google-site-verification: googlec37f5abc404fa346.html MIN 1 PASURUAN: Laporan Praktik Baik Pembelajaran Seni Rupa Judul: Membangun Harmoni: Menciptakan Diorama Lingkungan Melalui Keseimbangan Bangun Ruang

Laporan Praktik Baik Pembelajaran Seni Rupa Judul: Membangun Harmoni: Menciptakan Diorama Lingkungan Melalui Keseimbangan Bangun Ruang

1. Identitas & Tujuan

Penyusun: Khotimah,S.Pd.I

Sasaran: Murid Kelas 4 B MIN 1 Pasuruan

Topik: Daur Ulang Bentuk dan Bangun Ruang

Tujuan Pembelajaran: Murid mampu menyusun daur ulang bentuk dan bangun ruang yang tersedia dengan menerapkan prinsip keseimbangan melalui pembuatan diorama/miniatur bertema lingkungan.

2. Situasi & Tantangan

Situasi

Di sekitar sekolah, ditemukan banyak limbah kemasan (kotak susu, kardus pasta gigi, botol plastik) yang belum dimanfaatkan secara optimal. Murid kelas 4 sedang mempelajari karakteristik bangun ruang (kubus, balok, tabung), namun seringkali kesulitan membayangkan bagaimana bentuk-bentuk tersebut dapat menyatu menjadi sebuah struktur yang stabil dan estetis.

Tantangan

Bagaimana mengubah "sampah" menjadi karya seni yang memiliki nilai estetika?

Bagaimana menanamkan pemahaman prinsip keseimbangan (simetris/asimetris) agar miniatur yang dibuat tidak mudah roboh dan sedap dipandang?

  

3. Aksi (Langkah Pembelajaran)

Tahap 1: Eksplorasi Bentuk (Discovery)

Murid mengumpulkan berbagai limbah bangun ruang. Di sini, dilakukan diskusi mengenai kemiripan benda nyata dengan konsep matematika:

  • Kotak susu = Balok
  • Gulungan tisu toilet = Tabung
  • Kotak kado kecil = Kubus

Tahap 2: Perancangan & Prinsip Keseimbangan

  • Sebelum menempel, murid diminta membuat sketsa kasar. Guru memberikan pemahaman tentang keseimbangan:
  • Keseimbangan Simetris: Meletakkan beban yang sama di sisi kiri dan kanan.
  • Keseimbangan Asimetris: Mengatur benda yang berbeda ukuran namun tetap terlihat stabil secara visual.

Tahap 3: Konstruksi Diorama

  • Murid mulai menyusun miniatur bertema lingkungan (misal: taman kota, perumahan hijau, atau hutan).
  • Proses: Murid harus memastikan dasar (base) cukup kuat untuk menopang bangun ruang di atasnya.
  • Kreativitas: Menambahkan unsur alami seperti ranting kering atau daun untuk memperkuat tema lingkungan.

4. Hasil & Refleksi

Hasil Karya

Murid berhasil menciptakan berbagai miniatur seperti:

Gedung Ramah Lingkungan: Menggunakan susunan balok yang seimbang dengan atap "hijau".

Taman Bermain: Memadukan tabung dan kubus dengan prinsip keseimbangan pusat.

Refleksi Murid

Murid merasa lebih memahami bahwa matematika (bangun ruang) tidak hanya ada di buku, tapi bisa dirasakan melalui tangan mereka. Mereka belajar bahwa keseimbangan bukan hanya soal angka, tapi soal rasa dan ketelitian.

Refleksi Guru

Penggunaan bahan daur ulang terbukti meningkatkan kesadaran lingkungan murid secara signifikan. Tantangan berikutnya adalah membimbing murid dalam teknik penyambungan (lem) yang lebih rapi agar miniatur lebih kokoh.

5. Kesimpulan

Melalui proyek ini, murid tidak hanya mencapai tujuan kognitif dalam mengenal bangun ruang, tetapi juga mengasah aspek psikomotorik dalam menyusun benda dengan prinsip keseimbangan serta menumbuhkan sikap peduli lingkungan (Eco-friendly).

No comments: