PASURUAN,
MATAMUDA –
Menanamkan nilai toleransi dan saling menghargai idealnya dimulai sejak usia
belia. Semangat inilah yang melatarbelakangi langkah progresif MIN 1 Pasuruan di
tahun 2026 ini. Lewat sebuah seremoni khidmat, madrasah yang berlokasi di Beji,
Kabupaten Pasuruan ini resmi mengukuhkan barisan Duta Moderasi Beragama.
Uniknya, gerakan ini melibatkan kolaborasi erat dan simultan antara guru serta
siswa.
Langkah ini
diambil bukan tanpa alasan. Di tengah derasnya arus informasi digital,
anak-anak usia dasar rentan terpapar paham yang kurang inklusif. Oleh karena
itu, kehadiran figur teladan di lingkungan terdekat sekolah menjadi garda
terdepan untuk menjaga kedamaian.
"Moderasi
beragama bukan berarti mendangkalkan akidah, melainkan menumbuhkan sikap jalan
tengah (wasathiyyah)—tidak ekstrem kanan maupun kiri. Dengan mengukuhkan
guru dan siswa sekaligus, kita membangun ekosistem toleransi yang hidup secara
organik, mulai dari penyusunan materi di meja guru hingga obrolan santai siswa
di kantin," ungkap Kepala Madrasah saat memberikan sambutan.
Mengapa Harus Duet Guru dan Siswa?
Selama ini,
program duta kedamaian sering kali hanya berfokus pada salah satu elemen saja.
Namun, MIN 1 Pasuruan memilih formula sinergis:
- Peran Guru (Kader Moderasi): Bertindak sebagai mentor,
perancang metode pembelajaran yang inklusif, serta jangkar moral di
lingkungan pendidik.
- Peran Siswa (Duta Moderasi): Menjadi agen perubahan sebaya
(peer influencer) yang menyebarkan virus-virus perdamaian secara
kasual kepada teman-temannya tanpa kesan menggurui.
Rencana Aksi Nyata Duta Moderasi 2026
Untuk
memastikan komitmen ini bukan sekadar selempang formalitas belaka, para Duta
dan Kader Moderasi MIN 1 Pasuruan telah menyusun target kerja konkret yang akan
dijalankan sepanjang tahun ajaran ini:
1.Injeksi
Nilai dalam Kurikulum Kelas:Bulan ke-1.
Para guru
kader mulai menyisipkan nilai-nilai toleransi, kerja sama, dan tasamuh (saling
menghargai) ke dalam materi pembelajaran harian secara kreatif dan interaktif.
2.Kampanye
Sebaya Lewat Konten Kreatif:Bulan ke-2.
Duta dari
kalangan siswa mulai aktif membuat konten video pendek, poster ceria, atau sesi
bercerita singkat di depan kelas saat jam istirahat mengenai indahnya berteman
tanpa memandang perbedaan.
3.Aksi
Sosial dan Kolaborasi Lintas Komunitas:Bulan ke-4.
Mengadakan
kegiatan berbagi kebaikan dengan lingkungan sekitar madrasah untuk mengasah
empati sosial langsung di dunia nyata, bukan sekadar teori di atas kertas.
4.Evaluasi
& Refleksi Indeks Harmoni:Setiap Akhir Semester.
Melakukan
survei berkala mengenai kenyamanan lingkungan sekolah untuk memantau penurunan
angka perundungan (bullying) dan memastikan iklim madrasah tetap ramah
anak.
Dengan
dikukuhkannya para duta baru ini, MIN 1 Pasuruan diproyeksikan menjadi contoh
nyata bagi madrasah-madrasah lain di Jawa Timur dalam mencetak generasi yang
cerdas secara akademik, matang secara spiritual, serta inklusif dalam
bermasyarakat.
Selamat
mengemban amanah untuk para Duta Moderasi MIN 1 Pasuruan! Yuk, tebarkan terus
energi positif dan damai ke sekeliling kita!

No comments:
Post a Comment