Beji — Suasana lapangan MIN 1 Pasuruan tampak hidup saat Bapak
Mujibatur Rahman, guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK),
memimpin materi praktik lompat jauh. Pembelajaran lapangan ini bertujuan untuk
mengasah keterampilan motorik sekaligus memberikan pemahaman mendalam mengenai
teknik dasar atletik cabang lompat.
Dalam sesi pembelajaran tersebut, Pak Mujibatur Rahman
membimbing para siswa secara bertahap—mulai dari tahap awalan, tolakan pada
papan tumpuan, sikap badan saat melayang di udara, hingga teknik mendarat yang
benar di bak pasir.
“Lompat jauh bukan sekadar seberapa jauh kita bisa
melompat, melainkan bagaimana kita mengombinasikan kecepatan, ketepatan
tumpuan, dan kontrol tubuh saat mendarat agar terhindar dari cedera,” ujar Pak
Mujibatur Rahman di sela-sela penjelasannya.
Sesi praktik diawali dengan pemanasan terstruktur
untuk merenggangkan otot dan mencegah risiko cedera. Setelah itu, para siswa
bergantian mencoba lintasan lari sepanjang 30–40 meter sebelum melakukan
tolakan satu kaki pada papan tumpu. Pak Mujibatur Rahman tampak cermat
memberikan koreksi langsung kepada setiap siswa yang selesai melakukan
lompatan.
Beberapa aspek utama yang ditekankan dalam
pembelajaran ini meliputi:
- Teknik
awalan:
Membangun kecepatan berlari secara bertahap tanpa mengubah konsistensi
langkah saat mendekati papan tumpuan.
- Teknik
tolakan:
Menggunakan satu kaki terkuat untuk mengubah momentum horizontal menjadi
daya dorong vertikal.
- Sikap
melayang:
Menjaga keseimbangan posisi tubuh di udara menggunakan gaya menggantung
atau berjalan di udara.
- Teknik
mendarat:
Mengarahkan kedua kaki ke depan dengan lutut sedikit mengepul saat
menyentuh pasir guna meredam benturan.
Melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif dan
disiplin, para siswa mengikuti setiap instruksi dengan penuh semangat. Kegiatan
diakhiri dengan sesi pendinginan dan evaluasi bersama untuk mencatat
perkembangan capaian jarak lompatan masing-masing siswa.

No comments:
Post a Comment