Pasuruan, Mei 2026 – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN)
1 Pasuruan melaksanakan kegiatan pembelajaran qurban yang sarat nilai edukasi
dan kepedulian sosial, pada Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30
hingga 11.00 WIB ini menghadirkan pengalaman langsung bagi peserta didik dalam
memahami makna ibadah qurban secara nyata.
Seekor sapi qurban yang telah dipersiapkan sebelumnya
disembelih secara syar'i di halaman madrasah, dengan melibatkan seluruh guru
dan Kepala Madrasah. Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai ritual
keagamaan, tetapi juga sebagai media pembelajaran kontekstual bagi siswa kelas 5
untuk memahami nilai-nilai keislaman,
kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama.
Rangkaian Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan dimulai dengan pembukaan dan tausiyah singkat
tentang hikmah qurban, dilanjutkan dengan proses penyembelihan yang disaksikan
oleh peserta didik dengan tetap menjaga etika dan kenyamanan anak. Setelah itu,
daging qurban dipotong-potong, ditimbang, dan dikemas secara higienis oleh
panitia yang terdiri dari guru, staf, dan perwakilan orang tua siswa.
Seluruh hasil daging qurban kemudian didistribusikan kepada:
- Peserta
didik MIN 1 Pasuruan,
- Anak
yatim piatu di MIN 1 Pasuruan
- Tetangga
dan warga sekitar MIN 1 Pasuruan sebagai bentuk silaturahmi dan kepedulian
sosial
Peran Aktif Seluruh Civitas Madrasah
Kepala MIN 1 Pasuruan menyatakan, "Kegiatan ini
merupakan wujud komitmen kami dalam mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan
dengan pembelajaran nyata. Dengan melibatkan seluruh guru dan staf, kami ingin
menanamkan kepada anak-anak bahwa ibadah qurban bukan hanya tentang menyembelih
hewan, tetapi juga tentang berbagi, empati, dan memperkuat ukhuwah."
Para guru turut serta membimbing siswa dalam setiap tahapan,
mulai dari observasi, pencatatan sederhana, hingga refleksi makna kegiatan.
Beberapa siswa juga diberi kesempatan untuk membantu proses pengemasan dan
penyerahan paket daging qurban, sebagai bentuk pelatihan tanggung jawab dan kerja
sama.
Antusiasme dan Harapan ke Depan
Kegiatan berjalan lancar, tertib, dan penuh kehangatan.
Warga sekitar menyambut baik inisiatif MIN 1 Pasuruan, dan berharap kegiatan
serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya.
"Alhamdulillah, anak-anak sangat antusias. Mereka
jadi lebih paham makna qurban secara langsung, bukan hanya teori di kelas.
Insya Allah, ini akan menjadi agenda rutin yang semakin dikembangkan,"
tambah salah satu guru pendamping.
Melalui kegiatan ini, MIN 1 Pasuruan tidak hanya menguatkan
karakter religius peserta didik, tetapi juga mempererat hubungan antara
madrasah, keluarga, dan masyarakat sekitar. Semoga langkah kecil ini menjadi
inspirasi bagi satuan pendidikan lain dalam menghadirkan pembelajaran yang
bermakna dan menyentuh hati.



No comments:
Post a Comment