google-site-verification: googlec37f5abc404fa346.html MIN 1 PASURUAN: August 2026

Laporan Komprehensif Program Penyambutan Siswa dan Pembiasaan Budaya 3S di MIN 1 Pasuruan


1. Pendahuluan dan Latar Belakang Strategis

Laporan ini disusun sebagai instrumen vital dalam dokumentasi kebijakan institusional yang merekam implementasi nilai-nilai karakter secara sistematis dan terukur. Dalam lanskap administrasi pendidikan modern, pengembangan karakter bukan sekadar muatan tambahan, melainkan pilar strategis yang menentukan identitas dan keunggulan kompetitif sebuah madrasah. Strategi penanaman nilai yang terintegrasi menjadi krusial untuk memastikan bahwa pendidikan mampu menyentuh ranah afektif dan perilaku siswa secara berkelanjutan.

Sintesis terhadap konteks pendidikan di MIN 1 Pasuruan menempatkan program "Greeting Morning" berbasis budaya 3S (Senyum, Salam, Sapa) sebagai intervensi fundamental dalam pembentukan kepribadian. Program ini dirancang bukan hanya sebagai rutinitas pagi, melainkan sebagai protokol strategis untuk membangun ekosistem madrasah yang ramah, santun, dan profesional sejak interaksi pertama di pintu gerbang. Keberhasilan inisiasi ini menjadi fondasi bagi terciptanya budaya organisasi yang unggul, di mana filosofi pendidikan karakter diterjemahkan ke dalam aksi nyata untuk mencetak generasi yang memiliki integritas moral tinggi serta kesiapan mental yang optimal.

2. Analisis Tujuan Strategis Program

Keberhasilan sebuah program pembiasaan budaya sangat bergantung pada kejelasan parameter tujuan yang mampu memberikan arah bagi seluruh pemangku kepentingan. Program penyambutan ini dirancang dengan empat orientasi strategis yang saling berintegrasi:

  • Etika Penghormatan: Internalisasi karakter santun dan nilai-nilai etika penghormatan kepada pendidik sebagai landasan moral fundamental peserta didik.
  • Keteladanan (Uswah Hasanah): Membangun profil pendidik dan Kepala Madrasah sebagai figur teladan yang kredibel secara moral dan profesional melalui tindakan nyata di lapangan.
  • Kesiapan Emosional (Mindful Learning): Mengondisikan stabilitas emosional siswa untuk mereduksi potensi amygdala hijack (gangguan kecemasan) saat memasuki lingkungan sekolah, sehingga prefrontal cortex siap untuk memproses informasi dan melakukan regulasi diri dalam belajar.
  • Ikatan Emosional: Memperkuat modal sosial melalui koneksi emosional dan rasa kekeluargaan antara guru dan peserta didik guna memitigasi hambatan komunikasi dalam proses pedagogis.

Secara strategis, program "Greeting Morning" memberikan kontribusi yang lebih signifikan dibandingkan metode pendidikan konvensional. Program ini berfungsi sebagai fase transisi krusial yang memastikan siswa beralih dari lingkungan domestik ke lingkungan akademik dalam kondisi psikologis yang stabil. Dengan memprioritaskan kesiapan emosional di awal hari, madrasah menciptakan prakondisi yang diperlukan agar penyerapan materi pembelajaran di dalam kelas dapat berlangsung secara efektif dan efisien.

3. Kerangka Operasional Pelaksanaan Kegiatan

Operasionalisasi yang konsisten merupakan prasyarat mutlak bagi efektivitas pembiasaan budaya. Standar operasional prosedur (SOP) yang terjadwal memastikan bahwa nilai-nilai institusional terdistribusi secara merata kepada seluruh siswa. Berikut adalah parameter operasional yang diterapkan di MIN 1 Pasuruan:

Parameter

Detail Pelaksanaan

Waktu Pelaksanaan

Setiap hari efektif sekolah (Pukul 06.30 – 07.00 WIB)

Lokasi Strategis

Area gerbang utama dan halaman MIN 1 Pasuruan

Pelaksana Utama

Kepala Madrasah dan Tim Piket Guru (Sistem Manajerial Bergilir)

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui serangkaian tindakan yang terstruktur dan bermakna. Petugas piket secara aktif terlibat dalam aspek keamanan dengan menyeberangkan siswa, yang kemudian dilanjutkan dengan implementasi budaya 3S. Guru memberikan senyuman hangat dan sapaan yang mengafirmasi kehadiran siswa, serta memberikan "pemberian motivasi" berupa kata-kata penguat untuk membangun kepercayaan diri siswa. Salah satu elemen teknis yang sangat ditekankan adalah aktivitas "menangkupkan tangan atau bersalaman" secara santun. Gestur ini merupakan jembatan krusial antara kearifan budaya lokal dengan penguatan karakter formal di madrasah.

