE MADRASAH INDONESIA (OMI) 2026: SIKAP OPTIMIS TIM BIMBINGAN PRESTASI

 

Pasuruan, 2 September 2026 — Menjelang perhelatan bergengsi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) yang dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 8 September 2026, intensitas persiapan peserta didik kian ditingkatkan. Melalui perencanaan yang terstruktur dan terukur, seluruh Pembina Kelas Sains dan Kelas Matematika secara konsisten mendampingi para siswa dalam agenda bimbingan intensif.

​Rangkaian persiapan telah dimulai sejak pertengahan Agustus 2026 melalui tahapan seleksi ketat untuk menjaring talenta-talenta terbaik. Setelah terbentuknya Tim OMI, proses pendampingan materi dan pemantapan strategi dilanjutkan secara berkelanjutan hingga tahap pendaftaran peserta pada akhir Agustus.

​Saat ini, memasuki pekan pertama bulan September, intensitas bimbingan memasuki fase krusial. Pembagian jadwal pembelajaran dibagi ke dalam tiga sesi harian sebagai berikut:

Sesi I: 07.30–09.30, 

Sesi II: 10.00–12.00, dan

Sesi III: 12.15–14.00

Guna memastikan penyerapan materi berjalan optimal tanpa mengesampingkan fleksibilitas kegiatan madrasah lainnya. Para pembina secara bergiliran mengampu bimbingan sesuai spesialisasi keilmuan:

  • Kelas Sains (A): Dibina oleh Bu Fuza, Bu Yuti, Bu Lilis, dan Mas Mehdi.
  • Kelas Matematika (B): Dibina oleh Bu Bawon, Bu Lilis, dan Bu Wiwik.

​Seluruh jajaran pembina tetap berkomitmen memberikan pendampingan terbaik, bahkan di tengah padatnya agenda kegiatan seperti peringatan Maulid Nabi maupun penyesuaian jadwal pada akhir pekan.

​Keberhasilan dan kelancaran seluruh proses persiapan ini tidak terlepas dari arahan serta dukungan penuh dari Kepala Madrasah, Bapak Abd Qodir, S.Pd.I., M.Pd. Dukungan kebijakan dan motivasi dari beliau menjadi pendorong semangat bagi seluruh tim bimbingan dan para siswa untuk memberikan hasil yang maksimal.

​Dengan komitmen bersama, ikhtiar yang sungguh-sungguh, serta doa dari seluruh warga madrasah, Tim OMI optimistis mampu melangkah dengan percaya diri dan meraih prestasi terbaik pada kompetisi mendatang.

*Seleksi peserta OMJ dilakukan sejak 22-26 Agustus 2026.

*Bimbingan lomba telah terjadwal sejak tanggal 26 Agustus 2026 - sampai pelaksanaan lomba pada tanggal 7-8 September 2026.

Bimbingan lomba telah tejadwal pada 

Diberitakan oleh:

Ketua Koordinator Bidang Prestasi (MAUFUZA)

Berikut Dokumentasi tim prestasi 

Rapat bersama Kepala Madrasah, Wakasis, Wakakur dan tim Pembina OMI.

Tim Seleksi Lomba OMI









GERBANG YANG MENYAMBUT : Tentang Salam, Senyum, dan Langkah-Langkah Kecil yang Datang Mencari Ilmu

 

Oleh : Khotimah, S.Pd.I

Pernahkah terbayang apa yang terjadi di dalam hati seorang anak ketika berdiri di depan gerbang sekolah? Tangannya menggenggam tali tas erat-erat. Matanya mungkin masih mencari wajah yang familiar. Langkahnya tertahan beberapa detik sebelum akhirnya bergerak masuk. Bagi orang dewasa, gerbang mungkin hanya sebuah pintu. Dibuka setiap pagi, dilalui setiap hari, ditutup ketika sekolah usai. Namun bagi seorang anak, gerbang bisa menjadi sesuatu yang jauh lebih besar. Ia adalah perbatasan. Perbatasan antara rumah yang nyaman dan dunia sekolah yang penuh dengan hal-hal yang belum tentu bisa ia tebak.

