PASURUAN – Pendidikan madrasah saat ini dituntut untuk terus bergerak dinamis dalam meningkatkan kualitas dan daya saing. Menanggapi tantangan tersebut, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penma) Kantor Wilayah Kementerian Agama, Dr. Sugiyo, M.Pd., menegaskan bahwa seluruh indikator pencapaian hasil belajar siswa di lingkungan madrasah harus sepenuhnya berbasis pada mutu dan kualitas yang terukur.
Hal tersebut disampaikan beliau dalam arahannya baru-baru ini. Dr. Sugiyo menekankan pentingnya melakukan reformasi paradigma bagi para tenaga pendidik di madrasah. Menurutnya, potensi besar yang dimiliki para guru harus dioptimalkan dengan mengubah peran yang semula hanya sebatas 'pengajar' menjadi seorang 'pendidik'.
"Guru tidak boleh lagi hanya terfokus di dalam kelas dengan metode konvensional dari guru ke murid. Lebih dari itu, setiap tema dan materi pembelajaran yang akan disampaikan harus benar-benar dipersiapkan secara matang dan mendalam," tegas Dr. Sugiyo.
Lebih lanjut, beliau memberikan gambaran mengenai proses pembelajaran modern yang ideal di lingkungan madrasah. Pembelajaran tidak lagi harus selalu terikat dan monoton di dalam ruang kelas. Kreativitas guru dituntut untuk mampu menyelaraskan materi atau tema pelajaran dengan pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai salah satu sumber belajar yang kaya dan kontekstual.
Dengan memanfaatkan lingkungan sebagai laboratorium alam atau ruang belajar terbuka, siswa diharapkan dapat memahami materi secara lebih konkret, interaktif, dan menyenangkan. Langkah transformatif ini diyakini akan menjadi pilar utama dalam mencetak generasi lulusan madrasah yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi perkembangan zaman melalui tata kelola pendidikan yang berbasis mutu.

No comments:
Post a Comment