PASURUAN — Gerakan Kurikulum Berbasis Cinta
(KBC) terus diperkuat di lingkungan madrasah Kabupaten Pasuruan. Salah
satunya melalui program “1 Pengawas 1 Madrasah” yang resmi dilaunching
pada Senin, 14 September 2026, bertempat di Aula Kantor Kementerian
Agama Kabupaten Pasuruan.
Kegiatan
launching tersebut dibuka oleh Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Pasuruan, H. Achmad SHAMPTON, S.Hi., M.Ag. Dalam arahannya,
beliau menegaskan pentingnya implementasi KBC yang tidak hanya berhenti pada
konsep, tetapi benar-benar tercermin dalam praktik pendidikan di madrasah.
Beliau
menekankan bahwa pelaksanaan KBC harus mengilhami nilai-nilai pendidikan sebagaimana
dijelaskan dalam kitab Ta’lim Muta’allim. Pendidikan, menurutnya, harus
mampu membangun hubungan yang baik antara guru dan peserta didik serta
menempatkan proses pembelajaran sebagai ruang untuk tumbuh dan berkembang
bersama.
Hadir dalam acara :
- Plt. Kepala Kankemenag Kab. Pasuruan, H. Achmad Shampto, S.HI, M.Ag
- Kasi Pendma, H. Bustanul Arifin, S.Pd, M.Pd
- Ketua Pokjawas Arif Furqon, S.Ag, M.Si
- Pengawas Madrasah
- Kepala Madrasah, RA, MI, MTs dan MA
- piloting KBC
Salah satu
pesan penting yang disampaikan adalah perlunya perubahan paradigma guru dalam
memandang peserta didik.
“Siswa itu
bukan objek, tetapi subjek yang harus kita dampingi,” tegasnya.
Pesan
tersebut menjadi bagian penting dalam implementasi Kurikulum Berbasis Cinta.
Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga hadir
sebagai pendamping, pembimbing, dan teladan bagi peserta didik.
Dalam konsep
KBC, nilai cinta diharapkan hadir dalam berbagai aktivitas pendidikan, mulai
dari proses pembelajaran, interaksi guru dan siswa, budaya madrasah, hingga
pembentukan karakter peserta didik.
MIN 1 Pasuruan Jadi Salah Satu Madrasah Piloting KBC
MIN 1
Pasuruan menjadi salah satu dari tiga madrasah piloting Kurikulum Berbasis
Cinta Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Karena itu,
keikutsertaan MIN 1 Pasuruan dalam launching program “1 Pengawas 1 Madrasah”
menjadi momentum penting untuk semakin memperkuat pelaksanaan KBC di madrasah.
Dengan penuh
semangat, MIN 1 Pasuruan mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari
komitmen untuk terus mengembangkan pendidikan yang humanis dan berorientasi
pada kebutuhan serta potensi peserta didik.
Program 1
Pengawas 1 Madrasah diharapkan dapat memberikan pendampingan yang lebih
intensif kepada madrasah dalam mengimplementasikan KBC. Pengawas tidak hanya
melakukan pemantauan, tetapi juga menjadi mitra madrasah dalam memastikan
nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dapat diterapkan secara nyata.
Bagi MIN 1
Pasuruan, implementasi KBC merupakan bagian dari ikhtiar membangun madrasah
yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan
lingkungan pendidikan yang ramah, penuh kasih sayang, menghargai potensi
siswa, dan menumbuhkan karakter positif.
Launching “1
Pengawas 1 Madrasah” pun menjadi langkah awal untuk semakin menguatkan semangat
tersebut.
Dengan ilmu
yang membimbing, keteladanan yang menginspirasi, dan cinta yang menyertai, MIN
1 Pasuruan siap menjadi bagian dari gerakan transformasi pendidikan madrasah
melalui Kurikulum Berbasis Cinta.
.jpeg)

No comments:
Post a Comment