google-site-verification: googlec37f5abc404fa346.html MIN 1 PASURUAN: October 2025

Kepedulian Kepala MIN 1 Pasuruan Saat Hujan Mengguyur Pengecoran Baru Selesai

 


Pasuruan, 29 Oktober 2025 – Hujan yang mulai turun di sore hari ini membawa perasaan resah yang tak terperi bagi Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd.I., Kepala MIN 1 Pasuruan. Baru sehari yang lalu, pengecoran di sekitar ruang belajar sekolah telah rampung dikerjakan. Namun, derasnya air hujan membuat hati beliau tak tenang.

Dengan langkah cepat dan penuh ketulusan, Bapak Abdul Qodir bergegas menuju lokasi pengecoran yang masih basah dan rapuh. Di bawah guyuran hujan yang tak kunjung reda, beliau dengan sabar dan penuh perhatian berusaha menutup setiap celah kecil agar air hujan tidak masuk dan merusak hasil kerja keras tersebut.

Momen itu memperlihatkan betapa besar cinta dan tanggung jawab yang beliau miliki terhadap keberlangsungan pendidikan di MIN 1 Pasuruan. Bagi beliau, bukan hanya fisik bangunan yang penting, tetapi juga kenyamanan dan keamanan ruang belajar bagi para siswa yang menjadi generasi penerus bangsa.

Meski basah kuyup oleh hujan, semangat beliau tak pernah surut. Tatapan matanya yang penuh harap seakan berkata, “Segala usaha ini demi masa depan anak-anak kita.” Ketulusan dan dedikasi Bapak Abdul Qodir menjadi inspirasi bagi seluruh warga sekolah, mengingatkan kita bahwa kepemimpinan sejati adalah ketika seorang pemimpin selalu hadir di tengah tantangan, bahkan dalam keadaan yang tidak mudah sekalipun.

Pengecoran yang baru selesai ini merupakan bagian dari upaya perbaikan sarana belajar yang terus dilakukan oleh MIN 1 Pasuruan. Dengan kerja keras dan perhatian penuh dari kepala sekolah, diharapkan ruang-ruang belajar semakin nyaman dan mendukung proses belajar mengajar yang efektif.

Semoga semangat dan kepedulian Bapak Abdul Qodir senantiasa menjadi cahaya yang menerangi jalan pendidikan di MIN 1 Pasuruan, membawa keberkahan dan kemajuan bagi seluruh civitas akademika.


Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kabupaten Gelar Rapat dan Cek Kesehatan Gratis Bersama PMI Kab. Pasuruan


Pada tanggal 24 Oktober 2025, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan mengadakan rapat   yang bertempat di Aula Al Ikhlas, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan. Acara ini menjadi istimewa karena turut menghadirkan layanan cek kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pasuruan.

Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan, Ketua Dharma Wanita Persatuan, Ibu Hj. Tufahatus Syafa'ah, serta anggota DWP Kankemenag Kabupaten Pasuruan. Selain itu, dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan juga turut hadir beberapa perwakilan, yaitu Ibu Shobahul Khoir, Ibu Fatimah, Ibu Eka Yuliana, dan Tuchfatul Aliyah.

Foto : Perwakilan dari MIN 1 Pasuruan

Dalam sambutannya, Ketua DWP menyampaikan apresiasi atas kerja sama dengan PMI Kabupaten Pasuruan yang telah menyediakan layanan cek kesehatan gratis bagi para peserta rapat. Layanan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan, terutama bagi para anggota Dharma Wanita Persatuan yang memiliki peran penting dalam mendukung tugas-tugas suami mereka di lingkungan kerja.

Kegiatan cek kesehatan gratis ini meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan konsultasi kesehatan dengan tenaga medis dari PMI Kabupaten Pasuruan. Para peserta sangat antusias mengikuti pemeriksaan tersebut, mengingat pentingnya mengetahui kondisi kesehatan secara berkala.

