PASURUAN – Matahari baru saja menampakkan sinarnya di ufuk timur, namun gerbang MIN 1 Pasuruan sudah nampak ramai dengan aktivitas yang menyejukkan hati. Bukan sekadar rutinitas absensi, para dewan guru telah berbaris rapi untuk menyambut kehadiran para siswa dengan senyuman tulus.
Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari program unggulan 3S (Senyum, Salam, dan Sapa). Program ini bukan hanya formalitas, melainkan jembatan emosional untuk menciptakan lingkungan belajar yang berbasis cinta sesama.
Suasana Pagi di Gerbang Madrasah
Pukul 06.30 WIB, suasana hangat mulai terasa. Saat sebuah sepeda motor berhenti di depan gerbang, seorang siswa kelas 4 bernama Arfan turun dan segera menghampiri barisan guru.
Pak Guru: "Assalamualaikum, Nabil! Wah, semangat sekali hari ini. Bagaimana kabarnya?" (Sambil tersenyum lebar dan menyodorkan tangan untuk bersalaman).
Nabil: "Walaikum Salam, Pak! Alhamdulillah baik. Tadi malam Nabil sudah belajar buat kuis hari ini," jawabnya ceria sambil mencium tangan sang guru dengan takzim.
Bu Guru: "Hebat! Semangat ya Nabil. Masuklah ke kelas, simpan tasmu, dan sapa teman-teman yang lain ya."
Nabil: "Siap, Bu! Terima kasih."
Dialog-dialog kecil seperti ini terjadi berulang kali, menciptakan suasana kekeluargaan yang kental sebelum jam pelajaran pertama dimulai.
Membangun "Rumah Kedua" yang Nyaman
Kepala MIN 1 Pasuruan menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu di dalam kelas, tetapi juga soal keteladanan dalam bersikap. Beliau menekankan pentingnya menghadirkan rasa aman bagi siswa sejak mereka melangkahkan kaki di madrasah.
“Kami ingin menghadirkan madrasah sebagai rumah kedua yang aman, nyaman, dan penuh kasih. Dengan senyum, salam, dan sapa, kami memberikan pesan kepada siswa bahwa mereka diterima dan disayangi di sini,” ungkap Kepala MIN 1 Pasuruan.
Dampak Positif Karakter Siswa
Melalui konsistensi program 3S, para guru mulai merasakan perubahan positif pada karakter siswa. Beberapa manfaat yang mulai terlihat antara lain:
Sopan Santun: Siswa menjadi lebih terbiasa menghormati orang yang lebih tua.
Kepercayaan Diri: Sapaan hangat di pagi hari terbukti meningkatkan mood dan semangat belajar siswa.
Kedekatan Emosional: Hubungan guru dan murid tidak lagi kaku, melainkan seperti orang tua dan anak.
Budaya saling menghormati dan peduli ini diharapkan tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga dibawa oleh siswa ke lingkungan rumah dan masyarakat luas. MIN 1 Pasuruan membuktikan bahwa pendidikan karakter yang kuat dimulai dari sebuah senyuman di pintu gerbang.

No comments:
Post a Comment