google-site-verification: googlec37f5abc404fa346.html MIN 1 PASURUAN: Membangun Budaya Belajar Guru Melalui Supervisi Humanis

Membangun Budaya Belajar Guru Melalui Supervisi Humanis

 

Jumat, 8 Mei 2026
Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah, pada hari Jumat, 8 Mei 2026, dilaksanakan Supervisi Administrasi Pembelajaran Tahap Kedua dengan pendekatan humanis. Kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan untuk membangun budaya belajar profesional di kalangan guru.

Supervisi Humanis: Pendekatan yang Memberdayakan

Berbeda dengan supervisi konvensional yang cenderung bersifat evaluatif dan satu arah, supervisi humanis menekankan pada aspek kolaborasi, dialog reflektif, dan pemberdayaan guru. Dalam pelaksanaannya, supervisor tidak hanya menilai kelengkapan administrasi, tetapi juga menjadi mitra diskusi untuk mengidentifikasi kekuatan, tantangan, serta peluang pengembangan praktik pembelajaran di kelas.
"Supervisi bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk bersama-sama tumbuh dan belajar," ujar salah satu tim pengawas dalam sesi pembuka kegiatan.
Tahap Kedua: Pendalaman dan Tindak Lanjut

Supervisi tahap kedua ini difokuskan pada:

Review Implementasi Rekomendasi dari supervisi tahap pertama;
Pendampingan Penyusunan Perangkat Pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik;
Refleksi Praktik Mengajar berbasis bukti dan data kelas;
Perencanaan Pengembangan Profesional individu guru.
Khusus untuk guru kelas 4, seperti Bu Tutik Saidah, supervisi juga menyoroti integrasi pendekatan kontekstual dalam pembelajaran matematika, termasuk materi klasifikasi bangun 2D dengan konsep garis sejajar dan tegak lurus, agar lebih bermakna bagi siswa.

Dampak Positif bagi Budaya Sekolah
Kegiatan ini diharapkan dapat:
  1. Meningkatkan kepercayaan diri guru dalam berinovasi;
  2. Memperkuat kolaborasi antar-rekan sejawat;
  3. Menumbuhkan mindset growth bahwa setiap guru adalah pembelajar sepanjang hayat;
  4. Menciptakan ekosistem sekolah yang suportif dan berorientasi pada peningkatan mutu.
Komitmen Bersama Menuju Pembelajaran Berkualitas
Kepala sekolah menegaskan bahwa supervisi humanis bukan program insidental, melainkan bagian dari komitmen institusi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. "Ketika guru merasa dihargai dan didukung, energi positif itu akan mengalir kepada peserta didik. Inilah fondasi budaya belajar yang kita bangun bersama," ungkapnya.

No comments: