PASURUAN — Dalam upaya memperkuat tata kelola pendidikan serta meningkatkan mutu dan daya saing peserta didik di lingkungan madrasah, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Internal Satuan Kerja (Satker) Madrasah pada Kamis, 1 Oktober 2026. Pertemuan terbatas tersebut berlangsung khidmat dan penuh dinamika di Ruang Kerja Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Kemenag Kabupaten Pasuruan.
Rakor
terbatas ini dihadiri oleh jajaran penting di lingkungan Pendidikan Madrasah
Kemenag Kabupaten Pasuruan, termasuk para Kepala Satker Madrasah Ibtidaiyah
Negeri (MIN), Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), dan Madrasah Aliyah Negeri
(MAN) se-Kabupaten Pasuruan, beserta para pengawas madrasah dan staf ahli di
bidang kurikulum dan kesiswaan.
Fokus Utama: Evaluasi Total Hasil OMI 2026
Agenda utama
dalam koordinasi ini difokuskan pada analisis komprehensif dan evaluasi
mendalam atas capaian Kontingen Kabupaten Pasuruan dalam ajang Olimpiade
Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026 tingkat kabupaten yang telah selesai
dilaksanakan beberapa waktu lalu.
OMI
merupakan tolok ukur akademik dan keagamaan paling bergengsi bagi siswa
madrasah. Hasil yang diraih pada OMI 2026 menjadi bahan cerminan bersama untuk
melihat sejauh mana keunggulan dan area yang masih membutuhkan perbaikan nyata
pada tiap-tiap lembaga pendidikan madrasah negeri di Kabupaten Pasuruan.
Dalam forum
tersebut, dipaparkan data pemetaan capaian nilai, sebaran juara pada tiap
cabang perlombaan, hingga analisis kendala yang dihadapi oleh masing-masing
MIN, MTsN, dan MAN selama proses persiapan hingga pelaksanaan OMI 2026.
Instruksi Tegas Kasi Pendma: Evaluasi Diri dan Program
Khusus
Dalam
pengarahannya, Kasi Pendma Kemenag Kabupaten Pasuruan menyampaikan arahan yang
tegas dan lugas kepada seluruh Kepala Satker yang hadir. Beliau menekankan
bahwa hasil OMI 2026 tidak boleh sekadar dijadikan laporan rutin bulanan,
melainkan harus direspon secara responsif dan transformatif.
"Seluruh
Satker—baik MIN, MTsN, maupun MAN—harus segera melakukan evaluasi diri (self-evaluation)
secara menyeluruh dan jujur. Jangan berpuas diri dengan capaian yang ada, dan
jangan pula berkecil hati atas hasil yang belum maksimal. Yang terpenting
adalah bagaimana kita merespon hasil OMI ini dengan langkah konkret,"
tegas Kasi Pendma di hadapan peserta rakor.
Kasi Pendma
secara khusus menginstruksikan setiap Satker untuk segera merancang dan
mengeksekusi Program Khusus Peningkatan Prestasi Akademik dan Non-Akademik.
Program khusus ini diharapkan memuat:
- Pemetaan Potensi Siswa Sejak
Dini:
Mengidentifikasi bakat dan keunggulan siswa sejak awal jenjang masuk
madrasah melalui asesmen bakat minat yang terstruktur.
- Pembinaan Berkelanjutan: Membentuk Clubs of
Excellence atau klinik belajar olimpiade yang dibimbing oleh guru-guru
pendamping berkompeten serta melibatkan pembina eksternal profesional jika
diperlukan.
- Penguatan Kompetensi Guru
Pembimbing:
Memberikan pelatihan terpadu bagi guru mata pelajaran olimpiade agar
selaras dengan standar soal-soal OMI tingkat provinsi maupun nasional.
- Alokasi Anggaran Terarah: Mengoptimalkan anggaran
operasional madrasah untuk mendukung fasilitas pembinaan, literasi
digital, serta sarana-prasarana penunjang kegiatan kompetisi.
Sinergi Antar-Satker dan Tindak Lanjut
Rakor
internal terbatas ini menghasilkan sejumlah komitmen bersama antar-Kepala
Satker MIN, MTsN, dan MAN se-Kabupaten Pasuruan. Di antaranya adalah
pembentukan konsorsium pembina olimpiade antar-madrasah negeri untuk saling
berbagi pengalaman (sharing best practices), pertukaran bank soal, serta
penyelenggaraan try out gabungan secara berkala.
Melalui
langkah strategis dan program khusus yang disusun pasca-rakor ini, Seksi
Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Pasuruan optimistis bahwa prestasi para
siswa madrasah di Kabupaten Pasuruan pada ajang OMI mendatang—maupun kejuaraan
tingkat provinsi dan nasional lainnya—akan mengalami peningkatan yang
signifikan dan berkelanjutan.
Pertemuan
yang berlangsung hangat dan penuh semangat pembaharuan tersebut ditutup dengan
penyusunan draf timeline penyampaian dokumen rencana program khusus dari
masing-masing Satker kepada Kasi Pendma sebagai bentuk akuntabilitas dan
komitmen bersama.
.jpeg)
No comments:
Post a Comment