Konsistensi operasional ini bukan sekadar rutinitas prosedural, melainkan katalisator langsung bagi pergeseran positif dalam iklim madrasah yang akan diuraikan pada bagian evaluasi berikut.

Tingkatkan Tertib Administrasi, MIN 1 Pasuruan Ikuti Sosialisasi PMA Nomor 12 Tahun 2026 tentang Tata Naskah Dinas


Pasuruan, 4 Agustus 2026 – Dalam rangka memperkuat tata kelola administrasi perkantoran yang tertib, efisien, dan terstandar di lingkungan Kementerian Agama, Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 12 Tahun 2026 tentang Tata Naskah Dinas.

Kegiatan yang berlangsung secara virtual meeting ini terpusat di Aula Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan pada Selasa (04/08/2026), mulai pukul 08.30 hingga 12.00 WIB.

Sosialisasi ini mengundang para pejabat serta pegawai yang membidangi ketatausahaan, persuratan, kearsipan, organisasi & tata laksana (Ortala), serta pengelolaan administrasi perkantoran dari unit kerja dan madrasah di lingkungan Kemenag Kab. Pasuruan.

Kehadiran dan Peran Aktif Perwakilan Madrasah

Dalam kesempatan tersebut, MIN 1 Pasuruan turut berpartisipasi aktif dengan menugaskan Ibu Tuchfatul Aliyah selaku pengelola administrasi dan ketatausahaan madrasah untuk mengikuti rangkaian acara hingga selesai.

Sosialisasi ini membedah berbagai penyesuaian pedoman naskah dinas terbaru berdasarkan PMA Nomor 12 Tahun 2026, yang mencakup:

  • Standardisasi format, jenis, dan bentuk naskah dinas (surat menyurat, keputusan, dan instrumen dinas lainnya).
  • Tata cara pengiriman, penomoran, serta pengelolaan kearsipan digital dan fisik.
  • Penyelarasan tata laksana persuratan guna mendukung transparansi dan efisiensi birokrasi di instansi keagamaan.

Harapan Penerapan di Lingkungan MIN 1 Pasuruan

Partisipasi dalam kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat implementasi aturan tata naskah dinas terbaru di MIN 1 Pasuruan. Dengan pemahaman yang komprehensif terhadap PMA Nomor 12 Tahun 2026, alur korespondensi dan keabsahan administrasi di internal madrasah maupun layanan kepada masyarakat dapat berjalan semakin tertib, profesional, dan akuntabel.

Mendorong Pengembangan Karir Pendidik, Guru MIN 1 Pasuruan Hadiri Sosialisasi Juknis UKKJ





PASURUAN – Dalam rangka meningkatkan profesionalisme dan memberikan kepastian jalur karir bagi tenaga pendidik, Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Pasuruan menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Petunjuk Teknis (Juknis) Uji Kompetensi Kenaikan Jenjang (UKKJ) Jabatan Fungsional Guru dan Pengawas.

Kegiatan penting ini dilaksanakan pada Selasa, 4 Agustus 2026, bertempat di Mini Hall Kankemenag Kabupaten Pasuruan, dan dimulai tepat pada pukul 09.00 WIB.

Turut hadir memenuhi undangan dalam kegiatan ini, perwakilan dari MIN 1 Pasuruan, yaitu Ibu Tuchfatul Aliyah. Kehadiran beliau menjadi bentuk komitmen aktif madrasah dalam mendukung peningkatan mutu SDM serta pemahaman aturan pemetaan jenjang karir guru di lingkungan Kankemenag Kab. Pasuruan.

Maksud dan Tujuan Kegiatan

Sosialisasi ini digelar untuk memberikan pemahaman mendalam terkait mekanisme, persyaratan, hingga tata cara pelaksanaan UKKJ terbaru. Dengan dipahaminya petunjuk teknis ini, diharapkan para guru dan pengawas yang telah memenuhi syarat dapat bersiap secara optimal dalam menghadapi uji kompetensi kenaikan jenjang.

"Uji kompetensi bukan sekadar formalitas, melainkan tolok ukur profesionalisme dan pemetaan kualitas pendidik untuk melahirkan generasi unggul di masa depan."

Melalui keikutsertaan dalam sosialisasi ini, Ibu Tuchfatul Aliyah diharapkan dapat meneruskan informasi teknis dan poin-poin krusial yang didapat kepada rekan-rekan pendidik di lingkungan MIN 1 Pasuruan, sehingga proses usulan kenaikan jenjang jabatan fungsional di MIN 1 Pasuruan dapat berjalan lancar dan sesuai regulasi yang berlaku.

Reporter / Tim Humas MIN 1 Pasuruan

Membanggakan! Siswa MIN 1 Pasuruan Borong 7 Medali di Kejurprov Renang Piala Gubernur Jatim 2026

Beji – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh generasi muda Pasuruan. Siswa dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan dengan nama ACHMAD SYAH AL ZAHID SAIFULLAH berhasil menorehkan tinta emas dengan memborong 7 medali sekaligus dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Renang Jawa Timur Piala Gubernur Jatim yang diselenggarakan di Kolam Renang Gajayana, Malang, pada Sabtu (1/8/2026).

Tampil percaya diri menghadapi ratusan perenang berbakat dari berbagai daerah di Jawa Timur, atlet cilik MIN 1 Pasuruan ini menunjukkan dominasi luar biasa di berbagai nomor pertandingan, baik kategori perorangan maupun estafet.

Berikut adalah rincian 7 prestasi luar biasa yang berhasil diboyong ke Pasuruan:

·          Medali Emas: 50 Meter Gaya Kupu-kupu

·         Medali Emas: 50 Meter Gaya Punggung

·         Medali Perak: 100 Meter Gaya Bebas

·         Medali Perak: 50 Meter Gaya Bebas

·         Medali Perak: 2x50 Meter Estafet Gaya Bebas

·         Medali Perak: 2x50 Meter Estafet Gaya Ganti

·         Medali Perunggu: 50 Meter Gaya Dada

Keberhasilan meraih 2 medali emas, 4 medali perak, dan 1 medali perunggu ini menjadi bukti nyata dari kerja keras, disiplin latihan yang tinggi, serta dukungan penuh dari pihak sekolah dan orang tua.

Kepala Sekolah MIN 1 Pasuruan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pencapaian luar biasa para siswanya. Keberhasilan ini diharapkan tidak hanya mengharumkan nama sekolah dan Kabupaten Pasuruan, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi siswa-siswi lainnya untuk terus berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik.

MIN 1 Pasuruan Sambut Penuh Suka Cita Kehadiran Menteri Agama di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya


PASURUAN, Agustus 2026 – Keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan turut menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas kehadiran Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., dalam acara Istighotsah dan Tabligh Akbar di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya pada Minggu, 2 Agustus 2026.

Momen istimewa yang menjadi bagian dari agenda Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC 2026) ini menyuntikkan semangat baru bagi civitas akademika MIN 1 Pasuruan dalam mensyiarkan nilai-nilai keagamaan, kedamaian, serta penguatan fungsi masjid di tengah masyarakat.

Kepala MIN 1 Pasuruan mengungkapkan bahwa arahan dan pandangan strategis Menteri Agama menjadi pelecut semangat bagi para pendidik dan peserta didik untuk terus meneladani fungsi masjid dan kepemimpinan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkuman Pesan Utama Menteri Agama RI

Dalam tausiyah dan pengarahannya di hadapan belasan ribu jemaah serta tokoh keagamaan se-Jawa Timur, Menteri Agama menekankan beberapa poin krusial mengenai peran masjid dan posisi strategis imam masjid:

1. Masjid untuk Memberdayakan Umat

Masjid tidak hanya berfungsi sebagai sarana ibadah ritual semata (mahdlah), tetapi harus menjadi pusat peradaban yang mampu memberdayakan ekonomi, sosial, pendidikan, dan kesehatan masyarakat. Sejak era Rasulullah SAW, masjid senantiasa hadir sebagai pusat solusi atas kebutuhan jemaahnya.

2. Masjid sebagai Rumah Kemanusiaan

Masjid merupakan ruang inklusif yang terbuka bagi siapa saja tanpa memandang latar belakang sosial. Sebagai rumah kemanusiaan, masjid bertugas menebarkan kedamaian, merawat toleransi, serta menjadi benteng perlindungan moral dan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat.

3. Imam Masjid sebagai Mediator Bumi ke Langit

Menteri Agama mengibaratkan sosok imam masjid sebagai mediator spiritual yang menghubungkan bumi dan langit. Tidak sekadar memimpin shalat berjamaah, imam masjid adalah sosok pemimpin moral (moral leader) dan pengayom spiritual yang menjembatani doa-doa umat serta membimbing masyarakat menuju kesalehan individu dan sosial.

4. Menyongsong International Grand Imams Conference (IGIC 2026)

Kegiatan di Masjid Al-Akbar ini merupakan bagian dari persiapan gelaran akbar International Grand Imams Conference (IGIC 2026). Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah bagi sekitar 500 imam besar dari lebih dari 50 negara dunia. Forum global ini juga menjadi momen penting bagi konsolidasi dan apresiasi kepemimpinan imam dunia dalam menggemakan kepemimpinan Islam yang damai (Masjid Harmony and Global Peace).

"Kehadiran Bapak Menteri Agama dan pesan-pesan beliau memberikan dorongan spiritual yang luar biasa. MIN 1 Pasuruan berkomitmen untuk terus mencetak generasi rabbani yang mencintai masjid dan siap menjadi pelopor kedamaian bagi bangsa dan dunia."

Kepala MIN 1 Pasuraun, Bapak  Abdul Qodir.