google-site-verification: googlec37f5abc404fa346.html MIN 1 PASURUAN

Perkuat Sinergi Pendidikan, Kepala MIN 1 Pasuruan Hadiri Silaturahim Bersama IGRA se-Kecamatan Beji

 

PASURUAN – Dalam upaya memperkokoh tali persaudaraan dan sinergi antar lembaga pendidikan Islam, Kepala MIN 1 Pasuruan, Abdul Qodir, menghadiri undangan pertemuan Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kecamatan Beji. Kegiatan yang dikemas dalam acara sharing dan silaturahim ini bertempat di RA Sabilillah, Senin (8/12/2025).

Kehadiran Abdul Qodir dalam forum ini memiliki peran strategis, mengingat posisinya tidak hanya sebagai Kepala MIN 1 Pasuruan, tetapi juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Beji.


Dalam sambutannya, Abdul Qodir menekankan pentingnya kesatuan visi antara tingkat pendidikan RA dan MI.

"Keberadaan RA dan MI adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, terutama dalam mengemban amanat mencerdaskan generasi penerus bangsa," ujar Abdul Qodir di hadapan para anggota IGRA.

Lebih lanjut, Ketua KKMI Kecamatan Beji ini menambahkan bahwa kegiatan seperti ini merupakan langkah konkret untuk menjaga dan memperkuat tali silaturahim. Menurutnya, kesinambungan pendidikan dari RA ke MI memerlukan komunikasi yang intens dan harmonis.

Salah satu poin penting yang dibahas dalam pertemuan ini adalah mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Abdul Qodir menyoroti bahwa eksistensi RA di Kecamatan Beji memberikan kontribusi besar terhadap proses dan hasil PPDB bagi jenjang MI.

"Oleh karena itu, tiada komitmen yang tepat kecuali saling membantu antar sesama," tegasnya.

Respon Positif IGRA Beji

Ajakan untuk memperkuat sinergi ini disambut hangat oleh Ketua IGRA Kecamatan Beji, Nur Lailiya, S.Pd. Ia menyatakan apresiasinya atas kehadiran dan arahan yang disampaikan oleh Kepala MIN 1 Pasuruan.

"Kami menyambut baik apa yang disampaikan Bapak Abdul Qodir. IGRA Kecamatan Beji siap bekerja sama dan bahu-membahu menjaga kesolidan antara RA dan MI di wilayah ini," ungkap Nur Lailiya.

Salah satu hasil dari sharing ini bahwa RA se Kecamatan Beji akan terus menjaga hubungan dengan MI dalam satu Yayasan terkhusus dalam Penerimaan Peserta Didik Baru, serta diharapkan MI juga terus menjaga keharmonisan dengan saudaranya yaitu RA di Kecamatan Beji.

Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum awal untuk kolaborasi yang lebih erat di masa mendatang, demi terwujudnya kualitas pendidikan madrasah yang unggul dan berkelanjutan di Kecamatan Beji.

Wujudkan Madrasah Penuh “CINTA”, MIN 1 Pasuruan Jadi Pilot Project Kurikulum Berbasis Cinta



Surabaya — Upaya mewujudkan madrasah yang penuh kehangatan, kepedulian, dan keberpihakan pada peserta didik terus dilakukan MIN 1 Pasuruan. Pada tanggal 2–4 Desember 2025, Kepala Madrasah dan Wakil Kepala Bidang Kurikulum MIN 1 Pasuruan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Kepala MI/MTs dan Wakabid Kurikulum MI/MTs dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diselenggarakan di Surabaya.

Kegiatan bergengsi ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Akhmad Sruji Bakhtiar, M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pendidikan harus benar-benar berpihak pada siswa. Menurutnya, generasi saat ini membutuhkan pendekatan pendidikan yang lebih baik, lebih humanis, dan penuh kasih.

“Saya sangat mengapresiasi terselenggaranya Bimtek ini. Kegiatan seperti ini memegang peran penting dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di lingkungan madrasah,” ungkap Dr. Akhmad Sruji Bakhtiar.

Dalam kegiatan ini, MIN 1 Pasuruan mendapat amanah istimewa sebagai Pilot Project Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Kabupaten Pasuruan. Penunjukan ini menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi madrasah untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih inspiratif, humanis, dan memberi ruang tumbuh yang nyaman bagi peserta didik.

Kepala MIN 1 Pasuruan, Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan antusiasme dan tekadnya untuk mengemban amanah tersebut.

“Kami sangat bersyukur mendapat kepercayaan ini. Bimtek KBC menjadi bekal penting bagi kami untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di MIN 1 Pasuruan,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Wakabid Kurikulum, Ahmad Zamroni, turut menegaskan komitmennya untuk segera mengimplementasikan konsep Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah.

“Kami ingin MIN 1 Pasuruan dapat menjadi madrasah yang benar-benar menerapkan nilai-nilai cinta dalam setiap proses pembelajaran,” ungkapnya.

Dengan penunjukan sebagai Pilot Project KBC, MIN 1 Pasuruan diharapkan menjadi contoh penerapan kurikulum yang holistik, penuh cinta, dan berpihak pada kebutuhan perkembangan peserta didik. Hal ini menjadi langkah konkret menuju madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu membentuk karakter peserta didik dengan lebih baik dan berkesan.

MIN 1 Pasuruan Gelar Sosialisasi RDM Kokurikuler kepada Koordinator Kelas

 


Pasuruan, 4 Desember 2025 — MIN 1 Pasuruan menggelar kegiatan Sosialisasi Rapor Digital Madrasah (RDM) tentang Kokurikuler pada Kamis (4/12/2025). Kegiatan ini berlangsung di lingkungan madrasah dengan diikuti oleh seluruh koordinator kelas dari berbagai tingkatan.

Sosialisasi ini dipandu langsung oleh operator madrasah, Ashlihatut Dian Novia, yang menyampaikan secara rinci teknis pengelolaan dan pengisian data kokurikuler melalui sistem RDM. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan alur input data, sinkronisasi nilai kokurikuler, hingga tahapan finalisasi rapor agar sesuai dengan ketentuan Kementerian Agama.

Peserta sosialisasi tampak antusias mengikuti setiap penjelasan yang disampaikan. Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi praktik langsung penggunaan RDM untuk kokurikuler serta tanya jawab seputar kendala yang sering dihadapi di lapangan.

Melalui kegiatan ini, pihak madrasah berharap seluruh koordinator kelas memiliki pemahaman yang seragam terkait pengelolaan nilai kokurikuler berbasis digital. Dengan demikian, proses administrasi penilaian di MIN 1 Pasuruan dapat berjalan lebih tertib, akurat, dan sesuai dengan standar sistem informasi pendidikan madrasah.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari komitmen MIN 1 Pasuruan dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan berbasis teknologi serta mendukung digitalisasi pengelolaan data akademik di lingkungan madrasah.

Penguatan Literasi Digital: Integrasi Teknologi di Pojok Baca MIN 1 Pasuruan (Blended Learning).

Pasuruan – MIN 1 Pasuruan terus berinovasi dalam metode pembelajaran dengan mengintegrasikan teknologi informasi ke dalam budaya baca siswa. Seperti yang terlihat dalam kegiatan di Pojok Baca salah satu kelas tepatnya murid kelas 5. Mereka sedang melaksanakan kegiatan literasi digital yang terpimpin dan terbimbing.

Dalam kegiatan ini, murid tidak meninggalkan budaya mencatat dan membaca, namun medianya diperluas. Gawai (smartphone) digunakan sebagai alat riset untuk mengakses materi pengayaan yang lebih luas, sementara hasil pemahaman tetap dituangkan ke dalam lembar kerja fisik.

Kombinasi antara suasana Pojok Baca yang asri dan penggunaan perangkat digital ini bertujuan untuk membangun ekosistem belajar yang menyenangkan sekaligus relevan dengan perkembangan zaman (Abad 21)

"Siapa bilang HP hanya untuk bermain game?" Di MIN 1 Pasuruan, gawai adalah jendela dunia perpustakaan digital kami! 

Melalui program Literasi Digital, kami mengajak murid khususnya kelas 4,5 dan 6 untuk memanfaatkan teknologi sebagai sumber belajar yang tanpa batas. Bertempat di "Pojok Baca" yang nyaman, para siswa diajarkan cara mengakses e-book, mencari referensi pelajaran, dan memilah informasi yang valid, membuat poster, menyusun infografis. Berikut hasil karya siswa dari kegiatan pembelajaran berbasis literasi digital.

Salah satu karya murid MIN 1 Pasuruan membuat poster, infografis, iklan dan cerita bergambar yang dibuat melalui aplikasi. CANVA, PIXELLAB merupakan desain grafis online yang populer. Dari kegiatan tersebut ada pembuatan isi poster terkait literasi, juga pembuatan poster digital sehingga mengarah pada pembelajaran BLENDED LEARNING.
 "Pojok Baca MIN 1 Pasuruan dapat Mentransformasi ruang baca fisik menjadi gerbang pengetahuan digital. Anak-anak belajar bahwa smartphone adalah alat pintar untuk orang yang pintar. Yuk, budayakan literasi digital yang sehat sehingga membawa manfaat. Fz


LAHIRKAN BUDAYA LITERASI MELALUI POJOK KELAS MENUJU MADRASAH PENUH CINTA, DAN KITA DUKUNG GERAKAN LITERASI DIGITAL  DI MIN 1 PASURUAN.


Membangun Generasi Kritis dan Kreatif Melalui Program Kelas Literasi di MIN 1 Pasuruan

 

Pasuruan – (Siswa memegang lapbook/poster lipat yang menunjukkan hasil rangkuman materi)

Program literasi di MIN 1 Pasuruan terus menunjukkan hasil yang positif. Hal ini terlihat dari antusiasme salah satu murid kelas 6 dalam kegiatan pembelajaran berbasis proyek yang terintegrasi dengan gerakan literasi madrasah.

Dalam foto dokumentasi, terlihat sekelompok siswa dengan bangga mempresentasikan hasil karya literasi mereka berupa media pembelajaran visual (display project). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya madrasah untuk meningkatkan kompetensi literasi siswa, yang mencakup kemampuan membaca, memahami, menyimpulkan, dan mengomunikasikan kembali informasi yang mereka dapatkan.

Didukung dengan suasana kelas yang kondusif—lengkap dengan majalah dinding (mading) kelas dan pojok baca yang terawat—para siswa didorong untuk aktif mencari referensi dan menuangkannya dalam bentuk karya kreatif. Kepala MIN 1 Pasuruan bapak Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd berharap program ini dapat terus menumbuhkan nalar kritis dan kreativitas siswa sejak dini, sejalan dengan visi madrasah untuk mencetak generasi yang cerdas dan berakhlak mulia.

Di tangan mereka, terbentang sebuah karya sederhana namun sarat makna. Itu bukan sekadar kertas yang ditempel gambar, melainkan buah dari perjalanan literasi mereka minggu ini.


Dimulai dari membaca buku di pojok baca, berdiskusi dengan teman sekelompok, hingga akhirnya menuangkan pemahaman mereka ke dalam sebuah poster presentasi yang menarik. Dinding di belakang mereka, yang penuh dengan tempelan edukatif, menjadi saksi bisu bagaimana proses belajar itu terjadi setiap hari.

Program Literasi di MIN 1 Pasuruan membuktikan bahwa belajar itu menyenangkan. Ketika literasi dipadukan dengan kreativitas, siswa tidak hanya menjadi pembaca yang baik, tetapi juga kreator yang percaya diri. Siapakah yang tahu? Mungkin dari presentasi kecil di depan kelas ini, akan lahir pemimpin-pemimpin besar di masa depan (Nov 2025) .Fz




Bapak Abdul Qodir Raih Juara I Guru Lintas Iman Kanwil Jawa Timur dalam Anugerah GTK 2025


Surabaya, 2025 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan. Bpk. Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd. berhasil meraih  Juara I Guru Lintas Iman tingkat Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur  dalam ajang  Anugerah GTK 2025.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, inovasi, dan kontribusi nyata beliau dalam membangun pendidikan yang moderat, inklusif, serta memperkuat nilai-nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Dalam proses penilaian, dewan juri menilai berbagai aspek, di antaranya praktik baik penguatan moderasi beragama, keterlibatan dalam kegiatan lintas iman, karya inovatif dalam pembelajaran, serta dampak positif yang dirasakan langsung oleh peserta didik dan masyarakat sekitar. Abdul Qodir dinilai berhasil menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik yang menjunjung tinggi nilai persatuan dalam keberagaman.

“Penghargaan ini saya persembahkan untuk seluruh keluarga besar madrasah dan semua pihak yang selama ini mendukung perjuangan kami dalam menanamkan nilai-nilai toleransi dan persaudaraan,” ungkap Abdul Qodir usai menerima penghargaan.

Dengan diraihnya Juara I Guru Lintas Iman ini, diharapkan semangat kolaborasi antarumat beragama semakin tumbuh dan menjadikan madrasah sebagai pusat penguatan karakter kebangsaan yang damai, inklusif, dan berakhlak mulia.


Sertijab Ketua DWP Kankemenag Kabupaten Pasuruan Disertai Talkshow Kesehatan Perempuan

Pasuruan, 27 November 2025 – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan menyelenggarakan kegiatan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Ketua DWP kepada Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua DWP yang berlangsung khidmat pada Kamis (27/11/2025).

Dalam kegiatan tersebut, jabatan Ketua DWP Kankemenag Kabupaten Pasuruan yang sebelumnya diemban oleh Ibu Sovi Maharani Machsun Zain, SH secara resmi diserahterimakan kepada Plt. Ketua DWP yang baru, Ibu Hj. Roudloh Quds Shampton. Prosesi sertijab berlangsung dengan penuh rasa kekeluargaan dan disaksikan oleh para pengurus serta anggota DWP Kankemenag Kabupaten Pasuruan.

Dalam sambutannya, Ibu Sovi Maharani Machsun Zain, SH menyampaikan terima kasih atas kerja sama seluruh pengurus dan anggota selama masa kepemimpinannya. Ia berharap kepengurusan yang baru dapat melanjutkan serta meningkatkan program-program DWP yang telah berjalan. Sementara itu, Ibu Hj. Roudloh Quds Shampton selaku Plt. Ketua DWP menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan amanah organisasi serta mengajak seluruh anggota untuk tetap solid dan aktif dalam setiap kegiatan.

Usai prosesi sertijab, kegiatan dilanjutkan dengan talkshow kesehatan bertema:

1.Pencegahan Kanker Payudara

2.Pencegahan Kanker Serviks

Talkshow ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para anggota DWP dan undangan akan pentingnya deteksi dini serta pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan kanker pada perempuan. Para peserta tampak antusias mengikuti pemaparan materi dan sesi tanya jawab.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan foto bersama seluruh peserta. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan DWP Kankemenag Kabupaten Pasuruan semakin solid serta mampu berperan aktif dalam pemberdayaan perempuan, khususnya di bidang kesehatan dan kesejahteraan keluarga.


MIN 1 Pasuruan Peringati Hari Guru Nasional 2025, Penghargaan Diberikan kepada Guru Berprestasi

Pasuruan, 25 November 2025 — MIN 1 Pasuruan menyelenggarakan upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 dengan penuh khidmat dan antusias. Upacara yang berlangsung di halaman madrasah tersebut dipimpin oleh Ibu Khotimah selaku pembina upacara. Dalam kesempatan ini, beliau dengan tegas dan jelas membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia yang berisi pesan penting tentang dedikasi, profesionalisme, serta peran vital guru dalam mencerdaskan generasi bangsa.


Kepala Madrasah MIN 1 Pasuruan, dalam sambutannya, menyampaikan rasa syukur dan kegembiraannya atas terlaksananya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Guru Nasional bukan sekadar seremoni, tetapi juga momen penting untuk  menghargai, mengakui, dan meneladani peran serta jasa para guru yang telah memberikan kontribusi besar bagi dunia pendidikan, khususnya di lingkungan MIN 1 Pasuruan.

Sebagai bentuk apresiasi, madrasah memberikan penghargaan khusus kepada para guru berprestasi dan berdedikasi , yaitu:

1. Bapak Abu Bakar  menerima penghargaan sebagai  Guru Pengabdian Terlama  di MIN 1 Pasuruan, atas dedikasi dan loyalitasnya selama bertahun-tahun.

2. Bapak Munir  dan  Abah Abdul Muid , keduanya dianugerahi penghargaan sebagai  Guru Teladan  berkat keteladanan, kedisiplinan, serta pengaruh positif yang mereka berikan kepada peserta didik maupun rekan guru lainnya.

Momentum peringatan HGN 2025 ini diharapkan dapat semakin memperkuat ikatan kebersamaan di lingkungan madrasah, serta memotivasi seluruh tenaga pendidik untuk terus meningkatkan pelayanan pendidikan yang lebih baik.


MIN 1 Pasuruan Gelar Refleksi Kinerja Guru, Kuatkan Kualitas Pembelajaran Jelang Akhir Semester


PASURUAN — (20 November 2025) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan hari ini menyelenggarakan kegiatan refleksi dan evaluasi kinerja guru. Acara ini merupakan agenda rutin madrasah dalam rangka memastikan standar kualitas pengajaran dan menyelaraskan program kerja madrasah menjelang persiapan Penilaian Akhir Semester (PAS).

Kegiatan yang bertempat di ruang pertemuan guru MIN 1 Pasuruan ini dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, didampingi oleh dua pengawas madrasah, Ibu Nur Cholifah dan Ibu Choyatin Nasuha. Seluruh dewan guru dan staf pengajar madrasah tampak hadir aktif memberikan pandangan dan masukan konstruktif.

Fokus Utama: Implementasi Kurikulum Merdeka dan Pemanfaatan Teknologi

Dalam sambutannya, Kepala Madrasah menyampaikan apresiasi atas dedikasi para guru selama satu semester berjalan. "Refleksi ini bukan untuk mencari kekurangan, namun untuk mengukur sejauh mana efektivitas metode mengajar yang sudah kita terapkan, terutama dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Belajar," ujar beliau.

Ibu Nur Cholifah, salah satu pengawas madrasah, menyoroti pentingnya adaptasi guru terhadap perkembangan teknologi. "Tantangan saat ini adalah bagaimana kita mengintegrasikan teknologi secara tepat guna dalam proses belajar mengajar. Hasil observasi menunjukkan potensi besar yang perlu terus ditingkatkan, terutama dalam pemanfaatan platform digital untuk asesmen dan materi tambahan," jelasnya.

Sementara itu, Ibu Choyatin Nasuha lebih menekankan pada aspek keberhasilan siswa. "Kita harus pastikan bahwa setiap anak di MIN 1 Pasuruan menerima hak pendidikan yang setara dan berkualitas. Refleksi ini membantu kita mengidentifikasi hambatan belajar spesifik siswa dan merumuskan strategi diferensiasi yang lebih personal," tambahnya.

Rekomendasi dan Tindak Lanjut

Beberapa poin penting yang menjadi rekomendasi dari hasil refleksi adalah:

Peningkatan Kompetensi Digital: Guru dianjurkan mengikuti pelatihan intensif terkait pembuatan media pembelajaran interaktif berbasis TIK.

Penguatan Asesmen Diagnostik: Pentingnya melaksanakan asesmen di awal dan sepanjang pembelajaran untuk memetakan kebutuhan siswa secara akurat.

Optimalisasi Kolaborasi Guru: Guru mata pelajaran dan wali kelas diminta meningkatkan koordinasi untuk penanganan siswa yang memerlukan perhatian khusus.

Kegiatan refleksi ini ditutup dengan komitmen bersama dari seluruh guru untuk menerapkan hasil evaluasi demi peningkatan mutu pendidikan di MIN 1 Pasuruan."Kami optimis, dengan semangat kebersamaan dan kerja keras yang berkelanjutan, MIN 1 Pasuruan akan terus menjadi madrasah unggul yang mencetak generasi berilmu dan berakhlak mulia," tutup Kepala Madrasah.


MIN 1 Pasuruan Gelar Screening Kesehatan untuk Siswa Kelas 1, 4, dan 6


Pasuruan – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan melaksanakan kegiatan screening kesehatan bagi siswa kelas 1, 4, dan 6 pada Selasa, 18 November 2025. Pemeriksaan ini meliputi pengecekan berat badan, tinggi badan, kesehatan mata, telinga, mulut, serta gigi.

Kegiatan tersebut dilakukan bekerja sama dengan petugas kesehatan dari UOBF Puskesmas Beji, yang turut hadir memberikan layanan pemeriksaan secara menyeluruh kepada para siswa.

Bapak Farid Rahmad, selaku penanggung jawab UKS MIN 1 Pasuruan, menyambut gembira kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa screening kesehatan sangat penting untuk memantau pertumbuhan dan kondisi kesehatan siswa sejak dini.

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar. Pemeriksaan seperti ini membantu kami mengetahui kondisi kesehatan siswa sehingga dapat ditindaklanjuti jika ditemukan masalah,” ujarnya.

Pihak madrasah berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut sebagai upaya menjaga kesehatan dan menunjang prestasi belajar siswa.


Menjelang Hari Pahlawan Siswi MIN 1 Pasuruan Raih Prestasi Juara 1 Jatim FAQI di Amanatul Ummah Pacet



Putri Fatimah Az-Zahrah, siswa MIN 1 Pasuruan, baru saja menorehkan prestasi gemilang yang membanggakan. Pada tanggal 9 November 2025, ia berhasil meraih juara satu dalam Festival Anak Quran Tingkat Jawa Timur yang diadakan di Amanatul Ummah Pacet. Kemenangan ini bukan hanya sebuah pencapaian pribadi, melainkan juga kebanggaan besar bagi MIN 1 Pasuruan.

Sejak awal, Putri dikenal sebagai sosok yang tekun dan penuh semangat dalam belajar Al-Quran. Dengan bimbingan Ust. Ali Yusron, pembina Ekstrakurikuler Qiroat di MIN 1 Pasuruan, ia terus mengasah kemampuan tilawah dan hafalan ayat-ayat suci. Ust. Ali selalu menanamkan pentingnya latihan rutin dan kesungguhan hati dalam setiap sesi pembinaan.

Setelah meraih kemenangan, Kepala MIN 1 Pasuruan bapak Abdul Qodir,S.Pd.I.,M.Pd. menyambut Putri dengan bangga. “Prestasi ini bukan hanya sebuah penghargaan, tetapi juga langkah awal untuk meraih tangga prestasi yang lebih tinggi,” ujarnya penuh semangat. Ia menambahkan agar Putri dan seluruh siswa tetap menjaga semangat belajar dan terus berusaha keras, karena keberhasilan hari ini adalah fondasi untuk masa depan yang cemerlang.

Ust. Ali Yusron pun turut memberikan motivasi. “Putri telah menunjukkan dedikasi luar biasa. Namun, ini bukanlah akhir, melainkan permulaan. Saya berharap Putri dan teman-teman semua semakin giat berlatih agar bisa terus mengukir prestasi baik di tingkat yang lebih tinggi,” katanya dengan penuh harap.

Prestasi Putri Fatimah Az-Zahrah menjadi inspirasi bagi seluruh siswa MIN 1 Pasuruan. Semangatnya yang tak pernah padam membuktikan bahwa kerja keras dan doa adalah kunci untuk meraih impian. Festival Anak Quran di Amanatul Ummah Pacet tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momen berharga yang meneguhkan tekad para generasi muda dalam mempelajari Al Quran dibidang tilawah bittaghonni.

Dengan dukungan dari sekolah dan pembina yang penuh perhatian, Putri yakin akan terus melaju dengan prestasi yang lebih gemilang di masa depan. Keberhasilannya menjadi bukti bahwa dengan niat yang tulus dan usaha yang konsisten, segala hal besar bisa dicapai.

MIN 1 Pasuruan bangga memiliki putri seperti Putri Fatimah Az-Zahrah, yang tidak hanya mengharumkan nama sekolah, tapi juga menjadi teladan bagi teman-temannya. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi semua siswa untuk terus menggapai mimpi dan memberikan yang terbaik dalam setiap langkah perjalanan mereka.