google-site-verification: googlec37f5abc404fa346.html MIN 1 PASURUAN: Optimalkan Tata Kelola Data, Operator KKMI Kecamatan Beji Gelar Rakor Teknis Pendidikan

Optimalkan Tata Kelola Data, Operator KKMI Kecamatan Beji Gelar Rakor Teknis Pendidikan




 PASURUAN – Bertempat di wilayah Kecamatan Beji, para operator madrasah di bawah naungan Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Beji berkumpul untuk mengikuti rapat koordinasi teknis pada Senin, 23 Februari 2026. Pertemuan ini difokuskan pada percepatan penyelesaian berbagai instrumen data digital yang krusial bagi keberlangsungan administrasi madrasah.

Acara secara resmi dibuka oleh Ketua KKMI Beji, Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya akurasi data sebagai fondasi pengambilan kebijakan di tingkat kementerian maupun daerah.

"Data adalah jantung dari madrasah. Melalui sinkronisasi yang tepat pada Emis, PDUM, hingga e-RKAM, kita memastikan hak guru dan siswa terlayani dengan baik," ujar Bapak Abdul Qodir.

Lima Poin Strategis Pembahasan

Di bawah arahan langsung dari Bapak Anton, jalannya kegiatan berlangsung interaktif dengan membedah lima agenda utama:

  1. Penyelesaian Emis GTK: Pemutakhiran data Guru dan Tenaga Kependidikan untuk memastikan validitas status kepegawaian dan tunjangan.
  2. Optimalisasi Emis 4.0: Pendampingan teknis input data pada platform terbaru guna meminimalisir kendala sistem yang sering dihadapi operator.
  3. Sinkronisasi PDUM: Percepatan pendataan Pangkalan Data Ujian Madrasah (PDUM) sebagai syarat mutlak pelaksanaan ujian akhir.
  4. Persiapan TKA: Koordinasi teknis terkait pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang akan segera dihadapi oleh peserta didik.
  5. Finalisasi e-RKAM: Penginputan Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah berbasis elektronik untuk transparansi dan akuntabilitas keuangan.

Kegiatan ini diharapkan dapat menyamakan persepsi seluruh operator di Kecamatan Beji sehingga tidak ada madrasah yang tertinggal dalam tenggat waktu (deadline) nasional. Dengan bimbingan teknis yang intensif, kendala di lapangan dapat dicarikan solusinya secara kolektif.

No comments: