google-site-verification: googlec37f5abc404fa346.html MIN 1 PASURUAN

Ujian Takhfidz Semester Ganjil MIN 1 Pasuruan Evaluasi Capaian Program Qur’ani

 


Pasuruan (Humas/Tim Medsos) — MIN 1 Pasuruan melaksanakan Ujian Takhfidz Semester Ganjil pada Selasa, 16 Desember 2025, sebagai bentuk evaluasi capaian hafalan Al-Qur’an peserta didik sekaligus penguatan program unggulan madrasah di bidang tahfidz.


Kegiatan ini dihadiri oleh Tim Takhfidz MIN 1 Pasuruan, Wali Kelas 4A Ibu Wiwit Widayati, Ustadz Khamim Ma’ruf, Ustadz Jinan selaku Koordinator Bidang (Korbid), Ustadz Munir sebagai tim takhfid, serta Ustadz Abdul Mu’id selaku penjamin mutu program takhfid.

Pelaksanaan ujian berlangsung tertib dan kondusif. Para siswa mengikuti ujian dengan penuh kesungguhan dengan melantunkan hafalan sesuai target yang telah ditetapkan. Tim penguji menilai kelancaran hafalan, ketepatan makharijul huruf, serta penerapan tajwid secara menyeluruh.


Kepala MIN 1 Pasuruan, Abdul Qodir, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian program takhfid yang terus menunjukkan perkembangan positif.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan gembira. Program takhfid di MIN 1 Pasuruan sudah mulai membuahkan hasil yang nyata. Ini merupakan ikhtiar bersama seluruh guru, tim takhfid, dan dukungan orang tua dalam menanamkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an sejak dini,” ungkap Abdul Qodir.

Senada dengan hal tersebut, Ustadz Abdul Mu’id selaku penjamin mutu menegaskan bahwa ujian takhfid menjadi instrumen penting dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan program.

“Ujian ini tidak hanya menilai jumlah hafalan, tetapi juga kualitas bacaan. Dengan evaluasi berkala, kami memastikan program takhfid berjalan sesuai standar mutu dan terus mengalami peningkatan,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, MIN 1 Pasuruan berkomitmen untuk terus menguatkan pendidikan keagamaan dan mewujudkan madrasah yang unggul dalam prestasi akademik dan nonakademik, selaras dengan visi madrasah yang berkarakter Islami dan cinta Al-Qur’an.

MIN 1 Pasuruan Ikuti Lomba Menggambar Poster di MTsN 1 Pasuruan


Pasuruan, 15 Desember 2025 — Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan turut berpartisipasi dalam lomba menggambar poster yang diselenggarakan oleh MTsN 1 Pasuruan. Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik dari berbagai madrasah sebagai ajang kreativitas, pengembangan bakat, dan mempererat silaturrahmi antar lembaga pendidikan madrasah.

Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut beliau, lomba menggambar poster merupakan wadah untuk mengasah potensi dan kreativitas anak sejak dini, khususnya dalam bidang seni dan ekspresi visual.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak dapat menyalurkan bakat serta meningkatkan rasa percaya diri. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bukti eratnya hubungan yang harmonis antar madrasah serta menjadi ajang silaturrahmi yang positif,” ujar beliau.

Dengan adanya kegiatan lomba ini, diharapkan peserta didik MIN 1 Pasuruan semakin termotivasi untuk terus berkarya, berprestasi, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan dalam lingkungan madrasah. Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antar madrasah dalam mendukung pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh.

MIN 1 Pasuruan Ikuti PKKM Bersama Madrasah Se-Kecamatan Beji

Pasuruan — MIN 1 Pasuruan melaksanakan kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) bersama sejumlah madrasah ibtidaiyah di Kecamatan Beji, yakni MI Badrul Ulum, MI Al Islah Glanggang, dan MI As Sabilillah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung MIN 1 Pasuruan.

PKKM ini dipandu dan dinilai langsung oleh Pengawas Madrasah Kecamatan Beji, yaitu Ibu Nur Cholifah dan Ibu Choyatin Nasucha. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh semangat kolaborasi antar madrasah, sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan madrasah.

Dalam pelaksanaannya, setiap kepala madrasah memaparkan dokumen serta bukti kinerja sesuai dengan instrumen PKKM yang telah ditetapkan. Penilaian meliputi aspek manajerial, pengembangan kewirausahaan, supervisi guru dan tenaga kependidikan, serta kepemimpinan kepala madrasah.

Kepala MIN 1 Pasuruan menyampaikan bahwa PKKM merupakan bagian penting dalam upaya mengukur kinerja kepala madrasah dan lembaga secara objektif berdasarkan ukuran dan indikator yang telah ditentukan. Melalui PKKM ini diharapkan dapat diketahui capaian kinerja sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan dan pengembangan madrasah ke depan.

Dengan terselenggaranya PKKM ini, MIN 1 Pasuruan bersama madrasah lainnya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan serta mewujudkan madrasah yang unggul dan berdaya saing.

MIN 1 Pasuruan Hadiri Diskusi Inovasi Sekolah dan Optimalisasi TKA di Pacet Mojokerto

 


Pacet, Mojokerto — 13 Desember 2025. MIN 1 Pasuruan menghadiri kegiatan diskusi pendidikan dengan tema “Inovasi Sekolah/Madrasah dan Optimalisasi untuk Mendapatkan Nilai Signifikan dalam Pelaksanaan TKA sebagai Sarana Peningkatan Mutu Pendidikan”. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Entrepreneur Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto.

Diskusi ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman satuan pendidikan dalam mengembangkan inovasi pembelajaran serta mengoptimalkan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) agar memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan. Forum ini menjadi wadah strategis bagi sekolah dan madrasah untuk saling berbagi praktik baik (best practice) serta merumuskan langkah-langkah konkret dalam peningkatan kualitas pendidikan.

Dalam kegiatan tersebut, perwakilan dari MIN 1 Pasuruan aktif mengikuti rangkaian diskusi, menyimak paparan narasumber, serta berdialog mengenai strategi penguatan inovasi sekolah, manajemen pembelajaran, dan pemanfaatan hasil TKA sebagai dasar perbaikan proses pembelajaran di madrasah.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, MIN 1 Pasuruan berkomitmen untuk terus beradaptasi dengan perkembangan kebijakan pendidikan serta mengimplementasikan berbagai inovasi yang relevan dan berkelanjutan. Diharapkan hasil diskusi ini dapat menjadi referensi dalam menyusun program madrasah yang lebih efektif, khususnya dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi TKA serta meningkatkan mutu pendidikan secara menyeluruh.

Kegiatan diskusi ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun pendidikan yang bermutu, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas lulusan, khususnya di lingkungan madrasah.

MIN 1 Pasuruan Gelar Outing Class Ziarah Wali untuk Dukung Pembelajaran SKI Kelas VI

 


Pasuruan, 10 Desember 2025 — Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan melaksanakan kegiatan outing class bagi siswa-siswi kelas VI A–D sebagai bagian dari penguatan pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Kegiatan ini diwujudkan melalui ziarah religi ke Makam Sunan Ampel di Surabaya dan Sunan Derajat di Lamongan.

Kegiatan outing class ini bertujuan untuk mengenalkan kearifan lokal, tokoh-tokoh agama Islam di Nusantara, serta meneladani perjuangan para wali dalam menyebarkan agama Islam. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan penghayatan spiritual keagamaan peserta didik secara langsung melalui pengalaman nyata di lapangan.

Rombongan diberangkatkan langsung oleh Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd., dengan menggunakan tiga armada Bus Kopi Langit. Kegiatan ini diikuti oleh guru mata pelajaran agama, wali kelas, guru pendamping, serta seluruh siswa-siswi kelas VI A sampai VI D.

Dalam pelaksanaannya, setiap siswa tidak hanya mengikuti rangkaian ziarah, tetapi juga diberikan tugas individu dan tugas kelompok. Tugas tersebut bertujuan untuk melatih tanggung jawab, kerja sama, serta kemampuan refleksi siswa terhadap nilai-nilai keteladanan para wali yang telah dipelajari.

Kepala MIN 1 Pasuruan, Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd., dalam keterangannya menyampaikan:

“Kegiatan outing class ini kami rancang agar pembelajaran SKI tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga kontekstual dan bermakna. Dengan berziarah ke makam para wali, siswa dapat mengenal langsung tokoh-tokoh penyebar Islam di Nusantara serta meneladani semangat dakwah, akhlak, dan keikhlasan mereka.”

Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan siswa terhadap sejarah Islam sekaligus memperkuat karakter religius sejak dini.

Dengan terlaksananya kegiatan outing class ini, MIN 1 Pasuruan berharap siswa kelas VI memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang sejarah perjuangan para wali, meningkatnya sikap spiritual, serta tumbuhnya rasa bangga terhadap kearifan lokal dan warisan Islam di Indonesia.

Raker KKMI Kabupaten Pasuruan Bahas Penguatan Kemadrasahan dan Optimalisasi Organisasi

 

Kota Bandung, 5–7 November 2025 — Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Pasuruan menggelar Rapat Kerja (Raker) tahunan yang berlangsung selama tiga hari di Grand Pacific Hotel kota  Bandung Jawa Barat . Kegiatan dilaksanakan dalam rangka mengevaluasi program kerja satu tahun terakhir sekaligus menyusun langkah strategis untuk peningkatan mutu madrasah di tahun mendatang.

Rangkaian acara Raker dimulai dengan menyannyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Hymne dan Mars Madrasah dan dilanjutkan  penyampaian laporan kegiatan KKMI selama satu tahun, yang meliputi capaian program, evaluasi kinerja, serta analisis kebutuhan madrasah di berbagai bidang. Laporan tersebut menjadi dasar untuk merumuskan program prioritas tahun berikutnya.

Pada sesi kedua, para peserta mengikuti pemaparan kegiatan dan agenda penguatan kemadrasahan. Dalam diskusi yang berlangsung dinamis, KKMI kabupaten  bersama para Ketua KKMI kecamatan   se-Kabupaten Pasuruan menyepakati beberapa poin penting, antara lain:

  1. Penguatan karakter Kemadrasaan ke seluruh lini madrasah di kab. Pasuruan

  2. Peningkatan kedisiplinan madrasah, baik bagi guru, tenaga kependidikan, maupun peserta didik.

  3. Penguatan SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) agar lebih tertib, transparan, dan seragam di seluruh MI.

  4. Optimalisasi pengorganisasian dan koordinasi di bawah KKMI, sehingga setiap program dapat berjalan lebih efektif, terarah dan dinamis.

  5. Kewajiban setiap madrasah untuk memiliki satu tiang bendera sebagai sarana pelaksanaan upacara dan pendidikan karakter kebangsaan sebagai tanda telah dilaksanakannya upacara bendera wujud cinta NKRI.

Kesepakatan ini disambut baik oleh seluruh peserta raker sebagai langkah nyata menuju madrasah yang lebih tertata, berkarakter, dan unggul dalam mutu layanan pendidikan.

Dengan terselenggaranya Raker KKMI Kabupaten Pasuruan tahun 2025, diharapkan seluruh MI mampu bergerak bersama dalam memperkuat budaya kerja, kedisiplinan, serta tata kelola kelembagaan demi mewujudkan madrasah yang semakin maju dan berdaya saing.

Perkuat Sinergi Pendidikan, Kepala MIN 1 Pasuruan Hadiri Silaturahim Bersama IGRA se-Kecamatan Beji

 

PASURUAN – Dalam upaya memperkokoh tali persaudaraan dan sinergi antar lembaga pendidikan Islam, Kepala MIN 1 Pasuruan, Abdul Qodir, menghadiri undangan pertemuan Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kecamatan Beji. Kegiatan yang dikemas dalam acara sharing dan silaturahim ini bertempat di RA Sabilillah, Senin (8/12/2025).

Kehadiran Abdul Qodir dalam forum ini memiliki peran strategis, mengingat posisinya tidak hanya sebagai Kepala MIN 1 Pasuruan, tetapi juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Beji.


Dalam sambutannya, Abdul Qodir menekankan pentingnya kesatuan visi antara tingkat pendidikan RA dan MI.

"Keberadaan RA dan MI adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, terutama dalam mengemban amanat mencerdaskan generasi penerus bangsa," ujar Abdul Qodir di hadapan para anggota IGRA.

Lebih lanjut, Ketua KKMI Kecamatan Beji ini menambahkan bahwa kegiatan seperti ini merupakan langkah konkret untuk menjaga dan memperkuat tali silaturahim. Menurutnya, kesinambungan pendidikan dari RA ke MI memerlukan komunikasi yang intens dan harmonis.

Salah satu poin penting yang dibahas dalam pertemuan ini adalah mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Abdul Qodir menyoroti bahwa eksistensi RA di Kecamatan Beji memberikan kontribusi besar terhadap proses dan hasil PPDB bagi jenjang MI.

"Oleh karena itu, tiada komitmen yang tepat kecuali saling membantu antar sesama," tegasnya.

Respon Positif IGRA Beji

Ajakan untuk memperkuat sinergi ini disambut hangat oleh Ketua IGRA Kecamatan Beji, Nur Lailiya, S.Pd. Ia menyatakan apresiasinya atas kehadiran dan arahan yang disampaikan oleh Kepala MIN 1 Pasuruan.

"Kami menyambut baik apa yang disampaikan Bapak Abdul Qodir. IGRA Kecamatan Beji siap bekerja sama dan bahu-membahu menjaga kesolidan antara RA dan MI di wilayah ini," ungkap Nur Lailiya.

Salah satu hasil dari sharing ini bahwa RA se Kecamatan Beji akan terus menjaga hubungan dengan MI dalam satu Yayasan terkhusus dalam Penerimaan Peserta Didik Baru, serta diharapkan MI juga terus menjaga keharmonisan dengan saudaranya yaitu RA di Kecamatan Beji.

Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum awal untuk kolaborasi yang lebih erat di masa mendatang, demi terwujudnya kualitas pendidikan madrasah yang unggul dan berkelanjutan di Kecamatan Beji.

Wujudkan Madrasah Penuh “CINTA”, MIN 1 Pasuruan Jadi Pilot Project Kurikulum Berbasis Cinta



Surabaya — Upaya mewujudkan madrasah yang penuh kehangatan, kepedulian, dan keberpihakan pada peserta didik terus dilakukan MIN 1 Pasuruan. Pada tanggal 2–4 Desember 2025, Kepala Madrasah dan Wakil Kepala Bidang Kurikulum MIN 1 Pasuruan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Kepala MI/MTs dan Wakabid Kurikulum MI/MTs dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diselenggarakan di Surabaya.

Kegiatan bergengsi ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Akhmad Sruji Bakhtiar, M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pendidikan harus benar-benar berpihak pada siswa. Menurutnya, generasi saat ini membutuhkan pendekatan pendidikan yang lebih baik, lebih humanis, dan penuh kasih.

“Saya sangat mengapresiasi terselenggaranya Bimtek ini. Kegiatan seperti ini memegang peran penting dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di lingkungan madrasah,” ungkap Dr. Akhmad Sruji Bakhtiar.

Dalam kegiatan ini, MIN 1 Pasuruan mendapat amanah istimewa sebagai Pilot Project Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Kabupaten Pasuruan. Penunjukan ini menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi madrasah untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih inspiratif, humanis, dan memberi ruang tumbuh yang nyaman bagi peserta didik.

Kepala MIN 1 Pasuruan, Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan antusiasme dan tekadnya untuk mengemban amanah tersebut.

“Kami sangat bersyukur mendapat kepercayaan ini. Bimtek KBC menjadi bekal penting bagi kami untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di MIN 1 Pasuruan,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Wakabid Kurikulum, Ahmad Zamroni, turut menegaskan komitmennya untuk segera mengimplementasikan konsep Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah.

“Kami ingin MIN 1 Pasuruan dapat menjadi madrasah yang benar-benar menerapkan nilai-nilai cinta dalam setiap proses pembelajaran,” ungkapnya.

Dengan penunjukan sebagai Pilot Project KBC, MIN 1 Pasuruan diharapkan menjadi contoh penerapan kurikulum yang holistik, penuh cinta, dan berpihak pada kebutuhan perkembangan peserta didik. Hal ini menjadi langkah konkret menuju madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu membentuk karakter peserta didik dengan lebih baik dan berkesan.

MIN 1 Pasuruan Gelar Sosialisasi RDM Kokurikuler kepada Koordinator Kelas

 


Pasuruan, 4 Desember 2025 — MIN 1 Pasuruan menggelar kegiatan Sosialisasi Rapor Digital Madrasah (RDM) tentang Kokurikuler pada Kamis (4/12/2025). Kegiatan ini berlangsung di lingkungan madrasah dengan diikuti oleh seluruh koordinator kelas dari berbagai tingkatan.

Sosialisasi ini dipandu langsung oleh operator madrasah, Ashlihatut Dian Novia, yang menyampaikan secara rinci teknis pengelolaan dan pengisian data kokurikuler melalui sistem RDM. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan alur input data, sinkronisasi nilai kokurikuler, hingga tahapan finalisasi rapor agar sesuai dengan ketentuan Kementerian Agama.

Peserta sosialisasi tampak antusias mengikuti setiap penjelasan yang disampaikan. Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi praktik langsung penggunaan RDM untuk kokurikuler serta tanya jawab seputar kendala yang sering dihadapi di lapangan.

Melalui kegiatan ini, pihak madrasah berharap seluruh koordinator kelas memiliki pemahaman yang seragam terkait pengelolaan nilai kokurikuler berbasis digital. Dengan demikian, proses administrasi penilaian di MIN 1 Pasuruan dapat berjalan lebih tertib, akurat, dan sesuai dengan standar sistem informasi pendidikan madrasah.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari komitmen MIN 1 Pasuruan dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan berbasis teknologi serta mendukung digitalisasi pengelolaan data akademik di lingkungan madrasah.

Penguatan Literasi Digital: Integrasi Teknologi di Pojok Baca MIN 1 Pasuruan (Blended Learning).

Pasuruan – MIN 1 Pasuruan terus berinovasi dalam metode pembelajaran dengan mengintegrasikan teknologi informasi ke dalam budaya baca siswa. Seperti yang terlihat dalam kegiatan di Pojok Baca salah satu kelas tepatnya murid kelas 5. Mereka sedang melaksanakan kegiatan literasi digital yang terpimpin dan terbimbing.

Dalam kegiatan ini, murid tidak meninggalkan budaya mencatat dan membaca, namun medianya diperluas. Gawai (smartphone) digunakan sebagai alat riset untuk mengakses materi pengayaan yang lebih luas, sementara hasil pemahaman tetap dituangkan ke dalam lembar kerja fisik.

Kombinasi antara suasana Pojok Baca yang asri dan penggunaan perangkat digital ini bertujuan untuk membangun ekosistem belajar yang menyenangkan sekaligus relevan dengan perkembangan zaman (Abad 21)

"Siapa bilang HP hanya untuk bermain game?" Di MIN 1 Pasuruan, gawai adalah jendela dunia perpustakaan digital kami! 

Melalui program Literasi Digital, kami mengajak murid khususnya kelas 4,5 dan 6 untuk memanfaatkan teknologi sebagai sumber belajar yang tanpa batas. Bertempat di "Pojok Baca" yang nyaman, para siswa diajarkan cara mengakses e-book, mencari referensi pelajaran, dan memilah informasi yang valid, membuat poster, menyusun infografis. Berikut hasil karya siswa dari kegiatan pembelajaran berbasis literasi digital.

Salah satu karya murid MIN 1 Pasuruan membuat poster, infografis, iklan dan cerita bergambar yang dibuat melalui aplikasi. CANVA, PIXELLAB merupakan desain grafis online yang populer. Dari kegiatan tersebut ada pembuatan isi poster terkait literasi, juga pembuatan poster digital sehingga mengarah pada pembelajaran BLENDED LEARNING.
 "Pojok Baca MIN 1 Pasuruan dapat Mentransformasi ruang baca fisik menjadi gerbang pengetahuan digital. Anak-anak belajar bahwa smartphone adalah alat pintar untuk orang yang pintar. Yuk, budayakan literasi digital yang sehat sehingga membawa manfaat. Fz


LAHIRKAN BUDAYA LITERASI MELALUI POJOK KELAS MENUJU MADRASAH PENUH CINTA, DAN KITA DUKUNG GERAKAN LITERASI DIGITAL  DI MIN 1 PASURUAN.


Membangun Generasi Kritis dan Kreatif Melalui Program Kelas Literasi di MIN 1 Pasuruan

 

Pasuruan – (Siswa memegang lapbook/poster lipat yang menunjukkan hasil rangkuman materi)

Program literasi di MIN 1 Pasuruan terus menunjukkan hasil yang positif. Hal ini terlihat dari antusiasme salah satu murid kelas 6 dalam kegiatan pembelajaran berbasis proyek yang terintegrasi dengan gerakan literasi madrasah.

Dalam foto dokumentasi, terlihat sekelompok siswa dengan bangga mempresentasikan hasil karya literasi mereka berupa media pembelajaran visual (display project). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya madrasah untuk meningkatkan kompetensi literasi siswa, yang mencakup kemampuan membaca, memahami, menyimpulkan, dan mengomunikasikan kembali informasi yang mereka dapatkan.

Didukung dengan suasana kelas yang kondusif—lengkap dengan majalah dinding (mading) kelas dan pojok baca yang terawat—para siswa didorong untuk aktif mencari referensi dan menuangkannya dalam bentuk karya kreatif. Kepala MIN 1 Pasuruan bapak Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd berharap program ini dapat terus menumbuhkan nalar kritis dan kreativitas siswa sejak dini, sejalan dengan visi madrasah untuk mencetak generasi yang cerdas dan berakhlak mulia.

Di tangan mereka, terbentang sebuah karya sederhana namun sarat makna. Itu bukan sekadar kertas yang ditempel gambar, melainkan buah dari perjalanan literasi mereka minggu ini.


Dimulai dari membaca buku di pojok baca, berdiskusi dengan teman sekelompok, hingga akhirnya menuangkan pemahaman mereka ke dalam sebuah poster presentasi yang menarik. Dinding di belakang mereka, yang penuh dengan tempelan edukatif, menjadi saksi bisu bagaimana proses belajar itu terjadi setiap hari.

Program Literasi di MIN 1 Pasuruan membuktikan bahwa belajar itu menyenangkan. Ketika literasi dipadukan dengan kreativitas, siswa tidak hanya menjadi pembaca yang baik, tetapi juga kreator yang percaya diri. Siapakah yang tahu? Mungkin dari presentasi kecil di depan kelas ini, akan lahir pemimpin-pemimpin besar di masa depan (Nov 2025) .Fz