TRAWAS, PASURUAN – Dalam upaya mewujudkan tata kelola pendidikan madrasah yang modern dan berdaya saing tinggi, Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Pasuruan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Mutu Kepala MI Se-Kabupaten Pasuruan. Kegiatan intensif ini berlangsung selama dua hari, Selasa hingga Rabu (29–30 September 2026), bertempat di Hotel Grand Whiz Trawas, Mojokerto.
Kehadiran
jajaran pimpinan Kementerian Agama serta seluruh Kepala MI se-Kabupaten
Pasuruan—termasuk Kepala MIN 1 Pasuruan—menjadikan forum ini sebagai pijakan
strategis dalam memperkuat kompetensi kepemimpinan dan profesionalisme
manajerial madrasah di era digital.
Pembukaan dan Komitmen Peningkatan Mutu Madrasah
Acara bimtek
dibuka secara resmi pada Selasa pagi (29/09/2026). Hadir mewakili Plt. Kepala
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan, Kasubbag TU Kantor
Kemenag Kabupaten Pasuruan menyampaikan apresiasi yang tinggi atas
terselenggaranya kegiatan ini. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya
adaptasi para kepala madrasah terhadap perkembangan zaman.
"Kepala
madrasah tidak lagi hanya berperan sebagai pengelola administrasi, melainkan
harus bertindak sebagai penggerak utama (engine of change) yang mampu membawa
inovasi, meningkatkan mutu akademik, serta membangun karakter peserta didik
secara berkelanjutan," tegas Kasubbag TU dalam pembukaan.
Turut hadir
memberikan arahan, Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten
Pasuruan yang menggarisbawahi pentingnya keterpaduan visi antara kebijakan
Kementerian Agama dan eksekusi operasional di tingkat madrasah. Dukungan penuh
juga ditunjukkan oleh Pengurus KKMI Kabupaten Pasuruan yang memfasilitasi
jalannya forum sebagai wadah konsolidasi dan sinergi antar-kepala madrasah
ibtidaiyah.
Fokus Materi: Digitalisasi dan Kepemimpinan
Transformatif
Untuk
membedah tantangan manajemen madrasah masa kini, panitia menghadirkan pakar dan
narasumber kompeten dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya. Dua sajian
materi utama menjadi sorotan utama peserta selama dua hari pelaksanaan.
1. Blueprint Kepemimpinan Madrasah Digital (Dr. H.
Sholehuddin)
Dalam
paparan utamanya, Dr. H. Sholehuddin menegaskan bahwa transformasi digital di
madrasah bukan sekadar pengadaan perangkat komputer atau penggunaan aplikasi
belajar, melainkan integrasi budaya digital dalam seluruh ekosistem
pembelajaran dan manajemen. Beliau memaparkan Blue Print Kepemimpinan
Madrasah Digital yang mencakup:
- Digital Mindset: Membangun pola pikir berbasis
data (data-driven decision making) di lingkungan pendidik.
- Integrasi Kurikulum &
Teknologi:
Pemanfaatan platform digital untuk pembelajaran interaktif dan evaluasi
terukur.
- Keamanan & Etika Digital: Menyiapkan infrastruktur
informasi yang aman serta literasi digital bagi guru dan siswa.
2. Kepemimpinan Transformatif Kepala Madrasah (Siti
Zubaidah, M.Pd.I)
Materi kedua
yang tidak kalah krusial disampaikan oleh Siti Zubaidah, M.Pd.I. Beliau
menyoroti peran kepala madrasah sebagai transformational leader yang
mampu menginspirasi dan menggerakkan seluruh warga madrasah. Unsur-unsur kunci
yang dibahas meliputi:
- Visi Komunikatif: Mampu mengartikulasikan tujuan
madrasah secara jelas sehingga didukung penuh oleh guru, staf, dan komite.
- Keteladanan & Empati: Mendorong potensi guru melalui
bimbingan, apresiasi, serta iklim kerja yang kondusif.
- Inovasi Berkelanjutan: Berani keluar dari zona nyaman
untuk menciptakan terobosan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan
abad ke-21.
Partisipasi Aktif Kepala MIN 1 Pasuruan
Keikutsertaan
Kepala MIN 1 Pasuruan dalam Bimtek ini menjadi bukti komitmen nyata sekolah
dalam menjaga standar kualitas pendidikan negeri di Kabupaten Pasuruan. Ditemui
di sela-sela kegiatan, Kepala MIN 1 Pasuruan menyatakan bahwa materi yang didapatkan
sangat relevan untuk segera diimplementasikan di lingkungan MIN 1 Pasuruan.
"Penyusunan
blueprint digital dan gaya kepemimpinan transformatif adalah dua aspek kunci
yang sangat kami butuhkan saat ini. Hasil dari Bimtek ini akan langsung kami
tindak lanjuti melalui perumusan program kerja madrasah yang berbasis
digitalisasi serta penguatan kapasitas pendidik di MIN 1 Pasuruan," ungkapnya.
Harapan dan Dampak Jangka Panjang
.jpeg)

No comments:
Post a Comment