Di rumah, ia tahu siapa yang akan menyambutnya. Di sekolah, ia akan bertemu teman-teman, pelajaran, aturan, tugas, dan berbagai pengalaman baru. Maka, melewati gerbang sekolah sesungguhnya bukan sekadar perpindahan tempat. Bagi sebagian anak, itu adalah perpindahan suasana hati. Dan di titik itulah, sambutan pagi menjadi begitu berarti.

Sebab anak-anak tidak pernah datang ke sekolah dengan hati yang benar-benar kosong. Mereka membawa sesuatu dari rumah. Ada yang membawa kegembiraan karena pagi itu dipeluk ibunya. Ada yang masih membawa kantuk. Ada yang datang dengan cerita tentang sarapan. Ada yang begitu bersemangat karena akan bertemu sahabatnya. Tetapi mungkin ada pula yang membawa sesuatu yang tidak terlihat: kesedihan, kekhawatiran, rasa takut, kekecewaan, atau sekadar hati yang sedang tidak baik-baik saja. Mereka semua melewati gerbang yang sama, namun dengan cerita yang berbeda.

Maka ketika seorang Guru berdiri di sana, tersenyum dan berkata, “Assalamu'alaikum. Selamat Pagi,” sesungguhnya yang disambut bukan hanya tubuh kecil yang membawa tas. Ada hati yang sedang datang.

Sebuah Senyum yang Berkata, “Aku Melihatmu.”

Senyum sering kali dianggap sebagai sesuatu yang kecil. Hanya beberapa detik. Hanya sebuah gerakan sederhana di wajah. Tetapi bagi seorang anak, senyum dari orang dewasa yang menyambutnya dapat membawa pesan yang jauh lebih besar: “Aku melihatmu.” “Kamu penting.” “Kamu diterima di sini.”

Bayangkan seorang anak datang dengan wajah cemberut. Ia tidak menyapa. Tidak tersenyum. Langkahnya pun berat. Yang sering kali muncul adalah keinginan untuk segera memperbaiki keadaan. “Kenapa cemberut?” “Ayo senyum!” “Sudah sekolah kok masih murung?” Padahal mungkin, anak itu tidak sedang membutuhkan nasihat. Ia hanya sedang membutuhkan waktu.

Maka mungkin, daripada memaksanya mengubah perasaan, sebuah senyum bisa diberikan terlebih dahulu. Sebuah sapaan. Sebuah tatapan hangat. Lalu biarkan ia masuk. Berikan ruang untuk menjadi dirinya sendiri sebelum perlahan kembali baik-baik saja.

Sebab tidak setiap kesedihan seorang anak harus segera dihilangkan. Terkadang, yang paling dibutuhkan hanyalah seseorang yang membuatnya tahu bahwa ia tidak harus menghadapi kesedihannya sendirian.

Ketika Senyum Menjadi Sedekah

Islam memiliki cara yang begitu indah dalam mengajarkan kebaikan. Rasulullah ﷺ bersabda:

تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ

Tabassumuka fī wajhi akhīka laka ṣadaqah.

“Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah bagimu.”

(HR. Tirmidzi)

Senyum. Tidak mahal. Tidak membutuhkan waktu lama. Tidak membutuhkan kemampuan khusus. Namun ternyata bernilai sedekah.

Maka ketika seorang Guru tersenyum menyambut anak-anak setiap pagi, dari luar mungkin tampak seperti rutinitas sederhana. Padahal bisa jadi, ia sedang menanam kebaikan yang tidak sederhana. Satu senyum untuk satu anak. Satu salam untuk satu hati. Satu sapaan untuk satu langkah kecil yang sedang dimulai.

Jika puluhan bahkan ratusan anak melewati gerbang setiap pagi, puluhan bahkan ratusan pula senyum dan salam bertebaran di sana. Barangkali, gerbang sekolah bukan hanya tempat anak-anak memasuki ruang belajar. Barangkali, gerbang itu juga menjadi tempat sedekah-sedekah kecil bertebaran setiap pagi.

Salam yang Bukan Sekadar Sapaan

Ada satu kata yang begitu akrab di telinga: Assalamu'alaikum. Karena terlalu sering mengucapkannya, terkadang maknanya menjadi terasa biasa. Padahal salam bukan sekadar sapaan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ

Afsyus-salāma bainakum.

“Sebarkanlah salam di antara kalian.”

(HR. Muslim)

Salam membawa doa keselamatan. Maka ketika seorang Guru mengucapkan, “Assalamu'alaikum, Nak,” sesungguhnya ia sedang mengatakan sesuatu yang jauh lebih dalam daripada sekadar “selamat pagi”. Seolah ada doa yang sedang dititipkan: “Semoga Allah menjagamu hari ini. Semoga langkahmu dipenuhi keselamatan. Semoga hatimu tenang dalam menuntut ilmu.”

Sebuah doa yang mungkin hanya berlangsung beberapa detik. Namun siapa tahu, doa itu menjadi bekal yang menemani langkah seorang anak sepanjang hari.

Jika salam adalah doa, maka senyum adalah wajah yang menyertai doa itu. Salam menghangatkan kata. Senyum menghangatkan suasana. Keduanya sederhana, tetapi ketika diberikan dengan ketulusan, keduanya mampu menciptakan ruang yang jauh lebih manusiawi bagi anak.

Ketika Anak Datang dengan Tangisan

Namun gerbang sekolah tidak selalu menyambut wajah-wajah ceria. Ada hari ketika seorang anak datang sambil menangis. Ada yang tidak mau melepaskan tangan ayah atau ibunya. Ada yang menunduk. Ada yang marah. Ada yang diam sepanjang perjalanan menuju kelas.

Di sinilah menjadi seorang pendidik tidak cukup hanya dengan menguasai materi pelajaran. Sebab yang datang ke hadapan seorang ustadz atau ustadzah bukan sekadar peserta didik. Mereka adalah manusia kecil dengan emosi yang sedang tumbuh.

Perasaan mereka seperti ombak. Kadang tenang. Kadang naik turun. Kadang datang begitu besar hingga mereka sendiri tidak tahu bagaimana cara mengendalikannya.

Dan tugas seorang pendidik bukan selalu menghentikan ombak itu. Terkadang, tugasnya hanya menjadi dermaga. Tempat seorang anak berhenti sejenak. Tempat ia merasa aman. Tempat ia boleh menangis tanpa segera disalahkan. Tempat ia boleh diam tanpa dipaksa bercerita.

Mungkin cukup dengan mendekat. Menatap matanya. Lalu berkata pelan, “Assalamu'alaikum. Selamat pagi, Nak. Bu Cuz di sini.” Tidak panjang. Tidak menggurui. Tetapi mungkin cukup untuk membuat seorang anak berpikir, “Aku aman.”

Tak Pernah Ada yang Tahu Apa yang Dibawa Anak dari Rumah

Tak pernah ada yang benar-benar tahu apa yang dibawa seorang anak ketika melewati gerbang sekolah. Mungkin pagi tadi ia dimarahi. Mungkin semalam ia sulit tidur. Mungkin ada sesuatu yang membuatnya takut. Mungkin ia sedang merasa tidak cukup baik. Mungkin ia sedang merindukan seseorang. Atau mungkin tidak terjadi apa-apa. Ia hanya sedang lelah.

Yang tampak hanyalah langkah kecil yang memasuki gerbang. Namun di balik langkah itu, ada dunia kecil yang tidak selalu bisa terbaca.

Karena itu, sambutan menjadi penting. Bukan untuk menyelesaikan semua masalah yang dibawa dari rumah. Bukan pula untuk memaksa anak segera bahagia. Tetapi untuk memberikan sebuah pesan sederhana: “Apa pun yang sedang kamu rasakan, kamu tetap diterima di sini.”

Gerbang Pertama Pendidikan

Sering kali pendidikan dianggap dimulai ketika Guru masuk kelas, membuka buku, lalu menyampaikan materi. Padahal mungkin pendidikan telah dimulai jauh sebelumnya. Di gerbang.

Ketika seorang Bapak Guru menyapa seorang anak. Ketika seorang Ibu Guru tersenyum kepada murid yang datang dengan wajah murung. Ketika seorang pendidik memilih menyambut daripada menghakimi.

Di sanalah anak belajar tentang adab. Tentang keramahan. Tentang menghargai orang lain. Tentang bagaimana memperlakukan seseorang yang sedang tidak baik-baik saja.

Sebab anak-anak tidak hanya belajar dari apa yang dikatakan. Mereka juga belajar dari apa yang mereka rasakan ketika berada bersama orang dewasa di sekitarnya.

Sebelum anak diminta menjadi pribadi yang ramah, biarkan ia terlebih dahulu merasakan keramahan. Sebelum diajarkan tentang kasih sayang, biarkan kasih sayang itu terlebih dahulu hadir dalam kesehariannya. Sebelum berbicara tentang akhlak, biarkan akhlak itu hidup di hadapannya.

Sebab Tak Pernah Ada yang Tahu...

Tak pernah ada yang tahu, mungkin suatu hari nanti anak-anak itu akan lupa sebagian besar pelajaran yang pernah disampaikan. Mereka mungkin lupa halaman berapa yang pernah dibaca. Lupa soal apa yang pernah dikerjakan. Lupa berapa nilai yang pernah didapatkan.

Tetapi boleh jadi mereka akan mengingat sesuatu yang jauh lebih sederhana. Wajah seorang Pak Guru yang selalu tersenyum ketika mereka datang. Suara seorang Bu Guru yang selalu berkata, “Assalamu'alaikum, selamat pagi.” Tatapan hangat yang membuat mereka merasa diterima.

Dan mungkin, bertahun-tahun kemudian, ketika mereka telah tumbuh dewasa, ketika mereka telah memiliki kehidupan dan dunia mereka sendiri, kenangan itu masih tinggal di suatu sudut hati. Kenangan tentang sebuah sekolah. Tentang gerbang. Tentang salam. Tentang senyum. Tentang seseorang yang dahulu membuat mereka merasa, “Aku diterima di sini.”

Maka esok pagi, ketika gerbang kembali dibuka, jangan anggap itu sebagai rutinitas biasa. Jangan hanya membuka gerbang. Bukalah juga pintu hati. Sambut setiap anak dengan wajah yang cerah. Tatap matanya. Ucapkan salam. Sebut namanya jika mampu.

Dan jika hari itu ia datang dengan hati yang tidak baik-baik saja, jangan buru-buru memintanya untuk menjadi baik. Barangkali cukup dengan mengatakan, “Selamat pagi, Nak. Kamu sudah datang. Alhamdulillah.”

Karena terkadang, yang dibutuhkan seorang anak bukan seseorang yang langsung memperbaiki dunianya. Ia hanya membutuhkan seseorang yang berkata, “Aku melihatmu. Aku menerimamu. Aku ada di sini.”

Dan mungkin itulah makna terdalam dari sebuah gerbang yang menyambut. Bukan sekadar pintu yang dibuka untuk tubuh-tubuh kecil yang datang mencari ilmu. Tetapi sebuah pintu yang dibuka untuk hati-hati kecil yang sedang belajar percaya kepada dunia.

Semoga setiap pagi menjadi awal yang baik. Semoga setiap salam menjadi doa. Setiap senyum menjadi sedekah. Setiap tatapan menjadi rasa aman. Dan setiap langkah kecil yang melewati gerbang menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju tumbuhnya generasi yang Berprestasi dan Berakhlakul Karimah.

Perkuat Inovasi Pendidikan, Kepala MIN 1 Pasuruan Hadiri Expo Madrasah 2026 di Kanwil Kemenag Jatim

 

SURABAYA, 1 September 2026 — Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, menghadiri secara langsung pembukaan ajang bergengsi Expo Madrasah 2026 yang berlangsung di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Timur pada Selasa (1/9).

Kehadiran pimpinan MIN 1 Pasuruan dalam kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB ini merupakan bentuk komitmen aktif sekolah dalam mendukung percepatan transformasi pendidikan Islam, digitalisasi pembelajaran, serta penguatan prestasi siswa di tingkat Jawa Timur.

Expo Madrasah 2026 menjadi panggung utama bagi madrasah se-Jawa Timur untuk menampilkan berbagai inovasi sains, hasil karya seni, hingga program unggulan berbasis kurikulum modern.

Bapak Abdul Qodir menyampaikan bahwa partisipasi dalam kegiatan ini memiliki nilai strategis untuk membawa pulang wawasan baru yang dapat diimplementasikan di lingkungan MIN 1 Pasuruan.

"Expo Madrasah 2026 bukan sekadar pameran, melainkan ajang kolaborasi dan ruang inspirasi bagi pengelola lembaga pendidikan. Melalui ajang ini, MIN 1 Pasuruan siap mengadopsi berbagai praktik baik dan terus mendorong siswa-siswi kami agar mampu bersaing di era digital tanpa kehilangan identitas keislamannya," ujar Abdul Qodir di Kanwil Kemenag Jatim, Selasa (1/9).

Melalui momentum ini, MIN 1 Pasuruan menegaskan kesiapannya untuk terus memperkuat jejaring antarlembaga dan meningkatkan mutu tata kelola pendidikan demi mencetak generasi unggul, berkarakter, dan berdaya saing tinggi.

Informasi Ringkas Kegiatan:

  • Kegiatan: Expo Madrasah 2026
  • Hari, Tanggal: Selasa, 1 September 2026
  • Waktu: 07.00 WIB – Selesai
  • Lokasi: Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Surabaya
  • Delegasi: Bapak Abdul Qodir (Kepala MIN 1 Pasuruan)

Tentang MIN 1 Pasuruan:

MIN 1 Pasuruan adalah lembaga pendidikan dasar berbasis Islam yang berkomitmen mencetak generasi cerdas, berakhlak mulia, serta siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan zaman.

Eratkan Silaturahmi dan Perkuat Sinergi, MIN 1 Pasuruan Sukses Gelar Pertemuan Paguyuban dan Pemilihan Pengurus Baru

 

PASURUAN – MIN 1 Pasuruan menggelar kegiatan pertemuan rutin sekaligus reorganisasi pengurus Paguyuban Wali Murid pada hari ini. Acara yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan ini menjadi wadah penting untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat sinergi antara pihak madrasah dan para orang tua siswa.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh pembawa acara, disambut antusias oleh seluruh wali murid dan jajaran dewan guru yang hadir.

Memasuki agenda kedua, Ketua Paguyuban periode 2025–2026 memberikan sambutan hangat. Beliau menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas kerja sama, dedikasi, serta dukungan seluruh wali murid selama satu tahun masa bakti pengurusan.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala MIN 1 Pasuruan. Dalam arahannya, beliau menekankan betapa krusialnya peran paguyuban dalam mendukung kemajuan program pendidikan dan karakter anak di madrasah. Sinergi yang solid antara madrasah dan orang tua adalah kunci utama keberhasilan belajar para siswa.

Sebagai wujud transparansi dan akuntabilitas organisasi, agenda keempat diisi dengan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dari Bendahara Paguyuban periode 2025–2026. Laporan keuangan serta rekapitulasi program kerja yang telah terlaksana dipaparkan secara rinci dan diterima dengan baik oleh seluruh peserta yang hadir.

Puncak acara ditandai dengan pemilihan pengurus Paguyuban MIN 1 Pasuruan periode 2026–2027. Melalui proses musyawarah yang demokratis dan kekeluargaan, telah disepakati struktur kepengurusan baru sebagai berikut:

          1.          Ketua Paguyuban: Bu Cici Andika (Wali Murid Kelas 3A)

          2.          Bendahara: Bu Hj. Reny (Wali Murid Kelas 5A)

          3.          Sekretaris: Bu Wulan (Wali Murid Kelas 6D)

Seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan pembacaan doa dan penutup, memohon keberkahan agar pengurus terpilih dapat menjalankan amanah dengan lancar serta membawa Paguyuban MIN 1 Pasuruan semakin solid dan berkontribusi positif bagi madrasah.