PROBOLINGGO – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur memberikan arahan tegas sekaligus motivasi bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN). Dalam kegiatan pembinaan yang berlangsung di Probolinggo, beliau menekankan bahwa kinerja ASN tidak boleh lagi hanya terjebak pada rutinitas administratif atau sekadar menggugurkan kewajiban.
Acara ini dihadiri oleh 13 Kepala MIN dari Wilayah Kerja (Wilker) Malang, yang mencakup area strategis meliputi Malang Raya, Pasuruan Raya, dan Probolinggo.
Orientasi pada Dampak (Outcome)
Dalam arahannya, Kakanwil menyampaikan bahwa transformasi birokrasi di tubuh Kementerian Agama menuntut perubahan pola pikir (mindset). Setiap program kerja yang dijalankan oleh madrasah harus memiliki indikator keberhasilan yang jelas dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat serta peserta didik.
"Menjadi ASN bukan hanya soal datang, absen, dan pulang. Kita harus bertanya pada diri sendiri: apa dampak dari kehadiran kita hari ini? Kinerja kita harus melampaui standar minimal agar memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Islam," tegas Kakanwil di hadapan para Kepala MIN.
Kolaborasi Lintas Wilayah
Kehadiran para pimpinan madrasah dari Malang, Pasuruan, hingga Probolinggo ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang kuat di Wilker Malang. Beberapa poin penting yang menjadi sorotan dalam pembinaan tersebut antara lain:
Inovasi Pembelajaran: Madrasah harus menjadi pelopor pendidikan yang adaptif terhadap teknologi namun tetap menjaga nilai-nilai karakter.
Efisiensi Anggaran: Memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Kepemimpinan yang Melayani: Kepala Madrasah diminta menjadi teladan bagi guru dan staf dalam menunjukkan dedikasi tinggi.
Daftar Peserta Wilker Malang
Pembinaan ini melibatkan pimpinan dari berbagai satuan kerja, di antaranya:
Malang Raya: (Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu)
Pasuruan Raya: (Kota dan Kabupaten Pasuruan)
Probolinggo: (Kota dan Kabupaten Probolinggo)
Dengan adanya pembinaan ini, diharapkan para Kepala MIN mampu membawa semangat baru ke daerah masing-masing, memastikan bahwa madrasah bukan hanya sekadar lembaga pendidikan, melainkan pusat keunggulan yang berdampak luas bagi umat.

No comments:
Post a Comment