google-site-verification: googlec37f5abc404fa346.html MIN 1 PASURUAN: Survey KBC di MIN 1 Pasuruan

Survey KBC di MIN 1 Pasuruan


PASURUAN — Suasana di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan tampak begitu tenang namun dipenuhi fokus yang tinggi pada pertengahan bulan Oktober 2026 ini. Layar komputer menyala dan HP, menampilkan antarmuka aplikasi evaluasi berbasis digital. Guru dan siswa yang terpilih sebagai responden tampak tekun mencermati baris demi baris instrumen instrumen asesmen yang disajikan secara daring. Mereka tengah berpartisipasi aktif dalam ajang Asesmen dan Survei Nasional SAHABAT KBC (Sistem Asesmen dan Evaluasi Berkelanjutan Karakter serta Budaya Cerdas) tahun 2026 yang digagas secara nasional oleh Kementerian Agama Republik Indonesia dibawah arahan H. Zamroni Lutfi, WAKA Kurikulum.

Pelaksanaan survei nasional yang dijadwalkan berlangsung serentak sejak tanggal 12 hingga 22 Oktober 2026 ini menjadi ajang pembuktian kesiapan digitalitas dan mutu pendidikan di lingkungan madrasah. Namun, ada satu hal menarik yang membedakan proses pengerjaan instrumen evaluasi antara pendidik dan peserta didik di lapangan. Meskipun berada dalam satu forum evaluasi yang sama, guru dan siswa yang terpilih sebagai sampel ternyata mengerjakan beban dan jumlah soal yang berbeda secara signifikan.

Perbedaan Beban Instrumen Soal Antar Responden

Berdasarkan petunjuk teknis yang dirilis oleh Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama, instrumen instrumen yang dialokasikan untuk tenaga pendidik atau guru berjumlah tepat 60 pertanyaan. Sementara itu, bagi peserta didik yang menjadi responden, instrumen yang disajikan berjumlah 35 pertanyaan.

Perbedaan jumlah soal ini sengaja dirancang untuk menyesuaikan porsi kedalaman analisis serta kapasitas kognitif dan psikologis dari masing-masing kelompok responden. Bagi para guru, 60 soal tersebut mengeksplorasi tidak hanya pengamatan terhadap siswa, tetapi juga refleksi mendalam atas metode pengajaran, budaya kerja pendidik, dan dinamika iklim belajar mengajar yang ada di lingkungan madrasah.

Sementara itu, porsi 35 soal bagi siswa dikemas dengan gaya bahasa yang lebih aplikatif, ramah anak, dan intuitif. Soal-soal ini berfokus pada pengalaman langsung yang dirasakan peserta didik sehari-hari, baik saat berinteraksi dengan guru, teman sebaya, maupun dalam menerapkan nilai-nilai karakter di dalam dan di luar ruang kelas.

Meski kuantitas butir soalnya berbeda, baik instrumen guru maupun murid secara utuh mengukur delapan dimensi evaluasi yang sama. Delapan dimensi tersebut menjadi pilar utama dalam pemetaan kualitas pendidikan madrasah secara holistik, mencakup:

  • Dimensi Karakter dan Religiusitas: Mengukur pemahaman, sikap, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
  • Dimensi Iklim Keamanan Sekolah: Menilai tingkat kenyamanan, keamanan fisik, serta perlindungan dari segala bentuk perundungan.
  • Dimensi Kebinekaan dan Toleransi: Menilai keterbukaan terhadap perbedaan dan semangat inklusivitas di lingkungan madrasah.
  • Dimensi Mutu Pembelajaran: Menilai kualitas interaksi edukatif serta efektivitas metode mengajar guru.
  • Dimensi Kepemimpinan Instruksional: Mengukur efektivitas tata kelola manajerial dan arahan pedagogis di madrasah.
  • Dimensi Lingkungan Belajar Inklusif: Menilai ketersediaan fasilitas serta sikap ramah terhadap semua latar belakang siswa.
  • Dimensi Kesejahteraan Psikologis (Well-being): Menilai tingkat kebahagiaan dan kesehatan mental warga madrasah.
  • Dimensi Partisipasi Warga Madrasah: Mengukur keterlibatan aktif siswa, guru, dan orang tua dalam mendukung program sekolah.

Mekanisme Pembagian Tiga Batch Pelaksanaan

Guna menjamin keandalan sistem server pusat serta menjaga kelancaran lalu lintas data digital di seluruh Indonesia, Kementerian Agama membagi pelaksanaan Survei Nasional SAHABAT KBC 2026 ini ke dalam tiga gelombang atau batch regional berdasarkan zona wilayah provinsi.

Batch Pelaksanaan

Wilayah Cakupan Provinsi

Jadwal Pelaksanaan

Batch 1

Wilayah Indonesia Bagian Timur & Tengah (Papua, Maluku, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara)

12 – 14 Oktober 2026

Batch 2

Wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Kalimantan

15 – 18 Oktober 2026

Batch 3

Wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Seluruh Provinsi Sumatra

19 – 22 Oktober 2026

MIN 1 Pasuruan yang berada di Provinsi Jawa Timur secara resmi masuk ke dalam pelaksanaan Batch 2. Selama rentang waktu pelaksanaan jadwal batch tersebut, pihak madrasah mengatur pembagian sesi secara rapi agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar rutin kelas lainnya.

Respon dan Kesiapan MIN 1 Pasuruan

Kepala MIN 1 Pasuruan menyampaikan rasa optimis dan bangga atas terpilihnya para guru serta murid mereka sebagai bagian dari sampel survei tingkat nasional ini. Menurutnya, pemetaan berbasis data akurat seperti ini sangat mendesak untuk dilakukan guna menentukan arah kebijakan pengembangan madrasah di masa depan.

"Kami telah menyiapkan infrastruktur laboratorium komputer, jaringan internet berkecepatan tinggi, serta pendampingan teknis dari proktor jauh-jauh hari. Walaupun guru harus menyelesaikan 60 soal dan siswa 35 soal, semuanya berjalan sangat lancar tanpa kendala teknis yang berarti. Delapan dimensi yang diuji betul-betul mencerminkan realitas yang kami bangun sehari-hari," tegas Kepala MIN 1 Pasuruan di sela-sela pemantauan kegiatan.

Para siswa yang menjadi responden pun mengaku menikmati proses pengisian instrumen tersebut. Pertanyaan yang disajikan dalam 35 butir soal dinilai sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka di madrasah. Salah seorang siswa peserta survei mengungkapkan bahwa soal-soal tersebut membuatnya merenungkan kembali kebiasaan belajar dan interaksi sosialnya dengan teman-teman di sekolah.

Di sisi lain, para guru yang menyelesaikan 60 soal mengapresiasi kedalaman materi yang diuji. Menurut mereka, porsi soal yang lebih banyak memberikan ruang evaluasi yang menyeluruh terhadap komitmen mengajar, penguasaan strategi pembelajaran terkini, hingga bagaimana guru mampu menciptakan suasana belajar yang ramah dan menyenangkan bagi murid.

Dampak dan Harapan Hasil Survei SAHABAT KBC 2026

Survei Nasional SAHABAT KBC 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, melainkan menjadi basis data raksasa (big data) bagi Kementerian Agama dalam merumuskan intervensi kebijakan pendidikan madrasah. Dengan gambaran yang komprehensif dari delapan dimensi yang diukur, pemerintah pusat dapat dengan mudah memetakan daerah mana saja yang membutuhkan peningkatan kapasitas guru, perbaikan sarana prasarana, atau penguatan program karakter anak.

Bagi MIN 1 Pasuruan sendiri, keterlibatan aktif dalam survei ini menjadi bahan refleksi internal untuk terus mempertahankan prestasi dan meningkatkan mutu layanan pendidikan. Sinergi antara jawaban jujur dari 60 soal guru dan 35 soal murid diharapkan mampu melahirkan potret objektivitas yang murni demi kemajuan pendidikan Islam yang unggul, moderat, dan berdaya saing global.

No comments: