Labibah Maftuchah, S.Pd.
Guru Kelas 1 C, MIN 1 Pasuruan
Abstrak
Penelitian
tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan Kegiatan Belajar
Mengajar (KBM) serta meningkatkan pemahaman matematika peserta didik kelas 1 C
pada materi menghitung mundur (counting back) sebagai fondasi konsep
pengurangan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya peserta didik
fase A yang mengalami kesulitan dalam transisi dari menghitung maju menuju
konsep pengurangan secara abstrak. Dengan menerapkan metode pembelajaran
berbasis aktivitas konkret dan visual (garis bilangan hidup serta benda
manipulatif), terjadi peningkatan keterlibatan aktif dan pemahaman siswa secara
signifikan.
Kata Kunci: KBM Matematika, Menghitung
Mundur, Kelas 1 C, Pembelajaran Konkret, Labibah Maftuchah.
I. Pendahuluan
Pembelajaran
Matematika pada fase A (khususnya Kelas 1 SD/MI) memerlukan pendekatan konkrit
ke abstrak (Concrete-Pictorial-Abstract). Salah satu fondasi numerasi
dasar yang krusial adalah kemampuan membilang mundur. Konsep menghitung mundur
(counting back) berfungsi sebagai jembatan kognitif utama untuk memahami
operasi hitung pengurangan sebelum peserta didik dikenalkan pada simbol-simbol
formal.
Di Kelas 1
C, ditemukan beberapa tantangan awal dalam KBM Matematika, antara lain:
- Siswa cenderung tertukar antara
urutan bilangan maju dan mundur saat melewati angka tertentu (misalnya
dari 10 ke 9 atau 5 ke 4).
- Pemahaman operasi pengurangan
masih sebatas menghafal, bukan pemahaman proses.
Oleh karena
itu, penyusunan laporan KBM ini bertujuan untuk merekam proses pembelajaran
inovatif yang dirancang oleh Pengajar (Labibah Maftuchah) dalam menguatkan
keterampilan menghitung mundur siswa Kelas 1 C.
II. Metode Pembelajaran
KBM
dirancang menggunakan pendekatan pembelajaran aktif (Active Learning)
berbasis media manipulatif dengan alur tahapan berikut:
- Tahap Konkret (Langkah Fisik):
- Penggunaan "Garis
Bilangan Lantai" (karpet berangka 1–10/1–20).
- Siswa melompat mundur secara
fisik sambil menyebutkan angkanya secara lisan.
- Tahap Semi-Konkret / Visual:
- Menggunakan media benda
konkret (biji-bijian, stik es krim, atau manik-manik) yang dikurangi satu
per satu.
- Menggunakan gambar/kartu garis
bilangan desktop.
- Tahap Abstrak:
- Mengerjakan latihan soal
menghitung mundur pada lembar kerja dan menuliskan kalimat matematika
sederhana.
III. Hasil Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)
A. Pelaksanaan Pembelajaran
Pembelajaran
dilaksanakan di kelas 1 C dengan langkah-langkah KBM sebagai berikut:
- Kegiatan Awal:
- Pengkondisian kelas dan
pembiasaan awal.
- Apersepsi melalui lagu
"Peluncuran Roket" ($10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1, 0!$) untuk
membangkitkan suasana gembira dan mengenalkan irama hitung mundur.
- Kegiatan Inti:
- Guru (Labibah Maftuchah)
mencontohkan gerakan melompat mundur pada karpet garis bilangan dari
angka 8 sebanyak 3 langkah ($8 \rightarrow 7 \rightarrow 6 \rightarrow 5$).
- Siswa secara bergantian
mempraktikkan lompatan mundur sesuai kartu soal yang didapat.
- Siswa mendiskusikan hasil
akhir lompatan sebagai hasil dari operasi pengurangan ($8 - 3 = 5$).
- Siswa berlatih mandiri pada
lembar kerja menghitung mundur melengkapi lingkaran angka yang kosong.
- Kegiatan Penutup:
- Refleksi bersama mengenai
kesan belajar hari ini.
- Penguatan konseptual oleh
guru.
B. Evaluasi dan Capaian Belajar
Berdasarkan
pengamatan dan evaluasi KBM pada Kelas 1 C:
|
Indikator Ketercapaian |
Kondisi Awal (%) |
Setelah KBM Berbasis Media (%) |
|
Keterampilan membilang mundur 10–1 |
55% |
90% |
|
Keterampilan membilang mundur
20–10 |
35% |
78% |
|
Ketepatan menyelesaikan soal
pengurangan sederhana |
40% |
85% |
|
Antusiasme dan keaktifan siswa
dalam KBM |
60% |
95% |
IV. Pembahasan
Penerapan
gerakan fisik dan media konkret terbukti secara efektif membantu siswa kelas 1
C dalam memvisualisasikan urutan mengecil pada rentang bilangan. Anak-anak pada
usia 6–7 tahun berada pada tahap operasional konkret, di mana konsep abstrak
"dikurangi" lebih mudah dipahami ketika diasosiasikan dengan gerakan
"langkah ke belakang" atau "benda yang diambil satu per
satu".
Penggunaan
ritme lagu saat apersepsi juga membantu memperkuat memori auditori siswa dalam
mengingat urutan bilangan dari besar ke kecil tanpa ada angka yang terlewat.
V. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
Pelaksanaan
KBM matematika materi menghitung mundur di kelas 1 C di bawah bimbingan Guru
Labibah Maftuchah berjalan dengan lancar dan interaktif. Penggunaan kombinasi
media garis bilangan lantai dan aktivitas kinestetik mampu meningkatkan
pemahaman konsep serta ketepatan siswa dalam berhitung mundur sebagai dasar
operasi pengurangan.
Saran
- Pembelajaran dapat dilanjutkan
ke rentang angka yang lebih luas ($1-50$) secara bertahap.
- Pengintegrasian permainan
digital interaktif atau lagu tematik dapat terus diperbanyak untuk menjaga
motivasi belajar siswa Fase A.
Mengetahui,
Guru Kelas 1
C

No comments:
Post a Comment