google-site-verification: googlec37f5abc404fa346.html MIN 1 PASURUAN: December 2025

MIN 1 Pasuruan Raih Juara 3 Lomba Baca Kitab Tingkat MI, Penutup Tahun 2025 yang Khusnul Khotimah

Pasuruan, 30 Desember 2025 — Menutup akhir tahun 2025 dengan penuh rasa syukur dan kebanggaan, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan kembali menorehkan prestasi membanggakan. Dalam ajang Lomba Baca Kitab Tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam rangka memperingati HAB KEMENAG ke-80, salah satu siswinya berhasil meraih Juara 3.

Prestasi tersebut diraih oleh Mahdiyyah Khairina, siswi MIN 1 Pasuruan, yang tampil dengan penuh ketekunan, ketelitian, dan penguasaan materi kitab yang baik. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen madrasah dalam menanamkan kecintaan terhadap ilmu agama sejak dini, khususnya dalam bidang baca kitab.

Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas capaian tersebut. Menurut beliau, prestasi ini menjadi penutup tahun yang khusnul khotimah, sekaligus motivasi bagi seluruh warga madrasah untuk terus meningkatkan kualitas akademik dan spiritual.

“Alhamdulillah, prestasi ini merupakan hasil kerja keras siswa, bimbingan guru, serta dukungan orang tua. Semoga menjadi keberkahan dan awal dari prestasi-prestasi lainnya di tahun mendatang,” ujar beliau.

Seluruh keluarga besar MIN 1 Pasuruan turut bangga dan berharap capaian ini dapat menginspirasi peserta didik lainnya untuk terus berprestasi, berakhlakul karimah, serta mencintai khazanah keilmuan Islam.

MIN 1 Pasuruan Peringati Hari Ibu dengan Upacara Khidmat

 ibu

Kahli Gibran

Ibu adalah segalanya, dialah penghibur di dalam kesedihan.
Pemberi harapan di dalam penderitaan, dan pemberi kekuatan di dalam kelemahan.

Dialah sumber cinta, belas kasihan, simpati dan pengampunan.
Manusia yang kehilangan ibunya berarti kehilangan jiwa sejati yang memberi berkat dan menjaganya tanpa henti.


Pasuruan — MIN 1 Pasuruan memperingati Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember 2025 dengan menggelar upacara bendera yang berlangsung khidmat di halaman madrasah. Upacara tersebut diikuti oleh seluruh guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik MIN 1 Pasuruan.

Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I, M.Pd., memimpin langsung jalannya kegiatan. Dalam amanatnya, beliau menekankan makna penting peringatan Hari Ibu sebagai momentum untuk menumbuhkan rasa hormat, cinta, dan bakti kepada ibu.

Ibu adalah tetap ibu, sosok yang tidak akan pernah tergantikan oleh siapa pun. Kasih sayang, pengorbanan, dan doa ibu menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter anak-anak kita,” tutur beliau dengan penuh keteladanan.

Lebih lanjut, Bapak Abdul Qodir mengajak seluruh peserta didik untuk senantiasa menghormati dan berbakti kepada ibu, tidak hanya melalui kata-kata, tetapi juga melalui sikap, perilaku, serta prestasi dalam belajar. Menurutnya, keberhasilan seorang anak tidak lepas dari peran besar seorang ibu yang senantiasa mendampingi dengan penuh cinta.

Peringatan Hari Ibu di MIN 1 Pasuruan ini menjadi sarana edukatif untuk menanamkan nilai-nilai karakter, khususnya rasa hormat kepada orang tua, sejalan dengan upaya madrasah dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, berprestasi, dan penuh cinta.

Kegiatan upacara berlangsung dengan tertib dan penuh makna, serta menjadi pengingat bagi seluruh warga madrasah akan besarnya peran ibu dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan bangsa.

SWE (SPIRIT WORLD EDUCATION) Semangat Prestasi Tanpa Batas: 8 Siswa MIN 1 Pasuruan Berkompetisi

 

BANGIL – Meskipun memasuki masa libur semester, semangat kompetisi siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan tidak pudar. 

Tepat pada Minggu, 21 Desember 2025, sebanyak delapan siswa terpilih mengikuti ajang bergengsi PPDB 9 (Pemilihan Pelajar Teladan Berprestasi) dan olimpiade Sains, Matematika dan B.Inggris.

​Acara yang diselenggarakan oleh Spirit World Education (SWE) ini bertempat di SD Plus Mutiara Ilmu, Bangil. Ajang PPDB 9 merupakan wadah bagi pelajar dari berbagai daerah Pasuruan untuk menguji kemampuan akademik dan non-akademik mereka di level Kabupaten.

Dukungan Penuh Kepala Madrasah

​Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap keikutsertaan para siswanya. Beliau menegaskan bahwa kesempatan untuk berkembang tidak boleh terhalang oleh waktu libur.

​"Kami sangat bangga dan mendukung penuh keberangkatan delapan siswa kami. Meskipun dilaksanakan di tengah waktu liburan madrasah, dedikasi anak-anak dan pendamping untuk membawa nama baik madrasah " ujar Bapak Abdul Qodir.


https://vt.tiktok.com/ZSPppfmXw/

Detail Pelaksanaan

​Keikutsertaan delapan siswa ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berprestasi. Berikut adalah poin penting dari pelaksanaan lomba tersebut:

  • Penyelenggara: Spirit World Education (SWE).
  • Lokasi: SD Plus Mutiara Ilmu, Bangil.
  • Waktu: 21 Desember 2025.
  • Peserta: 8 Siswa terbaik dari MIN 1 Pasuruan.
  • Level: Kabupaten 

​Partisipasi dalam ajang PPDB 9 ini bukan sekadar mengejar piala, melainkan sebagai bentuk penguatan karakter, mental juara, dan perluasan wawasan bagi para siswa dalam menghadapi tantangan pendidikan di masa depan. Fz

Diseminasi Kurikulum Berbasis Cinta di MIN 1 Pasuruan


Pasuruan, 20 Desember 2025 — Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Kurikulum Berbasis Cinta pada Sabtu, 20 Desember 2025. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd.I., didampingi Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Bapak A. Zamroni, S.Pd.I. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh guru dan wakil kepala madrasah.

Dalam sambutannya, Bapak Abdul Qodir menegaskan bahwa pendidikan sejatinya harus dilandasi oleh nilai-nilai cinta. Beliau menyampaikan bahwa inti dari Surah Al-Fatihah adalah cinta, yakni cinta kepada Allah, cinta kepada sesama manusia, dan cinta dalam proses belajar-mengajar. Menurutnya, jika pendidikan dilaksanakan dengan cinta, maka pembelajaran akan lebih bermakna, menenangkan, dan mampu membentuk karakter peserta didik secara utuh.

“Al-Fatihah mengajarkan kita kasih sayang, harapan, doa, dan ketundukan. Nilai-nilai inilah yang harus diimplementasikan dalam kurikulum dan praktik pembelajaran di madrasah,” ujar beliau.

Sementara itu, Bapak A. Zamroni, S.Pd.I. menjelaskan bahwa kurikulum berbasis cinta merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada sikap empati, penghargaan terhadap potensi peserta didik, serta pembelajaran yang humanis dan ramah anak. Guru diharapkan tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menjadi teladan dalam sikap, tutur kata, dan tindakan.

Kegiatan diseminasi berlangsung dengan suasana interaktif. Para guru diajak untuk berdiskusi dan merefleksikan praktik pembelajaran yang selama ini telah berjalan, serta bagaimana nilai cinta dapat diintegrasikan dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan di kelas, hingga penilaian.

Melalui kegiatan ini, MIN 1 Pasuruan berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dengan menanamkan nilai-nilai spiritual, sosial, dan karakter, sehingga tercipta lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang.

Materi Inti Diseminasi Kurikulum Berbasis Cinta 

1. Pengertian Kurikulum Berbasis Cinta

Kurikulum berbasis cinta adalah kurikulum yang menempatkan kasih sayang, empati, dan penghargaan terhadap kemanusiaan sebagai fondasi utama dalam proses pendidikan.

2. Landasan Nilai (Al-Fatihah)

  • Ar-Rahman Ar-Rahim: Pendidikan berlandaskan kasih sayang
  • Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in: Keteladanan, tanggung jawab, dan ketawadhuan
  • Ihdinash shirathal mustaqim: Pendidikan sebagai proses membimbing, bukan menghakimi

3. Prinsip Kurikulum Berbasis Cinta

  • Menghargai perbedaan dan potensi peserta didik
  • Pembelajaran ramah anak dan bebas kekerasan
  • Guru sebagai pendidik sekaligus pembimbing dan teladan
  • Menciptakan suasana kelas yang aman dan menyenangkan

4. Implementasi dalam Pembelajaran

  • Perencanaan pembelajaran yang humanis
  • Metode pembelajaran aktif, kolaboratif, dan empatik
  • Bahasa yang santun dan memotivasi
  • Penilaian yang adil, mendidik, dan membangun

5. Dampak yang Diharapkan

  • Terbentuknya karakter peserta didik yang berakhlak mulia
  • Meningkatnya motivasi dan kenyamanan belajar
  • Terwujudnya budaya madrasah yang harmonis dan penuh cinta

MIN 1 Pasuruan Berpartisipasi dalam Lomba Tenis Meja Putra Ganda Guru pada Peringatan HAB Kemenag ke-80

Pasuruan — Dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80, MIN 1 Pasuruan turut berpartisipasi dalam kegiatan lomba tenis meja putra ganda antar guru yang diselenggarakan di MAN 1 Pasuruan, pada Kamis, 18 Desember 2025.

Pada ajang tersebut, MIN 1 Pasuruan diwakili oleh dua guru terbaiknya, yaitu Bapak Miftahul Jinan dan Bapak Iwan Kurniandi. Keduanya tampil penuh semangat, sportivitas, dan kebersamaan, mewakili keluarga besar MIN 1 Pasuruan dalam kompetisi yang diikuti oleh perwakilan madrasah se-Kabupaten Pasuruan.

Kegiatan lomba tenis meja ini menjadi salah satu rangkaian acara HAB Kemenag ke-80 yang bertujuan untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta menjaga kebugaran jasmani di lingkungan Kementerian Agama. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana rekreasi sehat bagi para guru dan tenaga kependidikan.

Kepala MIN 1 Pasuruan menyampaikan apresiasi atas partisipasi dan semangat juang para guru yang telah membawa nama baik madrasah. “Keikutsertaan dalam kegiatan HAB ini bukan semata-mata mengejar prestasi, tetapi juga sebagai wujud kebersamaan, kekompakan, dan semangat sehat dalam menyemarakkan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama,” ujarnya.

Dengan adanya partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan HAB Kemenag ke-80, MIN 1 Pasuruan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Kementerian Agama, baik di bidang pendidikan, keagamaan, maupun penguatan karakter melalui kegiatan positif dan sportif.

MIN 1 Pasuruan Berpartisipasi dalam Lomba Tenis Meja Putra Tunggal Guru pada Peringatan HAB Kemenag ke-80

Pasuruan — Dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80, MIN 1 Pasuruan turut berpartisipasi dalam kegiatan lomba tenis meja putra tunggal antar guru, yang diselenggarakan pada Kamis, 18 Desember 2025 bertempat di MAN 1 Pasuruan.

Kegiatan lomba olahraga ini menjadi salah satu rangkaian acara HAB Kemenag ke-80 yang bertujuan untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan semangat sportivitas, serta menjaga kebugaran jasmani di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan. Kepala  MIN 1 Pasuruan mengikuti lomba dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi nilai fair play selama pertandingan berlangsung.

Kepala MIN 1 Pasuruan menyampaikan bahwa partisipasi dalam lomba tenis meja ini bukan semata-mata mengejar prestasi, namun lebih kepada membangun kebersamaan dan soliditas antar pendidik di lingkungan madrasah dan Kementerian Agama.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa guru madrasah tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan pendidikan karakter, tetapi juga aktif dalam kegiatan olahraga dan kebersamaan,” ujarnya.

Suasana pertandingan berlangsung meriah dan penuh keakraban. Sorak semangat dari sesama peserta dan pendukung menambah semarak jalannya lomba. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat rasa kekeluargaan antar satuan kerja di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan.

Dengan semangat HAB Kemenag ke-80, MIN 1 Pasuruan berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan positif yang mencerminkan nilai kebersamaan, sportivitas, dan pengabdian kepada bangsa dan negara melalui pendidikan madrasah.

MIN 1 Pasuruan Berpartisipasi dalam Lomba Bola Voli Putra Guru pada Peringatan HAB Kemenag ke-80



Pasuruan — Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80, MIN 1 Pasuruan turut berpartisipasi dalam kegiatan lomba bola voli putra antar guru yang diselenggarakan di MAN 1 Pasuruan, pada Kamis, 18 Desember 2025.

Tim bola voli putra guru MIN 1 Pasuruan tampil penuh semangat dan sportivitas sejak awal pertandingan. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan guru dari berbagai satuan kerja di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan sebagai ajang mempererat silaturahmi, meningkatkan kebugaran jasmani, serta menumbuhkan semangat kebersamaan antar pendidik.

Kepala MIN 1 Pasuruan menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan madrasah terhadap rangkaian peringatan HAB Kemenag ke-80 sekaligus sarana membangun kekompakan dan solidaritas antar guru. “Melalui kegiatan olahraga seperti ini, diharapkan terjalin hubungan yang harmonis serta semangat kerja yang lebih solid dalam melayani pendidikan dan umat,” ujarnya.

Pertandingan berlangsung meriah dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas, fair play, dan kekeluargaan. Meski kompetisi berlangsung sengit, suasana kebersamaan tetap terasa di antara seluruh peserta.

Partisipasi MIN 1 Pasuruan dalam lomba bola voli ini menjadi wujud nyata semangat HAB Kemenag ke-80, yaitu memperkuat kebersamaan, dedikasi, dan pengabdian insan Kementerian Agama dalam membangun bangsa melalui pendidikan madrasah.

MIN 1 Pasuruan Berpartisipasi dalam Lomba Bola Voli Putri HAB Kemenag ke-80

 


Pasuruan — Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80, MIN 1 Pasuruan turut ambil bagian dalam lomba bola voli putri yang diselenggarakan di MAN 1 Pasuruan, pada Kamis, 18 Desember 2025.

Kegiatan lomba bola voli putri ini merupakan salah satu rangkaian agenda HAB Kemenag ke-80 tingkat Kabupaten Pasuruan yang bertujuan untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan sportivitas, serta memperkuat semangat kebersamaan antar satuan kerja dan madrasah di lingkungan Kementerian Agama.

Tim bola voli putri MIN 1 Pasuruan tampil penuh semangat dan kekompakan. Meskipun menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai madrasah, para pemain menunjukkan kerja sama tim, disiplin, dan sportivitas yang tinggi selama pertandingan berlangsung. Dukungan dari para pendamping dan supporter turut menambah motivasi tim di lapangan.

Kepala MIN 1 Pasuruan menyampaikan bahwa partisipasi dalam kegiatan ini bukan semata-mata mengejar prestasi, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap peringatan HAB Kemenag ke-80 serta upaya menanamkan nilai kebersamaan, kesehatan jasmani, dan jiwa kompetitif yang sehat.

“Melalui kegiatan olahraga seperti ini, kita ingin membangun solidaritas antar madrasah serta menanamkan semangat kebugaran dan sportivitas kepada seluruh warga madrasah,” ujarnya.

Dengan mengikuti lomba bola voli putri ini, MIN 1 Pasuruan berharap dapat terus berkontribusi aktif dalam setiap kegiatan Kementerian Agama, sekaligus memperkuat citra madrasah sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga aktif dalam bidang olahraga dan kebersamaan.

MIN 1 Pasuruan Raih Juara Harapan III Lomba Menggambar Poster di MTs Negeri 1 Pasuruan

 

Pasuruan (Humasy/Tim Medsos) — MIN 1 Pasuruan kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara Harapan III dalam Lomba Menggambar Poster yang diselenggarakan oleh MTs Negeri 1 Pasuruan. Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah madrasah ibtidaiyah dan sekolah dasar  di wilayah Kabupaten Pasuruan dan menjadi ajang pengembangan kreativitas serta bakat seni peserta didik.

Lomba menggambar poster tersebut bertujuan untuk menumbuhkan kemampuan ekspresi visual, daya imajinasi, serta kepekaan siswa terhadap pesan-pesan edukatif yang dituangkan dalam bentuk karya seni. Perwakilan siswa MIN 1 Pasuruan mampu menampilkan karya yang kreatif dengan perpaduan warna dan pesan yang komunikatif sehingga berhasil meraih posisi Juara Harapan III.

Kepala MIN 1 Pasuruan menyampaikan apresiasi atas capaian prestasi tersebut dan memberikan motivasi kepada peserta didik untuk terus mengembangkan potensi diri.

“Prestasi ini menjadi bukti bahwa siswa MIN 1 Pasuruan tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga memiliki kemampuan di bidang seni dan kreativitas. Kami berharap prestasi ini menjadi pemacu semangat bagi siswa lainnya,” ujarnya.

Analisis Kegiatan

Capaian Juara Harapan III dalam lomba menggambar poster ini menunjukkan bahwa pembinaan minat dan bakat seni di MIN 1 Pasuruan berjalan dengan baik. Kegiatan lomba semacam ini berperan penting dalam membangun karakter kreatif, percaya diri, serta kemampuan berpikir visual siswa sejak dini. Selain itu, keikutsertaan dalam ajang tingkat antar-madrasah juga memperluas pengalaman kompetitif peserta didik.

Komentar

Prestasi yang diraih MIN 1 Pasuruan patut diapresiasi sebagai langkah awal menuju capaian yang lebih tinggi. Ke depan, diperlukan pembinaan yang lebih intensif dan berkelanjutan agar potensi seni siswa dapat berkembang optimal dan mampu bersaing pada level yang lebih luas. Dukungan madrasah, guru pembimbing, dan orang tua menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas prestasi siswa di berbagai bidang.

Dengan raihan ini, MIN 1 Pasuruan semakin menegaskan komitmennya dalam mengembangkan potensi peserta didik secara menyeluruh, baik akademik, keagamaan, maupun nonakademik.

Rakernas Kementerian Agama RI 2025, Kankemenag Kabupaten Pasuruan Ikuti Secara Daring

 

Pasuruan (Humas/Tim Medsos) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2025 secara daring melalui Zoom Meeting yang dipusatkan di Hall Mini Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan, Selasa (16/12/2025).

Pada hari kedua pelaksanaan Rakernas, kegiatan ini diikuti oleh para Kepala Satuan Kerja Madrasah di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya penguatan sinergi dan penyelarasan kebijakan strategis Kementerian Agama di tingkat pusat hingga daerah.

Rakernas Kementerian Agama RI Tahun 2025 mengusung tema “Menyiapkan Umat Masa Depan” dan secara resmi dibuka oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nazaruddin Umar, M.A. Tema tersebut menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam menyiapkan sumber daya umat yang unggul, moderat, dan berdaya saing di masa mendatang.

Kepala MIN 1 Pasuruan yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa Rakernas Kementerian Agama RI Tahun 2025 memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan dan arah kebijakan Kementerian Agama ke depan.

“Rakernas Kementerian Agama Tahun 2025 sangat penting karena menjadi forum strategis dalam melaksanakan tugas di satker masing agar selaras dan harmonis. Salah satu agenda utamanya adalah pembahasan Rencana Strategis (Renstra) Kemenag RI Tahun 2025–2029,” ungkapnya.

Melalui Rakernas ini diharapkan seluruh satuan kerja, termasuk madrasah, dapat memahami arah kebijakan dan program prioritas Kementerian Agama RI, sehingga implementasinya di tingkat daerah dapat berjalan selaras dan berkelanjutan.

Ujian Takhfidz Semester Ganjil MIN 1 Pasuruan Evaluasi Capaian Program Qur’ani

 


Pasuruan (Humas/Tim Medsos) — MIN 1 Pasuruan melaksanakan Ujian Takhfidz Semester Ganjil pada Selasa, 16 Desember 2025, sebagai bentuk evaluasi capaian hafalan Al-Qur’an peserta didik sekaligus penguatan program unggulan madrasah di bidang tahfidz.


Kegiatan ini dihadiri oleh Tim Takhfidz MIN 1 Pasuruan, Wali Kelas 4A Ibu Wiwit Widayati, Ustadz Khamim Ma’ruf, Ustadz Jinan selaku Koordinator Bidang (Korbid), Ustadz Munir sebagai tim takhfid, serta Ustadz Abdul Mu’id selaku penjamin mutu program takhfid.

Pelaksanaan ujian berlangsung tertib dan kondusif. Para siswa mengikuti ujian dengan penuh kesungguhan dengan melantunkan hafalan sesuai target yang telah ditetapkan. Tim penguji menilai kelancaran hafalan, ketepatan makharijul huruf, serta penerapan tajwid secara menyeluruh.


Kepala MIN 1 Pasuruan, Abdul Qodir, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian program takhfid yang terus menunjukkan perkembangan positif.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan gembira. Program takhfid di MIN 1 Pasuruan sudah mulai membuahkan hasil yang nyata. Ini merupakan ikhtiar bersama seluruh guru, tim takhfid, dan dukungan orang tua dalam menanamkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an sejak dini,” ungkap Abdul Qodir.

Senada dengan hal tersebut, Ustadz Abdul Mu’id selaku penjamin mutu menegaskan bahwa ujian takhfid menjadi instrumen penting dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan program.

“Ujian ini tidak hanya menilai jumlah hafalan, tetapi juga kualitas bacaan. Dengan evaluasi berkala, kami memastikan program takhfid berjalan sesuai standar mutu dan terus mengalami peningkatan,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, MIN 1 Pasuruan berkomitmen untuk terus menguatkan pendidikan keagamaan dan mewujudkan madrasah yang unggul dalam prestasi akademik dan nonakademik, selaras dengan visi madrasah yang berkarakter Islami dan cinta Al-Qur’an.

MIN 1 Pasuruan Ikuti Lomba Menggambar Poster di MTsN 1 Pasuruan


Pasuruan, 15 Desember 2025 — Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan turut berpartisipasi dalam lomba menggambar poster yang diselenggarakan oleh MTsN 1 Pasuruan. Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik dari berbagai madrasah sebagai ajang kreativitas, pengembangan bakat, dan mempererat silaturrahmi antar lembaga pendidikan madrasah.

Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut beliau, lomba menggambar poster merupakan wadah untuk mengasah potensi dan kreativitas anak sejak dini, khususnya dalam bidang seni dan ekspresi visual.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak dapat menyalurkan bakat serta meningkatkan rasa percaya diri. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bukti eratnya hubungan yang harmonis antar madrasah serta menjadi ajang silaturrahmi yang positif,” ujar beliau.

Dengan adanya kegiatan lomba ini, diharapkan peserta didik MIN 1 Pasuruan semakin termotivasi untuk terus berkarya, berprestasi, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan dalam lingkungan madrasah. Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antar madrasah dalam mendukung pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh.

MIN 1 Pasuruan Ikuti PKKM Bersama Madrasah Se-Kecamatan Beji

Pasuruan — MIN 1 Pasuruan melaksanakan kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) bersama sejumlah madrasah ibtidaiyah di Kecamatan Beji, yakni MI Badrul Ulum, MI Al Islah Glanggang, dan MI As Sabilillah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung MIN 1 Pasuruan.

PKKM ini dipandu dan dinilai langsung oleh Pengawas Madrasah Kecamatan Beji, yaitu Ibu Nur Cholifah dan Ibu Choyatin Nasucha. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh semangat kolaborasi antar madrasah, sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan madrasah.

Dalam pelaksanaannya, setiap kepala madrasah memaparkan dokumen serta bukti kinerja sesuai dengan instrumen PKKM yang telah ditetapkan. Penilaian meliputi aspek manajerial, pengembangan kewirausahaan, supervisi guru dan tenaga kependidikan, serta kepemimpinan kepala madrasah.

Kepala MIN 1 Pasuruan menyampaikan bahwa PKKM merupakan bagian penting dalam upaya mengukur kinerja kepala madrasah dan lembaga secara objektif berdasarkan ukuran dan indikator yang telah ditentukan. Melalui PKKM ini diharapkan dapat diketahui capaian kinerja sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan dan pengembangan madrasah ke depan.

Dengan terselenggaranya PKKM ini, MIN 1 Pasuruan bersama madrasah lainnya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan serta mewujudkan madrasah yang unggul dan berdaya saing.

MIN 1 Pasuruan Hadiri Diskusi Inovasi Sekolah dan Optimalisasi TKA di Pacet Mojokerto

 


Pacet, Mojokerto — 13 Desember 2025. MIN 1 Pasuruan menghadiri kegiatan diskusi pendidikan dengan tema “Inovasi Sekolah/Madrasah dan Optimalisasi untuk Mendapatkan Nilai Signifikan dalam Pelaksanaan TKA sebagai Sarana Peningkatan Mutu Pendidikan”. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Entrepreneur Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto.

Diskusi ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman satuan pendidikan dalam mengembangkan inovasi pembelajaran serta mengoptimalkan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) agar memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan. Forum ini menjadi wadah strategis bagi sekolah dan madrasah untuk saling berbagi praktik baik (best practice) serta merumuskan langkah-langkah konkret dalam peningkatan kualitas pendidikan.

Dalam kegiatan tersebut, perwakilan dari MIN 1 Pasuruan aktif mengikuti rangkaian diskusi, menyimak paparan narasumber, serta berdialog mengenai strategi penguatan inovasi sekolah, manajemen pembelajaran, dan pemanfaatan hasil TKA sebagai dasar perbaikan proses pembelajaran di madrasah.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, MIN 1 Pasuruan berkomitmen untuk terus beradaptasi dengan perkembangan kebijakan pendidikan serta mengimplementasikan berbagai inovasi yang relevan dan berkelanjutan. Diharapkan hasil diskusi ini dapat menjadi referensi dalam menyusun program madrasah yang lebih efektif, khususnya dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi TKA serta meningkatkan mutu pendidikan secara menyeluruh.

Kegiatan diskusi ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun pendidikan yang bermutu, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas lulusan, khususnya di lingkungan madrasah.

MIN 1 Pasuruan Gelar Outing Class Ziarah Wali untuk Dukung Pembelajaran SKI Kelas VI

 


Pasuruan, 10 Desember 2025 — Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan melaksanakan kegiatan outing class bagi siswa-siswi kelas VI A–D sebagai bagian dari penguatan pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Kegiatan ini diwujudkan melalui ziarah religi ke Makam Sunan Ampel di Surabaya dan Sunan Derajat di Lamongan.

Kegiatan outing class ini bertujuan untuk mengenalkan kearifan lokal, tokoh-tokoh agama Islam di Nusantara, serta meneladani perjuangan para wali dalam menyebarkan agama Islam. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan penghayatan spiritual keagamaan peserta didik secara langsung melalui pengalaman nyata di lapangan.

Rombongan diberangkatkan langsung oleh Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd., dengan menggunakan tiga armada Bus Kopi Langit. Kegiatan ini diikuti oleh guru mata pelajaran agama, wali kelas, guru pendamping, serta seluruh siswa-siswi kelas VI A sampai VI D.

Dalam pelaksanaannya, setiap siswa tidak hanya mengikuti rangkaian ziarah, tetapi juga diberikan tugas individu dan tugas kelompok. Tugas tersebut bertujuan untuk melatih tanggung jawab, kerja sama, serta kemampuan refleksi siswa terhadap nilai-nilai keteladanan para wali yang telah dipelajari.

Kepala MIN 1 Pasuruan, Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd., dalam keterangannya menyampaikan:

“Kegiatan outing class ini kami rancang agar pembelajaran SKI tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga kontekstual dan bermakna. Dengan berziarah ke makam para wali, siswa dapat mengenal langsung tokoh-tokoh penyebar Islam di Nusantara serta meneladani semangat dakwah, akhlak, dan keikhlasan mereka.”

Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan siswa terhadap sejarah Islam sekaligus memperkuat karakter religius sejak dini.

Dengan terlaksananya kegiatan outing class ini, MIN 1 Pasuruan berharap siswa kelas VI memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang sejarah perjuangan para wali, meningkatnya sikap spiritual, serta tumbuhnya rasa bangga terhadap kearifan lokal dan warisan Islam di Indonesia.

Raker KKMI Kabupaten Pasuruan Bahas Penguatan Kemadrasahan dan Optimalisasi Organisasi

 

Kota Bandung, 5–7 November 2025 — Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Pasuruan menggelar Rapat Kerja (Raker) tahunan yang berlangsung selama tiga hari di Grand Pacific Hotel kota  Bandung Jawa Barat . Kegiatan dilaksanakan dalam rangka mengevaluasi program kerja satu tahun terakhir sekaligus menyusun langkah strategis untuk peningkatan mutu madrasah di tahun mendatang.

Rangkaian acara Raker dimulai dengan menyannyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Hymne dan Mars Madrasah dan dilanjutkan  penyampaian laporan kegiatan KKMI selama satu tahun, yang meliputi capaian program, evaluasi kinerja, serta analisis kebutuhan madrasah di berbagai bidang. Laporan tersebut menjadi dasar untuk merumuskan program prioritas tahun berikutnya.

Pada sesi kedua, para peserta mengikuti pemaparan kegiatan dan agenda penguatan kemadrasahan. Dalam diskusi yang berlangsung dinamis, KKMI kabupaten  bersama para Ketua KKMI kecamatan   se-Kabupaten Pasuruan menyepakati beberapa poin penting, antara lain:

  1. Penguatan karakter Kemadrasaan ke seluruh lini madrasah di kab. Pasuruan

  2. Peningkatan kedisiplinan madrasah, baik bagi guru, tenaga kependidikan, maupun peserta didik.

  3. Penguatan SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) agar lebih tertib, transparan, dan seragam di seluruh MI.

  4. Optimalisasi pengorganisasian dan koordinasi di bawah KKMI, sehingga setiap program dapat berjalan lebih efektif, terarah dan dinamis.

  5. Kewajiban setiap madrasah untuk memiliki satu tiang bendera sebagai sarana pelaksanaan upacara dan pendidikan karakter kebangsaan sebagai tanda telah dilaksanakannya upacara bendera wujud cinta NKRI.

Kesepakatan ini disambut baik oleh seluruh peserta raker sebagai langkah nyata menuju madrasah yang lebih tertata, berkarakter, dan unggul dalam mutu layanan pendidikan.

Dengan terselenggaranya Raker KKMI Kabupaten Pasuruan tahun 2025, diharapkan seluruh MI mampu bergerak bersama dalam memperkuat budaya kerja, kedisiplinan, serta tata kelola kelembagaan demi mewujudkan madrasah yang semakin maju dan berdaya saing.

Perkuat Sinergi Pendidikan, Kepala MIN 1 Pasuruan Hadiri Silaturahim Bersama IGRA se-Kecamatan Beji

 

PASURUAN – Dalam upaya memperkokoh tali persaudaraan dan sinergi antar lembaga pendidikan Islam, Kepala MIN 1 Pasuruan, Abdul Qodir, menghadiri undangan pertemuan Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kecamatan Beji. Kegiatan yang dikemas dalam acara sharing dan silaturahim ini bertempat di RA Sabilillah, Senin (8/12/2025).

Kehadiran Abdul Qodir dalam forum ini memiliki peran strategis, mengingat posisinya tidak hanya sebagai Kepala MIN 1 Pasuruan, tetapi juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Beji.


Dalam sambutannya, Abdul Qodir menekankan pentingnya kesatuan visi antara tingkat pendidikan RA dan MI.

"Keberadaan RA dan MI adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, terutama dalam mengemban amanat mencerdaskan generasi penerus bangsa," ujar Abdul Qodir di hadapan para anggota IGRA.

Lebih lanjut, Ketua KKMI Kecamatan Beji ini menambahkan bahwa kegiatan seperti ini merupakan langkah konkret untuk menjaga dan memperkuat tali silaturahim. Menurutnya, kesinambungan pendidikan dari RA ke MI memerlukan komunikasi yang intens dan harmonis.

Salah satu poin penting yang dibahas dalam pertemuan ini adalah mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Abdul Qodir menyoroti bahwa eksistensi RA di Kecamatan Beji memberikan kontribusi besar terhadap proses dan hasil PPDB bagi jenjang MI.

"Oleh karena itu, tiada komitmen yang tepat kecuali saling membantu antar sesama," tegasnya.

Respon Positif IGRA Beji

Ajakan untuk memperkuat sinergi ini disambut hangat oleh Ketua IGRA Kecamatan Beji, Nur Lailiya, S.Pd. Ia menyatakan apresiasinya atas kehadiran dan arahan yang disampaikan oleh Kepala MIN 1 Pasuruan.

"Kami menyambut baik apa yang disampaikan Bapak Abdul Qodir. IGRA Kecamatan Beji siap bekerja sama dan bahu-membahu menjaga kesolidan antara RA dan MI di wilayah ini," ungkap Nur Lailiya.

Salah satu hasil dari sharing ini bahwa RA se Kecamatan Beji akan terus menjaga hubungan dengan MI dalam satu Yayasan terkhusus dalam Penerimaan Peserta Didik Baru, serta diharapkan MI juga terus menjaga keharmonisan dengan saudaranya yaitu RA di Kecamatan Beji.

Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum awal untuk kolaborasi yang lebih erat di masa mendatang, demi terwujudnya kualitas pendidikan madrasah yang unggul dan berkelanjutan di Kecamatan Beji.

Wujudkan Madrasah Penuh “CINTA”, MIN 1 Pasuruan Jadi Pilot Project Kurikulum Berbasis Cinta



Surabaya — Upaya mewujudkan madrasah yang penuh kehangatan, kepedulian, dan keberpihakan pada peserta didik terus dilakukan MIN 1 Pasuruan. Pada tanggal 2–4 Desember 2025, Kepala Madrasah dan Wakil Kepala Bidang Kurikulum MIN 1 Pasuruan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Kepala MI/MTs dan Wakabid Kurikulum MI/MTs dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diselenggarakan di Surabaya.

Kegiatan bergengsi ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Akhmad Sruji Bakhtiar, M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pendidikan harus benar-benar berpihak pada siswa. Menurutnya, generasi saat ini membutuhkan pendekatan pendidikan yang lebih baik, lebih humanis, dan penuh kasih.

“Saya sangat mengapresiasi terselenggaranya Bimtek ini. Kegiatan seperti ini memegang peran penting dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di lingkungan madrasah,” ungkap Dr. Akhmad Sruji Bakhtiar.

Dalam kegiatan ini, MIN 1 Pasuruan mendapat amanah istimewa sebagai Pilot Project Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Kabupaten Pasuruan. Penunjukan ini menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi madrasah untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih inspiratif, humanis, dan memberi ruang tumbuh yang nyaman bagi peserta didik.

Kepala MIN 1 Pasuruan, Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan antusiasme dan tekadnya untuk mengemban amanah tersebut.

“Kami sangat bersyukur mendapat kepercayaan ini. Bimtek KBC menjadi bekal penting bagi kami untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di MIN 1 Pasuruan,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Wakabid Kurikulum, Ahmad Zamroni, turut menegaskan komitmennya untuk segera mengimplementasikan konsep Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah.

“Kami ingin MIN 1 Pasuruan dapat menjadi madrasah yang benar-benar menerapkan nilai-nilai cinta dalam setiap proses pembelajaran,” ungkapnya.

Dengan penunjukan sebagai Pilot Project KBC, MIN 1 Pasuruan diharapkan menjadi contoh penerapan kurikulum yang holistik, penuh cinta, dan berpihak pada kebutuhan perkembangan peserta didik. Hal ini menjadi langkah konkret menuju madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu membentuk karakter peserta didik dengan lebih baik dan berkesan.

MIN 1 Pasuruan Gelar Sosialisasi RDM Kokurikuler kepada Koordinator Kelas

 


Pasuruan, 4 Desember 2025 — MIN 1 Pasuruan menggelar kegiatan Sosialisasi Rapor Digital Madrasah (RDM) tentang Kokurikuler pada Kamis (4/12/2025). Kegiatan ini berlangsung di lingkungan madrasah dengan diikuti oleh seluruh koordinator kelas dari berbagai tingkatan.

Sosialisasi ini dipandu langsung oleh operator madrasah, Ashlihatut Dian Novia, yang menyampaikan secara rinci teknis pengelolaan dan pengisian data kokurikuler melalui sistem RDM. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan alur input data, sinkronisasi nilai kokurikuler, hingga tahapan finalisasi rapor agar sesuai dengan ketentuan Kementerian Agama.

Peserta sosialisasi tampak antusias mengikuti setiap penjelasan yang disampaikan. Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi praktik langsung penggunaan RDM untuk kokurikuler serta tanya jawab seputar kendala yang sering dihadapi di lapangan.

Melalui kegiatan ini, pihak madrasah berharap seluruh koordinator kelas memiliki pemahaman yang seragam terkait pengelolaan nilai kokurikuler berbasis digital. Dengan demikian, proses administrasi penilaian di MIN 1 Pasuruan dapat berjalan lebih tertib, akurat, dan sesuai dengan standar sistem informasi pendidikan madrasah.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari komitmen MIN 1 Pasuruan dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan berbasis teknologi serta mendukung digitalisasi pengelolaan data akademik di lingkungan madrasah.

Penguatan Literasi Digital: Integrasi Teknologi di Pojok Baca MIN 1 Pasuruan (Blended Learning).

Pasuruan – MIN 1 Pasuruan terus berinovasi dalam metode pembelajaran dengan mengintegrasikan teknologi informasi ke dalam budaya baca siswa. Seperti yang terlihat dalam kegiatan di Pojok Baca salah satu kelas tepatnya murid kelas 5. Mereka sedang melaksanakan kegiatan literasi digital yang terpimpin dan terbimbing.

Dalam kegiatan ini, murid tidak meninggalkan budaya mencatat dan membaca, namun medianya diperluas. Gawai (smartphone) digunakan sebagai alat riset untuk mengakses materi pengayaan yang lebih luas, sementara hasil pemahaman tetap dituangkan ke dalam lembar kerja fisik.

Kombinasi antara suasana Pojok Baca yang asri dan penggunaan perangkat digital ini bertujuan untuk membangun ekosistem belajar yang menyenangkan sekaligus relevan dengan perkembangan zaman (Abad 21)

"Siapa bilang HP hanya untuk bermain game?" Di MIN 1 Pasuruan, gawai adalah jendela dunia perpustakaan digital kami! 

Melalui program Literasi Digital, kami mengajak murid khususnya kelas 4,5 dan 6 untuk memanfaatkan teknologi sebagai sumber belajar yang tanpa batas. Bertempat di "Pojok Baca" yang nyaman, para siswa diajarkan cara mengakses e-book, mencari referensi pelajaran, dan memilah informasi yang valid, membuat poster, menyusun infografis. Berikut hasil karya siswa dari kegiatan pembelajaran berbasis literasi digital.

Salah satu karya murid MIN 1 Pasuruan membuat poster, infografis, iklan dan cerita bergambar yang dibuat melalui aplikasi. CANVA, PIXELLAB merupakan desain grafis online yang populer. Dari kegiatan tersebut ada pembuatan isi poster terkait literasi, juga pembuatan poster digital sehingga mengarah pada pembelajaran BLENDED LEARNING.
 "Pojok Baca MIN 1 Pasuruan dapat Mentransformasi ruang baca fisik menjadi gerbang pengetahuan digital. Anak-anak belajar bahwa smartphone adalah alat pintar untuk orang yang pintar. Yuk, budayakan literasi digital yang sehat sehingga membawa manfaat. Fz


LAHIRKAN BUDAYA LITERASI MELALUI POJOK KELAS MENUJU MADRASAH PENUH CINTA, DAN KITA DUKUNG GERAKAN LITERASI DIGITAL  DI MIN 1 PASURUAN.


Membangun Generasi Kritis dan Kreatif Melalui Program Kelas Literasi di MIN 1 Pasuruan

 

Pasuruan – (Siswa memegang lapbook/poster lipat yang menunjukkan hasil rangkuman materi)

Program literasi di MIN 1 Pasuruan terus menunjukkan hasil yang positif. Hal ini terlihat dari antusiasme salah satu murid kelas 6 dalam kegiatan pembelajaran berbasis proyek yang terintegrasi dengan gerakan literasi madrasah.

Dalam foto dokumentasi, terlihat sekelompok siswa dengan bangga mempresentasikan hasil karya literasi mereka berupa media pembelajaran visual (display project). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya madrasah untuk meningkatkan kompetensi literasi siswa, yang mencakup kemampuan membaca, memahami, menyimpulkan, dan mengomunikasikan kembali informasi yang mereka dapatkan.

Didukung dengan suasana kelas yang kondusif—lengkap dengan majalah dinding (mading) kelas dan pojok baca yang terawat—para siswa didorong untuk aktif mencari referensi dan menuangkannya dalam bentuk karya kreatif. Kepala MIN 1 Pasuruan bapak Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd berharap program ini dapat terus menumbuhkan nalar kritis dan kreativitas siswa sejak dini, sejalan dengan visi madrasah untuk mencetak generasi yang cerdas dan berakhlak mulia.

Di tangan mereka, terbentang sebuah karya sederhana namun sarat makna. Itu bukan sekadar kertas yang ditempel gambar, melainkan buah dari perjalanan literasi mereka minggu ini.


Dimulai dari membaca buku di pojok baca, berdiskusi dengan teman sekelompok, hingga akhirnya menuangkan pemahaman mereka ke dalam sebuah poster presentasi yang menarik. Dinding di belakang mereka, yang penuh dengan tempelan edukatif, menjadi saksi bisu bagaimana proses belajar itu terjadi setiap hari.

Program Literasi di MIN 1 Pasuruan membuktikan bahwa belajar itu menyenangkan. Ketika literasi dipadukan dengan kreativitas, siswa tidak hanya menjadi pembaca yang baik, tetapi juga kreator yang percaya diri. Siapakah yang tahu? Mungkin dari presentasi kecil di depan kelas ini, akan lahir pemimpin-pemimpin besar di masa depan (Nov 2025) .Fz