google-site-verification: googlec37f5abc404fa346.html MIN 1 PASURUAN: May 2026

Pengawas Madrasah Berikan Motivasi kepada Peserta Ujian Madrasah di MIN 1 Pasuruan




Pasuruan, 9 Mei 2026 – Dalam rangka pelaksanaan Ujian Madrasah Tahun Pelajaran 2025/2026, Pengawas Madrasah Dra. Choyatin Nasucha, M.Pd melakukan kegiatan supervisi akademik dan manajerial di MIN 1 Pasuruan, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran, transparansi, dan kualitas pelaksanaan ujian sekaligus memberikan dukungan moral kepada seluruh peserta didik.

Kedatangan Dra. Choyatin Nasucha, M.Pd disambut hangat oleh Kepala MIN 1 Pasuruan, dewan guru, dan tenaga kependidikan. Sebelum memasuki ruang ujian, beliau melakukan peninjauan terhadap kesiapan sarana prasarana, distribusi naskah soal, serta protokol pelaksanaan ujian yang telah disiapkan panitia.

Pesan Motivasi Penuh Semangat

Di hadapan ratusan peserta ujian yang tengah bersiap mengikuti Ujian Madrasah, Dra. Choyatin Nasucha, M.Pd menyampaikan pesan motivasi yang menyentuh hati.

"Ananda sekalian, Ujian Madrasah ini bukan sekadar penilaian akademik, tetapi juga bentuk ikhtiar kita dalam menggapai cita-cita. Tetaplah semangat, percaya diri, dan kerjakan dengan jujur serta teliti. Ingatlah bahwa setiap usaha baik akan membuahkan hasil yang indah," ujarnya disambut tepuk tangan meriah peserta didik.

Beliau juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan, mengelola waktu dengan bijak, dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam setiap langkah perjuangan menuntut ilmu.

Supervisi Berorientasi Peningkatan Mutu

Kegiatan supervisi yang dilakukan tidak hanya bersifat monitoring, tetapi juga pendampingan dan evaluasi konstruktif. Dra. Choyatin Nasucha, M.Pd memberikan apresiasi tinggi atas kesiapan MIN 1 Pasuruan dalam menyelenggarakan Ujian Madrasah yang tertib, kondusif, dan sesuai prosedur operasional standar.

"Saya sangat bangga melihat antusiasme dan kedisiplinan seluruh warga madrasah. Ini adalah modal kuat untuk mewujudkan generasi yang unggul, berakhlak mulia, dan berprestasi," tambahnya.

Dukungan untuk Suksesnya Ujian Madrasah

Kehadiran pengawas madrasah dalam momen penting seperti ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri peserta didik dan optimalisasi peran guru dalam mendampingi proses evaluasi pembelajaran. Ujian Madrasah di MIN 1 Pasuruan diikuti oleh seluruh siswa kelas VI dan dilaksanakan secara serentak dengan menerapkan prinsip integritas dan pendidikan karakter.

Kegiatan supervisi ditutup dengan dialog interaktif antara pengawas madrasah, kepala madrasah, dan perwakilan guru untuk membahas strategi peningkatan mutu pembelajaran pasca-ujian, serta rencana tindak lanjut untuk persiapan jenjang pendidikan berikutnya.

Dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama, MIN 1 Pasuruan optimis mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlakul karimah dan siap menghadapi tantangan masa depan.

MIN 1 Pasuruan Perkuat Budaya 3S: Senyum, Salam, Sapa Jadi Gerakan Karakter Sekolah

HASIL SURVEY

Pasuruan, 4 Mei 2026 – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan resmi meluncurkan rekomendasi aturan pembiasaan budaya 3S (Senyum, Salam, Sapa) sebagai bagian dari upaya memperkuat karakter akhlakul karimah di lingkungan sekolah. Kebijakan ini disusun berdasarkan hasil survei yang melibatkan 38 guru/staf, 204 wali murid, dan 2 anggota Komite Madrasah pada April 2026.

Aspirasi Responden Jadi Dasar Kebijakan

Berdasarkan rekapitulasi survei, lima aspek utama menjadi sorotan responden dalam mendukung keberhasilan program 3S:

Keteladanan Guru: Responden menekankan pentingnya guru dan staf menjadi teladan langsung dalam menerapkan 3S, termasuk menyambut siswa di gerbang sekolah dengan ramah untuk membangun kedekatan emosional dan sikap ta'dhim (hormat) antara guru dan murid.

Konsistensi Pembiasaan: Program 3S diharapkan tidak hanya menjadi wacana, melainkan budaya harian yang diterapkan secara konsisten setiap pagi, diintegrasikan dengan pembiasaan di rumah, dan berlaku untuk semua tanpa memandang status sosial.

Manajemen Piket yang Adil: Diperlukan pengaturan jadwal piket yang merata, kedisiplinan waktu petugas, serta mekanisme evaluasi bulanan untuk memastikan seluruh guru terlibat aktif.

Dukungan Fasilitas dan Edukasi: Pemasangan poster, slogan, atau banner bertema 3S di lokasi strategis seperti gerbang, tangga, dan kantin, serta sosialisasi rutin melalui briefing berkala.

Motivasi dan Apresiasi: Pemberian reward berupa pujian, stiker, pin, atau gelar "Siswa Ramah Minggu Ini", serta melibatkan siswa secara bergilir untuk membantu menyambut teman-temannya di gerbang.

Poin Utama Rekomendasi Aturan 3S

Kepala MIN 1 Pasuruan, Abdul Qodir, menandatangani rekomendasi aturan yang disusun secara sistematis, dengan poin-poin utama sebagai berikut:

🔹 Kehadiran Guru Piket

Wajib hadir di madrasah maksimal pukul 06.30 WIB

Berdiri di depan gerbang sesuai jadwal untuk menyambut siswa

🔹 Pelaksanaan Budaya 3S

Guru menyambut siswa dengan senyum ramah, salam, dan sapaan hangat

Guru menjadi role model agar siswa meniru dan terbiasa mempraktikkan 3S

Membangun interaksi harmonis dan karakter santun antar warga madrasah

🔹 Kedisiplinan Kehadiran Siswa

Siswa diharapkan sudah berada di lingkungan madrasah sebelum pukul 06.45 WIB

Kolaborasi dengan wali murid untuk mengantar anak tepat waktu

Sanksi edukatif berupa pengarahan bagi siswa yang terlambat

🔹 Kegiatan Pembiasaan Pagi

Pukul 06.45 WIB, bel madrasah berbunyi sebagai tanda dimulainya kegiatan harian

Kegiatan dapat berupa penguatan karakter, murottal, atau arahan singkat dari guru

Seluruh civitas akademika wajib mengikuti secara rutin untuk membentuk kebiasaan kokoh

Komitmen Bersama Mewujudkan Madrasah Berakhlakul Karimah

"Rekomendasi ini merupakan wujud nyata dari aspirasi seluruh pemangku kepentingan MIN 1 Pasuruan. Dengan sinergi antara guru, wali murid, dan komite, kami yakin budaya 3S akan menjadi fondasi kuat dalam membentuk generasi yang disiplin, santun, dan berakhlak mulia," ujar Kepala MIN 1 Pasuruan, Abdul Qodir.

Kebijakan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kedisiplinan pagi hari, tetapi juga menciptakan iklim sekolah yang hangat, inklusif, dan penuh nilai-nilai keislaman. Implementasi penuh akan dimulai pada tahun ajaran baru, dengan monitoring dan evaluasi berkala untuk memastikan keberlanjutan program.

MIN 1 Pasuruan – Mencetak Generasi Cerdas, Santun, dan Berakhlakul Karimah.

Semangat Pagi di MIN 1 Pasuruan: Guru Sambut Peserta Ujian Madrasah dengan Kehangatan Orang Tua

PASURUAN – Suasana khidmat namun penuh kehangatan menyelimuti gerbang Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan pada Jumat pagi, 8 Mei 2026. Dalam rangka memberikan dukungan moral dan motivasi bagi para siswa yang menempuh Ujian Madrasah, segenap Dewan Guru menerapkan tradisi 3S (Senyum, Salam, Sapa)secara khusus.

Sejak pukul 06.30 WIB, petugas piket 3S telah bersiap di depan pintu masuk. Tidak sekadar menjalankan prosedur formal, sambutan pagi ini terasa lebih personal. Para guru menyambut setiap siswa yang datang dengan senyuman hangat, layaknya seorang orang tua yang mengantarkan anaknya menuju gerbang kesuksesan.

Membangun Mental Juara dengan Ketenangan

Kegiatan ini bertujuan untuk meminimalisir rasa tegang dan cemas yang seringkali menghantui siswa sebelum menghadapi lembar ujian. Dengan sapaan yang ramah dan senyuman yang tulus, diharapkan mental siswa menjadi lebih tenang dan percaya diri.

> "Senyum yang kami berikan adalah bentuk restu dan doa. Kami ingin anak-anak merasa bahwa mereka tidak berjuang sendirian. Madrasah adalah rumah kedua, dan kami di sini mendukung mereka sepenuhnya," ujar salah satu guru piket.

Motivasi untuk Peserta Ujian

Bagi seluruh peserta Ujian Madrasah, momen ini menjadi pengingat bahwa hasil akhir adalah buah dari kejujuran dan usaha yang maksimal. Berikut adalah pesan motivasi untuk menjaga semangat di hari ujian:

Percaya pada Kemampuan Diri:

Kalian telah belajar dan berlatih selama bertahun-tahun. Percayalah bahwa ilmu yang telah diserap akan membantu kalian menjawab setiap tantangan.

Ketenangan adalah Kunci:

Awali dengan doa, kerjakan dengan teliti, dan jangan terburu-buru. Pikiran yang tenang akan membukakan pintu ingatan.

Kejujuran adalah Prestasi Tertinggi:

Nilai memang penting, namun integritas dan kejujuran jauh lebih berharga bagi masa depan kalian.

Semangat berjuang untuk seluruh siswa MIN 1 Pasuruan. Jadikan ujian ini sebagai anak tangga untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi!


Membangun Budaya Belajar Guru Melalui Supervisi Humanis

 

Jumat, 8 Mei 2026
Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah, pada hari Jumat, 8 Mei 2026, dilaksanakan Supervisi Administrasi Pembelajaran Tahap Kedua dengan pendekatan humanis. Kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan untuk membangun budaya belajar profesional di kalangan guru.

Supervisi Humanis: Pendekatan yang Memberdayakan

Berbeda dengan supervisi konvensional yang cenderung bersifat evaluatif dan satu arah, supervisi humanis menekankan pada aspek kolaborasi, dialog reflektif, dan pemberdayaan guru. Dalam pelaksanaannya, supervisor tidak hanya menilai kelengkapan administrasi, tetapi juga menjadi mitra diskusi untuk mengidentifikasi kekuatan, tantangan, serta peluang pengembangan praktik pembelajaran di kelas.
"Supervisi bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk bersama-sama tumbuh dan belajar," ujar salah satu tim pengawas dalam sesi pembuka kegiatan.
Tahap Kedua: Pendalaman dan Tindak Lanjut

Supervisi tahap kedua ini difokuskan pada:

Review Implementasi Rekomendasi dari supervisi tahap pertama;
Pendampingan Penyusunan Perangkat Pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik;
Refleksi Praktik Mengajar berbasis bukti dan data kelas;
Perencanaan Pengembangan Profesional individu guru.
Khusus untuk guru kelas 4, seperti Bu Tutik Saidah, supervisi juga menyoroti integrasi pendekatan kontekstual dalam pembelajaran matematika, termasuk materi klasifikasi bangun 2D dengan konsep garis sejajar dan tegak lurus, agar lebih bermakna bagi siswa.

Dampak Positif bagi Budaya Sekolah
Kegiatan ini diharapkan dapat:
  1. Meningkatkan kepercayaan diri guru dalam berinovasi;
  2. Memperkuat kolaborasi antar-rekan sejawat;
  3. Menumbuhkan mindset growth bahwa setiap guru adalah pembelajar sepanjang hayat;
  4. Menciptakan ekosistem sekolah yang suportif dan berorientasi pada peningkatan mutu.
Komitmen Bersama Menuju Pembelajaran Berkualitas
Kepala sekolah menegaskan bahwa supervisi humanis bukan program insidental, melainkan bagian dari komitmen institusi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. "Ketika guru merasa dihargai dan didukung, energi positif itu akan mengalir kepada peserta didik. Inilah fondasi budaya belajar yang kita bangun bersama," ungkapnya.