1. Panduan
2. SEB
3. Konfigurasi
google-site-verification: googlec37f5abc404fa346.html
PRIGEN, PASURUAN — Suasana khidmat, anggun, dan penuh rasa bangga menyelimuti kawasan wisata The Pinus Prigen, Kabupaten Pasuruan, pada Jumat, 18 September 2026. Di tempat tersebut, tepatnya di Lapangan Singo Barong, Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan. Berada di tengah kesejukan udara lereng pegunungan dan naungan pepohonan pinus yang asri, perhelatan bersejarah ini dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, pejabat dinas, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para kepala lembaga pendidikan dari berbagai tingkatan.
Di antara barisan tamu undangan yang hadir memenuhi tribun kehormatan, tampak Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan, Abdul Qodir, M.Pd. Beliau hadir secara langsung untuk mengikuti seluruh rangkaian prosesi upacara hingga selesai. Kehadiran beliau tidak hanya sebagai bentuk pemenuhan undangan formal pemerintah daerah, melainkan juga simbol dukungan penuh institusi pendidikan madrasah terhadap kemajuan, kesejahteraan, dan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Pasuruan.
Suasana Khidmat Berlatar Keindahan Alam Prigen
Penetapan Lapangan Singo Barong, The Pinus Prigen, sebagai lokasi upacara peringatan tahun 2026 ini memberikan nuansa tersendiri yang berbeda dari pelaksanaan di tahun-tahun sebelumnya. Pemilihan kawasan bernuansa alam terbuka ini secara tidak langsung mengeksplorasi dan mempromosikan potensi pariwisata daerah yang menjadi salah satu kebanggaan warga Pasuruan.
Prosesi upacara diawali dengan laporan perwira upacara, dilanjutkan dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Seluruh peserta upacara, mulai dari pasukan TNI, Polri, ASN Pemkab Pasuruan, jajaran Kemenag, hingga perwakilan siswa-siswi, tampak berdiri tegap penuh khidmat mengikuti setiap tahapan acara.
Salah satu momen paling menyentuh dalam rangkaian perhelatan tersebut adalah pembacaan riwayat singkat sejarah Kabupaten Pasuruan. Melalui pembacaan kilas balik sejarah ini, seluruh hadirin diajak untuk mengenang kembali rekam jejak perjuangan, kearifan lokal, serta fondasi peradaban yang telah diwariskan oleh para pendahulu. Nilai-nilai sejarah inilah yang terus direvitalisasi untuk menjawab tantangan zaman di masa modern.
Amanat Pimpinan Daerah: Dorong Kolaborasi dan Inovasi
Dalam amanatnya, Bupati Pasuruan selaku inspektur upacara menyampaikan puji syukur atas perjalanan panjang daerah yang terus menunjukkan tren perkembangan positif di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, infrastruktur, pelayanan publik, hingga sektor pendidikan dan keagamaan.
Pimpinan daerah menegaskan bahwa capaian pembangunan yang dirasakan saat ini merupakan buah manis dari kerja keras, gotong royong, dan sinergi yang terjalin antara pemerintah, instansi keagamaan, serta seluruh lapisan masyarakat. Di tengah dinamika global yang terus berubah, tantangan utama ke depan adalah bagaimana menjaga konsistensi pembangunan manusia yang berdaya saing, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Upacara peringatan ini juga dimeriahkan oleh pertunjukan seni dan budaya lokal khas Pasuruan yang dibawakan secara kolosal oleh para generasi muda. Perpaduan tari tradisional dan musik gamelan yang melantun merdu di tengah lapangan rumput Singo Barong semakin memperkuat rasa cinta tanah air dan kebanggaan terhadap identitas budaya lokal.
Pernyataan dan Apresiasi Kepala MIN 1 Pasuruan
Ditemui secara khusus usai pelaksanaan upacara, Kepala MIN 1 Pasuruan, Abdul Qodir, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas suksesnya penyelenggaraan peringatan hari jadi tersebut. Beliau menyampaikan ucapan selamat dan doa terbaik untuk Kabupaten Pasuruan.
“Atas nama keluarga besar MIN 1 Pasuruan, kami mengucapkan selamat Hari Jadi Kabupaten Pasuruan yang memperingati perjalanan sejarahnya yang begitu panjang dan gemilang. Kehadiran kami di sini merupakan wujud nyata kebersamaan dan komitmen madrasah dalam mendukung visi besar pemerintah daerah,” tutur Abdul Qodir dengan penuh semangat.
Menurut beliau, momentum peringatan hari jadi ini hendaknya dijadikan sebagai ajang refleksi bagi seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan. Pendidikan, khususnya pada tingkat dasar seperti Madrasah Ibtidaiyah, merupakan fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia yang akan melanjutkan roda pembangunan daerah di masa depan.
Sinergi Pendidikan Madrasah dan Pembangunan Daerah
Lebih lanjut, Abdul Qodir menjelaskan bahwa MIN 1 Pasuruan sebagai lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama senantiasa berkomitmen untuk menyelaraskan program pendidikan madrasah dengan arah kebijakan pembangunan daerah. Kurikulum yang diterapkan tidak hanya menekankan pada akademis dan keagamaan, tetapi juga pembentukan karakter, wawasan lingkungan, dan literasi digital.
“Kami di MIN 1 Pasuruan percaya bahwa pembangunan fisik yang megah harus diimbangi dengan pembangunan jiwa dan karakter peserta didik. Melalui pemahaman agama yang mendalam, penanaman nilai-nilai moral, serta penguatan kearifan lokal Pasuruan, kami berikhtiar melahirkan siswa-siswi yang cerdas, berprestasi, dan berakhlakul karimah,” tambahnya.
Beliau juga mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan yang terus memberikan ruang serta dukungan bagi kemajuan madrasah. Sinergi yang harmonis antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan keagamaan terbukti mampu menciptakan iklim belajar yang kondusif serta melahirkan berbagai prestasi peserta didik di tingkat provinsi maupun nasional.
Harapan dan Doa untuk Kabupaten Pasuruan
Menutup keterangannya, Abdul Qodir menyampaikan harapan mendalam agar Kabupaten Pasuruan senantiasa dilimpahi keberkahan, kedamaian, dan kemajuan yang merata di seluruh wilayah, dari lereng pegunungan hingga kawasan pesisir.
“Harapan kami, Kabupaten Pasuruan ke depan semakin maju, mandiri, dan sejahtera. Kami berdoa agar seluruh masyarakat Pasuruan selalu berada dalam lindungan Allah SWT, serta para pemimpin daerah diberikan kekuatan dan kearifan dalam membawa daerah ini menuju masa depan yang lebih cemerlang. MIN 1 Pasuruan siap terus berkontribusi mencetak generasi penerus bangsa yang unggul untuk Pasuruan yang kita banggakan,” pungkasnya.
Acara upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan di Lapangan Singo Barong diakhiri dengan pembacaan doa bersama, sesi ramah tamah, serta pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur. Seluruh tamu undangan, termasuk jajaran kepala madrasah dan sekolah, berbaur dalam kehangatan dan kebersamaan, menutup rangkaian peringatan bersejarah tersebut dengan penuh optimisme.
PASURUAN, 17 September 2026 — Dalam rangka menyelaraskan arah kebijakan, program strategis, serta efektivitas capaian kinerja pendidikan madrasah untuk lima tahun ke depan, jajaran pimpinan MIN 1 Pasuruan menghadiri Kegiatan Reviu Rencana Strategis (Renstra) Madrasah Tahun 2025–2029 dan Sinkronisasi Perjanjian Kinerja (Perkin) Madrasah Tahun 2026.
Acara yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan ini berlangsung selama dua hari, Rabu dan Kamis (16–17 September 2026), bertempat di Aula Al Ikhlas Kankemenag Kabupaten Pasuruan mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Delegasi dari MIN 1 Pasuruan dihadiri langsung oleh Kepala Madrasah, Bapak Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd., bersama Bapak Musthofa Hadi dan Bapak Zamroni Lutfi. Kehadiran jajaran pimpinan ini menegaskan komitmen MIN 1 Pasuruan untuk terus menyelaraskan tata kelola serta program kerjanya dengan standar instansi pembina.
Salah satu momen penting dalam forum ini adalah tampilnya Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum (Wakakur) MIN 1 Pasuruan, Bapak Zamroni Lutfi, yang bertindak sebagai penyaji Renstra. Dalam pemaparannya, beliau menyajikan capaian target strategis, pemetaan mutu pembelajaran, hingga pemutakhiran program kerja MIN 1 Pasuruan untuk periode 2025–2029 agar dapat bersinergi secara optimal dengan instrumen Perkin 2026.
Kegiatan yang diikuti oleh jajaran Pejabat Subbag TU, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, para Kepala Madrasah, Waka, Kepala TU, hingga JFT Perencana di lingkungan Kankemenag Kabupaten Pasuruan ini menjadi wadah krusial untuk memastikan seluruh program pendidikan madrasah berjalan terarah, terukur, dan akuntabel demi kemajuan pendidikan madrasah di Kabupaten Pasuruan.
PASURUAN — Bertepatan pada Jumat Legi, 11 September 2026,
Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pasuruan menggelar kegiatan istighosah
bersama yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan.
Suasana khusyuk menyelimuti area madrasah sejak pagi
hari. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk ikhtiar batin untuk
mendekatkan diri kepada Allah SWT, meningkatkan kualitas ibadah, serta
memperbanyak pembacaan kalimat-kalimat thayyibah dan ayat suci Al-Qur'an.
Memohon Keselamatan Agenda Perjusa
di Pelataran Arjuno
Selain menjadi momen penguatan spiritual, istighosah
kali ini difokuskan sebagai wadah doa bersama untuk menyambut rangkaian
kegiatan Perkemahan Jumat Sabtu (Perjusa) yang akan digelar di Pelataran
Arjuno.
Melalui majelis doa ini, keluarga besar MIN 1 Pasuruan
berharap seluruh rangkaian agenda Perjusa dapat berjalan aman, lancar, dan
memberikan manfaat kepemimpinan bagi para siswa.
“Selain persiapan fisik dan logistik, kesiapan mental
serta doa menjadi pondasi utama. Melalui istighosah ini, kita memohon agar
seluruh peserta Perjusa di Pelataran Arjuno diberikan kesehatan, keselamatan,
dan perlindungan dari Allah SWT,” Sanmbutan Kepala Madrasah bapak abdul
Qodir,S.Pd.I.,M.Pd.
Acara diakhiri dengan pembacaan doa keselamatan
bersama. Diharapkan nilai-nilai keagamaan yang ditanamkan melalui kegiatan
istighosah ini dapat terus melekat pada diri seluruh peserta didik MIN 1
Pasuruan, baik di dalam kelas maupun saat beraktivitas di alam terbuka.
PASURUAN — Pendidikan bukan sekadar proses menyampaikan ilmu
pengetahuan. Lebih dari itu, pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia,
membangun karakter, menumbuhkan kedisiplinan, sekaligus menanamkan semangat
untuk terus belajar dalam kondisi apa pun.
Pesan tersebut menjadi perhatian penting dalam
pelaksanaan pendidikan di madrasah. Guru tidak hanya dituntut menjalankan tugas
pembelajaran, tetapi juga mampu memahami setiap peserta didik dengan segala
kondisi dan karakter yang berbeda.
Dalam menjalankan tugasnya, guru perlu memanusiakan
siswa dalam setiap kegiatan di madrasah, baik dalam proses pembelajaran
maupun kegiatan di luar pembelajaran. Sikap adil dan disiplin dalam seluruh
aspek pendidikan juga menjadi bagian penting untuk menciptakan lingkungan
belajar yang sehat dan kondusif.
Selain itu, setiap perilaku siswa perlu dihargai dan
dipahami berdasarkan kondisi serta keadaan yang sedang dihadapi. Pendekatan
yang humanis diharapkan mampu membuat siswa merasa dihargai, diterima, dan
mendapatkan ruang untuk berkembang.
Di sisi lain, para siswa juga diingatkan untuk
memiliki semangat pantang menyerah. Dalam keadaan apa pun, termasuk ketika
menghadapi kesulitan, siswa harus terus berusaha dan tidak mudah menyerah.
Pendidikan harus tetap menjadi prioritas meskipun berbagai keterbatasan
menghadang.
Keterbatasan fasilitas bukan alasan untuk berhenti
belajar. Kesungguhan, kemauan, dan semangat untuk maju menjadi modal utama
dalam meraih cita-cita. Bahkan dalam kondisi yang serba terbatas, siswa
diharapkan tetap mampu menunjukkan kepedulian dengan berbagi kepada sesama.
Kutipan Singkat
Pesan untuk Guru:
Pesan untuk Siswa:
Semangat tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan
pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fasilitas, tetapi juga oleh ketulusan
guru dalam mendidik dan kegigihan siswa dalam belajar. Dari keterbatasan
sekalipun, semangat belajar dan kepedulian dapat tumbuh menjadi kekuatan untuk
meraih masa depan.
Pasuruan, Selasa, 15 September 2026 — Dalam rangka meningkatkan
kualitas pengelolaan dan pembinaan peserta didik, MIN 1 Pasuruan melaksanakan
kegiatan Koordinasi dan Evaluasi Bidang Kesiswaan pada Selasa, 15
September 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 12.30 WIB
bertempat di Ruang Kelas 1A MIN 1 Pasuruan. Pertemuan menjadi momentum
penting untuk melakukan koordinasi sekaligus mengevaluasi berbagai program dan
kegiatan yang berkaitan dengan bidang kesiswaan.
Dalam kegiatan ini, dilakukan pembahasan mengenai
pelaksanaan program kesiswaan yang telah berjalan, berbagai perkembangan
peserta didik, serta hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian dan tindak
lanjut. Evaluasi dilakukan sebagai upaya memastikan setiap program dapat
berjalan secara efektif, tertib, dan memberikan dampak positif bagi
perkembangan peserta didik.
Koordinasi juga diarahkan untuk memperkuat sinergi
antarunsur madrasah dalam memberikan pelayanan dan pembinaan kepada siswa.
Dengan komunikasi dan kerja sama yang baik, diharapkan berbagai kegiatan
kesiswaan dapat dilaksanakan secara lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan
peserta didik.
Kegiatan koordinasi dan evaluasi ini diharapkan
menjadi bagian dari upaya berkelanjutan MIN 1 Pasuruan dalam menciptakan
lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang peserta didik, baik dalam
aspek akademik, karakter, kedisiplinan, maupun pengembangan bakat dan minat.
Melalui evaluasi secara berkala, bidang kesiswaan
dapat terus melakukan perbaikan dan menyusun langkah strategis untuk
meningkatkan mutu layanan serta pembinaan peserta didik di MIN 1 Pasuruan.
PASURUAN — Gerakan Kurikulum Berbasis Cinta
(KBC) terus diperkuat di lingkungan madrasah Kabupaten Pasuruan. Salah
satunya melalui program “1 Pengawas 1 Madrasah” yang resmi dilaunching
pada Senin, 14 September 2026, bertempat di Aula Kantor Kementerian
Agama Kabupaten Pasuruan.
Kegiatan
launching tersebut dibuka oleh Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Pasuruan, H. Achmad SHAMPTON, S.Hi., M.Ag. Dalam arahannya,
beliau menegaskan pentingnya implementasi KBC yang tidak hanya berhenti pada
konsep, tetapi benar-benar tercermin dalam praktik pendidikan di madrasah.
Beliau
menekankan bahwa pelaksanaan KBC harus mengilhami nilai-nilai pendidikan sebagaimana
dijelaskan dalam kitab Ta’lim Muta’allim. Pendidikan, menurutnya, harus
mampu membangun hubungan yang baik antara guru dan peserta didik serta
menempatkan proses pembelajaran sebagai ruang untuk tumbuh dan berkembang
bersama.
Hadir dalam acara :
- Plt. Kepala Kankemenag Kab. Pasuruan, H. Achmad Shampto, S.HI, M.Ag
- Kasi Pendma, H. Bustanul Arifin, S.Pd, M.Pd
- Ketua Pokjawas Arif Furqon, S.Ag, M.Si
- Pengawas Madrasah
- Kepala Madrasah, RA, MI, MTs dan MA
- piloting KBC
Salah satu
pesan penting yang disampaikan adalah perlunya perubahan paradigma guru dalam
memandang peserta didik.
“Siswa itu
bukan objek, tetapi subjek yang harus kita dampingi,” tegasnya.
Pesan
tersebut menjadi bagian penting dalam implementasi Kurikulum Berbasis Cinta.
Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga hadir
sebagai pendamping, pembimbing, dan teladan bagi peserta didik.
Dalam konsep
KBC, nilai cinta diharapkan hadir dalam berbagai aktivitas pendidikan, mulai
dari proses pembelajaran, interaksi guru dan siswa, budaya madrasah, hingga
pembentukan karakter peserta didik.
MIN 1 Pasuruan Jadi Salah Satu Madrasah Piloting KBC
MIN 1
Pasuruan menjadi salah satu dari tiga madrasah piloting Kurikulum Berbasis
Cinta Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Karena itu,
keikutsertaan MIN 1 Pasuruan dalam launching program “1 Pengawas 1 Madrasah”
menjadi momentum penting untuk semakin memperkuat pelaksanaan KBC di madrasah.
Dengan penuh
semangat, MIN 1 Pasuruan mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari
komitmen untuk terus mengembangkan pendidikan yang humanis dan berorientasi
pada kebutuhan serta potensi peserta didik.
Program 1
Pengawas 1 Madrasah diharapkan dapat memberikan pendampingan yang lebih
intensif kepada madrasah dalam mengimplementasikan KBC. Pengawas tidak hanya
melakukan pemantauan, tetapi juga menjadi mitra madrasah dalam memastikan
nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dapat diterapkan secara nyata.
Bagi MIN 1
Pasuruan, implementasi KBC merupakan bagian dari ikhtiar membangun madrasah
yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan
lingkungan pendidikan yang ramah, penuh kasih sayang, menghargai potensi
siswa, dan menumbuhkan karakter positif.
Launching “1
Pengawas 1 Madrasah” pun menjadi langkah awal untuk semakin menguatkan semangat
tersebut.
Dengan ilmu
yang membimbing, keteladanan yang menginspirasi, dan cinta yang menyertai, MIN
1 Pasuruan siap menjadi bagian dari gerakan transformasi pendidikan madrasah
melalui Kurikulum Berbasis Cinta.
Jawa Timur 08-09 September 2026 — Upaya meningkatkan kapasitas dan kinerja pelayanan Tunjangan Profesi Guru (TPG) madrasah terus dilakukan melalui penguatan kompetensi para operator EMIS GTK. Kegiatan peningkatan kapasitas dan kinerja pelayanan TPG Madrasah bagi Operator EMIS GTK jenjang Raudhatul Athfal (RA) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Jawa Timur menjadi momentum penting untuk mewujudkan layanan administrasi yang semakin profesional, responsif, dan berbasis digital.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi Overview Best Practices Layanan EMIS GTK. Materi ini menekankan pentingnya membangun layanan EMIS GTK yang mampu memberikan manfaat nyata bagi madrasah, guru, dan seluruh pemangku kepentingan.
Best practices layanan EMIS GTK diarahkan pada tiga prinsip utama, yaitu sejahtera, profesional, dan digital. Ketiga prinsip tersebut menjadi landasan dalam menghadirkan pelayanan yang berkualitas sekaligus mendukung pengelolaan data GTK dan pelayanan TPG yang lebih efektif, transparan, serta akuntabel.
Selain itu, para operator juga ditekankan untuk memiliki karakter SMART dalam memberikan pelayanan. SMART tersebut merupakan akronim dari:
S — Sigap, mampu merespons kebutuhan dan permasalahan dengan cepat.
M — Menarik, memberikan pelayanan dengan komunikasi dan penyajian informasi yang baik.
A — Antusias, memiliki semangat dan motivasi dalam menjalankan tugas.
R — Ramah, memberikan pelayanan dengan sikap santun, humanis, dan penuh penghargaan.
T — Teliti, memastikan setiap data dan proses administrasi dilakukan secara cermat dan akurat.
Karakter SMART menjadi bagian penting dalam membangun budaya pelayanan operator EMIS GTK. Operator tidak hanya dituntut menguasai aspek teknis pengelolaan sistem, tetapi juga harus mampu memberikan pelayanan yang humanis dan profesional.
Seluruh peserta mengikuti materi overview pada pukul 14.00 WIB yang bertempat di Kartika Hall. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembukaan acara yang dilaksanakan oleh Bapak Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama pada pukul 15.30 WIB.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, seluruh peserta diwajibkan sudah berada di Kartika Hall pada pukul 15.00 WIB dengan mengenakan pakaian batik.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kapasitas operator EMIS GTK jenjang RA dan MI se-Jawa Timur semakin meningkat, sehingga mampu memberikan pelayanan TPG yang lebih cepat, tepat, akurat, profesional, dan berbasis digital.
Peningkatan kualitas operator pada akhirnya diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap tata kelola data madrasah serta mendukung terwujudnya pelayanan pendidikan madrasah yang semakin sejahtera, profesional, dan digital.
Dari MIN 1 Pasuruan oleh Ashlihatut Dian Novia
Pasuruan, 11 September 2026 — Dalam rangka menanamkan kepedulian terhadap kesehatan dan membangun jiwa kemanusiaan sejak dini, MIN 1 Pasuruan mengadakan kegiatan pelantikan anggota Palang Merah Remaja (PMR) yang berlangsung di Perkemahan Palatarn Arjuno pada Jumat sore, 11 September 2026.
Kegiatan pelantikan berlangsung dalam suasana penuh semangat dan kekeluargaan. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib sebagai bagian dari proses pembentukan karakter, kedisiplinan, kepedulian, serta kesiapsiagaan dalam memberikan pertolongan kepada sesama.
Pelantikan anggota PMR secara langsung dilakukan oleh Kepala MIN 1 Pasuruan, Bapak Abdul Qodir. Dalam kegiatan tersebut, beliau memberikan motivasi kepada para anggota PMR agar tidak hanya memahami keterampilan dasar kesehatan dan pertolongan pertama, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
“Menjadi anggota PMR bukan hanya tentang belajar kesehatan dan pertolongan pertama, tetapi juga belajar peduli, membantu, dan menolong sesama dengan penuh keikhlasan,” pesan Abdul Qodir kepada para peserta.
Kegiatan di alam terbuka seperti Perkemahan Palatarn Arjuno juga menjadi sarana yang tepat untuk melatih kemandirian, kerja sama, tanggung jawab, dan keberanian para peserta didik. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah, keluarga, maupun masyarakat.
Melalui pelantikan ini, MIN 1 Pasuruan berharap anggota PMR dapat menjadi pelopor hidup sehat, tanggap terhadap kondisi di sekitarnya, serta memiliki semangat kemanusiaan dan kepedulian untuk menolong sesama.
Kegiatan pelantikan PMR ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen MIN 1 Pasuruan dalam mengembangkan potensi peserta didik tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam bidang kesehatan, sosial, kemanusiaan, kepemimpinan, dan pembentukan karakter.
Pasuruan, 9 September 2026 — Pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 Tingkat Kabupaten di MIN 1 Pasuruan menjadi momentum istimewa dengan hadirnya kunjungan H. Sholla Taufiq, S.Hi., Kasubdit Kesiswaan Direktorat KSKK Madrasah Kementerian Agama RI, pada Rabu, 9 September 2026.
MIN 1 Pasuruan dipercaya sebagai salah satu titik
lokasi pelaksanaan OMI 2026 Tingkat Kabupaten. Kepercayaan ini menjadi
kebanggaan tersendiri sekaligus menunjukkan peran madrasah dalam mendukung
pelaksanaan kegiatan akademik dan pengembangan potensi peserta didik.
Kunjungan H. Sholla Taufiq, S.Hi. menambah
keistimewaan tersendiri bagi pelaksanaan OMI 2026 di MIN 1 Pasuruan. Kehadiran
beliau menjadi bentuk perhatian dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan
kesiswaan serta upaya madrasah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang
mendorong prestasi dan kompetisi secara sehat.
Dalam kesempatan tersebut, suasana pelaksanaan OMI
berlangsung dengan penuh semangat. Para peserta mengikuti kegiatan dengan
antusias, sementara panitia dan pihak madrasah berupaya memastikan seluruh
rangkaian pelaksanaan berjalan tertib, lancar, dan sesuai ketentuan.
Bagi MIN 1 Pasuruan, pelaksanaan OMI 2026 tidak hanya
menjadi ajang kompetisi, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat budaya
berprestasi, menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik, serta membangun
semangat untuk terus mengembangkan kemampuan akademik.
Kepala MIN 1 Pasuruan, Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan bahwa kepercayaan
menjadikan MIN 1 Pasuruan sebagai titik lokasi OMI 2026 merupakan amanah yang
harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Kunjungan Kasubdit Kesiswaan
Direktorat KSKK Madrasah Kemenag RI juga menjadi motivasi bagi seluruh warga
madrasah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dan pembinaan
prestasi siswa.
“Menjadi titik lokasi pelaksanaan OMI 2026 Tingkat
Kabupaten merupakan sebuah kehormatan bagi MIN 1 Pasuruan. Kehadiran Bapak H.
Sholla Taufiq, S.Hi. menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memberikan
pelayanan terbaik dan mendukung peserta didik agar berani berkompetisi serta
meraih prestasi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, pelaksanaan OMI di MIN 1 Pasuruan
diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta. Kompetisi
ini bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang proses belajar,
sportivitas, ketekunan, dan keberanian untuk menunjukkan kemampuan terbaik.
Dengan terselenggaranya OMI 2026 Tingkat Kabupaten di
MIN 1 Pasuruan, madrasah terus berkomitmen untuk mendukung berbagai program
pengembangan potensi peserta didik. Kunjungan Kasubdit Kesiswaan Direktorat
KSKK Madrasah Kemenag RI menjadi bagian penting dari momentum tersebut,
sekaligus menambah semangat MIN 1 Pasuruan untuk terus berkontribusi dalam
memajukan pendidikan madrasah.An.
MIN 1 PASURUAN – Menjelang gelaran Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tahun 2026, panitia lokal di titik lokasi (Tilok) MIN resmi merampungkan seluruh agenda persiapan teknis maupun operasional. Pembentukan tim kerja khusus ini dilakukan guna memastikan dua agenda utama, yakni uji coba pada 6 September 2026 dan pelaksanaan lomba pada 9 September 2026, dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan tanpa kendala.
Guna mendukung kelancaran seluruh rangkaian acara, struktur kepanitiaan Tilok MIN telah dibentuk dengan pembagian tugas yang teratur:
Fokus utama panitia saat ini tertuju pada simulasi uji coba OMI yang dijadwalkan pada Minggu, 6 September 2026. Tahap uji coba ini sangat krusial untuk menguji pak jaringan, perangkat komputer, serta sistem aplikasi lomba di bawah pengawasan ketat proktor dan teknisi. Selain itu, pendampingan intensif dari para guru pembimbing mata pelajaran Matematika dan IPAS terus dimaksimalkan untuk memantau kesiapan akademik para peserta didik
Kepala Madrasah Bpk Abdul Qodir, S.Pd.I., M.Pd.menyampaikan bahwa koordinasi antar-seksi berjalan sangat solid. Seluruh kebutuhan logistik, teknis perangkat, hingga pelayanan konsumsi dan kelengkapan sarana umum telah disiapkan secara rinci. Dengan persiapan yang matang ini, Tilok MIN optimis mampu menghadirkan sarana kompetisi yang jujur, nyaman, dan berprestasi pada puncak pelaksanaan OMI tanggal 9 September 2026 mendatang.Fz