PASURUAN – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan menggelar acara pelepasan siswa-siswi kelas 6 dengan penuh khidmat dan haru pada Sabtu, 6 Juni 2026. Acara ini menjadi momentum penting bagi para lulusan untuk bersiap melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Dalam acara tersebut, hadir tokoh agama sekaligus tokoh masyarakat, Gus Sampton, yang memberikan tauziah dan wejangan berharga bagi para guru, orang tua, dan khususnya para siswa yang baru saja dinyatakan lulus.
Fokus pada Kualitas:
"Iso Opo Arek-Arek?"
Dalam pidatonya yang sarat makna, Gus Sampton menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak boleh hanya diukur dari angka-angka atau kuantitas lulusan yang terus meningkat setiap tahunnya. Jauh lebih penting dari itu adalah kualitas dan bekal nyata yang dibawa oleh anak-anak tersebut.
"Iso opo arek-arek? (Bisa apa anak-anak?)"* ujar Gus Sampton dengan dialek khasnya. "Pendidikan itu bukan sekadar jumlah yang meningkat, bukan cuma soal berapa banyak yang lulus. Tetapi yang paling utama adalah apa yang mereka bisa dan kuasai setelah keluar dari madrasah ini."
Pentingnya Pemetaan Kemampuan di Sekolah Lanjutan
Gus Sampton mengingatkan para orang tua dan tenaga pendidik untuk melakukan pemetaan kemampuan anak saat mereka memasuki sekolah lanjutan (MTs atau SMP). Menurutnya, setiap anak memiliki potensi unik yang berbeda-beda, dan tugas orang dewasa adalah mengarahkan potensi tersebut agar tidak salah jalan.
Beberapa poin penting terkait pemetaan kemampuan yang disampaikan antara lain:
Mengenali Potensi Sejak Dini:
Anak tidak bisa disamaratakan. Ada yang kuat di bidang akademik, keagamaan, sains, hingga seni dan olahraga.
Mengarahkan Lanjutan Sekolah yang Tepat:
Pemetaan ini berfungsi agar anak masuk ke sekolah lanjutan yang mendukung bakat alaminya, bukan karena paksaan ego orang tua.
Bekal Menghadapi Zaman:
Anak-anak adalah makhluk Allah SWT yang dititipkan ke dunia ini untuk menghadapi tantangan zamannya sendiri, yang tentu berbeda dengan zaman orang tuanya dulu.
Anak adalah Makhluk Allah, Butuh Bekal Masa Depan
Menutup ceramahnya, Gus Sampton mengingatkan hakikat dari mendidik anak dalam pandangan Islam.
"Anak-anak ini adalah makhluk Allah. Mereka diciptakan untuk masa depan. Maka, tugas kita sekarang adalah memberikan mereka bekal yang cukup—baik itu ilmu agama, akhlak, maupun keterampilan hidup—agar mereka siap menghadapi perkembangan zaman yang semakin cepat dan dinamis,"
















