MATAMUDA – Penanaman nilai-nilai toleransi dan kedamaian sejak dini menjadi fokus utama Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan. Guna membentengi generasi muda dari paham radikal dan menumbuhkan sikap saling menghargai, MIN 1 Pasuruan menggelar kegiatan sosialisasi Moderasi Beragama pada tahun 2026 ini.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan di Mushollah Al Ikhlas MIN 1 Pasuruan dan diikuti oleh seluruh siswa dengan antusias. Hadir sebagai pemateri utama, Ibu Shobakhul Khoir, S.Pd.I, yang menyampaikan materi dengan pendekatan yang hangat, ceria, dan mudah dipahami oleh anak-anak usia sekolah dasar.
Tanamkan Karakter Mulia di Mushollah Al Ikhlas
Dalam penyampaiannya di hadapan para siswa, Ibu Shobakhul Khoir menekankan bahwa madrasah bukan hanya tempat untuk mengejar nilai akademik, tetapi juga tempat menyemai akhlak mulia. Mushollah Al Ikhlas menjadi saksi bagaimana anak-anak diajak untuk memahami bahwa perbedaan adalah anugerah yang harus disyukuri, bukan alasan untuk bermusuhan.
"Anak-anakku, berteman itu tidak boleh pilih-pilih hanya karena suku, warna kulit, atau cara beribadah yang berbeda. Islam mengajarkan kita untuk menjadi rahmat bagi semesta alam (Rahmatan lil 'Alamin). Kita harus saling menyayangi," ujar Ibu Shobakhul Khoir di sela-sela materinya.
Materi Moderasi Beragama Tingkat Sekolah Dasar (SD/MI)
Memahamkan konsep "Moderasi Beragama" kepada anak-anak tingkat sekolah dasar tentu membutuhkan bahasa yang sederhana. Ibu Shobakhul Khoir mengemas materi tersebut ke dalam 4 pilar utama yang disesuaikan dengan psikologi perkembangan anak:
1. Komitmen Kebangsaan (Cinta Tanah Air)
Konsep untuk Anak: Mengenalkan bahwa mencintai Indonesia adalah bagian dari iman. Anak-anak diajarkan untuk menghormati simbol negara seperti bendera Merah Putih, lagu Indonesia Raya, dan dasar negara Pancasila.
Penerapan: Mengikuti upacara bendera dengan tertib dan menjaga fasilitas sekolah sebagai wujud menjaga aset bangsa.
2. Toleransi (Menghargai Perbedaan)
Konsep untuk Anak: Menghormati teman yang memiliki latar belakang berbeda. Di sekolah dasar, ini berarti tidak mengejek teman yang memiliki dialek daerah yang berbeda atau cara berdoa yang berbeda.
Penerapan: Mau bermain dan berbagi bekal dengan semua teman tanpa membeda-bedakan.
3. Anti-Kekerasan (Menyayangi Sesama)
Konsep untuk Anak: Menyelesaikan masalah atau ketidaksepakatan dengan cara berbicara baik-baik, bukan dengan fisik (memukul) atau kata-kata kasar (perundungan/bullying).
Penerapan: Menolak perilaku bullying di kelas dan segera meminta bantuan guru jika melihat ada teman yang disakiti.
4. Ramah terhadap Tradisi dan Budaya Lokal
Konsep untuk Anak: Menghargai adat istiadat dan budaya yang ada di lingkungan sekitar selama tidak melanggar syariat agama.
Penerapan: Bangga mengenakan pakaian adat saat hari besar nasional dan mempelajari kesenian tradisional daerah.
Membentuk Generasi Berkarakter Sejak Dini
Melalui kegiatan di MATAMUDA ini, MIN 1 Pasuruan berharap materi yang disampaikan oleh Ibu Shobakhul Khoir, S.Pd.I tidak hanya menjadi pengetahuan di atas kertas, melainkan menjadi gaya hidup sehari-hari bagi para siswa.
Suasana interaktif yang dibangun di Mushollah Al Ikhlas terbukti efektif. Banyak siswa yang aktif bertanya dan menjawab kuis singkat seputar toleransi yang diberikan di akhir sesi. Dengan pondasi moderasi beragama yang kuat sejak tingkat dasar, siswa-siswi MIN 1 Pasuruan diharapkan tumbuh menjadi generasi cerdas, beriman, dan inklusif di masa depan.


No comments:
Post a Comment