google-site-verification: googlec37f5abc404fa346.html MIN 1 PASURUAN: Peningkatam Pemahaman Konsep Pengurangan Melalui Metode Menghitung Mundur Berbasis Media Konkret Pada Siswa Kelas 1 C

Peningkatam Pemahaman Konsep Pengurangan Melalui Metode Menghitung Mundur Berbasis Media Konkret Pada Siswa Kelas 1 C

 


Labibah Maftuchah, S.Pd.

Guru Kelas 1 C, MIN 1 Pasuruan

Abstrak

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) serta meningkatkan pemahaman matematika peserta didik kelas 1 C pada materi menghitung mundur (counting back) sebagai fondasi konsep pengurangan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya peserta didik fase A yang mengalami kesulitan dalam transisi dari menghitung maju menuju konsep pengurangan secara abstrak. Dengan menerapkan metode pembelajaran berbasis aktivitas konkret dan visual (garis bilangan hidup serta benda manipulatif), terjadi peningkatan keterlibatan aktif dan pemahaman siswa secara signifikan.

Kata Kunci: KBM Matematika, Menghitung Mundur, Kelas 1 C, Pembelajaran Konkret, Labibah Maftuchah.

I. Pendahuluan

Pembelajaran Matematika pada fase A (khususnya Kelas 1 SD/MI) memerlukan pendekatan konkrit ke abstrak (Concrete-Pictorial-Abstract). Salah satu fondasi numerasi dasar yang krusial adalah kemampuan membilang mundur. Konsep menghitung mundur (counting back) berfungsi sebagai jembatan kognitif utama untuk memahami operasi hitung pengurangan sebelum peserta didik dikenalkan pada simbol-simbol formal.

Di Kelas 1 C, ditemukan beberapa tantangan awal dalam KBM Matematika, antara lain:

  1. Siswa cenderung tertukar antara urutan bilangan maju dan mundur saat melewati angka tertentu (misalnya dari 10 ke 9 atau 5 ke 4).
  2. Pemahaman operasi pengurangan masih sebatas menghafal, bukan pemahaman proses.

Oleh karena itu, penyusunan laporan KBM ini bertujuan untuk merekam proses pembelajaran inovatif yang dirancang oleh Pengajar (Labibah Maftuchah) dalam menguatkan keterampilan menghitung mundur siswa Kelas 1 C.

II. Metode Pembelajaran

KBM dirancang menggunakan pendekatan pembelajaran aktif (Active Learning) berbasis media manipulatif dengan alur tahapan berikut:

  1. Tahap Konkret (Langkah Fisik):
    • Penggunaan "Garis Bilangan Lantai" (karpet berangka 1–10/1–20).
    • Siswa melompat mundur secara fisik sambil menyebutkan angkanya secara lisan.
  2. Tahap Semi-Konkret / Visual:
    • Menggunakan media benda konkret (biji-bijian, stik es krim, atau manik-manik) yang dikurangi satu per satu.
    • Menggunakan gambar/kartu garis bilangan desktop.
  3. Tahap Abstrak:
    • Mengerjakan latihan soal menghitung mundur pada lembar kerja dan menuliskan kalimat matematika sederhana.

III. Hasil Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)

A. Pelaksanaan Pembelajaran

Pembelajaran dilaksanakan di kelas 1 C dengan langkah-langkah KBM sebagai berikut:

  • Kegiatan Awal:
    • Pengkondisian kelas dan pembiasaan awal.
    • Apersepsi melalui lagu "Peluncuran Roket" ($10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1, 0!$) untuk membangkitkan suasana gembira dan mengenalkan irama hitung mundur.
  • Kegiatan Inti:
    • Guru (Labibah Maftuchah) mencontohkan gerakan melompat mundur pada karpet garis bilangan dari angka 8 sebanyak 3 langkah ($8 \rightarrow 7 \rightarrow 6 \rightarrow 5$).
    • Siswa secara bergantian mempraktikkan lompatan mundur sesuai kartu soal yang didapat.
    • Siswa mendiskusikan hasil akhir lompatan sebagai hasil dari operasi pengurangan ($8 - 3 = 5$).
    • Siswa berlatih mandiri pada lembar kerja menghitung mundur melengkapi lingkaran angka yang kosong.
  • Kegiatan Penutup:
    • Refleksi bersama mengenai kesan belajar hari ini.
    • Penguatan konseptual oleh guru.

B. Evaluasi dan Capaian Belajar

Berdasarkan pengamatan dan evaluasi KBM pada Kelas 1 C:

Indikator Ketercapaian

Kondisi Awal (%)

Setelah KBM Berbasis Media (%)

Keterampilan membilang mundur 10–1

55%

90%

Keterampilan membilang mundur 20–10

35%

78%

Ketepatan menyelesaikan soal pengurangan sederhana

40%

85%

Antusiasme dan keaktifan siswa dalam KBM

60%

95%

IV. Pembahasan

Penerapan gerakan fisik dan media konkret terbukti secara efektif membantu siswa kelas 1 C dalam memvisualisasikan urutan mengecil pada rentang bilangan. Anak-anak pada usia 6–7 tahun berada pada tahap operasional konkret, di mana konsep abstrak "dikurangi" lebih mudah dipahami ketika diasosiasikan dengan gerakan "langkah ke belakang" atau "benda yang diambil satu per satu".

Penggunaan ritme lagu saat apersepsi juga membantu memperkuat memori auditori siswa dalam mengingat urutan bilangan dari besar ke kecil tanpa ada angka yang terlewat.

V. Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan

Pelaksanaan KBM matematika materi menghitung mundur di kelas 1 C di bawah bimbingan Guru Labibah Maftuchah berjalan dengan lancar dan interaktif. Penggunaan kombinasi media garis bilangan lantai dan aktivitas kinestetik mampu meningkatkan pemahaman konsep serta ketepatan siswa dalam berhitung mundur sebagai dasar operasi pengurangan.

Saran

  1. Pembelajaran dapat dilanjutkan ke rentang angka yang lebih luas ($1-50$) secara bertahap.
  2. Pengintegrasian permainan digital interaktif atau lagu tematik dapat terus diperbanyak untuk menjaga motivasi belajar siswa Fase A.

Mengetahui,

Guru Kelas 1 C

Labibah Maftuchah, S.Pd.

No comments: