google-site-verification: googlec37f5abc404fa346.html MIN 1 PASURUAN: Tingkatkan Manfaat TPG bagi Pendidikan, Kepala MIN 1 Pasuruan Ikuti Monev TPG

Tingkatkan Manfaat TPG bagi Pendidikan, Kepala MIN 1 Pasuruan Ikuti Monev TPG

PANDAAN – Dalam upaya memperkuat tata kelola administrasi sekaligus mengoptimalkan dampak Tunjangan Profesi Guru (TPG) terhadap kualitas pembelajaran, Kepala MIN 1 Pasuruan menghadiri kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) TPG yang diselenggarakan pada Selasa (06/10/2026). Bertempat di Pandaan, kegiatan strategis ini diikuti oleh jajaran Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) serta perwakilan guru sertifikasi yang tergabung dalam Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Beji, Gempol, dan Bangil.

Kehadiran jajaran pendidik dan pimpinan madrasah ini menjadi bukti komitmen bersama dalam mengawal profesionalisme tenaga pendidik di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan. Monev TPG tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, melainkan forum evaluasi substansial untuk memastikan bahwa alokasi anggaran TPG benar-benar berbanding lurus dengan peningkatan mutu pendidikan di madrasah.

Penekanan Kepada Petunjuk Teknis TPG 2026

Kegiatan Monev ini dihadiri langsung oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan. Dalam pengarahannya, Kasi Pendma menggarisbawahi bahwa setiap pendidik yang telah menyandang status guru tersertifikasi wajib hukumnya untuk memahami dan mempedomani Petunjuk Teknis (Juknis) TPG Tahun 2026.

Juknis TPG 2026 diposisikan sebagai pijakan hukum dan operasional utama dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) pendidik. Kasi Pendma menegaskan bahwa kepatuhan terhadap juknis bukan semata-mata tuntutan administratif untuk kelancaran pencairan tunjangan, melainkan bentuk akuntabilitas publik atas amanah profesional yang diemban.

Penerapan juknis yang disiplin mencakup pemenuhan beban kerja, kesesuaian linearitas mata pelajaran, perencanaan pembelajaran yang terstruktur, hingga evaluasi hasil belajar peserta didik secara berkala. Dengan menjadikan juknis sebagai acuan, pendidik diharapkan terhindar dari potensi maladministrasi dan dapat berfokus penuh pada peningkatan kompetensi diri serta efektivitas pengajaran di kelas.

Memfokuskan Layanan Pendidikan Sesuai Kebutuhan Pemangku Kepentingan

Di hadapan para peserta monev, Kasi Pendma menguraikan bahwa TPG merupakan bentuk apresiasi negara terhadap dedikasi pendidik. Namun, apresiasi tersebut membawa konsekuensi berupa tanggung jawab moral dan profesional yang lebih besar.

Guru sertifikasi dituntut untuk menggeser paradigmanya, dari sekadar memenuhi kewajiban mengajar menjadi penyedia layanan pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan nyata para pemangku kepentingan (stakeholders). Layanan pendidikan madrasah harus mampu menjawab ekspektasi dari tiga elemen utama:

  • Peserta Didik: Menghadirkan suasana belajar yang inklusif, aman, menyenangkan, serta relevan dengan perkembangan zaman untuk mengasah potensi kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa.
  • Orang Tua: Memberikan kepastian bahwa putra-putri mereka mendapatkan bimbingan karakter, akhlakul karimah, dan akademik yang unggul secara transparan dan akuntabel.
  • Masyarakat dan Stakeholder: Menghasilkan lulusan yang siap bersaing, berdaya saing tinggi, serta memiliki fondasi keagamaan yang kokoh.

Penyesuaian layanan pendidikan ini membutuhkan keterbukaan pendidik untuk terus melakukan refleksi dan inovasi pembelajaran, termasuk pemanfaatan teknologi digital serta pendekatan diferensiasi dalam kelas.

Strategi Mewujudkan Standar Nasional Pendidikan (SNP)

Salah satu fokus utama dalam monev kali ini adalah dorongan akselerasi pencapaian 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) di seluruh madrasah peserta KKMI Beji, Gempol, dan Bangil. Guru sertifikasi diposisikan sebagai pilar utama dalam menggerakkan roda pencapaian standar tersebut, mulai dari Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, hingga Standar Kompetensi Lulusan (SKL).

Kasi Pendma menyampaikan bahwa muara dari implementasi 8 SNP adalah peningkatan mutu lulusan madrasah secara berkelanjutan. Mutu lulusan tidak hanya diukur dari angka pencapaian akademis belaka, melainkan mencakup pembentukan karakter peserta didik yang berintegritas, moderat, dan berwawasan luas.

Guna mencapai target mutlak tersebut, madrasah diimbau untuk menyusun strategi terpadu yang melibatkan kolaborasi antar pendidik, peningkatan kualitas Sarpras pendukung pembelajaran, serta optimalisasi supervisi akademik oleh Kepala Madrasah.

Komitmen MIN 1 Pasuruan dalam Mengawal Kualitas Pembelajaran

Kepala MIN 1 Pasuruan menyambut positif seluruh arahan dan penekanan yang disampaikan oleh Kasi Pendma dalam kegiatan monev tersebut. Beliau menegaskan readiness MIN 1 Pasuruan untuk segera menindaklanjuti seluruh rekomendasi yang dihasilkan demi peningkatan mutu madrasah.

MIN 1 Pasuruan berkomitmen untuk memperkuat komitmen pendidik tersertifikasi di lingkungannya agar tidak hanya unggul dari sisi pemenuhan administrasi, melainkan juga tampil sebagai role model inovasi pengajaran di wilayah Kabupaten Pasuruan. Penerapan Juknis TPG 2026 akan dijadikan tolok ukur evaluasi internal secara berkala guna memastikan setiap rupiah alokasi TPG berdampak nyata pada pengalaman belajar peserta didik.

Sinergi KKMI Beji, Gempol, dan Bangil

Pelaksanaan monev yang menggabungkan perwakilan KKMI Beji, Gempol, dan Bangil ini juga menjadi sarana konsolidasi antarmadrasah. Forum ini dimanfaatkan oleh para Kepala Madrasah dan perwakilan guru untuk saling berbagi praktik baik (best practices), mendiskusikan kendala operasional di lapangan, serta membangun kesepahaman dalam meningkatkan standar pengelolaan madrasah secara kolektif.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen tinggi terhadap regulasi, kegiatan Monev TPG di Pandaan ini diharapkan mampu membawa penyegaran visi bagi seluruh pendidik. TPG diharapkan tidak lagi dipandang sekadar sebagai hak finansial, melainkan sebagai bahan bakar utama untuk memicu dorongan inovasi, peningkatan mutu lulusan, dan kejayaan pendidikan madrasah di Kabupaten Pasuruan.

No comments: