google-site-verification: googlec37f5abc404fa346.html MIN 1 PASURUAN

Rakor Internal Satker Madrasah Bersama Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kab. Pasuruan: Evaluasi Hasil OMI 2026 dan Langkah Strategis Peningkatan Prestasi


PASURUAN — Dalam upaya memperkuat tata kelola pendidikan serta meningkatkan mutu dan daya saing peserta didik di lingkungan madrasah, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Internal Satuan Kerja (Satker) Madrasah pada Kamis, 1 Oktober 2026. Pertemuan terbatas tersebut berlangsung khidmat dan penuh dinamika di Ruang Kerja Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Kemenag Kabupaten Pasuruan.

Rakor terbatas ini dihadiri oleh jajaran penting di lingkungan Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Pasuruan, termasuk para Kepala Satker Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) se-Kabupaten Pasuruan, beserta para pengawas madrasah dan staf ahli di bidang kurikulum dan kesiswaan.

Fokus Utama: Evaluasi Total Hasil OMI 2026

Agenda utama dalam koordinasi ini difokuskan pada analisis komprehensif dan evaluasi mendalam atas capaian Kontingen Kabupaten Pasuruan dalam ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026 tingkat kabupaten yang telah selesai dilaksanakan beberapa waktu lalu.

OMI merupakan tolok ukur akademik dan keagamaan paling bergengsi bagi siswa madrasah. Hasil yang diraih pada OMI 2026 menjadi bahan cerminan bersama untuk melihat sejauh mana keunggulan dan area yang masih membutuhkan perbaikan nyata pada tiap-tiap lembaga pendidikan madrasah negeri di Kabupaten Pasuruan.

Dalam forum tersebut, dipaparkan data pemetaan capaian nilai, sebaran juara pada tiap cabang perlombaan, hingga analisis kendala yang dihadapi oleh masing-masing MIN, MTsN, dan MAN selama proses persiapan hingga pelaksanaan OMI 2026.

Instruksi Tegas Kasi Pendma: Evaluasi Diri dan Program Khusus

Dalam pengarahannya, Kasi Pendma Kemenag Kabupaten Pasuruan menyampaikan arahan yang tegas dan lugas kepada seluruh Kepala Satker yang hadir. Beliau menekankan bahwa hasil OMI 2026 tidak boleh sekadar dijadikan laporan rutin bulanan, melainkan harus direspon secara responsif dan transformatif.

"Seluruh Satker—baik MIN, MTsN, maupun MAN—harus segera melakukan evaluasi diri (self-evaluation) secara menyeluruh dan jujur. Jangan berpuas diri dengan capaian yang ada, dan jangan pula berkecil hati atas hasil yang belum maksimal. Yang terpenting adalah bagaimana kita merespon hasil OMI ini dengan langkah konkret," tegas Kasi Pendma di hadapan peserta rakor.

Kasi Pendma secara khusus menginstruksikan setiap Satker untuk segera merancang dan mengeksekusi Program Khusus Peningkatan Prestasi Akademik dan Non-Akademik. Program khusus ini diharapkan memuat:

  1. Pemetaan Potensi Siswa Sejak Dini: Mengidentifikasi bakat dan keunggulan siswa sejak awal jenjang masuk madrasah melalui asesmen bakat minat yang terstruktur.
  2. Pembinaan Berkelanjutan: Membentuk Clubs of Excellence atau klinik belajar olimpiade yang dibimbing oleh guru-guru pendamping berkompeten serta melibatkan pembina eksternal profesional jika diperlukan.
  3. Penguatan Kompetensi Guru Pembimbing: Memberikan pelatihan terpadu bagi guru mata pelajaran olimpiade agar selaras dengan standar soal-soal OMI tingkat provinsi maupun nasional.
  4. Alokasi Anggaran Terarah: Mengoptimalkan anggaran operasional madrasah untuk mendukung fasilitas pembinaan, literasi digital, serta sarana-prasarana penunjang kegiatan kompetisi.

Sinergi Antar-Satker dan Tindak Lanjut

Rakor internal terbatas ini menghasilkan sejumlah komitmen bersama antar-Kepala Satker MIN, MTsN, dan MAN se-Kabupaten Pasuruan. Di antaranya adalah pembentukan konsorsium pembina olimpiade antar-madrasah negeri untuk saling berbagi pengalaman (sharing best practices), pertukaran bank soal, serta penyelenggaraan try out gabungan secara berkala.

Melalui langkah strategis dan program khusus yang disusun pasca-rakor ini, Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Pasuruan optimistis bahwa prestasi para siswa madrasah di Kabupaten Pasuruan pada ajang OMI mendatang—maupun kejuaraan tingkat provinsi dan nasional lainnya—akan mengalami peningkatan yang signifikan dan berkelanjutan.

Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh semangat pembaharuan tersebut ditutup dengan penyusunan draf timeline penyampaian dokumen rencana program khusus dari masing-masing Satker kepada Kasi Pendma sebagai bentuk akuntabilitas dan komitmen bersama.

Rapat Koordinasi Penguatan Kinerja ASN Kemenag Kab Pasuruan: ASN Harus Siap Diaudit Demi Menjaga dan Meningkatkan Kinerja


PASURUAN — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Kamis (1/10/2026). Kegiatan yang berlangsung secara khidmat dan tertib ini dipusatkan di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Pasuruan.

Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU) Kemenag Kabupaten Pasuruan dan dihadiri oleh jajaran pejabat struktural, fungsional, para Kepala Seksi (Kasi), Penyelenggara, Kepala Madrasah Negeri, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Pasuruan, serta seluruh staf ASN di lingkungan Kemenag Kabupaten Pasuruan.

Kegiatan ini digelar sebagai langkah strategis dalam mengevaluasi capaian program kerja serta memperkuat komitmen integritas, profesionalisme, dan transparansi di tubuh birokrasi Kementerian Agama, khususnya di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Penegasan Plt Kepala Kemenag: Kesiapan Audit Adalah Keharusan

Dalam sesi arahan utama, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan memberikan penekanan mendalam terkait pentingnya kesiapan setiap aparatur dalam menghadapi pengawasan, pemantauan, dan pemeriksaan akuntabilitas kerja.

Plt Kepala Kemenag menegaskan bahwa seluruh ASN Kemenag Kabupaten Pasuruan harus senantiasa siap diaudit, baik oleh pemeriksa internal maupun eksternal. Kesiapan diaudit ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban administrasi, melainkan fondasi utama dalam menjaga dan meningkatkan mutu kinerja instansi.

"ASN Kementerian Agama harus senantiasa siap diaudit kapan saja. Kesiapan diaudit adalah bukti komitmen kita terhadap transparansi, akuntabilitas, dan integritas. Audit jangan dipandang sebagai ancaman atau beban, melainkan sebagai instrumen evaluasi yang konstruktif untuk mengukur sejauh mana efektivitas, ketepatan, dan kualitas pelayanan publik yang telah kita berikan kepada masyarakat," tegas Plt Kepala Kemenag dalam arahannya.

Ia menambahkan bahwa transparansi pengelolaan anggaran, kerapian tata kelola administrasi, serta ketaatan pada regulasi merupakan tiga pilar utama yang wajib dipegang teguh oleh setiap unit kerja. Dengan keterbukaan dan kepatuhan pada aturan, kredibilitas instansi di mata publik akan terus terjaga secara berkelanjutan.

Arahan Kasubbag TU: Penguatan Manajemen Birokrasi dan Kedisiplinan

Memimpin jalannya rapat koordinasi, Kasubbag TU Kemenag Kabupaten Pasuruan menyampaikan beberapa poin krusial terkait aspek teknis operasional, peningkatan kedisiplinan, serta percepatan penyelesaian program kerja pada triwulan berjalan.

Kasubbag TU menggarisbawahi beberapa hal penting yang menjadi perhatian bersama, antara lain:

  1. Kedisiplinan dan Budaya Kerja ASN

Penegakan disiplin waktu, kehadiran, serta pemenuhan target kinerja harian dan bulanan melalui Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) wajib ditingkatkan. Setiap pegawai diharapkan bekerja berbasis indikator kinerja utama (IKU) yang terukur.

  1. Tertib Administrasi dan Dokumentasi Pertanggungjawaban

Seluruh kegiatan pelayanan, pengelolaan keuangan, dan pelaksanaan program di tingkat seksi, KUA, maupun madrasah harus didukung dengan dokumen pertanggungjawaban (SPJ) yang akurat, sah, dan akuntabel sesuai peraturan perundang-undangan.

  1. Percepatan Penyerapan Anggaran yang Berkualitas

Penyerapan anggaran harus dilaksanakan secara cermat dan proporsional tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian (prudent management), efisiensi, serta manfaat nyata bagi masyarakat penerima layanan.

  1. Digitalisasi Pelayanan Publik

Mendorong optimalisasi pemanfaatan sistem informasi digital terintegrasi guna memangkas birokrasi, mempercepat respons pelayanan, serta meminimalisasi potensi penyimpangan.

Poin-Poin Strategis Penguatan Kinerja ASN Kemenag Pasuruan

Rapat koordinasi yang berlangsung dinamis ini juga menghasilkan sejumlah kesepakatan dan langkah tindak lanjut bagi seluruh unit satuan kerja di lingkungan Kemenag Kabupaten Pasuruan:

  • Sistem Pengawasan Internal yang Berkelanjutan: Pimpinan unit kerja mengintensifkan pengawasan melekat (waskat) di lini masing-masing sebagai deteksi dini (early warning system) terhadap potensi kendala administrasi maupun operasional.
  • Peningkatan Mutu Layanan Keagamaan dan Pendidikan: Memastikan pelayanan nikah di KUA, pelayanan haji dan umrah, serta tata kelola pendidikan di madrasah dan pondok pesantren berjalan ramah, cepat, dan transparan.
  • Komitmen Zona Integritas (ZI): Memperkuat upaya mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan Kantor Kemenag Kabupaten Pasuruan.

Sinergi dan Komitmen Bersama

Kegiatan rapat koordinasi ini ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif antara jimpinan dan para peserta rapat. Berbagai masukan, kendala lapangan, serta usulan solusi didiskusikan secara terbuka untuk mencari titik temu penyelesaian yang efektif.

Seluruh peserta yang hadir menyatakan kesiapan dan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh arahan yang telah diberikan. Melalui kegiatan penguatan kinerja ini, Kemenag Kabupaten Pasuruan optimistis mampu terus meningkatkan kualitas pengabdian, memperkokoh kepercayaan publik, serta menghadirkan pelayanan keagamaan terbaik bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Pasuruan.

 

Tingkatkan Jiwa Nasionalisme, Kepala MIN 1 Pasuruan Hadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Kantor Kemenag Kabupaten Pasuruan


PASURUAN, 1 OKTOBER 2026 — Dalam upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan, memperkokoh persatuan, serta merawat ingatan kolektif bangsa terhadap pilar ideologi negara, Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan menghadiri Upacara Bendera memperingati Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026. Kegiatan hikmat tersebut dilangsungkan pada Kamis pagi, 1 Oktober 2026, bertempat di halaman utama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan.

Upacara peringatan yang mengusung semangat peneguhan ideology dan pemantapan jiwa nasionalisme di lingkungan aparatur sipil negara (ASN) maupun jajaran pendidikan keagamaan ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai unsur. Hadir di antaranya Pejabat Struktural dan Fungsional di lingkungan Kantor Kemenag Kabupaten Pasuruan, Para Kepala Seksi (Kasi) dan Penyelenggara, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Pasuruan, Pengawas Madrasah dan Sekolah, Kepala Madrasah Negeri dan Swasta, serta segenap pegawai dan staf di lingkungan Kemenag Kabupaten Pasuruan.

Bertindak selaku Inspektur Upacara pada kesempatan tersebut adalah Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan. Dengan kepemimpinan barisan yang sigap dan penuh kedisiplinan, pelaksanaan upacara berjalan dengan tertib, khidmat, serta sarat akan makna sejarah dan perjuangan.

Menggali Makna Hari Kesaktian Pancasila

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh setiap tanggal 1 Oktober merupakan momen krusial bagi seluruh masyarakat Indonesia, tidak terkecuali bagi keluarga besar Kementerian Agama. Peringatan ini merupakan bentuk penghormatan mendalam kepada para pahlawan revolusi yang gugur dalam mempertahankan keutuhan NKRI dan keluhuran Pancasila sebagai dasar negara dari ancaman ideologi lain yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur bangsa.

Rangkaian upacara diawali dengan penghormatan umum kepada Inspektur Upacara, dilanjutkan dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Seluruh peserta berdiri tegak dalam sikap sempurna, mencerminkan rasa hormat dan kebanggaan yang mendalam sebagai bagian dari Bangsa Indonesia.

Suasana semakin hening dan haru ketika Inspektur Upacara memimpin pembacaan teks Pancasila yang diikuti secara serentak oleh seluruh peserta upacara. Gema pembacaan Pancasila di halaman Kantor Kemenag Kabupaten Pasuruan seolah menegaskan kembali komitmen kolektif untuk menjadikan Pancasila tidak sekadar sebagai dokumen sejarah atau susunan kata, melainkan sebagai panduan hidup bertoleransi, beragama, dan berbangsa.

Setelah pembacaan Pancasila, acara dilanjutkan dengan pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta pembacaan Naskah Ikrar Kesaktian Pancasila. Naskah ikrar tersebut menegaskan kembali kesadaran bersama bahwa sejak diproklamasikan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, telah banyak rongrongan baik dari dalam maupun luar negeri terhadap NKRI. Rongrongan tersebut dimungkinkan karena kelalaian dan kewaspadaan bangsa yang terabaikan, namun dengan semangat kebersamaan yang dilandasi oleh nilai-nilai luhur Pancasila, bangsa Indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya NKRI.

Amanat Inspektur Upacara: Menjaga Ideologi dan Nilai Moderasi Beragama

Dalam amanatnya, Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan menegaskan pentingnya momentum Hari Kesaktian Pancasila untuk memperkuat rasa cinta tanah air dan dedikasi terhadap bangsa, khususnya bagi jajaran aparatur di lingkungan Kementerian Agama.

"Pancasila adalah benteng utama keutuhan bangsa. Sebagai aparatur sipil negara di bawah naungan Kementerian Agama, kita memiliki tanggung jawab ganda: tidak hanya menjaga integrasi nasional, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam merawat toleransi dan moderasi beragama di tengah masyarakat," ujar Plt. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pasuruan di hadapan seluruh peserta upacara.

Beliau juga menambahkan bahwa kebhinekaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia adalah anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang harus dijaga dengan asas-asas Pancasila. Keberagaman suku, agama, ras, dan antar-golongan bukan menjadi penghalang untuk bersatu, melainkan kekuatan untuk membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih gemilang.

"Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sangat sejalan dengan ajaran agama. Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, menjadi landasan moral utama bagi kita semua. Oleh karena itu, tidak ada pertentangan antara menjadi seorang yang religius dan menjadi seorang patriot yang Pancasilais. Keduanya saling melengkapi dan menguatkan," tegasnya.

Di akhir amanatnya, beliau mengajak seluruh kepala madrasah dan pendidik untuk mentransformasikan semangat Kesaktian Pancasila ke dalam ekosistem pendidikan di madrasah masing-masing. Generasi muda yang berada di madrasah harus dibekali dengan ilmu pengetahuan yang luas, akhlakul karimah, serta jiwa nasionalisme yang kokoh agar tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham radikalisme maupun ideologi yang merusak persatuan.

Komitmen Kepala MIN 1 Pasuruan dalam Menguatkan Jiwa Nasionalisme

Kehadiran Kepala MIN 1 Pasuruan dalam upacara ini merupakan wujud komitmen nyata dan kepedulian pimpinan madrasah terhadap penguatan karakter kebangsaan di lingkungan madrasah yang dipimpinnya. Ditemui seusai pelaksanaan upacara, Kepala MIN 1 Pasuruan menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas terselenggaranya upacara Hari Kesaktian Pancasila yang berjalan dengan sangat hikmat tersebut.

Kepala MIN 1 Pasuruan menekankan bahwa penanaman jiwa nasionalisme pada peserta didik di tingkat dasar (MI) adalah fondasi awal yang sangat menentukan masa depan bangsa. Menurutnya, anak-anak usia sekolah dasar berada pada fase emas untuk menyerap nilai-nilai karakter, kebaikan, dan kecintaan pada tanah air.

"Kehadiran kami dalam upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan bentuk penyegaran komitmen moral dan ideologis. Apa yang kita resapi dan hayati dalam upacara hari ini akan kami bawa pulang ke madrasah untuk ditularkan kepada segenap dewan guru, staf, dan khususnya anak-anak didik kami di MIN 1 Pasuruan," ungkap Kepala MIN 1 Pasuruan.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa MIN 1 Pasuruan terus berupaya mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler di madrasah. Melalui pembelajaran kontekstual, kegiatan pembiasaan pagi, upacara bendera mingguan, serta Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil Alamin (P5RA), siswa diajarkan untuk memahami dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

"Di MIN 1 Pasuruan, kami memandang Pancasila sebagai falsafah hidup yang memandu interaksi sehari-hari. Kami mengajarkan anak-anak untuk saling menghormati perbedaan, bekerja sama dalam kebaikan, bersikap jujur, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Inilah wujud konkret dari pengamalan Pancasila di tingkat dasar," tambahnya.

Peran Strategis Madrasah dalam Mengawal Karakter Bangsa

Sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam negeri unggulan di Kabupaten Pasuruan, MIN 1 Pasuruan memiliki peran strategis dalam mencetak generasi penerus yang cemerlang secara akademis sekaligus kokoh secara spiritual dan nasionalisme.

Pendidikan madrasah saat ini telah mengalami transformasi pesat. Madrasah tidak lagi dipandang hanya menguji pembelajaran keagamaan semata, tetapi juga menjadi pusat keunggulan sains, teknologi, dan karakter kebangsaan. Integrasi antara nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan menjadi ciri khas utama yang terus diperkuat.

Kepala MIN 1 Pasuruan menegaskan bahwa di tengah era globalisasi dan kencangnya arus informasi digital, tantangan menjaga moral dan nasionalisme generasi muda semakin kompleks. Anak-anak dengan mudah terpapar oleh berbagai budaya luar dan pandangan hidup yang belum tentu sesuai dengan kepribadian bangsa.

"Di sinilah pentingnya peran pendidik di madrasah. Kita bertindak sebagai filter sekaligus pembimbing. Kita harus mampu menjelaskan kepada siswa bahwa Pancasila adalah kesepakatan luhur para pendiri bangsa (kalimatun sawa'), yang di dalamnya terdapat kontribusi besar para ulama dan tokoh-tokoh Islam Indonesia. Mempertahankan Pancasila berarti juga menghormati warisan para ulama pejuang kemerdekaan," jelas Kepala MIN 1 Pasuruan.

Jalannya Upacara dan Kebersamaan ASN Kemenag Pasuruan

Pelaksanaan upacara yang dimulai tepat pukul 07.30 WIB tersebut berlangsung dalam kondisi cuaca yang cerah. Seluruh peserta upacara tampak mengenakan pakaian seragam resmi yang rapi sesuai petunjuk pelaksanaan dari Kementerian Agama Pusat.

Susunan acara upacara Hari Kesaktian Pancasila tahun 2026 di Halaman Kantor Kemenag Kabupaten Pasuruan meliputi:

  1. Persiapan Barisan: Pemimpin upacara memasuki lapangan upacara dan menyiapkan barisan.
  2. Penghormatan Kebesaran: Inspektur upacara memasuki mimbar upacara diikuti penghormatan umum.
  3. Laporan Pemimpin Upacara: Pemimpin upacara melapor kepada Inspektur Upacara bahwa upacara siap dimulai.
  4. Pengibaran Sang Merah Putih: Pengibaran bendera diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.
  5. Mengheningkan Cipta: Dipimpin oleh Inspektur Upacara untuk mengenang jasa para Pahlawan Revolusi dan pejuang bangsa.
  6. Pembacaan Teks Pancasila: Dibacakan oleh Inspektur Upacara dan ditirukan oleh seluruh peserta upacara.
  7. Pembacaan Naskah Pembukaan UUD 1945.
  8. Pembacaan Naskah Ikrar Hari Kesaktian Pancasila.
  9. Amanat Inspektur Upacara.
  10. Pembacaan Doa: Doa dipimpin oleh petugas dengan memohon keselamatan bangsa, keberkahan bagi para pemimpin, serta keteguhan hati seluruh rakyat dalam menjaga NKRI.
  11. Laporan dan Penghormatan Akhir: Pemimpin upacara melapor bahwa upacara telah selesai, dilanjutkan penghormatan akhir kepada Inspektur Upacara.

Setiap tahapan upacara berjalan sangat tertib dan penuh khidmat. Suasana haru dan bangga menyelimuti lapangan saat doa bersama dilantunkan, memohon agar Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, kemakmuran, dan perlindungan dari segala bentuk perpecahan.

Harapan dan Langkah Konkret Pasca Upacara

Setelah upacara selesai dibubarkan, momen tersebut dimanfaatkan oleh para pejabat dan kepala madrasah untuk saling bersilaturahmi, berfoto bersama, serta berdiskusi singkat mengenai langkah-langkah strategis pengembangan pendidikan agama dan keagamaan di Kabupaten Pasuruan.

Kepala MIN 1 Pasuruan menyampaikan beberapa rencana tindak lanjut yang akan dilaksanakan di lingkungan MIN 1 Pasuruan sebagai bagian dari peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2026 ini, di antaranya:

  • Penyelenggaraan Pekan Literasi Pancasila: Mendorong para siswa untuk membaca dan membuat karya tulis sederhana, puisi, atau menggambar bertema pahlawan dan Pancasila.
  • Penguatan Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka: Mengoptimalkan Gerakan Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kepemimpinan berjiwa Pancasila.
  • Refleksi Bersama Dewan Guru: Mengadakan rapat koordinasi internal guna menyelaraskan pembelajaran berbasis karakter kebangsaan di setiap mata pelajaran.
  • Pemberian Penghargaan Siswa Berprestasi dan Berkarakter: Memberikan apresiasi kepada siswa-siswi yang menunjukkan sikap toleransi, gotong royong, dan kedisiplinan tinggi di lingkungan madrasah.

Dengan semangat Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 ini, keluarga besar MIN 1 Pasuruan berkomitmen untuk terus bergerak maju, mencetak generasi mulia yang cerdas, berakhlak terpuji, dan berjiwa nasionalis sejati demi kejayaan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Perkuat Akselerasi Kinerja dan Integritas: Kemenag Kab. Pasuruan Gelar Penandatanganan Perkin Revisi 2026 dan Pembinaan ASN

PASURUAN — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan menyelenggarakan agenda krusial penandatanganan Perjanjian Kinerja (Perkin) Revisi Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN). Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 1 Oktober 2026 ini dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan dan bertempat di aula utama kantor setempat.

Dimulai tepat pukul 08.00 WIB, acara ini menjadi tonggak penting dalam menegaskan kembali komitmen, loyalitas, serta transparansi tata kelola birokrasi di lingkungan Kemenag Kabupaten Pasuruan. Penyesuaian dokumen perjanjian kinerja ini dilakukan guna merespons dinamika capaian target, percepatan serapan anggaran, serta penyelarasan program strategis kementerian di triwulan akhir tahun 2026.

Kegiatan bernilai strategis ini dihadiri oleh jajaran pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Kemenag Kabupaten Pasuruan, antara lain:

  1. Plt. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pasuruan
  2. Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU)
  3. Para Kepala Seksi (Kasi)
  4. Para Penyelenggara
  5. Para Kepala Madrasah Negeri se-Kabupaten Pasuruan
  6. Para Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Pasuruan

Penyelarasan Target dan Komitmen Kinerja 2026


Prosesi penandatanganan Perjanjian Kinerja Revisi 2026 menjadi pembuka rangkaian agenda. Penandatanganan ini bukan sekadar rutinitas administratif belaka, melainkan bentuk ikrar moral dan hukum para pimpinan unit kerja terhadap capaian indikator kinerja utama (IKU) yang telah disepakati.

Dalam sambutan penjelasannya, Plt. Kepala Kemenag Kabupaten Pasuruan menegaskan bahwa revisi Perkin merupakan langkah adaptif yang mutlak diperlukan untuk memastikan seluruh program kerja tetap berada di jalur (on-track). Penyesuaian target kinerja ini memperhitungkan alokasi anggaran terkini, efisiensi operasional, serta pemenuhan target layanan publik berbasis digital.

"Perjanjian Kinerja Revisi Tahun 2026 ini adalah tolok ukur akuntabilitas kita kepada publik dan negara. Setiap angka dan target yang tertuang di dalamnya menuntut tanggung jawab penuh, kerja keras, serta komitmen tanpa kompromi dari seluruh pimpinan unit kerja," ujar Plt. Kepala Kemenag Kabupaten Pasuruan di hadapan peserta.

Penandatanganan dilakukan secara bergantian oleh Kasubbag TU, para Kepala Seksi, Penyelenggara, perwakilan Kepala Madrasah Negeri, serta perwakilan Kepala KUA, yang disaksikan secara langsung oleh Plt. Kepala Kantor.

Pembinaan ASN: Fokus pada Profesionalisme dan Pelayanan Publik

Usai prosesi penandatanganan Perkin Revisi 2026, agenda dilanjutkan dengan Pembinaan ASN secara menyeluruh. Dalam pengarahannya, Plt. Kepala Kemenag Kabupaten Pasuruan menyoroti beberapa pilar utama yang harus dipegang teguh oleh seluruh ASN Kementerian Agama, terutama di tingkat satuan kerja, madrasah, dan KUA.

1. Peningkatan Nilai Core Values "BerAKHLAK"

Seluruh ASN diingatkan untuk senantiasa menginternalisasi nilai-nilai BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Pelayanan prima kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama tanpa membeda-bedakan latar belakang.

2. Penguatan Moderasi Beragama

Sebagai garda terdepan Kementerian Agama, para Kepala KUA dan Kepala Madrasah diminta untuk konsisten mengawal program prioritas penguatan moderasi beragama. KUA tidak hanya berfungsi sebagai tempat pencatatan pernikahan, melainkan pusat edukasi keagamaan dan perekat kerukunan sosial di tengah masyarakat Kabupaten Pasuruan.

3. Transformasi Digital dan Layanan Efisien

Menghadapi era digitalisasi, Kemenag Kabupaten Pasuruan terus mendorong pemanfaatan sistem informasi terpadu. Kepala Madrasah Negeri dan Kepala KUA diinstruksikan untuk mengoptimalkan layanan berbasis teknologi guna memangkas birokrasi, meningkatkan efisiensi, dan menutup celah potensi penyimpangan atau pungutan liar.

4. Kedisiplinan dan Akuntabilitas Anggaran

Mendekati akhir tahun anggaran 2026, ketepatan waktu dalam realisasi anggaran menjadi perhatian serius. Seluruh seksi dan unit kerja diminta melakukan inventarisasi program yang belum terlaksana agar penyerapan anggaran dapat berjalan optimal, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Sinergi Madrasah dan KUA sebagai Garda Terdepan

Kehadiran para Kepala Madrasah Negeri dan Kepala KUA memberikan bobot tersendiri dalam kegiatan pembinaan ini. Sebagai pimpinan unit kerja yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan peserta didik, peran mereka sangat krusial dalam membangun citra positif Kementerian Agama.

Kasubbag TU Kemenag Kabupaten Pasuruan dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan pentingnya koordinasi yang solid antara kantor pusat kabupaten dengan unit pelaksana teknis di lapangan. Menurutnya, keberhasilan ketercapaian target Perkin sangat bergantung pada komunikasi yang lancar dan kolaborasi antar-seksi.

"Kepala KUA di kecamatan dan Kepala Madrasah Negeri di lingkungan sekolah adalah ujung tombak kita. Ketika performa di KUA dan madrasah meningkat, maka capaian indeks kepuasan masyarakat terhadap Kemenag Kabupaten Pasuruan secara keseluruhan otomatis ikut terangkat," tegas Kasubbag TU.

Komitmen Bersama Menuju WBBK dan WBBM

Agenda penandatanganan Perkin Revisi dan Pembinaan ASN ini sekaligus mempertegas langkah Kemenag Kabupaten Pasuruan menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Seluruh pejabat yang hadir menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti arahan dan pendelegasian tugas yang telah disepakati.

Suasana kegiatan berlangsung khidmat, lancar, dan penuh kedisiplinan. Kegiatan pembinaan diakhiri dengan pembacaan doa bersama dan sesi foto bersama seluruh jajaran pejabat struktur dan pimpinan unit kerja.

Dengan dilaksanakannya agenda ini, Kemenag Kabupaten Pasuruan optimistis mampu menuntaskan seluruh target program kerja tahun 2026 dengan hasil memuaskan, transparan, serta memberikan dampak nyata bagi kualitas pelayanan keagamaan dan pendidikan Islam di Kabupaten Pasuruan.

Penyelarasan Perkin MIN 1 Pasuruan Tuntas, Siapkan Langkah Strategis Peningkatan Kinerja Madrasah

PASURUAN – Bertempat di Ruang Pimpinan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan, seluruh jajaran pimpinan dan tim penyusun kinerja menggelar rapat penting pembahasan hasil penyelarasan Perjanjian Kinerja (Perkin) pada Rabu, 30 September 2026. Rapat yang dimulai tepat pukul 11.00 WIB ini berlangsung secara intensif dan dipimpin langsung oleh Kepala MIN 1 Pasuruan.

Pertemuan tersebut diselenggarakan guna menindaklanjuti program penyelarasan Perkin yang telah disusun sebelumnya. Agenda utama pembahasannya adalah mengoreksi, menyinkronkan, serta mengesahkan target-target kinerja madrasah agar senada dengan arah kebijakan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan serta Kementerian Agama Pusat. Penyelarasan ini bertujuan memastikan seluruh indikator kinerja utama dapat terukur secara akurat dan diimplementasikan secara terstruktur.

Dalam arahannya di depan jajaran pimpinan, Kepala MIN 1 Pasuruan menegaskan pentingnya penyelarasan Perkin sebagai acuan mutlak jalannya roda organisasi dan peningkatan mutu pendidikan madrasah. Perkin bukan sekadar dokumen administratif rutin, melainkan komitmen nyata seluruh lini dalam mencapai target-target prioritas tahun berjalan.

"Penyelarasan ini sangat krusial agar tidak ada ketimpangan antara program kerja madrasah dengan target besar Kementerian Agama. Melalui sinkronisasi ini, kita dapat memetakan kekuatan, potensi tantangan, serta memastikan setiap seksi dan lini di MIN 1 Pasuruan bergerak pada irama yang sama," tegas Kepala Madrasah dalam rapat tersebut.

Pembahasan hasil penyelarasan mencakup berbagai aspek vital, mulai dari peningkatan mutu pembelajaran digital, pencapaian prestasi akademik dan non-akademik siswa, penguatan tata kelola administrasi keuangan yang transparan, hingga program pengembangan kompetensi berkelanjutan bagi para guru dan tenaga kependidikan. Tim penyusun memaparkan rincian indikator serta target kuantitatif maupun kualitatif yang siap direalisasikan.

Rapat pembahasan yang berlangsung hangat dan produktif ini ditutup menjelang waktu makan siang dengan dihasilkannya rumusan final Perjanjian Kinerja MIN 1 Pasuruan. Dokumen akhir ini nantinya akan menjadi standar penilaian pencapaian kerja serta dasar evaluasi periodik madrasah.

Dengan tuntasnya penyelarasan Perkin ini, MIN 1 Pasuruan optimistis mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara berkelanjutan, menghadirkan inovasi pembelajaran unggulan, serta memperkokoh posisinya sebagai salah satu madrasah ibtidaiyah percontohan yang tangguh dan berprestasi di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Tingkatkan Profesionalisme Kepala MI se-Kabupaten Pasuruan, Kepala MIN 1 Hadiri Bimtek Peningkatan Mutu Madrasah


TRAWAS, PASURUAN – Dalam upaya mewujudkan tata kelola pendidikan madrasah yang modern dan berdaya saing tinggi, Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Pasuruan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Mutu Kepala MI Se-Kabupaten Pasuruan. Kegiatan intensif ini berlangsung selama dua hari, Selasa hingga Rabu (29–30 September 2026), bertempat di Hotel Grand Whiz Trawas, Mojokerto.

Kehadiran jajaran pimpinan Kementerian Agama serta seluruh Kepala MI se-Kabupaten Pasuruan—termasuk Kepala MIN 1 Pasuruan—menjadikan forum ini sebagai pijakan strategis dalam memperkuat kompetensi kepemimpinan dan profesionalisme manajerial madrasah di era digital.

Pembukaan dan Komitmen Peningkatan Mutu Madrasah

Acara bimtek dibuka secara resmi pada Selasa pagi (29/09/2026). Hadir mewakili Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan, Kasubbag TU Kantor Kemenag Kabupaten Pasuruan menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya adaptasi para kepala madrasah terhadap perkembangan zaman.

"Kepala madrasah tidak lagi hanya berperan sebagai pengelola administrasi, melainkan harus bertindak sebagai penggerak utama (engine of change) yang mampu membawa inovasi, meningkatkan mutu akademik, serta membangun karakter peserta didik secara berkelanjutan," tegas Kasubbag TU dalam pembukaan.

Turut hadir memberikan arahan, Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Pasuruan yang menggarisbawahi pentingnya keterpaduan visi antara kebijakan Kementerian Agama dan eksekusi operasional di tingkat madrasah. Dukungan penuh juga ditunjukkan oleh Pengurus KKMI Kabupaten Pasuruan yang memfasilitasi jalannya forum sebagai wadah konsolidasi dan sinergi antar-kepala madrasah ibtidaiyah.

Fokus Materi: Digitalisasi dan Kepemimpinan Transformatif

Untuk membedah tantangan manajemen madrasah masa kini, panitia menghadirkan pakar dan narasumber kompeten dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya. Dua sajian materi utama menjadi sorotan utama peserta selama dua hari pelaksanaan.

1. Blueprint Kepemimpinan Madrasah Digital (Dr. H. Sholehuddin)

Dalam paparan utamanya, Dr. H. Sholehuddin menegaskan bahwa transformasi digital di madrasah bukan sekadar pengadaan perangkat komputer atau penggunaan aplikasi belajar, melainkan integrasi budaya digital dalam seluruh ekosistem pembelajaran dan manajemen. Beliau memaparkan Blue Print Kepemimpinan Madrasah Digital yang mencakup:

  • Digital Mindset: Membangun pola pikir berbasis data (data-driven decision making) di lingkungan pendidik.
  • Integrasi Kurikulum & Teknologi: Pemanfaatan platform digital untuk pembelajaran interaktif dan evaluasi terukur.
  • Keamanan & Etika Digital: Menyiapkan infrastruktur informasi yang aman serta literasi digital bagi guru dan siswa.

2. Kepemimpinan Transformatif Kepala Madrasah (Siti Zubaidah, M.Pd.I)

Materi kedua yang tidak kalah krusial disampaikan oleh Siti Zubaidah, M.Pd.I. Beliau menyoroti peran kepala madrasah sebagai transformational leader yang mampu menginspirasi dan menggerakkan seluruh warga madrasah. Unsur-unsur kunci yang dibahas meliputi:

  • Visi Komunikatif: Mampu mengartikulasikan tujuan madrasah secara jelas sehingga didukung penuh oleh guru, staf, dan komite.
  • Keteladanan & Empati: Mendorong potensi guru melalui bimbingan, apresiasi, serta iklim kerja yang kondusif.
  • Inovasi Berkelanjutan: Berani keluar dari zona nyaman untuk menciptakan terobosan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21.

Partisipasi Aktif Kepala MIN 1 Pasuruan

Keikutsertaan Kepala MIN 1 Pasuruan dalam Bimtek ini menjadi bukti komitmen nyata sekolah dalam menjaga standar kualitas pendidikan negeri di Kabupaten Pasuruan. Ditemui di sela-sela kegiatan, Kepala MIN 1 Pasuruan menyatakan bahwa materi yang didapatkan sangat relevan untuk segera diimplementasikan di lingkungan MIN 1 Pasuruan.

"Penyusunan blueprint digital dan gaya kepemimpinan transformatif adalah dua aspek kunci yang sangat kami butuhkan saat ini. Hasil dari Bimtek ini akan langsung kami tindak lanjuti melalui perumusan program kerja madrasah yang berbasis digitalisasi serta penguatan kapasitas pendidik di MIN 1 Pasuruan," ungkapnya.

Harapan dan Dampak Jangka Panjang

Melalui Bimtek yang berlangsung padat dan interaktif selama dua hari di Trawas ini, KKMI Kabupaten Pasuruan berharap seluruh Kepala MI memiliki acuan standar yang jelas dalam memimpin lembaganya masing-masing. Sinergi antara kebijakan Kemenag, pembekalan akademis BDK Surabaya, serta semangat kolaborasi antar-kepala madrasah diharapkan mampu membawa Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Pasuruan semakin unggul, berprestasi, dan siap menjawab tantangan zaman.

Dukung Akselerasi Program Kemenag, MIN 1 Pasuruan Hadiri Penyelarasan Target Kinerja RENSTRA 2025–2029



Pasuruan, 30 September 2026 MIN 1 Pasuruan — Manajemen Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan menegaskan komitmennya dalam mendukung akselerasi program kerja strategis Kementerian Agama. Langkah ini dibuktikan dengan hadirnya Kepala MIN 1 Pasuruan beserta Bendahara Madrasah dalam perhelatan penting Giat Penyelarasan Target Kinerja Rencana Strategis (RENSTRA) 2025–2029 yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan.

Kegiatan tingkat kabupaten yang bertempat di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Pasuruan tersebut dihadiri oleh segenap jajaran pejabat struktural, kepala satker, serta pengelola keuangan di lingkungan Kemenag Kabupaten Pasuruan. Agenda utama dari forum ini adalah menyelaraskan, memetakan, dan memfokuskan visi serta program kerja agar selaras dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) Kemenag RI untuk lima tahun ke depan.

Sinergi dan Komitmen Bersama Demi Kualitas Pendidikan

Kehadiran langsung Kamad MIN 1 Pasuruan bersama Bendahara Madrasah menjadi simbol penting kepemimpinan yang progresif dan transparan. Dalam pengelolaan lembaga pendidikan berbasis Islam modern, integrasi antara perencanaan program dan pengelolaan anggaran adalah dua kunci utama tercapainya tata kelola yang baik (good governance).

Dalam pembukaan acara, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan menyampaikan arahan tegas mengenai pentingnya penyusunan target kinerja yang tidak hanya bersiat administratif, tetapi juga berdampak nyata (outcomes-oriented). Setiap satuan kerja, termasuk madrasah negeri, dituntut untuk mampu merumuskan langkah-langkah konkret yang responsif terhadap dinamika zaman, digitalisasi pendidikan, serta peningkatan mutu lulusan.

Kamad MIN 1 Pasuruan menyampaikan bahwa keikutsertaan madrasahnya dalam kegiatan ini merupakan wujud kesiapan MIN 1 Pasuruan untuk bertransformasi serta menjawab tantangan pendidikan di era global.

"Penyelarasan RENSTRA 2025–2029 ini menjadi kompas bagi kami di MIN 1 Pasuruan. Semua program unggulan, mulai dari pengembangan akademik, pembinaan karakter, hingga digitalisasi pembelajaran harus memiliki korelasi langsung dengan target strategis Kemenag. Kehadiran bendahara bersama kami juga memastikan bahwa setiap rupiah anggaran yang kita rancang benar-benar efektif dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Kamad di sela-sela kegiatan.

Penguatan Akuntabilitas Keuangan Madrasah

Peran Bendahara MIN 1 Pasuruan dalam giat ini tak kalah krusial. Dalam sesi penyelarasan, pengelola keuangan mendapatkan pengarahan mendalam terkait efisiensi anggaran, pengalokasian dana berbasis output, serta kepatuhan terhadap regulasi keuangan negara yang berlaku.

Dengan pendampingan penyelarasan ini, Bendahara MIN 1 Pasuruan bersama tim perencana madrasah dapat merancang Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah (RKAM) berbasis elektronik secara lebih terukur. Penyelarasan antara program kerja kepala madrasah dan skema penganggaran oleh bendahara akan meminimalisasi hambatan eksekusi program di masa mendatang.

Bendahara MIN 1 Pasuruan mengungkapkan bahwa pemahaman mendalam atas target RENSTRA 2025–2029 sangat mempermudah pemetaan skala prioritas pengeluaran madrasah.

"Setiap alokasi dana, baik yang bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) maupun DIPA Kemenag, harus mengacu pada indikator kinerja yang telah disepakati bersama. Melalui giat ini, kami mendapatkan gambaran jernih bagaimana memformulasi alokasi anggaran agar tepat sasaran dan berdaya guna," jelasnya.

Fokus Strategis MIN 1 Pasuruan Era 2025–2029

Merujuk pada draft dan pedoman RENSTRA Kemenag 2025–2029, MIN 1 Pasuruan menetapkan beberapa pilar utama transformasi yang akan diakselerasi dalam kurun waktu lima tahun mendatang:

Digitalisasi Pengajaran dan Layanan Administrasi: Memperkuat infrastruktur berbasis teknologi informasi untuk menciptakan ruang kelas pintar (smart classroom) serta efisiensi tata kelola madrasah.

Peningkatan Mutu Tenaga Pendidik: Mengakselerasi pelatihan berkelanjutan bagi para guru guna meningkatkan kompetensi pedagogik, inklusivitas, serta literasi digital.

Penguatan Moderasi Beragama dan Karakter: Mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama, akhlakul karimah, dan nasionalisme ke dalam kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.

Peningkatan Prestasi Akademik dan Non-Akademik: Mendorong peserta didik untuk aktif berkompetisi di tingkat regional, nasional, hingga internasional.

Transparansi dan Manajemen Berbasis Terbuka: Mewujudkan tata kelola keuangan dan administrasi yang akuntabel, transparan, dan partisipatif.

Diskusi Interaktif dan Penyusunan Matriks Kinerja

Giat yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari tersebut diisi dengan berbagai materi teknis, penyampaian pokok-pokok kebijakan strategis, serta sesi diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion). Para peserta diajak menganalisis capaian kinerja periode sebelumnya sebagai bahan evaluasi untuk menyusun matriks target kinerja lima tahun ke depan.

Delegasi MIN 1 Pasuruan berpartisipasi aktif dalam sesi konsultasi dan penyelarasan draft proposal target kinerja. Diskusi yang hangat dan konstruktif terjadi antara pengelola madrasah dengan tim perencana Kantor Kemenag Kabupaten Pasuruan. Penyesuaian-penyesuaian teknis dilakukan secara langsung untuk memastikan kualifikasi indikator kinerja yang dibuat memenuhi kriteria SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, and Time-bound).

Harapan dan Langkah Lanjutan

Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ini, MIN 1 Pasuruan optimis mampu melangkah mantap memasuki periode perencanaan 2025–2029. Sinkronisasi antara visi Kementerian Agama dan implementasi di tingkat madrasah diharapkan dapat membawa perbaikan kualitas secara berkelanjutan.

Langkah selanjutnya yang akan diambil oleh manajemen MIN 1 Pasuruan sekembalinya dari giat ini adalah menggelar rapat internal bersama seluruh dewan guru dan staf kependidikan. Hasil dari penyelarasan RENSTRA 2025–2029 di tingkat kabupaten ini akan disosialisasikan dan diturunkan menjadi rencana aksi tahunan madrasah.

Dengan semangat kebersamaan, kepemimpinan yang visioner, serta tata kelola keuangan yang akuntabel, MIN 1 Pasuruan siap meneguhkan posisinya sebagai lembaga pendidikan dasar Islam unggulan di Kabupaten Pasuruan yang mencetak generasi cerdas, berakhlaq mulia, dan berdaya saing tinggi.

Penjaringan Kelas Olimpiade Tahap 1 MIN 1 Pasuruan Berjalan Sukses




PASURUAN – Dalam rangka mencetak generasi berprestasi dan menyiapkan bibit-bibit unggul di bidang akademis, MIN 1 Pasuruan resmi menggelar kegiatan Seleksi Penjaringan Kelas Olimpiade Tahap 1 pada hari Senin, 28 September 2026. Kegiatan seleksi awal ini ditujukan bagi seluruh siswa kelas 3 dan 4 dan berjalan dengan tertib, lancar, serta penuh antusiasme.

​Pelaksanaan penjaringan ini mengacu pada arahan Kepala Madrasah (Kamad) MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd., yang menekankan pentingnya pembinaan prestasi sejak dini guna mengantarkan siswa-siswi menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi.

​Suksesnya penyelenggaraan Tahap 1 ini tidak lepas dari sinergi yang solid antara Tim Koordinator Prestasi dengan para wali kelas. Dukungan penuh ditunjukkan oleh seluruh Wali Kelas 4A hingga 4E di bawah koordinasi Ibu Ida, bersama Ibu Lutfi, Bapak Farid, Ibu Khusnul, dan Ibu Wiwit. Tak kalah solid, jajaran guru dan wali kelas 3 yang dikoordinir oleh Ibu Hj. Indah juga turut mengawal jalannya seleksi hingga seluruh tahapan berlangsung sesuai dengan rencana.

​Pada Tahap 1 (Seleksi Awal) ini, proses pendampingan dilakukan secara langsung oleh masing-masing wali kelas di ruang kelas. Berdasarkan ketentuan program:

  • ​Level 1 (Kelas 3): Diikuti oleh siswa-siswi yang meraih peringkat 1 dan 2 dari masing-masing kelas.

  • ​Level 2 (Kelas 4): Diikuti melalui tes seleksi dengan soal khusus yang disiapkan langsung oleh Tim Prestasi.

​Alhamdulillah, seluruh rangkaian ujian pada tahap pertama ini dapat terlaksana dengan tertib. Hasil dari Tahap 1 ini nantinya akan menyaring para siswa yang berhak melaju ke Tahap 2 (Seleksi Lanjutan) yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 30 September 2026 di Musholla MIN 1 Pasuruan.

​Dengan dimulainya tahapan seleksi ini, diharapkan MIN 1 Pasuruan dapat terus melahirkan siswa-siswi berprestasi yang siap mengukir kebanggaan di berbagai ajang olimpiade, sesuai visi Menuju Madrasah Berprestasi. Fz