google-site-verification: googlec37f5abc404fa346.html MIN 1 PASURUAN: Inovasi Tiada Henti: Abdul Qodir Ikuti Penguatan Madrasah Go Digital di Kanwil Kemenag Jatim

Inovasi Tiada Henti: Abdul Qodir Ikuti Penguatan Madrasah Go Digital di Kanwil Kemenag Jatim


SURABAYA, KANWIL KEMENAG JATIM — Perkembangan teknologi informasi yang melaju pesat dalam beberapa tahun terakhir menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi dan bertransformasi. Tidak terkecuali bagi lembaga pendidikan keagamaan seperti madrasah di Jawa Timur. Menjawab tantangan zaman tersebut, semangat inovasi tiada henti ditunjukkan oleh Abdul Qodir, seorang praktisi dan penggerak pendidikan madrasah, yang secara aktif mengikuti kegiatan Penguatan "Madrasah Go Digital" yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Timur pada Senin, 20 Juli 2026.

Kegiatan intensif ini menghimpun para pemangku kepentingan pendidikan madrasah dari pelbagai daerah di Jawa Timur untuk menyelaraskan visi, merumuskan strategi, serta mempercepat langkah transformasi digital di lingkungan madrasah.

Pesan Kunci Kakanwil: Digitalisasi Sebagai Perangkat, Bukan Tujuan

Dalam pembukaan dan pengarahan utamanya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Akhmad Sruji Bakhtiar, M.Pd.I., memberikan penekanan mendasar mengenai makna hakiki dari modernisasi pendidikan berbasis teknologi. Beliau mengingatkan agar seluruh elemen madrasah tidak terjebak pada formalitas kepemilikan alat canggih semata, melainkan fokus pada substansi perubahan.

"Digitalisasi adalah sebuah perangkat, bukan tujuan. Oleh karena itu, masih perlu dukungan lain seperti SDM, Sarpras, dan Mentalitas," tegas Dr. H. Akhmad Sruji Bakhtiar, M.Pd.I. di hadapan para peserta.

Pernyataan tersebut menjadi landasan pemikiran utama dalam forum tersebut. Digitalisasi hendaknya dimaknai sebagai katalisator atau alat bantu (enabler) untuk meningkatkan mutu pembelajaran, efisiensi tata kelola, dan pembentukan karakter peserta didik. Tanpa pemanfaatan yang bijak dan terarah, infrastruktur digital yang megah sekalipun tidak akan membawa dampak bermakna bagi kemajuan pendidikan.


Tiga Penopang Utama Transformasi Digital Madrasah

Mengurai arahan Kakanwil Kemenag Jatim, percepatan program Madrasah Go Digital membutuhkan tiga penopang utama yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain:

1. Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM)

Teknologi secanggih apa pun tidak akan memberikan hasil optimal jika tidak diimbangi oleh kapasitas manusia yang mengoperasikannya. Dalam konteks madrasah, peningkatan kualitas SDM mencakup:

  • Kompetensi Pedagogik Digital: Kemampuan guru mengintegrasikan media digital, Learning Management System (LMS), dan kecerdasan buatan (AI) secara kontekstual dalam proses belajar mengajar.
  • Literasi Digital dan Etika (Akhlak Digital): Pendidik dan tenaga kependidikan harus menjadi teladan dalam memanfaatkan internet secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.
  • Kreativitas Pembuatan Konten: Mendorong pendidik untuk menciptakan bahan ajar digital yang interaktif dan menarik bagi generasi Z dan Alpha.

2. Ketersediaan Sarana dan Prasarana (Sarpras)

Dukungan fisik dan teknis menjadi fondasi berjalannya sistem digitalisasi. Kanwil Kemenag Jatim terus berupaya mendorong pemerataan akses sarpras, yang meliputi:

  • Jaringan internet yang stabil dan merata hingga ke madrasah di wilayah pelosok.
  • Perangkat keras (hardware) yang memadai untuk kegiatan belajar mengajar dan administrasi.
  • Platform dan sistem informasi manajemen madrasah terpadu berbasis awan (cloud storage).

3. Transformasi Mentalitas dan Budaya Kerja

Poin ini menjadi sorotan utama dalam pengarahan Kakanwil. Kesiapan mental merupakan kunci keberlanjutan inovasi.

  • Menghancurkan Zona Nyaman (Growth Mindset): Mengubah pola pikir konvensional yang enggan beradaptasi menjadi mentalitas yang haus akan pembelajaran baru.
  • Kultur Kolaboratif: Mendorong terciptanya lingkungan kerja yang terbuka terhadap ide-ide kreatif dan efisiensi berbasis data.
  • Resiliensi: Ketahanan dalam menghadapi kendala teknis maupun perubahan dinamis di era digital.

Perbandingan Pendekatan Modernisasi Madrasah

Untuk memahami pergeseran paradigma dari sistem konvensional menuju era Madrasah Go Digital, berikut adalah matriks perbandingannya:

Komponen

Pendekatan Konvensional

Pendekatan Madrasah Go Digital

Fokus Utama

Pengadaan perangkat keras (hardware)

Integrasi teknologi dengan pengembangan karakter

Peran Guru

Sumber tunggal informasi (teacher-centered)

Fasilitator & mentor pembelajaran (student-centered)

Manajemen

Pencatatan berbasis kertas (paper-based)

Tata kelola berbasis data real-time (paperless)

Pendekatan SDM

Pelatihan berkala tanpa pendampingan

Pembelajaran berkelanjutan & komunitas praktisi

Mentalitas

Menganggap teknologi sebagai beban

Menganggap teknologi sebagai alat pemecah masalah

Abdul Qodir dan Komitmen "Inovasi Tiada Henti"

Kehadiran Abdul Qodir dalam kegiatan penguatan ini menjadi cermin semangat generasi pendidik madrasah yang tidak pernah berhenti belajar. Bagi Abdul Qodir, mengikuti forum seperti ini bukan sekadar menggugurkan kewajiban administratif, melainkan investasi pengetahuan untuk diterapkan secara nyata di lapangan.

Dalam sesi diskusi, Abdul Qodir menyampaikan gagasan-gagasan solutif terkait langkah konkret mengimplementasikan arahan Kakanwil Kemenag Jatim:

  • Inovasi Berbasis Kebutuhan: Mengembangkan aplikasi dan metode pembelajaran digital yang tepat guna sesuai dengan karakteristik dan kondisi riil para siswa di madrasah, bukan sekadar mengikuti tren.
  • Pendampingan Sebaya (Peer Mentoring): Mengajak para pendidik yang sudah mahir teknologi untuk mendampingi rekan-rekan guru yang masih membutuhkan bimbingan (upskilling), sehingga tidak ada SDM yang tertinggal.
  • Penanaman Nilai-Nilai Keagamaan: Memastikan bahwa setiap lompatan teknologi tetap berakar kuat pada nilai-nilai keislaman dan moderasi beragama, sehingga modernisasi berjalan seiring dengan penguatan akhlakul karimah.

Langkah Nyata Mengawal Integrasi Digital

Menindaklanjuti arahan dalam pertemuan di Kanwil Kemenag Jatim ini, terdapat beberapa rencana aksi strategis yang akan diturunkan ke tingkat satuan pendidikan:

A. Pemetaan Digitalisasi Terpadu

Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan madrasah, mencakup audit sarpras, pemetaan tingkat literasi digital guru, serta identifikasi hambatan utama di tingkat lokal.

B. Optimalisasi Ekosistem Digital Terintegrasi

Mendorong penggunaan satu platform terintegrasi untuk kegiatan administrasi, penilaian siswa, hingga komunikasi dengan orang tua murid. Hal ini menghemat waktu administratif sehingga pendidik dapat lebih fokus pada kualitas pembelajaran.

C. Pembentukan Komunitas Belajar Digital

Mendorong terciptanya forum-forum berbagi (sharing session) antar-guru madrasah untuk saling menukarkan praktik baik (best practices) dalam pembuatan media pembelajaran interaktif.

Menatap Masa Depan Madrasah Jawa Timur

Program "Madrasah Go Digital" yang digelorakan Kanwil Kemenag Jawa Timur pada pertengahan tahun 2026 ini membawa angin segar bagi dunia pendidikan Islam. Sinergi antara kebijakan strategis pimpinan seperti Dr. H. Akhmad Sruji Bakhtiar, M.Pd.I., dengan semangat eksekusi lapangan dari tokoh-tokoh inovatif seperti Abdul Qodir, diharapkan mampu membawa madrasah naik kelas.

Madrasah masa kini tidak lagi dipandang sebagai lembaga pendidikan pilihan kedua, melainkan menjadi garda terdepan yang melahirkan generasi cerdas secara intelektual, mahir secara digital, dan kokoh secara spiritual.

Melalui kesadaran kolektif bahwa teknologi adalah alat dan SDM serta mentalitas adalah kemudinya, langkah madrasah di Jawa Timur menuju era digital akan semakin terarah, inklusif, dan berdaya saing tinggi. Semangat inovasi tiada henti yang ditunjukkan para pendidik hari ini adalah fondasi utama bagi kejayaan pendidikan Indonesia di masa depan.

 

No comments: