PASURUAN – Keberadaan ekstrakurikuler di madrasah seringkali menjadi penentu minat bakat siswa di luar jam akademik. Di MIN 1 Pasuruan, kesuksesan luar biasa berhasil ditorehkan oleh Ibu Novi, pembina ekstrakurikuler Pagar Nusa. Berkat tangan dingin dan dedikasinya, seni bela diri khas Nahdlatul Ulama ini berhasil disulap menjadi salah satu ekstrakurikuler paling favorit dan bergengsi di madrasah tersebut.
Dahulu, Pagar Nusa mungkin dianggap sebagai kegiatan sampingan. Namun, di bawah kepemimpinan Ibu Novi, paradigma tersebut berubah total. Ia berhasil mengemas latihan menjadi sesi yang disiplin, namun tetap menyenangkan dan memotivasi anak-anak.
"Kuncinya adalah menanamkan kecintaan pada budaya bangsa dan nilai-nilai akhlakul karimah melalui bela diri. Saya ingin anak-anak merasa bangga memakai seragam Pagar Nusa, bukan sekadar ikut-ikutan," ujar Ibu Novi saat ditemui di sela-sela latihan.
Pendekatan Ibu Novi yang humanis dan dekat dengan siswa membuat anggota Pagar Nusa terus membludak setiap tahun ajaran baru. Ia tidak hanya mengajarkan teknik fisik seperti jurus dan bantingan, tetapi juga menekankan pentingnya mental spiritual, kesopanan, dan kedisiplinan.
Dampak positifnya sangat terasa. Prestasi demi prestasi mulai ditorehkan oleh tim Pagar Nusa MIN 1 Pasuruan dalam berbagai ajang kejuaraan pencak silat tingkat daerah maupun regional. Hal ini semakin meningkatkan kepercayaan diri para siswa dan kebanggaan orang tua.
Kepala MIN 1 Pasuruan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian Ibu Novi. "Ibu Novi berhasil memberikan warna baru. Pagar Nusa sekarang bukan hanya tentang bela diri, tapi sudah menjadi ikon keunggulan non-akademik di madrasah kami," tuturnya.
Dengan semangat yang terus menyala, Ibu Novi berkomitmen untuk terus mencetak generasi muda yang tidak hanya sehat fisik, tetapi juga kuat iman dan berkarakter mulia.





.jpeg)
.jpeg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)




.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)


.jpeg)

.jpeg)


.jpeg)
