google-site-verification: googlec37f5abc404fa346.html MIN 1 PASURUAN

Persiapkan HUT Pramuka dan Penganugerahan Garuda 2026, Ketua Gudep dan Pembina MIN 1 Pasuruan Hadiri Rakor di Beji

BEJI – Guna memantapkan persiapan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka ke-65 serta Penganugerahan Pramuka Garuda Tahun 2026, Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Beji menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pada Kamis, 30 Juli 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung PGRI Kecamatan Beji tersebut dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Berhadir langsung memenuhi undangan, Ketua Gugus Depan (Gudep) MIN 1 Pasuruan, Bapak Hamim, mendampingi Pembina Pramuka, Bapak Farid Rahmad. Keduanya tampak hadir mantap berseragam Pramuka Lengkap sesuai dengan ketentuan protokol acara.

Rakor ini membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari pematangan teknis upacara peringatan HUT Pramuka tahun 2026 hingga mekanisme seleksi dan tata cara Penganugerahan Pramuka Garuda—penghargaan tertinggi bagi anggota muda Gerakan Pramuka.

"Kehadiran kami dalam rakor ini merupakan bentuk komitmen MIN 1 Pasuruan untuk terus mendukung pembinaan karakter peserta didik melalui Gerakan Pramuka. Kami siap menyukseskan seluruh rangkaian peringatan HUT Pramuka serta mendorong siswa-siswi terbaik kami untuk meraih predikat Pramuka Garuda," ujar Bapak Hamim di sela-sela kegiatan.

Melalui koordinasi ini, diharapkan seluruh pangkalan di wilayah Kecamatan Beji, termasuk MIN 1 Pasuruan, dapat bersinergi dengan baik sehingga seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar, khidmat, dan sukses.

Rapat Koordinasi Persiapan HUT Pramuka dan Penganugerahan Pramuka Garuda Tahun 2026 yang berlangsung pada:

·         Hari/Tanggal: Kamis, 30 Juli 2026

·         Waktu: Pukul 09.00 WIB s.d. selesai

·         Tempat: Gedung PGRI Kecamatan Beji

·         Atribut: Seragam Pramuka Lengkap

Rapat koordinasi ini diselenggarakan untuk mematangkan serangkaian agenda besar Pramuka di tingkat kecamatan, mulai dari teknis upacara peringatan HUT Pramuka hingga tahapan seleksi dan verifikasi berkas bagi para calon penerima penghargaan Pramuka Garuda—tingkatan tertinggi dalam kecakapan anggota Pramuka.

Kehadiran perwakilan dari MIN 1 Pasuruan ini menjadi bentuk komitmen aktif madrasah dalam mendukung kemajuan gerakan kepramukaan, khususnya di wilayah Beji dan Kabupaten Pasuruan.

"Sinergi dan persiapan yang matang sangat diperlukan agar seluruh rangkaian acara peringatan HUT Pramuka serta prosesi penganugerahan Pramuka Garuda tahun ini berjalan lancar dan berkesan bagi para peserta didik," ujar Bapak Hamim di sela-sela kegiatan.

Melalui rapat ini, diharapkan koordinasi antar-Gudep se-Kecamatan Beji semakin solid, sehingga seluruh agenda yang direncanakan dapat terealisasi dengan sukses dan melahirkan generasi muda yang berkarakter serta berprestasi.




Hari Kedua Pemaparan Kinerja Kemenag, Kepala MIN 1 Pasuruan Sajikan Deretan Prestasi di Aula Al Ikhlas

PASURUAN – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, mengikuti pelaksanaan hari kedua Pemaparan Capaian Kinerja Triwulan II Tahun 2026 yang diselenggarakan di Aula Al Ikhlas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan pada Kamis (30/7/2026).


Rangkaian kegiatan evaluasi kinerja yang memasuki hari kedua ini diikuti oleh jajaran Kepala Madrasah Negeri serta pimpinan satuan kerja di lingkungan Kemenag Kabupaten Pasuruan. Agenda ini berfokus pada evaluasi ketercapaian program kerja, realisasi anggaran, serta efektivitas pelaksanaan pembelajaran periode April hingga Juni 2026.

Pada kesempatan tersebut, Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, memaparkan secara rinci perkembangan tata kelola madrasah beserta berbagai prestasi yang berhasil diraih oleh peserta didik maupun tenaga pendidik.

"Pemaparan di hari kedua ini menjadi momentum penting untuk menyampaikan pertanggungjawaban kinerja secara transparan dan akuntabel. Evaluasi ini memastikan seluruh program kerja MIN 1 Pasuruan berjalan sesuai target dan memberikan dampak langsung bagi kemajuan peserta didik," ujar Abdul Qodir di sela-sela kegiatan.

Dalam pemaparannya, beberapa poin capaian utama MIN 1 Pasuruan yang disampaikan meliputi:

  • Capaian Akademik:
    • Olimpiade Sains & Matematika: Keberhasilan peserta didik MIN 1 Pasuruan meraih medali dalam ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat kabupaten pada bidang Sains Terpadu dan Matematika Terintegrasi.
    • Digitalisasi Pembelajaran: Pelaksanaan asesmen berbasis digital yang sukses diimplementasikan secara menyeluruh di tingkat madrasah.
  • Capaian Non-Akademik:
    • Seni & Keagamaan: Raihan predikat juara pada cabang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) dan PILDACIL dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) MI.
    • Kreativitas & Proyek Siswa: Keberhasilan pelaksanaan P5RA (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil Alamin) yang menampilkan karya inovasi sains sederhana dan seni budaya lokal.
  • Realisasi Anggaran & Tata Kelola: Penyerapan anggaran Triwulan II yang tepat sasaran, akuntabel, serta efisien untuk mendukung pemenuhan sarana dan prasarana pembelajaran.

MIN 1 Pasuruan optimistis dapat terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan keagamaan yang unggul dan berprestasi memasuki paruh kedua tahun 2026.

 

KOBARKAN SEMANAGAT LITERASI! Kelas Kedua Bimtek Implementasi KBC Gugus 3-4 KKMI Kecamatan Beji Berlangsung Sempurna dan Penuh Gelora!

 



PANDAAN — Atmosfer membara menyelimuti Aula Pak Majid, Pandaan, pada tanggal 30 dan 31 Juli 2026. Ratusan pendidik hebat yang tergabung dalam Gugus 3-4 Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Beji berkumpul dengan satu tekad bulat: menembus batas dan membakar semangat transformasi pendidikan Islam melalui Kelas Kedua Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)!

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari penuh ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan panggung pembuktian komitmen para pendidik madrasah dalam menghadirkan pendidikan yang humanis, bermakna, dan berkarakter kuat.

Line-Up Narasumber Berkelas Nasional

Tak tanggung-tanggung, gelaran bergengsi ini menghadirkan dua pilar utama pendidikan Islam yang sangat transformatif dan karismatik:

  • Dra. Choyatin Nasucha, M.Pd. (Fasilitator Nasional KBC)

Dengan kepakaran dan pemikirannya yang tajam, beliau membakar semangat para peserta melalui paparan mendalam mengenai esensi KBC. Beliau menekankan bahwa cinta adalah fondasi utama dalam mendidik. Mendidik dengan rasa, mengajar dengan jiwa!

  • Dra. Nur Chofifah, M.Pd.I. (Pengawas Madrasah Kec. Beji)

Hadir memberikan penguatan strategis dan pengawalan mutu. Beliau memaparkan langkah-langkah konkrit pendampingan agar implementasi KBC tidak hanya menjadi teori di atas kertas, tetapi benar-benar berakar kuat di setiap ruang kelas di Kecamatan Beji.

Gemuruh Semangat di Aula Pak Majid

Sejak pembukaan hingga penutupan, Aula Pak Majid seakan tidak pernah sepi dari riuh tepuk tangan, diskusi hangat, dan simulasi interaktif. Para peserta yang terdiri dari para guru dan kepala madrasah menyerap setiap tetes ilmu dengan antusiasme yang membubung tinggi.

"KBC bukan sekadar metode mengajar baru, ini adalah gerakan hati! Kami siap membawa api semangat dari Aula Pak Majid ini ke madrasah kami masing-masing!" seru salah satu peserta dengan penuh keyakinan.

Menuju Era Baru Madrasah Beji

Melalui perpaduan materi kelas dunia dari Fasilitator Nasional dan arahan taktis dari Pengawas Madrasah, Bimtek Kelas Kedua ini sukses mencetak para agen perubahan baru. Gugus 3-4 KKMI Kecamatan Beji kini berdiri paling depan, siap mengibarkan panji-panji Kurikulum Berbasis Cinta demi melahirkan generasi masa depan yang unggul, berakhlak mulia, dan penuh kasih sayang.


Kepala MIN 1 Pasuruan Paparkan Capaian Kinerja Triwulan II Tahun 2026 di Aula Al Ikhlas Kemenag

 




PASURUAN – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir, menghadiri kegiatan Pemaparan Capaian Kinerja Triwulan II Tahun 2026 yang diselenggarakan di Aula Al Ikhlas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan pada Rabu (29/7/2026).

Kegiatan evalusi dan pemaparan kinerja ini diikuti oleh jajaran Kepala Madrasah Negeri serta pimpinan satuan kerja di lingkungan Kemenag Kabupaten Pasuruan. Agendanya berfokus pada evaluasi ketercapaian program kerja, realisasi anggaran, serta efektivitas pelaksanaan pembelajaran dan program unggulan madrasah sepanjang bulan April hingga Juni 2026.

Dalam paparan yang disampaikannya, Kepala MIN 1 Pasuruan, Abdul Qodir, menyampaikan berbagai perkembangan signifikan dan prestasi yang telah diraih oleh madrasah selama triwulan kedua tahun 2026.

"Pemaparan kinerja ini bukan sekadar bentuk transparansi dan akuntabilitas manajerial, tetapi juga menjadi sarana evaluasi menyeluruh untuk memastikan seluruh program kerja madrasah berjalan sesuai target dan memberi dampak langsung bagi kemajuan siswa," ujar Abdul Qodir di sela-sela kegiatan.

Beberapa poin utama yang dipaparkan antara lain:

  • Realisasi Anggaran & Program: Tingkat efisiensi dan penyerapan anggaran Triwulan II yang berjalan secara transparan dan akuntabel.
  • Inovasi Pembelajaran: Peningkatan kualitas akademik dan karakter peserta didik melalui penguatan program keagamaan dan digitalisasi madrasah.
  • Capaian Prestasi: Berbagai raihan prestasi siswa dan guru MIN 1 Pasuruan baik di tingkat kabupaten maupun provinsi selama periode triwulan kedua.

KKMI Beji Berbenah Menyongsong KBC Secara Optimal

 

BEJI, PASURUAN – Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan pemahaman terkait pelaksanaan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Beji menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) KBC bagi Kepala dan Guru Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Beji, Selasa (28/07/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat di Aula Pak Majid Pandaan ini dihadiri langsung oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penma) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan, H. Bustanul Arifin, M.Pd., serta jajaran Pengawas Madrasah Kecamatan Beji.

Dalam laporan pembukaannya, Ketua KKMI Kecamatan Beji, Abdul Qodir, menyampaikan bahwa Bimtek ini merupakan bagian dari program kerja KKMI Kecamatan Beji tahun anggaran 2026 yang didanai melalui skema subsidi silang antara KKM dan peserta/guru.

"Harapan kami, setelah pelaksanaan bimtek ini tidak berhenti begitu saja, tetapi ada pendampingan berkelanjutan dari narasumber yang juga Pengawas Madrasah Kecamatan Beji. Pendampingan ini penting, baik saat persiapan penyusunan RPP maupun saat pelaksanaan KBC di dalam kelas," ujar bapak Abdul Qodir.

Pesan Kasi Penma: Pahami Murid dan Terus Upgrade Diri

Sementara itu, Kasi Penma Kemenag Kabupaten Pasuruan, H. Bustanul Arifin, M.Pd., dalam arahannya menekankan pentingnya peran guru dalam memahami kondisi psikologis dan emosional peserta didik. Beliau secara khusus menyoroti isu kerawanan sosial di lingkungan sekolah yang membutuhkan perhatian serius.

"Guru harus faham betul kondisi peserta didiknya. Salah satu yang saat ini menjadi perhatian besar kita bersama adalah pencegahan dan bahaya perundungan (bullying) di lingkungan madrasah," tegasnya.

Lebih lanjut, H. Bustanul Arifin juga mengingatkan seluruh pendidik, khususnya guru yang telah tersertifikasi, untuk tidak cepat berpuas diri dan senantiasa beradaptasi dengan perkembangan zaman.

"Sebagai guru, terutama yang sudah menerima tunjangan sertifikasi, hendaknya terus meng-update dan meng-upgrade diri, baik dari sisi kompetensi, penyusunan perangkat, hingga metode pelaksanaan pembelajaran di kelas," pungkasnya.

Melalui Bimtek KBC ini, KKMI Kecamatan Beji berkomitmen untuk terus berbenah dan menghadirkan lingkungan belajar yang aman, humanis, serta berkualitas bagi seluruh siswa madrasah di wilayah Kecamatan Beji.

 

Tingkatkan Pemahaman Pelaksanaan KBC, KKMI Kecamatan Beji Adakan Kegiatan Bimtek bagi Kepala dan Guru

PANDAAN – Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Beji menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi Kepala Sekolah dan Guru MI se-Kecamatan Beji. Acara ini resmi dibuka pada Selasa, 28 Juli 2026, bertempat di Aula Pak Majid, Pandaan.

Kegiatan Bimtek yang dijadwalkan berlangsung hingga Jumat, 31 Juli 2026 ini menghadirkan narasumber ternama, yaitu Dra. Choyatin Nasucha, M.Pd. (Fasilitator Nasional KBC) dan Dra. Nur Chofifah, M.Pd.I. (Pengawas Madrasah Kec. Beji).

Laporan Pelaksanaan dan Komitmen KKMI

Dalam acara pembukaan yang dihadiri langsung oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan, Abdul Qodir selaku Ketua KKMI Kecamatan Beji menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan.

Beliau menjelaskan bahwa Bimtek ini merupakan bagian dari program kerja KKMI Kecamatan Beji tahun 2026 dengan skema pendanaan subsidi silang antara KKM dan peserta/guru.

"Harapannya, setelah pelaksanaan Bimtek ini, ada pendampingan berkelanjutan dari Narasumber—yang juga Pengawas Madrasah Kecamatan Beji—pada saat persiapan dan pelaksanaan KBC di madrasah, khususnya melalui penyusunan RPP dan proses pembelajaran di kelas," ujar Abdul Qodir.

Arahan Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kab. Pasuruan

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Pasuruan, H. Bustanul Arifin, M.Pd., dalam sambutan dan arahannya mengingatkan pentingnya peran guru dalam memahami kondisi peserta didik. Salah satu fokus utama yang mendapat perhatian serius saat ini adalah pencegahan bahaya perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.

Lebih lanjut, H. Bustanul Arifin menegaskan agar para pendidik tidak cepat berpuas diri. "Sebagai guru, terutama bagi yang sudah tersertifikasi, hendaknya terus meng-update dan meng-upgrade diri serta kompetensinya dalam pelaksanaan pembelajaran," tegas beliau.

Melalui Bimtek KBC ini, para kepala madrasah dan guru se-Kecamatan Beji diharapkan dapat mengimplementasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta secara nyata, menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan berkarakter bagi seluruh peserta didik.

 

Dorong Budaya Pilah Sampah, Keranjang Pengumpul Botol Bekas Resmi Dioperasikan


MIN 1 Pasuruan – Dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan, program pengelolaan sampah berbasis daur ulang meluncurkan inovasi sederhana namun berdampak besar: Keranjang Pengumpul Botol Bekas. Tempat penampungan khusus ini dihadirkan untuk memudahkan pemisahan sampah plastik sejak dari sumbernya.

Langkah ini diambil mengingat limbah botol plastik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan harian, namun memiliki nilai ekonomi tinggi jika terkelola dengan baik. Dengan adanya keranjang khusus ini, botol-botol bekas tidak lagi tercampur dengan sampah organik atau limbah domestik lainnya.

"Pilah sampah dari hal terkecil adalah langkah awal menuju lingkungan yang sehat dan bernilai ekonomis. Mari kita biasakan menyetorkan botol plastik kosong ke keranjang yang telah disediakan," ujar tim Adiwiyata.

Melalui keberadaan keranjang ini, botol plastik yang terkumpul dapat disalurkan secara berkala ke Bank Sampah atau mitra daur ulang. Diharapkan gerakan ini dapat membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan secara konsisten.

PANDUAN PENGGUNAAN

Panduan 2 Langkah Praktis Menggunakan Keranjang Botol Bekas

Agar proses daur ulang berjalan maksimal, bersih, dan tidak menimbulkan bau, ikuti panduan sederhana berikut saat menyetorkan botol bekas:

Langkah Detail:

  1. Kosongkan Sisa Cairan
    • Pastikan isi di dalam botol (air, jus, atau minuman berbahan dasar susu/minyak) sudah benar-benar habis.
    • Sisa cairan yang tertinggal dapat menimbulkan bau tidak sedap dan mengundang serangga.
  2. Masukkan ke Keranjang Pengumpul
    • Masukkan botol yang sudah kosong ke dalam Keranjang Pengumpul Botol Bekas..

Mantapkan Persiapan Agenda Strategis, KKMI Kec. Beji Gelar Rakor Sambut Workshop KBC, HUT RI, dan Porseni 2026

 

BEJI, 23 Juli 2026 – Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Beji menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pengurus dan kepala madrasah pada Kamis (23/7/2026). Bertempat di MI Al-Washilah Beji, pertemuan strategis ini dilaksanakan guna memantapkan persiapan tiga rangkaian agenda besar yang akan bergulir mulai Juli, Agustus, hingga Oktober 2026.

Rakor dipimpin langsung oleh Ketua KKMI Kecamatan Beji yang juga menjabat sebagai Kepala MIN 1 Pasuruan. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) negeri maupun swasta se-Kecamatan Beji, para pengawas madrasah, serta jajaran pengurus KKMI.

Dalam arahannya, Ketua KKMI Kec. Beji menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antarmadrasah agar seluruh program kerja yang direncanakan dapat berjalan secara optimal, profesional, dan memberikan dampak nyata bagi kualitas mutu pendidikan anak didik.

Detail Rencana Kegiatan & Penjelasan Agenda

Fokus Utama: Penguatan kompetensi guru, penanaman jiwa nasionalisme siswa, serta wadah pengembangan bakat minat peserta didik melalui ajang olahraga dan seni.

1. Workshop KBC (Pelaksanaan: Juli 2026)

  • Deskripsi: Pelatihan dan workshop penguatan kompetensi pendidik madrasah se-Kecamatan Beji.
  • Tujuan Utama: Menyiapkan para guru madrasah dalam menerapkan pola pembelajaran KBC (Kurikulum Berbasis Cinta/Capaian) yang menekankan pendekatan humanistis, pembentukan karakter berakhlakul karimah, serta efektivitas capaian pembelajaran siswa.
  • Poin Pembahasan Rakor: Penentuan narasumber, penetapan jadwal dan lokasi workshop, penyusunan anggaran kegiatan, serta pembagian alokasi kuota peserta dari masing-masing MI.

2. Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 (Pelaksanaan: Agustus 2026)

  • Deskripsi: Rangkaian kegiatan semarak kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 di tingkat madrasah ibtidaiyah se-Kecamatan Beji.
  • Tujuan Utama: Menumbuhkan rasa cinta tanah air, jiwa patriotisme, dan semangat kebersamaan di lingkungan madrasah.
  • Poin Pembahasan Rakor: Pelaksanaan Upacara Bendera bersama, teknis Lomba Semarak Kemerdekaan antar-siswa dan antar-guru, serta partisipasi kontingen madrasah dalam kegiatan tingkat kecamatan Beji.

3. Porseni MI Tingkat Kecamatan (Pelaksanaan: Oktober 2026)

  • Deskripsi: Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) sebagai ajang kompetisi bakat dan minat siswa MI se-Kecamatan Beji.
  • Tujuan Utama: Menggali potensi unggul siswa di bidang seni dan olahraga, sekaligus menjaring atlet dan seniman muda terbaik yang akan mewakili Kecamatan Beji di tingkat Kabupaten Pasuruan.
  • Poin Pembahasan Rakor: Finalisasi Petunjuk Teknis (Juknis) cabang lomba (seperti futsal, bulu tangkis, lari, MTQ, pidato 3 bahasa, dan seni kaligrafi), pembentukan panitia pelaksana, penunjukan juri independen, serta penetapan venue pertandingan.

Ringkasan Matriks Agenda KKMI Beji 2026

Agenda

Estimasi Waktu

Target Sasaran

Output Utama

Workshop KBC

Akhir Juli 2026

Guru & Pendidik MI

Peningkatan kompetensi mengajar & perangkat KBC

HUT RI 2026

Agustus 2026

Siswa, Guru, & Tendik

Jiwa nasionalisme & silaturahmi antarmadrasah

Porseni MI

Oktober 2026

Siswa Prestasi (Atlet/Seniman)

Kontingen terbaik Beji menuju Porseni Kabupaten

Melalui koordinasi yang terstruktur ini, KKMI Kecamatan Beji optimistis seluruh agenda dapat terlaksana secara efektif, tertib, dan membawa nama harum madrasah di wilayah Beji

Matangkan Kesiapan Expo Pendidikan Jatim 2026, Kasi Pendma Pimpin Rakor Kepala Madrasah Negeri se-Kabupaten Pasuruan

 

PASURUAN — Seksi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Bersama seluruh Kepala MIN, MTsN, dan MAN se-Kabupaten Pasuruan pada Kamis (23/7/2026). Pertemuan yang berlangsung di MTsN 2 Pasuruan ini difokuskan pada pemantapan strategi dan kesiapan kontingen Kabupaten Pasuruan menyambut perhelatan Expo Pendidikan Kanwil Kemenag Jawa Timur 2026.

Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Kemenag Kabupaten Pasuruan. Dalam pengarahannya, Kasi Pendma menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar-jenjang madrasah negeri—mulai dari tingkat Ibtidaiyah, Tsanawiyah, hingga Aliyah—guna menampilkan potret pendidikan madrasah yang unggul, inovatif, dan berprestasi.

"Expo Pendidikan Kanwil Kemenag Jatim merupakan ajang bergengsi untuk menunjukkan kualitas dan keunggulan madrasah kita kepada publik. Melalui koordinasi ini, kita ingin memastikan seluruh madrasah negeri di Kabupaten Pasuruan hadir membawa inovasi terbaik, baik di bidang akademik, riset, maupun karya seni dan teknologi," tegas Kasi Pendma dalam arahannya.

Poin Utama Hasil Koordinasi

Dalam pertemuan tersebut, disepakati beberapa langkah strategis persiapan kontingen:

  • Sinergi Produk Unggulan: Pemetaan karya inovasi siswa dan guru dari setiap jenjang (MIN, MTsN, MAN) untuk ditampilkan secara terpadu pada stan pameran Kabupaten Pasuruan.
  • Konsep Stan Interaktif: Penyusunan konsep pameran yang tidak hanya menampilkan prestasi visual, tetapi juga demonstrasi sains, riset, serta pemanfaatan teknologi digital madrasah.
  • Pembentukan Tim Kerja Teknis: Pembagian peran antar-kepala madrasah untuk mengawal bidang dekorasi, publikasi, materi pameran, hingga penyusunan jadwal pendampingan selama pameran berlangsung.

Apresiasi Tuan Rumah

Sebagai tuan rumah penyelenggara rapat, Kepala MTsN 2 Pasuruan menyambut hangat kehadiran jajaran Kasi Pendma dan para Kepala Madrasah Negeri se-Kabupaten Pasuruan. Pihaknya menyatakan siap memberikan dukungan penuh, baik dalam proses persiapan daerah maupun dalam pelaksanaan Expo Pendidikan Jawa Timur 2026 mendatang.

Rapat koordinasi diakhiri dengan sesi diskusi dan perumusan teknis kerja tim. Dengan kesiapan yang dimatangkan sejak dini, madrasah negeri se-Kabupaten Pasuruan optimistis dapat tampil maksimal dan memboyong prestasi terbaik pada Expo Pendidikan Kanwil Kemenag Jawa Timur 2026.

 

"Operator Adalah Jantung Madrasah," Abdul Qodir Buka Sosialisasi Pembaharuan EMISGTK KKMI Beji

PANDAAN — Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Beji sukses menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pembaharuan Sistem EMISGTK bagi seluruh operator madrasah se-Kecamatan Beji. Bertempat di Hall Room R.M. Pak Majid, Pandaan, pada Selasa (21/07/2026), kegiatan ini mengusung tema “Operator yang Efektif dan Produktif”.

Peran Krusial Operator dalam Tata Kelola Data

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua KKMI Kecamatan Beji yang juga menjabat sebagai Kepala MIN 1 Pasuruan, Abdul Qodir. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya posisi operator dalam menjaga keberlangsungan administrasi dan pendataan di lingkungan madrasah.

“Operator adalah jantung madrasah. Validitas dan keakuratan data yang diinput oleh para operator sangat menentukan berbagai kebijakan serta alokasi program di madrasah, termasuk kelancaran administrasi guru dan tenaga kependidikan melalui sistem EMISGTK ini,” tegas Abdul Qodir.

Fokus pada Efektivitas dan Produktivitas Pendataan

Melalui sosialisasi ini, para operator madrasah ibtidaiyah se-Kecamatan Beji dibekali pemahaman teknis dan operasional, meliputi:

  • Pembaruan Fitur Sistem: Memahami penyesuaian dan fitur terbaru pada aplikasi EMISGTK.
  • Pemutakhiran Data Akurat: Memaksimalkan penginputan data guru serta kelembagaan secara tepat waktu dan efisien.
  • Pendampingan & Solusi Kendala: Sesi diskusi interaktif untuk memecahkan berbagai permasalahan teknis pendataan yang kerap dihadapi di lapangan.

Mendorong Profesionalisme demi Keunggulan Madrasah

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, KKMI Kecamatan Beji berharap para operator dapat terus meningkatkan profesionalisme dan produktivitas kerja. Tata kelola data yang presisi dan terintegrasi diharapkan menjadi pilar utama dalam menunjang kemajuan serta keunggulan madrasah di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Transformasi Pendidikan Madrasah: Prof. Dr. Muhammad Thohir Tegaskan Digital Learning Sebagai Keniscayaan Zaman

 


PASURUAN – Era disrupsi teknologi telah membawa perubahan mendasar dalam berbagai sendi kehidupan, tidak terkecuali pada sektor pendidikan. Menghadapi tantangan tersebut, transformasi digital kini menjadi langkah strategis yang tidak bisa ditawar lagi dalam upaya meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan madrasah. Penguatan kompetensi digital bagi para guru dan tenaga kependidikan harus terus dipacu secara berkelanjutan agar proses pembelajaran di kelas mampu merespons dinamika zaman tanpa mengikis akar nilai-nilai keislaman serta karakter peserta didik.

Hal mendasar tersebut ditegaskan oleh pakar pendidikan Islam, Prof. Dr. Muhammad Thohir, saat menjadi narasumber utama dalam kegiatan penguatan kompetensi pendidik yang berlangsung di Pasuruan. Dalam paparan komprehensifnya yang bertajuk "Digital Learning di Madrasah", ia menguraikan secara mendalam bagaimana paradigma pembelajaran berbasis digital harus dimaknai dan diimplementasikan secara nyata oleh para pendidik madrasah masa kini.

Redefinisikan Digital Learning: Bukan Sekadar Memindahkan Media

Di hadapan ratusan pendidik dan pengelola lembaga pendidikan madrasah, Prof. Thohir menggarisbawahi kesalahan kaprah yang kerap terjadi dalam memahami digitalisasi pendidikan. Menurutnya, digital learning sering kali disalahartikan sebatas pemindahan bahan ajar konvensional ke dalam bentuk digital, seperti sekadar mengubah buku cetak menjadi berkas PDF atau mengalihkan ceramah tatap muka menjadi tatap maya.

"Digital learning adalah sebuah keniscayaan. Guru madrasah tidak cukup hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi harus mampu mendesain pengalaman belajar yang kreatif, kolaboratif, bermakna, dan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman. Teknologi hanyalah alat, sedangkan guru tetap menjadi penggerak utama perubahan pendidikan," tegas Prof. Thohir di hadapan para peserta.

Ia menjelaskan bahwa digital learning sejatinya adalah transformasi menyeluruh yang mencakup tiga domain utama pembelajaran:

  1. Perancangan (Design): Bagaimana merumuskan skenario pembelajaran yang interaktif dan adaptif terhadap tingkat pemahaman murid.
  2. Pelaksanaan (Execution): Memanfaatkan ekosistem digital untuk menciptakan ruang belajar yang partisipatif, di mana siswa aktif mengkonstruksi pengetahuan mereka sendiri.
  3. Evaluasi (Evaluation): Menggunakan instrumen berbasis data terukur (data-driven assessment) untuk memantau perkembangan belajar siswa secara real-time dan personal.

Mengoptimalkan Potensi AI, LMS, dan Keterampilan Abad ke-21

Memasuki gelombang Revolusi Industri 4.0 dan era Masyarakat 5.0, pemanfaatan teknologi canggih seperti kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dan Learning Management System (LMS) menjadi sarana penting yang harus dikuasai oleh ekosistem madrasah. Prof. Thohir menuturkan bahwa integrasi platform digital dan media interaktif tidak boleh sekadar menjadi pajangan teknologi, melainkan harus memiliki orientasi pedagogical yang jelas.

Penggunaan AI dan LMS di lingkungan madrasah hendaknya diarahkan untuk mencapai tiga sasaran utama:

  • Peningkatan Kualitas Pembelajaran: Menghadirkan materi ajar yang lebih kontekstual, berbasis visualisasi interaktif, serta mampu mengakomodasi ragam gaya belajar siswa (differentiated learning).
  • Penguatan Literasi Digital: Membekali siswa dengan pemahaman kritis dalam menyaring, menganalisis, dan memanfaatkan informasi secara bertanggung jawab di tengah banjir data internet.
  • Pengembangan Kompetensi 4C: Mengasah kemampuan berpikir kritis (critical thinking), kreativitas (creativity), komunikasi (communication), dan kolaborasi (collaboration) yang menjadi modal utama dalam persaingan global abad ke-21.

Prof. Thohir menambahkan bahwa keberadaan platform digital harus mempermudah tugas administratif guru, sehingga guru memiliki lebih banyak waktu berinteraksi secara mendalam dengan para muridnya.

Menjaga Sentuhan Kemanusiaan (Human Touch) di Era High-Tech

Meskipun akselerasi teknologi menawarkan berbagai kemudahan dan efisiensi, Prof. Thohir secara khusus mengingatkan agar proses transformasi digital tidak melupakan aspek emosional dan spiritual peserta didik. Pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge), melainkan juga proses pembentukan jiwa dan karakter (transfer of values).

"Transformasi digital tidak boleh menghilangkan sentuhan kemanusiaan dalam proses pendidikan. Sebaliknya, teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi, kolaborasi, kreativitas, dan pembentukan karakter peserta didik," ungkapnya.

Dalam pandangannya, kecanggihan algoritma AI atau kemewahan platform digital tidak akan pernah bisa menggantikan peran figurif seorang guru. Kehadiran guru sebagai teladan, motivator, dan pembimbing empati tetap tidak tergantikan. Pemanfaatan teknologi justru harus menjadi jembatan untuk mempererat komunikasi antara guru, murid, dan orang tua, sehingga terbangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan humanis.

Sinergi Digital Savvy dan Nilai-Nilai Keislaman

Salah satu poin paling krusial yang diangkat dalam pertemuan tersebut adalah keunggulan komparatif yang dimiliki oleh lembaga pendidikan madrasah dibandingkan sekolah umum. Madrasah memiliki pondasi tradisi keagamaan, pendidikan moral, dan pembentukan akhlak yang sangat kuat.

Oleh karena itu, transformasi digital di madrasah tidak boleh mengadopsi mentah-mentah tren teknologi tanpa melakukan penyaringan nilai. Transformasi tersebut harus berjalan secara beriringan dengan penguatan keagamaan yang moderat dan inklusif.

"Madrasah memiliki keunggulan dalam pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan. Karena itu, transformasi digital harus berjalan seiring dengan penguatan akhlak, moderasi beragama, dan pembiasaan nilai-nilai luhur agar peserta didik tidak hanya cakap secara digital, tetapi juga bijak dalam memanfaatkan teknologi," tambah Prof. Thohir.

Dalam konteks ini, konsep kearifan digital (digital wisdom) menjadi sangat relevan. Siswa madrasah tidak hanya diajarkan cara mengoperasikan perangkat teknologi (digital skills), tetapi juga dididik untuk memiliki kecerdasan etis (digital ethics) dalam berinteraksi di dunia maya. Hal ini mencakup:

  • Penerapan etika berkomunikasi di media sosial yang santun dan menjauhi ujaran kebencian (ujaran al-qawl al-ma'ruf).
  • Penanaman sikap tabayyun (verifikasi informasi) untuk menangkal maraknya berita bohong (hoax) dan disinformasi.
  • Pemanfaatan ruang digital untuk menyebarkan syiar kebaikan, perdamaian, serta pemahaman agama yang tawasuth (moderat).

Mendorong Terwujudnya Madrasah Unggul dan Berdaya Saing Global

Kegiatan penguatan kompetensi pendidik ini dirancang bukan sekadar sebagai forum diskusi teoritis, melainkan sebagai batu pijakan tindakan nyata. Melalui sesi pelatihan dan pemaparan materi ini, para guru dan tenaga kependidikan diharapkan pulang membawa wawasan baru serta keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan di madrasah masing-masing.

Penguasaan terhadap pembelajaran digital yang inovatif, adaptif, dan berpusat pada peserta didik (student-centered learning) menjadi kunci utama untuk membawa madrasah naik kelas.

Akselerasi Mutu Pendidikan Madrasah

Langkah-langkah strategis yang direkomendasikan untuk mewujudkan visi madrasah berkelas dunia meliputi:

  1. Peningkatan Infrastruktur dan Aksesibilitas: Memastikan sarana dan prasarana penunjang digitalisasi dapat diakses secara merata oleh guru dan siswa.
  2. Pelatihan Berkelanjutan bagi Pendidik: Mengadakan upskilling dan reskilling berkala terkait pemanfaatan teknologi pembelajaran terkini dan penyusunan media ajar interaktif.
  3. Pengembangan Kurikulum Berbasis Digital & Karakter: Menyusun desain kurikulum yang mengawinkan literasi digital, keterampilan masa depan, dan penguatan Profil Pelajar Pancasila yang Rahmatan lil 'Alamin.
  4. Kemitraan dan Kolaborasi: Membuka jaringan kerja sama antar-madrasah, perguruan tinggi, serta industri teknologi untuk mempercepat adopsi inovasi pendidikan.

Melalui langkah-langkah terintegrasi ini, madrasah optimistis mampu melahirkan generasi masa depan yang tidak hanya memiliki keunggulan akademis dan literasi teknologi yang mumpuni, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, keluhuran akhlak, dan kecintaan pada tanah air.

Komitmen Bersama Mewujudkan Transformasi Pendidikan

Kegiatan penguatan kompetensi pendidik di Pasuruan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong percepatan transformasi digital di lingkungan madrasah. Menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian dan perubahan yang begitu cepat, madrasah terbukti tidak tinggal diam atau sekadar menjadi penonton.

Dengan semangat inovasi yang terus dipelihara, madrasah siap membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan modern yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tanpa pernah mencabut dirinya dari akar tradisi keagamaan, nilai keimanan, dan budaya luhur bangsa Indonesia. Digital learning bukan lagi sebuah pilihan opsional, melainkan fondasi utama bagi madrasah yang unggul, maju, bermutu, dan siap bersaing di kancah nasional maupun global.