google-site-verification: googlec37f5abc404fa346.html MIN 1 PASURUAN

Perkuat Manajemen Talenta, Kepala MIN 1 Pasuruan Ikuti Pembinaan Daring Bersama Kabiro SDM Kemenag RI

 


​PASURUAN (22 Juni 2026) – Dalam rangka optimalisasi potensi dan penataan karier Aparatur Sipil Negara (ASN), Kepala MIN 1 Pasuruan mengikuti kegiatan Pembinaan Manajemen Talenta secara daring pada Senin (22/6). Kegiatan yang diinisiasi oleh Biro Sumber Daya Manusia Kementerian Agama RI ini diikuti secara terpusat dari Mini Hall Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Pasuruan mulai pukul 09.00 WIB.

​Acara ini menghadirkan Kepala Biro (Kabiro) SDM Kemenag RI sebagai narasumber utama. Pembinaan ini bertujuan untuk memberikan arah kebijakan baru terkait pengelolaan kompetensi pegawai di lingkungan Kementerian Agama agar lebih transparan, akuntabel, dan berbasis kinerja nyata.

​Pemimpin Harus Hands-On, Bukan Hands-Off

​Dalam arahannya, Kabiro SDM Kemenag RI menekankan pentingnya perubahan paradigma kepemimpinan bagi para pejabat dan kepala satuan kerja. Beliau menegaskan bahwa seorang pemimpin di era modern harus menerapkan prinsip hands-on.

​"Sebagai pejabat atau pimpinan satker, kita harus hands-on, bukan hands-off. Artinya, pimpinan wajib terlibat aktif, memahami detail persoalan di lapangan, serta mengawal langsung setiap program, bukan sekadar memberikan perintah dan lepas tangan," tegas Kabiro SDM.

​"Datamu adalah Karirmu" melalui SI-ASN / MyASN

​Selain pola kepemimpinan, poin krusial yang menjadi sorotan dalam pembinaan ini adalah digitalisasi manajemen karier. Kabiro SDM mengingatkan seluruh peserta bahwa rekam jejak digital dan validitas data merupakan kunci utama dalam pengembangan karier seorang ASN. Tagline "Datamu adalah Karirmu" digaungkan untuk membangun kesadaran kolektif.

​Setiap aparatur sipil negara diwajibkan untuk memastikan bahwa seluruh tugas, capaian kinerja, serta portofolio profesi terdokumentasikan dengan baik. Lebih dari itu, seluruh pelaporan tersebut harus diintegrasikan dan dilaporkan secara berkala melalui aplikasi MyASN (SI-ASN). Validitas data pada platform ini ke depan akan menjadi instrumen utama dalam pemetaan manajemen talenta dan promosi jabatan.

​Komitmen MIN 1 Pasuruan

​Ditemui usai kegiatan, Kepala MIN 1 Pasuruan menyatakan kesiapannya untuk segera mengimplementasikan hasil pembinaan ini di lingkungan madrasah. Penerapan manajemen talenta yang berbasis data digital ini diharapkan dapat memacu motivasi seluruh tenaga pendidik dan kependidikan di MIN 1 Pasuruan untuk terus meningkatkan kualitas kinerja demi kemajuan pendidikan madrasah.

​Kegiatan yang berlangsung di Mini Hall Kankemenag Kabupaten Pasuruan tersebut berjalan dengan khidmat, lancar, dan diikuti secara antusias oleh para peserta hingga akhir acara.

Fokus Utama: Peningkatan Layanan dan Pemantapan Regulasi Baru

 


​Rapat koordinasi yang berlangsung khidmat ini berfokus pada penyelarasan program kerja agar relevan dengan dinamika pendidikan terkini. Salah satu poin krusial yang dibahas secara mendalam adalah sosialisasi regulasi terbaru yang akan diimplementasikan pada tahun ajaran 2026/2027.

​"Evaluasi akhir tahun bukan sekadar menutup buku, melainkan batu loncatan untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih prima, adaptif, dan akuntabel di tahun ajaran baru."

​Poin-Poin Strategis Rapat Koordinasi

​Untuk memastikan kesiapan madrasah, rakor kali ini memetakan beberapa agenda penting:

​Diseminasi Regulasi 2026/2027: Bedah aturan dan kebijakan pendidikan terbaru guna memastikan seluruh tenaga pendidik dan kependidikan memiliki frekuensi pemahaman yang sama.

  1. ​Evaluasi Kinerja 2025/2026: Mengidentifikasi capaian program kerja setahun terakhir serta merumuskan solusi atas kendala yang sempat dihadapi.
  2. ​Peningkatan Mutu Pelayanan: Penguatan komitmen pelayanan prima (excellent service) bagi peserta didik serta transparansi komunikasi dengan orang tua murid.
  3. ​Pembagian Tugas Pembelajaran: Pemetaan formasi wali kelas, guru bidang studi, dan pembina kegiatan ekstrakurikuler untuk mengoptimalkan potensi akademis non-akademis siswa.

​Dengan persiapan yang matang dan pemahaman regulasi yang solid sejak dini, MIN 1 Pasuruan optimis dapat memulai tahun ajaran 2026/2027 dengan semangat baru, demi mencetak generasi islami yang unggul dan berprestasi.

Menatap Masa Depan Generasi Qurani: MIN 1 Pasuruan Selaraskan Langkah Bersama Orang Tua Wali Siswa Kelas Tahfidz

 


​PASURUAN — Ruang kelas 1A MIN 1 Pasuruan pada Sabtu pagi (20/6) terasa berbeda dari biasanya. Suasana khidmat bercampur haru begitu lekat menyelimuti ruangan. Sebanyak 28 orang tua dan wali murid duduk berjejer, membawa gumpalan harapan besar di dada mereka. Hari itu, mereka hadir bukan sekadar untuk memenuhi undangan sekolah, melainkan untuk memulai sebuah perjalanan spiritual dan akademik yang besar bagi buah hati mereka dalam Sosialisasi Program Kelas Tahfidz Tahun Ajaran 2026/2027.

​Pertemuan ini menjadi gerbang awal bagi para siswa kelas IV yang telah dinyatakan lolos melewati proses seleksi ketat. Menjadi bagian dari 28 anak terpilih tentu memunculkan rasa bangga, namun di sisi lain, sebuah tanggung jawab mulia kini resmi diletakkan di pundak madrasah dan orang tua.

​Menata Target, Membentuk Karakter

​Dalam pemaparannya yang lugas namun menyentuh hati, Kepala MIN 1 Pasuruan mengupas tuntas rancangan besar (blueprint) program unggulan ini. Mulai dari visi utama program, target hafalan yang terukur, sistem pembelajaran yang adaptif, hingga aturan kedisiplinan yang wajib ditegakkan.

​Kepala Madrasah tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya saat menyampaikan apresiasi kepada anak-anak tangguh yang berhasil lolos seleksi. Namun, beliau mengingatkan bahwa esensi utama dari kelas tahfidz ini melampaui sekadar hafalan ayat.

​"Kami berharap Program Kelas Tahfidz ini dapat menjadi sarana untuk membentuk generasi Qurani yang seimbang. Mereka tidak hanya unggul dan fasih dalam menjaga hafalan Al-Qur'an, tetapi juga harus memancarkan akhlak mulia dan tetap bersinar dalam prestasi akademik," urai Kepala Madrasah di hadapan para wali murid yang menyimak dengan saksama.

​Sinergi dan Antusiasme yang Hidup

​Suasana ruang kelas kian hangat saat sesi tanya jawab dibuka. Alih-alih pasif, para orang tua justru menunjukkan antusiasme yang luar biasa tinggi. Berbagai pertanyaan mengalir—mulai dari teknis pembimbingan di rumah, menjaga konsistensi hafalan anak, hingga mekanisme evaluasi target yang akan dicapai. Ada gurat kecemasan khas orang tua, namun tertutupi oleh besarnya tekad untuk mendukung anak-anak mereka.

​Melalui dialog interaktif ini, keraguan berganti menjadi pemahaman yang gamblang. Kepala Madrasah menekankan bahwa kunci utama dari keberhasilan program ini ada pada kata sinergi. Madrasah menjadi laboratorium penempaan di sekolah, sementara rumah menjadi madrasah utama yang menjaga konsistensi anak.

​Menuju Generasi Berkarakter Islami

​Pertemuan pagi itu diakhiri dengan sebuah kesepahaman emosional yang kuat. Sinergi antara MIN 1 Pasuruan dan orang tua wali murid kini telah mengakar. Ada komitmen bersama yang tak tertulis untuk saling mendukung, mengingatkan, dan memotivasi.

​Dengan fondasi kemitraan yang kokoh ini, MIN 1 Pasuruan optimis bahwa Program Kelas Tahfidz Tahun Ajaran 2026/2027 ini tidak hanya akan melahirkan anak-anak penghafal Al-Qur'an yang cerdas secara intelektual, tetapi juga generasi berkarakter Islami yang siap membawa keberkahan bagi keluarga dan masyarakat luas. Perjalanan mulia itu, resmi dimulai hari ini. 

Membidik Generasi Qurani: Analisis Strategis Sosialisasi Kelas Tahfidz MIN 1 Pasuruan TA 2026/2027

 


​PASURUAN — MIN 1 Pasuruan resmi memulai langkah strategisnya dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur'an melalui Sosialisasi Program Kelas Tahfidz Kelas IV Tahun Ajaran 2026/2027. Bertempat di ruang kelas 1A pada Sabtu (20/06/2026), kegiatan ini dihadiri oleh 28 orang tua/wali siswa yang mendampingi putra-putrinya yang telah dinyatakan lolos seleksi ketat.

​Dalam pemaparannya, Kepala MIN 1 Pasuruan menekankan bahwa program ini dirancang tidak hanya untuk mengejar target hafalan, melainkan mengintegrasikan tiga pilar utama: kualitas hafalan (tahfidz), akhlak mulia, dan prestasi akademik.

​Melihat skema yang dipaparkan, program ini memiliki potensi keberhasilan yang besar jika dianalisis menggunakan pisau analisis SWOT (Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Tantangan):

​Analisis Program

​Strengths (Kekuatan):

​Sistem Seleksi Terukur: Program ini didasari oleh proses seleksi yang ketat, memastikan 28 siswa yang terpilih memiliki modal dasar dan komitmen awal yang kuat.

​Transparansi Kurikulum: Madrasah secara terbuka memetakan target hafalan, mekanisme pembelajaran, serta tata tertib sejak awal kepada wali murid.

​Weaknesses (Kelemahan):

​Beban Ganda Siswa: Menggabungkan target hafalan tinggi dengan kurikulum akademik reguler berpotensi memicu kejenuhan atau kelelahan mental pada siswa kelas IV jika manajemen waktu tidak dikawal ketat.

​Opportunities (Peluang):

​Sinergi & Antusiasme Orang Tua: Respon positif dan keterlibatan aktif orang tua dalam sesi tanya jawab menjadi modal sosial (social capital) yang besar untuk mendukung murojaah (pengulangan hafalan) di rumah.

​Diferensiasi Madrasah: Suksesnya program ini akan memperkuat posisi MIN 1 Pasuruan sebagai lembaga pendidikan Islam unggulan di daerah.

​Threats (Tantangan):

​Konsistensi Lingkungan: Inkonsistensi pendampingan di rumah dan pengaruh distraksi digital (gadget) berpotensi menghambat pencapaian target hafalan siswa.

​Membangun Sinergi, Menepis Tantangan

​Kepala Madrasah dalam sambutannya menggarisbawahi bahwa kunci dari mitigasi risiko (kelemahan dan tantangan) di atas adalah sinergi. Madrasah tidak bisa berjalan sendiri tanpa adanya ekosistem pendukung yang kooperatif di rumah.

​"Kami berharap Program Kelas Tahfidz ini dapat menjadi sarana komprehensif. Bukan sekadar mencetak penghafal, tetapi melahirkan generasi Qurani yang berkarakter Islami dan tetap bersinar di bidang akademik," ujar Kepala MIN 1 Pasuruan.

​Merespon hal tersebut, para orang tua murid menyambut hangat dan menunjukkan komitmen tinggi untuk mengawal program ini dari rumah. Melalui ruang dialog yang interaktif, kejelasan mekanis mengenai target belajar berhasil disepakati bersama.

​Catatan Analis

​Langkah MIN 1 Pasuruan melakukan sosialisasi di awal tahun ajaran adalah keputusan taktis yang sangat tepat. Dengan menyamakan persepsi dan target antara pihak madrasah dan orang tua, risiko melesetnya target hafalan dapat diminimalisir. Jika komitmen 28 orang tua ini terjaga konsisten, Kelas Tahfidz TA 2026/2027 ini diproyeksikan akan mencapai output yang optimal.

Tumbuhkan Empati, MIN 1 Pasuruan Gelar Santunan Anak Yatim dan Terapkan Nilai KBC

 



PASURUAN (20 Juni 2026) – Menjelang akhir tahun ajaran, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan menggelar kegiatan sosial keagamaan berupa santunan kepada anak yatim yang berlangsung di aula madrasah pada Sabtu (20/6). Kegiatan mulia ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi yatim di lingkungan madrasah, jajaran dewan guru, serta Kepala MIN 1 Pasuruan.

Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti ruangan saat prosesi penyerahan santunan berlangsung. Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai bentuk kepedulian sosial, tetapi juga sebagai wadah untuk mempererat tali silaturahmi dan menanamkan rasa peduli sesama di kalangan warga madrasah.

Wujud Amal Ibadah dan Implementasi KBC

Dalam sambutannya, Kepala MIN 1 Pasuruan menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini. Beliau menekankan bahwa menyantuni anak yatim adalah salah satu amalan yang sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan yang besar dalam Islam.

"Kegiatan hari ini bukan sekadar rutinitas sosial, melainkan bagian penting dari amal ibadah kita semua. Selain itu, ini adalah langkah nyata dalam menjalankan dan mengimplementasikan nilai-nilai Karakter Berbasis Cinta (KBC) yang selama ini kita tanamkan di madrasah," ujar Kepala MIN 1 Pasuruan.

Beliau juga menambahkan bahwa melalui program KBC, seluruh warga madrasah dididik untuk memiliki kepekaan sosial, rasa cinta, dan kasih sayang yang tulus terhadap sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan dukungan.

Harapan ke Depan

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu guru senior, mendoakan keselamatan, keberkahan, serta kelancaran proses belajar mengajar di MIN 1 Pasuruan.

Dengan adanya kegiatan santunan ini, pihak madrasah berharap dapat memberikan sedikit kebahagiaan dan motivasi bagi para siswa yatim agar tetap semangat dalam menuntut ilmu. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat terus konsisten dilaksanakan sebagai agenda tahunan yang membawa berkah bagi seluruh keluarga besar MIN 1 Pasuruan.

Petugas MIN 1 Pasuruan Gercep, Pembagian Raport Siswa Berjalan Lancar dan Tertib

Bapak Indung Ardiansyah

Bapak Nanang 

Bapak Mustain

PASURUAN – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan sukses menggelar serah terima raport hasil belajar siswa semester ini. Kelancaran dan ketertiban prosesi tahunan ini tidak lepas dari aksi sigap dan "gercep" (gerak cepat) dari para petugas serta panitia madrasah yang berjaga sejak pagi hari.

Guna menghindari penumpukan wali murid, pihak madrasah menerapkan sistem zonasi kelas dan pengaturan jadwal kedatangan. Langkah ini terbukti efektif memecah konsentrasi massa yang biasanya memadati area koridor sekolah.

Sejak pintu gerbang dibuka, para petugas yang terdiri dari guru dan staf karyawan dengan ramah mengarahkan para wali murid menuju ruang kelas masing-masing. Tidak hanya mengarahkan rute, petugas juga dengan sigap membantu mencarikan nomor urut antrean serta memberikan informasi terkait kelengkapan administrasi yang diperlukan.

"Kami memang berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan kenyamanan bagi para wali murid. Dengan pengaturan alur yang jelas dan kesigapan teman-teman petugas di lapangan, alhamdulillah proses serah terima raport dari awal hingga akhir berjalan sangat tertib dan kondusif," ujar salah satu perwakilan pihak MIN 1 Pasuruan.

Di dalam ruang kelas, proses dialogis antara wali kelas dan orang tua murid mengenai perkembangan akademik serta karakter siswa juga berlangsung hangat tanpa harus terburu-buru, berkat manajemen waktu antrean yang tertata baik oleh petugas jaga.

Para wali murid yang hadir pun memberikan apresiasi tinggi atas kesigapan panitia. Mereka mengaku tidak perlu mengantre lama dan merasa nyaman selama proses pengambilan raport berlangsung.

Dengan selesainya agenda serah terima raport ini, MIN 1 Pasuruan secara resmi memulai masa libur semester. Pihak madrasah berharap sinergi yang baik antara sekolah dan orang tua murid dapat terus terjaga demi kemajuan pendidikan siswa ke depan.

Tembus Babak Final, MIN 1 Pasuruan Kirim 8 Delegasi Terbaik di OMIPAS 2026

 

​PASURUAN – Sebanyak 8 siswa terbaik dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan resmi berlaga di babak Final Olimpiade Madrasah Ibtidaiyah Pasuruan (OMIPAS) tahun 2026. Kompetisi bergengsi tingkat kabupaten ini diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Pasuruan di Gedung Empu Sendok, Kantor Bupati Pasuruan, pada Rabu (17/06/2026).

​Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penma) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan, H. Bustanul Arifin, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya ajang ini sebagai wadah melahirkan generasi yang kompetitif.

​"Ajang OMIPAS ini bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah penting untuk mencetak generasi madrasah yang unggul, kompetitif, dan berakhlakul karimah di Kabupaten Pasuruan," ujar H. Bustanul Arifin saat membuka acara.

​Persaingan Sengit 414 Peserta se-Kabupaten

​Babak final tahun ini menjadi medan persaingan yang ketat bagi 414 peserta yang berhasil lolos dari tahapan seleksi sebelumnya di seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan.

​Keberhasilan MIN 1 Pasuruan dalam mengirimkan 8 delegasi di babak final ini menjadi bukti nyata dari konsistensi madrasah dalam membina:

  1. ​Bakat dan minat siswa
  2. ​Kemampuan akademik
  3. ​Kemampuan non-akademik peserta didik

​Delapan siswa terpilih ini diharapkan mampu memberikan performa terbaik dan membawa pulang gelar juara untuk mengharumkan nama madrasah.

​Ajang Penjaring Bibit Berprestasi

​Melalui kompetisi yang ketat ini, ajang OMIPAS 2026 diharapkan dapat terus memotivasi seluruh madrasah di Kabupaten Pasuruan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Selain itu, kompetisi ini menjadi batu loncatan penting dalam menjaring bibit-bibit berprestasi yang siap melangkah ke kompetisi tingkat provinsi hingga nasional.

KKMI Gelar Final OMIPAS 2026, Diikuti 414 Peserta se-Kabupaten Pasuruan

 ​

​PASURUAN – Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Pasuruan sukses menyelenggarakan babak Final Olimpiade Madrasah Ibtidaiyah Pasuruan (OMIPAS) tahun 2026. Acara bergengsi ini dilaksanakan di Gedung Empu Sendok, Kantor Bupati Pasuruan, pada Rabu (17/06/2026).

​Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penma) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan, H. Bustanul Arifin, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran komite, panitia KKMI, serta para guru pembina yang telah berhasil mengawal kompetisi ini hingga mencapai babak final.

​"Ajang OMIPAS ini bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah penting untuk mencetak generasi madrasah yang unggul, kompetitif, dan berakhlakul karimah di Kabupaten Pasuruan," ujar H. Bustanul Arifin dalam sambutannya.

​Ratusan Siswa Bersaing Ketat

​Kompetisi tahun ini diikuti oleh 414 peserta terbaik yang mewakili berbagai Madrasah Ibtidaiyah dari seluruh penjuru Kabupaten Pasuruan. Para peserta yang berhasil masuk ke babak final ini merupakan santri-santri pilihan yang telah lolos seleksi ketat di tingkat sebelumnya.

​Melalui pergelaran OMIPAS 2026, KKMI Kabupaten Pasuruan berharap dapat menjaring potensi terbaik dari para siswa.

​Tujuan Utama: Mencetak bibit-bibit berprestasi sejak dini.

​Target Kedepan: Mempersiapkan delegasi yang mampu membawa nama baik Kabupaten Pasuruan di ajang kompetisi yang lebih tinggi, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

​Acara pembukaan berlangsung dengan khidmat dan dipenuhi antusiasme yang tinggi dari para peserta, guru pendamping, serta tamu undangan yang hadir. Kompetisi ini diharapkan menjadi batu loncatan penting bagi kemajuan pendidikan madrasah di wilayah Pasuruan.

Kasi Pendma Kemenag Pasuruan Resmi Tutup Ajang OMIPAS di MIN 1 Pasuruan

 


​PASURUAN – Pelaksanaan Olimpiade Madrasah Ibtidaiyah Pasuruan (OMIPAS) yang digelar di MIN 1 Pasuruan resmi berakhir. Ajang bergengsi yang diikuti oleh ratusan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kecamatan Beji tersebut ditutup secara resmi oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan, Bustanul Arifin, M.Pd.

​Acara penutupan yang berlangsung khidmat sekaligus meriah ini dihadiri oleh:

  1. ​Para kepala madrasah se-Kecamatan Beji
  2. ​Guru pendamping dan pengawas madrasah
  3. ​Para siswa peserta kompetisi yang telah berjuang menampilkan kemampuan terbaik mereka.

​Apresiasi dan Esensi Kompetisi

​Dalam sambutannya, Kasi Pendma Kemenag Kabupaten Pasuruan, Bustanul Arifin, M.Pd., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada MIN 1 Pasuruan selaku tuan rumah, serta seluruh panitia yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan ini.

​Beliau menegaskan bahwa OMIPAS bukan sekadar ajang perebutan juara, melainkan wadah penting untuk menggali potensi, mengasah mental juara, dan mempererat silaturahmi antar-madrasah di wilayah Beji.

​"Ajang seperti OMIPAS ini menjadi bukti nyata bahwa madrasah bukan hanya fokus pada pendidikan agama, tetapi juga melahirkan generasi yang unggul, kompetitif, dan berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik. Selamat kepada para pemenang, dan bagi yang belum beruntung, jadikan ini sebagai motivasi untuk terus belajar," ujar Bustanul Arifin dalam arahannya.

​MIN 1 Pasuruan Sukses Jadi Tuan Rumah

​Sebagai pusat pelaksanaan, MIN 1 Pasuruan dinilai sukses memfasilitasi jalannya kompetisi dengan sangat baik, mulai dari babak penyisihan hingga babak final. Kegiatan OMIPAS tahun ini melombakan berbagai cabang kompetisi yang diikuti dengan antusiasme tinggi oleh seluruh delegasi MI se-Kecamatan Beji.

​Acara kemudian ditutup dengan momen yang paling dinantikan, yaitu pengumuman para juara dan penyerahan trofi penghargaan.

​Dengan berakhirnya OMIPAS ini, diharapkan motivasi belajar siswa madrasah di wilayah Beji semakin meningkat, sekaligus mampu melahirkan bibit-bibit unggul yang siap bersaing dan mengharumkan nama daerah di tingkat kabupaten.

Banjir Prestasi!, Tutup Tahun Hijriyah 1447 H MIN 1 Pasuruan Borong Belasan Trofi di Ajang OMIPAS 2026 Tingkat KKMI Kecamatan Beji

​PASURUAN – Semboyan "Tiada Hari Tanpa Prestasi" benar-benar dibuktikan secara nyata oleh Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan. Selain sukses menjadi tuan rumah yang baik, MIN 1 Pasuruan juga berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Olimpiade Madrasah Ibtidaiyah Pasuruan (OMIPAS) tingkat KKMI Kecamatan Beji yang digelar pada Senin (15/06/2026).

​Dalam kompetisi ketat yang diikuti oleh 167 peserta dari berbagai Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kecamatan Beji ini, para delegasi MIN 1 Pasuruan tampil memukau. Mereka berhasil mengamankan belasan posisi juara di berbagai mata pelajaran (mapel) yang dilombakan.

​Daftar Perolehan Prestasi MIN 1 Pasuruan

​Kerja keras luar biasa dari siswa-siswi terbaik MIN 1 Pasuruan membuahkan hasil yang sangat manis. Berikut adalah rincian lengkap perolehan juara berdasarkan bidang studi:

-​Matematika (MTK)
1. ​M. Bagas Al Ghozali – Harapan 3
-​IPAS
1. ​Kanzeina – Juara 2
2. ​A. Atha Al Fatih – Juara 3
3. ​M. Alwi Khaizuran – Harapan 1
-​Bahasa Indonesia
1. ​Felicia Eva Amanda – Juara 2
2. ​Izzatul A'rof – Harapan 1
3. ​Aisyah Dwi Farhana – Harapan 2
-​Bahasa Inggris
1. ​Earlyta Arsyifa – Juara 1
2. ​Zahido Qolbi – Juara 2
-​Bahasa Arab
1. ​M. Dzaki El Ghifari – Juara 1
2. ​Delisa Salsabila – Juara 2
-​Pendidikan Agama Islam (PAI)
1. ​Iftitahul Hana – Juara 2
2. ​Febriyan Taufiqurahman – Harapan 1

Apresiasi Tinggi untuk Para Juara

​Keberhasilan memborong total 13 gelar juara dan apresiasi ini menjadi bukti nyata dari kualitas pendidikan serta bimbingan intensif yang diterapkan di MIN 1 Pasuruan. Perjuangan para siswa di mapel eksak, bahasa, hingga keagamaan ini patut diacungi jempol karena mampu bersaing ketat dan menyisihkan rival-rival berat demi memperebutkan trofi bergengsi.

​Kepala MIN 1 Pasuruan menyampaikan rasa bangga dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh siswa yang telah berjuang mengharumkan nama madrasah. Apresiasi tinggi juga diberikan kepada para guru pembina yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran demi mempersiapkan para delegasi secara matang.

​"Ajang OMIPAS 2026 tingkat KKMI Kecamatan Beji ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi para juara untuk kembali mengukir prestasi di tingkat Kabupaten Pasuruan yang lebih tinggi kelak," ungkap Kepala MIN 1 Pasuruan.

​Selamat kepada para pemenang! Teruslah belajar dan menginspirasi. MIN 1 Pasuruan Jaya!

Ikhtiar Menjaga dan Meningkatkan Generasi Qur'ani, MIN 1 Pasuruan Selenggarakan Seleksi Kelas Tahfidz

Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd.I., pantau pelaksanaan demi menjamin kualitas

PASURUAN – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan menggelar seleksi penerimaan Kelas Takhfidz, Kamis (11/6/2026). Kegiatan ini merupakan langkah strategis dan wujud nyata komitmen madrasah dalam mewujudkan visi melahirkan "Generasi Qurani" yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kedekatan spiritual dengan Al-Qur'an.

Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd.I., pantau pelaksanaan bagian dari tanggung jawab

Antusiasme dan suasana khidmat tampak terlihat dari para siswa yang mengikuti rangkaian tes seleksi hari ini. Seleksi ini dirancang untuk menjaring siswa-siswi terbaik yang memiliki potensi, minat, serta komitmen kuat dalam menghafal dan mencintai Al-Qur'an di sela-sela pembelajaran reguler.

Tahun ini merupakan tahun kedua program tahfidz dengan menyeleksi siswa kelas 3 yang akan naik ke kelas 4. Program tahfidz ini dimulai pada tahun ajaran 2025-2026 yang dimulai kelas 4 setiap tahunnya

Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd.I., menyambut sangat gembira terselenggaranya agenda penting ini. Beliau diketahui merupakan konseptor utama di balik lahirnya program unggulan kelas Takhfidz di MIN 1 Pasuruan.

Menurut beliau, program ini digagas sebagai fondasi karakter bagi para siswa. "Alhamdulillah, hari ini kita bisa menggelar seleksi kelas Takhfidz dengan lancar. Ini adalah wujud nyata ikhtiar kita untuk mencetak Generasi Qurani. Program ini saya gagas karena saya yakin, fondasi utama pendidikan anak adalah Al-Qur'an. Dengan menghafal dan berinteraksi harian bersama Al-Qur'an, karakter, akhlak, dan kecerdasan spiritual mereka akan terbentuk dengan baik," ujar Abdul Qodir di sela-sela memantau jalannya seleksi.

Lebih lanjut, bapak yang akrab disapa Abdul Qodir ini menjelaskan bahwa kelas Takhfidz di MIN 1 Pasuruan bukan sekadar tempat untuk menargetkan hafalan, melainkan sebuah ekosistem pendidikan yang mendukung pembentukan akhlakul karimah. Melalui program ini, madrasah berharap dapat melahirkan lulusan yang siap menghadapi tantangan zaman dengan berbekal nilai-nilai Ilahiah yang kokoh.

Kegiatan seleksi hari ini melibatkan tim penguji yang kompeten dari guru-guru PAI dan tahfidz MIN 1 Pasuruan. Para siswa yang lolos seleksi nantinya akan mendapatkan kurikulum khusus dan pembinaan intensif untuk mendukung kelancaran hafalan mereka di tahun ajaran mendatang.

 

Tingkatkan Kinerja dan Ciptakan Lingkungan Aman, Kepala MIN 1 Pasuruan Ikuti Sosialisasi Madrasah Tanpa Bullying serta Pembinaan Kelembagaan

 

PASURUAN – Dalam upaya meningkatkan kinerja madrasah serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan, Kepala MIN 1 Pasuruan turut serta dalam kegiatan Sosialisasi dan Pembinaan Madrasah Tanpa Bullying serta Pembinaan Kelembagaan.

Kegiatan strategis ini diinisiasi oleh Seksi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Kab. Pasuruan, bekerjasama dengan Forum IGRA, KKMI, KKMTs, dan KKMA Kab. Pasuruan. Acara berlangsung khidmat dan penuh antusiasme di Aula MA Daruttaqwa Purwosari.

Kasi Pendma Kemenag Kab. Pasuruan, H. Bustanul Arifin, M.Pd., dalam sambutannya menekankan urgensi dari kegiatan tersebut. Menurut beliau, madrasah dituntut untuk terus meningkatkan kualitas pelayanannya di tengah tuntutan zaman.

"Kegiatan ini sangat penting bagi peningkatan pelayanan kepada siswa dan masyarakat. Akhir-akhir ini, penting sekali memberikan pelayanan yang prima, baik dalam bentuk bimbingan kepada siswa maupun secara administrasi. Oleh karena itu, kegiatan ini sangat strategis bagi para Kepala RA, MI, MTs, dan MA," tegas H. Bustanul Arifin.

Salah satu fokus utama dalam agenda ini adalah penciptaan lingkungan madrasah yang ramah anak. KBO Binmas Polres Pasuruan, IPTU Bambang, SH., didapuk untuk memberikan arahan terkait bahaya bullying, tidak hanya di lingkungan sekolah tetapi juga di lingkungan keluarga.

IPTU Bambang memaparkan bahwa bullying menjadi hambatan yang luar biasa dalam proses pendidikan. "Tekanan mental akibat bullying akan menjadikan karakter siswa berubah ke arah yang merugikan, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Oleh sebab itu, madrasah harus menjadi zona aman bagi anak-anak," paparnya.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sesi Pembinaan Kelembagaan yang diisi oleh Katim Kelembagaan Bidang Pendma Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur. Sesi ini membahas penguatan tata kelola kelembagaan madrasah, dengan fokus pada manajemen data yang akurat dan update.

Materi yang disampaikan mencakup hal-hal teknis yang sangat krusial bagi kelancaran administrasi madrasah, khususnya yang berkaitan dengan pemutakhiran data EMIS, Vervalpd, PDUM, serta berbagai kebutuhan data siswa lainnya.

Keikutsertaan Kepala MIN 1 Pasuruan dalam forum pembinaan ini diharapkan mampu mengimplementasikan hasil sosialisasi di madrasah masing-masing. Harapannya, ke depan madrasah di lingkungan Kemenag Kab. Pasuruan tidak hanya unggul dalam tata kelola data dan kelembagaan, tetapi juga benar-benar menjadi rumah kedua yang aman dan bebas dari bullying bagi seluruh peserta didik.

Monitoring dan Evaluasi BOS Tahun 2025 Beserta Sosialisasi BOS Tahun 2026


REMBANG – Gerakan "Ngaji Regulasi BOS"

Bapak Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penma) yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya gerakan "Ngaji Regulasi BOS".

Langkah ini dinilai krusial agar para kepala madrasah dan bendahara tidak hanya sekadar membelanjakan anggaran, tetapi benar-benar memahami aspek hukum, administrasi, dan teknis yang berlaku. Dengan pemahaman regulasi yang mendalam, diharapkan seluruh pengelolaan dan laporan pertanggungjawaban (LPJ) Dana BOS dapat diselesaikan secara tepat waktu, nihil kekeliruan, dan sepenuhnya akuntabel.

Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd., bersama Bendahara Madrasah, Bapak Musthofa, S.Pd.I., menghadiri kegiatan pembinaan dan sosialisasi intensif terkait pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Rembang, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan ini berfokus pada pemantapan implementasi Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Kep Dirjen Pendis) Nomor 944 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis (Juknis) BOS Tahun 2026.

8 Standar Nasional Jadi Acuan Utama

Dalam arahannya, pengelolaan Dana BOS tahun ini wajib diselaraskan dengan 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) guna memastikan penyerapan anggaran yang tepat sasaran dan berdampak langsung pada mutu madrasah. Kedelapan standar tersebut meliputi:

  1. Standar Kelulusan
  2. Standar Isi
  3. Standar Proses
  4. Standar Penilaian Pendidikan
  5. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
  6. Standar Sarana dan Prasarana (Sarpras)
  7. Standar Pengelolaan
  8. Standar Pembiayaan Pendidikan

Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, menegaskan bahwa seluruh program kerja yang didanai oleh BOS di MIN 1 Pasuruan akan dikawal ketat agar berjalan di atas koridor delapan standar tersebut.

Menjunjung Tinggi 5 Prinsip Pengelolaan

Selain mengacu pada standar nasional, bendahara madrasah, Bapak Musthofa, mencatat pentingnya memegang teguh lima prinsip utama pengelolaan dana BOS yang diamanatkan juknis terbaru, yaitu:

  • Fleksibel: Sesuai kebutuhan riil madrasah.
  • Efektif: Memberikan dampak nyata bagi pembelajaran.
  • Efisien: Penggunaan dana yang hemat dan tepat.
  • Akuntabel: Dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan administrasi.
  • Transparan: Terbuka dalam pelaporan dan pemanfaatan.

4 Tujuan Utama Dana BOS 2026:

1.      Mendukung operasional satuan pendidikan secara menyeluruh.

2.      Meningkatkan mutu layanan pendidikan di madrasah.

3.      Meringankan beban biaya pendidikan bagi seluruh peserta didik.

4.      Mendukung penuh pelaksanaan berbagai program prioritas pendidikan nasional.


MIN 1 Pasuruan Kukuhkan Al-Qur'an Sebagai Pilar Utama Pendidikan: Ikhtiar Mencetak Generasi Qur'ani di Era Modern


​PASURUAN – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan terus memperkokoh posisinya sebagai lembaga pendidikan dasar Islam unggulan dengan menempatkan penguatan Al-Qur'an sebagai fokus utama kurikulumnya. Langkah ini diambil bukan sekadar sebagai pemenuhan beban studi, melainkan sebagai upaya strategis membentuk karakter generasi muda yang berakhlakul karimah di tengah tantangan zaman.

​Kepala MIN 1 Pasuruan menegaskan bahwa program penguatan Al-Qur'an, yang mencakup perbaikan bacaan (Tahsin), hafalan (Tahfidz), hingga pemahaman maknawi, kini diintegrasikan secara lebih terstruktur dalam kegiatan belajar mengajar harian.

​"Kami ingin Al-Qur'an tidak hanya dibaca, tetapi menjadi cara hidup (way of life) bagi anak-anak sejak dini. Ini adalah fondasi yang akan menjaga mereka di masa depan," ujarnya.

​Melalui program unggulan seperti Murajaah bersama sebelum kelas dimulai dan target hafalan juz amma (Juz 30) serta juz-juz pilihan sebelum kelulusan, MIN 1 Pasuruan berhasil menarik apresiasi tinggi dari para wali murid dan masyarakat sekitar.

​Analisis Sejarah: Akar dan Evolusi Pendidikan Al-Qur'an di MIN 1 Pasuruan

​Untuk memahami mengapa penguatan Al-Qur'an menjadi begitu sentral di MIN 1 Pasuruan, kita perlu melihat kilas balik historis perkembangan pendidikan Islam di wilayah Pasuruan.

​1. Pasuruan sebagai Kota Santri dan Basis Pesantren

​Secara Geografis dan kultural, Pasuruan dikenal luas sebagai salah satu pusat peradaban Islam di Jawa Timur dengan jaringan pesantren yang sangat kuat (seperti Pondok Pesantren Sidogiri, Ngalah, dll).

​Pengaruh Tradisi: Keberadaan MIN 1 Pasuruan secara historis tidak lepas dari tuntutan masyarakat religius Pasuruan yang menginginkan pendidikan formal namun tetap kental dengan nilai-nilai kepesantrenan.

​Simbiosis Kurikulum: Sejak awal berdirinya, madrasah ini menjembatani sistem pendidikan umum (baku) dengan tradisi sorogan atau bandongan khas pengajaran Al-Qur'an tradisional yang disesuaikan untuk usia anak-anak.

​2. Evolusi Program: Dari Pengenalan Huruf Menuju Penjaminan Mutu (Quality Assurance)

​Secara historis, fokus pengajaran Al-Qur'an di tingkat MI mengalami transformasi yang signifikan:

Era Karakteristik Pengajaran Al-Qur'an

Era Awal (Klasik) Pengajaran bersifat sekadar pengenalan huruf hijaiyah (Iqro'/Qiraati) dan membaca dasar, berfokus pada pemberantasan buta aksara Al-Qur'an.

Era Intermediet Mulai dimasukkannya target hafalan (Tahfidz) pendek sebagai materi muatan lokal atau kegiatan ekstrakurikuler opsional.

Era Modern (Saat Ini) Al-Qur'an diposisikan sebagai fokus utama dan penjamin mutu. Menggunakan metode sistematis (seperti Metode Ummi atau sejenisnya) yang diuji secara eksternal melalui proses munaqosah (ujian terbuka).

Pesan Gus Sampton Inspiratif dan Menggugah Di Acara Pelepasan Kelas 6 MIN 1 Pasuruan



PASURUAN – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan menggelar acara pelepasan siswa-siswi kelas 6 dengan penuh khidmat dan haru pada Sabtu, 6 Juni 2026. Acara ini menjadi momentum penting bagi para lulusan untuk bersiap melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Dalam acara tersebut, hadir tokoh agama sekaligus tokoh masyarakat, Gus Sampton, yang memberikan tauziah dan wejangan berharga bagi para guru, orang tua, dan khususnya para siswa yang baru saja dinyatakan lulus.

Fokus pada Kualitas: 

"Iso Opo Arek-Arek?"

Dalam pidatonya yang sarat makna, Gus Sampton menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak boleh hanya diukur dari angka-angka atau kuantitas lulusan yang terus meningkat setiap tahunnya. Jauh lebih penting dari itu adalah kualitas dan bekal nyata yang dibawa oleh anak-anak tersebut.

"Iso opo arek-arek? (Bisa apa anak-anak?)"* ujar Gus Sampton dengan dialek khasnya. "Pendidikan itu bukan sekadar jumlah yang meningkat, bukan cuma soal berapa banyak yang lulus. Tetapi yang paling utama adalah apa yang mereka bisa dan kuasai setelah keluar dari madrasah ini."

Pentingnya Pemetaan Kemampuan di Sekolah Lanjutan

Gus Sampton mengingatkan para orang tua dan tenaga pendidik untuk melakukan pemetaan kemampuan anak saat mereka memasuki sekolah lanjutan (MTs atau SMP). Menurutnya, setiap anak memiliki potensi unik yang berbeda-beda, dan tugas orang dewasa adalah mengarahkan potensi tersebut agar tidak salah jalan.

Beberapa poin penting terkait pemetaan kemampuan yang disampaikan antara lain:

 Mengenali Potensi Sejak Dini:

Anak tidak bisa disamaratakan. Ada yang kuat di bidang akademik, keagamaan, sains, hingga seni dan olahraga.

 Mengarahkan Lanjutan Sekolah yang Tepat:

Pemetaan ini berfungsi agar anak masuk ke sekolah lanjutan yang mendukung bakat alaminya, bukan karena paksaan ego orang tua.

Bekal Menghadapi Zaman:

Anak-anak adalah makhluk Allah SWT yang dititipkan ke dunia ini untuk menghadapi tantangan zamannya sendiri, yang tentu berbeda dengan zaman orang tuanya dulu.

Anak adalah Makhluk Allah, Butuh Bekal Masa Depan

Menutup ceramahnya, Gus Sampton mengingatkan hakikat dari mendidik anak dalam pandangan Islam.

"Anak-anak ini adalah makhluk Allah. Mereka diciptakan untuk masa depan. Maka, tugas kita sekarang adalah memberikan mereka bekal yang cukup—baik itu ilmu agama, akhlak, maupun keterampilan hidup—agar mereka siap menghadapi perkembangan zaman yang semakin cepat dan dinamis,"


Cetak Generasi Emas dan Menyambut OMIPAS Tingkat Kecamatan, MIN 1 Pasuruan Gelar Seleksi OMIPAS Tingkat Lembaga



​PASURUAN – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan terus berkomitmen meningkatkan mutu dan prestasi peserta didiknya. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah dengan menyelenggarakan seleksi Olimpiade MIPA dan Agama Islam Pasuruan (OMIPAS) tingkat lembaga.

​Ajang seleksi internal ini diikuti oleh 25 peserta didik terbaik yang bersaing ketat pada mata pelajaran Agama Islam dan Bahasa Arab. Kompetisi ini digelar untuk menyaring bibit-bibit unggul yang nantinya akan mewakili madrasah di tingkat yang lebih tinggi.

​Sinergi Dua 'Mpu' Pendidikan Islam

​Kesuksesan jalannya seleksi ini tidak lepas dari tangan dingin tim koordinator Pendidikan Islam, yakni Ibu Hanik Istiqomah dan Ibu Nur Cholisotin.

​Bagaikan sosok Mpu Sombro—sang empu perempuan legendaris yang dikenal memiliki kekuatan, ketelitian, dan keahlian luar biasa dalam menempa mahakarya—kedua pendidik ini dengan penuh dedikasi menempa mental dan kemampuan para siswa. Di bawah bimbingan mereka yang visioner dan penuh kesabaran, para peserta seleksi mampu mengerahkan kemampuan terbaik mereka.

​"Kami ingin memastikan bahwa siswa-siswi yang terpilih nanti tidak hanya menguasai materi secara akademis, tetapi juga memiliki mental juara dan spiritual yang kokoh," ujar salah satu pihak panitia seleksi.

​Menuju Prestasi yang Lebih Tinggi

​Dengan adanya seleksi ketat di tingkat lembaga ini, MIN 1 Pasuruan optimistis dapat melahirkan delegasi yang tangguh. Sebanyak 25 peserta yang telah berkompetisi hari ini merupakan bukti nyata bahwa madrasah terus menjadi wadah subur bagi tumbuhnya generasi yang mahir dalam ilmu agama sekaligus cakap berbahasa Arab.

​Hasil dari seleksi ini akan segera diumumkan, dan para juara terpilih akan langsung masuk ke dalam program pembinaan intensif bersama tim koordinator untuk bersiap mengharumkan nama MIN 1 Pasuruan.

MIN 1 PASURUAN GELAR SIDANG KELULUSAN

PASURUAN– MIN 1 Pasuruan menggelar rapat pleno sidang kelulusan peserta didik kelas 6 untuk tahun ajaran 2025/2026 pada Sabtu, 30 Mei 2026. Sidang yang berlangsung khidmat ini menjadi penentu masa depan para siswa setelah menempuh pendidikan dasar selama enam tahun.

Rapat penting ini dihadiri langsung oleh Kepala Madrasah (Kamad), Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd. Turut hadir pula Wakil Kepala Bidang Kurikulum (Wakakur), Wakil Kepala Bidang Penjamin Mutu, seluruh guru mata pelajaran, serta wali kelas 6 yang mengawal perkembangan akademik dan karakter siswa selama ini.


Dalam sambutannya, Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, menegaskan bahwa kelulusan tahun ini tidak hanya dinilai dari aspek akademis semata, melainkan juga menitikberatkan pada kedisiplinan dan akhlakul karimah.

"Kelulusan adalah refleksi dari perjuangan belajar dan pembentukan karakter. Kami menerapkan kriteria yang komprehensif agar lulusan MIN 1 Pasuruan siap secara mental dan intelektual untuk jenjang berikutnya," ujar beliau.

Kriteria Kelulusan Siswa

Berdasarkan hasil keputusan bersama dalam sidang pleno, seorang siswa dinyatakan LULUS jika memenuhi 5 kriteria mutlak berikut:

  1. Kedisiplinan Kehadiran: Tidak memiliki tiruan alpa (tanpa keterangan) sebanyak 12 kali atau lebih selama tahun ajaran berjalan.
  2.  Akademik Penuh: Telah mengikuti seluruh rangkaian ujian yang diselenggarakan oleh pihak madrasah.
  3. Rekam Jejak Perilaku: Tidak melakukan pelanggaran berat terhadap tata tertib madrasah.
  4. Nilai Sikap: Memperoleh nilai sikap/perilaku minimal kategori Baik.
  5. Standar Nilai:  Mencapai standar nilai kelulusan minimum yang telah ditetapkan oleh pihak kurikulum madrasah.

Setelah memaparkan laporan dari masing-masing wali kelas dan guru mata pelajaran, pimpinan sidang melakukan verifikasi data secara mendalam. Hasil akhir dari sidang kelulusan ini nantinya akan diumumkan secara resmi kepada orang tua atau wali murid sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Sidang kelulusan ini ditutup dengan doa bersama, berharap agar seluruh siswa kelas 6 MIN 1 Pasuruan yang lulus dapat membawa nama baik almamater serta terus berprestasi di jenjang pendidikan yang lebih tinggi.


MIN 1 Pasuruan Peringati Hari Lahir Pancasila 2026: Teguhkan Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa dan Pondasi Perdamaian Dunia

Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan menggelar upacara khidmat dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila pada Senin, 1 Juni 2026. Mengusung tema nasional yang mendalam, "Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia," upacara yang berlangsung di halaman utama madrasah ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan dengan penuh semangat nasionalisme.

Bertindak sebagai Pembina upacara, Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I.,M.Pd dalam amanatnya menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur Pancasila di tengah keberagaman. Beliau menyampaikan bahwa Pancasila bukan sekadar teks sejarah, melainkan jiwa yang harus dihidupkan dalam keseharian, khususnya di lingkungan madrasah.

"Pancasila adalah anugerah terbesar bagi bangsa Indonesia. Ia adalah lem yang menyatukan perbedaan kita dari Sabang sampai Merauke. Lebih dari itu, nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan dalam Pancasila adalah kompas kita untuk ikut serta merajut perdamaian dunia," ujar Bapak Abdul Qodir dalam pidatonya.

Jalannya upacara yang tertib dan disiplin ini dipimpin langsung oleh Bapak Mujibatur Rohman, S.Pd., yang bertindak sebagai Pemimpin upacara. Ketegasan dan kelancaran aba-aba yang diberikan menambah kekhidmatan seluruh rangkaian upacara, mulai dari pengibaran Bendera Merah Putih hingga pembacaan teks Pancasila.

Dihadiri Pengawas Madrasah

Acara peringatan tahun ini terasa semakin istimewa dengan kehadiran dua Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan, yaitu Ibu Choyatin Nasucha, M.Pd dan Ibu Ririn Masshuriyah, M.Pd. Kehadiran beliau berdua merupakan bentuk dukungan dan apresiasi langsung terhadap komitmen MIN 1 Pasuruan dalam menanamkan pendidikan karakter berbasis moderasi beragama dan nilai-nilai kebangsaan kepada para peserta didik sejak dini.

Melalui momentum peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 ini, MIN 1 Pasuruan berharap dapat terus mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik dan berakhlak mulia, tetapi juga memiliki jiwa patriotisme yang kokoh untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). *(Humas/Red)*

MIN 1 Pasuruan Gelar Pembelajaran Qurban Edukatif, Bagikan Daging Sapi kepada Siswa, Yatim Piatu, dan Warga Sekitar

 


Pasuruan, Mei 2026 – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan melaksanakan kegiatan pembelajaran qurban yang sarat nilai edukasi dan kepedulian sosial, pada Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30 hingga 11.00 WIB ini menghadirkan pengalaman langsung bagi peserta didik dalam memahami makna ibadah qurban secara nyata.


Seekor sapi qurban yang telah dipersiapkan sebelumnya disembelih secara syar'i di halaman madrasah, dengan melibatkan seluruh guru dan Kepala Madrasah. Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai media pembelajaran kontekstual bagi siswa kelas 5  untuk memahami nilai-nilai keislaman, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama.



Rangkaian Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan dimulai dengan pembukaan dan tausiyah singkat tentang hikmah qurban, dilanjutkan dengan proses penyembelihan yang disaksikan oleh peserta didik dengan tetap menjaga etika dan kenyamanan anak. Setelah itu, daging qurban dipotong-potong, ditimbang, dan dikemas secara higienis oleh panitia yang terdiri dari guru, staf, dan perwakilan orang tua siswa.

Seluruh hasil daging qurban kemudian didistribusikan kepada:

  • Peserta didik MIN 1 Pasuruan,  
  • Anak yatim piatu di MIN 1 Pasuruan
  • Tetangga dan warga sekitar MIN 1 Pasuruan sebagai bentuk silaturahmi dan kepedulian sosial

Peran Aktif Seluruh Civitas Madrasah

Kepala MIN 1 Pasuruan menyatakan, "Kegiatan ini merupakan wujud komitmen kami dalam mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan pembelajaran nyata. Dengan melibatkan seluruh guru dan staf, kami ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa ibadah qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang berbagi, empati, dan memperkuat ukhuwah."

Para guru turut serta membimbing siswa dalam setiap tahapan, mulai dari observasi, pencatatan sederhana, hingga refleksi makna kegiatan. Beberapa siswa juga diberi kesempatan untuk membantu proses pengemasan dan penyerahan paket daging qurban, sebagai bentuk pelatihan tanggung jawab dan kerja sama.

Antusiasme dan Harapan ke Depan

Kegiatan berjalan lancar, tertib, dan penuh kehangatan. Warga sekitar menyambut baik inisiatif MIN 1 Pasuruan, dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya.

"Alhamdulillah, anak-anak sangat antusias. Mereka jadi lebih paham makna qurban secara langsung, bukan hanya teori di kelas. Insya Allah, ini akan menjadi agenda rutin yang semakin dikembangkan," tambah salah satu guru pendamping.

Melalui kegiatan ini, MIN 1 Pasuruan tidak hanya menguatkan karakter religius peserta didik, tetapi juga mempererat hubungan antara madrasah, keluarga, dan masyarakat sekitar. Semoga langkah kecil ini menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lain dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan menyentuh hati.

Hebat! Siswi MIN 1 Pasuruan Raih Nilai Istimewa Mapel Bahasa Indonesia dalam TKA 2026

PASURUAN – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh dunia pendidikan madrasah di Kabupaten Pasuruan. Mardatilla Zahra Riyanti, siswi berbakat dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan, sukses meraih Nilai Istimewa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam ajang Tes Kompetensi Akademik (TKA) Jenjang SD/MI Tahun 2026.

Capaian gemilang ini menjadi bukti nyata dari kualitas pendidikan dan bimbingan intensif yang diterapkan di MIN 1 Pasuruan. Mardatilla mampu bersaing dan menunjukkan kemampuan literasi serta kebahasaan yang luar biasa di tingkat dasar.

Apresiasi dan Rasa Syukur Kepala Madrasah

Keberhasilan luar biasa ini disambut hangat oleh pihak madrasah. Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd., tidak dapat menyembunyikan rasa gembira dan syukurnya atas prestasi yang ditorehkan oleh anak didiknya tersebut.

"Alhamdulillah, kami merasa sangat bangga dan bersyukur atas capaian ananda Mardatilla Zahra Riyanti. Nilai Istimewa yang diraihnya dalam TKA 2026 ini bukan hanya kebanggaan bagi diri dan keluarganya, tetapi juga membawa nama harum bagi seluruh civitas akademika MIN 1 Pasuruan," ujar Bapak Abdul Qodir dengan penuh rasa syukur.

Beliau juga menambahkan bahwa prestasi ini merupakan buah dari kerja keras sang siswi, dukungan penuh dari orang tua, serta dedikasi para guru yang tanpa lelah memberikan bimbingan terbaik.

Komitmen Meningkatkan Mutu Pendidikan

Dengan adanya pencapaian ini, MIN 1 Pasuruan semakin optimis untuk terus mencetak generasi madrasah yang unggul, berprestasi, dan berakhlakul karimah. Pihak sekolah berharap prestasi Mardatilla dapat menjadi stimulus dan inspirasi bagi siswa-siswi lainnya untuk terus memotivasi diri dalam meraih prestasi di berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik.

Selamat kepada Mardatilla Zahra Riyanti dan MIN 1 Pasuruan! Semoga prestasi ini menjadi awal dari kesuksesan yang lebih besar di masa depan.