PASURUAN – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan terus berinovasi dalam membentuk karakter peserta didik. Di bawah nakhoda baru, Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I, M.Pd., madrasah ini semakin mempertegas komitmennya dalam menyeimbangkan prestasi akademik dengan penguatan spiritual melalui program Shalat Dhuha dan Istighosah rutin.
Kegiatan yang dilaksanakan setiap Jumat pagi ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan strategi edukatif untuk menanamkan kedisiplinan sejak dini. Seluruh siswa berkumpul di halaman atau mushala madrasah sebelum bel masuk kelas berbunyi, menciptakan suasana lingkungan belajar yang tenang dan khusyuk.
Pembinaan Spiritual Secara Kolektif
Pelaksanaan ibadah ini dikelola secara terstruktur. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) digilir untuk memimpin jalannya istighosah, memastikan adanya keterlibatan aktif dari seluruh tenaga pendidik dalam membimbing spiritualitas siswa.
Melalui pembiasaan ini, siswa secara tidak langsung diajarkan untuk:
Datang tepat waktu: Memulai hari dengan ibadah menuntut manajemen waktu yang baik.
Menjaga Ketertiban: Mengikuti shaf dan rangkaian dzikir dengan tenang.
Kesadaran Diri: Menumbuhkan rasa butuh terhadap bimbingan Tuhan dalam menuntut ilmu.
Visi Kepemimpinan Bapak Abdul Qodir
Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I, M.Pd., menekankan bahwa pendidikan karakter adalah fondasi utama sebelum anak-anak menerima ilmu pengetahuan umum.
“Pembiasaan ibadah di pagi hari diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang disiplin, santun, dan memiliki kesadaran spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Kami ingin lulusan MIN 1 Pasuruan tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlakul karimah yang kuat,” ujar beliau.
Langkah ini sejalan dengan visi madrasah untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan religius. Dengan konsistensi program ini, MIN 1 Pasuruan optimis dapat mencetak generasi yang tangguh secara mental dan unggul dalam prestasi, menciptakan keseimbangan ideal antara duniawi dan ukhrawi.

No comments:
Post a Comment