google-site-verification: googlec37f5abc404fa346.html MIN 1 PASURUAN

MIN 1 Pasuruan Ditunjuk sebagai Titik Lokasi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025

 


PASURUAN – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan kembali dipercaya menjadi tuan rumah acara bergengsi, kali ini sebagai titik lokasi pelaksanaan Olimpiade Madrasah  Indonesia (OMI) tahun 2025. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada hari Rabu, 10 September 2025.

           

Pelaksanaan OMI 2025 di MIN 1 Pasuruan akan diikuti oleh 85 peserta yang berasal dari berbagai sekolah. Untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan bagi seluruh peserta, kompetisi ini akan dibagi menjadi tiga sesi.

Penunjukan MIN 1 Pasuruan sebagai tuan rumah OMI 2025 ini menunjukkan komitmen sekolah dalam mendukung pengembangan pendidikan, khususnya di bidang matematika. Kepala MIN 1 Pasuruan menyatakan rasa bangganya dan berharap para peserta dapat memberikan hasil terbaik dalam kompetisi ini.

"Kami sangat bangga bisa menjadi bagian dari OMI 2025. Ini adalah kesempatan bagi para siswa untuk mengukur kemampuan mereka dan menjalin persahabatan dengan peserta lain. Kami telah menyiapkan semua fasilitas yang diperlukan agar acara berjalan sukses," ujar Kepala MIN 1 Pasuruan.

Seluruh pihak, mulai dari guru, staf, hingga orang tua, diharapkan dapat memberikan dukungan penuh agar acara ini berjalan lancar dan sukses. OMI 2025 diharapkan dapat melahirkan bibit-bibit unggul di bidang matematika yang nantinya dapat mengharumkan nama bangsa.








MIN 1 Pasuruan Gelar Gladi ANBK Menjelang Pelaksanaan ANBK


Pasuruan, 8 September 2025 – MIN 1 Pasuruan mengadakan gladi atau simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) pada hari ini, Senin, 8 September 2025. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai persiapan menghadapi pelaksanaan ANBK yang akan dilaksanakan dalam beberapa waktu ke depan. Gladi ANBK ini bertujuan untuk membiasakan peserta didik dan guru dengan proses serta teknis pelaksanaan asesmen berbasis komputer tersebut sehingga dapat berjalan lancar dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Kepala MIN 1 Pasuruan, dalam sambutannya, menekankan pentingnya latihan simulasi ini sebagai upaya untuk mengurangi kecemasan peserta didik dan meningkatkan kesiapan teknis, baik dari sisi perangkat maupun dari segi penguasaan materi dan tata cara pengerjaan soal ANBK. Beliau juga menyampaikan harapan agar seluruh siswa dapat mengikuti gladi dengan serius dan memanfaatkan kesempatan ini sebagai ajang latihan yang efektif.

Pelaksanaan gladi ANBK melibatkan seluruh siswa kelas yang akan mengikuti ANBK, dengan pengawasan ketat dari para guru dan staf sekolah. Selain simulasi pengerjaan soal, kegiatan ini juga mencakup pembekalan teknis mengenai penggunaan perangkat komputer, tata tertib selama asesmen, serta manajemen waktu pengerjaan soal. Dengan demikian, siswa dapat memahami keseluruhan proses ANBK dengan baik dan siap menjalani asesmen sesungguhnya.

Para guru juga diberikan kesempatan untuk memantau dan mengevaluasi hasil gladi sebagai bahan evaluasi dan perbaikan dalam pembinaan siswa menjelang ANBK. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kendala yang mungkin timbul selama pelaksanaan asesmen, sehingga solusi dapat segera diambil sebelum hari H.

Dengan gladi ANBK ini, MIN 1 Pasuruan menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memastikan bahwa pelaksanaan ANBK berjalan optimal, mencerminkan kesiapan baik dari segi teknis maupun mental peserta didik. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya sekolah untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan.


Bidang Pendma Kanwil kementerian agama provinsi Jawa Timur bersama KKG-MGMP-MGBK provinsi Jawa Timur menyelenggarakan evaluasi Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)

 

Surabaya, 9 September 2025 — Bidang Pendma Kanwil kementerian agama provinsi Jawa Timur bersama KKG-MGMP-MGBK provinsi Jawa Timur  menyelenggarakan evaluasi Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) di BDK Keagamaan Surabaya  bagi para pengurus Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), dan Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) Provinsi Jawa Timur. Acara yang berlangsung selama dua hari, dari 8 hingga 9 September 2025, ini bertujuan untuk mengukur efektivitas program dan merumuskan langkah-langkah perbaikan ke depan.


Dalam sambutannya, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, mengajak para peserta untuk terus mengasah kompetensi melalui wadah KKG, MGMP, dan MGBK. Beliau menekankan pentingnya peran KKG dan MGMP di lingkungan terkecil, yaitu di masing-masing madrasah, sebagai pondasi utama peningkatan kualitas pendidikan.

Sementara itu, Dr. H. Sugiyo, M.Pd., yang hadir sebagai narasumber, menyoroti pentingnya pendekatan pembelajaran yang berfokus pada proses dan hasil. Ia menekankan bahwa guru tidak hanya perlu merancang pembelajaran yang baik, tetapi juga memastikan ada dampak nyata terhadap kemampuan siswa.

Kepala MIN 1 Pasuruan, bapak Abdul Qodir yang juga merupakan salah satu pembina di KKG MI Provinsi Jawa Timur, menyampaikan rasa bangganya terhadap semangat luar biasa yang ditunjukkan oleh para peserta. Ia berharap acara ini tidak hanya sekadar memenuhi tuntutan PKB, tetapi juga menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi antar pengurus. Menurutnya, jalinan hubungan yang kuat ini akan menjadi pintu gerbang bagi pertukaran pengetahuan dan wawasan yang lebih luas.

MIN 1 Pasuruan Gelar Peringatan Maulid Nabi, Alunkan Sholawat,Qiroah, dan Nadhoman

 


Pasuruan, 8 September 2025 — Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan hari ini menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat dan kemeriahan. Acara yang dipusatkan di mushollah dan  halaman madrasah ini dihadiri langsung oleh Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, serta para guru, siswa, dan orang tua.

Peringatan Maulid tahun ini juga semakin spesial dengan kehadiran mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari IAI NU Bangil yang turut memeriahkan acara. Sebagai bentuk dukungan teknis, acara ini didukung oleh sound system profesional dari Kopi Langit yang memastikan setiap lantunan sholawat dan qiroah terdengar jelas dan syahdu.

Acara dibuka dengan berbagai penampilan istimewa. Grup sholawat Az-Zazami MIN 1 Pasuruan yang dibina oleh Ustaz Zamroni tampil memukau dengan alunan sholawat yang indah. Tak kalah menawan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an (qiroah) yang dibina oleh Ustaz Yusron berhasil menciptakan suasana yang khusyuk.





Selain itu, siswa-siswi kelas 4 juga turut berpartisipasi dengan menampilkan Nadloman Aqidatul Awam, menunjukkan kecintaan mereka terhadap ilmu agama.

Seluruh rangkaian acara berjalan lancar berkat kerja keras panitia yang diketuai oleh Ustazah Khotimah. Untuk konsumsi, panitia bekerja sama dengan Paguyuban yang mengomandoi penyediaan makanan dan minuman, memastikan seluruh tamu dan peserta merasa nyaman.

Dalam sambutannya, Bapak Abdul Qodir menyampaikan pentingnya peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Beliau juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi, mulai dari panitia, guru, hingga para siswa yang telah menampilkan yang terbaik.

Peringatan Maulid Nabi di MIN 1 Pasuruan ini diharapkan dapat memperkuat tali silaturahmi antarwarga madrasah dan menumbuhkan rasa cinta yang lebih dalam kepada Nabi Muhammad SAW.

Pagi yang Keruh

 


Mentari belum sepenuhnya muncul, tapi Jamin sudah berdiri di depan pintu rumah Makruf. Pintu bercat hijau itu tampak kontras dengan dinding rumah yang mulai mengelupas. Dengan ragu, Jamin mengetuk pelan.

Tok... tok... tok...

Terdengar suara langkah kaki dari dalam, lalu pintu terbuka. Makruf berdiri di ambang pintu, wajahnya masih menyimpan kantuk.

Makruf: (Dengan suara serak) "Jamin? Ya ampun, pagi benar. Ada apa?"

Jamin: (Menunduk) "Maaf, Pak Makruf, ganggu pagi-pagi. Anu... saya mau numpang tanya, barangkali ada sisa nasi semalam?"

Makruf: (Menguap) "Nasi sisa? Wah, maaf, Jamin. Semalam itu, Snowball makannya lahap sekali. Sampai habis tak bersisa."

Jamin: (Menggaruk kepala) "Oh, gitu ya, Pak. Saya kira aja, siapa tahu ada lebih. Sudah dua hari ini belum dapat rezeki, Pak. Perut sudah demo dari semalam."

Makruf: (Melihat Jamin dengan tatapan datar) "Aduh, Jamin, saya juga lagi prihatin ini. Harga pakan kucing naik terus. Snowball itu makannya harus yang berkualitas, biar bulunya tidak rontok."

Jamin: (Dengan nada lirih) "Iya, Pak. Saya ngerti kok. Ya sudah, kalau gitu saya permisi dulu ya, Pak. Siapa tahu di warung ada yang mau kasih ngutang."

Makruf: (Sedikit merasa bersalah) "Iya, Jamin. Maaf ya, saya belum bisa bantu. Coba saja cari di tempat lain. Semangat ya!"

Makruf menutup pintu perlahan. Jamin hanya bisa menghela napas dan berjalan menjauh.

Siang yang Terik

Jamin sedang beristirahat di bawah pohon rindang setelah seharian membantu mengangkat barang di pasar. Peluh membasahi wajahnya, tapi ia enggan membeli minum. Uangnya hanya cukup untuk sebungkus nasi nanti malam.

Tiba-tiba, ia melihat Makruf berjalan santai sambil membawa Snowball di gendongannya.

Jamin: (Menyapa dengan sopan) "Siang, Pak Makruf. Snowball sehat?"

Makruf: (Tersenyum bangga) "Siang, Jamin. Snowball ini sehat wal afiat. Tadi habis saya belikan snack khusus di toko hewan. Dia itu kalau tidak dikasih camilan, suka rewel."

Jamin: (Mencoba bercanda) "Wah, enak ya jadi Snowball. Makanannya terjamin, camilannya mewah."

Makruf: (Tertawa kecil) "Ya begitulah, Jamin. Snowball ini sudah seperti anak sendiri bagi saya. Saya rela berkorban demi dia."

Jamin: (Dengan nada sedikit sinis) "Berarti, kalau ada rezeki lebih, Bapak lebih milih beliin Snowball makanan daripada nolongin tetangga yang kelaparan?"

Makruf: (Terkejut dengan pertanyaan Jamin) "Eh... bukan begitu maksud saya, Jamin. Tapi, kan... Snowball itu tanggung jawab saya. Dia tidak bisa mencari makan sendiri."

Jamin: (Menatap Makruf dengan tatapan kecewa) "Iya, Pak. Saya paham. Manusia memang lebih pandai mencari alasan daripada mencari solusi."

Jamin bangkit dari duduknya dan berjalan pergi, meninggalkan Makruf yang terdiam dengan Snowball di gendongannya.


Guru dan Mahasiswi IAINU Bangil Ikut Doa Bersama untuk Kedamaian Indonesia di MIN 1 Pasuruan

 


Pasuruan - Sejumlah mahasiswi dari Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Bangil turut serta dalam acara doa bersama yang diselenggarakan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan pada hari ini. Acara istighosah ini diadakan sebagai wujud kepedulian terhadap kedamaian dan kerukunan bangsa Indonesia.

Kegiatan ini dipimpin olehUst. Jinan, Ustaz Khamim, yang memandu jalannya istighosah dengan khusyuk. Doa juga dipanjatkan oleh Ustaz Fathurrahman, menambah kekhidmatan acara. Kepala Madrasah (Kamad) MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, memberikan pengarahan yang menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Partisipasi mahasiswi IAINU Bangil ini menunjukkan sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan madrasah ibtidaiyah  dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berperan aktif dalam menjaga kedamaian dan kerukunan di Indonesia.

Observasi: Kepala MIN 1 Pasuruan Memperhatikan Persiapan Siswa Sebelum Masuk Kelas

 


Pada hari ini, saya mengamati kegiatan Kepala MIN 1 Pasuruan yang sedang memperhatikan secara langsung persiapan siswa sebelum mereka memasuki kelas. Kegiatan ini berlangsung di pagi hari, saat para siswa mulai berdatangan ke lingkungan sekolah. Kepala sekolah tampak sangat antusias dan teliti dalam mengamati berbagai aspek yang berkaitan dengan kesiapan siswa untuk mengikuti proses pembelajaran.

Salah satu hal yang menjadi fokus perhatian Kepala MIN 1 Pasuruan adalah kedisiplinan siswa dalam memasuki kelas. Beliau memastikan bahwa siswa datang tepat waktu dan tidak ada yang terlambat. Kepala sekolah juga memperhatikan bagaimana siswa menjaga ketertiban dan kebersihan di sekitar kelas sebelum pelajaran dimulai. Hal ini menunjukkan bahwa beliau sangat peduli terhadap suasana belajar yang kondusif dan nyaman bagi semua siswa.

Selain itu, Kepala MIN 1 Pasuruan juga memperhatikan kesiapan mental dan fisik siswa. Beliau mengamati apakah para siswa sudah siap secara psikologis untuk menerima pelajaran hari itu, misalnya dengan melihat ekspresi wajah mereka dan interaksi antar siswa. Kepala sekolah juga memastikan bahwa siswa sudah membawa perlengkapan belajar yang lengkap seperti buku, alat tulis, dan seragam yang rapi. Semua ini dilakukan agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan.

Dalam pengamatannya, Kepala MIN 1 Pasuruan tidak hanya berdiri di satu tempat saja. Beliau berjalan mengelilingi halaman sekolah, sambil sesekali memberikan motivasi kepada para siswa. Pesan-pesan yang disampaikan berkisar pada pentingnya semangat belajar, menjaga kedisiplinan, dan menghargai waktu. Hal ini sangat memotivasi siswa untuk lebih bersemangat dan fokus dalam mengikuti pelajaran.

Kepala sekolah juga berinteraksi dengan beberapa guru yang sedang bersiap-siap mengajar. Beliau menanyakan persiapan yang sudah dilakukan para guru dan memberikan arahan agar suasana kelas tetap kondusif. Komunikasi antara Kepala MIN 1 Pasuruan dengan guru-guru menunjukkan sinergi yang baik dalam menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas.

Observasi ini juga menunjukkan bahwa Kepala MIN 1 Pasuruan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap perkembangan dan kesejahteraan siswa. Dengan memperhatikan secara langsung kesiapan siswa sebelum masuk kelas, beliau dapat mengetahui berbagai kendala yang mungkin dihadapi siswa, baik dari segi fisik maupun psikologis. Hal ini memungkinkan Kepala sekolah untuk mengambil langkah-langkah yang tepat dalam mendukung proses pembelajaran.

Secara keseluruhan, kegiatan Kepala MIN 1 Pasuruan yang memperhatikan persiapan siswa sebelum masuk kelas memberikan gambaran tentang kepemimpinan yang proaktif dan peduli terhadap pendidikan. Sikap beliau yang teliti dan penuh perhatian menjadi contoh yang baik bagi seluruh warga sekolah. Kegiatan ini bukan hanya sekedar rutinitas, namun merupakan upaya nyata untuk menciptakan lingkungan belajar yang optimal dan mendukung keberhasilan siswa.

Dengan demikian, peran Kepala MIN 1 Pasuruan sangat penting dalam menjaga kualitas pendidikan di sekolah ini. Keterlibatan langsung beliau dalam memperhatikan persiapan siswa sebelum masuk kelas menjadi salah satu faktor kunci dalam menciptakan suasana belajar yang efektif, menyenangkan, dan produktif bagi seluruh siswa.

MILO Mengadakan Senam Sehat dan Pembagian MILO Gratis di MIN 1 Pasuruan

 




Pasuruan, 27 Agustus 2025 – Dalam rangka mendukung gaya hidup sehat dan meningkatkan semangat belajar siswa, MILO mengadakan kegiatan senam sehat dan pembagian MILO gratis di MIN 1 Pasuruan pada hari ini. Kegiatan ini diterima dengan antusias oleh seluruh warga madrasah.

Acara senam sehat yang dipandu oleh instruktur profesional ini diikuti oleh siswa, guru, serta staf madrasah. Selain berolahraga bersama, MILO juga membagikan minuman sehat secara gratis untuk menunjang energi dan kebugaran peserta.

Kegiatan ini secara resmi diterima oleh Bapak Abdul Qodir, Kepala Madrasah MIN 1 Pasuruan, dan Ibu Novi, perwakilan guru. Bapak Abdul Qodir menyampaikan apresiasi atas inisiatif MILO dalam mendorong pola hidup sehat di lingkungan sekolah. Sementara itu, Ibu Novi menambahkan bahwa kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk membangun kebiasaan positif di kalangan siswa. Adapun dari MILO ibu Kartika sari  dan  bapak Wildan Robby kurniawan

Dengan adanya kegiatan senam sehat dan pembagian MILO gratis ini, diharapkan para siswa dapat semakin termotivasi untuk menjaga kesehatan tubuh dan meningkatkan prestasi belajar mereka.An,

Perlunya Pendampingan Guru dalam Belajar Beribadah pada Usia Sekolah Dasar

 

Pada usia sekolah dasar, anak-anak sedang dalam masa perkembangan yang sangat penting, baik secara fisik, mental, maupun spiritual. Pada tahap ini, mereka mulai mengenal nilai-nilai agama dan mulai belajar beribadah secara benar. Pendampingan guru dalam belajar beribadah sangat diperlukan agar anak-anak dapat memahami tata cara ibadah dengan baik, serta menanamkan kecintaan terhadap agama sejak dini.

Guru sebagai pendamping memiliki peran penting dalam memberikan contoh yang baik, membimbing secara langsung, dan menjelaskan makna ibadah sehingga anak tidak hanya sekadar menjalankan rutinitas, tetapi juga memahami dan merasakan keutamaan ibadah tersebut. Dengan pendampingan yang tepat, anak-anak akan lebih mudah menginternalisasi nilai-nilai agama dan mengembangkan karakter yang baik sebagai bekal kehidupan.

Selain itu, pembelajaran beribadah yang diawasi oleh guru dapat mencegah kesalahan dalam pelaksanaan ibadah dan membantu anak membangun kebiasaan baik yang akan terbawa hingga dewasa. Pendampingan ini juga dapat meningkatkan rasa percaya diri anak dalam beribadah, karena mereka merasa didukung dan diperhatikan selama proses belajar.

Dalil Hadis tentang Manfaat Mengajarkan Ilmu Agama

Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا (رواه مسلم)

Artinya: Diriwayatkan dari Abi Hurairah, sesungguhnya Rasulullah Saw. bersabda: “Barang siapa mengajak kepada petunjuk (amal baik), maka ia mendapatkan pahala sama seperti pahalanya orang yang mengikutinya. Tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang melakukannya. Barang siapa yang mengajak pada kesesatan, maka ia mendapatkan dosa setimbang dengan dosa orang yang mengikutinya. Tanpa sedikitpun mengurangi dosa orang yang melakukannya.” (HR Muslim).

Hadis ini menunjukkan betapa besar pahala dan manfaat dari mengajarkan ilmu agama kepada orang lain, termasuk anak-anak. Guru yang mendampingi anak dalam belajar beribadah tidak hanya membantu mereka memahami agama, tetapi juga mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT karena telah menuntun seseorang ke jalan kebaikan.

Teori Pendidikan

Pada masa Sekolah Dasar, anak-anak berada dalam tahap perkembangan kognitif dan emosional yang sangat krusial. Teori perkembangan kognitif yang dikemukakan oleh Jean Piaget menjelaskan bahwa anak usia SD biasanya berada pada tahap konkret operasional, di mana mereka mulai mampu berpikir logis tentang peristiwa konkret, namun masih memerlukan bimbingan untuk memahami konsep abstrak. Oleh karena itu, pendampingan belajar menjadi sangat penting untuk membantu anak memahami materi pelajaran dengan lebih baik dan mengatasi kesulitan yang mungkin muncul.

Selain aspek kognitif, teori perkembangan sosial menurut Lev Vygotsky juga menegaskan pentingnya interaksi sosial dalam proses belajar. Vygotsky memperkenalkan konsep Zona Perkembangan Proksimal (ZPD), yaitu jarak antara kemampuan anak saat ini dengan potensi kemampuan yang bisa dicapai dengan bantuan orang lain. Pendampingan belajar dari orang tua, guru, atau pendamping lainnya berperan sebagai “scaffolding” yang memfasilitasi anak untuk mencapai potensi maksimalnya. Dengan adanya pendampingan, anak dapat mendapatkan dukungan, motivasi, dan arahan yang tepat sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan menyenangkan.

Selain itu, dalam konteks psikologi pendidikan, pendampingan belajar juga membantu anak untuk membangun rasa percaya diri dan mengembangkan sikap positif terhadap belajar. Anak yang merasa didukung cenderung lebih termotivasi dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan belajar. Hal ini sangat penting untuk membentuk kebiasaan belajar yang baik sejak dini dan mempersiapkan anak menghadapi tantangan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi.

Secara praktis, pendampingan belajar bagi anak usia SD bisa dilakukan melalui berbagai cara, seperti memberikan waktu khusus untuk belajar bersama, menjelaskan materi dengan bahasa yang mudah dimengerti, memberikan contoh konkret, serta memberikan pujian dan dorongan secara konsisten. Hal ini tidak hanya membantu anak dalam pencapaian akademik, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara anak dan pendamping, sehingga anak merasa lebih nyaman dan termotivasi dalam belajar.

Kesimpulannya, pendampingan belajar bagi anak usia SD sangatlah penting karena sesuai dengan teori-teori pendidikan dan perkembangan, anak memerlukan bimbingan yang tepat untuk mengoptimalkan proses belajar mereka. Dengan pendampingan yang baik, anak akan mampu mengembangkan kemampuan kognitif dan sosialnya secara optimal, serta membangun sikap positif yang mendukung keberhasilan belajar di masa depan.


Zhafira Putri Arina: Sang Bintang Muda dari MIN 1 Pasuruan yang Meraih Juara 2 Kyorugi Cadet Putri di PON Putri Kapolri 6 Cup 2025

 


Pada tanggal 25-27 Juli 2025, GOR Jatidiri Semarang menjadi saksi perjuangan para atlet muda dalam cabang beladiri Taekwondo pada event Pekan Olah Raga Nasional Cadet Putri Kapolri 6 Cup. Salah satu momen yang paling membanggakan datang dari Zhafira Putri Arina kelas 6 D, seorang murid berprestasi dari MIN 1 Pasuruan. Zhafira berhasil meraih juara 2 pada kategori Kyorugi Cadet Putri, menunjukkan dedikasi dan kerja kerasnya dalam dunia olahraga beladiri.

Event ini diselenggarakan dalam rangka kegiatan Pembinaan Tradisi Peringatan Hari Bhayangkara, yang tidak hanya menjadi ajang kompetisi tetapi juga sarana pembinaan karakter dan semangat sportivitas bagi para peserta. Zhafira, murid MIN 1 Pasuruan, tampil dengan penuh semangat dan kemampuan teknik yang matang, membuktikan bahwa usia muda bukan halangan untuk berprestasi di tingkat nasional.

Prestasi Zhafira ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi MIN 1 Pasuruan, menginspirasi teman-teman sebayanya untuk terus berlatih dan berjuang meraih mimpi. Dengan dukungan pelatih dan lingkungan sekolah yang kondusif, Zhafira mampu menunjukkan potensi terbaiknya di panggung nasional.

Semoga pencapaian ini menjadi langkah awal bagi Zhafira Putri Arina untuk terus mengukir prestasi lebih gemilang di masa depan, sekaligus menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk berani berkompetisi dan mengasah kemampuan di berbagai bidang, terutama olahraga.

Selamat untuk Zhafira Putri Arina, sang juara muda murid  MIN 1 Pasuruan! Teruslah bersemangat dan raih cita-citamu setinggi langit!


Upacara Bendera di MIN 1 Pasuruan: Petugas 6D Berjalan Baik, Lancar dan Perkenalan Mahasiswa IAI NU Bangil

 


Pada hari Senin tanggal 25 Agustus 2025, MIN 1 Pasuruan menggelar upacara bendera rutin yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan staf sekolah. Upacara kali ini berlangsung dengan tertib dan lancar berkat peran aktif petugas upacara dari kelas 6D yang bertugas dengan penuh tanggung jawab dan disiplin. Sebagai pembina upacara, Ibu Nihla memberikan arahan yang sangat penting, terutama menekankan betapa pentingnya menjaga kebersihan di lingkungan sekolah.

Pelaksanaan upacara dimulai tepat pukul 07.00 WIB di lapangan sekolah. Petugas 6D telah hadir lebih awal untuk melakukan persiapan, termasuk pengecekan alat dan atribut upacara seperti bendera merah putih, pengeras suara, serta barisan siswa yang akan menjadi pasukan pengibar bendera. Kedisiplinan dan kerja sama yang baik dari petugas 6D sangat terlihat, mereka saling membantu memastikan setiap bagian upacara berjalan tanpa hambatan.

Ibu Nihla, sebagai pembina upacara, membuka kegiatan dengan memberikan sambutan yang tidak hanya membangkitkan semangat nasionalisme, tetapi juga menekankan nilai-nilai kebersihan sebagai salah satu aspek penting yang harus dijaga oleh seluruh warga sekolah. Beliau menyampaikan bahwa kebersihan lingkungan sekolah berpengaruh besar terhadap kesehatan dan kenyamanan belajar. Dengan lingkungan yang bersih, siswa dapat belajar dengan lebih fokus dan produktif.

Dalam arahannya, Ibu Nihla mengingatkan agar setiap siswa tidak hanya bertanggung jawab atas kebersihan diri sendiri, tetapi juga ikut menjaga kebersihan ruang kelas, halaman sekolah, dan fasilitas umum lainnya. Ia mengajak seluruh siswa untuk terbiasa membuang sampah pada tempatnya dan aktif dalam kegiatan kerja bakti yang rutin dilakukan di sekolah. Pesan ini disambut dengan antusias oleh seluruh peserta upacara yang menunjukkan komitmen mereka untuk menjaga kebersihan.

Selain itu, petugas 6D juga menunjukkan disiplin dan ketelitian dalam menjalankan tugasnya. Proses pengibaran bendera berlangsung dengan khidmat dan sempurna, tanpa ada kesalahan teknis. Mereka berjalan dengan langkah tegap dan penuh percaya diri, menunjukkan bahwa latihan yang dilakukan sebelumnya membuahkan hasil yang maksimal. Suasana upacara menjadi sangat khidmat dan penuh rasa hormat terhadap simbol negara.

Setelah pengibaran bendera selesai, upacara dilanjutkan dengan pembacaan doa dan pengumuman penting dari kepala sekolah. Kemudian, Ibu Nihla menutup kegiatan dengan memberikan motivasi kepada siswa agar terus meningkatkan kedisiplinan dan rasa cinta tanah air, serta tetap menjaga kebersihan sebagai bagian dari sikap hidup sehat dan bertanggung jawab.

Perkenalan Mahasiswa PPL dai IAI NU Bangil

https://www.iainu-bangil.ac.id/

Acarab tersebut jua ada perkenalan mahasiswa PPL dai IAI NU Bangil kepeda seluruh siswa. Secara keseluruhan, upacara bendera di MIN 1 Pasuruan pada hari ini berjalan dengan sangat baik dan lancar. Peran petugas 6D sebagai pelaksana upacara sangat menentukan kesuksesan kegiatan ini. Kepemimpinan dan arahan dari Ibu Nihla sebagai pembina upacara juga memberikan nilai tambah yang membuat pesan moral tentang kebersihan dapat tersampaikan dengan baik kepada seluruh siswa.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran tentang pentingnya nasionalisme dan kedisiplinan, tetapi juga sebagai momen untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Diharapkan kebiasaan baik ini dapat terus dipertahankan dan menjadi budaya positif yang mendukung terciptanya sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman untuk belajar.

Demikian jurnal mengenai pelaksanaan upacara bendera di MIN 1 Pasuruan dengan petugas dari kelas 6D yang berjalan baik dan lancar serta pembinaan dari Ibu Nihla yang menekankan pentingnya kebersihan. Semoga upacara-upacara berikutnya juga dapat berlangsung dengan sukses dan memberikan manfaat yang besar bagi seluruh warga sekolah.AN