Selain layanan kesehatan, rapat ini juga membahas berbagai agenda penting terkait program kerja Dharma Wanita Persatuan untuk tahun mendatang. Diskusi yang berlangsung hangat mencakup rencana kegiatan sosial, pemberdayaan perempuan, dan upaya peningkatan kesejahteraan anggota DWP.

Acara ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama sebagai bentuk kebersamaan dan kekompakan para peserta. Rapat ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga momen untuk saling mendukung dan menjaga kesehatan bersama. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan semakin solid dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sosialisasi PKG di Kec. Beji

Pada tanggal 23 Oktober 2025, di MIN 1 Pasuruan telah dilaksanakan sosialisasi Penilaian Kinerja Guru (PKG) yang dihadiri oleh para guru  dari Kecamatan Beji. Acara ini diselenggarakan dengan tujuan memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para guru mengenai pentingnya penilaian kinerja sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan.

Sosialisasi tersebut dipandu oleh dua narasumber berpengalaman, yaitu Dra. Nur Cholifah, M.Pd.I dan Dra. Choyatin Nasucha, M.Pd. Keduanya merupakan pengawas pendidikan dari Kecamatan Beji yang memiliki kompetensi tinggi dalam bidang pengembangan kualitas guru.

Dalam paparannya, Dra. Nur Cholifah, M.Pd.I menjelaskan secara rinci mengenai prosedur pelaksanaan PKG, indikator-indikator penilaian, serta bagaimana guru dapat mempersiapkan diri untuk memenuhi standar yang telah ditetapkan. Sementara itu, Dra. Choyatin Nasucha, M.Pd menekankan pentingnya PKG sebagai alat evaluasi untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam proses pembelajaran, sehingga dapat dijadikan acuan untuk pengembangan profesional guru.

Pada akhir acara, para peserta mengungkapkan rasa terima kasih atas informasi dan wawasan yang diberikan oleh kedua narasumber. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di wilayah Kecamatan Beji.

Sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja guru dan pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan di Beji kabupaten  Pasuruan.

Tingkatkan Spiritualitas dan Teladani Peran Ulama, Guru MIN 1 Pasuruan Ziarah ke Makam Pendiri NU

PASURUAN – Dalam rangka meningkatkan pemahaman tentang peran ulama dan memperkuat spiritualitas, keluarga besar guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan menggelar kegiatan ziarah ke makam para tokoh besar Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, pada Rabu (22/10/2025).

Kegiatan ziarah ini diikuti oleh puluhan guru dan tenaga kependidikan MIN 1 Pasuruan. Rombongan secara khusus mengunjungi makam para ulama pendiri dan pejuang NU yang berpusat di Jombang, yakni Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy'ari dan putranya, KH. Wahab Hasbullah, serta KH. Bisri Syansuri. Rombongan juga berziarah ke makam Presiden ke-4 RI, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang berada dalam satu kompleks di Tebuireng.

Kepala MIN 1 Pasuruan, bapak Abdul Qodir,S.Pd.I,M.Pd. menyatakan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk "mengisi ulang" energi spiritual para pendidik.

"Kami, sebagai pendidik di lingkungan madrasah, memiliki tanggung jawab moral untuk tidak hanya mengajar ilmu akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan. Dengan berziarah, kami ingin ngalap berkah (mencari keberkahan) dan merenungi kembali perjuangan para kiai," ujarnya di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, meneladani peran KH. Hasyim Asy'ari dalam pendidikan, KH. Wahab Hasbullah dalam strategi organisasi, dan KH. Bisri Syansuri dalam fiqih, sangat relevan untuk diterapkan oleh para guru dalam menghadapi tantangan zaman.

Suasana khusyuk sangat terasa ketika rombongan memanjatkan tahlil dan doa bersama di setiap kompleks pemakaman, baik di Pondok Pesantren Tebuireng maupun di Pondok Pesantren Tambakberas.

"Perjuangan beliau-beliau (para ulama) dalam menyebarkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama'ah dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia adalah teladan yang tidak lekang oleh waktu. Spirit inilah yang ingin kami bawa kembali ke madrasah," tambahnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para guru, sehingga semangat dan keikhlasan para ulama dapat ditularkan kepada para siswa-siswi di MIN 1 Pasuruan dalam proses belajar mengajar sehari-hari.

MIN 1 Pasuruan Laksanakan Apel Hari Santri Nasional 22 Oktober 2025

Pasuruan, 22 Oktober 2025 — MIN 1 Pasuruan melaksanakan Apel Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 dengan penuh khidmat di halaman madrasah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik dengan mengenakan busana ala santri — sarung, peci, dan baju putih untuk putra, serta gamis dan kerudung putih untuk putri.

Kepala MIN 1 Pasuruan dalam amanatnya menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk meneladani semangat perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai moderasi beragama, cinta tanah air, dan karakter religius.

Apel juga diisi dengan pembacaan Ikrar Santri Indonesia, doa bersama untuk para pahlawan dan ulama, serta penampilan siswa yang membacakan puisi bertema Santri Siaga Jiwa Raga.

Dengan semangat Hari Santri Nasional 2025 yang mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”, keluarga besar MIN 1 Pasuruan berkomitmen untuk terus menanamkan nilai keislaman, kebangsaan, dan cinta tanah air dalam setiap kegiatan pembelajaran di madrasah.

SIAPKAN PPDB, TIM KESISWAAN MTS. WAHID HASYIM BANGIL SOSIALISASI DI MIN 1 PASURUAN

PASURUAN – Dalam rangka menyambut Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2026/2027, MTs. Wahid Hasyim Bangil (MTS Waha) menggelar kegiatan sosialisasi yang menyasar siswa-siswi kelas VI MIN 1 Pasuruan. Kegiatan yang dilaksanakan baru-baru ini tersebut diwakili langsung oleh tim Kesiswaan MTs. Wahid Hasyim Bangil.

Acara sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan profil, program unggulan, serta berbagai fasilitas yang dimiliki MTs. Wahid Hasyim kepada calon lulusan MIN 1 Pasuruan.

Tim Kesiswaan, yang dipimpin oleh Waka (Wakil Kepala) Kesiswaan, memaparkan secara rinci keunggulan madrasah. Paparan difokuskan pada program akademik, pengembangan diri di bidang non-akademik, serta program keagamaan seperti tahfidz Al-Qur'an yang menjadi salah satu ciri khas madrasah.

"Kami hadir di MIN 1 Pasuruan untuk memberikan gambaran lengkap mengenai madrasah kami. Kami ingin menunjukkan bahwa MTs. Wahid Hasyim siap menjadi rumah kedua bagi siswa-siswi untuk mengembangkan potensi akademik sekaligus akhlak," ujar perwakilan Kesiswaan MTs. Waha dalam presentasinya.

Selain pemaparan program, tim Kesiswaan juga menayangkan video profil madrasah yang menampilkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler, fasilitas laboratorium, perpustakaan, dan lingkungan belajar yang kondusif.

Siswa-siswi kelas VI MIN 1 Pasuruan tampak antusias mengikuti jalannya sosialisasi. Banyak dari mereka yang aktif bertanya seputar kegiatan kesiswaan, program beasiswa, dan tips untuk bisa bergabung dengan MTs. Wahid Hasyim Bangil.

Pihak MIN 1 Pasuruan menyambut baik kegiatan ini sebagai informasi berharga bagi siswa-siswi mereka yang akan segera melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah pertama.

"Sosialisasi ini sangat positif. Anak-anak kami jadi punya banyak referensi madrasah berkualitas, salah satunya MTs. Wahid Hasyim," tutur salah seorang guru pendamping dari MIN 1 Pasuruan.

Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan pembagian brosur dan sesi ramah tamah. MTs. Wahid Hasyim Bangil berharap dapat menjaring banyak siswa-siswi berprestasi dari MIN 1 Pasuruan pada PPDB mendatang.

Tingkatkan pelayaan pada peserta didik, MIN 1 Pasuruan gelar pertemuan bersama Pengurus Paguyuban Orang Tua Murid

Sabtu, 18 Oktober 2025 di Kediaman Bapak H. Surya Pane / Ibu Hj. Kamsiati ( Pengurus Komite / Ketua Paguyuban Inti ), Kepala MIN 1 Pasuruan di undang oleh Pengurus  Paguyuban Orang Tua Murid MIN 1 Pasuruan.

Kepala MIN 1 Pasuruan memberikan sambutan/arahan terkait hubungan Pengurus Paguyuban Orang Tua Murid dengan MIN 1 Pasuruan.

Kegiatan ini dihadiri oleh:

1. Kepala MIN 1 Pasuruan beserta Wakabidang Humasy dan Koordinator Paguyuban

2. Pengurus Paguyuban Inti

3. Ketua Pengurus Paguyuban Orang Tua Murid sebanyak 31 orang.

Dalam kegiatan ini, Kepala MIN 1 Pasuruan menyampaikan beberapa point penting:

1. Perkuat Silaturrahim 

2. Posisi Pengurus Paguyuban Orang Tua Murid

3. Peran Pengurus Paguyuban Orang Tua Murid

Keakraban antara pihak Madrasah dengan Pengurus Paguyuban Orang Tua Murid, menjadi modal penting dalam meningkatkan kepercayaan dan pelayanan kepada peserta didik.

Ketua Pengurus Paguyuban inti MIN 1 Pasuruan yang menjadi ruan rumah kegiatan yang ( Hj. Kamsiati ) menyampaikan ucapan terimakasih atas perhatian MIN 1 Pasuruan kepada Pengurus Paguyuban Orang Tua Murid. Kegiatan ini menjadi semangat Orang Tua Murid dalam ikut berkiprah mensukseskan pendidikan di MIN 1 Pasuruan.

Kegiatan ini diakhiri dengan diskusi bagaimana sikap Pengurus Paguyuban Orang Tua Murid ketika ada kendala atau permasalahan. Dan semua Pengurus Paguyuban Orang Tua Murid sepakat untuk ikut membantu dan mendukung madrasah

Tentu, berikut adalah draf berita berdasarkan informasi yang Anda berikan:

Tingkatkan Pelayanan Peserta Didik, MIN 1 Pasuruan Perkuat Sinergi dengan Paguyuban Orang Tua Murid

PASURUAN – Dalam upaya terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta didik, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan menggelar pertemuan penting bersama Pengurus Paguyuban Orang Tua Murid. Kegiatan silaturahmi ini dilaksanakan di kediaman Bapak H. Surya Pane dan Ibu Hj. Kamsiati, selaku Pengurus Komite sekaligus Ketua Paguyuban Inti, pada Sabtu (18/10/2025).

Pertemuan tersebut diinisiasi atas undangan dari Pengurus Paguyuban Orang Tua Murid yang dihadiri langsung oleh Kepala MIN 1 Pasuruan. Turut mendampingi beliau, Wakabidang Humasy dan Koordinator Paguyuban Madrasah. Dari pihak orang tua, hadir Pengurus Paguyuban Inti serta 31 Ketua Pengurus Paguyuban Orang Tua Murid dari seluruh kelas.

Dalam sambutan dan arahannya, Kepala MIN 1 Pasuruan menyampaikan beberapa poin krusial terkait hubungan antara madrasah dan paguyuban. Beliau menekankan tiga hal utama: pentingnya memperkuat silaturahim, pemahaman akan posisi strategis Pengurus Paguyuban, serta optimalisasi peran Pengurus Paguyuban Orang Tua Murid dalam mendukung program pendidikan.

Menurutnya, keakraban dan sinergi yang erat antara pihak madrasah dengan Pengurus Paguyuban Orang Tua Murid menjadi modal fundamental. "Keakraban ini adalah modal penting dalam meningkatkan kepercayaan dan pelayanan kita kepada seluruh peserta didik," tegas Kepala Madrasah.

Selaku tuan rumah, Hj. Kamsiati yang juga merupakan Ketua Pengurus Paguyuban Inti MIN 1 Pasuruan, menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian besar yang diberikan oleh pihak madrasah.

"Kegiatan ini menjadi semangat baru bagi kami, para orang tua murid, untuk ikut berkiprah secara aktif dalam mensukseskan pendidikan di MIN 1 Pasuruan," ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi untuk menyamakan langkah. Forum tersebut secara khusus membahas bagaimana sikap dan solusi yang harus diambil oleh Pengurus Paguyuban ketika dihadapkan pada kendala atau permasalahan. Hasilnya, seluruh Pengurus Paguyuban Orang Tua Murid yang hadir menyatakan komitmen dan kesepakatan untuk solid membantu serta mendukung madrasah demi kemajuan bersama.

Rapat Koordinasi Kelembagaan Kemenag Bahas Tupoksi dan Akurasi Data BOS

Probolinggo, 13 Oktober 2025 – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo menjadi tuan rumah pelaksanaan Rapat Koordinasi Kelembagaan dan Evaluasi Hasil Akreditasi RA/Madrasah Tahun 2025. Kegiatan ini mempertemukan unsur Kepala dan Operator dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), Madrasah Aliyah Negeri (MAN), serta Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) dari empat wilayah: Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Lumajang.

Rakor ini berfokus pada penguatan tata kelola madrasah, terutama dalam hal ketertiban tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) serta akurasi data untuk menunjang pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan evaluasi kelembagaan.

Pentingnya Ketertiban Tupoksi dan Akurasi Data Emis

Dalam arahannya, Ketua Tim Kelembagaan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Syamsul Huda, S.Ag., MPd., menekankan pentingnya menciptakan suasana kerja yang terstruktur di madrasah. "Setiap elemen dalam Struktur Madrasah harus menertibkan Tupoksi dalam semua kegiatan madrasah. Ketertiban ini adalah kunci bagi efektivitas dan transparansi," ujar Pak Syamsul.

Beliau juga secara khusus menyoroti pengelolaan dana BOS, baik untuk Madrasah Negeri maupun swasta. "Pengelolaan BOS harus selalu berpedoman pada Juknis yang berlaku, dilaksanakan tepat waktu, dan proses pengSPJannya juga harus tepat," tegasnya.

Batas Akhir Pengisian BAP BOS dan Peran Operator Madrasah

Pak Syamsul mengingatkan para peserta tentang tenggat waktu krusial terkait anggaran tahun 2026. Tanggal 15 Oktober ditetapkan sebagai perpanjangan batas waktu pengisian Berita Acara Pemeriksaan (BAP) BOS Tahun Anggaran 2026. Konsekuensinya, proses pengisian Emis madrasah harus senantiasa selalu update secara rutin dan menjadi prioritas.

Beliau memaparkan alur pengajuan BOS yang sangat bergantung pada data Emis yang valid, yang dimulai dari BAP BOS:

 * Finalisasi data siswa oleh bagian tata usaha, diverifikasi oleh bagian kesiswaan, kemudian diinput ke Emis oleh Operator.

 * Finalisasi data sarpras (sarana dan prasarana) oleh Wakabid Sarpras, selanjutnya diserahkan kepada Operator.

 * Finalisasi data kurikulum, rombel, dan jadwal pelajaran dibuat oleh Wakabid Kurikulum, kemudian diserahkan ke Operator untuk dimasukkan ke Emis.

"Operator madrasah memiliki peran yang signifikan dalam pengelolaan Emis, namun harus senantiasa memperhatikan dan memproses data yang diberikan secara valid oleh para wakabidang," imbuhnya.

Sulingjar dan Raport Pendidikan: Bagian Integral Penilaian Kelembagaan

Selain Tupoksi dan data Emis, Rakor juga menyinggung evaluasi kelembagaan melalui Asesmen Nasional. Pak Syamsul Huda mengingatkan bahwa pelaksanaan Sulingjar (Survei Lingkungan Belajar) adalah bagian integral dari penilaian kelembagaan madrasah.

"Raport pendidikan yang dihasilkan dari Sulingjar, harus dikerjakan secara utuh," pungkasnya, menekankan bahwa hasil survei tersebut harus menjadi cerminan nyata dari kondisi dan lingkungan belajar di madrasah guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan.AQ.

Penutupan PPL Mahasiswa IAINU Bangil di MIN 1 Pasuruan Penuh Haru dan Optimis Peningkatan Mutu


Pasuruan, 4 Oktober 2025 – Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa IAINU Bangil yang berlangsung di MIN 1 Pasuruan secara resmi ditutup pada hari ini. Acara penutupan berlangsung penuh kehangatan dan rasa syukur dari kedua belah pihak, baik dari pihak MIN 1 Pasuruan maupun mahasiswa peserta PPL.


Dalam sambutannya, Bapak Abdul Qodir selaku Kepala MIN 1 Pasuruan menyampaikan rasa gembira dan apresiasi yang mendalam atas kehadiran mahasiswa IAINU Bangil di lembaga pendidikan yang beliau pimpin. Beliau mengungkapkan bahwa kehadiran mahasiswa tidak hanya memberikan pengalaman berharga bagi mereka dalam mempraktikkan ilmu yang telah dipelajari, tetapi juga menjadi inspirasi bagi para siswa di MIN 1 Pasuruan. “Kami sangat senang dengan kehadiran mahasiswa IAINU Bangil. Kehadiran mereka memberikan semangat baru bagi siswa-siswa kami dan menjadi tempat belajar bersama yang positif,” ujar beliau.


Sementara itu, perwakilan mahasiswa PPL juga menyampaikan rasa terima kasih dan kebahagiaan atas kesempatan yang diberikan oleh MIN 1 Pasuruan. Mereka mengaku sangat terkesan dengan suasana hangat dan ramah yang mereka rasakan selama berada di lingkungan sekolah tersebut. “MIN 1 Pasuruan adalah tempat yang luar biasa bagi kami untuk belajar dan berinteraksi. Kami merasa sangat diterima di sini, dan pengalaman ini akan menjadi kenangan berharga bagi kami,” ungkap salah satu mahasiswa.


Dr. Abdul Muklis, selaku pembimbing mahasiswa IAINU Bangil, turut memberikan sambutan dalam acara penutupan ini. Beliau menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pihak MIN 1 Pasuruan atas kerjasama dan dukungan yang diberikan selama pelaksanaan PPL. “Kami sangat berterima kasih kepada MIN 1 Pasuruan atas sambutan yang hangat dan kesempatan yang luar biasa ini. Semoga hubungan baik ini terus terjalin di masa depan,” kata Dr. Abdul Muklis.

Acara penutupan PPL ditutup dengan doa bersama serta pemberian kenang-kenangan dari mahasiswa kepada pihak MIN 1 Pasuruan sebagai tanda penghormatan dan rasa terima kasih. Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai momen terakhir kegiatan ini, meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang terlibat.

Dengan berakhirnya program PPL ini, diharapkan para mahasiswa IAINU Bangil dapat membawa pengalaman berharga yang mereka dapatkan untuk diaplikasikan dalam dunia pendidikan dan masyarakat nantinya. Sementara itu, MIN 1 Pasuruan juga berharap dapat terus menjalin kerjasama yang baik dengan berbagai pihak demi kemajuan pendidikan.