Pasuruan, 20 Desember 2025 — Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Kurikulum Berbasis Cinta pada Sabtu, 20 Desember 2025. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd.I., didampingi Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Bapak A. Zamroni, S.Pd.I. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh guru dan wakil kepala madrasah.
Dalam sambutannya, Bapak Abdul Qodir menegaskan bahwa pendidikan sejatinya harus dilandasi oleh nilai-nilai cinta. Beliau menyampaikan bahwa inti dari Surah Al-Fatihah adalah cinta, yakni cinta kepada Allah, cinta kepada sesama manusia, dan cinta dalam proses belajar-mengajar. Menurutnya, jika pendidikan dilaksanakan dengan cinta, maka pembelajaran akan lebih bermakna, menenangkan, dan mampu membentuk karakter peserta didik secara utuh.
“Al-Fatihah mengajarkan kita kasih sayang, harapan, doa, dan ketundukan. Nilai-nilai inilah yang harus diimplementasikan dalam kurikulum dan praktik pembelajaran di madrasah,” ujar beliau.
Sementara itu, Bapak A. Zamroni, S.Pd.I. menjelaskan bahwa kurikulum berbasis cinta merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada sikap empati, penghargaan terhadap potensi peserta didik, serta pembelajaran yang humanis dan ramah anak. Guru diharapkan tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menjadi teladan dalam sikap, tutur kata, dan tindakan.
Kegiatan diseminasi berlangsung dengan suasana interaktif. Para guru diajak untuk berdiskusi dan merefleksikan praktik pembelajaran yang selama ini telah berjalan, serta bagaimana nilai cinta dapat diintegrasikan dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan di kelas, hingga penilaian.
Melalui kegiatan ini, MIN 1 Pasuruan berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dengan menanamkan nilai-nilai spiritual, sosial, dan karakter, sehingga tercipta lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang.
Materi Inti Diseminasi Kurikulum Berbasis Cinta
1. Pengertian Kurikulum Berbasis Cinta
Kurikulum berbasis cinta adalah kurikulum yang menempatkan kasih sayang, empati, dan penghargaan terhadap kemanusiaan sebagai fondasi utama dalam proses pendidikan.
2. Landasan Nilai (Al-Fatihah)
- Ar-Rahman Ar-Rahim: Pendidikan berlandaskan kasih sayang
- Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in: Keteladanan, tanggung jawab, dan ketawadhuan
- Ihdinash shirathal mustaqim: Pendidikan sebagai proses membimbing, bukan menghakimi
3. Prinsip Kurikulum Berbasis Cinta
- Menghargai perbedaan dan potensi peserta didik
- Pembelajaran ramah anak dan bebas kekerasan
- Guru sebagai pendidik sekaligus pembimbing dan teladan
- Menciptakan suasana kelas yang aman dan menyenangkan
4. Implementasi dalam Pembelajaran
- Perencanaan pembelajaran yang humanis
- Metode pembelajaran aktif, kolaboratif, dan empatik
- Bahasa yang santun dan memotivasi
- Penilaian yang adil, mendidik, dan membangun
5. Dampak yang Diharapkan
- Terbentuknya karakter peserta didik yang berakhlak mulia
- Meningkatnya motivasi dan kenyamanan belajar
- Terwujudnya budaya madrasah yang harmonis dan penuh cinta